• Diterbitkan 7 Desember 2016

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menekankan pentingnya para pengurus Jemaat Muslim Ahmadiyah untuk memimpin dengan menunjukan teladan yang baik dan tidak memiliki kelemahan dalam keimanan mereka.

Pada tanggal 4 Desember 2016, Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Hudhur, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan sambutan penutup pada kelas Refresher Course Nasional para Pengurus Lajna Imaillah UK, suatu badan untuk para wanita Jemaat Muslim Ahmadiyah.

Acara selama dua hari tersebut diselenggarakan di Masjid Baitul Futuh, London dan dihadiri oleh lebih dari 1.400 wanita Ahmadi. Acara ini bertujuan untuk mendorong serta meningkatkan etos kerja positif para pengurus Lajnah Imaillah.

Hudhur membuka sambutannya dengan bersabda bahwa para pengurus harus berusaha untuk setiap saat berkhidmat kepada Allah Ta’ala dengan penuh ketulusan.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Kalian harus selalu ingat bahwa pengkhidmatan terhadap Jemaat Muslim Ahmadiyah tidak akan pernah mendapatkan berkat kecuali dilakukan semata-mata demi meraih ridha Allah Ta’ala dan didasarkan pada ketakwaan.”

Seraya menekankan kepada para pengurus mengenai perlunya memimpin dengan memperlihatkan keteladanan, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Sebagai pengurus, merupakan kewajiban kalian untuk mengangkat tinggi tongkat cahaya ketakwaan dalam membimbing orang lain melewati kegelapan. Dan agar kalian bisa menerangi jalan bagi orang lain, perilaku kalian sendiri harus mencerminkan teladan yang baik dan sesuai dengan ajaran dan prinsip-prinsip Islam. “

Hudhur khususnya menekankan tentang pentingnya kerendahan hati dan menghindari kesombongan.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Tentunya para Muslim Ahmadi, yang dipercayakan tanggung jawab dalam Jemaat Muslim Ahmadiyah dan mempunyai tugas terhadap tarbiyat akhlak, kerohanian dan kesejahteraan para anggota Jemaat, tidak akan pernah mencapai keberhasilan jika mereka termakan arogansi atau menganggap diri mereka lebih unggul dalam hal apapun.”

Khalifah menyebutkan pentingnya bagi para Pengurus untuk memenuhi tanggung jawab mereka di rumah masing-masing serta menasehatkan agar mereka harus memberikan contoh terbaik bagi anggota keluarga mereka.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Pengurus harus menjadi teladan dalam hal beribadah kepada Allah Ta’ala. Mereka harus menampilkan contoh terbaik dalam beramal dan berbuat baik dalam rumah mereka agar menjadi tempat belajar bagi anak-anak mereka sendiri. Dan pengurus harus berupaya untuk memastikan agar rumah mereka tetap damai, berbudi luhur dan kaya akan kesenangan ruhani. “

Berbicara tentang pentingnya para perempuan Ahmadi Muslim untuk merasa bangga dengan ajaran Islam, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Terkait dengan agama, kalian tidak perlu merasa malu atau merasa rendah diri mengenai setiap masalah atau ajaran Islam. Sebaliknya, kalian harus bangga dengan agama kalian dan secara terbuka mengamalkan dan menyebarkan ajaran-ajarannya melalui perkataan dan perbuatan. Hal ini tidak bagi para pengurus saja, melainkan mereka memiliki tugas khusus untuk memberikan contoh terbaik dalam hal ini. “

Hudhur juga mengingatkan para pengurus agar menghindari pertemanan dan pertemuan yang tidak baik karena bertentangan dengan esensi ketakwaan.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Ketakwaan mensyaratkan agar seseorang tidak duduk pada pertemuan-pertemuan di mana Allah Ta’ala atau Rasul-Nya (saw) dihina dengan cara apapun. Bahkan, seorang mukmin harus menjauhkan diri dari semua pertemuan di mana orang-orangnya suka mengejek atau berbicara buruk. “

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Misalnya, sangat keliru untuk tetap berada di suatu tempat dimana orang lain membicarakan kejelekan saudara atau saudarinya, walaupun ia tidak terlibat secara aktif dalam pembicaraan tersebut. Dalam pandangan Allah Ta’ala, hanya duduk diam saat diskusi tersebut berlangsung, bertentangan dengan prinsip ketakwaan. “

Menangani masalah keseimbangan antara tanggung jawab mereka untuk jemaat dan untuk keluarga, Hudhur menyarankan agar para pengurus Lajna Imaillah harus membicarakan masalah ini dengan suami mereka agar dapat menyusun jadwal yang tepat dengan hati-hati.

Hudhur bersabda bahwa di saat para pengurus sedang sibuk dalam pekerjaan mereka untuk Lajna Imaillah, para suami seharusnya tidak mempermasalahkan hal ini.

Namun, Hudhur bersabda hal ini tidak berarti para pengurus Lajna Imaillah menjadi lalai dalam tanggung jawab mereka terhadap anak-anak mereka.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Jangan pernah lupa bahwa sebagai ibu, tugas utama kalian adalah untuk bertanggung jawab secara pribadi terhadap tarbiyat akhlak moral anak-anak kalian dan membesarkan mereka sesuai dengan ajaran Islam. Jadi, sebisa mungkin, kalian harus berada di rumah ketika anak-anak kalian pulang dari sekolah. “

Selanjutnya, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Tidak boleh terjadi bahwa ketika berada di luar rumah, dan terlibat dalam kegiatan Lajna, kalian termasuk diantara orang-orang yang dianggap sebagai teladan bagi orang lain, namun di rumah sendiri, kalian gagal dalam memenuhi kewajiban memberikan tarbiyat akhlak dan rohani bagi anak-anak sendiri.”

Seraya menarik perhatian para peserta mengenai pentingnya peningkatan kerohanian dan ketakwaan mereka, Hudhur bersabda bahwa mencari ilmu dengan membaca Al-Qur’an sangat penting untuk mencapai hal itu.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Semua pengurus harus secara teratur membaca Al-Qur’an untuk meraih pengetahuan dan pemahaman. Kalian harus melihat apa yang dianjurkan Quran dan apa yang dilarang dan barulah kalian akan berada dalam posisi dimana kalian bisa memperlihatkan teladan bagi orang lain agar dapat diikuti. Hanya dengan demikian, perkataan kalian akan memiliki bobot dan pengaruh terhadap orang lain. “

Seraya menceritakan kasyaf Khalifah Kedua Jemaat Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Bashir-ur-din Mahmood Ahmad, yang mendirikan badan Lajna Imaillah, Hudhur bersabda bahwa kegiatan-kegiatan Lajna hendaknya mampu memberikan dorongan dan merangsang timbulnya ide-ide.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Kalian harus secara dawam menyelenggarakan diskusi, seminar dan obrolan agamis yang dilakukan dengan cara yang menarik bagi orang-orang dari berbagai usia dan latar belakang. Selain itu, setiap pengurus harus mewujudkan standar tertinggi kecintaan kepada Allah Ta’ala, Nabi (saw) dan Masih Mau’ud as. “

Menutup sambutannya, Hudhur berdoa:

“Semoga Allah menganugerahkan kemampuan kepada Anda semua untuk memenuhi tanggung jawab Anda dengan cara yang terbaik. Semoga Allah terus memberikan berkat-Nya atas Lajna Imaillah. Amin.”

Kelas pelatihan ini mencakup berbagai lokakarya, pembicaraan dan presentasi untuk mendiskusikan serta berbagi pengalaman-pengalaman yang baik dari berbagai departemen Lajna Imaillah.

Sekretaris Nasirat-ul-Ahmadiyah, organisasi sayap Lajna Imaillah untuk anak-anak juga diminta untuk memilih salah satu dari 5 kegiatan amal yang akan didukung oleh Nasirat-ul-Ahmadiyah di Inggris. Kegiatan “War Child” terpilih sebagai kegiatan amal nasional mereka untuk tahun ini.


Ahmadiyya Muslim Community
Press & Media Office

URL sumber: www.khalifaofislam.com

(Visited 14 times, 1 visits today)