29 Maret 2013

Hadhrat Khalifatul Masih menyampaikan khutbah Jum’at hari ini dari mesjid Baitur Rahman yang baru dibangun di Valencia, Spanyol. Di awal beliau membaca ayat-ayat Al Quran berikut ini:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ * رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

‘Dan ingatlah waktu ketika Ibrahim dan Ismail meninggikan pondasi rumah tersebut, sambil berdoa,’Ya Tuhan kami, terimalah ini dari kami; sebab Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

‘Ya Tuhan kami, jadikanlah kami taat kepada Engkau dan jadikanlah dari keturunan kami orang-orang yang taat kepada Engkau. Dan tunjukkanlah kepada kami tatacara ibadah kami, dan terimalah taubat kami; karena Engkau Maha Penerima taubat, Maha Penyayang.’ (Al Baqarah :128-129)

Hadhrat Khalifatul Masih bersabda Alhamdulillah kita telah diberi taufik untuk membangun mesjid kedua di Spanyol. Beliau menambahkan bahwa sekitar 7 tahun yang lalu, di mesjid Basharat, Pedroabad, beliau telah menekankan pentingnya mesjid lain di Spanyol. Pada waktu itu ditetapkan bahwa mesjid berikutnya akan dibangun di Valencia. Meskipun jumlah Ahmadi di wilayah tersebut sekitar 130 orang, tapi pentingnya membangun mesjid kedua di Spanyol ini adalah karena kepentingan sejarah tempat tersebut. Jemaat Ahmadiyah telah diberi taufik untuk mendirikan mesjid ini di Spanyol setelah jarak 30 tahun. Dalam jangka waktu ini banyak Muslim yang telah datang ke Spanyol dan mereka telah membangun mesjid-mesjid. Kesempatan ini terbuka bagi mereka dengan dibangunnya mejid Basharat.

Sungguh, Jemaat Ahmadiyah diberi taufik untuk mendirikan mesjid di Spanyol setelah 700 tahun. Saat ini jumlah umat Muslim di Spanyol sekitar 1 juta dan diperkirakan pada tahun 2030 akan ada peningkatan sebesar 80% dan populasi Muslim bisa mencapai 2 juta. 30 tahun yang lalu hanya ada beberapa ribu umat Muslim di Spanyol. Sebagian besar umat Muslim di Spanyol berasal dari Afrika Utara dan  dikatakan juga bahwa komunitas-komunitas Muslim Spanyol yang telah berusia ratusan tahun, yang dipaksa masuk Kristen tapi secara sembunyi-sembunyi tetap pada keyakinan mereka, telah kembali kepada Islam. Dengan karunia Allah ada banyak umat Muslim di Spanyol dan peningkatan ini diprakarsai melalui Jemaat Ahmadiyah.

Bagaimanapun, Islam sejati hanya bisa dilihat di Spanyol, ketika para khadim Masih Muhammadi memahami pentingnya diri mereka dan akan ditarik untuk menyebarkan pesan tersebut kepada setiap orang di tanah tersebut. Sebagian mungkin berkata terlalu sedikit Ahmadi di sini, bagaimana mereka bisa menyampaikan pesan tersebut kepada setiap orang? Bagaimanapun, ketika seseorang sudah bertekad dan teguh kemudian melakukan suatu usaha, ini bisa dilakukan. Selalu dibuat rencana mengenai hal ini tapi tidak dijalankan. Rencana yang diberikan oleh Markaz atau Hadhrat Khalifatul Masih, atau Hadhrat Khalifatul Masih IV ra. sebelum beliau tidak dijalankan.

Lokasi mesjid Basharat dekat dari jalan raya sepanjang jalan yang menuju Cordoba. Seandainya strategi tersebut dijalankan, Jemaat pasti sudah bisa diperkenalkan dari sana. Beberapa Jemaat lain, walaupun jumlahnya sedikit, telah menyebarkan pesan kita kepada banyak orang melalui selebaran. Banyak orang luar yang datang untuk melihat mesjid Basharat. Seandainya pekerjaan ini dilakukan dengan ghairat dan semangat, tentu sudah bisa dilakukan pengenalan. Jika golongan Muslim lainnya bisa membawa kembali ‘orang Spanyol yang dulunya Muslim’ kepada Islam, bagaimana bisa tabligh kita, yang mengandung Islam sejati, tidak mencapai hal ini? Sungguh kita membuka jalan untuk hal ini, tapi tidak menggunakan jalan ini dengan ghairat dan semangat yang semestinya, sementara yang lain memanfaatkannya. Pengurus Jemaat di setiap level di Spanyol harus memahami tanggung jawab mereka, membuat target serta berusaha dan mencapainya.

“لا إكراه في الدين”

]وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى[ (المائدة: 9)

“لا إله إلا الله محمد رسول الله”

]رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ[ (البقرة: 128)

]وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ r قَالَ أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ. (سنن الترمذي، كتاب الطهارة عن رسول الله)

Gambaran Islam sejati yang kita sampaikan perlu disebarkan di dunia dewasa ini. Orang-orang dari kelompok yang dahulunya Muslim perlu dibuat mengetahui bahwa sekarang adalah saat untuk membalas kekejian yang dilakukan kepada nenek moyang mereka. Tetapi, pembalasan ini tidak boleh dilakukan dengan kekerasan, sebab Islam mengajarkan: ‘tidak boleh ada paksaan dalam agama…'(2:257) Dan Tuhan menyatakan bahwa permusuhan siapapun hendaknya tidak mendorong kalian untuk berlaku tidak adil, dan Dia memerintahakan: ‘…”selalulah berlaku adil, itu lebih dekat kepada ketakwaan…’ (5:9) Hanya takwa yang membawa seseorang dekat kepada Tuhan. Juga, disini tidak ada masalah permusuhan; orang-orang ini adalah orang sebangsa, dan merekalah yang berkewajiban menyampaikan pesan cinta dan perdamaian. Kita perlu memberitahu mereka untuk lebih dahulu mempraktekkan ajaran Islam yang indah, kemudian membalas untuk masa lalu dengan memenangkan hati melalui ajaran yang indah ini. Hati yang dipaksa untuk syirik kepada Tuhan harus ditanami dengan kecintaan kepada keesaan Tuhan dan Muhammad saw. sebagai Rasul-Nya. Kecintaan kepada Allah, yang sifat Kasih Sayang-Nya mengungguli semua sifat lainnya, dan kecintaan kepada Rasulullah yang merupakan rahmatan lil ‘Alamiin (rahmat bagi seluruh alam). Komunitas Muslim tua ini harus dicari, dan kecintaan kepada agama yang benar harus dinyalakan kembali dalam diri mereka, dan mereka harus diubah menjadi mubaligh-mubaligh yang sukses. Alasan Hadhrat Khalifatul Masih memilih Valencia sebagai lokasi mesjid adalah karena sejarah Spanyol memberitahu kita bahwa ketika raja dan ratu yang keji memasukkan umat Muslim kedalam Kristen secara paksa, Valencia adalah daerah dimana bahasa Arab terus digunakan walaupun ada penganiayaan. Umat Muslim di Valencia terus menyembah Tuhan dan mempertahankan ajaran mereka sementara umat Muslim Spanyol lainnya pada waktu itu tidak menyatakan keyakinan mereka secara terbuka. Ketika raja memutuskan untuk mengusir umat Muslim dari Spanyol pada 1600-an, umat Muslim Valencia adalah yang pertama dibuang karena mereka berusaha menjalankan keyakinan mereka. Umat Muslim Spanyol pada waktu itu lemah secara finansial/ekonomi, dan secara perlahan mereka telah dikeluarkan dari kota-kota besar dan tercerai-erai. Akhirnya penguasa lain memerintah Spanyol. Pasukan Italia melakukan kekejian dan kemudian mengusir sebagian Muslim dewasa dan mengirim anak-anak mereka kepada keluarga-keluarga Kristen yang membesarkan mereka sebagai pembantu dan budak. Anak-anak ini dilarang menyembah Tuhan yang Esa dan dipaksa untuk mengikuti paham trinitas. Sekarang ini adalah tugas kita untuk menjadikan mereka penyembah Tuhan yang Esa kembali. Kita juga perlu menyampaikan pesan ini kepada yang lain, karena kecintaan kepada kemanusiaan, dan menginginkan bagi mereka apa yang kita inginkan untuk diri kita sendiri. Usaha kearah ini harus dilakukan secara khusus di daerah ini sebab disini Islam ditegakkan sampai akhir. Disini umat Muslim tidak diusir 7 abad yang lalu; tapi pengusiran di sini terjadi 4 abad yang lalu.

Tidak diragukan lagi bahwa setelah berabad-abad memerintah Spanyol, kemunduran dan kejatuhan umat Muslim terjadi karena ketamakan dan persekongkolan mereka sendiri. Khalifah maupun raja tidak menghormati tanggungjawabnya dan para pemuka juga bertindak serupa. Setiap orang telah menciptakan kelompoknya sendiri dan ini berakibat pada timbulnya kepentingan pribadi. Sekarang karena Khilafat Hadhrat Masih Mau’ud telah tegak, menjadi tugas para pengikutnya untuk menegakkan kembali kemuliaan yang hilang dan sekali lagi memperkenalkan orang-orang ini kepada syahadat: ‘laa ilaaha illallahu wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu’ Allah telah memberi taufik kepada kita untuk membangun mesjid di area ini dan kita mendapatkan tempat yang paling cocok untuk tujuan ini. Mesjid ini terletak di pusat dan dapat dilihat dari jalan raya. Ini adalah daerah yang terhormat dan kita punya tetangga yang baik, yang merupakan karunia Tuhan. Kita hendaknya tidak hanya merasa gembira bahwa kita telah membangun sebuah mesjid yang indah di kota lainnya di Spanyol. Kira harus mengintrospeksi diri, standar ibadah harus diperhatikan, dan kewajiban-kewajiban harus diperhatikan.

Ayat Al Quran yang dibaca pada awal khutbah menggambarkan cara yang indah dimana Hadhrat Ibrahim dan Hadhrat Ismail telah mengajarkan kita untuk memenuhi kewajiban-kewajiban setelah membangun rumah Tuhan. Kita perlu merenungkan hal ini supaya dalam keturunan kita yang akan datang lahir orang-orang yang akan menghormati hak-hak Tuhan. Ayat tersebut berisi doa yang Hadhrat Ibrahim as. panjatkan ketika membangun dinding Ka’bah. Setelah bertahun-tahun pengorbanan sang ayah, anak dan istri beliau, mereka tidak berdoa dengan cara seperti ini: ‘Ya Allah, kami terus berkorban di jalan-Mu untuk waktu yang sangat lama dengan mengikuti perintah-perintah-Mu, adalah hak kami Engkau menerima setiap pengorbanan kami dan memberikan kemudahan kepada kami. Ini bukanlah praktek Jemaat Ahmadiyah, tapi umat Muslim lainnya cenderung mengumumkan dengan bangga setiap pengorbanan kecil. Tetapi, contoh yang telah Allah gambarkan melalui nabi-Nya ini adalah, sang anak siap untuk dikorbankan dan sang ayah siap untuk mengorbankan anaknya yang lahir diusia tuanya. Juga dia meninggalkan istri dan anaknya di padang belantara, dan akhirnya tiba saat ketika pengorbanan istri dan anaknya ini diterima dan mereka diberi rezeki. Ketika Ka’bah dibangun kedua orang ini (Hadhrat Ibrahim dan putra beliau Hadhrat Ismail) menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk meramaikan rumah Tuhan, sungguh meramaikannya dengan orang-orang beriman yang akan menghormati hak-hak ibadah kepada Tuhan dan membawa ibadah kepada-Nya ke standar tertinggi. Orang-orang ini membangun baitulllah atas perintah Tuhan, dan kerendahan hati dan kecintaan mereka kepada Tuhan sedemikian rupa sehingga mereka memohon kepada-Nya untuk menerima pengorbanan mereka. Ini adalah pelajaran pengorbanan; melakukan pengorbanan kemudian berpaling kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan berdoa kepada-Nya untuk menerima pengorbanan yang telah dilakukan. Inilah harapan dan doa Ibrahim dan Ismail yang menarik perhatian kita bahwa kita adalah pengikut seseorang yang, karena kepatuhan dan kecintaannya kepada Rasulullah saw., diberi pangkat Ibrahim zaman ini oleh Allah. Yang membangun kembali dinding-dinding iman, dan yang memoles keindahan Islam dan menampilkannya kepada dunia dengan segala keagungannya sedemikian rupa sehingga orang-orang non-Muslim berkata, jika inilah Islam maka kami menarik kembali perkataan kami yang kami katakan terhadap Islam.

Sekarang tujuan Ka’bah dipenuhi melalui Ibrahim ini dan nur ajaran Islam yang indah dizahirkan kepada dunia. Setiap mesjid kita harus menjadi saksi penyempurnaan tujuan ini, dan mesjid ini yang telah diberi nama Baitur Rahman juga merupakan sebuah lambang untuk mencapai tujuan ini. Sementara mesjid ini menarik perhatian kita untuk berpaling kepada tujuan-tujuan kita dengan kerendahan hati, ini juga menarik perhatian kita untuk memenuhi sumpah dan tanggungjawab-tanggungjawab kita. Barulah kita bisa mencapai tujuan kita.

Kita menyatakan: ‘Hai Masih Muhammadi, pecinta sejati Rasulullah saw., kami telah bersumpah kepadamu bahwa kami akan mengutamakan agama diatas masalah-masalah dunia dan akan menyebarkan tauhid. Pembangunan mesjid ini akan akan menarik perhatian dunia kepada Islam dan jalan-jalan tabligh akan terbuka. Dengan memenuhi tuntutan tersebut dan menggunakan semua kemampuan kami, kewajiban kita yang paling utama adalah menegakkan tauhid dan membawa orang-orang di negara ini kebawah bendera Rasulullah saw. Ya Allah, Yang Maha Mendengar, Yang Maha Mengetahui, dengarkan lah doa-doa kami dan berilah kami taufik untuk memenuhi kewajiban-kewajiban kami. Jadikanlah mesjid ini sumber untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut yang merupakan tujuan membangun rumah-Mu. Engkau Maha Mengetahui, Engkau mengetahui kelemahan-kelemahan kami, kabulkanlah doa kami dan ampunilah kelemahan-kelemahan kami dan buatlah kami memenuhi tujuan-tujuan kami.’ sungguh keindahan dan kebesaran sebuah mesjid hanya akan berguna ketika kita memenuhi kewajiban-kewajiban kita. Ketika kita membayar hak-hak ibadah kepada Tuhan begitu juga hak-hak umat manusia sehingga contoh praktek ajaran-ajaran Islam juga zahir dan orang-orang tertarik kepadanya.

Selama ratusan tahun umat Muslim memerintah di Spanyol banyak mesjid-mesjid indah dibangun. Contohnya, mesjid Kordoba, keindahannya mencengangkan dan ada banyak mesjid besar lainnya yang dibangun kemanapun umat Muslim pergi, salah satunya di Granada. Tetapi, ketika jiwa ajaran Islam yang benar hilang dari orang-orang yang meramaikan mesjid-mesjid, maka bangunan-bangunan ini dimana sebelumnya keesaan Tuhan ditinggikan, hancur atau diubah menjadi gereja. Orang tercengang melihat keindahan dan kekuatan mesjid Kordoba yang tetap tidak berubah setelah berabd-abad, tapi sayang sekali mesjid ini telah diubah menjadi gereja. Ketika umat Muslim kehilangan jiwa agama mereka, mesjid-mesjid itu jatuh ke orang lain. Segi yang utama bukanlah besarnya mesjid; segi yang utama adalah jiwa agama orang-orang yang datang ke mesjid. Tentu, kita harus membangun jiwa mesjid ini dengan kerja keras dan dengan doa-doa supaya Tuhan terus membangkitkan orang-orang diantara kita yang membangkitkan jiwa ini supaya mesjid ini tetapi menajdi pusat tauhid hingga hari Kiamat.

Pada ayat kedua yang dibaca diawal, para nabi yang mulia tidak membatasi doa-doa hanya untuk diri mereka sendiri, bahkan mereka memperluasnya untuk keturunan mereka dan generasi yang akan datang. Sungguh ini adalah tatacara berdoa, pola pikir dan perhatian orang-orang yang ingin sukses dari generasi ke generasi. Dengan pendekatan ini Insya Allah kita akan sukses, dan dengan doa kita supaya keturunan kita tetap teguh dalam kesalehan, kita bisa mencapai tujuan rumah Allah ini. Pengorbanan-pengorbanan kita akan diterima ketika kita terus punya orang-orang yang membayar hak-hak Tuhan begitu juga hak-hak manusia. Kita perlu berdoa kepada Tuhan, seperti yang dilakukan oleh para nabi, ‘Dan tunjukkanlah kepada kami tatacara ibadah kami’. Tatacara ibadah dan pengorbanan ini dipahami melalui tuntunan Tuhan. pengetahuan untuk memahaminya secara mendalam dipenuhi dengan karunia Allah. Memang, shalat adalah salah satu bentuk ibadah kepada Tuhan. Tapi ada orang-orang yang beribadah, yang mengenainya Allah menyatakan bahwa shalat mereka akan dikembalikan kepada mereka dan akan menjadi sumber kehancuran mereka. Seseorang harus berusaha dan megerjakan shalat yang diterima Tuhan melalui karunia-Nya. Dalam kondisi itu semua yang dilakukan demi Dia menjadi suatu bentuk ibadah, meskipun itu adalah pengkhidmatan kepada manusia.

Kita hendaknya berdoa untuk keturunan kita dengan penuh kepedihan. Kita bersumpah dalam pertemuan kita bahwa kita akan selalu siap melakukan setiap pengorbanan. Kita juga perlu menanamkan jiwa ini kepada generasi kita yang akan datang. Tetapi, kita harus menyadari bahwa bersamaan dengan waktu bentuk pengorbanan berubah. Ketika umat Muslim awal datang ke Spanyol dan menyebar di sana, mereka melakukan jihad dengan pedang. Tetapi, pengorbanan di zaman ini adalah jihad dengan tabligh, yakni memberi pengorbanan untuk membangun mesjid. Bentuk pengorbanan berubah dengan keadaan, hadhrat Ibrahim as. berdoa kepada Tuhan supaya diajari tatacara berkorban, dan melalui doa ini Tuhan memberikan petunjuk kepada kita secara prinsip bawa pengorbanan harus diberikan sesuai dengan keadaan. Kesalehan harus dijalankan untuk mencapai keridhaan Allah. Inilah kenapa Rasulullah saw. menyebutkan amal terbaik bagi seseorang adalah mengerjakan shalat tahajud dan bagi yang lainnya melakukan jihad. Jadi amalan yang didalamnya kita lemah, adalah amalan terbaik untuk kita dan itulah tatacara ibadah yang paling tepat untuk kita dan itulah pengorbanan yang tepat untuk kita. Doa ini sangat menekankan untuk menyingkirkan kelemahan-kelemahan kita sendiri dan keturunan-keturunan kita. Hendaknya selalu diingat bahwa kita tidak bisa mencapai standar tinggi ibadah semata-mata melalui usaha atau pengorbanan kita. Itulah kenapa doa tersebut memohon dengan sangat: ‘dan terimalah taubat kami…’ supaya pengorbanan tersebut bisa membimbing pada pengorbanan selanjutnya, dan ibadah menjadi titik utama pemikiran kita. Beruntunglah orang-orang yang megikuti jalan ini dan berlindung kepada Tuhan dari segala kelemahan dan pelanggaran dan berdoa dengan cara ini untuk keturunan mereka dan menanamkannya kepada mereka. Kita harus menarik perhatian kepada membayar hak-hak manusia dan mengabaikan kebanggaan dan kesombongan. Kita harus menghindari kemalasan dalam shalat, dan kapanpun shalat nampak sulit untuk kita, kita harus mengerjakannya dengan kepedulian dan perhatian sebanyak itu. Jika mengerjakan shalat berjamaah adalah kelemahan kita, kita harus memperhatikannya. Jika kita tidak menghormati hak-hak orang tua kita, kita harus mengerjakannya. Jika kita tidak memenuhi hak-hak saudara, kita harus memberikan perhatian kepada hal itu. Jika kita tidak membayar hak-hak tetangga kita, kita harus memperhatikannya dan menarik mereka kepada Ahmadiyah, Islam sejati. Jika kita mengerjakan semua amalan ini barulah kita bisa benar-benar meminta Tuhan untuk menerima taubat kita dan mengasihi kita. Sungguh, kita harus memperlakukan orang lain dengan kasih sayang jika kita ingin Tuhan memperlihatkan kasih sayang kepada kita.

Ketika seorang mukmin benar-benar memiliki ikatan dengan mesjid, pintu kebaikan yang baru terbuka untuknya dan dia menerima ampunan. Hari ini, mesjid ini yang telah dianugerahkan kepada kita oleh Tuhan mesti menarik perhatian kita untuk berusaha mencapai standar ini. Orang-orang yang tinggal di daerah ini harus meramaikan mesjid ini begitu juga meramaikan mesjid ini dengan anak-anak mereka, Insya Allah. Semoga Allah menganugerahkan semua berkat tersebut yang terkait dengan mesjid dan semoga Dia menerima tobat dan mengampuni kelemahan-kelemahan! Dewasa ini, kita perlu melakukan jihad bi nafs (jihad terhadap diri sendiri) dan jihad menyebarkan pesan Tuhan. Dalam masyarakat sekarang ini, laki-laki adalah yang paling perlu melakukan jihad ini. Hanya jihad inilah yang akan menyelamatkan kita dari penyakit sosial dan membuat kita mencapai karunia Ilahi dan menjaga kita dan keturunan kita bebas dari keburukan dunia. Hiasilah mesjid ini dengan ibadah yang tulus. Semoga Allah menjadikan mesjid ini tujuannya dan kita memenuhi tanggungjawab-tanggungjawab kita. Sebuah mesjid yang dibiayai oleh Mesir dan Arab Saudi telah dibangun di provinsi ini. Kekurangan mesjid ini karena tidak menerima Masih Muhammadi hanya bisa dijelaskan oleh sebuah mesjid Ahmadi. Kenyataan ini harus membuat setiap Ahmadi jauh lebih sadar mengenai tanggungjawab jawab yang meningkat. Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk memenuhinya.

Berkaitan dengan fakta-fakta dan bentuk mesjid ini, mesjid ini dibangun diatas tanah seluas 1350 feet dengan biaya 1.2 juta euro, dimana kontribusi Jemaat Spanyol kecil. Jika ada kesulitan-kesulitan keuangan, janji tetap harus dihormati, tapi cara lain untuk berontribusi adalah ikut serta dalam usaha tabligh. Kapasitas hall disebutkan 259 orang, tapi tapi hall-nya cukup besar. Fasilitas lainnya termasuk 7 kantor, sebuah perpustakaan, toko buku dan sebuah dapur yang bagus, sebuah gudang dan sebuah ruangan teknikal (technical room). Banguna tersebut berpendingin udara. Tempat tersebut sudah memiliki tempat tinggal tapi telah diperluas dengan tiga kamar. Sebuah surat kabar melaporkan bahwa tempat ibadah terbesar di provinsi tersebut telah menjadi kenyataan. Bagaimanapun, ini akan menjadi kenyataan ketika setiap orang dari kita membayar hak-haknya. Hal positif lainnya yang disebutkan di surat kabar adalah karena ketaatan mereka kepada Tuhan, Ahmadi menentang siapapun yang membunuh atas nama Tuhan. Mesjid tersebut juga punya 2 ruangan serbaguna. Semoga mesjid ini menampilkan ajaran sejati Islam kepada orang-orang di daerah dan provinsi ini dan semoga setiap Ahmadi memenuhi tanggungjawab-tanggungjawabnya.

Sebagian besar bantuan pembangunan mesjid datang dari markaz. Bantuan teknik juga disediakan oleh markaz. Insinyur senior kita Chaudhry Ijaz sahib mengatur banyak pekerjaan dan melakukan analisis detail. Beliau menurunkan biaya ditempat yang berlebihan tapi tanpa mengkompromikan standar. Kondisi beliau tidak begitu baik dan menerima terapi dialysis mingguan tapi beliau bekerja keras, semoga Allah memberikan ganjaran kepada beliau dan menganugerahkan kepada beliau kesehatan yang baik supaya beliau bisa terus mengkhidmati Jemaat.