Khutbah Jumah tanggal 27-7-2001 Khu- C     

Topik berkenaan dengan sifat rahmaniyyat Tuhan  masih berjalan,dan mungkin pada minggu depan juga  kembali akan dibincangkan  topik ini. Pada waktu ini ayat yang ada di hadapan saya adalah surah Al-furqan ayat 61.wa idzaa qiyla lahumusjuduw lirrahmaani qaaluw wa man rrahmaan a nasjudu li maa ta’.muruna wa zaadahum nufuwra-Ketika dikatakan pada mereka sujudlah dihadapan Tuhan Yang Rahman,maka mereka berkata,”Rahman itu apa ? anasjudu limaa ta’muruna wazaadahum nufuwraa-Apakah kami bersujud kepada apa yang kamu perintahkan  kami dan  tidak ada yang menambahkan pada mereka kecuali keengganan/(perintah sujud) itu menambah keengganan mereka.Yakni,keengganan/tidak sukanya mereka malah bertambah lebih dari sebelumnya.

Disini timbul pertanyaan, sujudlah pada “Rahman”. Kenapa tidak difirmankan “Allah”. Difirmankan “Rahman”, karena Rahman adalah yang mengampuni  kelewat batas.(Maha pengampun)dan Maha Penyayang. Oleh karena itu, meskipun  kesalahan-kesalahan dan kezaliman-kezalimanmu ada, kamu bersujud kepada Rahman, maka Dia akan menutupi  kekurangan-kekurangan kamu.Namun,  apa yang mereka katakan dengan nada hinaan,”Apa Rahman itu ?” Berkenaan dengan ini para ahli tafsir menulis berbagai sebab,tapi kita itu tidak penting. Hanya jelasnya  adalah  ini untuk hinaan bahwa Rahman itu apa ?Apa Rahman ? Dan hal ini tidak menambah pada mereka kecuali keengganan.

            Hadhrat Allamah Fahruddin Razi dalam tafsir ini banyak beliau menulis, namun ada satu kutipan beliau yang saya pilih. Hadhrat Allamah Fahruddin Razi berkata,”Rahmat Allah itu ada dua macam.Satu, yang telah lalu, dan  kedua,  yang di masa depan akan didapatkan. Bersama yang lampau Dia telah menciptakan makhluk,yakni tidak ada orang yang meminta maka pada waktu itu Dia telah memberikan dan semua keperluan-keperluannya ke depan dari waktu-ke waktu secara bertahap terus Dia berikan.Dan untuk ke depan setelah menciptakan makhluk Dia  menganugerahkan rezeki dan kecerdasan. Jadi seiring perhatian Tuhan terhadap menurunkan rahmat pada zaman yang lampau adalah Rahman  dan seiring  perhatian-Nya  terhadap rahmat ke depan yang akan diperoleh adalah Rahim.Yang akan meneruskan secara terus menerus dan berkali-kali  rahmat Tuhan untuk masa yang akan datang. Oleh karena itu dikatakan “ya rahmaanuddunya wa rahiymil aakhirah-Oleh karena itu dikatakan hai Rahman dunia dan Rahim akhirat. Kini maksud rahman dunia adalah bahwa semua alam raya,makhluk-makhluk apa saja,apakah yang bernyawa,hewan,manusia itu semua meraih faedah dari rahimiyyat Yang Rahman. Dan  “rahiymil-aakhirah-Maha Pengasih di akhirat” karena di dalam rahiym ada disebut kerja keras dan diraihnya  hasil kerja keras.Jadi, siapapun yang berkali-kali tunduk di hadapan Tuhan dan kerja keras/tekun di hadapa-Nya dia akan meraih ganjaran rahimiyyat. Maka menurut Hadhrat imam Razi, “Tidak boleh mengatakan kepada siapapun rahman”,yakni kata “rahman” kecuali untuk Tuhan kepada siapapun tidak boleh.

            Kemudian berkata,”Apabila orang-orang saleh bersama kekuatan manusiawinya mereka berusaha mengamalkan sebagian sifat-sifat Tuhan dan memberikan makan kepada orang-orang yang lapar dan memberikan pakaian pada yang telanjang,maka mereka ke depan akan meraih bagian dari rahmat Tuhan.Rahmat yang akan datang adalah ganjaran yang mereka akan dapat yang dari itu mereka akan memperoleh rezeki dan pertolongan dan maksudnya adalah di dunia ini juga mereka karena  memeberikan makan pada hamba-hamba Allah yang lapar dan memberikan pakaian pada hamba-hamba Allah  yang telanjang, di dunia juga  diberiakan rezeki yang banyak dan ini merupakan pengalaman kita bahwa ini mutlak bukanlah perkara  beriman pada hal-hal yang lampau.Ini adalah mata rantai Tuhan yang terus berjalan sampai hari kiamat. Mereka yang berkurban demi untuk Tuhan dan demi untuk orang miskin mereka membelanjakan harta mereka,Allah memberikan berkah yang banyak pada hartanya dan amal mereka terus Allah perbanyak. Sesuai dengan itu menurut Imam Razi dengan keterangan ini orang –orang yang saleh seperti itu yang menjadi bayangan/tempat zahirnya rahimiyat Tuhan  mengatakan “rahiym” pada mereka boleh.

            Kini ayat surat Furqan ayat 64 “wa ‘ibaadurrahmaan alladziyna yamsyuwna ‘alal ardhi haunan wa idzaa khaathabahumuljaahiluwna qaaluw salaama.Dan hamba-hamba Yang rahman adalah yang berjalan di bumi dengan merendahkan diri dan ketika orang-orang jahil menegur mereka maka sebagai jawab mereka berkata “salaama-selamat sejahtera”.Nah,apa kaitan rahman dengan merendahkan diri ? Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam menerangkan ini bersabda,” Tidak menyakiti secara fisik kepada  seseorang dengan cara aniaya dan menjadi manusia yang bersih dari  kejahatan dan menjalani kehidupan dengan penuh damai”.Ini adalah yang mengikuti /bawahan sifat rahmaniyyat. Tidak menyakiti pada  siapapun dan setiap orang mengatahui bahwa saya tidak akan mendapatkan kerugian dari orang ini,karena ini dibawah/sesuai sifat rahmaniyyat adalah orang yang mengasihani (sampai)kepada pohon dan batu. Jadi, sebagai hasil sari sifat rahmaniyyat  ini Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda bahwa bersamanya dinisbahkan “orang yang cinta damai” dan Islam juga inilah artinya bahwa dia memberikan pesan keselamatan kepada orang  lain,karena dari Rahman tidak bisa ada pesan kemarahan kecuali dengan beberapa syarat-syarat. Terjemah terakhirnya adalah bahwa  hamba-hamba Allah yang saleh mereka berjalan di bumi dengan penuh damai /rendah hari.

            Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a. bersabda,”Hamba-hamba Rahman yang setia adalah yang berjalan di bumi dengan tenang , penuh wibawa dan rendah hati dan mereka tidak takabbur dan malas. Dan apabila orang –orang jahil mengganggu/mencaci mereaka   maka mereka menyikapinya dengan  tidak ada keburukan,  pesakitan ,kejahilan dan kebodohan. Dan di dalam kata rahmaniyyat dari segi tafsir ini terdapat arti “kewibawaan/ketenangan”,yakni setelah  menjadi seorang hamba Yang Rahman, mereka mengertahui bahwa mereka adalah hamba Yang Yahman yang tidak berjalan dengan membanggakan diri dan takabbur,karena mereka hamba Zat yang Maha besar. Bahkan rahmaniyyat adalah umum untuk orang-orang miskin ,umum untuk hewan dan manusia. Oleh karena itu rahmaniyyat dengan memperhatikan topik ini mereka dengan sangat rendah hati  melangkahkan kaki di bumi.

            Ada satu ayat surah asysyuara ayat 6:wamaa ya’tiyhim min dzikrim minarrahmaani muhdtsin illa kaanuw ‘anhu mu’ridhiyn-Dan tidak ada dari Yang Rahman nasehat yang baru, namun mereka berpaling darinya. Dalam kaitan ini Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Rahman mutlak sebagaimana suatu jisim kapan perlunya makanannya pada waktu itu Dia menganugerahkannya , begitu juga dengan tuntutan rahmat-Nya yang sempurna makanan ruhani juga ketika ada keperluan itu, maka Dia menyiapkannya.Ini mengisyarahkan  pada “arrahmaan ‘allamal –quran-Rahman adalah semua keperluan-keperluan  seluruh dunia sebelum kelahirannya telah Dia siapkan, namun keperluan-keperluan itu Dia siapkan pada waktu ketika mereka  menjadi layak untuk mengambil faedah dari keperluan-keperluan itu .Menganai contohnya beberapa kali telah saya berikan,penemuan minyak,batu bara dlsb semua benda-benda ini ditemukan pada waktu ketika mempunyai kemampuan untuk mengambil faedah daari itu, pada hal ini selalu ada dari dulunya..Maka inipun merupakan pekerjaan rahmaniyyat yang khusus bahwa Dia menunjukkan barang-barang itu ketika orang-orang yang melihat dapat mengambil faedah dari itu. Kalau tidak dengan mata kelalaian itu hanya bisa dilihat dan tidak diketahui bahwa nikmat-nikmat  apa saja yang Allah letakkan bagi saya disitu. Si satu tempat Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Ini benar bahwa kalam Tuhan adalah turun pada hamba-hamba Tuhan yang terpilih yang Tuhan redha pada mereka dan dengan merekalah Dia berwawancakap yang Dia redha padanya.Namun hal ini tidaklah benar bahwa yang kepadnya  Tuhan redha dan senang maka tampa perlunya      begitu saja kitab. dari langit turun.Yakni turunnya kitab meskipun kaitannya dengan rahmaniyyat meskipun demikian kepada siapa Dia redha kitab tidak Dia turunkan padanya. Untuk menurunkan kitab adalah sesuai  dengan tuntutan keperluan-keperluan zaman dan keperlua-keperluan apa yang mereka perlukan seperti itulah kitab Dia turunkan. Sebelumnya Bible yang diturunkan,sebelumnya ada suhuf-suhuf Ibrahim yang diturunkan.Ini bukanlah maksudnya bahwa di dalam itu dan Al-quran tidak ada perbedaan. Perbedaannya ada dan perbedaannya adalah sesuai dengan yang dikeperlukan Di zaman mana Al-quran  diturunkan dan sampai zaman mana yakni sampai zaman kiamat akan bekerja sebagai hakim, semua keperluan-keperluan zaman itu semuanya telah tertulis dalam Al-quran. Namun mata dunia terbuka pada waktu ketika keperlua-keperluan itu nampak di hadapan mata.

            Kemudian ada ayat dalam surah Yasin “innama tundziru manittaba’adzdzikra wakhasyiarrahmaana bil gaeb fabasysyirhu bimagfirating wa ajring kariym-Kamu hanya bisa memberikan peringatan kepada orang yang mengikuti nasehat dan takut pada rahman dalam keadaan sedirian.maka berilah habar suka pada mereka dengan ganjaran yang besar. Disini apa arti takut pada rahman dalam keadaan gaib. Jika kalian merenungkan maka kalian akan mengetahui bahwa Tuhan tinggal/berada di yang  gaib. Kalian tidak bisa melihat Dia dan tidak bisa mendengar-Nya,tidak bisa berjabatan tangan. Jadi Dia selalu berada di tempat yang gaib. Jika meskipun kegaiban-Nya kalian melihat Dia seperti kalian melihat sesuatu berdiri di hadapan kalian,maka ini menurut Rasulullah saw. adalah kedudukan yang paling tinggi,yang mana hamba-hamba Tuhan yang baik mengalaminya.Dan sekurang-kurangnya manusia sedemikian rupa hendaknya bahwa meskipun Dia itu  gaib jika dia tidak melihatnya sekalipun di hadapannya maka dia harus merasakan bahwa Dia sedang melihat saya dan dari yang gaib pandangan-Nya terus tertuju kepada setiap pekerjaan saya. Jadi, dengan demikian disini disebutkan mengenai kegaiban.Allamah Fakhruddin Razi berkenaan dengan ayat ini berkata,”Dari nama-nama Tuhan ada dua nama yang hanya khusus untuk Dia semata,yaitu Allah dan Rahman. Sebagaimana Tuhan berfirman “awid’ullaha awid’urrahmaan”. Ini adalah ayat Al-quran,yakni ataukah kamu menyeru Tuhan dengan nama Allah atau dengan nama Rahman ”lahul asmaaul husna- semua nama baik adalah milik-Nya”,sehingga sebagian imam berkata bahwa jika kamu mengetahui perkara ini yaitu Allah adalah nama yang memberi habar takut.

Nah,ini adalah pont baru yang  Imam R azi kemukakan bahwa dalam kata Allah terdapat/habar takut/penuh kharisma. Renungkanlah semua sifat-sifat Allah jika Dia merupakan segala sesuatu yang  dan memiliki semua wewenang dan segala sesuatu kembali pada-Nya maka di dalam hati akan  timbul satu macam ketakutan,namun dalam rahmaniyyat memberi habar lemah lembut dan kasih sayang,yakni manusia seperti itu yang merenungkan rahmaniyyat dan menyeru Tuhan dengan nama rahman maka  akan mengharapkan bahwa Dia akan memperlakukannya dengan rahmaniyyat.

Kini adalah ayat surah Yasin ayat 16-17:”qaaluw maa antum illa basyarun mitsluna –Mereka berkata kepada nabi-nabi, kamu sebagai manusia biasa sama dengan kami lebih dari itu tidak ada apa-apa “wamaa anzalarrahmaanu min syain in antum illa takdzibuwn-Dan diantara kalian Rahman tidak menurunkan sesuatu, ini hanya dusta kalian qaaluw rabbuna ya’lamu inna ilaikum lamursaluwn –Mereka menjawab dengan sederhana  Tuhan kami mengetahui bahwa kami dikirim kepada kamu.Berkenaan dengan ayat ini Hadhrat Khalifatul Masih 1 bersabda,”maa anzalarrahmaanu min syain –Brahma Smaj juga inilah akidah mereka.Mereka menganggap semua orang-orang pilihan itu dusta, ajaran kotor mereka merupakan ajaran paling berbahaya.Mereka orang-orang pilihan yang  demi  kebenaran  mereka rela  meninggalkan ketenangan,  anak-anak,kebesaran,  keagungan,tanah air dan telah mengorbankan  jiwa raga mereka, lalu menuduh mereka dusta dan penipu adalah satu keaniyaan yang kelewat batas.Beliau bersabda,”Sangat tidak kenal berterima kasih. Orang-orang yang ada dalam pergaulan nabi saw. sedikitpun tidak akan bisa terbukti bahwa beliau berdusta dalam riwayat. Dan riwayat-riwayat yang datang saya memberitahukan kepada kalian bahwa jika disini ada tuduhan dusta maka akan mengena kepada perantara riwayat yang di tengah,itu tidak akan mengena kepada sahabah yang meriwayatkan. Maka di dalam ini jangan ada kesalah fahaman pada diri kalian bahwa orang –orang yang meriwayatkan langsung dari Rasulullah saw.mereka yang berdusta. Mereka ini seratus persen tidak berdusta.  Adapun kesalahan itu bisa terjadi karena sebagian orang-orang dalam memahami kata-kata mereka itu yang salah dan sesudahnya orang-orang yang datang kemudian di tengah-tengah telah memasukkan kebohongan dengan sebab niat buruk mereka. Jadi sabda Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a. seratus persen adalah benar bahwa orang-orang yang mengambil faedah dari  pergaulan Rasulullah saw. adalah orang-orang yang sepenuhnya jujur, diantara mereka tidak ada yang dusta.

Apabila hamba-hamba Muhammada saw. yang mendapat berkah dari Rasulullah saw. tidak bisa berdusta,maka Rasulullah saw. bagaimana bisa berdusta terhadap Allah.Jadi dalil ini Hadhrat Khalifatul Masih 1 ambil dari ayat ini.

            Kini adalah ayat 23 -25 surah Yasin:”.wama liyala a’budulladziy fatharaniy wa ilahi turja’uwn-Akhirnya apa yang terjadi dengan  bahwa saya tidak menyembah yang telah menciptakan saya dan kamu semua adalah akan kembali kepada-Nya.Yakni, yang meyakini tentu pasti orang yang akan  kembali oleh kaarena itu dia yakin,tapi berfirman,”Kamu orang-orang yang  ingkar  kalian pun akan mengalami akibaat seperti itu dan pada akhirnya akan kembali kepada Tuhan “aattakhidzu min duwnihi aalihatan in yuridnirrahmaanu bidhurrin la tugni ‘anni syafaa atuhum syaian wal yun qidzuwn-Apakah saya setelah meninggalkan Dia  lalu saya menjadikan sembahan yang jika Rahman ingin menyampaikan kerugian pada saya maka tidak akan ada syafaat yang akan berguna bagi saya yunqidzuwn tidak akan ada yang bisa membebaskan saya dari itu.

Nah, disini hal yang khusus adalah “dari kemurkaan Tuhan Yang Rahman”.Rahman jelasnya bukanlah Pemarah,Rahman adalah Maha Penyayang.Diperingatkan dari  kemarahan-Nya  karena  jika dalam keberadaan_Nya sebagai Rahman Dia menjadi pemarah maka maksudnya adalah hamba itu artinya adalah sangat berdosa. Kalau tidak, dari rahmaniyyat hanya belas kasih yang bisa diambil mamfaat-Nya, bukan kemarahan.Jadi,kalau dalam keberadaan-nya sebagai Rahman berpaling dari-Nya dan tidak mengambil faedah dari rahmaniyyat-Nya maka pada-Nya hanya kemurkaan dan jika Rahman yang marah kepada seseorang maka Dia adalah menjadi yang paling pemarah /paling berbahaya.Sebagaimana seorang ibu sangat sayang luar biasa kepada anak-anaknya,tapi jika anak-anaknya melampaui batas dalam kezaliman dan keaniayaan maka dari mulut sang  ibu akan keluar doa buruk yang kemudian  terkabul dan menjadi penyebab kemurkaan Allah terhadap sang anak-anak.Jadi, untuk mengerti sifat rahmaniyyat pahamilah nisbah/perbandingan ibu dan anak.Jika ,serupa itu yang terjadi maka  sesungguhnya dalam corak seperti itu dengan segera saya  akan terjerumus dalam kesesatan yang nyata.Dan jika dari Tuhan Yang Rahman saya memperoleh kemarahan dan tidak memperoleh rahm/kasih sayang, maka hal ini menjadi jelas bahwa saya adalah sesat dan kesesatan saya sangat jelas jika saya melakukan itu.

             Surah Yasin ayat 53-54.qaaluw yaa wailana man ba’atsana min marqadinaa– Mereka akan mengatakan hai kehancuran kami, siapa yang mengangkat kami dari tempat tinggal nyaman kami  ? .Inilah yang Tuhan  Rahman telah janjikan dan benar apa yang dikatakan para Rasul. Dan ini hanya merupakan satu suara yang sangat dahsyat yang sangat menakutkan.,maka dengan tiba-tiba mereka akan dihadirkan di hadapan kami Nah, disini Hadhrat Khalifatul Masih 1 dengan membuka satu point yang sangat halus  beliau telah memberikan jawaban bahwa orang-orang kafir akan diangkat dari kuburan/tempat nyaman.Meskipun mereka nampak dengan tenang di dalam kubur padahal, berkenaan dengan orang-orang kafir terbukti tenang di dalam kubur.

Hadhrat Khalifatul Masih sambil mengangkat soal ini bersabda,”Maksud “marqad” -adalah tempat yang nyaman kita. Diajukan keberatan apakah untuk orang-orang kafir kuburan itu adalah tempat yang  nyaman. Jawabannya adalah bahwa ini adalah perkara perbandingan.Untuk azab yang akan datang, azab kubur ini adalah penyebab ketenteraman.Yakni azab kubur betapapun kerasnya, azab yang akan datang sesudahnya perbandingannya  dengan itu adalah azab yang sangat ringan.

            Surah Azzuhruf ayat 18-19 “wa idza busysyira ahaduhum bima dharaba lirrrahmanaani matsalan zhalla wajhuhu muswaddan wa hua kazhiym waman yunasysyau fil hil yati wa hua fil hishaami gairu mubiyn-Ini adalah merupakan ayat kedua yang berkenaan dengan ini sebagian orientalist/ahli ketimuran mengatakan  bahwa disini perempuan-perempuan dihinakan,namun disini tidak ada masaalah menghinakan perempuan, bahkan disini diterangkan perkara yang merupakan kenyataan yang mana hari inipun begitulah benar sebagaimana di zaman nabi Muhammad saw. itu benar. Jika kepada mereka sendiri diberi tahukan “bima dharaba lirrahmaani matsalan zhalla wajhuhu muswaddan wa huwa kazhiym-maka mukanya menjadi hitam,yakni ketika diberi habar tentang anak perempuan maka mukanyanya menjadi hitam,yakni dia menjadi sangat sedih. Kalian coba lihatlah di dunia ini, perempuan-perempuan-lah yang apabila anak perempuan anak perempuan saja yang lahir maka mereka menjadi sangat panik dan dalam keberadaannya kenapa mereka menginginkan anak laki-laki.Maksudnya bahwa ini merupakan  hal alami yang sebagaimana sebelumnya demikian  sekarang juga demikian. Jadi,perempuan-perempuan menginginkan anak laki-laki adalah merupakan kebenaran Al-quran.dan selanjutnya “waman yunasysyau fil hilyati wa hua fil hishaami gairu mubiyn-dan yang pelihara dalam emas dan perak yakni sepanjang umur dibesarkan disitu dan pada waktu pertengkeran tidak jelas,tidak jelas pembicarannya.Dan coba perhatikan bahwa sifat perempuan sampai hari ini tetap seperti itu.Betapapaun mereka memahami dan berakal apabila ingin berkelahi karena marah maka perkara tidak bisa sama sekali mereka terangkan.dan dalam hal itu mereka selalu bersikeras  dan semua kebaikan-kebaikan suami itu mereka lupakan dan kepada suami berkali-kali mereka mencela suami bahwa seolah-olah dia tidak di rumah suaminya tidak pernah mendapatkan ketenteraman. Sepanjang umur dia  tinggal dalam keadaan menderita. Padahal .kasihan, betapa suami bekerja keras betapa  kerasnya mencari rezeki, betapa dia dengan kasih sayang membelanjakan hartanya untuk istrinya .Semua suapan kasih sayang itu dilupakan dan satu suap yang pahit menjadikan semua suap menjadi pahit.Jadi ini adalah merupakan penjelasan dari fil hishaami gairi mubiyn dan ini sebagaimana ini pada waktu itu benar maka hari inipun demikianlah benar adanya.

            Surah Azzuhruf ayat 34:”walalaula an yakuwnannaasu ummatan waa hidatan laja’alna liman yakfuru birrahmaani libuyuwtihim suqufan min fidhdhatin wa maaarija ‘alaiha yazhharuwn-Jika tidak dikawatirkan orang-orang menjadi ummat yang satu maka pasti demi untuk mereka yang mengingkari rahman atap rumah mereka di buat dari emas dan behgitu juga tangga juga di atas mereka naik. Nah disini apa maksudnya,.maksudnya adalah jelas bahwa orang yang mengingkari rahmaniyyat Tuhan berkenaan dengan mereka tidak dikhawatirkan bahwa jika harta –harta dunia dibukakan maka  sebagai akibatnya mereka akan menjadi melantur kesana kemari dengan melampaui batas.Maka tidak dibukakannya nikmat-nikmat dunia  begitu banyak  juga  pada mereka adalah merupakan belas kasih Tuhan. Dan oleh karena itu hal  ini dinisbahkan kepada Rahman.Dan sebagai akibat  mengingkari  Tuhan Yang Rahman jika mereka diberikan harta-harta dunia maka semua hamba-hamba di dunia dengan melihatnya akan  mengingkari Tuhan .Jadi, jika faedah dari ingkar sedemikian nikmat-nikmat diperoleh  maka kenapa kami tidak ingkar.

Kini maulvi keaniyaan inilah mereka sedang lakukan.Seberapa mereka bertambah dalam ingkar mereka sedemikianlah penghasilannya akan bertambah.Al-quran berfirman apakah hal ini kamu telah jadikan sebagai penghasilan  kamu bahwa kamu ingkar.Jadi betapa ini mearupakan hal yang benar.Dewasa inipun di kalangan para mulla yang paling kaya adalah yang mengingkari Hadhrat masih Mauud a.s.kelewat batas.Pemerintah juga mengasihani mereka dan orang-orang juga memberikan mereka uang,karena mereka menjadikan mendustakan itu sebagai mata pencaharian mereka.Jadi ayat Al-quran sebagaimana pada waktu itu  benar sepenuhnya hari inipun benar seperti itu

            Kini berkenaan dengan sifat rahmaniyyat saya akan menyajikan wahyu-wahyu Hadhrat Masih Mauud a.s. dfi hadapan kalian.Ilham 1900:”anta madiynatul ‘ilmi thayyibun maqbuwlurrahmaani-Engkau adalah kota ilmu thayyibun-baik dan hamba  tuhan Rahman yang diterima dipilih. Disini maksud madinah  adalah kota. Sesuai dengan itu Hadhrat Masih Mauud a.s.menterjemahkan bahwa engkau adalah kota ilmu thayyibun-baik/bagus dan hamba yang diterima/pilihan Tuhan.Kota ilmu apa maksudnya.Berkenaan dengan Hadhrat Ali r.a. juga diterangkan sifat madiynaatul ‘ilm-kota ilmu.Kota yang hanya ilmu saja yang tinggal disana,tidak ada perkara kebodohan,semua jalan kebodohan disana tertutup,disana hanya ilmu yang bisa masuk.Jadi, dalam pujian terhadap Hadhrat Masih Mauud a.s. dari pihak Tuhan adalah merupakan kesaksian yang sangat besar bahwa engkau adalah anta madiynatul ‘ilmi– bahwa engkau hanya dianugerahkan ilmu yang benar  dan tidak ada kejahilan sama sekali  sampai kepada engkau.

Ini adalah ilham 1 Januari 1903:yubdiy lakarrahmaanu syaiaa terjemahnya Hadhrat Masih Mauud a.s.lakukan adalah ,”Tuhan, yang adalah Rahman untuk menzahirkan kebenaran engkau sesuatu ingin Dia akan zahirkan. Hadhrat Aqdas bersabda,”Maksud syai adalah ada hal yang sangat agung,kata ini tidak digunaka untuk hal yang umum dibicarakan dalam kaitan Tuhan. Maksudnya adalah ada sesuatu yang sangat agung dan.untuk kebesarannyalah Tuhan menjadikan itu terselubung.Karena dalam menyembunyikan ada satu kebesaran ,sebagaimana untuk anugerah-anugerah surga Dia berfirman: “fala ta’lamu nafsun maa ukhfiya lahum min qurratu a’yun.Fala ta’lamu nafsun– tidak ada jiwa yang tahu  apa yang disemunyikan untuknya untuk penyejuk mata. Sebagaimana dalam makanan ada hidangan,di dalam menyembunyikannya juga ada satu keagungan yang khusus. Pendeknya ini bukanlah hal yang kecil.Tulisan Hadhrat Masih Mauud a.s. sangat dalam artinya dan di dalam itu harus menyelami dan memperhatikannya baru dapat diketahui.Hidangan yang dihidangkan dengan baik maka makanan tidak dibiarkan terbuka ,di atas itu diletakkan kain penutup ,dengan maksud jangan ada lalat yang duduk dan dengan maksud juga supaya apabila kain penutup diangkat maka tamu menjadi sangat bahagia setelah melihat itu bahwa betapa bagusnya makanan yang ditutupi itu. Dan seperti itulah berkenaan dengan nikmat-nikamat surga Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda bahwa itu disembunyikan dari manusia dan ketika itu akan dizahirkan maka mereka akan heran bahwa bagaimana mengatur begitu baiknya Tuhan menerima kita sebagai tamu-Nya

Ada satu ilham 1903.ya’shimukallahu min ‘indihi wa huwa waliyyurrahmaani –Penjagaan Tuhan akan menjaga kamu dari diri-Nya dan Dialah sahabat yang Maha pengasih.

Ada ilham 4 Agustus 1903 “inni anarrahmaana halla gadhabuhu ‘alal ard-Saya melihat Rahman.-Ini adalah rterjemah Hadhrat Masih Mauud a.s.- Saya melihat Rahman meskipun Tuhan adalah Rahman “.Saya melihat Rahman”,-disini kata terhenti,ini  berkaitan dengan kalimah yang selanjutnya dan juga kalimah selanjutnya.-Meskipun Tuhan itu adalah Rahman namun dosa sudah melampaui batas yang karenanya kemurkaan-Nya  turun,.inilah maksudnya.Meskipun Tuhan Maha Penyayang ,namun jika kezaliman sudah melampaui batas maka pada waktu itu dari pihak Rahman kemurkaan akan menjadi turun dan begitu juga di zaman ini itu yang akan terjadi.Yakni, Allah dari bahasa Hadhrat Masih  Mauud a.s. inni anarrahmaanu Dia berfirman.halla gadhabuhu ‘alal ardh ,yakni coba lihatlah meskipun dalam keberadaan-Nya sebagai Rahman betapa hamba-hamba  tidak akan mentaati-Nya dan bagaimana hamba-hamba tidak akan menghargainyadan tidak mengucapkan  terimakasih pada-Nya yang karenanya  bukannya rahmat bahkan kemurkaan-Nya tengah  turun.

Kemudian Tuhan berfirman 18 Agustus 1903:”maa taraa fi khalqirrahmaani min tafaawut,maksud  tafaawut adalah digunakan untuk lebih dan kurangnya juga. Namun maksud dari tafaawut bisa dalam arti sebaliknya/kontradiksi juga.Menurut saya disini maksudnya adalah kontradiksi.”Maa taraa fi khalqirrahmaani min tafaawut kamu dari makhluk Tuhan Yang Rahman tidak akan ada  kontradiksi yang kalian dapatkan” dan ini sepenuhnya benar bahwa perhatikanlah semua alam raya,begitu banyak alam raya yang mana kalian tidak akan melihat ada yang kontradiksi. Segala sesuatu satu dengan yang lainnya mempunyai bersesuaian.

Kemudian ada satu ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. tanggal 25 Oktober 1903.”inni nadzartu lirrahmaani shauma– Saya telah bernazar untuk Tuhan Yang Rahman.Ini adalah kalimah Hadhrat Maryam .Jadi kepada Hadhrat Masih Mauud a.s.ini turun ilham ini dan mengalir darai lidah beliau.Ketika ditanyakan kepada Hadhrat Maryam bahwa bagaimana ini mempunyai anak,dia ini kan belum kawin maka Hadhrat Maryam berkata bahwa saya demi untuk Tuhan Yang Rahman saya telah bernazar bahwa saya tidak  akan menjawab sendiri.Allah sendiri yang akan menzahirkan bahwa saya bebas dari dosa  dan dengan perantaraan anaknya Allah menzahirkan bahwa beliau tidak bersalah.Ini adalah merupakan cerita yang panjang yang mana saya telah terangkan beberapa kali.Maka disini apa kaitan nazar  Hadhrat Masih Mauud a.s..untuk itu hendaknya diingat bahwa terbukti dari Al-quran bahwa sebagian hamba Allah yang baik/saleh yang sama sekali tidak menginginkan sendiri,.dia selain rahimiyyat Tuhan dia tidak mengharapkan apa-apa.Allah dari merekalah akan menciptakan satu wujud lain yang dimana didalamnya tidak akan ada campur tangan keinginannya sendiri. Sesuai dengan itu Hadhrat Masih Mauud a.s. juga adalah merupakan penyempurnaan dari ayat ini bahwa kondisi Maryam juga terjadi berlalu  pada diri beliau yang merupakan kondisi yang penuh dengan penuh  kesedihan yang luar biasa,.yakni dapat diketahui dari ilham ini.dan kemudian kondisi Isa pun telah terjadi dalam diri beliau ,yakni beliau dari satu segi menjdi anak Maryam juga dan dari satu segi  menjadi anak Maryam juga.Bahasan ini juga merupakan bahasan yang panjang dan beberapa ejekan/kenakalan kiyai-kiyai juga saya telah sebutkan sebelumnya yang mana  disini tidak perlu diulangi.

Ada satu ilham yang berkali datang :inni ummirtu minarrahmaani fa’tuwni ajma’iyn,inni ummirtu minarrahmaani fa’tuwni ajma’iyn inni ummirtu minarrahmaani fa’tuwni ajma’iyn-Terjemahan oleh Hadhrat Mirza basyir Ahmad Sahib adalah: “saya dijadikan pimpinan/amir dari Tuhan Yang Rahman .Disini bukan “umirtu”. bahkan “ummirtu” yang maksud dari ummirtu adalah saya dijadikan amir.Maka kalian datanglah kepada saya. Disini maksud “ menjadikan amir” mempunyai  dua arti. Satu, pada zaman ini Allah telah memberikan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. keunggulan dalam perkara/urusan dari semua dunia/orang dan kepada semua diperintahkan untuk mengiukuti peritah beliau,karena beliau adalah sebagai pengikut Rasulullah saw. dan sedikitpun beliau tidak membedakan-bedakan .Kedua, arti amir adalah orang kaya juga.Jadi bersabda bahwa kalian pergi kepada orang yang kaya maka saya  dari segi ini adalah yang paling kaya bahwa ketika kamu datang kepada saya maka Allah akan menganugerahkan kelapangan dalam rezeki kamu, kamu akan dianugerahkan beberapa macam nikmat yang kamu mahrum dari itu.Jadi saya telah dijadikan pimpinan/orang kaya oleh Tuhan.dan sebagaimana kalian pergi ke tempat amir-amir/orang-orang kaya seperti itu datanglah kepada saya.

Ada satu ilham yang terulang.”inni anarrahmaanu tsumma inni anarrahmaan-Terjemahan yang dilakukan oleh Hadhrat Mirza Basyir Ahmad adalah “Saya adalah Tuhan Yang Rahman, kemudian saya katakan bahwa saya adalah Tuhan Yang Rahman.

Ilham 12 Desember 1903:”inni hima-rrahmaanu.hima disebut untuk  pagar/tembok .yang mana orang-orang di luar tidak bisa masuk ke sawah orang lain .Pagar pengaman(kebun) dibuat dan kemudian dijaga.Bersabda,” saya adalah tempat tembok/pagar Tuhan,gelar ini adalah dari saya” Ini.Hadhrat Masih Mauud a.s. sendiri yang bersabda. “Gelar ini dari saya ,yang dari ini dapat diketahui bahwa musuh-musuh akan  melakukan berbagai macam perlawanan.”Yakni, nampak jelas bahwa pagar pengaman dibuat  maka ada orang yang ditetapkan untuk menjaganya. Pemilik tanah apabila membuat pagar penghalang itu dia tidak lakukan tampa sebab,.dia tahu bahwa disini ada pohon-pohon yang  berbuah dan ada tumbuhan-tumbuhan yang baik dan yang terbaik juga, maka orang-orang yang merusak pun akan datang.Mereka akan membuat hambatan-hambatan di jalannya dengan menjadikan pagar-pagar penghalang. Jadi Hadhrat Masih Mauud a.s.bersabda bahwa di dalam ini ada satu nubuatan bahwa di dalam diri saya juga dengan karunia Tuhan ada sifat-sifat  yang merupakan sifat yang sangat mahal dan orang-orang akan berlari-lari ke arah itu dengan niat jahat juga untuk menyerangnya dan berusaha menjadikan saya tidak berdaya.Tapi, dalam jawaban beliau menerangkan syair beliau;”(Farsi) Hai orang-orang yang berlari-lari mengejar untuk menghancurkan saya dengan membawa ratusan pedang.  Takutilah  penjaga kebun, karena  saya adalah pohon  yang berbuah lebat.” Maka, untuk menjaga pohon yang berbuah  sebagaimana penjaga kebun membuat pagar begitu juga untuk menjaga saya Tuhan-lah yang sudah mengurusnya dan kalian tidak akan bisa sampai kepada saya dengan niat  buruk apapun.

Kini sesudah khutbah yang singkat ini kini saya akan menyelesaikan  khutbah ini.

Qamaaruddin Syahid