Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

12 Juli 2002

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati rumah ini/Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka dalam kondisi kesulitan /memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Berhubung karena kini merupakan Jalsah Salanah yang 30 Jemaah Ahmadiyah UK,sesuai dengan ini, hari ini, dalam khutbah, akan disampaikan beberapa perkara.

Hadhrat Syuraih r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akherat maka penting baginya menghormati tamu Sehari semalam pengkhidmatan akan dihitung sebagai hadiahnya, sementara tiga hari adalah pelayanan terhadap tamu. Pengkhidmatan setelah itu merupakan sedekah. Dan tidaklah tepat bagi tamu itu tinggal di rumahnya lebih dari tiga hari sehingga menyakitkannya.

Hadhrat Uqbah bin Amr r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: لاخيرفي من لا يضيف--laa khaera fiy man la yudhayyifu-Barangsiapa yang tidak melayani/menerima tamu maka di dalamnya tidak ada kebaikan dan keberkatan.

Diriwayatkan dari Hadhrat Ali r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Surga memiliki kamar tinggi/balkon yang mana orang yang di dalam bisa melihat bagian yang ada di luar dan orang yang di luar bisa melihat bagian yang ada di dalam. Maka seorang Badui bertanya sambil berdiri, ya Rasulullah saw, ini untuk siapa ? Rasulullah saw bersabda: Mereka yang berbicara sopan,memberikan makan dan demi untuk Tuhan dia melakukan shalat dalam kondisi orang-orang sedang tidur.

Abu Zar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Janganlah menganggap remeh kebaikan yang kecil. Bertemu dengan saudara dengan muka yang ceria juga merupakan kebaikan.

Pada suatu kali di hadapan Hadhrat Masih Mauud a.s. tengah dibicarakan mengenai pengurusan tamu-tamu. Maka beliau bersabda: Saya selalu memperhatikan jangan ada tamu yang kesulitan,bahkan saya selalu menekankan untuk itu bahwa sejauh mungkin memberikan ketenteraman/kepuasan kepada tamu-tamu. Hati tamu peka/sensitif seperti cermin dan sedikit agak [dipelakukan] keras akan menjadi pecah. Sebagaimana sebelumnya saya telah atur untuk makan sendiri bersama para tamu,tetapi ketika penyakit bertambah dan saya terpaksa harus makan nasi maka lalu pengaturan itu tidak lagi ada. Seiring dengan bertambah banyaknya tamu-tamu juga sehingga tempat tidak lagi mencukupi. Oleh karena itu, dengan terpaksa harus berpisah. Dari kami diperbolehkan bagi setiap orang untuk menyampaikan kesulitan mereka Sebagian orang yang sakit untuk mereka bisa disiapkan makan secara terpisah.

Pada suatu kesempatan Hadhrat Masih Mauud a.s. menyuruh memanggil Mia Najmuddin, ketua dapur umum lalu menegaskan: Lihatlah, banyak tamu-tamu yang datang. Diantara mereka ada yang kamu kenal dan sebagian tidak.. Oleh karena itu, selayaknya khidmatilah semua sebagai seorang yang seharusnya dihormati. Kini tengah musim dingin, hidangkanlah minuman teh susu dan siapapun jangan ada yang menemui kesulitan. Saya berperasangka baik pada Tuan bahwa Tuan memuaskan tamu-tamu. Khidmatilah semua dengan baik. Jika seseorang terasa dingin, mereka yang tinggal di lorong atau di rumah maka siapkanlah kayu bakar atau arang.

Begitu pula pada suatu kesempatan lain Hadhrat Masih Mauud a.s. kepada para panitia dapur umum beliau menasehatkan juga: Dewasa ini musim sedang tidak baik sejumlah orang-orang yang datang kemari adalah tamu dan tamu hendaknya dihormati. Oleh karena itu pengaturan makan hendaknya diatur dengan cara yang baik. Jika ada yang minta susu, maka berikanlah susu, jika ada yang minta teh berilah teh dan jika ada yang sakit maka siapkanlah makanan terpisah.

Berkenaan dengan pengkhidmatan terhadap tamu Hadhrat Masih Mauud a.s. menambahkan: Tegaskanlah kepada pengawas Dapur Umum supaya hendaknya memperhatikan keluhan setiap orang. Dan berhubung karena dia sendirian serta pekerjaan banyak, mungkin dia tidak dapat memperhatikannya,maka orang lain hendaknya mengingatkan padanya. Melihat pakaian seseorang yang kumal lalu tidak memberikan perhatian padanya adalah merupakan dosa, karena tamu itu semuanya sama. Dan orang yang datang yang baru dikenal, ini merupakan hak kita memperhatikan setiap keperluannya. Terkadang seseorang tidak mengetahui WC yang akibatnya dia sangat menderita.Oleh karena itu, sangat penting memperhatikan keperluan tamu. Saya kebanyakan sakit dan saya lemah tak berdaya. Namun, orang-orang yang telah dijadikan wakil untuk pekerjaan seperti ini,ini merupakan kewajiban mereka untuk jangan sampai ada perotes, karena orang-orang setelah melakukan perjalanan ratusan dan ribuan mil mereka dengan tulus dan hati ikhlas datang untuk mencari kebenaran . Kemudian jika mereka itu menderita disini maka mungkin mereka akan bersedih dan karena mereka sedih dan kecewa maka tangan juga pun [bisa] menjadi panjang. Dan dengan demikian akan menimbulkan cobaan dan kemudian dosa menjadi tanggung jawab si penerima tamu.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: Meskipun benar bahwa Tuhan tidak menyi-nyiakan kebaikan seseorangنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِين [ [Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik] Namun, orang-orang yang melakukan kebaikan hendaknya memperhatikan ganjaran. Coba perhatikan, jika ada tamu yang datang kemari hanya karena [berfikir] bahwa disana[disini] akan mendapatkan ketenteraman, akan mendapatkan minuman segar dan akan mendapatkan makanan yang bagus-bagus/dipersiapkan, maka seolah-olah menjadikan si penerima tamu ragu[menerima], padahal merupakan mewajiban si penerima tamu supaya sekemampuannya jangan mengurangi hak-hak memberikan pelayanan terhadap mereka dan berupayalah memberikan kepuasan/ketenteraman pada mereka. Akan tetapi sebagai tamu sendiri membayangkan hal seperti itu merugikan diri sendiri.

Hadhrat Muhammad Yahya Khan Sahib menceriterakan tentang bagaimana penerimaan Hadhrat Masih Mauud a.s. terhadap tamu ketika bapak beliau yang mulia Hadhrat Maulvi Anwar Husen Sahib menerima Ahmadiyah. Beliau . bersabda: Bapak saya Al-marhum Hakim Anwar Ahmad Khan dari/ penduduk Syahabad, Kabupaten Hargui, Yupi, pada tahun 1899 datang di Ludhiana dan baiat di tangan Hadhrat Masih Mauud a.s. Dan sebelumnya memang ada surat menyurat beliau dan beliau ingin mendapaat karunia untuk berbaiat. Akan tetapi karena Hadhrat Masih Mauud a.s. belum ada izin untuk mengambil baiat, maka hal itu mencegah beliau untuk datang ke Qadian. Ketika Huzur pergi ke Ludhiana untuk tujuan itu dan kepada bapak hal itu diberitahukan dan bapak untuk menyempurnakan itu beliau berhasil sampai di Ludhiana. Bapak merupakan tipe Maulvi yang gemar memakai pengikat kepala model orang Deobandi .Berkenaan dengan cara Hadhrat Masih Mauud a.s. menerima tamu beliau selalu memperdengarkan bahwa saya untuk pertama kali datang ke Qadian, Darul-aman pada tahun 1892. Pada waktu itu tamu biasa tinggal di kamar bundar. Sayapun tinggal disana. Hadhrat Masih Mauud a.s. pun biasa makan bersama-sama dan dalam suana tengah makan beliau biasa masuk ke dalam rumah. Terkadang beliau mengambil chatni/semacam sambal dan terkadang acar yang beliau bawa kepada kami . Dan kalian tentu mengetahui bahwa beliau makan sangat sedikit dan itu diperuntukkan untuk tamu-tamu.

Hadhrat Masih Mauud a.s. kepada Munsyi Abdulhaq sahib pada suatau kali bersabda: Tuan adalah tamu kami dan tamu yang bisa tenang ialah yang tidak segan-segan. Maka apapun yang Tuan perlukan katakanlah kepada saya tampa segan-segan. Kemudian beliau sendiri berkata kepada Jemaat; Lihatlah, ini adalah tamu kita, diantara kalian setiap orang harus memperlakukan tamu dengan baik dan selalulah berupaya supaya siapapun jangan ada yang mendapatkan kesulitan.

Hadhrat Masih Mauud a.s. pada suatu kali secara umum bersabda kepada Jemaat: Karena orang-orang banyak dan mungkin keperluan seseorang para petugas tidak mengetahui, maka hendaknya setiap orang apa saja yang diperlukan hendaknya katakanlah tampa segan-segan. Jika ada yang dengan sengaja menyembunyikan apa keperluannya, maka dia adalah bedosa. Tidak segan-segan merupakan trasdisi/asas Jemaat kita.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: Barangsiapa yang berpandangan bahwa kedatangannya menimbulkan beban,yakni dia berpendapat bahwa dengan tinggalnya kita disini akan merupakan beban bagi kami. Dia hendaknya takut bahwa dia itu terlibat dalam syirik. Ini merupakan i’tikad kami bahwa jika seluruh alam ini menjadi keluarga kami, maka di dalam urusan-urusan kami yang menjamin adalah Tuhan.Pada kami sedikitpun tidak ada beban. Dengan keberadaan teman-teman rahmat Tuhan yang sangat besar sampai kepada kami.. ..

Sesudah ini saya ingin menasehatkan kepada kepada penerima tamu dan para tamu. Orang-orang Ahmadi di Inggris hendaknya dengan senang hati dan penuh gembira ikut serta dalam Jalsah ini. Tampa ada uzur yang khusus jangan ada yang tidak hadir. Kadang ada orang yang bukannya tiga hari bahkan untuk dua hari atau hanya untuk sehari mereka datang. Maksud kedatangannya hanya untuk saling jumpa menjumpai/reuni.semata. Untuk meraih berkah-berkah jalsah itu perlu memperhatikan maksud-maksudnya. Hadirlah selama tiga hari. Dan sedapat mungkin ceramah-ceramah Jalsah dan perogram-perogram lainnya simaklah dengan penuh perhatian.Dengan menghargai waktu janganlah menyia-nyiakan itu dalam corak apapun. Jadikanlah sebagai tradisi kalian menghormati dan mengkhidmati mereka .Khidmatilah mereka tampa pamrih, dengan semangat yang tulus dan dengan semangat pengorbanan. Hendaknya diingat bahwa meskipun tamu untuk untuk tiga hari,tetapi jika mereka merupakan kerabat dan kenalan ,maka dengan senang hati lebih lama juga dapat ditempatkan. Akan tetapi tidak sama sekali dalam kapasitas hak mereka sebagai tamu yang harus dilayani bahkan mereka terhitung dalam hak mereka sebagai keluarga dan kerabat. Jika sesuai dengan keinginan, tamu-tamu,yakni mereka tidak mendapatkan kemudahan dalam akomodasi/makan tempat, maka kepada mereka hendaknya apa yang tersedia terimalah itu dengan senang hati. Dan jika ada melihat dalam pengaturan itu ada kekurangan,maka janganlah menyebutnya kemana-mana. Yaa, para panitia yang bertanggung jawab beritahukalah dengan segera supaya bisa diadakan perbaikan pada waktunya.

Pada hari-hari jalsah secara khusus lewatilah dengan banyak-banyak berzikirdan membaca selawat dan secara teratur disiplinlah dalam shalat .Dan di Dapur Umum juga hendaknya ada tempat untuk shalat dan pertugas-petugas yang lainpun lakukan shalat secara teratur. Ini merupakan tanggung jawab para pimpinan untuk memperhatikan hal seperti itu. Hindarilah bicara yang sia-sia dan tegakkanlah saling menghormati antara sesama. Hindarilah bicara yang kasar. Dan dengan suara keras berbicanag yang tidak keruan dan duduk dalam corak gerombolan tertawa terbahak-bahak, bukanlah adat kebiasaan yang baik. Dalam corak ini tamu-tamu kadangkadang menganggap bahwa mungkin dia ini tengah mentertawakan saya. Mengucapkan takbir hanya diatur oleh pimpinman sidang. Dan janganlah hendaknya berteriak dengan tidak keruan. Dan hendaknya memperhatikan kedisiplinan dan sambil memberikan dukungan pada para panitia taatilah peraturan yang ada. Kebersihan merupakan bagian dari iman.Oleh karena itu, perhatikanlah kebersihan. Tempat Jalsah, mesjid,rumah dan tempat tinggal,yakni untuk menjadikan semua lingkungan menjadi selalu bersih berilah dukungan sepenuhnya kepada para petugas.Untuk kebersihan peralatan juga perlu . Tong-tong dalam ukuran besar yang diletakkan di sejumlah tempat buanglah barang-barang yang sudah digunakan didalamnya. Setelah makan angkat sendirilah bekas-bekas piring makan ke dalam tempat sampah. Dan hendaknya diperhatikan juga jangan ada makanan satu suap pun yang ada yang menjadi sia-sia. Makanlah seberapa yang Tuan perlukan. Dan jika perlu lagi maka ambillah kembali.Bagi perempuan hendaknya memperhatikan pardah. Perempuan-perempuan yang tidak bisa menutup wajahnya, janganlah berdandan lalu memamerkan kecantikan mereka. Jelasnya semua perempuan hendaknya mereka hendaknmya merundukkan wajahnya. Sebelum masuk ke lingkungan Islamabad ajukanlah diri selalu untuk pengecekan. Jangan sampai ada kesan bahwa kalian itu dipaksakan untuk diperiksa. Selalulah memakai tanda pengenal dan jika ada yang nampak tidak menggunakan itu maka ingatkanlah mereka dengan cara yang lembut. Selalulah memperhatikan sisi penjagaan di benak kalian. Dan dengan cara diam-diam melaksanakan tugas-tugas penjagaan dan kapanpun jangan mengabaikan sisi-sisi keamanan Jika ada yang kelihatan aneh /atau nampak asing maka beritahukanlah kepada yang berwenang,jangan ditangani sendiri. Ketika memfarkir kendaraan hendaknya diperhatikan bahwa janganlah memfarkir di depan rumah orang dan tempat yang terlarang. Hendaknya memperhatikan peraturan-peraturan lalu lintas. Dan bekerja samalah hendaknya dengan petugas-petugas parkir jalsah.Dan pada saat tinggal disini hendaknya juga memperhatikan peraturan-peraturan negeri setempat disini.Dan secara khusus sebelum habisnya visa kembalilah ke negeri masing-masing Dan perhatikanlah hak-hak jalan. Membuang sesuatu yang menyusahkan dari jalan dan memungut sesuatu yang terjatuh pun juga merupakan kebaikan. Pasar juga hendaknya tutup pada waktu jalsah. Dan jika perlu maka beberapa barang yang diperlukan itu hendaknya dipersiapkan.Hendaknya menjaga barang-barang berharga secara khusus.Dan janganlah meminta atas nama hutang piutang. Dan yang paling penting ialah janganlah anggap jalsah ini sebagai pertemuan umum dunia dan jangalah anggap ini sebagai perayaan untuk pesta pora.

Hadharat Masih Mauud a.s. bersabda: Jalsah bukanlah seperti perayaan-perayaan dunia yang sejadi-jadinya harus diurus bahkan pengadaannya bedasarkan dengan niat yang besih dan dengan mengharapkan ganjaran dari-Nya dan bukanlah seperti pertunjukan-pertunjukan dunia lainnya .

Kini saya akan menghabiskan khutbah ini pada doa Hadhrat Masih Mauud a.s. Setiap orang yang demi untuk Tuhan melaksanakan perjalanan untuk jalsah ini semoga Tuhan bersama mereka dan Tuhan memaafkan mereka,mengasihi mereka dan memudahkan kesusahan mereka,menjauhkan kesedihan dan kedukaan mereka. Dan menganugerahkan kebebasan dari semua kesusahan mereka. Dan membukakan jalan untuk mencapai maksud-maksunya. Dan pada hari akherat membangkitkan mereka dengan orang-orang yang dianugerahi karunia dan semoga menjadi khalifah mereka sesudah perjalanan mereka kemari dan ketika kembali.. Hai Tuhan pemilik keagungan, pemilik anugerah, Maha penyayang dan yang memudahkan semua kesulitan, kabulkanlah semua doa-doa ini.Dan anugerahilah kemenangan kepada kami dengan tanda-tanda yang terang. Segala kekuatan adalah milikmu. Amin.

Qamaruddin Shahid