Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

19 Maret 2004 di Taman Ahmad Akra, Ghana

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَءَامَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh tidak ada dosa dalam apa yang mereka makan dengan syarat mereka bertakwa serta beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka memperdalam ketakwaan mereka dan tambah mereka (mempertebal) iman mereka, kemudian mereka tambah /lebihwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.Al-Maidah 94

Saya telah memulai rangkaian khutbah-khutbah dalam kaitan sendi-sendi akhlak yang seyogianya setiap orang Ahmadi harus menaruh perhatikan serius ke arah itu. Dalam kaitan itu, hari ini saya telah memilih topik ihsan. Pada khutbah yang lalu saya telah memberitahukan mengenai adil. Sesuai dengan perintah Allah bahwa seorang mu’min setelah sampai pada suatu tahapan dia tidak akan terhenti, bahkan dia akan terus melangkah maju kedepan,karena itu tujuan kita bukanlah hanya untuk menegakkan keadilan bahkan melangkahkan kaki lebih dari itu. Seorang yang bersifat duniawi mengatakan bahwa jika standar tinggi keadilan dan kejujuran telah dapat ditegakkan maka apa lagi yang tersisa. Ini adalah merupakan mi’raj yang seyogianya manusia harus raih dan kapan ini menjadi tegak maka pada pandangan dunia lebih dari itu tidak ada yang dapat tegak pada kebaikan-kebaikan. Dalam kaitan ini kemarin dalam ceramah saya telah sampaikan bahwa tingkatkanlah standar dan norma keadilan itu sampai sedemikian rupa sehingga permusuhan suatu kaum jangan memaksakan kamu untuk tidak berlaku adil.

Singkat kata, berdiri tegak di satu tempat itulah merupakan standar yang tinggi. Tetapi pada pandangan orang yang sempurna imannya ini bukanlah standar yang tinggi bahkan lebih maju dari itu ada lagi sinar-sinar ajaran indah Allah swt. Kemudian langkah lebih maju lagi dari adil adalah langkah / martabat ihsan. Tetapi ingatlah kalian baru layak mengangkatkan kaki ke arah itu apabila di dalam diri kalian tercipta rasa takut pada Allah , pabila lahir kecintaan yang maksimal pada ummat manusia. Dan hal-hal ini baru akan tercipta apabila ada karunia Tuhan. Dan karunia Allah sesungguhnya ada pada orang yang menjadi kawan Tuhan. Dan mereka itulah yang menjadi kekasih Allah yang di dalam kalbunya terdapat kecintaan pada Allah.Setiap saat untuk menunaikan hak kawan dan hak orang-orang yang mencintai mereka mengamalkan perintah-perintah Allah. Dan dari antara perintah-perintah Allah berbuat ihsan juga merupakan perintah yang besar dan akhlak yang sangat mulia.

Kini di dalam ayat yang saya telah tilawatkan Allah telah memberitahukan satu pertanda besar orang yang beriman adalah dia seorang yang melakukan ihsan/ kebaikan dan Allah sangat mencintai orang yang berbuat kebaikan.Tetapi bersabda bahwa akhlak-akhlak untuk berbuat baik ini tidak begitu saja terbentuk.Tetapi untuk itu perlu menjalani kehidupan takwa, perlu murni menjadi milik Allah. Yakni perlu menjalani jenjang-jenjang ketakwaan yang setinggi-tingginya. Pada kesempatan ini saya tidak akan menguraikan secara rinci jenjang-jenjang itu. Singkatnya, dalam ayat ini Allah telah menyebutkan tiga tingkatan ketakwaan. Bersabda bahwa apabila kamu menjalani ketakwaan sampai pada batas itu maka kamu akan termasuk golongan orang yang melakukan kebaikan.

Ingatlah, bahwa setiap orang mu’min mempunyai keinginan untuk menjadi kekasih Allah,menjadi rekan Allah, Allah menjadi pelindung dan penjaganya. Allah menjauhkan mereka dari segenap kesulitan. Jadi apabila kalian menyampaikan standar/ mutu ketakwaan kalian sampai pada batas itu sehingga kalian menjadi orang yang melakukan ihsan, kemudian kalian menjadi kekasih Allah dan barangsiapa yang menjadi kekasih Allah maka tidak ada kekuatan dunia yang dapat mendatangkan kerugian padanya.

Kemudian di dalam Al-Quran di berbagai tempat Allah telah menerangkan berbagai bentuk kebaikan. Di suatu tempat Allah berfirman bahwa belanjakanlah di jalan Allah dan inipun corak untuk melakukan melakukan ihsan/kebaikan. Tetapi ini bukanlah berbuat baik pada Tuhan bahkan ini merupakan kebaikanmu terhadap dirimu sendiri sebah karena itu Allah akan melindungi kamu dari banyak bencana-bencana.

Kemudian Allah di satu tempat bersabda bahwa sebagaimana terkadang dengan kerabat kamu tampa adanya faedah secara pribadi kamu melakukan kebaikan seperti halnya kalian menolong anak istri,saudara laki dan perempuan atau kaum kerabat dan teman-teman dan itu kalian lakukan tampa adanya rasa egois,demikian pulalah kepada makhluk Allah yang lain pun kalian lakukanlah kebaikan terhadap mereka, perlakukanlah mereka dengan baik ,jadilah kalian berguna bagi mereka,apa yang kalian sukai untuk diri sendiri sukailah itu untuk mereka, dan Allah telah menganugerahkan kalian dengan suatu nikmat yakni Dia telah menganugerahi taufik pada kalian untuk beriman pada imam zaman ini ,Masih dan Mahdi. Berupayalah memperlihatkan cahaya ini seluas-luasnya kepada anak negeri ini yang akan merupakan kebaikan kalian pada mereka. Setiap orang yang berhati suci bawalah kepangkuan Islam yang hakiki.Maka inipun merupakan kebaikan kalian yang sangat besar pada mereka dan kalian akan terus menjadi kekasih-kekasih Allah,tetapi inipun seyogianya diingat bahwa setelah mengikut sertakan mereka dengan diri kalian hubungan ini jangan kalian tinggalkan tetapi harus menjalin ikatan dan kemunikasi pertalian yang kuat dengan mereka. Nah, dengan pemikiran ini setiap ahmadi seyogianya harus menyebarkan akhlak terbaik ihsan itu kepada dunia.

Kini berkenaan dengan itu saya akan menyampaikan beberapa hadis-hadis.Merupakan sebuah hadis panjang yang di dalamnya Hadhrat Jibril a.s datang di majlis Rasulullah saw menanyakan berkenaan dengan iman dll. Dan dari itu di dalamnya dia juga menanyakan berkenaan dengan ihsan. Bagian yang berkait dengan ihsan saya akan sampaikan. Pertanyaannya adalah beritahukanlah sedikit banyak berkenaan dengan ihsan/berbuat baik. Beliau saw bersabda bahwa ihsan adalah kamu jalankanlah ibadah pada Tuhan seolah-olah kamu melihat-Nya dan jika kamu tidak mendapatkan kedudukan ini maka sekurang-kurangnya seyogianya ada bayangan bahwa seolah-olah Allah melihat kamu dan jika kamu tidak mendapatkan kedudukan ini maka sekurang-kurangnya seyogianya pandangan dan perasaan ini harus ada bahwa Allah tengah melihat kamu. Bukhari kitabuliman

Jadi, orang-orang Ahmadi dalam pelaksanaan shalat-shalatnya seyogianya ketentuan-ketentuan ini senantiasa di hadapan mereka dan selalu menjadi pegangan, tatkala setiap orang ahmadi menjalankan salatnya seperti itu; dia tidak hanya melakukan shalat untuk menyingkirkan beban dari kepala mereka. Jadi, apabila dengan pemikiran ini shalat-shalat dilakukan bahwa dia sedang hadir di hadapan Tuhan, segenap perhatian tertuju pada-Nya, maka lihatlah bagaimana revolusi- revolusi itu akan terjadi.

            Berkenaan dengan ini Hadhrat Masih Mauud a.s :

“Kebaikan adalah ditegakkannya jalinan-jalinan suci dengan Allah. Dan kecintaan pada Zat-Nya merasuk pada segenap aliran darah. sebagaimana Allah swt berfirman (اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى ?)(Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa..Al-Maidah 8) Adil bersama Allah adalah mengingat nikmat-nikmat-Nya lalu itaat pada-Nya dan janganlah menyekutukan-Nya dengan siapapun dan kenalilah Dia. Dan jika ingin memperoleh kemajuan menuju pada-Nya maka itu dengan mencapai kedudukan ihsan dan itu adalah meyakini keberadaan wujud-Nya seolah-olah Dia melihatnya. Dan orang yang tidak memperlakukan kalian dengan baik,perlakukanlah mereka dengan baik. Dan jika kalian menghendaki perlakuan lebih baik dari itu maka itu adalah tingkat ihsan/kebaikan ,yakni kecintaan terhadap Tuhan jalanilah dengan kecintaan alami, jangan karena hasrat akan surga dan jangan karena takut akan neraka. bahkan andaikata dipastikan tidak ada surga atau neraka sekalipun maka dalam gejolak cinta dan keitaatannya tidak mengalami perubahan. Dan jika seperti itu kecintaan pada Tuhan, maka di dalamnya tercipta suatu daya tarik yang sempurna yang tidak ada kekuranga di dalamnya. Al-Badar jilid 2 :16-43 Novermber 1903 hal.335

Kemudian ada satu hadis saya terangkan, perhatikanlah di dalamnya apa yang Rasulullah saw harapkan dari kita, tingkat standar atau mutu akhlak dan budi luhur yang seberapa tinggi yang beliau ingin membawa kita kepadanya.

Hadhrat Huzaifah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa karena kamu meniru orang lain janganlah mengatakan bahwa orang-orang memperlakukan kita dengan baik maka kita pun akan memperlakukannya dengan baik dan jika mereka menganiaya kami maka kami pun akan melakukan kezaliman padanya,bahkan berilah tarbiat pada dirimu sedemikian rupa yang jika orang memperlakukan kalian dengan baik maka kalian akan memperlakukan mereka dengan baik dan jika mereka memperlakukan kamu dengan buruk maka kamu tidak akan berlaku aniaya terhadap mereka. Kitabul birri washishilah wal adab baabu maajaa a fil ihsaani wal ‘afwi

Perhatikanlah, sungguh merupakan pelajaran yang sedemikian cantik. Kemudian setiap orang dapat mengintrospeksi dirinya masing-masing.Rasa takut timbul dalam diri kita apakah kita berada pada standar ini,karena perintah adalah bahwa jika ada yang melakukan kebaikan yang sederhana saja padamu maka lakukanlah kebaikan pada mereka,kebaikan yang seseorang telah lakukan padamu maka kamu lakukanlah perlakuan baik yang beberapa kali lipat banyaknya. Dan tidak cukup sampai disana kamu harus lakukan bahkan bersabda bahwa jika ada yang melakukan keburukan pada kamu maka kamu janganlah melakukan kezaliman. Dan jika kamu tidak dapat memaafkan maka janganlah kamu menuntut balas sehinga kamu menjadi orang yang aniaya.

Kemudian Rasulullah saw juga membertahukan pada kita cara untuk melakukan kebaikan,berkaitan dengan itu ada sebuah riwayat. Hadhrat Usamah bin Zaid meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa kepada siapa dilakukan kebaikan dan dia mengatakan pada orang yang melakukan kebaikan جزاكم الله خيرا -jazakumullah khaira Semoga Allah menganugerahi kamu ganjaran yang terbaik maka dia telah mengucapkan terima kasih yang sebai-baiknya. Tirmidzi kitabulbirri wassilah bab fi tsanaaimbilma’ruf

Jadi hal ini seyogianya diingat bahwa tidaklah cukup hanya mengucapkan جزاكم الله -jazakulullah secara basa basi belaka kepada orang yang melakukan kebaikan bahkan ini merupakan sebuah doa yang seyogianya timbul dari hati sanubari sedemikian, sebab sesudah adanya ungkapan rasa terima kasih pada orang yang melakukan kebaikan baru akan dapat terbayar /terlunasi kebaikannya apabila ucapan terima kasih itu keluar dari lubuk hati sehingga sampai pada arasy Ilahi. Semoga Allah menganugerahi kepada kita doa-doa yang dari mana dapat tegak berdiri masyarakat yang suci bersih.

Kemudian Hadhrat Jabir r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa,” Ada tiga hal yang apabila itu didapatkan pada seseorang maka Allah akan membentangkan naungan kasih sayang-Nya di atasnya dan Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Pertama, mengasihi orang yang lemah,kedua, memperlakukan ibu bapak dengan kasih sayang, ketiga memperlakukan dengan baik pada para pembantu dan karyawan.

Kemudian Hadhrat Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersbda…..dari antara rumah- rumah terbaik adalah yang di dalamnya terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan baik dan ….rumah orang Islam yang terburuk adalah dimana terdapat anak yatim lalu diperlakukan dengan perlakuan buruk.Ibni Majah kitabuladab bab haqqulyatim

Kesan saya secara pribadi – semoga kesan ini benar adanya- bahwa di negara Ghana ini -pada umumnya- saudara-saudara perempuan dan saudara laki sendiri dirawat dipelihara dengan baik. Semoga Allah menjadikan sempurna doa-doa Rasulullah pada orang –orang mu’min yang memperlakukan anak-anak yatim dengan baik. Dan jangan ada rumah orang Ahmadi manapun yang karena tidak menunaikan hak itu rumah mereka termasuk dalam katagori rumah terburuk. Kiranya di seluruh dunia ini budi luhur perawatan terhadap anak-anak yatim dapat tegak di rumah-rumah tangga orang-orang ahmadi,jangan sampai terjadi setelah melakukan kebaikan mereka menjadi orang –orang yang mengharapkan imbalan jasa,bahkan mereka menjadi orang-orang yang mengamalkan pribahasa” lakukan kebaikan lalu buanglah di dalam sungai. Yakni, melupakan kebaikan yang pernah dilakukan seolah-olah tidak pernah melakukan kebaikan itu.

Kemudian terhadap orang-orang yang memperlakukan dengan baik terhadap anak-anak yatim Rasulullah saw memberikan lagi satu habar suka. Hadhrat Abu Umamah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa yang dengan kasih sayang mengusap-usapkan tangannya pada kepala anak laki dan perempuan yatim demi karena Allah semata maka diatas setiap rambut yang tangan kasihnya menerpa akan terhitung kebaikan baginya. Dan barangsiapa yang memperlakukan anak yatim laki dan perempuan dengan baik maka mereka akan seperti ini di dalam surga ( Beliau memperlihatkan sambil mempertemukan dua jari beliau ) Musnad Ahmad bin Hanbal jilid 5 :250Beirut

Jadi seorang yang bersama-sama di surga dengan Rasulullah saw apa lagi yang akan dia inginkan.

Kemudian berkenaan dengan sikap berbuat baik pada perempuan saya sedikit akan terangkan yang berupa sebuah kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s:

Pria dibandingkan dengan wanita dianugerahi potensi alami yang luar biasa. Itulah sebabnya dari sejak dunia diciptakan laki-laki senantiasa memerintah /berkuasa pada perempuan dan seberapa dianugerahi hadiah dari segi kekuatan-kekuatan sempurna, itu tidak dianugerahi pada potensi-potensi perempuan. Dan di dalam Al-Quran terdapat perintah bahwa jika seorang pria memberikan istrinya emas karena dermawan dan karena baiknya maka dalam kondisi ujian (saat perselisihan) agar jangan mengembalikannya. Dan dari itu jelas bahwa di dalam Islam betapa perempuan mendapat kedudukan mulia. Disatu sisi perempuan-perempuan /istri dinyatakan sebagai pelayan laki-laki dan untuk laki-laki di dalam Al-Quran terdapat perintah (? ) yakni perlakukanlah istri-istrimu dengan baik sedemikian rupa sehingga setiap orang yang berakal dapat mengetahui bahwa kamu memperlakukan istrimu dengan ihsan dan dengan sikap dermawan. Chasymai Makrifat Ruhani Hazain jilid 23 :288

Kemudian berkait dengan memandang dengan penuh penghargaan pada kebaikan kedua orang tua Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda:

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ini karena ibunya dengan susah payah mengandungnya di dalam perutnya, dan melahirkannya dengan susah payah . Dan kesulitan ini mulai dari mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan lamanya, sehingga apabila seorang anak yang saleh sampai pada umur kematangannya (dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ) maka ia berdo`a: “Ya Tuhanku ! tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai dan berilah taufik padaku untuk dapat melakukan amal baik yang Engkau menjadi redha karenannya. Chasymai Ma’rfat Ruhani Hazain jilid 23 : 209 Catatan kaki

Pertama, perhatikanlah keadilah dalam melakukan kebaikan,seorang yang telah berbuat baik padamu,lakukanlah kebaikan padanya. Kemudian derajat kedua adalah lakukanlah kebaikan padanya lebih dari itu. Inilah ihsan. Kendati derajat ihsan lebih tinggi dari adil dan ini merupakan kebaikan yang besar, tapi kadang-kadang orang yang melakukan kebaikan ingin pamer kebaikannya. Tetapi lebih dari semua itu ada satu derajat yakni manusia melakukan kebaikan dalam corak sebagaimana dia cinta pada dirinya sendiri yang mana di dalamnya sama sekali sedikitpun tidak ada unsur pamer di dalamnya sebagaimana seorang ibu merawat anak-anaknya yang mana dalam perawatannya tidak ada sama sekali keinginan untuk mendapatkan pahala dan ganjaran. Bahkan itu merupakan gejolak alami yang mana demi untuk anak-anaknya dia mengurbankan segenap kebahagiaan dan ketenteramannya.

Semoga Allah menganugerahkan taufik pada kita untuk dapat menjadi orang –orang yang memiliki akhlak luhur ihsan itu secara sempurna dan kita mengaplikasikan akhlak mulia ini dari kedalaman lubuk hati kita. Jangan sama sekali sampai pernah terjadi prilaku kita sedemikian rupa sehingga ada orang yang berani menunjuk pada orang ahmadi bahwa dia ini berakhlak buruk dan tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa terima kasih.

Saya menyampaikan khutbah hari ini dalam bahasa urdu disini karena undang-undang pemerintah Pakistan telah mengeluarkan pelarangan bagi khalifah untuk berbicara. Dan khalifah tidak berhak memberikan pendidikan ajaran Islam pada Jemaatnya. Atau dalam kata lain akibat undang-undang pemerintah Pakistan orang Ahmadi Pakistan telah diluputkan mendengarkan suara khalifahnya,tetapi orang-orang dunia itu apa yang mereka dapat ketahui bahwa tadbir Allah jauh lebih unggul dibandingkan dengan makar dan tipu daya mereka dan menurut mereka mereka telah membungkam mulut khalifah di satu negeri namun Allah dengan perantaraan MTA telah menyampaikan suara khalifah ke seluruh dunia. Dan khutbah ini juga dari sini tengah disiarkan ke seluruh dunia. Singkatnya ini juga jelas merupakan hak orang-orang Ahmadi Pakistan juga dan ini merupakan tuntutan rasa ungkapan terima kasih atas kebaikan para mujahid dari Pakistan yang telah melakukan pengorbanan menyampaikan misi Ahmadiyah Islam hakiki di belahan negeri ini. Jadi, sambil mengungkapkan rasa syukur kita harus mendoakan untuk para mujahid awwalin yang telah datang kemari di masa awal membawa misi Ahmadiyah kemari. Dan disana seyogianya juga kita berdoa untuk keturunan mereka dan untuk bangsa itu (Pakistan) supaya semoga Allah menjauhkannya dari segenap kejahatan para penentang dan merekapun dapat melihat era kebebaan dan seperti kalian mereka dapat menggelar Jalsah mereka seperti halnya kalian melakukannya disini.

Disini saya mengucapkan terima kasih pada pemerintah disini khususnya pada presiden atas perlakuan baik dan ungkapan cinta dan kasih sayang orang-orang. Dan saya menyampaikan جزاكم الله خيرا -jazakumullah khaira . Dan inilah doa yang paling besar.Dan lebih besar dari itu saya dengan rasa penuh antusias mendoakan untuk saudara-saudara ahmadi dan para wanita Ahmadi yang mana dengan mengamalkan ajaran Rasul mereka telah baiat di tangan imam zaman pada saat ini. Dan dengan khalifahnya hanya karena Allah semata mereka telah menegakkan standar keikhlasan kesetiaan dan kecintaan yang tinggi. Semoga Allah terus lebih meningkatkan standar iman,keikhlasan dan kesetiaan kalian. Semoga Allah menganugerahi kalian taufik untuk menyebarkan ajaran Islam yang hakiki di belahan dunia ini.

Insyaallah, hari ini sesudah hari Jumaah Jalsah ini akan usai. Semoga Allah menganugerahi taufik untuk menjadikan bagian dari kehidupan kalian apa kemajuan –kemajuan ruhani yang kalian telah raih dalam dua hari ini. Semoga Allah melindungi kalian dari segenap kesulitan dan kesusahan. Semoga Allah melindungi kalian hingga ke rumah masing-masing. Semoga Allah menjadi pelindung kalian di jalan dan dari kalian saya terus mendapatkan berita yang menggembirakan dan semoga perjalanan saya pun yang akan berlangsung di beberapa negara yang kurang lebih akan berlangsung sampai sebulan,dapat terlaksana dengan sebanyak-banyaknya dan dapat menyerap karunia –karunia, dukungan dan pertolongan Allah. Semoga Allah memperlihatkankan pada kita dsalam keadaan sempurna semua tahapan-tahapan kemajuan Jemaat. Amin.

(Khutbah ini diterjemahkan dalam bahasa setempat oleh Abdulwahab Adam, amir dan Rasuttabligh Ghana )

 Qamaruddin Syahid