Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

10 September 2004 di Mesjid Baitussalam, Brusel, Belgia

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Ayat yang saya tilawatkan ini terjemahannya adalah:

“Dan bagi setiap orang ada memiliki arah yang dituju ke arah mana dia menghadapkan wajahnya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Al-Baqarah 49

Di dalam ayat ini Allah telah menyatakan merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang Islam supaya tegak dan teguh dalam melakukan kebaikan dan jangan hanya sekedar tegak/teguh dalam kebaikan,tetapi supaya berupaya juga untuk saling mendahulu satu dengan yang lain di dalamnya. Jadi apabila terdapat perintah berlomba dalam kebaikan kepada orang-orang yang beriman diantara mereka, maka dalam perlombaan dengan orang lain bagaimana bisa dapat diterima bahwa kebaikan mereka itu kurang dalam corak apapun dibanding dengan orang lain lalu mereka tidak berupaya untuk mendahului orang lain. Sebab, melakukan kebaikan dan menjalankan amal-amal baik hanya khusus untuk orang-orang mu’min dan memang seharusnya demikian, sebab pada pandangan Allah mereka merupakan makhluk terbaik

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ-Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Albayyinah 8 Sebab, kini setelah menerima Islam dan bergabung dengan orang-orang yang untuk bergabung Hadhrat Rasulullah saw telah menasehatkan pada kita dan memerintahkan pada kita,karena itu dengan beriman pada Masih dan Mahdi jika kita mendakwakan ikatan yang kuat dan hubungan dengan Rasulullah saw maka untuk kalian jika ada jalan kemenangan dan kalian jika ingin meraih kedekatan dengan Allah maka jalan itu hanya berada di barisan terdepan dalam kebaikan. Inilah perintah Allah bahwa jika kamu seorang muslim dan sebagai muslim sejati maka seyogianya kalian meloncat kegirangan,menjadi gembira bahwa Allah telah membimbing pada jalan yang akan membawa kamu kepada-Nya. Di dunia ini terbentuk banyak yayasan-yayasan /organisasi-organisasi kemasyarakatan yang pasti ada saja maksud dan tujuannya atau ada slogan yang diusungnya. Dan mereka berusaha untuk meraihnya dan kemudian manusiapun secara pribadi menjadikan kehidupannya menjadi satu maksud, yang berkenaan dengan itu dia merenung dan untuk meraihnya mereka juga melakukan upaya-upaya. Tetapi tujuan mereka semua itu adalah keduniaan, sebab dengan siapapun tidak ada janji Allah bersamanya bahwa sesudah mencapai maksud ini hasil akhirmu akan menjadi baik. Tidak ada jaminan. Sementara dengan kita tedapat janji Allah bahwa jika kamu seperti itu mengamalkan Islam sebagaimana Allah dan Rasul-Nya telah beritahukan kepada kalian dan penjelasan dan tafsirnya imam zaman telah mengomentarinya,maka tidak hanya dengan menegakkan kebaikan-kebaikan kalian di dunia menjadi makhluk terbaik, bahkan di akherat kelak kalian menjadi orang yang meraih keredhaan Allah,kalian akan meraih kesuksesan. Oleh karena itu perhatikanlah Yayasan-yayasan/oraganisasi –organisasi besar yang muncul membawa maksud-maksud besar,muncul di berbagai negara dengan propaganda untuk menciptakan perbaikan. Kendati nampak terbentuk untuk pekerjaan baik namun oleh sebab mereka bukan orang-orang yang mengamalkan perintah-perintah Allah,karena itu mereka yang muncul dengan membawa slogan /pendakwaan bahwa kami akan menyebarkan kebaikan-kebaikan, sedikitpun mereka tidak dapat berbuat apa-apa; sebab melakukan kebaikan lahir dari rasa takut pada Tuhan. Oleh sebab, itu di dalam diri mereka ini tidak ada, maka karena itu mereka tidak dapat berkesinabungan dalam kebaikan. Kepentingan pribadi,kebangsaan dan kepentingan setiap bangsa menjadi penghalang dan perang dunia kedua pun mereka tidak dapat cegah. Dan kemudian berdiri PBB, tetapi itupun lihatlah kini PBB berada di tangan beberapa bangsa. Dan kini pada metode inilah itu berjalan. Negara-negara miskin di satu sisi mereka jadikan sandera lalu dijadikan sasaran penganiayaan. Kekayaan-kekayaan dan sarana-sarana kemudahan mereka,mereka ambil alih di tangan mereka lalu mereka menyuruh untuk mengikuti syarat-syarat yang mereka tentukan. Untuk meraih maksud-maksud mereka, kepada mereka diberikan bantuan sebagai formalitas belaka. Kemudian kekayaan-kekayaan (negara-negara miskin itu ) yang mereka miliki itu mereka belanjakan untuk kemajuan dan kemakmuran negara-negara mereka sendiri,sementara masyarakat negara-negara miskin itu melewatkan hidup mereka di bawah garis kemiskinan. Dan jika ada yang melakukan protes maka mereka disuruh diam dibawah ancaman-ancaman. Kemudian pendakwaan bahwa kami tengah menegakkan keamanan di muka bumi dan menyebarkan kebaikan dan tengah memberikan pengkhidmatan pada kemanusiaan, ini semua merupakan dakwa /propaganda palsu dan merupakan tipuan. Orang-orang ini tidak dapat melakukan hal seperti ini. Dewasa ini jika pada hakekatnya ada yang dapat menegakkan kebaikan-kebaikan, itu hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang benar –benar orang Islam. Dan orang Islam sejati kecuali orang Ahmadi tidak ada lagi. Sebab mereka telah mengimani pecinta sejati dan murid setia Rasulullah saw .

Oleh karena itu perhatikanlah semua negara-negara Islam kendati mereka memiliki kekayaan-kekayaan yang melimpah ruah,mereka tidak dapat melakukan kebaikan-kebaikan. Mereka tidak dapat memperhatikan keadaan satu dengan yang lain. Negara kaya tidak dapat mengkhidmati negara yang miskin. Di dalam hatinya tidak ada rasa prihatin terhadap negara miskin itu. Dengan kedudukan /kepemimpinan yang mereka miliki, jangankan membantu saudara-saudara mereka yang miskin, dan negara-negara yang miskin, tetapi justru mereka sendiri terperangkap dalam menuruti hawa nafsu mereka. Dan seberapa banyak negera-negara Muslim yang memiliki uang lihatlah mereka, kecuali mengumpulkan uang untuk diri mereka sendiri atau di negara miskin siapa diantara mereka yang mendapatkan wewenang kecuali mengumpulkan harta untuk pribadi mereka sendiri tidak ada lagi yang lainnya. Tidak terfikir untuk menunaikan haquuqullah dan tidak pula terfikir untuk menunaikan haquuqul ‘ibaad. Dan jika dari antara mereka ada yang mengaku mengkhidmati Islam sekalipun, jika ada yang bangkit dengan mengusung suatu pendakwaan/suatu missi maka mereka hanya menyangka bahwa kemenangan akan dicapai hanya dengan kekerasan,dan kecuali hanya kegemaran menggunakan kekerasan seperti tank, snapan mesin mortir tidak ada lagi lain yang mereka bicarakan. Dan orang-orang ini daripada menunjukkan keindahan Islam mereka malah menampilkan wajah Islam yang mengerikan. Oleh karena itu orang-orang ini bukan merupakan orang yang menegakkan kebaikan,dan jelas sama sekali tidak akan bisa; sebab manakala mereka tidak mentaati perintah-perintah Rasulullah saw dan tidak hanya sekedar tidak mengimani pecinta sejati beliau saw dan murid sejati beliau (Hadhrat Masih Mauud a.s ),bahkan mereka menentangnya dan di dalam melakukan perlawanan segala macam cara yang mereka tempuh dan sambil mendahulukan keuntungan pribadi mereka dan keuntungan-keuntungan duniawi mereka di atas agama mereka lebih mengutamakan itu dan selain itu tidak ada lain yang mereka fikirkan di benak mereka. Kemudian di dalam urusan agama juga yang tadinya sedikit banyak terdapat agama di dalamnya itupun juga dunia telah menjadi dominan. Dan bukannya takut pada Tuhan malah mereka memberikan tempat rasa takut kepada mulla/kiyai di hati mereka,mereka berjalan mengikuti mulla,maka bagaimana bisa berlomba untuk maju dalam kebaikan merupakan tujuan mereka.

Dewasa ini jika ada yang ingin maju dan terdepan dalam kebaikan-kebaikan dan menjadikannya menjadi suatu tujuan, maka itu khas hanya bagi orang Ahmadi. Dan sebagaimana saya telah katakan apa kebaikan-kebaikan itu, yang di dalamnya kita harus berlomba/ maju, yang di dalamnya dapat menyusul yang lain. Apakah kebaikan-kebaikan orang lain tidak sedang lakukan dan hari ini diharapkan dari setiap Ahmadi bahwa mereka yang harus melakukan. Kebaikan-kebaikan itu adalah penunaian haquuqullah dan haquuqul ibaad. Apa penunaian haquuqullah itu. Penunaian-penunaian haquuqullah adalah bahwa sambil menanamkan rasa takut dan rasa khusyuk pada Allah seorang melaksanakan ibadat pada-Nya dan tidak ada peluang yang dia tinggalkan untuk beribadah padanya,untuk meraih kedekatan dengan-Nya dan untuk berzikir pada-Nya.

Allah berfirman bahwa adapun hak-hak salat adalah lakukanlah salat seperti itu/sebagaimana seharusnya. Untuk pria hak-hak salat adalah salat lima waktu dilakukan di mesjid dengan berjemaah. Sejumlah orang mengatakan bahwa sulit untuk melakukannya pada zaman ini karena di setiap tempat tidak ada mesjid. (Huzur bersabda) Jika tidak ada mesjid maka pasti ada saja tempat. Untuk orang Islam semua tempat dijadikan sebagai mesjid. Ada waktu untuk bekerja dan meninggalkan pekerjaan pada waktunya bekerja merupakan pekerjaan yang sangat sulit. Seolah-olah Allah tidak mengetahui bahwa akan datang zaman yang seperti ini dimana para pegawai dan para bisnismen akan melakukan pekerjaan yang sangat sulit dan orang –orang akan mengalami kesulitan. Allah sungguh Maha mengetahui yang gaib,jelas ada dalam pengetahuan atau ilmu-Nya apa yang akan tejadi besok dan setelah seratus tahun apa yang akan terjadi dan seribu tahun kemudian apa yang akan terjadi. Dan sesudahnya apa yang akan terjadi dan zaman bagaimana yang akan datang, tetapi kendati demikian bersabda bahwa apabila kamu memberikan perhatian pada salat-salat maka kamu akan dikatakan orang-orang yang melangkahkan kaki dalam kebaikan-kebaikan dan akan dikatakan orang-orang yang berjalan pada jalan kebaikan. Kalau tidak, kendati beriman pada Masih dan Mahdi, kendati mengamalkan sabda-sabda Rasulullah saw ,yakni kita telah beriman pada imam zaman,namun kita tidak akan menjadi orang yang menegakkan kebaikan-kebaikan dan menjadi orang-orang yang mengamalkan kebaikan-kebaikan. Sebab Allah dengan sedemikian jelas telah memerintahkan bahwa tegakkanlah salat-salat. Sebagaimana Dia berfirman

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ An-nur 57 Dan dirikanlah salat, tunaikanlah salat itu di mesjid,bayarlah zakat, dan ta`atlah kepada rasul, zakat juga merupakan sebuah pengurbanan,merupakan sebuah kebaikan,dan itaat pada rasul adalah apa yang diperintahkan lakukanlah itu,jika kamu melakukan kebaikan-kebaikan seperti itu,salat pada waktunya dan kamu lakukan dengan berjamaah maka rahmat akan dicurahkan padamu. Kalau tidak kamu jangan mengharapkan kasih sayang dan tidak pula pendakwaanmu ini benar bahwa kami tegak dalam kebaikan-kebaikan. Sebab, baru pada saat itu kamu akan dikatakan orang-orang yang berjalan pada jalan kebajikan dan terdepan dalam kebajikan apabila kalian melakukan salat pada waktunya,karena melakukan salat pada waktu merupakan hal yang sangat penting. Sebagaimana firmannya إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا. Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. An-Nisa’ 104 .Jadi kebajiban adalah bahwa satu salat dilakukan dengan berjamaah yang kedua salat-salat dilakukan pada waktunya. Jika kemilau dunia,kesibukan pekerjaan,kerakusan pada pencaharian harta menjadi perintang untuk melakukan salat maka ini bukan kebaikan. Oleh karena introspeksilah pada diri sendiri.

Para sahabah yang mulia betapa tinggi antusiasme mereka untuk berada paling depan dalam prihal kebaikan. Dari sebuah hadis dapat diketahui bahwa pada suatu saat para sahabah yang kurang dari segi harta lagi kurang mampu hadir di hadapan Rasulullah saw dan dalam corak mengadu dan mengeluh memohon bahwa ya Rasulullah saw ! sebagaimana kami melakukan salat seperti itulah orang-orang kaya melakukan salat. Sebagaimana kami melakukan puasa seperti itu pulalah orang-orang yang kaya melakukan puasa juga. Sebagaimana kami berjihad,seperti itu pulalah orang-orang kaya melakukan jihad. Tetapi ya Rasulullah ada pekerjaan lebih yang mereka kerjakan. Mereka memberikan sedekah yang mana kami, akibat ketidak mampuan kami,kami tidak dapat melakukan itu. Beritahukanlah kepada kami suatu metode yang dengan melakukan itu kami dapat menutupi kekurangan itu. Beliau bersabda, setiap selesai salat bacalah subhanallah 33 kali dan 33 kali alhamdulillah dan 34 kali allahu akbar. Sahabah ini sangat gembira bahwa kini kita dapat setarap dalam kebaikan-kebaikan dengan para hartawan. Mereka mulai mengamalkan sesuai dengan cara ini,tetapi sesudah beberapa hari orang-orang kaya juga mengetahui akan cara ibadat seperti itu dan mereka juga mulai memabaca tasbih dan pujian seperti itu . Sahabah ini kembali hadir di hadapan Raulullah saw lalu mereka mengeluh dan mengadu bahwa para orang kayapun mulai melakukan amal seperti ini dan mereka menusul kami. Jadi Rasulullah saw bersabda bahwa apabila Allah memberikan taufik pada seseorang untuk melakukan kebaikan maka bagaimana saya bisa mencegahnya.

Jadi perhatikanlah,bahwa dengan sedemikian antusias para sahabah berupaya untuk melakukan upaya kebaikan untuk saling mendahului dalam kebaikan-kebaikan. Diantara mereka banyak terdapat para pebisnis juga, banyak para hartawan juga, tetapi dengan adanya perintah Allah ‘ berlombalah dalam kebaikan-kebaikan’ maka sedemikian rupa mereka berlomba melakukan amal baik itu sehingga sama sekali tidak ada batasnya. Kemudian perhatikanlah, bagaimana Allah menghargai kebaikan-kebaikan mereka dan dari segi individual dan berjemaah dari sisi kedua-duanya Allah memberikan pada mereka sedemikian banyak. Jadi sebagaimana dalam hadis ini di bawah kekutan daya pensucian Rasulullah saw para sahabah, baik dia itu seorang yang kaya atau miskin mereka berupaya untuk mendahului satu dengan yang lain dalam puasa ,jihad,sedekah-sedekah dan di segala bidang kebaikan mereka berupaya berlomba satu dengan yang lain dalam kebaikan.Mereka juga merupakan sosok-sosok yang menunaikan haququllah dan haququl’ibaad dan dengan membelanjakan harta mereka juga sebagai sedekah mereka mengkhidmati makhluk-makhluk Allah. Nah , hari ini berlomba dalam kebaikan pun untuk kita orang Ahmadi merupakan hal yang sangat penting. Kita harus menegakkan salat kita,kita juga harus mempercantik salat-salat kita dan kita juga menjadi orang yang menunaikan hak-hak hamba-hamba-Nya.

Apa haququl’ibaad itu ? Berbuat baik pada keluarga dan kerabat dekat. Kemudian dari itu yang paling utama adalah membayar hak-hak istri dan demikian pula istri-istri menunaikan hak suami-suami,suami istri menunaikan hak-hak keluarga dari kedua belah pihak, memelihara/memperhatikan orang-orang miskin, di dalam Jemaat juga terdapat nizam keuangan yang sangat luas untuk itu. Lakukanlah pengurbanan harta di bawah nizam itu. Dengan karunia Allah sudah cukup lama para janda dan orang-orang miskin diberikan bantuan,anak-anak yatim diberikan bantuan. Ikutlah ambil bagian di dalamnya. Hindarilah kegaduhan dan pertengkaran. Dalam kerja sama bisnis pun dilihat juga bahwa jumlah sengketa terus bertambah. Sebagai seorang Ahmadi jangan seyogianya pernah berfikir bahwa dia akan memakan harta orang dengan tipuan, seyogianya menghindari hal-hal seperti itu. Oleh karena itu sambil senantiasa mengucapkan istigfar untuk menghindar dari itu hendaknya memohon pertolongan pada Allah. Apabila dengan penuh perhatian seperti itu setiap Ahmadi melakukan upaya-upaya untuk tegak dalam kebaikan-kebaikan maka baru dia dapat terbukti benar dalam pendakwaan itu bahwa kita tidak hanya sekedar tegak dalam kebaikan tetapi kita adalah orang yang menyebarkan itu. Dan untuk melakukan kebaikan-kebaikan kita adalah merupakan orang-orang yang berlomba dalam kebaikan. Kalau tidak, sebagaimana saya telah katakan akan seperti orang-orang duniawi masa kini dan seperti organisasi – organisasi dunia dewasa ini. Kitapun akan menjadi beginilah kondisi kita. Jangan sampai terjadi bahwa lain yang kita katakan dan lain pula yang kita lakukan.

Disini saya teringat akan salah seorang politikus sebuah negara besar Eropa yang cukup berpengalaman,yang datang berjumpa dengan saya bahwa saya,katanya, baru melakukan tour dari sebuah negara yaitu Jenewa atau baru datang kunjugan dari suatu tempat lain. Dan disana dibuat sebuah komite negara-negara Eropa yang tujuannya bagaimana membantu negara-negara yang miskin dan kami telah membuat gagasan dan program. Dia telah memberitahukan dengan terinci bahwa ini yang kami akan lakukan dan itu yang kami akan lakukan. Saya menimpali apa yang dia katakan bahwa sungguh merupakan perkara kebajikan yang sangat baik dan itu harus dilakukan. Negara-negara kaya memang harus membantu negara-negara miskin,tetapi bertahukanlah apakah ini merupakan program pertama negara-negara Eropa atau dimasa lalu sebelumnya juga pernah terbentuk program seperti itu. Maka dia menjawab,ya, di masa lalu juga banyak program-program seperti ini yang terbentuk. Saya katakan padanya bahwa bertahukanlah pada saya, apa program-program yang ada di masa lalu,apa akibat perogram-program itu. Berapa banyak negara dan berapa orang yang dengan perantaraan program-program itu kalian telah tuntaskan kemiskinan dari mereka. Apakah program-perogram ini berjalan dengan serius ? Maka dia memberikan jawaban bahwa ini merupakan pertanyaan yang sulit. Istrinya juga hadir bersamanya. Diapun juga tertawa sambil berkata pada suaminya kini berilah jawaban. Istrinya sendiri secara pribadi mendirikan yayasan N.G.O. dengan perantaran itu negara-negara Afrika diberikan bantuan. Dia juga pernah pergi ke daerah-daerah yang jauh. Dan begitu sampai saya menanyakan dan mencarinya maka saya dapat mengetahui bahwa memang benar dia datang disana.

Jadi singkatnya jika secara pribadi ada yang serius sekalipun melakukannya maka oleh sebab urusan seperti ini adalah berhubungan dengan berbagai instansi-instansi dan lembaga-lembaga di negara-negara dimana mereka berada karena itu mereka sendiri tidak dapat melakukan apa-apa.Jadi organisasi-organisasi dunia ini melakukan pengkhidmatan juga demi untuk keuntungan mereka,bukan untuk kebaikan dan bukan untuk berlomba dalam kebaikan. Sebagaimana saya telah katakan bahwa secara pribadi diantara mereka itu bisa mereka merupakan orang-orang baik. Tetapi tidak ada yang bisa mereka kerjakan. Dan program-program organisasi-organisasi itu berjalan sampai pada waktu selama ada faaedahnya untukdiri mereka,jika tidak ada keuntungan maka tidak akan dilakukan.Jika memang ada semangat untuk melakukan pengkhidmatan, di negara-negara itu tidak terhitung makanan-makanan yang sia-sia. Daripada merusakkannya seyogianya melakukan langkah-langkah untuk mengirim itu ke negara-negara yang miskin,maka akan sangat banyak perut orang-orang yang lapar akan dapat diisi. Akan dapat dilakukan pengkhidmatan yang tidak terbatas terhadap kemanusiaan.Tetapi ini bukanlah maksud mereka. Sebab melakukan kebaikan-kebaikan lalu meraih keredhaan Allah bukanlah merupakan tujuan mereka.

Hadhrat Muslih Mauud r.a juga banyak memberikan komentar beliau. Saya akan terangkan dari itu beberapa ringkasannya. Terkait dengan perintah

 فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ seraya menerangkan itu beliau bersabda, pada hakekatnya di dalam Islam dan agama-agama lainnya dimana banyak lagi keistimewaan-keistimewaan yang membuktikan kelebihannya secara menonjol, disana terdapat juga sebuah perbedaan bahwa agama-agama lain hanya menyeru orang kepada kebaikan,tetapi Islam menyeru kepada perlombaan. Pertama, adalah lakukanlah kebaikan dan kemudian berlombalah dalam kebaikan-kebaikan dan berupayalah satu dengan yang lain untuk saling menyusul dalam kebaikan. Disini Allah menggunakan kata perlombaan yang di dalamnya kendati tidak didapatkan arti kata cepat dan segera. Sebab, dari segi lughat andaikata dua orang berjalan lambat sekalipun tetapi satu dengan yang lain, saling mendahului maka mereka telah melakukan perlombaan. Bersabda oleh sebab disini terdapat perintah bagi setiap orang untuk berlomba. Kini jika seorang dengan upayanya dia menyusul maka untuk yang lainpun terdapat juga perintah bahwa diapun juga harus menyusul ke depan.Maka apabila dia akan menyusul duluan dari itu maka akan timbul upaya orang yang duluan untuk menyusul lebih depan. Jadi oleh karena kepada setiap orang terdapat perintah untuk terdepan dalam kebaika()n-kebaikan,maka dengan demikian akan timbul sebuah perlombaan dalam melakukan kebaikan-kebaikan. Sebagaimana riwayat yang telah diterangkan bahwa para sahabah sangat risau bahwa kenapa si fulan mendahului kami.

Jadi, menjadi kewajiban setiap Ahmadi bahwa sesuai dengan ajaran itu mereka lebih maju dalam kebajikan-kebajikan dan berupayalah untuk menuju kepada posisi di depan dan berupayalah menaruh perhatian. Dan berilah perhatian dengan segenap kemampuan dan bakat kalian dalam melakukan kebaikan-kebaikan. Di dalam diri setiap orang Allah telah meletakkan berbagai kemampuan yang berbeda. Sekurang-kurangnya seyogianya setiap orang berbuat sesuai dengan itu. Dan kemudian untuk maju atau saling mendahului dalam kebaikan-kebaikan saling bantulah yang satu dengan yang lain. Seorang apabila sampai pada martabat kebaikan-kebaikan maka berupayalah untuk membawa yang lain juga bersama kalian,sebab terdapat juga perintah bahwa apa yang kamu sukai untuk dirimu sukailah itu juga untuk orang lain. Jadi dengan demikian akan timbul suasana lomba dalam kebaikan-kebaikan. Dan sambil melihat satu dengan yang lain akan bangkit gairat untuk melakukan kebaikan,yang di dalamnya tidak akan ada rasa hasad dan iri. Tidak akan ada upaya untuk menimpakan kerugian pada orang lain,tetapi akan bangkit upaya untuk melakukan kebaikan. Seperti itu jika kalian melakukan tabligh dan untuk melakukan kebaikan-kebaikan, kalian mengikut sertakan yang lain bersama kalian dan kalian berupaya menghapuskan keburukan maka,sabda beliau, apabila seperti itu yang kamu lakukan maka kalian jangan menganggap bahwa jika kalian tidak melakukan kebaikan-kebaikan maka tidak akan ada bedanya. Tidak, tetapi kamu pada suatu hari akan datang menemui Tuhan. Dan kamu di manapun berada Allah akan mengumpulkan kamu dan akan membawa kamu di hadapan-Nya. Jika kamu lambat dan kamu tertinggal dalam lomba kebaikan maka kamu akan memberikan pertanggung jawaban akan kelalaian kalian itu bahwa pengakuan kamu telah nyatakan bahwa setelah bergabung dalam jemaat putra ruhani Rasulullah saw kami akan melakukan kebaikan-kebaikan. Akan mengitaati sepenuhnya syarat –syarat baiat. Tetapi secara praktiknya amal kamu itu adalah seperti amalan orang yang lalai. Tidak memberikan perhatian pada penunaian haquuqullah dan haquuqul’ibaad dan jika kamu melakukan ini maka sebagaimana saya telah katakan maka kalian akan menjadi orang yang meraih kesuksesan dan kejayaan.Kalian akan menjadi orang yang meraih keredhaan Allah dan kendati di dalam diri kalian terdapat kelemahan-kelemahan kebaikan-kebaikan ini akan terus kalian lakukan. Jadi Allahpun sejalan dengan menghargai semangat kalian Dia akan terus menganugarahi taufik untuk melakukan kebaikan-kebaikan,sebab Dia adalah Tuhan Yang Maha kuasa. Jadi kinipun waktu masih banyak untuk melakukan kebaikan-klebaikan dan memberikan perhatian pada perlombaan dalam melakukan kebaikan-kebaikan. Dan dengan segenap kemampuan dan bakat kalian teruslah maju dengan pelan-pelan dalam kebaikan-kebaikan. Allah mengetahui akan kemampuan dan bakat setiap orang. Sebagaimana saya telah katakan bahwa setiap orang mempunyai kemampuan dan bakat masing-masing. Dia tidak megatakan bahwa kalian harus mencapai segenap kebaikan dalam satu loncatan dan mencapai segenap standar yang tinggi kebaikan. Dia berfirman bahwa kesuksesan kamu terdapat di dalam upaya kamu yang terus menerus mengayunkan langkah-langkah kalian dalam kebaikan.Langkah kalian janganlah terputus. Kalian terus meninggalkan keburukan-keburukan itu di belakang dan kalian terus maju dalam kebaikan-kebaikan. Dan kemudian setiap orang lihatlah kepada orang-orang yang lebih banyak kebaikan-kebaikannya, lihatlah ke arah orang yang melakukan kebaikan. Inilah perintah yang dari mana akan timbul ruh perlombaan. Tetapi, sebagaimana sebelumnya saya telah katakan bahwa untuk menciptakan ruh perlombaan keteguhan jiwa/mental merupakan syarat mutlak. Harus bekerja terus menerus.

Hadhrat Muslih Mauud r.a bersabda:Berkenaan dengan Rasulullah saw tertera dalam sebuah hadis bahwa beliau bersabda, kebaikan yang terbaik adalah kebaikan yang manusia lakukan dengan tekun berada di dalamnya. Kondisi yang bercorak pulang pergi bukan lah yang hakiki bahkan itu merupakan pertanda orang sakit. Sebagaimana seorang yang berpenyakit gila tidak waras manakala dia tertawa maka dia akan terus tertawa dan apabila mulai menangis maka akan terus menangis,dan apabila mulai makan maka akan terus makan, jika dia tidur maka akan terus tidur dan jika mulai sadar atau jaga maka sampai berminggu-minggu ia tidak akam mengantuk. Di dalam semua perkara itu keinginannya tidak ikut campur dan dia tidak dapat dihukum karena suatu tidakannya. Tidak akan ada yang menanyakan padanya bahwa kenapa dia tertawa dan menangis sampai sedemikian lama bahkan mereka akan mengobatinya, Tertawanya tidak mengindikasikasikan rasa sedih dan tidak pula menangisnya mengindikasikasikan rasa senang. Tidurnya tidak merupakan tanda kelalaian dan jaganya tidak merupakan dalil kesiagaannya. Demikian pula dalam kondisi keruhanian tiba pada manusia waktu-waktu yang sedemikian rupa yang apabila karena pengaruh sesuatu dari luar atau akibat terjadi kekurangan pada sel saraf atau otak maka akan menyampaikan suatu kondisi khusus pada puncaknya. Jika dia mulai melakukan salat maka dia akan berlebih-lebihan,tetapi beberapa hari kemudian jika diperhatikan maka akan dapat diketahui bahwa itu sama sekali telah dia tinggalkan. Dari itu jelas bahwa dia melakukan salatnya bukanlah merupakan indikator meningkatnya kondisi keruhanianya. Sebab jika demi untuk Tuhan dia melakukan salat maka dia tidak akan meninggalkannya. Itu merupakan sebuah penyakit sebagaimana adanya penyakit banyak makan dan penyakit banyak tidur. Demikian pula bisa ada penyakit banyak melakukan salat- salat.( Pidato-pidato Mahmud jilid no.13 hal 432) Jadi kebaikan bukanlah kebaikan dilakukan yang dilakukan untuk beberapa waktu sampai kelewat batas lalu dia tinggalkan. Tetapi dilakukan dengan tekad yang teguh,yang didalamnya terdapat keistiqamahan. Jadi lakukanlah kebaikan sesuai dengan kemampuan dan teruslah melangkah maju di dalamnya. Lakukanlah dengan dawam dan istiqamah. Sejumlah orang sebagaimana Hadhrat Muslih Mauud a.s bersabda bahwa terdapat kegilaan melakukan kebaikan-kebaikan seperti kondisi orang yang mengadakan tourni kesana kemari. Baik seorang tidak menderita penyakit saraf sekalipun namun tetap itu merupakan satu tahap yang kemudian sama sekali bergerak ke tahap gila. Dan jika tidak menunaikan salat-salat dia sedikit tersinggung akibat seseorang , akibat seorang pengurus,akibat imam salat ,akibat suatu pertengkaran,akibat ketidak senangan pada seseorang maka beribadah pada Allahpun mereka tinggalkan. Misal-misal seperti itu banyak sekali yang ada di hadapan kita atau ada sejumlah orang yang memiliki kebaikanatau karakter baik dibuat-buat lalu terfikir olehnya bahwa kami telah melakukan kebaikan,kini tidak perlu lagi melakukan kebaikan. Maka bersabda,bukan ini, kebaikan adalah yang dimana kamu terus menerus maju dalam kebaikan dan sampai mati kamu terus berupaya terus menerus melakukan kebaikan demi kebaikan dan di dalamnya kamu terus berupaya untuk terus meraih kemajuan. Di dalam itulah kesuksesan dan di dalam itulah kemenangan kamu dan dari itulah kamu dapat meraih keredhaan Allah.

Rasulullah saw dalam berbagai riwayat telah menarik perhatian kita untuk melakukan beragam kebaikan bahwa bagaimana supaya itu dilakukan dan keredhaan Allah dapat diraih dan di dalamnya diberikan juga habar suka. Ada beberapa riwayat yang saya sampaikan.

Hadhrat Abu Ayyub r.a meriwayatkan bahwa seorang memohon kepada Rasulullah saw bahwa beritahukanlah resep /traphi pada saya yang dapat membawa saya ke surga. Beliau bersabda beribadahlah pada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan siapapun. Lakukanlah salat berjamaah, bayarlah zakat, dan jalinlah ikatan silaturrahmi dengan keluarga dan berbuat baiklah dengan mereka. muslim kitabul iman babu bayaniliimaan alladzii yadkhulu bihiljannata. jadi syarat pertama untuk seorang mu,min adalah jangan menyekutukan Tuhan dengan siapapun janganlah pekerjaan, bisnis, dinas, istri, anak, dan hubungan- hubungan dunia dapat menjadi penghalang dalam hubungan dengan Allah. Jangan menjadi penghalang dalam mengamalkan hukum-hukum Allah dan sesudah itu perintah yang paling penting adalah laksanakanlah shalat- sebagaimana sebelumnya juga saya telah beritahukan- bahwa berilah perhatian sebanyak-banyaknya ke arah itu. Bayarlah zakat,lakukanlah pengorbanan harta supaya dapat diberikan perhatian pada keperluan-keperluan jemaat/keperluan Jemaat dapat diatur /dikelola dengan baik dan orang-orang miskin dapat diberikan bantuan. Untuk itu di dalam jemaat berdiri nizam candah. Mulai dari Hadhrat Masih Mauud as sampai hari ini para khalifah terus memberikan himbauan untuk memberikan candah-candah dalam berbagai peluang. Ada himbauan-himbauan yang bersifat temporer dan ada yang bersifat permanen. Bahkan Hadhrat Masih Mauud as bersabda bahwa seorang ahmadi harus mengirim candah setiap bulan secara teratur. Zakat adalah merupakan candah yang tidak berlaku untuk setiap orang, tidak juga wajib untuk setiap orang.Tetapi untuk memenuhi keperluan –keperluan jemaat di dalam jemaat berdiri nizam/lembaga candah-candah lainya. Seyogyanya menaruh perhatian sepenuhnya ke arah ini. Melakukan pengorbanan harta juga merupakan satu perintah dari perintah -perintah yang mendasar. Di awal Al-Quran, Allah sesudah kalimat

 وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ berfirman وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ mereka itulah orang-orang mumin, merekalah orang-orang yang ikut bergabung dalam lomba melakukan amal-amal baik yang dari itu mereka membelanjakan harta mereka dijalan Allah yang Allah taala berikan kepada mereka. Jangan sampai apabila tiba saat pengorbanan harta maka dia mulai mecari-cari alasan –alasan sambil berkata bahwa kami sendiri secara langsung melakukan pengorbanan anu dan anu kepada Jemaat. Kami tengah melakukan pekerjaan/berkarya atau tengah melakukan suatu pengkhidmatan pada keluarga kami. Oleh karena itu seyogianya kami harus bebas dari candah. Jadi ini merupakan hal-hal yang tertinggal di belakang dan merupakan alasan-alasan bisikan hawanafsu. Kemudian bersabda jalinlah ikatan tali silaturrahmi dan berbuat baiklah pada keluarga. Perhatikanlah mereka dan perhatikanlah juga perasaan-perasaan mereka dan perhatikanlah pula keperluan-keperluan mereka.

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat bahwa Hadhrat Muaz r.a meriwayatkan bahwa saya memohon pada Rasulullah saw bahwa beritahukanlah pada saya amal/pekerjaan yang dapat membawa saya ke surga dan menjauhkan saya dari neraka,beliau bersabda bahwa kamu menanyakan hal yang sangat sulit. Tetapi jika Allah menganugerahkan taufik maka ini akan menjadi mudah juga. Bersabda: Beribadahlah engkau kepada Allah,janganlah menyekutukan siapapun dengan-Nya,laksanakanlah salat,bayarlah zakat dengan teratur, berpuasalah di bulan ramadhan dan jika ada bekal maka lakukanlah haji ke Baitullah;jika ada izin , fasilitas-fasilitas juga ada dan aman juga maka lakukanlah haji. Kemudian beliau bersabda bahwa apakah saya jangan beritahukan padamu berkait dengan pintu-pintu kebajikan dan kebaikan. Dengarlah,puasa adalah merupakan tameng untuk terhindar dari dosa-dosa. Sedekah sedemikian rupa memadamkan api dosa sebagaimana air memadamkan api. Salat pada pada pertengahan malam adalah merupakan faktor untuk meraih ganjaran yang besar. Kemudian beliau membaca ayat ini تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ -Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya untuk melaksanakan salat tahajjud, Assajdah 17 . Kemudian beliau beliau bersabda apakah saya jangan beritahukan pada kalian semua akar agama,bahkan tiangnya dan puncaknya ? Saya berkata,ya Rasulullah saw ! bertahukanlah kepada kami. Beliau bersabda : Akar agama adalah Islam. Tiangnya adalah salat dan puncaknya adalah jihad. Kemudian beliau bersabda: Apakah saya jangan beritahukan padamu ringkasan semua agama. Saya menjawab: Ya Rasulullah ! bertahukanlah. Beliau sambil memegang lidah beliau,beliau bersabda, tahanlah ini. Saya bertanya : Hai Rasul Allah ! Apakah yang kami ucapkan itu akan dipertanggung jawabkan. Beliau bersabda: pribahasa bahasa Arab yang terjemahannya adalah. Ibu kamu menghilangkan kamu, yakni apabila menyatakan penyesalan pada seseorang atau dengan menyesal maka kalimat ini yang diungkapkan, yakni orang- orang adalah sawah-sawah lidah-lidahnya yang telah diketam, yakni ucapan buruk seseorang dan akibat perkataan-perkataan buruknya yang bukan pada tempatnya dia akan terjatuh tertelungkup kedalam neraka. tirmizi abwaabul iman fiihurmatissalaat.

Di dalam itu selain riwayat pertama juga disebutkan beberapa hal. Yakni, puasa di bulan Ramadhan dan haji. Kemudian oleh sebab di dalam diri beliau terdapat rasa antusiame /keresahan untuk menyuruh umat beliau memilih jalan yang lurus dan untuk menegakkan pada kebaikan – kebaikan karena itu banyak lagi hal- hal atau perkara perkara kebaikan yang beliau sendiri jelaskan dengan seterang-terangnya. Bahwa puasa melindungi kamu dari dosa-dosa, sedekah dan pengorbanan harta melindungi kamu dari api neraka,melakukan shalat tahajjud menjadi faktor meraih fahala yang sangat besar. Kemudian beliau memberitahukan bahwa puncaknya adalah jihad dan apa jihad itu pada zaman ini, sebab sesudah kedatangan Hadhrat Masih Mauud as jihad dengan pedang telah usai, perang dan saling membunuh demi untuk agama beliau telah nyatakan haram. Disini maksud jihad adalah berjihad melawan hawa nafsu, menahan diri dari keburukan – keburukan lalu tetap tegak pada kebaikan – kebaikan, bahkan disini maksudnya adalah jihad saling berlomba satu dengan yang lain dalam kebaikan –kebaikan, jihad adalah jihad pengorbanan harta, jihad membungkam mulut lawan –lawan dengan dalil-dalil,hari ini /dewasa ini dajjal dengan makar – makarnya telah menjadikan orang –orang Islam tidak ada hubungan dengan agamanya, dengan menggunakan senjata seperti itulah melawan dajjal, dengan (metode) itu melakukan jihad yang dimaksud. Mereka melakukan jihad dengan literatur mereka maka oleh karena itu jemaat Ahmadiyah juga dengan literatur juga melakukan jihad,maksudnya adalah jihad menegakkan keesaan Tuhan di dunia. Dan hal-hal seperti itulah yang Rasulullah saw nyatakan sebagai jihad akbar. Kemudian ringkasan agama yang beliau sabdakan adalah ucapkanlah senantiasa ucapan-ucapan/ kalimah-kalimah yang baik,berilah ajaran yang baik. Janganlah pernah menyakiti seseorang dengan lidah kalian,dan janganlah menyakiti perasaan seseorang dengan mengatakan kata-kata yang pahit. Sebab perkataan kalian sendirilah yang membawa kalian ke dalam neeraka. Terkadang terungkap suara/jeritan seorang yang teraniaya. Dan satu jeritan itu menghabiskan semua kebaikan-kebaikan yang dilakukan sepanjang umur, lidah-lidah/ucapan-ucapan orang-orang yang senantaiasa berlomba dalam kebaikan-kebaikan senantiasa bersih.

Tertera dalam sebuah riwayat bahwa Hadhrat Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa ada lima hak orang muslim pada orang Muslim lainnya. Menjawab salam,menjenguknya jika dia sakit,jika meninggal maka ikut dalam acara jenazahnya,menerima undangannya dan jika dia bersin lalu mengatakan alhamdulillah maka jawabannya adalah membaca doa yarhamukallah. Ada satu hal yang lebih dalam satu riwayat bahwa apabila engkau menemuinya maka katakanlah salam padanya dan jika dia meminta musyawarah yang baik padamu maka berilah musyawarah penuh rasasimpati dan berilah padanya musyawarah yang baik.

Jadi, inilah merupakan cara untuk mengembangkan kebaikan dan cara maju mendahului/berlomba dalam hal itu yang Rasulullah saw telah ajarkan kepada kita. Jika itu direnungkan maka lihatlah dengan mengamalkan hal-hal itu akan lahir masyarakat yang indah ,yang merupakan masyarakat yang hanya terdiri dari orang-orang yang melakukan kebaikan. Yang merupakan masyarakat yang menyebarkan kebaikan, yang merupakan masyarakat yang maju dalam kebaikan-kebaikan. Dimana mereka satu dengan yang lain saling mendoakan, dan mereka satu dengan yang lain saling memberikan musyarawarah yang berasas pada rasa simpati dan memberikan musyawarah yang baik. Sambil memegang tangan orang yang terbelakang dalam kebaikan-kebaikan mereka mengikutsertakan mereka bersama mereka.

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat bahwa bersumber dari Hadhrat Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang utama dalam suatu kebaikan di jalan Allah maka dia akan dipanggil masuk ke dalam surga melalui pintu kebaikan itu. Dia akan dipanggil,hai hamba Allah ! pintu ini adalah lebih baik bagimu masuklah melalui ini. Jika dia merupakan orang yang istimewa dalam prihal salat maka dia akan dipanggil dari pintu salat. Jika dia istimewa dalam prihal jihad maka dia akan dipanggil melalui pintu jihad. Jika dia istimewa dalam prihal puasa maka dari pintu puasa dan jika dia istimewa dalam sedekah maka dia akan dipanggil dari pintu sedekah. Mendengar sabda Hudhur saw ini Hadhrat Abu bakar bertanya, hai Rasul Allah ! ibuku berkurban untukmu barangsiapa yang dipanggil dari suatu pintu maka dia tidak mementingkan pintu yang lain lagi, tetapi mungkin kemudian akan ada yang bernasihb mujur yang akan mendengar suara yang memanggilnya dari semua pintu ? Beliau bersabda: Ya, dan saya mengharapkan bahwa kamupun termasuk dari antara orang yang bernasib mujur itu. Tirmidzi kitabusaum baburrayyaan lishsaimiin

 Jadi inilah sikap dan keinginan orang yang berlomba dalam kebaikan-kebaikan yang sejati bahwa kiranya mereka masuk dari setiap pintu.Dan seyogianya harus berupaya supaya semua kebaikan dilakukan. Sebab di sebuah hadis yang lain ada juga tertera bahwa neraka jahannam juga mempunyai beberapa pintu dan pintu-pintu jahannam dapat menjadi penghalang bagi orang-orang yang berdosa untuk masuk ke dalam surga. Apa yang tertera berkait dengan orang-orang yang melakukan salat bahwa salat-salat mereka akan dilemparkan di muka mereka.Jadi jika mereka melakukan satu kebaikan maka harus juga berupaya unggul dalam kebaikan-kebaikan lainnya, tetapi ada satu kebaikan yang sampai pada puncaknya/maksimal yang karenanya dia akan dipanggil dari pintu itu. Oleh karehna itu janganlah seorang memahami bahwa seandainya melakukan dosa maka tidak ada bedanya apa-apa, kebaikan-kebaikan lain tidak sekalipun mereka kerjakan,dan jika dia merampas hak seseorang maka tidak ada bedanya apa-apa. Lakukanlah salat-salat. Sesuai kesempatan itu dibicarakan dan di tempat-tampat lain ada lagi hal-hal lainnya yang akan tiba. Oleh karena seharusnya berupaya untuk berlomba dalam setiap kebaikan dan berupaya meninggalkan segenap keburukan. Dan kemudian jika ada kekurangan yang masih tersisa maka lalu Allah, dimana (dia)lebih banyak terdapat perhatian akan memanggilnya (dari sana) bahkan karunia Allah, tampa itu pun juga dapat memanggilnya. Tetapi disini diberitahukan adalah untuk memberikan motivasi /dorongan.

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat bahwa ada seorang datang dihadapan Rasulullah saw dan berkata: Hai Rasul Allah ! sedekah apa yang paling besar dari segi ganjaran ? Beliau bersabda: sedekah yang paling besar adalah bahwa kamu memberikan sedekah dalam keadaan kamu sehat dan kamu perlu terhadap harta dan kamu dalam keadaan sangat menginginkan sekali. Pada saat takut pada kemiskinan dan mengingikan kesejahteraan.Janganlah kamu berlama-lama untuk melakukan sedekah sedemikian rupa sehingga nyawa berada di tenggorokan lalu kamu mengatakan bahwa saya akan memberikan si fulan dan si fulan sekian. Padahal kini harta itu bukan lagi milik kalian itu kini telah menjadi milik si fulan. Yakni orang yang meninggal sudah tidak punya wewenang lagi atas hal itu.( bukhari kitabuzzakat bab fadhlu sadaqatusyahiih assahiih ) Jadi dalam kontek wasiatpun inilah yang saya ingin katakan sejumlah orang pada saat masih muda atau pada saat umurnya sedang-sedangnya, penghasilannya sudah mapan , ada harta, pada saat itu dia tidak melakukan wasiat dan pada saat dia sudah tua/lanjut usia pada saat dia dekat mau meninggal, maka dia mulai mengisi formulir wasiat dan mulai mengeluh bahwa wasiat kami tidak diterima. Jadi apabila ingin melakukan kebaikan maka waktu untuk melakukan kebaikan adalah pada umur dalam keadaan baik dilakukan kebaikan. Apabila ada fikiran /terfikir bahwa saya perlu harta itu, maka baru dilakukan pengorbanan 1/10.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: Seyogianya menusia melaksanakan kewajiban-kewajibannya dan dia meraih kemajuan dalam amal-amal saleh. Menurunkan ilham dan memperlihatkan ru’ya adalah merupakan pekerjaan Tuhan. Seyogianya jangan membanggakan itu.Bahkan seyogianya memperbaiki amal-amal mereka sendiri. Tuhan berfirman إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.Al-bayyinah 8. Disini tidak dikatakan bahwa dia yang banyak melihat kasyaf-kasyaf dan ilham-ilham dia adalah sebaik-baik makhluk. Al-hakam jilid 11: tgl 17 November 1907;13 ,tetapi orang yang beriman dan orang yang melakukan amal baik lah yang sebai-baik makhluk.

Jadi bersabda bahwa bukanlah merupakan kebaikan bahwa sejumlah orang –orang andaikata ada empat mimpi yang benar maka dia menganggap bahwa kami adalah orang yang sangat saleh /suci. Orang yang maju terdepan dalam kebaikan bukanlah hanya orang yang mimpinya benar. Orang-orang juga terkadang merusak orang-orang seperti itu bahwa si fulan sangat benar mimpinya oleh karena itu untuk menyuruh mendoakan datanglah kepadanya. Jadi seperti itulah orang-orang yang mimpi-mimpinya benar,ada juga ilham-Ilham , tetapi Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda bahwa ini merupakan pekerjaan Tuhan bahwa Dia memperlihatkan mimpi yang benar. Seyogianya merupakan upaya kamu bahwa kamu senantiasa terdepan dalam setiap kebaikan,jika ada mimpi yang benar sekalipun maka jangan hendaknya menganggap dirimu memiliki kebesaran dalam corak apapun. Itu hendaknya malah tambah lebih mencenderungkan kepada Allah dan lebih mengedepankan lagi dalam kebaikan-kebaikan. Sebab beliau bersabda bahwa hanya melihat mimpi-mimpi yang nenar bukanlah merupakan kebaikan.

 Kemudian beliau bersabda: Sebelumnya ummat manusia adalah seperti satu kaum dan baru kamudian tersebar di seluruh permukaan bumi.Maka Allah untuk memudahkan pengenalan mereka Dia membagi dalam berbagai kaum dan untuk setiap kaum sesuai dengan kondisi mereka Dia telah menetapkan satu agama untuk mereka sebagaimana dia berfirmanلِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا ءَاتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan tempat minum dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Al-Maidah 49

Chasymai makrifat Ruhani Hazain jilid 23 hal 146

Bersabda, oleh karena kamu hai orang-orang Islam di dalam diri kamu terdapat kumpulan (fitrah) semua bangsa, karena itu kebaikan semua bangsa seyogianya terdapat di dalam diri kalian. Dan seyogianya kalian juga berupaya untuk meraihnya. Jadi hari ini perintah ini adalah hanya untuk orang-orang Ahmadi yang dimana masuk di dalamnya berbagai macam orang-orang yang berfitrah dari berbagai suku-suku bangsa, inilah satu maksudnya juga bahwa apapun kebaikan yang ada di dalam satu dengan yang lain itu seyogianya itu diadopsi.

Kemudian beliau bersabda: Di dalam Islam ada tiga tingkatan manusia yang telah Dia tetapkan وَظَالِمٌ لِنَفْسِهِ Assaffat 113 مُقْتَصِدٌ dan سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ. . َظَالِمٌ لِنَفْسِه adalah orang-orang yang terperangkap dalam cengkeraman nafsu ammarah dan berada dalam peringkat permulaan yang sejauh memungkinkan mereka berupaya untuk terhindar dari kondisi itu. مُقْتَصِدٌ adalah sikap yang disebut pertengahan, halmana sampai satu segi dia meraih kebebasan dari nafsu ammarah. Namun terkadang serangan terjadi ke arahnya dan dia bersama dengan serangan itu menjadi malu juga, dia belum sepenuhnya memperoleh kebebasan dari itu.tetapi yang سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ. adalah yang senantiasa berkecimpung dalam kebaikan-kebaikan dan mereka dapat mendahului semuanya. Gerak gerik dan cara hidupnya secara alami sedemikian rupa sehingga hanya kebaikanlah yang keluar dari dirinya. Seolah-olah pada nafsu ammarahnya kematian telah tiba. Dan dia berada dalam kondisi nafsu muthmainnah. Oleh karena itu pada pandangannya terkadang suatu perkara itu menjadi dosa yang mana sampai sebatas itu orang lain anggap itu sebagai kebaikan”.Al-Hakam jilid 9 :39 tanggal 10 1905:5-6 Yakni terkadang orang-orang seperti itu sedemikian dekat dengan Tuhan sehingga terkadang ada semacam hal-hal yang untuk orang-orang umum merupakan kebaikan itupun menurut mereka merupakan dosa.

Kemudian beliau bersabda :” Dengan membelanjakan hal-hal yang sia-sia dan tidak berguna seorang tidak ada yang dapat mendakwakan diri sebagai orang yang melakukan kebaikan. Pintu kebaikan adalah sempit. Jadi hal ini seyogianya harus diperhatikan bahwa dengan membelanjakan barang yang tidak layak, tidak ada yang dapat masuk di dalamnya. Sebab nashnya sangat jelas bahwa لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ Sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu benar-benar cintai kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna),.AliImran 93 Selama kamu tidak membelanjakan barang-barang yang kamu cintai dan kamu sayangi sampai saat itu kamu tidak akan dapat memperoleh tingkat yang dikasihi dan dicintai. Jika kamu tidak ingin menanggung penderitaan, tidak mau mengupayakan kebaikan yang hakiki maka bagaimana kalian dapat menjadi sukses dan mencapai cita-cita kalian. Apakah para sahabah sampai pada tingkatan mereka,mereka dapatkan itu dengan geratis.Untuk mencapai gelar-gelar dunia betapa banyak biaya-biaya dan kesusahan-kesusahan yang harus dilalui kemudian entah sampai dimana baru diraih gelar yang sederhana yang darimana tidak diraih ketenteraman jiwa dan ketenteraman hati di dalamnya. Kemudian renungkanlah, apakah gelar radhiyallahu ‘anhum yang merupakan pertanda ketenteraman hati dan dapat meraih kerukunan /kedamaian jiwa, apakah itu dengan begitu saja dengan mudah dapat diraih ? Singkat kata bahwa keredhaan Tuhan yang merupaka faktor ketenteraman hakiki itu tidak dapat diraih selama tidak bersabar /menahan kesusahan yang bersifat sementara. Tuhan tidak dapat ditipu. Salam sejahtera atas orang-orang yang menahan segenap kesusahan demi untuk meraih keredaan Allah. Sebab sinar kebahagiaan abadi dan sinar ketenteraman abadi orang mu’min dapatkan setelah mengalami kesulitan.Laporan Jalsah Salanah 1897 :79 Bersabda bahwa jika kamu melakukan kebaikan adalah dengan niat kamu meraih keredhaan Ilahi maka kamu harus bekerja keras. Kamu harus melakukan segenap kebaikan dan untuk itu harus berupaya dengan tekad yang bulat. Dan apabila melakukan dengan tidak menghiraukan kesusahan-kesusahan kalian maka baru kebahagian abadi dan keredahaan Ilahi akan dapat diraih.

Kemudian beliau bersabda :Di dalam Al-Quran dibanding dengan semua perintah-perintah terdapat penekanan untuk ketakwaan dan untuk senatiasa bersih. Sebab, ketakwaan adalah memberikan kekuatan untuk menghindar dari segenap keburukan dan memberikan dinamika untuk bergerak ke arah setiap kebaikan. Dan sedemikian menekankan itu di dalamnya terdapat rahasia bahwa takwa dalam segenap bab untuk manusia merupakan jimat untuk keselamatan. Dan merupakan benteng yang tangguh untuk dapat terhindar dari segenap fitnah,yakni benteng yang sangat kuat.. “ Seorang manusia yang bertakwa dia dapat selamat dari banyak hal-hal yang sia dan pertengkeran –pertengkaran yang mana orang lain terperangkap hingga terkadang sampai pada kehancuran. Dan akibat ketergesa-gesaannya itu dan dengan prasangka buruknya itu mereka menciptakan perpecahan dalam diri bangsa dan memberikan kesempatan kepada para penentang untuk keberatan. Ayyaamushulah ruhani Hazain jilid IV: 342

Semoga Allah menganugerahkan taufik pada kita supaya kita jangan hanya menjadi orang yang mengupayakan kebaikan bahkan dengan berupaya berlomba dalam kebaikan itu kita juga meraih tingkatan ketakwaan yang tinggi. Setiap ucapan kita, setiap pekerjaan kita, duduk dan bangun kita sesuai dengan keredhaan Allah. Semoga pada hari-hari Jalsah ini, yang mulai hari ini Allah menjadikan kalian meraih keberkatan-kenerkatannya. Dia menjadikan kalian membayar hak-hak satu dengan yang lain dan menjadikan para tamu dan para penerima tamu menjadi orang-orang yang memperhatikan satu dengan yang lain dan dengan maksud mana kalian berkumpul disini yakni untuk mempelajari kebaikan dan untuk mengembangkan kebaikan-kebaikan dan untuk saling berlomnba dalam kebaikan-kebnaikan kalian dapat meraih maksud-maksud itu.Kalian juga meraih standar ibadat yang tinggi dan juga meraih standar yang tinggi dalam pengorbanan harta juga.

Semoga Allah menjadiklan semua menjadi pewaris doa-doa Hadhrat Masih Mauud a.s yang beliau panjatkan untuk orang-orang yang beriman kepada beliau.

Qamaruddin Syahid