Hazrat Mirza Nasir Ahmad – Khalifatul Masih III

hazrat mirza nasir ahmad

(1909-1982)
Khalifatul Masih III (1965-1982)
Khalifah Ketiga Masih Mau’ud

Di dalam Talmud, terdapat bagian yang menunjukkan bahwa ketika kewafatan Almasih, kerajaan rohaninya akan diteruskan oleh anak cucunya. Begitu juga di dalam Haqiqatul Wahyi, Hadhrat Masih Mau’ud mengucapkan syukur kepada Allah karena telah menganugerahkan empat putera dan kelahiran cucu di masa mendatang. Nubuatan yang sangat ditunggu ini telah tergenapi saat Hazrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad dianugerahi seorang putera pada tanggal 16 November 1909. Ia diberi nama Nasir Ahmad. Cucu yang disebutkan di dalam nubuatan tersebut tak lain adalah Hazrat Hafiz Mirza Nasir Ahmad. Hazrat Ummul Mukminin (istri Hadhrat Masih Mau’ud) biasa memanggil Nasir Ahmad dengan “Mubarakku dan Yahyaku”. Dalam salah satu mimpinya, beliau melihat bahwa Mubarak telah kembali dan berpegangan erat kepada beliau dan mengatakan, “Ibu, saya sekarang tidak akan pergi.” Hazrat Nawab Mubarakah Begum juga bermimpi seperti ini.

Selanjutnya, pada tanggal 26 September 1909, sebelum kelahiran Hazrat Mirza Nasir Ahmad, Hazrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, Khalifah kedua menulis kepada seorang sahabatnya bahwa Allah memberitahuku bahwa Dia akan menganugerahkan seorang putera yang akan memperkuat bangunan Islam. Nubuatan tentang cucu itu berkaitan dengan Yahya. Hadhrat Masih Mau’ud menyimpulkan dengan tepat dari kata “Yahya”, bahwa anak itu akan diberi umur yang panjang tidak seperti Mubarak Ahmad, putera Masih Mau’ud yang meninggal pada usia muda. Dalam Al-Quran kita mengetahui bahwa Yahya diajarkan firman Allah di usia muda. Demikian pula, Hazrat Hafiz Mirza Nasir Ahmad telah menghafal Alquran di masa mudanya.

Hazrat Mirza Nasir Ahmad terpilih sebagai khalifah ketiga di tahun 1965. Sejak saat itu beliau memperluas kegiatan dakwah Jamaah ini.

Beliau menyampaikan pidato di tahun 1967:

“Saya ingin memberi tahu para Ahmadi di seluruh dunia bahwa 25 tahun ke depan akan sangat penting, karena sebuah revolusi rohani akan menggoncang dunia sampai pada fondasinya. Saya tidak bisa mengatakan negara mana yang cukup beruntung menerima pesan Ahmadiyah sekaligus, apakah negara yang memiliki kekuatan besar, atau apakah negara-negara tersebut adalah Afrika, Inggris atau yang lain. Tetapi saya katakan kepada kalian bahwa hari itu tidak akan lama lagi, ketika negara-negara atau bagian dunia tertentu akan menerima Ahmadiyah dan pemerintah mereka akan dijalankan oleh para Ahmadi. Nubuatan dan ilham Hadhrat Masih Mau’ud cukup jelas mengenai hal ini… Tidaklah diketahui, kalian harus melewati ujian apa dalam mewujudkan perubahan yang menggetarkan dunia ini, tetapi kalian akan menghadapi ujian yang bermacam-macam sebelum tiba masa penggepanan itu. Jadi, kalian harus bersiap untuk menghadapi peristiwa penting yang mengabarkan tentang kemunculan kerajaan Allah di muka bumi, melalui nubuatan Rasulullah saw dan wakil hakiki beliau, Hadhrat Masih Mau’ud.”

Dalam lawatan bersejarahnya ke Eropa pada tahun 1967, Khalifatul Masih III, Hazrat Mirza Nasir Ahmad memperingatkan Eropa:

“Masih Mau’ud juga menubuatkan bahwa perang dunia ketiga yang memiliki dimensi yang lebih besar, akan terjadi seperti halnya Perang Dunia Kedua. Dengan tiba-tiba, dua kubu yang berlawanan akan beradu, tanpa disadari orang-orang. Kematian dan kehancuran akan turun dari langit dan api yang ganas akan menelan bumi. Peradaban modern yang besar akan hancur berantakan. Dalam proses itu baik blok komunis maupun yang menentangnya akan binasa. Rusia dan sekutunya di satu sisi dan Amerika beserta sekutunya di sisi yang lain, akan hancur berantakan, peradaban dan sistem mereka akan rusak. Orang-orang yang selamat akan terperanjat dan tercengang akan tragedi ini… Akhir dari perang dunia ketiga akan menjadi awal kemenangan Islam. Masyarakat akan menerima kebenaran Islam dalam jumlah yang banyak dan mereka sadar bahwa Islam adalah agama yang benar dan kebebasan manusia harus tegak melalui pesan Muhammad saw… Tetapi tuan-tuan, jangan sampai kita lupa bahwa nubuatan ini, seperti nubuatan yang lain, adalah sebuah peringatan dan penggenapannya dapat ditunda atau bahkan dihindari jika manusia  kembali kepada Tuhannya, bertobat dan memperbaiki jalan mereka. Ia dapat mencegah datangnya murka Ilahi jika ia berhenti menyembah tuhan-tuhan palsu berupa kekayaan, kekuatan dan kehormatan, ia menjalin hubungan yang tulus dengan Tuhannya, menahan diri dari segala pelanggaran, melakukan kewajibannya kepada Tuhan dan manusia, dan melakukan upaya-upaya untuk kesejahteraan manusia.”

Dalam lawatan bersejarahnya di enam negara Afrika Barat pada tahun 1970 Khalifatul Masih II menyatakan:

“Semua orang sama, tidak ada perbedaan antara satu manusia dengan manusia yang lain. Jika dunia menyadari hal ini, maka tidak akan terdapat banyak masalah.”

Pada tanggal 3 Juli 1970, dalam sebuah khotbah di Abottabad, Hazrat Mirza Nasir Ahmad menyampaikan:

“Di tanah Afrika akan diadakan pertempuran rohani terakhir antara Islam dan Kristen.”

“Menyaksikan dunia dari sudut pandang rohani, kita akan melihat bahwa sebagian besar umat manusia berada dalam cengkaraman ateisme atau agnostisisme. Seperti contoh Soviet Rusia. Komunis Cina adalah salah satu negara yang secara resmi telah menyingkirkan Tuhan. Di negara-engara Eropa tertentu, kondisinya sama, secara ideologis, meski tidak ada deklarasi resmi yang dibuat terkait hal ini. Kita dapat mengatakan bahwa secara umum seluruh Eropa beriman kepada agama Kristen. Dalam percakapan sehari-hari, Inggris disebut sebagai negara Kristen. Ini juga berlaku Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat, Amerika Utara dan beberapa negara bagian Afrika. Anda akan terkejut bahwa saya melihat tulisan poster “dijual” yang terpampang di gereja-gereja di London. Negara-negera ini hanya Kristen di mulut saja. Masyarakat bahkan tidak tahu apa itu Kristen… Jadi, menurut peta dunia sekarang kini, kita menemukan bahwa beberapa negara secara terbuka telah menerapkan ateisme atau agnostisisme. Di atas semua itu, disitulah terdapat medan peperangan di Afrika dimana kekuatan Islam dan Kristen akan terlibat dalam pertempuran hebat untuk meraih keunggulan… Jika kita memenangkan Afrika, sulit bagi misionaris Kristen untuk menggabungkan kekuatan mereka di Spanyol atau Amerika Selatan untuk melakukan serangan balik (bersifat rohani). Mereka tidak memiliki peluang keberhasilan. Materi yang disusun oleh Masih Mau’ud untuk melawan dogma Kristen begitu kuat dan mengesankan sehingga orang-orang dibuat takjub dengan keluasan tugas ini, dengan perhatian dan ketepatan yang sangat teliti, beliau telah menghacurkan bangunan Kristen  sampai ke akar-akarnya.”

Fazli Umar Foundation, Program unggulan Nusrat Jahan, Jubilee Fund adalah beberapa pencapaian dari Khalifah ketiga. Namun, prestasi emasnya adalah bimbingan beliau kepada para Ahmadi ketika Pakistan menyatakan bahwa jamaah yang bertakwa ini dinyatakan sebagai non-muslim minoritas. Secara keseluruhan Ahmadiyah tidak mengalami perpecahan, hal ini menunjukkan bahwa Khalifah bukanlah macan ompong, tetapi beliau dapat bertahan dalam cobaan-cobaan dan kesengsaraan. Hal yang sama bersejarahnya adalah khotbah beliau yang menyatakan bahwa kita adalah Muslim.

“Kami telah melewati masa-masa yang menyakitkan dan sekrang kami menerima laporan bahwa di berbagai tempat sejumlah Ahmadi yang kecil dan lemah telah diboikot. Mereka tidak bisa mendapatkan makanan atau minuman. Para pemilik toko diminta supaya tidak menjual kebutuhan hidup yang sangat diperlukan bagi mereka, dan para pembawa air telah diberitahu untuk tidak menyediakan air kepada mereka. Kami tidak khawatir karena sedang menderita kelaparan, karena kami telah diberitahu di dalam Alquran:

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ

Dan pasti akan Kami menguji kamu dengan sesuatu ketakutan  dan kelaparan, dan kekurangan dalam harta dan jiwa dan buah-buahan..” (QS Al Baqarah : 156)

Laporan yang masuk menunjukkan bahwa penekannya adalah dengan menghilangkan pasokan makanan dan minuman kepada Ahmadi. Setelah menerima laporan semacam itu, saya mengingatkan mereka yang memiliki hubungan denganku bahwa saat periode Mekkah, junjungan tercinta kita, Sang Khatamul Anbiya, Muhammad Mustafa (saw) beserta umat Islam dikepung di lembah sempit Abu Taib selama dua setengah sampai tiga tahun. Mereka semua menempuh ujian yang berat dan dihalangi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Tetapi Allah taala menakdirkan mereka mencukupi kebutuhan hidup walaupun dengan susah payah.”

Di bawah petunjuk Hazrat Mirza Nasir Ahmad (rh) Jamaah Ahmadiyah terus maju dengan sangat pesat dalam hal penyebaran Islam ke seluruh dunia dengan jalan membangun dan mengelola sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, pusat dakwah, Masjid, penerjemahan dan penerbitan Alquran.

Dalam salah satu khotbah Jumatnya setelah melakukan perjalanan ke Afrika Barat, Hazrat Mirza Nasir Ahmad menggambarkan kesan beliau sebagai berikut:

“Saya datang ke Afrika Barat membawa pesan cinta, persahabatan dan persaudaraan untuk rakyat di negara Afrika. Saya telah sampai pada akhir perjalanan saya, sekitar satu bulan atau lebih, untuk menyampaikan kepada kalian, bagaimana Allah telah menampakkan kebaikan-Nya kepadaku di setiap tahap perjalanan. Saya tidak dapat menghiasi kata-kata atas apa yang saya lihat, saya amati dan saya alami. Bagi saya, saya sampaikan kepada mereka dan melalui mereka, pesan-pesan cinta kepada bangsa-bangsa lain di dunia, pesan yang diajarkan oleh Islam untuk kebaikan umat manusia. Saya berbicara kepada mereka dengan penuh kasih sayang, rasa simpati dan persaudaraan dan menyampaikan kepada mereka ajaran kesetaraan Islam. Lebih jauh lagi, saya tunjukkan kepada mereka dengan tindakan, mengacu pada teladan Rasulullah saw bahwa sebagai sesame manusia tidak ada perbedaan antara satu sama lainnya. Saya merangkul ribuan anak dan berjabat tangan dengan banyak orang. Terkadang saya melakukan ini saat kondisi cuaca panas berada dilevel tertingginya sampai saya merasa ingin pingsan.”

Dalam khotbah lainnya Hazrat Mirza Nasir Ahmad memperkirakan bahwa pertempuran puncak rohani antara Kristen dan Islam akan terjadi di tanah Afrika. Beliau menyeru para Ahmadi untuk meningkatkan usaha mereka, sehingga hari kemenangan dapat terwujud lebih cepat dari perkiraan.

“Setiap kali Allah mengutus seseorang untuk memperbaiki dunia, maka Dia sendiri yang akan menolongnya dan menciptakan kondisi yang baik bagi keberhasilan sosok yang diutus-Nya, Dia menurunkan berkat-berkat-Nya. Setiap perubahan yang terjadi sejak kedatangan Hazrat Masih Mau’ud, besar atau kecil, semuanya menguntungkan bagi Ahmadiyah. Misalnya revolusi Rusia pada tahun 1917, yang menghancurkan agama Kristen dari sebagian besar dunia. Kristen telah menjadikan manusia sebagai ‘Tuhan”, berhala ini hancur berkeping-keping; tetapi bukan dengan tongkat, ia hancur melalui argumen yang meyakinkan, bukti sejarah dan bukti ilmiah. Hadhrat Masih Mau’ud as, telah mengumumkan bahwa ia akan mematahkan salib, yang dikatakan telah melukai tubuh Yesus Kristus. Tentu saja, Beliau telah membuktikan dengan dalil yang tak terbantahkan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib. Konferensi Internasional tentang Selamatnya Yesus dari Salib telah mengguncang dunia Kristen. Para misionaris Kristen belum ada yang menerima ajakan yang diberikan kepada mereka untuk berdialog mengenai masalah ini. Mereka adalah orang-orang, yang sebelum kedatangan Hadhrat Masih Mau’ud, bertekad untuk menghapuskan Islam dari India, Mekkah dan Madinah. Mereka menegaskan bahwa Afrika berada di pangkuan mereka. Tetapi bagaimana kenyataannya di India, Mekkah dan Madinah! Afrika yang warganya mereka beli dengan kaleng susu, gula, pakaian dan beasiswa, di sana mubaligh-mubaligh Ahmadiyah atas karunia Allah telah membalikkannya.”

Sebuah tulisan di Calgary Herald 6 Semptember 1980 mengatakan:

Pemimpin Islam ada Disini

Hafiz Mirza Nasir Ahmad, pemimpin Jamaah Islam Ahmadiyah, akan memulai kunjungan empat hari ke Calgary pada hari Minggu, beliau biasa disebut Khalifatul Masih III oleh para pengikutnya, beliau adalah cucu dari Hazrat Mirza Ghulam Ahmad  dan merupakan Khalifah Ketiga dari Masih Mau’ud. Beliau meraih gelar MA di bidang ekonomi di Universitas Oxford. Jamaah Ahmadiyah adalah aliran dakwah Islam, dengan keanggotaan di seluruh dunia mencapai 10 juta orang dan telah menerjemahkan dan menerbitkan Alquran dan literatur Islam lainnya di 100 bahasa lebih.”

Hazrat Mirza Nasir Ahmad telah melakukan perjalanan ke Amerika, Kanada, Norwegia, Jerman Barat, Swedia dan Inggris pada tahun 1976 dan meresmikan “Masjid Nasir” di Swedia. Kemudian Huzur kembali mengunjungi Swiss, Belanda, Swedia, Denmark dan Jerman Barat, menghadiri Konferensi London pada tahun 1978 dan kemudian Huzur meletakkan batu pertama “Masjid Basharat” di Pedroabad, Spanyol. Setelah menjadi Khalifah lebih dari enam belas tahun, dengan keberhasilan yang tak terhingga untuk meraih kemenangan Islam, Huzur wafat pada tanggal 9 Juni 1982. (Semoga jiwa beliau beristirahat dengan tenang)

Beberapa tulisan, pidato dan buku Hazrat Mirza Nasir Ahmad:


Sumber       : Alislam.org
Penerjemah : Jusmansyah
Editor          : Muzaffar Ahmad

(Visited 170 times, 1 visits today)