Tujuan Al-Quran Dirangkum di Dalam Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah secara ringkas merangkum keseluruhan isi dan tujuan Al-Quran. Hal ini diindikasikan dalam ayat:

 وَلَقَد آتَيناكَ سَبعًا مِنَ المَثاني وَالقُرآنَ العَظيمَ

‘Sesungguhnya telah Kami berikan kepada engkau tujuh ayat yang selalu diulang-ulang dan Al-Quran yang agung’ (QS.15 Al-Hijr:88).

“Berarti ketujuh ayat dari Surah Al-Fatihah secara ringkas telah mencakup seluruh maksud tujuan Al-Quran, sedangkan rincian detil tujuan-tujuan agama dijelaskan dalam surah-surah lainnya. Karena itulah surah ini dianggap sebagai Ibu Kitab (Ummul Kitab) dan Surah yang Komprehensif (Al-Kanz). Disebut sebagai Ummul Kitab karena semua tujuan yang dipaparkan dalam Al- Quran bisa diintisarikan daripadanya dan disebut sebagai Surah yang komprehensif karena secara ringkas mencakup semua bentuk ajaran yang terdapat di dalam Al-Quran. Berdasarkan alasan inilah maka Yang Mulia Rasulullah s.a.w. menyatakan bahwa mereka yang melafazkan Surah Al-Fatihah sama dengan membaca Al-Quran karena Surah tersebut merupakan cermin yang memantulkan isi daripada Al-Quran.”

“Sebagai contoh, salah satu tujuan Al-Quran adalah mengemukakan semua puji-pujian sempurna tentang Allah Yang Maha Agung dan menyatakan secara jelas kesempurnaan yang dimiliki-Nya. Hal ini secara singkat dikemukakan Surah Al-Fatihah di ayat:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

‘Segala puji bagi Allah’

yang berarti bahwa semua bentuk puji-pujian yang sempurna adalah bagi Allahs.w.t yang merangkum dalam Wujud-Nya semua bentuk keluhuran dimana sepatutnyalah Dia memperoleh segala jenis persembahan.”

“Tujuan kedua daripada Al-Quran adalah menonjolkan Tuhan sebagai Sang Maha Pencipta dan Maha Perancang alam semesta yang mendzahirkan awal dari alam semesta dimana terangkum di dalamnya pengertian bahwa semua yang ada di dalamnya merupakan hasil ciptaan-Nya. Hal ini secara ringkas dinyatakan dalam bagian dari ayat:

 رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Tuhan semesta alam.’

“Tujuan ketiga dari Al-Quran adalah menegaskan tentang rahmat Tuhan yang tidak perlu diminta terlebih dahulu yang disebut juga sebagai rahmat yang bersifat umum. Hal ini termaktub dalam kata:

 ٱلرَّحْمَـٰنِ

Ar-Rahmãn.’ (Yang Maha Pemurah)

“Tujuan keempat ialah mencanangkan berkat dari Allahs.w.t. yang diperoleh karena upaya permohonan dan kekhusukan seseorang. Hal itu terangkum dalam kata:

ٱلرَّحِيمِ

‘Ar-Rahĩm.’ (Yang Maha Penyayang)

“Tujuan kelima adalah mengingatkan manusia akan adanya kehidupan setelah di dunia ini yaitu kehidupan di akhirat yang dirangkum dalam ayat:

مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

‘Yang mempunyai Hari Pembalasan.’

“Tujuan Al-Quran yang keenam adalah untuk mengemukakan ketulusan batin, peribadatan dan pensucian kalbu dari segala hal lainnya kecuali Allahs.w.t semata dan sebagai obat penawar bagi penyakit keruhanian, reformasi nilai-nilai akhlak dan penegakkan Ketauhidan Ilahi dalam peribadatan. Semua ini termaktub dalam ayat:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ

‘Hanya Engkau-lah yang kami sembah.’

“Tujuan yang ketujuh adalah menegaskan Allah s.w.t. sebagai satu-satunya sumber dari semua tindakan, semua kekuatan dan pengasihan, semua pertolongan dan keteguhan, kepatuhan dan kebebasan dari dosa, pencapaian segala sarana untuk berbuat baik, perbaikan kehidupan di dunia dan di akhirat serta kebutuhan akan pertolongan-Nya dalam segala hal. Tujuan ini diringkas dalam pernyataan:

وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

‘Hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan.’

“Tujuan kedelapan dari Al-Quran adalah mengemukakan mutiara hikmah dari jalan yang lurus dan perlunya jalan itu dicari melalui doa dan shalat. Hal tersebut diungkapkan dalam:

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَ ٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

‘Tuntunlah kami kepada jalan yang lurus.’

“Tujuan kesembilan adalah mengemukakan tentang jalan dan cara dari mereka yang telah menjadi penerima berkat dan karunia Ilahi, agar kalbu para pencari kebenaran memperoleh ketenteraman karenanya. Tujuan itu dirangkum dalam ayat:

صِرَ ٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

‘Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.’

 “Tujuan kesepuluh dari Al-Quran ialah menegaskan adanya orang-orang yang karena akhlak dan akidahnya telah menjadikan Tuhan tidak berkenan kepada mereka yaitu orang-orang yang tersesat mencari-cari akidah palsu atau bid’ah dengan maksud agar para pencari kebenaran berhati-hati terhadap mereka. Hal ini termaktub dalam ayat:

Bukan jalan mereka yang kemudian dimurkai dan bukan pula yang kemudian sesat.’

“Inilah sepuluh tujuan yang menjadi inti ajaran Kitab Suci Al-Quran yang menjadi akar dari segala kebenaran. Semua itu dirangkum secara ringkas di dalam Surah Al-Fatihah.” (Barahin Ahmadiyah, Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 580-585, London, 1984).


Tulisan ini dikutip dari buku “Inti Ajaran Islam Bagian Pertama, ekstraksi dari Tulisan, Pidato, Pengumuman dan Wacana Masih Mau’ud dan Imam Mahdi, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as”. Neratja Press, hal 452-455, ISBN 185372-765-2
(Visited 49 times, 1 visits today)