RUKUN ISLAM

“Siapa saja yang shalat sebagaimana shalat kami—menghadap kepada Kiblat kami dan memakan sesembelihan kurban kami, maka itu petunjuk bagimu sebagai seorang muslim. Ia menjadi tanggungan Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, janganlah kamu merusak tentang tanggungan Allah itu.” (HR Bukhari dan An-Nasaai—dari Sahabat Anas radhiyallaahu ‘anhu; dan Kanzul-Umal, Juz I/398)

Hadhrat Imam Mahdi ‘Alaihis-salaam bersabda:

Ingatlah selalu bahwa bila seseorang menyatakan kalau ia beriman pada Tuhan yang Maha Esa, yang tanpa sekutu, serta beriman kepada Rasulullah Muhammad saw. serta meyakini segala hal lain berkaitan dengan agama, tetapi realitasnya pernyataan itu hanya merupakan ucapan di bibir semata dan hatinya tidak mengakuinya, maka pernyataan demikian tidak akan membawa keselamatan baginya.

Keselamatan tidak akan diperoleh sampai suatu saat hati telah mengimani dan hal demikian menjadi nyata jika perilaku dan amal perbuatan yang bersangkutan membuktikannya. Sampai keadaan demikian tercapai, tidak ada sesuatu yang telah dicapai. Sesungguhnya aku nyatakan dengan sebenarnya bahwa tujuan hakiki baru akan bisa tercapai jika seseorang yang berpaling kepada Tuhan telah meninggalkan segala yang akan menjadi gangguan, ketika agama sudah diberikan prioritas utama di atas segala aktualitas duniawi.

“Pada saat ini, di seluruh alam, Islamlah dengan ajaran sucinya dan dengan hasil-hasilnya yang hidup, memiliki tempat tersendiri. Tidak hanya sekedar dakwa/pernyataan saja. Melainkan, Allah SubchaanaHu wa Ta’aalaa telah membuktikan kebenaran ini melalui hamba-Nya. Dan dengan menyampaikan himbauan kebenaran kepada segenap agama, Dia telah memberitahukan bahwa pada hakikatnya hanya Islamlah agama yang hidup. Dan bagi yang sampai saat ini masih ragu, datanglah ke tempat saya dan saksikanlah sendiri keindahan-keindahan dan berkat-berkat tersebut. Akan tetapi datanglah sebagai orang yang mencari kebenaran; jangan datang sebagai pengeritik/penyerang yang terlalu tergesa-gesa.” (Malfuzhat, Vol. III, hal.149, Cet. Add. Nazhir Isyaat 1984)

Beliau ‘Alaihis-salaam datang ke dunia ini di saat umat Islam dan agamanya sedang direndahkan oleh umumnya bangsa Eropa, Amerika dan pengikut agama lain. Maka dari itu tujuan beliau ‘Alaihis-salaam diutus di zaman akhir ini semata-mata untuk menghidupkan dan meninggikan kalimah Islam kembali.

Imam Mahdi ‘Alaihis-salaam bersabda:

إِنِّيْ جِئْتُ ِلإِعْلاَءِ كَلِمَةِ اْلإِسْلاَمِ

“Sesungguhnya aku datang untuk menjunjung tinggi kalimah Islam.” (Khuthbah Ilhamiyah, hal. 2)

(Visited 20 times, 1 visits today)