Khotbah Jumat 

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

16 Mei 2003 di Baitussalam,Prancis 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ

Dan kamu melihat gunung-gunung  yang   kamu menyangka dalam kondisi   tetap pada tempatnya, padahal itu berjalan seperti  jalannya awan. Ini merupakan  karya  Allah yang membuat   kokoh segala  sesuatu; sesungguhnya Dia senantiasa  Mengetahui apa yang kamu kerjakan.An-Naml 88

          Hadhrat Muslih Mauud r.a. dalam menafsirkan ayat ini bersabda:Maksud  تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ– (berjalan seperti berjalannya awan ) bukanlah maksudnya bahwa gunung berjalan terpisah dan bumi  berjalan terpisah,bahkan maksudnya ialah  tatkala bumi berjalan maka bersama itupun   awan juga berjalan. Dan sebagaimana bumi terus menerus menyeret  awan-awan  bersamanya, serupa  itu pula gunung-gunung  juga dibawa bersamanya.

          Di dalam ayat secara zahir  disyarahkan pada berjalannya gunung-gunung  dan diterangkan akan  persamaannya dengan  awan-awan, tetapi secara batin/interen  diberitakan mengenai  kehancuran pemerintahan-pemerintahan besar dan dibertahukan bahwa  kepada kalian terlihat  pemerintahan-pemerinthan pada zaman kalian   sedemikian sangat kuat terlihat   sehingga  kalian menganggap  bahwa itu  tidak akan hancur  sampai ratusan tahun.Namun Tuhan untuk menzahirkan keagungan Islam itu sedemikian rupa  Dia akan menerbangkannya sehingga jejaknyapun tidak akan nampak. Oleh karena itu, dalam memberikan perumpamaan beliau membertahukan bahwa sebagaimana udara/angin menerbangkan awan-awan seperti itu  pula apabila dalam  dukungan terhadap Islam  angin mulai berhembus  maka pemerintahan-pemerintahan kufur dan kemusyrikan yang besar sedemikan rupa akan musnah  yang hingga jejak-jejakpun tidak akan nampak. Namun  ini semua bukanlah dengan upaya-upaya manusia,bahkan ini akan terjadi dengan tangan Tuhan dan  dari itu  kekuasaan dan karyanya akan tampil dengan jelas. Dan pada akhirnya berfirman  إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَRevolusi agung  ini bisa terjadi  apabila ummat Islam  menciptakan revolusi/perobahan di dalam diri mereka. Jika kalian tidak menciptakan perubahan dalam diri kalian dan pada pandangan Tuhan kalian menjadi orang-orang yang aniaya , maka apa perlunya Tuhan  dengan menghapuskan seorang yang zalim baru di tempatnya Dia mendudukkan  orang zalim yang lainn. Tuhan baru  akan menerbangkan gunung-gunung itu tatkala kalian menjadikan diri kalian menjadi contoh pengamalan hukum-hukum Islam dan kalian meraih martabat keredhaan Tuhan.

          Jadi, hari ini kita yang mengaku menjadi orang-orang  beriman kepada Hadhrat Masih Mauud a. di atas kita dibebankan tanggung jawab yang sangat berat bahwa kita  harus menciptakan perubahan revolusi di dalam diri kalian , jadikanlah rumah –rumah kalian seperti  surga dan di dalam lingkungan/masyaarakat kalian pun hendaknya tegakkanlah ketakwaan sedemikian rupa  sebagaimana Allah harapkan dari kita. Dan di dalam diri kita  jangan hndaknya  timbul  prilaku-perilaku yang dilakukan oleh kita sehingga habar suka ilahiah  itu  dijauhkan dari kita. Jadi, di pundak kita ini terdapat  tanggung jawab yang besar karenanya  pertajamlah/tekankanlah  pada  doa-doa karena dewasa ini tanggung jawab penjagaan Islam yang paling besar adalah terletak pada  pundak Jemaat Ahmadiyah.Kita tidak mempunyai  pemerintahan,tetapi dengan perantaraan doa-doa sebagaimana Muslih Mauud r.a. bersabda bahwa segenap tahapan-tahapan ini  akan bisa dilewati.

          Kini ada sejumlah ayat-ayat  Al-Quran yang lain juga  saya sajikan di hadapan kalian yang di dalamnya  disebutkan akan sifat       خَبِيرٌ-khabiyr-(Maha mengetahui)

يَابُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

 “Hai anakku yang kucintai, sesungguhnya jika ada sesuatu  seberat biji sawi, yang  berada terpendam dalam suatu batu cadas  atau di langit atau di dalam bumi  dimanapun itu berada , niscaya Allah akan mendatangkannya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

          Hadhrat khalifatul-Masih I r.a. dalam mengomentari ini   bersabda: Bahwa إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ-untuk menciptakan sesuatu benda perlu ilmu  sempurna mengenai benda itu.Tuhan itu adalah halus dan Maha Mengetahui. Berkenaan dengan ruh dan zat benda/bahan dasar  pengetahuan-Nya  adalah sempurna bahwa bagaimana itu bisa terbentuk.Kemudian Dia juga memiliki  kekuasaan. Jika Tuhan tidak menciptakan zarrah dan ruh, maka bagaimana  bisa dikatakan bahwa Dia mempunyai ilmu yang sempurna berkenaan dengan itu. Kemudian bersabda:  Allah mengetahui  hal tinggi dan yang rendah mengenai segala sesuatu. Dengan beriman pada ilmu Ilahi akan bisa terlahir kebaikan.Jika manusia yakin bahwa seorang besar yang tengah melihat saya, maka dia akan tertahan melakukan keburukan.Kemudian melakukan kejahatan  dihadapan   sesepuh-sesepuhnya,pimpinan-pimpinannya ,hakim-hakimnya akan tambah lebih tertahan melakukan keburukan. Demikian pula bagi yang memiliki iman bahwa Allah melihat segenap prilaku,amal dan gerakan-gerakan kita dan terhadap keinginan kita pun Dia Mahamengetahui maka orang seperti itu tidak akan pernah dekat dengan keburukan.

          Kemudian ada ayat وَاتَّبِعْ مَا يُوحَى إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا -Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Surah Ahzab ayat 2

Kemudian dalam surat Saba’ berfirman:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

 

Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Surah Saba’ ayat 1

Kini habar-habar yang akan zahir di masa yang akan datang, yang telah diterangkan  dalam  Al-Quran, beberapa bahasannya telah disebutkan, disini beberapa berita-berita kini saya akan sebutkan secara ringkas. Misalnya, pada zaman ini berita tentang  “berkumpulnya  orang-orang Yahudi yang  bercerai berai  di Palestina”. Allah juga  berfirman:

 وَقُلْنَا مِنْ بَعْدِهِ لِبَنِي إِسْرَائِيلَ اسْكُنُوا الْأَرْضَ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيفًا

Dan sesudahnya Kami berkata kepada Bani Israil: “Diamlah  negeri yang kami telah  janjikan, maka apabila akan datang janji akherat/yang akan datang, niscaya Kami akan mendatangkan/mengumpulkan kalian semua “.Baniisrail ayat 104

          Dalam menafsirkan itu Hadhrat Muslih Mauud r.a. bersabda: Yakni kini  فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ – kamu pergilah ke Kanaan. Tetapi setelah berlalu  suatu   waktu kamu   keluar dari sana. Kemudian Tuhan akan mengembalikan kamu, kemudian kalian akan melakukan pembangkangan dan kemudian azab yang kedua akan tiba , kemudian kamu akan tetap dalam pengasingan sehingga tiba saat kedatangn kaum yang  semisal kamu yang merupakan berita  kehancauaran kedua (yakni waktu kehancuran kaum yang semisal kamu itu tiba) maka pada waktu itu kalian  setelah  dikumpulkan dari berbagai negeri akan dikembalikan ke  tanah suci.

Oleh karena itu lihatlah, sesuai dengan berita Tuhan itu dari 1882, pada waktu  tahun  1903 orang-orang  Usmaniah Turki untuk pertama kali memberikan ijin kepada orang-orang Yahudi untuk tinggal menetap  di daerah Falestina. Maka dari Rusia orang-orang yahudi mulai menghuni tempat itu. Pada awal abad ke 20 jumlah orang Yahudi sangat sedikit, tetapi jumlah ini terus bertambah dan pada awal perang dunia pertama pada saat   pemerintahan Turki lemah,maka

kekuatan-kekuatan  Eropa yang berkepentingan mendirikan sejumlah konsulat-konsulat mereka dan kemudian berdirilah kota Yahudi,Telabib. Kemudian pemerintah Inggris dengan perantaraan  sebuah pengumuman/resolusi telah memberikan rancangan  perogram pendirian negara yahudi yang merdeka  Kemudian pada tahun 1917 hak ini pun diakui oleh ligenation/perserikatan bangsa-bangsa . Kemudian mereka mendukung sepenuhnya  mereka dalam menghuni  daerah-daerah  Palestina. Kemudian pada tahun 1947 dari seluruh dunia sedemikian banyak orang-orang Yahudi berkumpul yang mana kalian kini melihat bahwa semua negara-negara Islam tengah mereka jerumuskan dalam  azab yang aneh  dan jumlah ini hari demi hari terus bertambah dan ini sesuai dengan nubuatan Tuhan.

Kemudian berfirman:

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًاDan  pada  hari  Kami akan menjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi akan menzahirkan apa yang (terkandung) di dalamnya  dan Kami dalam azab ini akan mengumpulkan semuanya , dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka.Al-Kahfi 46

          Hadhrat Muslih Mauud bersabda: Di tempat ini disebutkan mengenai ‘orang-orang” bukan disebut mengenai  gunung-gunung  dan sungai-sungai dan diberitahukan bahwa semua nubuatan ini akan sempurna pada hari itu tatkala orang-orang besar akan keluar untuk berperang. Dan Engkau akan melihat bumi yakni seluruh penduduk bumi bahwa mereka akan bangkit untuk menghapi/berperang  melawan satu dengan yang lainnya. Dan sedemikian rupa peperangan aka dilakukan sehingga dari mereka satupun orang dewasa tidak ada yang akan selamat. Ke arah peristiwa  ini di dalam Injil pun juga ada isyarah.Di dalam Injil Hadhrat Masih berkata bahwa pada akhir zaman kaum akan berperang melawan kaum dan raja akan berperang melawan raja Maatius bab 24

          Beliau bersabda: Bisa jadi bahwa maksud   الْأَرْضَardh  ialah orang-orang kelas bawah /rendah dan maksud    الْجِبَالَ ialah orang-orang besar.yakni  pada waktu itu di satu pihak  جبال  adalah orang-orang besar dan di pihak lain جبال ialah para pendukung  diktators  dan dipihak lain adalah ارض-Ardh ialah orang-orang berhaluan  demokrat dan pemerintah akan mewakili rakyat dan diantara mereka akan terjadi perang.

           Kini kekuatan besar yang menganggap diri mereka sangat berbudaya, lihatlah inilah  gerakan-gerakan yang mereka lakukan.Dan sebelumnya terfikir bahwa blok itu telah habis, namun kini kembali dari  permulaan  blok terbentuk dan dunia terbagi-bagi dalam blok-blok dan hal ini kini  telah mulai, kini  peperangan itu  kapan akan terjadi Allah yang  lebih mengetahui. Semoga Allah menjaga kita dari itu.

Kemudian bersabda:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ(30)وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang terpadu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.Al-Anbiya 30

          Hadhrat Khalifatu-Masih IV رحمه الله تغالى rahimahullahu ta’aala-(semoga Allah Yang Maha luhur  mengasihaninya) .Dalam menafsirkan itu bersabda: Ayat ini sedemikian rupa membukakan rahasia –rahasia alam raya ini yang mana manusia pada zaman itu sama sekali tidak dapat terbayangkan. Bersabda: Seluruh Alam Raya ini dengan sedemikian teguh menyatu dalam bentuk bola yang mana tidak ada sesuatu yang bisa keluar dari itu, kemudian kami memecahkan itu dan secara tiba-tiba segenap alam raya keluar/terbentuk  dari itu dan  kemudian dengan perantaran air segala sesuatu yang hidup Dia ciptakan dan segera setelah air bersama gunung-gunung Dia sebutkan akan sistim turunnya air ini dan  kemudian Dia sebutkan bahwa bagaimana Dia menjaga langit dan bumi dan  penduduk bumi. Yang mana  Dia menyebutkan akan peredaran abadi langit dan bumi dan planet-pelanet  dan sebagaimana  bumi dan  langit tidak kekal seperti itu ini juga Dia ingatkan bahwa manusia pun bukanlah yang  kekal abadi.

          Kemudian berita   akan terjadinya peristiwa-peristiwa agung yang merupakan kesaksian-kesaksian sebagai tanda kiamat sebagaimana firmannya

: إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ(1)وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ(2)وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ(3)وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ(4

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang tidak bersinar/berjatuhan,  dan apabila gunung-gunung dijalankan dan apabila unta-unta yang hamil  sepuluh bulan  akan dilepaskan tampa diawasi (tidak diperdulikan),

Dalam menafiskan ini Hadhrat Khalifatul-Masih IV rh bersabda:

Al-Quran memberikan berita akan peristiwa-peristiwa agung yang akan terjadi di masa yang akan datang yang akan dinyatakan sebagai  saksi akan tidabanya hari Qiamat.Dan matahari itu akan dinyatakan sebagai saksi  tatkala dia ditutupi,yakni musuh-musuh zaman ini tidak akan membiarkan  cahaya Hadhrat Muhammad saw  sampai untuk kebaikan umamt manusia dan peropaganda kotor mereka di tengah-tengahnya akan menjadi penghalang . Dan tatkala nur para sahabah dicemari dari pihak lawan  dan sebagaimana  matahari sejumlah   bintang-bintang dapat berguna sampai batas tertentu,  begitu juga cahaya para sahabah  akan dihilangkan dari pandangan manusia. Itu  zaman akan terjadi  tatkala gunung-gunung besar akan dijalankan, yakni kapal-kapal laut yang seperti gunung-gunung juga dan kapal udara juga itu akan digunakan untuk perngngkut barang-barang  dan sebaliknya unta-unta betina  akan ditinggalkan /tidak berguna.

          Kini, sebuah ayat dimana disebutkan akan  kezaliman-kezaliman yang dilakukan terhadap orang-orang ahmadi  itu juga disebutkan:

 

قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ(4)النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ(5)إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ(6)وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ(7)وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit. Yakni orang-orang yang menyalakan api yang sangat  banyak bahan bakar kayu apinya, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka akan menjadi saksi apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orang mu’min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,

          Hadhrat Khalifatul-Masih IV dalam kaitan ini bersabda:

Di dalam ayat ini dinubuatkan akan kehancuran orang-orang  yang menyalakan api di lubang dan setelah mereka melempar orang-orang mu’min itu mereka menonton peristiwa/kejadian itu. Di dalam ayat terdapat nubuatan bahwa peristiwa ini juga  akan terjadi pada masa yang akan datang dan zaman itu adalah zaman “mau’ud -yang dijanjikan”. Jadi, jelas  pemenuhannya/penyempurnaannya adalah pada orang-orang ahmadi yang teraniaya yang diupayakan supaya mereka dibakar di rumah-rumah mereka dan kata   قُعُودٌqu’uwd memberitahukan bahwa orang –orang duduk melihat kejadian/tragedi itu dan tidak diambil tindakan terhadap  orang-orang yang zalim/aniaya.

          Jadi, nubuatan yang agung ini dalam corak ini telah sempurna  berberapa kali, yakni dibawah pengawalan /penjagaan polisi para penyerang berusaha membakar hidup-hidup orang-orang ahmadi dan  beberapa kali mereka sukses juga dalam makar mereka dan terkadang juga mereka gagal padahal selain dari itu tidak ada dosa mereka malainkan mereka beriman kepada wujud yang datang/dijanjikaan.Mereka ini merupakan pengikut  sejati yang dengan perantaraan pengorbanan-pengorbanan mereka mereka telah menjadi saksi akan kebenaran wujud yang dijanjikan. Dan juga orang-orang yang melakukan tindakan seperti itu sedikit pun tidak ada perasaan malu sama sekali ,bahkan setelah melakukan tindakan seperti ini dengan penuh bangga hal itu diterangkan bahwa kami telah memperlakukan ini kepada orang-orang ahmadi  dan ini yang kami telah lakukan kepada mereka dan ini bukanlah hal yang sebelumnya pernah ada dan hari ini itu tidak ada lagi atau pernah terjadi pada masa awal  Jemaat Ahmadiyah. Hari ini pun berita-berita seperti ini terus berdatangan dan kasus /hal ini terus berjalan seperti itu;dan kisah-kisah kezaliman ini hari inipun tertulis seperti itu.

Di Pakistan di sejumlah tempat terjadi perlakuan itu terhadap orang -orang Ahmdi  yang dari itu  bulu roma kita menjadi berdiri karenannya.Dan apabila ditanyakan apa salahnya maka tidak akan ada jawabannya. Nah, orang-orang duduk di mesjid mereka dan mereka mendengar ceramah imam mereka inilah dosa besar mereka,  karena gairat emosional  kami  terbakar dan puncak kezaliman ini itu semua tengah terjadi atas nama Tuhan. Kita hanya dapat mengatakan bahwa jika mereka sedikit  ada rasa takut terhadap Tuhan,maka hai orang-orang zalim  demi untuk Tuhan janganlah mengatas namakan  nama Tuhan. Tetapi,   mengatas namakan Tuhan baru disana diperbolehkan   dimana terdapat  ada rasa takut terhadap Tuhan  . Oleh karena itu inilah pengaduan kita di hadapan Tuhan,

          “Khuda wanda banda khuda ban geya he yehi teri qudrat dekhane ka din he“ Hamba Tuhan telah menjadi Tuhan, inilah hari Engkau memperlihatkan kekuasaan Engkau”.

          Nah, Rasulullah saw juga telah menerangkan  berbagai  kondisi dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dimasa yang akan datang di akhir zaman yang sampai pada kita lewat  perantaraan sahabah beliau. Di dalam itu sejumlah  riwayat sebagai contoh saya akan sajikan yang dengan agungnya kita telah saksikan itu sempurna dan tengah kita saksikan .

          Hadhrat Ali meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:  Tidak  lama lagi akan tiba zaman  dimana Islam akan  tinggal hanya nama,Al-Quran akan tinggal hanya tulisan,  mesjid-mesjid  orang-orang pada waktu akan nampak ramai,tetapi kosong dari petunjuk,ulama-ulama mereka merupakan makhluk yang terburuk yang tinggal dibawah   kolong langit, dari merekalah fitnah itu akan muncul dan kepada mereka itulah  itu akan kembali,yakni semua kerusakan-kerusakan  sumbernya ialah mereka dan inilah hari ini yang kita tengah saksikan.

          Kemudian bersabda yang diriwayatkan dari Hadhrat Huzaifah bin Yaman. Bahwa Islam akan sedemikian rupa akan redup sebagaimana tanda-tanda/gambar-gambar yang   tercetak  pada   kain  menjadi samar tidak jelas sehingga siapapun tidak akan mengetahui bahwa apa puasa, shalat itu apa, kurban itu apa dan  sedekah itu apa dan terhadap kitab Allah akan tiba  malam gelap  yang sedemikian rupa yang mana satu pun ayatnya tidak akan ada yang  akan tertinggal di bumi. Dan di bumi  akan terjadi pengelompokan pengelompokan  manusia sehingga seorang yang tua dan seorang yang perempuan tua akan mengatakan bahwa kami telah mendapatkan nenek moyang kami membaca kalimah لااله الاالله    –lailahaillalah,karena itu kamipun membaca kalimah ini,yakni pengamalan tidak akan ada yang tersisa.Yakni, secara zahir pengamalan akan tetap ada tetapi ruhnya tidak akan ada lagi.

          Kemudian berita mengenai ummat Islam mengikuti Yahudi dan Nasrani yang diriwayatkan dari Hadhrat Abu Saiid r.a.    bahwa Rasulullah saw bersabda: Wahai orang-orang Islam, kalian pasti akan megikuti perilaku ummat-ummat sebelum kalian seperti sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta,sehingga jika orang-orang itu masuk di lubang biawak maka kamupun pasti akan masuk di dalamnya. Kami bertanya wahai Rasul Allah, apa maksud orang-orang dahulu itu adalah  Yahudi dan Kristen ? Beliau bersbda: Siapa lagi.

          Ada sebuah riwayat bahwa Hadhrat Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa Baniisrail terbagi menjadi 71(72)  dari itu  70 golongan yang  hancur dan satu golongan yang selamat  dan tidak akan lama lagi ummat ku akan berpecah belah menjadi 72 golongan, kemudian 71 (72) golongan akan hancur dan satu golongan akan diselamatkan. Sahabah bertanya,siapakah yanga satu golongan itu ? Maka Rasulullah saw bersabda : Golongan itu akan merupakan sebuah Jemaat ,sebuah Jemaat.

          Kini sejumlah peristiwa-peristiwa yang Hadhrat Masih Mauud a.s. bertahukan diantaranya akan disajikan : Berkenaan dengan nubuatan Hadhrat Masih Mauud a.s. , Hadhrat Muslih Mauud r.a. bersabda: Tatkala kehidupan Qadian bagi  orang-orang ahmadi sedemikian rupa menyakitkan dimana  terjadi pelarangan untuk datang beribadah ke mesjid, di jalan ditancapkan paku-paku supaya orang-orang yang lewat  jatuh terpleset ,pada waktu itu  Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda, Saya dibertahukan bahwa kawasan ini akan sedemikian ramainya sehingga penduduk akan  sampai ke sungai Bias.

          Ada sebuah  ilham 1888 Hadhrat Masih Mauud a.s. dimana diberitahukan mengenai kelahiran Hadhrat Muslih Mauud r.a.  beliau bersabda: Anak pertama saya yang  hidup yang bernama  Mahmud sebelum dia lahir saya dibertahukan dalam kasyaf akan kelahirannya  dan saya mendapatkan namanya tertulis di tembok mesjid “Mahmud ‘ baru untuk mempublikasikan  nubutan itu saya menerbitkan sebuah selebaran dalam kertas-kertas hijo yang tanggal penerbitannya ialah tanggal 1-12-1888.

          Kemudian perincian selebihnya  ialah tatkala orang-orang Arya Qadian meminta sebuah tanda pada Hadhrat Masih Mauud a.s. maka   pada bulan Januari 1886 untuk meraih  tanda beliau di tempat  bertafakkur memohon pada Tuhan,maka setelah itu   turun ilham dalam kata-kata ini” Kasus/kesulitan kamu akan diselesaikan di Husyirpur’. Dalam mengikuti ilham ini Hadhrat Masaih melakukan perjalanan ke Husyiarpur dan disana beliau mulai melakukan khaluat /bertafakkur memohon pada Tuhan. Disana dalam masa   bertafakkur Allah memberikan habar suka akan seorang putra  agung yang penjelasannya beliau publikasikan lewat selebaran tanggal  20 Januari  1886 . Di dalam nubuatan ini   dimana kepada beliau diberitahukan akan kelahiran  anak  yang dijanjikan, berkenaan dengan itu penjelasan-penjelasan/hal-hal baru yang ditemukan mengenai ilham itu   selebihnya beliau siarkan tanggal 8 April 1886 setelah mendapatkan habar dari Tuhan.

 Bersabda: Seorang anak tidak lama lagi akan lahir yang tidak  dapat lebih  dari masa hamil. Dari itu jelas  bahwa kurang  lebih seorang anak  akan lahir atau pasti  di masa hamil  dekat ini;tetapi, tidak dizahirkan apakah yang kini akan lahir itu,itukah anak itu   atau akan lahir kapan saja pada waktu lain  dalam jangka waktu  9 tahun.

          Maka Basyir awwal sesuai  wahyu Ilahi telah lahir dan seorang anak laki tidak lama lagi akan lahir , itu lahir pada 7 Agustus 1887 sesuai Ilham itu. Dan nubuatan Ilham 20 Februari  yang disebutkan” Seorang anak yang cakep datang padamu sebagai tamu “ telah memenuhi berita samawi  itu dan  pada tahun 1988 dia  wafat dengan sedemikian cepat. Maka terhadap hal itu para penentang menjadi ribut/ ramai, namun”mauud– yang Allah telah membertahukan berkenaan dengan itu  atau dalam waktu  lain dalam jangka waktu  9 tahun itu akan lahir. Maka sesuai dengan ilham ilahi itu Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmu Ahmad Sahib  telah lahir pada tanggal 12 Januari 1889 dan sesuai dengan ilham Ilahi dia tumbuh dewasa,  kemudian  pada  tengah malam bulan Januari 1944, dengan perantaraan ru’ya yang agung Allah membertahukan kepada Hadhrat Khalifatul-Masih II  bahwa beliaulah “Mauud-yang dijanjikan” yang kepada Hadhrat Masih mauud  a.s. Allah telah janjikan.Masa kekhilafatan beliau,ilmu Al-Quran beliau, pengkhidmatan agama beliau,pengkhidmatan tehadap kemanusian beliau merupakan bukti hidup /nyata  bahwa beliaulah “Mauud-yang dijanjikan ” itu.

          Kemudian mengenai “unggulnya karangan “ kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. dibertahukan, yang berkenaan dengan itu terdapat dalam kata-kata Hadhrat Masih Mauud ialah: Pada suatu ketika seorang Hindu datang kepada saya di Qadian yang namanya saya tidak ingat dan berkata bahwa dia  ingin mengadakan Jalsah agama-agama. Tuan pun,katanya,  tulislah mengenai keindahan agama Tuan supaya  dibaca di Jalsah. Saya tidak menyanggupi tetapi  dengan penuh penekankan  dia berkata bahwa Tuan tulislah.  Karena saya mengetahui bahwa saya tidak bisa mengerjakan dengan kemampuan saya sendiri,bahkan di dalam diri saya tidak ada kekuatan. Saya tidak bisa berbicara tampa panggilan dari  Tuhan dan tidak dapat melihat sesuatu tampa Allah memperlihatkan kepada  saya. Oleh karena itu, saya berdoa di hadapan Tuhan supaya Dia memasukkan dalam kalbu saya topik yang dapat unggul di atas semua karangan . Setelah berdoa, saya melihat bahwa di dalam diri saya  ditiupkan suatu kekuatan,dan saya merasakan di dalam diri saya timbul suatu  kekuatan samawi dan rekan-rekan saya yang hadir pada waktu itu mengetahui bahwa saya tidak menyiapkan berkas-berkas /oret-oretan untuk karangan/artikel ini, apa yang saya tulis  hanya secara spontanitas, tampa persiapan. Dan sedemikian rupa cepat dan lancarnya  saya terus menulis sehingga timbul kesulitan bagi  yang mengkopi untuk  dapat mengkopinya  sedemikian . Tatkala saya telah selesai menulis karangan itu ,maka turun ilham dari Tuhan bahwa “ Karangan akan   unggul” .Ringkasnya  tatkala karangan /artikel itu dibacakan di dalam sidang seminar , maka waktu membacanya terjadi kondisi yang sangat memukaukan bagi  para pendengar  dan dari setiap penjuru terdenfgar suara pujian  sehingga dari mulut seorang Hindu Sahib yang menjadi pimpinan sidang  majlis  keluar pujian secara spontan  bahwa  “ karangan ini unggul dari semua karangan   yang ada “. Dan  Surat kabar “civilion Military Gazette lahore” yang merupakan sebuah surat kabar yang terbit dalam bahasa Inggris  di Lahor itupun menerbitkan dalam ikut memberikan  kesaksian bahwa “karangan ini unggul” . Dan mungkin kurang lebih 20 surat-surat kabar berbahasa Urdu yang turut mempublikasikan.

          Kemudian sebuah  kesaksian surat kabar berbahasa Inggris yang terbit di Punjab juga memberikan   kesaksiannya.

          Pada suatu kali Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda : Pada suatu ketika  karena penyakit gula yang kurang  lebih 20 tahun saya derita, yang mana berkenaan dengan penglihatan mata sangat dikhawatirkan karena dalam penyakit seperti ini sangat dikhawatirkan akan hilangnnya penglihatan.  Baru Tuhan dengan karunia dan kasih sayang-Nya Dia dengan dengan peantaraan wahyu-Nya  rmemberikan hiburan dan  ketenteraman kepada saya  dan wahyu itu ialah :نزلت الرحمة علىثلاث العين وعلى الاخريينnazalat-il-rahmatu ‘ala tsalaathin wa ‘ala-l- ukhrayaini, yakni telah dirturunkan rahmat pada tiga organ tubuh,  satu  pada  mata dan yang  dua pada yang lain dan itu tidak dijelaskan dan saya mengatakan dengan bersumpah atas nama Tuhan bahwa sebagaimana penglihatan saya pada umur lima belas dan dua puluh tahun demikian pula dalam umur ini yang kurang lebih telah sampai pada umur 70 tahun itulah penglihatan itu. Jadi inilah  rahmat yang dijanjikan dalam wahyu Ilahi.

          Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s. bersabda: Pada malam hari ini turun ilham pada jam dua ( 17 Agustus 1907) ان خبر رسول الله واقعinna khabra Rasulullah saw waaqiun yang dari itu diketahui bahwa nubuatan ini akan terjadi tidak lama lagi. Di dalam dua tiga bulan pasti ada saja tanda yang zahir. Yang dari itu dapat diketahui bahwa sudah dekat  hari berakhirnya dunia.Karena  tertera bahwa pada zaman akhir  akan zahir tanda-tanda baru dan sebagaimana benang tasbih  diputuskan maka biji-biji  tasbih   terus berjatuhan seperti itulah tanda demi tanda akan zahir. Dan ini merupakan hal yang aneh bahwa kini tidak ada  tahun yang berlalu kosong begitu saja,di dalam dua empat bulan pasti ada saja tanda yang zahir.Semua nabi telah mengimani hal ini bahwa pada akhir zaman dengan sedemikian  dahsyat tanda-tanda  akan turun yang mana  sebelumnya tidak pernah terjadi seperti itu. Malfuzat

          Kini, pada akhirnya ada sebuah kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s.saya akan saya bacakan dimana  Huzur bersabda: Apakah kalian menganggap bahwa kalian akan aman,atau dengan upaya-upaya pribadi   bisa menyelamatkan diri kalian,sama sekali tidak. Manusia dan  upaya-upaya/pekerjaan-pekerjaan  manusia pada hari itu akan berakhir/musnah. Hai  Eropa kalianpun tidak akan aman,dan hai Asia kalian pun tidak akan selamat  dan hai penduduk-penduduk kepulauan, tidak ada Tuhan palsu yang akan menolong kalian. Saya menyaksikan kota-kota runtuh dan  saya mendapatkan penduduk-penduduk negeri menjadi sunyi sepi. Tuhan  yang Esa  sudah dalam  jangka waktu yang panjang tetap diam, di hadapan-Nya dilakukan amal-amal yang  tidak disukai, namun Dia tetap diam;tetapi kini dengan wibawa -Nya Dia akan menampakkan wajah-Nya;tetapi kini dengan wibawa-Nya Dia akan menampakkan wajah-Nya. Bagi yang telinganya bersedia   mendengar  dengarlah, sebab   waktu itu  tidak jauh.

Qamaruddin_Syahid