Tim Ahmadiyah.Id bertanggung jawab penuh atas kesalahan atau miskomunikasi dalam sinopsis Khotbah Jumat ini.

Ringkasan Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz pada 27 November 2015

“Assalamu ‘alaikum wa Rahmatullah”

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ، آمين

Sebagaimana para anggota Jama’at telah ketahui, saya mengunjungi Jepang untuk meresmikan masjid pertama mereka. Jika kita memeriksa kondisi di Jepang, tampaknya sangat sulit bagi masjid ini akan dapat dibangun. Pengacara kita di sana, yang adalah seorang berkebangsaan Jepang, bertemu saya dan mengucapkan selamat kepada saya tapi menyatakan keterkejutannya atau keheranannya dan bertanya-tanya bagaimana mungkin kita diizinkan untuk membangun masjid ini di daerah ini.

Dia (Pengacara berkebangsaan Jepang) mengatakan, “Saya memang berjuang dalam hal ini untuk Anda tetapi saya tidak memiliki harapan bahwa saya akan berhasil. Inilah sebabnya, pada satu tahap, saya telah mengatakan orang-orang yang berwenang (pengurus) Jemaat, ‘Akan lebih baik bagi Anda untuk meninggalkan ide atau gagasan membangun Masjid ini.’ Tetapi ketergantungan dan ketawakkalan para anggota Jama’at terhadap Allah memang suatu hal aneh dan mereka mengatakan kepada saya, ‘Anda teruslah berjuang dan Insya Allah kita akan diberikan tempat ini dan membangun masjid ini.’ Bagi saya masjid ini adalah sebuah keajaiban dan tanda dan hal yang menakjubkan.”

Ini memang rahmat Allah Ta’ala, Yang Maha Tinggi, kepada Jama’at yang Dia terus-menerus menganugerahkannya pada Jama’at sepanjang waktu dan dengan demikian terus meningkatkan iman kita kepada-Nya. Ada suatu waktu yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala, untuk setiap tugas/pekerjaan dan ketika waktunya tiba, pekerjaan akan terselesaikan berkat rahmat dari Allah Ta’ala. Ketika Allah Ta’ala, memutuskan bahwa masjid ini harus dibangun, Ia memungkinkan kita untuk membangun masjid meskipun adanya semua rintangan dan dengan demikian didirikan pusat pertama guna menyebarkan pesan Islam di Jepang. Tidak ada keraguan bahwa satu buah masjid atau pusat tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk menyebarkan pesan Islam di seluruh negeri Jepang ini tetapi ini adalah satu keyakinan dan kepastian bahwa setidaknya kita telah meletakkan dasar untuk menyebarkan ajaran Islam yang benar di seluruh negeri.

Saya akan menyajikan beberapa riwayat dari beberapa orang di Jepang yang akan menggambarkan bagaimana orang Jepang melihat ajaran Islam sebagaimana yang disampaikan oleh Jemaat Ahmadiyah. Dan ini ditakdirkan untuk terjadi melalui pelayan sejati dari Nabi Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Jadi sebagaimana Hadhrat Masih Mau’ud as telah menyatakan keinginannya yang intens untuk penyebaran pesan Islam ke seluruh dunia dan juga dirinya bersusah payah untuk mencapai tujuan tersebut, beliau as juga menyatakan sehubungan dengan Jepang bahwa sebuah buku (tentang dakwah Islam) harus ditulis bagi bangsa Jepang. Dan beliau as ingin ada orang Jepang yang paling fasih dan mampu dibayar seribu rupee guna menerjemahkan buku ini dan kemudian beliau as ingin 10.000 eksemplar buku ini dicetak dan didistribusikan di Jepang. beliau as juga mengatakan bahwa orang-orang berjiwa saleh akan menerima Ahmadiyah di Jepang.

Alhamdulillah selain Alquran, ada literatur sedang dipersiapkan dan tersedia dalam jumlah ribuan dan sedang disebarluaskan. Dan sekarang dengan masjid ini Allah telah membuka jalan serupa itu hal mana puluhan juta orang sedang menerima pesan Islam sebagaimana keinginan Hadhrat Masih Mau’ud as. Penduduk setempat yang mendapatkan penyampaian perihal ajaran Islam telah mengubah pendapat mereka tentang Islam [dari negatif ke positif]. Mereka mengakui dan secara terbuka menyatakan perasaan mereka, “Dengan mengambil bagian dalam acara resepsi (penerimaan peresmian) di masjid, kami telah belajar ajaran Islam yang sebenarnya dan gagasan salah kami tentang Islam telah dihapus.”

Hadhrat Masih Mau’ud as menyatakan bahwa jika seseorang ingin memperkenalkan Islam, bangunlah masjid. Orang akan cenderung ke arah itu. Kita melihat ini terpenuhi di mana-mana dan juga di Jepang. Dan ketika seseorang melihat bagaimana orang yang dengan berpartisipasi dalam peresmian masjid menjadi benar-benar berubah pandangan maka yang tersisa adalah rasa kagum.

Pada hari Jumat, banyak tamu datang ke masjid. Sebelumnya mereka telah open house (rumah terbuka menyambut jemaat yang berkunjung). Kemudian mereka mendengar khotbah dan melihat shalat Jumat. Ada sejumlah 49 atau 50 tamu Jepang dari berbagai agama, pejabat pemerintah dan para dosen juga hadir.

Saat ini saya hendak menyampaikan kesan dari mereka yang berpartisipasi: Direktur Urusan Umum Gereja Yesus Kristus: “Kami berharap bahwa masjid ini akan berfungsi sebagai jembatan antara Islam dan orang-orang Jepang.”

Bikkhu: “Sebagai seorang Buddhis, rasanya benar-benar bagus untuk masuk masjid. Kami pikir itu tidak diperbolehkan bagi non-Muslim dan Buddha untuk masuk masjid tapi tidak hanya itu kita disambut hangat tapi dengan bergabung dalam doa dan khotbah kami sungguh-sungguh senang dan kesan kita tentang Islam berubah.”

Anggota Parlemen Kota (DPRD Kota): “Kami menyambut masjid di daerah kami dan kami berharap bahwa sesuai dengan pendirian/pandangan Jemaat Ahmadiyah itu sendiri Masjid ini akan menjadi pusat bagi mereka yang suka kemanusiaan dan yang suka melayani kemanusiaan.”

Anggota Parlemen (perjalanan 1.000 km untuk menghadiri): “Ketika saya melihat masjid yang indah ini, kelelahan saya telah terhapus. Komunitas Muslim Ahmadiyah telah mendapatkan reputasi besar melalui layanan kemanusiaan mereka pada saat gempa bumi dan kami berharap masjid ini akan menyebabkan nama ini baik Jemaat Ahmadiyah meningkat.”

Profesor Universitas: “Masjid Ahmadiyah sangat penting untuk dibangun di Jepang. Ini adalah kebutuhan yang besar. Peran Jemaat Ahmadiyah dalam menyampaikan ajaran yang indah dari Islam di dunia sangat menonjol. Kami berharap bahwa melalui masjid ini Jama’at akan lebih baik dikenal. Kedamaian dan keamanan yang nyata akan tersebar di dunia. Jemaat di Jepang kecil tapi banyak tamu dari berbagai negara mengunjungi penerimaan/peresmian Masjid dan dengan demikian ada adegan kehidupan agung di acara tersebut. Ada banyak tamu yang jumlahnya sebanyak anggota lokal. Banyak orang dari banyak kebangsaan yang hadir. Jemaat di Jepang menyelesaikan tanggung jawab mereka dalam hal penerimaan tamu dengan cara yang sangat baik untuk para Ahmadi dari berbagai bangsa.

Pada Sabtu malam resepsi diadakan di luar masjid. Sejumlah 109 orang Jepang dan delapan tamu non-Ahmadi hadir. Tamu termasuk politisi, direktur pariwisata internasional, profesor dan anggota profesi lain dari masyarakat.

Pendeta: “Pemimpin komunitas Ahmadiyah datang pada saat yang tepat ketika kita mengalami kesedihan atas peristiwa di Perancis. Ketakutan kami atas Islam selama hari-hari ini telah dieliminasi dengan cara sederhana dan indah yang mana beliau telah menyatakan ajaran Islam.”

Pengacara: “Ini adalah hari terbaik dalam hidup saya. Semua yang Imam Ahmadiyah katakan berdasarkan kebenaran. Hal mana pada satu segi beliau telah menyebutkan perlunya perdamaian dan kelembutan maka bersamaan dengan itu beliau juga menyebutkan perlunya penyebaran keadilan yang sangat diperlukan dan sangat baik untuk mendengar.”

Mahasiswa: “Rumah saya dan keluarga berhubungan dengan keyakinan Buddhisme. Rumah saya sendiri adalah sebuah kuil. Saya punya minat yang besar terhadap Islam, tetapi tidak pernah memiliki kesempatan untuk berbicara dengan orang Muslim. Saya telah membaca apapun yang saya bisa dalam bentuk buku, tetapi berpartisipasi dalam upacara pembukaan/peresmian Masjid ini dan dengan mendengarkan Imam Jemaat Ahmadiyah saya telah melihat gambaran yang benar tentang Islam dan sebuah bab baru dalam hidup saya telah saya buka.”

Seorang wanita mengatakan: “Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk undangan ini untuk berpartisipasi dalam suatu peristiwa besar. Ini adalah kegembiraan yang demikian besar bahwa sebuah masjid yang indah dibangun di kota ini. Saya seorang mahasiswa dan saya belajar berbagai agama yang berbeda. Setelah berpartisipasi dalam acara ini saya telah mengakui bahwa pemahaman kita tentang Islam sangat terbatas itulah sebabnya kami memiliki banyak kesalahpahaman. Pidato Imam Jemaat Ahmadiyah adalah kebutuhan jaman. Saya telah belajar banyak tentang Islam melalui pidato ini. Kami orang-orang Jepang tidak tahu banyak tentang Islam. Kami umumnya takut Islam tapi pidato hari ini memamerkan apa yang Islam ajarkan.

Dengan berpartisipasi dalam acara ini saya juga menemukan bahwa hanya dengan membaca buku-buku tentang Islam dan sejarahnya kita tidak akan bisa melihat wajah Islam yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena sebagian besar buku-buku yang mereka baca ditulis oleh orientalis Barat. Peristiwa dan acara yang semacam ini harus diatur untuk diselenggarakan di masa mendatang juga. Setelah pembangunan masjid ini saya percaya bahwa kesempatan tersebut akan muncul di masa depan. Saya bisa berjumpa dengan Imam Jemaat Ahmadiyah dan saya melihat di wajah mereka terlihat kecintaan dan perdamaian satu sama lain.”

Tamu lain di Jepang: “Dengan bergabung acara ini dan mendengarkan pidato Imam Jemaat Ahmadiyah saya bisa berpikir tentang perdamaian dunia. Saya dengan tulus berterima kasih karena telah diberikan kesempatan ini. Imam Jama’at Ahmadiyah berbicara tentang perdamaian dan membuat dunia sadar akan bahaya yang tersembunyi. Imam Jemaat Ahmadiyah juga menghapus ketakutan kita bahwa umat Islam ingin mengambil alih dunia. Saya akan mengatakan lagi dan lagi bahwa kita harus bergandengan tangan dengan mereka dan bekerja menuju perdamaian. Adalah tugas kita untuk belajar dan memahami lebih banyak tentang Islam.”

Seorang teman Jepang yang merupakan Guru mengatakan: “Saya dapat mengatakan kepada para siswa saya bahwa orang-orang Ahmadiyah ini selalu datang memberi bantuan di masa-masa sulit. [Dia telah mendengar pidato-pidato banyak tamu menceritakan tentang pekerjaan Jama’at di masa-masa bencana untuk melayani/mengkhidmati orang-orang Jepang. Dia mengatakan dia adalah guru di sebuah sekolah di dekatnya] Sekarang, setelah hari ini saya dapat mengatakan kepada anak-anak di sekolah saya bahwa orang-orang Ahmadiyah ini adalah orang-orang yang tidak berbahaya karena saya diberikan kesempatan untuk bertemu Imam Jemaat Ahmadiyah dan banyak orang yang telah datang dari berbagai negara. Imam Jemaat Ahmadiyah menyajikan ajaran Islam dengan cara yang sangat mudah. Semua yang dikatakannya mudah dipahami. Khalifah menjelaskan ajaran Islam yang benar dalam kata-kata sederhana.”

Tamu lain: “Dengan mendengar pidato Imam Jemaat Ahmadiyah, saya menyadari bahwa kami benar-benar perlu memahami dasar-dasar Islam. Jepang adalah sebuah pulau dan orang-orang Jepang yang terputus dari bangsa yang lain dan karena itu tidak menyadari/mengetahui ajaran-ajaran orang-orang yang lain. Inilah sebabnya mengapa mereka tidak tahu apa-apa tentang Islam selain apa yang mereka dengar dari berita yang terkait dengan terorisme. Saya berharap kedatangan Imam Jemaat Ahmadiyah dan pembangunan masjid ini akan menjadi sumber berubahnya pendapat tentang Islam.”

Teman Jepang lainnya mengatakan: “Saya tinggal dekat dengan masjid. Saya sangat senang untuk menghadiri acara ini dan untuk belajar tentang Islam. Saya ingin berulang kali menghadiri acara di masjid untuk belajar tentang Islam.”

Teman lain Jepang mengatakan: Saya tidak pernah berpartisipasi dalam sebuah acara jenis ini sebelumnya. Dengan berpartisipasi dalam penerimaan/acara peresmian hari ini dan mendengarkan Khalifa dari Jemaat Ahmadiyah untuk pertama kalinya saya menyadari apa tujuan pembangunan masjid.”

Dokter Jepang bidang Bedah Ortopedi yang bertemu saya dan telah bekerja sama dengan kita untuk tiga tahun terakhir dalam pekerjaan kemanusiaan dengan kita meskipun faktanya dia bukan Ahmadi, mengatakan: “Orang-orang yang mengikuti agama-agama lain seperti Shinto, Buddha dll seharusnya tidak memiliki kesulitan dalam menerima Islam yang disampaikan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah.”

Teman Jepang lainnya mengatakan: “Islam berarti perdamaian dan saling memberi keamanan. Kata-kata Imam Jemaat Ahmadiyah telah meninggalkan bekas yang mendalam di hati saya.”

Seorang Mahasiswa pertukaran pelajar dari Brasil mengatakan: “Itu pidato yang sangat menarik. Saya tidak pernah menyaksikan acara Muslim semacam ini di Brasil. Setelah mendengarkan pembicaraan dari Khalifatul Masih saya telah belajar banyak tentang Islam. Saya menjadi sangat emosional/terharu saat mendengarkan pidatonya. Tidak ada keraguan bahwa kata-katanya dapat mengubah hati. Beliau telah mengatakan kepada kami bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan. Hal ini jelas dengan mendengarkan beliau bahwa media telah melukiskan gambaran yang tidak benar tentang Islam.”

Seorang perempuan Jepang yang menjadi Tamu: “Saya rasa ini adalah hari yang telah mengubah hidup saya. Imam Jama’at Ahmadiyah telah mengubah persepsi saya tentang Islam dan Muslim seluruhnya. Dia mengatakan bahwa ini bukan era Jihad dengan pedang. Ini adalah era Jihad dengan cinta kasih. Pembicaraan Imam Jemaat Ahmadiyah telah membuat dampak dan kesan yang mendalam pada saya. Saya akan mengatakan bahwa semua orang harus datang ke sini dan melihat masjid ini dan belajar tentang Islam dari Ahmadiyah.”

Tamu wanita Jepang lainnya: “Saya menghadiri resepsi sebelumnya. Saya berpartisipasi dalam acara juga tapi masih tersisa banyak pertanyaan. Tapi hari ini Imam Jemaat Ahmadiyah menjawab semua pertanyaan saya. Sekarang tidak ada rasa takut terhadap Islam yang tersisa di hati saya. Hari ini saya juga telah belajar bahwa Islam bukanlah bahaya bagi dunia tetapi bahwa sebenarnya Islam dapat menyatukan kita semua.

Seorang wanita Jepang dan guru Sekolah berkata: “Saya telah bertemu dengan Khalifa sebelum saya mendengarkan pidatonya. [di resepsi sebelumnya dia datang dengan banyak murid-muridnya yang berumur antara 15 sampai 18 ditambah empat atau lima guru] Khalifa menjawab semua pertanyaan saya dalam mulaqat dan melalui pidatonya. Saya sekarang memiliki iman yang teguh bahwa Islam adalah agama damai. Saya telah datang ke sini dengan beberapa siswa saya. Siswa-siswa ini sebelumnya takut terhadap Islam tapi setelah mendengarkan pidato Imam Jemaat Ahmadiyah dan dengan berbicara dengan beliau mereka telah berubah pandangan mereka. Bahkan mereka sangat kagum setelah mendengar pidato ini dan mulai merasa sangat aman di masjid. Saya ingin hubungan antara Ahmadiyah dan Jepang ini terus meningkat.”

Dia disertai oleh seorang mahasiswa Jepang. Siswa itu mengatakan, “Pidato ini adalah pesan perdamaian. Saya pikir sekarang melalui masjid ini jurang yang ada antara orang-orang Muslim dan orang-orang selainnya akan dihapus dan Islam akan mulai menyebar di Jepang.”

Dengan karunia Allah banyak orang mendengar tentang Islam Ahmadiyah dalam skala besar melalui media juga. Saya diwawancarai oleh 4 saluran berita. Tiga dilakukan di masjid, 1 di Tokyo. Salah satu saluran tv dari Jepang tengah mewawancarai saya dan mereka memiliki jangkauan 10 juta. Kantor berita lain juga meliput acara kita. Ada sebuah wawancara dengan surat kabar agama yang memiliki jangkauan lebih dari 300.000. Ini adalah satu-satunya koran agama di Jepang. Ini adalah kabar mingguan. Wawancara ini akan diterbitkan minggu ini dan kemungkinan telah dicetak sekarang.

Di Tokyo, wartawan mewawancarai saya juga. Dia juga mengatakan bahwa ia akan mencetak wawancara minggu ini dan surat kabar ini memiliki sirkulasi lebih dari 8 juta.

Lima saluran tv dan perwakilan dari berbagai surat kabar meliput acara resepsi/peresmian. Salah satu stasiun tv meliput acara tersebut dengan mengatakan bahwa masjid terbesar dari Jepang telah diresmikan hari ini. Saluran tv memberi 6 menit untuk liputan acara tersebut. Pemirsa mereka berjumlah lebih dari 12 juta. Dalam liputan dinyatakan bahwa Imam Jemaat Ahmadiyah yang tiba di sini dari London mengatakan bahwa mereka yang terlibat dalam terorisme tidak memiliki hubungan dengan Islam dan bahwa masjid adalah tempat ibadah bagi umat Islam dan juga sebuah mercusuar perdamaian untuk semua orang. Dia mengutuk serangan teror di Paris sekaligus. Saluran tv ini juga telah melakukan wawancara saya dan telah menunjukkan pilihan dari wawancara tersebut juga.

Channel tv lain dengan pemirsa lebih dari 12,5 juta: mereka menyiarkan berita 5 kali dalam sehari dan mengatakan bahwa masjid terbesar Jepang telah diresmikan hari ini di kota Tsushima. Peresmian telah dilakukan setelah serangan teror di Paris. Imam Jemaat Ahmadiyah datang ke sini untuk tujuan ini dari kantor pusat di London. Selama liputan mereka menunjukkan adegan khotbah Jumat dan acara peresmian.

TBS Channel juga meliput berita. Ini adalah saluran tv populer dan juga memiliki pemirsa lebih dari 10 juta. Mereka mengatakan bahwa hanya satu minggu telah berlalu sejak serangan Paris dan peresmian masjid terbesar di Jepang telah terjadi hari ini. Mereka juga mengatakan bahwa masyarakat Jemaat yang telah membangun masjid ini dan Khalifa mereka menyatakan serangan di Paris tidak Islami dan tidak manusiawi. Mereka juga menunjukkan adegan dari pelantikan dan juga foto Hadhrat Masih Mau’ud as. Berita ini juga disiarkan tiga kali dalam sehari.

Saluran berita lain dengan penonton lebih dari 10 juta mengatakan bahwa masjid telah diresmikan setelah peristiwa di Paris ketika citra negatif Islam telah menjadi lebih kuat. Masjid ini telah dibuat oleh Komunitas Ahmadiyah dan merupakan masjid terbesar di Jepang. Imam Jemaat Ahmadiyah telah menyatakan serangan di Paris sebagai un-islamic (tidak islami) dan mengatakan bahwa masjid ini menolak semua kekerasan dan bahwa masjid ini akan menjadi pelopor perdamaian dan siapa pun bebas untuk memasuki masjid tersebut. Mereka juga menunjukkan adegan peresmian, khotbah Jumat dan tayangan kesan dari berbagai orang. Berita ini juga ditunjukkan di sore dan malam hari dalam siaran berita.

Nagoya tv yang memiliki penonton lebih dari 12,5 juta mengumumkan bahwa masjid terbesar dibangun dan diresmikan di kota Tsushima, Jepang. Mereka yang berpartisipasi mengatakan bahwa sementara hati mereka senang pada pembangunan masjid ini mereka sedih karena merasa kehilangan atas nyawa-nyawa tak berdosa di Paris. Doa-doa dipanjatkan di acara tersebut bagi perdamaian dan keamanan dunia. Mereka juga menunjukkan adegan peresmian dan berita ditunjukkan dua kali selama hari.

Melalui surat kabar cakupan berita juga menjadi luas dengan karunia Allah Ta’ala. Sebuah surat kabar dengan sirkulasi 11,2 juta dan merupakan harian dan dikatakan sebagai surat kabar terbesar yang dijual di dunia mengatakan dalam headline-nya (halaman depannya) bahwa ajaran sejati Islam dapat dilihat dalam masjid baru ini. Laporan tersebut menyatakan bahwa masjid ini telah dibangun oleh 200 anggota Komunitas Ahmadiyah dan bahwa sekitar 500 orang hadir dari berbagai belahan dunia dan bahwa selama khotbah Jumat ketua/khalifah Komunitas Muslim Ahmadiyah di seluruh dunia mengatakan bahwa serangan Paris adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan terang-terangan mengutuk pelaku kekerasan ini. Dan beliau/khalifah mengarahkan para anggota komunitasnya untuk mengambil tanggung jawab menyampaikan pesan Islam yang sebenarnya kepada orang-orang Jepang. Doa juga dipanjatkan untuk para korban serangan Paris. Berbagai situs internet meliput berita ini juga. Koran-koran memuat upaya kemanusiaan kita sehubungan dengan gempa bumi dan banjir [pengkhidmatan Jemaat di Jepang]. Kantor berita lain dengan jangkauan yang luas memuat peresmian masjid kami. Pembaca dari semua situs-situs tersebut lebih besar dari 15 juta.

Koran lain, sehari-hari, dengan sirkulasi lebih dari 8 juta menerbitkan berita, “keyakinan kami adalah untuk mempromosikan harmoni.” Kemudian menulis, “Pusat pendidikan dan pelatihan Jemaat Ahmadiyah, masjid mereka, telah dibangun di kota Tsushima, Jepang. Masjid ini memiliki empat menara dan satu kubah dan merupakan masjid terbesar di Jepang dan memuat 500 orang yang dapat menjalankan doa-doa mereka di dalamnya secara bersamaan. Lantai dua masjid memiliki kantor dll pintu ini masjid harus terbuka untuk semua orang tanpa memandang agama atau kebangsaan. Ini adalah Jama’at yang ajaran-ajarannya didasarkan pada ketenangan dan cinta untuk semua orang dan mereka aktif dalam melayani umat manusia dan melakukannya saat gempa bumi yang terjadi di Jepang.”

Berita ini juga disebarkan oleh berbagai situs lain dan total jumlah yang melihat itu lebih besar dari 7,5 juta. Kemudian ada sebuah kantor berita yang menyediakan berita ke berbagai saluran berita sejumlah 75 buah dan mencapai sekitar 6,5 juta orang. Judul yang mereka berikan dalam berita itu mengatakan, “Ini adalah masjid terbesar di Jepang dan yang mereka inginkan perdamaian dan menjalankan doa-doa.” Kemudian penulis mengatakan, “Komunitas Islam yang tengah berkembang meresmikan masjid di kota Tsushima. Menurut Jama’at, 500 orang dapat salat di masjid ini dan dengan demikian itu adalah masjid terbesar di Jepang. Imam komunitas Ahmadiyah yang telah tiba di sini dari Inggris mengutuk serangan di Paris dan mengatakan bahwa itu adalah tindakan paling keji dan tidak manusiawi yang akan menarik ketidaksenangan Allah Ta’ala. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kita tidak perlu pedang untuk memajukan ajaran Islam yang benar, apa yang perlu kita lakukan adalah untuk mereformasi kecenderungan jahat dalam setiap dari kita. Imam Jemaat Ahmadiyah mengutuk terorisme dengan cara yang efektif.”

Surat kabar lain: “Masjid terbesar dari Jepang diresmikan oleh pemimpin komunitas Ahmadiyah. Pemimpin Jemaat Ahmadiyah tiba di sini untuk melakukan ini dan mengutuk terorisme dan mengatakan bahwa penyebaran Islam dengan kekerasan adalah gagasan yang salah. Menumpahkan darah tak berdosa dan menyebabkan teror menarik murka dan ketidaksenangan Allah.”

Melalui semua saluran tv, surat kabar dan internet tersebut, secara total pesan Islam Ahmadiyah melalui peliputan dan pemberitaan peresmian masjid di Jepang mencapai lebih dari 52 juta orang. Ini adalah gerakan pertolongan dan bantuan Allah yang kita disaksikan dengan pembangunan masjid dan menyampaikan kepada dunia ajaran Islam Ahmadiyah.

Di sisi lain, Mullah yang berlebihan dalam permusuhan mereka dan perihal ini juga Hadhrat Masih Mau’ud as mengatakan: “Saya memiliki iman yang teguh bahwa bahkan andai sebuah buku tentang Islam diterbitkan dan dikirim oleh saya ke Jepang, Ulama akan mencapai Jepang guna menentang saya tapi apa-apa yang terjadi hanyalah yang merupakan kehendak Allah Dia izinkan terjadi.”

Seorang ulama Pakistan menentang saya (Hudhur atba) di Jepang pada 2013 dan mengatakan, “Ini adalah misi ayah saya bahwa tidak peduli di mana pun orang Qadiani pergi untuk memberitakan ajaran mereka, kami akan pergi untuk menentang karena itulah misi kami.” Ulama ini telah mengatakan bahwa selama perjalanannya pada 2013 yang lalu ia melihat para Ahmadi yang ni begitu tulus dalam keterikatan mereka dengan Jama’at bahwa mereka mengorbankan hidup mereka, kehormatan dan waktu demi Jemaat. Dan kemudian dia mengatakan tentang saya (Hudhur V atba), “Karena perjalanannya dan karena kegiatan Jemaat Ahmadiyah aku akan datang ke Jepang setiap tahun dan akan melakukan segala kemungkinan tenaga untuk menyelesaikan misi Khatm-e-nubuwat ayah saya.” Jadi ini adalah upaya mereka. Semoga Allah menangkis semua rencana jahat musuh dan kembali pada mereka. Berita-berita yang beredar [di kalangan mereka] hari ini adalah bukan tentang peristiwa-peristiwa saat ini melainkan tentang kunjungan mereka tahun 2013 ketika mereka mengatakan bahwa mereka akan meminta pemerintah Jepang bahwa karena Jemaat Ahmadiyah adalah organisasi non-Muslim sehingga harus dilarang di Jepang. Ini adalah persangkaan dari kebijaksanaan mereka.

Ini semua deskripsi dari peristiwa di Nagoya. Di Tokyo juga ada kegiatan dan berbagai pejabat sejumlah 63 orang menghadiri resepsi kita. Dalam acara ini Imam/Ketua para pendeta agama Buddhisme berpartisipasi. Juga Rektor dari sebuah Universitas, seorang penyair dan banyak pejabat lainnya dari seluruh lapisan masyarakat.

Rektor Universitas mengatakan, “Saya terus berpikir apa yang akan Anda sampaikan kepada kami, tetapi Anda telah memberitahu kami tentang berbagai hal dari masa lalu dan masa depan dalam 20 menit. Anda telah berbicara atas dasar kebenaran dan fakta-fakta. Anda telah menasehati kami perihal kerugian dari kemungkinan adanya perang. Anda memperingatkan kita mengenai perang di masa depan. Dalam waktu singkat, Anda telah menjelaskan ajaran Islam yang benar.”

Dia mengatakan berkenaan dengan pidato saya bahwa pesan ini harus tersebar di seluruh Jepang dalam bahasa Inggris dan Jepang.

Kepala Reporter sebuah Surat Kabar mengatakan: “Jika Ahmadiyah tidak datang di depan kami melalui layanan mereka untuk kemanusiaan, kami akan kehilangan melihat wajah ini indah Islam. Kemudian seorang teman dari Jama’at Ahmadiyah mengatakan bahwa pidato dari Khalifah ini telah membuka mata kita dan telah membuat kami menyadari hal-hal yang kita tidak pernah bahkan berpikir tentangnya. Hidup dalam damai dan keamanan kita tidak bisa bahkan membayangkan semua bahaya yang telah Anda singgung dan bagaimana perang yang bisa menghancurkan dan bagaimana serangan atom demikian menakutkan – kita belajar semua hal ini hari ini.”

Selanjutnya seorang lainnya mengatakan, “Pidato Hazrat Khalifatul Masih II (ra) dulu yang mengutuk serangan atom terhadap Jepang adalah hal yang luar biasa. Hal ini membuat jelas pendirian Jemaat Ahmadiyah tentang perdamaian sangat jelas. Referensi yang disebut adalah pidato yang Hazrat Khalifatul Masih II (ra) telah berikan pada akhir PD II yang saya kutip dari sana dan menceritakan bahwa beliau ra (Hudhur II ra) telah mengatakan, “Hal ini adalah kewajiban agama dan moral kita untuk menyatakan kepada dunia bahwa kita tidak mempertimbangkan/menganggap jenis penumpahan darah yang demikian ini menjadi hal yang halal seperti yang dilakukan dengan menjatuhkan bom atom di Jepang terlepas dari apakah pemerintah suka atau tidak suka pernyataan kita ini.”

Seorang kepala pendeta Buddha mengatakan, “Saya seorang Buddhis tapi setelah mendengarkan laporan dari Imam Jemaat Ahmadiyah mata saya telah meneteskan air mata.” Kemudian setelah pertemuan dengan saya (Hudhur V atba) dia berdoa dengan kita dan terus duduk di sana di aula sembari menangis. Dia telah bertemu saya pada 2013 juga dan dia diberitahu oleh seorang teman kemudian bahwa hendaknya ia berdoa kepada Allah supaya Dia menunjukkan keberadaan-Nya kepadanya. Dia telah menanggapi dengan mengatakan, “Saya bahkan tidak percaya pada Tuhan jadi buat apa harus berdoa kepada-Nya.” Tapi hari ini pendeta Buddha yang sama ini ketika ia bertemu saya lagi tahun ini dia berdoa dengan kita dan tinggal di sana seraya menangis.

Seorang teman Jepang mengatakan, “Saya telah belajar hari ini bahwa orang-orang yang mengaitkan Islam dengan Daesh yang sama sekali salah. Khalifa dari Jama’at telah memberi kita pesan perdamaian hari ini. Dunia bergerak hari ini terhadap kebutuhan damai dan saya setuju dengan pernyataan dari Imam Jemaat Ahmadiyah bahwa kita perlu mengembangkan perubahan. Gerakan berupa mengebom ke tempat-tempat yang sedang dibangun merupakan hal yang tanpa dasar dan tidak ada artinya selain cara untuk mengambil nyawa orang-orang tak berdosa.

Kemudian seorang wanita Jepang mengatakan, “Saya pikir Islam adalah agama yang sangat berbahaya tapi hari ini, setelah mendengarkan pidato Imam Jemaat Ahmadiyah Saya telah menyadari hal yang paling mengejutkan bagi saya bahwa dalam kenyataannya Islam adalah agama yang paling damai. Ketika Imam Jemaat Ahmadiyah membuat menyebutkan peringatan 70 tahun jatuhnya bom atom di Jepang, menjadi jelas bahwa Imam Jama’at sangat mengetahui peristiwa-peristiwa dunia. Dan cinta kasih yang sang Khalifa miliki bagi orang-orang adalah hal yang paling terpuji.”

Kemudian seorang teman Jepang mengatakan, “Hal yanag dibuktikan dengan pidato hari ini bahwa Islam-Ahmadiyah adalah agama perdamaian yang penuh kasih yang sangat kuat. Kebanyakan orang Jepang berpikir bahwa Islam adalah agama yang buruk tapi saya bersaksi bahwa Khalifah Anda adalah personifikasi dari kedamaian. Khalifa menyarankan bahwa kesalahan yang dilakukan 70 tahun yang lalu tidak boleh diulang dan semua yang dikatakannya berdasarkan kebenaran.”

Kemudian teman Jepang menyatakan keharuannya dengan cara ini, “Hari ini dengan mendengarkan pidato Imam Jemaat Ahmadiyah saya belajar bahwa betapa besar perbedaan yang ada antara ISIS dan Muslim sejati. Apapun ketakutan dan kekhawatiran yang ada sebelumnya di hatiku semua telah dihapus. Dan semua yang beliau katakan itu benar bahwa kita akan menuju perang dunia ketiga dan Khalifa menarik perhatian kita terhadap tanggung jawab kita yang harus kita lakukan segala kemungkinan untuk menghentikan perang ini.”

Wanita yang biasa mengatakan secara buruk perihal banyak orang yang bergabung dengan Islam tapi hari ini ia berkata, “Saya belajar bahwa Islam benar-benar kebalikan dari hal itu. Islam adalah agama yang mempromosikan perdamaian. Saya tidak terlalu tua dan jadi saya tidak tahu banyak tentang WW II (Perang Dunia II, 1939-1945) tetapi cara penuh kasih yang mana Imam Jemaat Ahmadiyah telah bicarakan tentang orang-orang Jepang saya ingin memuji beliau untuk itu.”

Kemudian seorang teman Jepang mengatakan, “Ada pesan yang besar bagi kita semua dalam pidato Imam Jemaat Ahmadiyah. Pesan itu adalah bahwa senjata era ini jauh lebih berbahaya dan mematikan dari sebelumnya. Apa yang Khalifa katakan bahwa ini bukan waktu untuk membuat marah satu terhadap yang lain tetapi untuk mempromosikan cinta kasih antara diri kita sendiri dan itu adalah waktu untuk membangun persatuan di antara kita sendiri. Khalifa telah secara khusus menarik perhatian kita, Jepang, terhadap tanggung jawab kita karena kita tahu jenis kerusakan apa yang perang bawakan. Khalifa mengatakan bahwa Jepang harus menjaga sejarah sebelum itu sendiri dan kemudian menjadi antara mereka yang paling utama untuk menghentikan dan mencegah setiap jenis malapetaka.”

Teman lain mengatakan, “Anda telah datang untuk mengundang orang-orang Jepang terhadap ajaran perdamaian. Biasanya kita tidak memiliki kesempatan untuk bertemu orang Muslim dan saya merasa bangga bahwa hari ini saya telah bertemu dengan pemimpin Muslim. Kita tidak tahu kapan perang akan terjadi dan saya biasa untuk berpikir bahwa itu pasti akan terjadi tapi sekarang saya berpikir bahwa kita dapat menghentikan perang ini terjadi, tetapi hal ini terjadi kita harus bertindak atas saran dari Khalifa. Saya mengatakan tanpa ragu-ragu bahwa ajaran Islam dengan cara yang Khalifa sajikan adalah hal yang lebih baik bagi rakyat negeri ini.”

Wartawan: “Ini adalah pesan perdamaian. Anda benar dan saya menghormati perasaan Anda terhadap Jepang. Apa yang Anda katakan memang kebutuhan jaman. Saya menghargai bahwa Anda merasa rasa sakit yang kami derita karena serangan atom. Banyak orang meriwayatkan perasaan mereka.”

Seorang teman Muslim Jepang mengatakan, “Saya seorang Muslim tapi saya belum mendengar sarjana Muslim menyebutkan ajaran tersebut. Saya sangat senang bahwa yang Khalifa bahas berasal dari Kitab Suci al-Quran. Khalifa menyebutkan semuanya dengan dasar Al-Qur’an. Saya tidak pernah berpikir perang dunia ketiga namun telah menyadari hal ini adalah bahaya yang relevan.”

CEO perusahaan mobil mengatakan: “Segala sesuatu yang Anda sebutkan relevan dengan kebutuhan kita untuk seluruh dunia.”

Di satu sisi orang-orang yang mendengar pesan kita mengatakan hal-hal ini bahwa Islam pada kenyataannya adalah agama damai dan di sisi lain beberapa politisi barat kita selalu mengatakan ada sedikit ekstremisme dalam ajaran Islam sehingga umat Islam cenderung kekerasan. Mereka tidak berpikir berapa persen Muslim mendukung ekstremis ini? Dengan mengatakan hal-hal demikian bahwa ajaran Islam mengandung ekstremisme, politisi, apakah mereka berasal dari Inggris atau dari beberapa tempat lain, mereka dengan demikian akan membuat bahkan orang Muslim yang damai menjadi menentang terhadap mereka. Dan kemudian akan ada perselisihan dan kerusuhan. Maka dari itu, Politisi Barat yang memegang pandangan bahwa Islam mengandung ajaran ekstrimis harus merenungkan dan berpikir dan tidak harus membuat pernyataan tanpa pertimbangan. Dan orang-orang Ahmadiyah yang memiliki kontak dengan para politisi seperti yang demikian seharusnya menasihati mereka dan membuat mereka mengerti bahwa saat ini kebutuhan untuk perdamaian dunia adalah bahwa kita harus berbicara dengan hikmah kebijaksanaan dan wawasan dan tidak membuat pernyataan yang menjadi penyebab kerusuhan menyebar di dunia. Semoga Allah memberi mereka kebijaksanaan juga.

Dengan karunia Allah Ta’ala, hasil yang sangat positif muncul dari peresmian masjid ini. Semoga Allah memberkati Jemaat Jepang dengan kemampuan untuk terus tumbuh dan berkembang pengenalan Jemaat yang lebih luas ini yang sebelumnya telah terjadi. Dan semoga mereka memenuhi harapan bangsa Jepang atas mereka. Semoga Allah memungkinkan Jama’at untuk menyebarkan pesan Islam Ahmadiyah secepat mungkin sesuai keinginan Hadhrat Masih Mau’ud as.

Seperti yang telah saya sebutkan, ulama penuh kebencian dan dendam terutama di Pakistan dan mereka pergi mengungkapkan di berbagai tempat sepanjang waktu. Mereka sangat iri ketika menyaksikan kesuksesan kita. Satu tindakan ekstrim kekerasan besar terjadi di Jehlum baru-baru ini. Sebuah pabrik chipboard milik orang Ahmadi dibakar. Mereka ingin supaya pemilik dan pekerja pabrik yang akan dibakar hidup-hidup. Tapi alhamdulillah mereka tidak dapat berhasil dalam tujuan jahat ini. Namun demikian kerugian finansial terjadi. Mereka pikir dengan melakukan hal-hal seperti itu dapat menghabisi Ahmadiyah atau menjauhkan orang-orang Ahmadiyah dari iman mereka. Tentang orang-orang demikian yang pergi menyalakan api pembakaran terhadap orang lain, Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa jika mereka tidak berniat bertobat, hukuman dari api neraka ditakdirkan bagi mereka.

Sejauh yang bersangkutan dengan Ahmadiyah, dalam keadaan sulit seperti itu iman para Ahmadi meningkat bukannya tidak berkurang. Itu terjadi pada tahun 1974 ketika orang-orang itu menyalakan api dan mencoba untuk menempatkan Ahmadiyah dalam ujian dan musibah tetapi mereka gagal sama sekali dalam tujuan mereka. Semua keinginan mereka tetap tak terpenuhi. Mereka yang ingin menempatkan mangkuk pengemis di tangan para Ahmadi kita lihat mereka-lah yang meminta sedekah. Ini telah menjadi cara Allah Ta’ala, memperlakukan anggota Jemaat Ahmadiyah. Percobaan ini tidak dapat mengguncang iman kita. Memang mereka memperkuat iman kita. Jika kerugian keuangan telah terjadi Allah akan menggantikan kerugiannya itu.

Pabrik chipboard (lembaran-lembaran papan kayu) ini milik Sahibzada Mirza Munir Ahmad Sahib, anak Hazrat Mirza Bashir Ahmad Sahib (ra) – dan kemudian setelah ia meninggal anak-anaknya menjadi pemilik. Saya senang dan berbahagia atas hal ini bahwa sebagaimana yang seharusnya menjadi ekspresi/pengungkapan seorang beriman, setelah terjadinya kerugian tersebut, ekspresi serupa yang dilakukan oleh sang pemilik pabrik. Dan dari lidah mereka yang terucapkan hanya ungkapan syukur kepada Allah. Allah Ta’ala, telah tetap melindungi semua pekerja Ahmadi dalam keamanan dan juga menjaga kehidupan dan kehormatan semua wanita dan anak-anak. Mirza Naseer Ahmad Tariq Sahib yang merupakan anak tertua dari Mirza Munir Ahmad Sahib dan menjalankan pabrik sedang berada di pabrik. Dan seorang anaknya yang juga bekerja di pabrik. Sang anak sudah berangkat ke Lahore satu jam sebelumnya sehubungan dengan perawatan kesehatan istrinya dan jadi tidak ada ketika serangan itu terjadi. Tapi Mirza Naseer Ahmad Sahib dan istrinya tengah ada di pabrik. Ketika serangan itu dimulai mereka masuk ke rumahnya. Rumah mereka dibakar. Tapi Allah ingin menyelamatkan mereka dan Polisi tiba. Meskipun mereka para polisi tidak menghentikan massa. Para polisi menyelamatkan mereka dengan membawa mereka keluar melalui beberapa pintu belakang dll Kemudian mereka pergi dinding dan mencapai daerah terbuka di hutan di mana mereka terus berjalan sampai mereka menemukan angkutan umum dan kemudian akhirnya tiba di tempat yang aman.

Demikian pula banyak pekerja Ahmadi melarikan diri ke hutan dan bersembunyi di sana dan akhirnya ditemukan oleh para khuddam yang lalu membimbing mereka ke tempat aman. Seorang petugas keamanan salah satu pintu gerbang ditangkap dan dipenjara dan tuduhan yang sangat serius dinyatakan kepadanya. Semoga Allah membuat jalan untuk kebebasannya. Namanya Qamar Ahmad. Semoga Allah juga memberkati orang-orang yang berwenang menegakkan keadilan supaya mereka bertindak dengan keadilan. Demikian pula Mirza sahib Naseer ditempatkan di bawah tahanan rumah tapi kemudian dibebaskan setelah dibuat untuk memberikan jaminan bahwa dia akan datang ketika dimintai keterangan [oleh pihak berwenang] dll .. Dengan kata lain massa penyerang diberi kebebasan penuh tetapi mereka yang mengalami kerugian ini (yang diserang, Jemaat) malah diperlakukan sebagai kriminal/penjahat.

Mirza Naseer Ahmad Sahib juga adalah Amir Distrik Jhelum. Dari cara serangan yang berlangsung tampaknya bahwa ini direncanakan. Mereka pikir bahwa dengan menangkap Bapak Amir maka sisa anggota lainnya pasti akan lari dari Jemaat. Orang di dalam pabrik tidak menyadari apa yang terjadi sedemikian rupa sehingga bahkan sulit bagi mereka untuk menyelamatkan nyawa mereka dan melarikan diri. Massa telah berkumpul dalam jumlah ratusan bahkan mendekati ribuan, mengendalikan buldoser-buldoser dan telah membawa semua benda yang diperlukan untuk membuat pabrik terbakar dan mereka terus berkumpul sana untuk beberapa waktu tetapi polisi tidak datang. Polisi dan lembaga penegak hukum lainnya muncul hanya sangat terlambat, setelah api telah dinyalakan dan membakar. Dalam setiap kasus ini yang menguntungkan dari mereka bahwa mereka membantu menyelamatkan pemilik dan beberapa orang lain dan membawa mereka keluar ke tempat yang aman.

Saya telah menerima surat dari sang istri, menantu Mirza Naseer Ahmad Sahib, yang biasa tinggal di pabrik, bahwa ketika ia pergi untuk mengunjungi istri Qamar Ahmad Sahib yang telah ditangkap dan didakwa dengan tuduhan menodai Al-Quran – sebuah tuduhan yang sangat serius – dia mengatakan bahwa ketika ia pergi menemuinya benar-benar kagum melihat bahwa dia tersenyum dan secara sempurna seakan tidak ada yang terjadi – padahal suaminya sebenarnya telah didakwa dengan tuduhan kejahatan yang sangat serius [di Pakistan hukuman atas tuduhan itu sangat berat]. Semoga Allah Ta’ala, meningkatkan kesabaran dan keberanian istri Qamar sahib dan memberikan musuh rasa hukuman atas kejahatan mereka. Ekspresi kesabaran dan kepuasan yang Mirza Naseer Sahib, istri dan anak-anak mereka telah nyatakan juga patut disebutkan. Saya perhatikan dalam keadaan seperti itu tidak ada kata-kata ketidakbersyukuran yang berasal dari mulut salah satu dari mereka. Tapi dari surat putri menantunya dan anak dan saya sendiri berbicara dengan Mirza Naseer Ahmad Sahib dan surat-surat yang saya terima dari orang-orang dekat dan tersayangnya jelas bahwa mereka semua sepenuhnya puas dengan takdir Allah. Semoga Allah mengganjar kebaikan atas mereka. Dengan keistimewaan berupa hubungan darah dengan Hadhrat Masih Mau’ud as itu adalah hal yang baik bahwa mereka menunjukkan teladan kesabaran dan keberanian tersebut. Kekayaan datang dan juga pergi, seperti yang telah saya katakan. Allah yang memberikan/menganugerahkan di masa sebelumnya akan memberikan lagi di masa mendatang dan bahkan dapat memberikan ukuran yang lebih besar dan memang akan melimpahkan dalam ukuran yang lebih besar. Semoga Allah juga membebaskan mereka semua dari tuduhan palsu yang dilontarkan terhadap mereka. Dan terutama, semoga Allah memberikan kebebasan untuk Qamar Sahib yang berwenang bidang keamanan di pintu gerbang dan yang sedang mengalami tuduhan kejahatan serius berupa penodaan Al-Qur’an sedangkan jika seseorang memiliki rasa hormat dan kehormatan terhadap Al-Qur’an itu adalah hanya orang Ahmadi yang tahu ini lebih dari orang lainnya.

Dalam setiap kasus satu hal baik yang telah terjadi dan kita mempunyainya pada waktu ini bahwa beberapa orang non-Ahmadiyah juga telah mengangkat suara mereka terhadap serangan ini. Salah satu program tv juga membahas ini di mana para politisi lokal juga berpartisipasi. Presenter berbicara menentang ini dan peserta dalam program ini mengatakan bahwa mereka akan pergi mencari pelakunya dan mencari keadilan.

Setelah membakar pabrik, massa menyerang dua Jamaat lokal dan menyerang masjid. Salah satu masjid telah disegel. Pertama masjid diserang oleh para maulvis (ulama). Kemudian mereka mengeluarkan sajadah dan menyalakan api dan membuat benda-benda terbakar, lalu mereka membersihkan masjid dan shalat di sana. Tapi kemudian polisi dan aparat penegak hukum mengambil alih masjid itu dari mereka dan menguncinya dan menyegel masjid. Jadi meskipun masjid tidak mereka kuasai/miliki tapi dua Jamaat lokal tersebut masih dalam bahaya yang cukup besar. Semoga Allah melindungi para Ahmadi di daerah tersebut.
Semoga Allah memungkinkan keadilan untuk menang di Pakistan. Semoga Allah juga menyediakan rezeki untuk para pekerja pabrik yang sekarang menganggur. Aameen!

Penerjemah: Dildaar Ahmad Dartono