Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

27 Desember 2002

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

ِيَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Surat Ali Imran ayat 31

Bahasan rahmat dan sifat kasih sayang Allah Ta’la tengah berjalan. Pada khutbah yang lalu ini juga dan hari ini pun inilah topik yang tengah berlanjut. Ayat yang telah saya tilawatkan ini terjemahannya sbb:

Pada hari tatkala tiap-tiap jiwa akan mendapati segenap kebajikan yang telah dia lakukan akan dia dapatkan hadir berada di hadapannya dan demikian pula keburukan yang telah dia lakukan; Ia ingin kiranya antara ia dengan keburukannya hari itu terdapat jarak masa yang panjang ; dan Allah memperingatkan kamu dengan diri-Nya;padahal Allah sangat Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya..

Dalam rincian tafsir ayat ini Allamah Sobuni dalam Shafwat-u-tafsir bersabda: Maksud (وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ) ialah bahwa Dia Mahapemberi rahmat terhadap hamba-hamba-Nya dan Dia mengganjar kebaikan-kebaikan itu dengan berlipat ganda.dan memaafkan keburukan dan barangsiapa ingkar pada -Nya maka Dia tidak cepat-cepat menghukumnya.

Allamah Baidhawi berkata :Di dalam ayat ini terdapat isyarah bahwa Allah Taala hanya karena kasih pada hamba-hamba-Nya dan dengan memperhatikan akan kebaikannya Dia mencegahnya melakukan keburukan serta memperingatkannya atau Dia Mahapengampun atau Mahadahsyat azab-Nya yang karenanya rahmat-Nya diharapkan dan orang-orang diperingatkan dari azab-Nya.

Allamah Thibri berkata: Kamu diperingatkan supaya dapat terhindar dari perbuatan keji yang merupakan faktor kemurkaan -Nya untukmu. Dan kamu akan mendapatkan hasil perbuatan itu pada hari tatkala pada hari itu setiap kebaikan yang orang pernah perbuat akan dia dapatkan berada dihadapannya dan perbuatan keji yang pernah dia perbuatpun akan didapatkan dihapannya. Dia akan menyatakan penyesalan wahai kiranya ! terdapat jarak yang jauh antara dia dan keburukannya. Dan Dia akan murka terhadap kamu dan azab pedih-Nya yang kamu tidak memliki kemampuan untuk menghadapinya akan menimpamu. Kemudian Allah berfirman bahwa . (وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ) Dia Mahapenyantun terhadap hamba-hamba-Nya dan pemberian peringatan-Nya dengan ancaman diri-Nya sendiri, dan peringatan-Nya terhadap azab dan penekanan-Nya untuk menghindar dari dosa-dosa yang telah Dia larang untuk melakukannya, semua itu merupakan dampak dari sifat santun dan kasih sayang-Nya.

Seberapa banyak rambu-rambu lalu lintas tanda bahaya di jalan-jalan sedemikian pula banyak kebaikan /rahmat yang akan diperoleh dari itu ; misalnya di atas jalan-jalan lingkar dan jalan-jalan Raya terdapat banyak rambu-rambu lalu lintas bahwa disini sekian putaran,putaran harus demikian dan seperti ini harus dilakukan putaran,(dengan adanya peringatan seperti itu ) dari sebelumnya, maka orang-orang akan bersikap hati-hati.Al-Quran juga banyak sekali membertahukan untuk berhati-hati pada setiap tempat Al-Quran telah memberikan petunjuk untuk segenap bahaya..

Allamah Razi berkata bahwa Allah berfirman:

 وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ-(Dan Allah memperingatkan kamu dengan diri-Nya) untuk sebuah peringatan. Sesudahnya baru berfirman (وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ) Ini merupakan wa’dah-sebuah janji. Wa’iyd ialah yang diancamkan /diperingatkan untuk menghindar dari sesuatu ,sementara wa’dahjanji ialah yang bersifat positif. Berkata bahwa di satu pihak Dia memperingatkan dan di pihak lain Dia menjanjikan akan mencurahkan rahmat dan memperlakukan dengan kasih sayang…

Hadhrat Azbu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Allah sebelum menciptakan makhluk Dia telah mewajibkan terhadap diri-Nya bahwa rahmat- Saya telah mendahului kemurkaan Saya. Sunan Ibnu Majah Kitab-ul-mukaddimah.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: Allah memiliki seratus rahmat. Dari itu satu rahmat Dia bagi-bagikan diantara segenap makhluk yang dengan perantaraan yang satu itu para ibu memiliki kecintaan terhadap anak-anaknya , hewan-hewan mengasihi anak-anaknya,dan kasih mengasihi diantara kalian semua merupakan dampak dari rahmat Tuhan yang satu bagian itu.sementara rahmat-rahmat yang lain ( 99 rahmat ) Dia telah simpan untuk hari kiamat, supaya pada hari itu dicurahkan kasih sayang terhadap ummat..(Sunan Ibnu Majah kitabuzzuhud). Jadi ini merupakan ihsan /kebikan Rasulullah saw yang sangat besar.

Hadhrat Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Abu Saiid Khudri r.a. hadir di hadapan Rasulullah saw Maka Rasulullah saw bersabda:Kaum manapun apabila mereka berzikir menyebut Tuhan maka para malaikat Tuhan membuat lingkaran mengelilinginya dan rahmat-Nya menutupi/menyelimutinya lalu menurunkan ketenteraman dalam hatinya;dan Allah menyebutnya termasuk dalam golongan orang-orang yang dekat pada- Nya.Tirmidzi Kitab-ud-da’wat ma jaa fil-kaumi yajlisuwn.

Ketiga, di dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa barangsiapa yang senantiasa sibuk berzikir kepada Tuhan maka dii dekatnya akan terdapat sebuah jalan. Seorang musafir duduk untuk beristirehat menghilangkan lelahnya. Maka Allah mengikutsertakan musafir itu juga bersamanya seraya berfirman

لايشفى جليسهم-la yasyfa jaliysuhum bahwa orang-orang seperti itu merupakan orang-orang saleh yang sahabat/kawan mereka juga tidak akan sial dan bernasib buruk..

Hadhrat Aisyah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:Tempuhlah jalan tengah dalam setiap amal dan janganlah memilih yang bukan jalan pertengahan/yang terlalu ke atas dan terlalu kebawah. Sesungguhnya ingatlah,siapaun amal-amalnya tidak akan memasukkannya ke dalam surga-.Sahabah bertanya: Ya, Rasulullah saw,apakah amal-amal kalian tidak akan memasukkan Tuan ke dalam surga ? Nah, perhatikanlah sifat rasa rendah hati Rasululllah saw -. Beliau bersabda: Tidak,hanya rahmat Tuhan dan karunia-Nya yang karenanya saya akan dimasukkan ke dalam surga. Bukhari Kitab-ur-riqzq

Hadhrat Huzaifah bin Yamamah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw senantiasa membaca سبحان ربى العظيم-subhaana rabbi-al- a;zhiymi sebagaimana kita baca; dan dalam sujud beliau senantiasa membaca سبحان ربىالاعلى-subhana rabbi-al- a‘lla. Maha suci Allah yang Maha tinggi. inipun kita amalkan sesuai dengan sunnah Rasulullah saw .Apabila tiba pada ayat yang di dalamnya disebutkan akan rahmat Tuhan, maka beliau berhenti dan memohon rahmat; dan apabila sampai pada ayat yang terkait dengan kemurkaan Tuhan maka beliau berhenti lalu berdoa untuk terhindar dari kemurkaan-Nya.

Terkait dengan seseorang Rasulullah saw meriwayatkan bahwa ada seorang yang sangat besar dosanya, sedemikian besar dosanya sehingga tidak terfikikan bahwa ada yang lebih besar dosanya dari dia. Dia menasehatkan pada anaknya bahwa jika saya wafat maka terbangkanlah/buanglah abu jenazah saya. Yakni,setelah membakar lemparkanlah di lautan saat terjadi angin kencang atau lemparkan di sungai supaya tidak ada lagi yang tersisa dan seperti itulah yang mereka perbuat. Tatkala dia wafat, maka Tuhan bertanya padanya bahwa faktor apa yang memaksa kamu melakukan seperti itu.? Dia menjawab bahwa itu semata-mata karena takut pada-Mu. Maka Tuhan berfirman barangsiapa yang takut pada-Ku ,maka Saya tidak akan memasukkannya ke dalam neraka Jahannamبخارى كتاب التوحيد.ابن ماجه كتاب الزهد باب ذكر الذنوب .

Untuk orang-orang mu’min beliau memang merupakan rahmat. Sebuah contohnya ialah:pernah pada suatu ketika Rasulullah saw memohon kepada Tuhan bahwa terkadang saya menjadi marah kepada sejumlah orang-orang mu’min, ada kemudaratan/ kesusahan yang sampai dari pihak mereka maka dalam keadaan marah saya berdoa buruk untuk mereka. Nah, perkara mengecam dan melaknat ini janganlah sama sekali menjadi faktor turunnya azab bagi mereka,bahkan untuk mereka hendaknya terbukti sebagai rahmat dan pada hari kiamat menjadi perantara kedekatan Allah dengan mereka.مسلم كتابالبروالصله

Rasulullah saw senantiasa menutupi kelemahan orang-orang mu’min. diriwayatkan dari Hadhrat Aisyah r.a.bahwa sebuah pengaduan tiba terkait dengan seseorang. Beliau tidak pernah bersabda dengan menyebut nama seseorang bahwa si fulan berprilaku ini,si fulan berperilaku seperti ini,bahkan senantiasa bersabda bahwa prilaku seperti ini merupakan prilaku yang buruk.Adat istiadat seperti itu jika terdapat pada siapapun maka cegahlah mereka, karena ini merupakan hal yang tidak layak. Jadi, beliau tidak pernah menerangkan dengan menyebut nama keburukan orang lain untuk menjelek-jelekkannya di hadapan orang-orang.Sunan Abu Daud Kitabul-adab

Abu Katsir,bekas budak Abu Aqbah Bin Amir r.a. yang dikenal dengan sebutan maula,yakni sahaya yang telah dimerdekakan berkata bahwa saya pergi ke majikan saya Abu Uqbah. Saya memberitahukan padanya bahwa tetangga saya tengah meminum minuman keras Uqbah berkata : Biarkanlah dia melakukan itu Kemudian saya pergi untuk kedua kali.lantas berkata apakah tidak baik jika saya memanggilkan polisi ?. Uqbah berkata:: “Terkutuk kamu” yang kami katakan(Uqbah berkarta ) “Biarkanlah dia melakukan itui”. Sebab, kata Uqbah,saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa melihat kelemahan orang lain kemudian dia memilih menyembunyikan aibnya,maka ini sama seperti mengeluarkan anak perempuan yang dikubur hidup-hidup lalu memberikannya kehidupan. (.مسند احمد بن حمبل)

Hadhrat Anas r.a. meriwayatkan bahwa pada suatu ketika saya duduk di majlis Rasulullah saw..Hudhur tengah menggunakan selimut /kain yang pinggirnya sangat kasar. Pada saat itu datang seorang Badhui yang segera maju ke depan Huzur lalu menarik selimut itu dengan keras sehingga menibulkan bekas luka di tengkuk Rasulullah saw . Rasulullah saw bersabda terkutuk engkau,apa yang kamu perbuat ini ? Kemudian bersabda: Apakah kamu tidak layak untuk diberikan hukuman ? Dia berkata:Balasan/hukuman apa yang Tuan ingin berikan ? berlaku baiklah terhadap diri saya dan muatkanlah di atas dua unta saya barang sesuatu.. Rasulullah saw tersenyum lalu bersabda: Baiklah saya akan membayar permusuhan itu dengan kebaikan. Lalu beliau bersabda kepada para sahabah:Di atas seekor untanya di satu pihak muatilah gandum dan di pihak lain letakkanlah kurma kering. Jadi, seperti itulah terhadap musuh yang memperlakukan beliau dengan aniaya beliau telah membalas kepadanya dengan kebaikan.. Rasulullah saw bersabda:dia hendaknya mendapatkan balasannya/hukuman atas perbuatannya .Orang Badui itu dalam jawabannya dia berkata ini bahwa hukuman untuk apa ? Tuanpun milik Tuhan juga, dan harta yang ini,ini juga Tuhan juga Pemiliknya. Maka berilah harta ini pada saya, inilah ganjaran/ganti bagi saya Maka Rasulullah saw sambil tersenyum bersaba:: ‘Baiklah, harta ini kami berikan ’.الشفا لقاضى عياض . jilid 1 hal 62

Rasulullah saw sangat tidak suka menempelkan bekas /mencap di wajah sehingga jika ada seseorang dipukul di pipi , baik anak-anak atau siapapun yang karenannya meninggalkan bekas di mukanya maka beliau sangat tidak menyukainya.. Muslim Kitabullibas wazziiynah

Ada seekor keledai yang dicap mukanya lewat di hadapan Rasulululah saw . Terhadap keledai itupun Rasulullah saw dengan tegas mengungkapkan rasa belas kasihnya lalu bersabda :”Lihatlah janganlah mencap muka hewan-hewan”. Sehingga beliau bersabda bahwa semoga Allah melaknat orang yang mencap muka hewan itu(dengan besi panas). Muslim Kitabullibas wazziiynah

Ada sejumlah misal lain lagi yang saya utarakan. .Hadhrat Sahal r.a. meriwayatkan bahwa pada suatu ketika Rasulullah saw lewat di dekat seekor unta yang perutnya telah menempel dengan punggungnya karena lapar( Sangat kurus). Melihat itu beliau bersabda: takutlah kepada Allah berkaitan dengan hewan yang tidak berlidah itu/tidak bisa berbicara itu. Tunggangilah hewan ini tatkala ini tengah sehat dan makan pula dagingnya tatkala ini sehat/sembelihlah ini tetkala ini sehat.Sunan Abu Daud Kitabuljihad Bab Ma yu’maru bihi minal qiyaam ‘ala ddawaaibi -wal -bahaaimi

Tertera dalam Bukhari Kitab-ul- zabaaih bahwa Hadhrat Hisyam Bin Zaid r.a. meriwayatkan bahwa saya bersama dengan Anas pergi kepada Hakam bin Ayyub. Saya melihat bahwa sejumlah pemuda melepaskan anak-anak panah di atas seekor ayam betina yang tertambat . Maka Anas berkata bahwa Huzur saw sangat tidak menyukai itu. Beliau bersabda: Biarkanlah hewan itu terlepas baru lepaskanlah anak panah padanya Setelah menambat hewan lalu melepaskan anak panah diatasnya merupakan hal yang tidak benar.

Sahabah menerangkan bahwa pernah pada suatu ketika kami dalam perjalanan bersama Rasulullah saw . Tiba-tiba ada seekor burung yang telah bertelur di sarangnya Diantara kami ada yang mengeluarkan telur burung itu dari sarangnya. Burung itu sambil berteriak-teriak terbang kesana kemari.seolah-olah dia tengah mengadu kepada Rasulullah saw .Rasulullah saw bersabda: Siapa yang menyakitinya kembalikanlah dengan segera telurnya.Maka sahabah tadi segera pada waktu itu mengembalikan telur burung itu di sarangnyas .baru burung itu menjadi tenang.

Demikian pula ada terdapat sebuah riwayat terkait dengan seekor burung gereja yang berteriak-teriak terbang di dekat Rasulullah saw karena dua ekor anaknya ada yang membawa pergi. Melihat itu Huzur ssw bersabda :Siapa yang menyakiti burung itu karena anaknya.Kembalikanlah anaknya secepatnya.Sunan Abu Daud Kitasbul Adab bab qatlulladzi

Demikian pula ada sebuah riwayat dari Hadhrat Aisyah r.a. bahwa pada suatu ketika saya menunggang seekor unta binal yang sangat mengganggu saya. Nah, kitapun terkadang melakukan seperti itu, yakni jika kuda binal maka kita melarikannya sedikit lama di sawah. Sedikit lama dia kecapaian kuda akan menjadi baik. Maka beliau (Hadhrat Aisyah) berkata: Saya melarikan unta itu kesana kemari. Melihat itu Rasulullah saw bersabda: Bersikap lemah lebutlah wahai Aisyah.. باب فى فصل الرفق.مسلم كتابالبروالصله

Rasulullah saw dalam penyembelihan hewanpun senantiasa menampilkan rasa kasih sayang pada hewan-hewan.Beliau bersabda: Sembelihlah hewan itu dengan pisau yang tajam. Jika disembelih dengan pisau yang tajam, maka urat nadinya akan (cepat) terputus dan darah yang mengalir ke otak akan terhenti dengan cepatnya dan karenanya rasa sakit akan terhenti. Nah, menyembelih hewan dengan pisau yang tajam tidak aniaya,bahkan merupakan kasih sayang .Jadi, inilah cara yang Rasulullah saw senantiasa lakukan, yaitu beliau senantiasa mengatakan kepada para sahabah supaya terlebih dahulu sebelumnya pertajamlah pisau dengan benar –benar, baru sembelihlah hewan dengan itu.

Pernah pada suatu ketika Huzur melarang untuk supaya jangan menajamkan pisau di hadapan hewan yang akan disembelih dengan dilihat oleh hewan itu sendiri,karena dengan cara itu hewan menjadi sangat menderita.Sebelumnya pertajamlah lebih dahulu baru letakkan dan hewan jangan mengetahui apa yang akan terjadi dengan dirinya..

Rasulullah saw melarang mengadu diantara hewan berkaki empat .Dewasa inipun ada tradisi mengadu anjing dengan beruang dan terkadang diatara dua anjing diadu..Nah, Huzur saw menggunakan kata hewan yang berkaki empat yang maksudnya kurang lebih adalah دابة-dabbatun,yakni hewan yang berjalan kesana kemari di atas bumi,.apakah itu kakinya dua atau burung puyuh yang diadu atau ayam-ayam jantan yang disabung . Jadi, semua hal-hal ini Rasulullah saw telah larang.Tirmidzi Kitab-ul-jihad Bab fitahriz bainal bahaaimi

Ada sebuah riwayat dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa ada seorang perempuan diazab karena seekor kucing.yang dia sekap dan dia lupa memberikannya makan dan minum. Di hadapan kucing itu tidak ada sesuatu untuk dimakan. .Dalam kondisi dia diikat, kucing tadi mati. Tatkala Huzur mendengar itu maka Rasulullah saw sangat menderita karenanya dan beliau bersabda bahwa apabila kelak perempuan itu akan diazab maka dia akan diazab karena kucing itu. .Musnad Ahmad Bin Hanba

Rasulullah saw senantiasa sangat memperhatikan hak-hak jalan..Beliau senantiasa memenuhi hak-hak segala sesuatu. Beliau bersabda kepada seseorang bahwa seorang telah diampuni karena dia telah menyingkirkan dahan berduri dari jalan, kalau tidak di dalam kegelapan kaki seseorang bisa tersangkut dan akibatnya dia akan menderita.

Rasulullah saw bersabda: bahwa seorang perempuan jahat dimaafkan karena lewat di dekat seekor anjing yang tengah terengah-engah hampir mati kehausan di dekat pinggir sebuah sumur.. Perempuan itu membuka sepaatunya, mengikatanya dengan kerudungnya, kemudian menimba air dengan itu lalu memberi minum anjing itu.Bukhari Kitab Badaulkhalq

Ada terdapat dalam sebuah riwayat lain bahwa dia adalah seorang laki-laki, bukan perempuan..Walhasil, laki-laki atau perempuan dalam dua corak riwayat itu terkait dengan berlaku belas kasih pada anjing yang terengah-terengah menderita kemudian seseorang telah melemparkan kain atau kerudung atau lainnya ke bawah lantas mengeluarkan air lalu memberinya minum,yang karenannya dia dimaafkan..

Rincian riwayat kedua ialah yang diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa seorang yang sangat kehausan turun di sebuah sumur dan sesampainya di bawah lalu minum air. Kemudian.tatkala keluar, dia melihat anjing yang tengah terengah-engah kehausan di dekatnya sambil menjilat-jilat tanah yang basah.. Terfikir orlehnya bahwa inipun akhirnya seekor hewan juga yang kehausan tengah menimpanya.Maka dia sendiri kembali turun, memenuhi sepatunya dengan air lalu memberi minum anjing itu. Selama anjing itu belum kenyang, seperti itulah yang terus dia lakukans. Bukhari Kitab-ul- adab Bab rahmat-u-nnas walbahaaim

Saya telah merenungkan peristiwa-peristiwa kasih sayang Hadhrat Masih Mauud a.s. terhadap hewan-hewan. Sebagian besar beliau menerangkan peristiwa-peristiwa dengan rujukan Rasulullah saw dan dengan rujukan itu beliau menasehatkan kepada para sahabah..Misalnya, beliau menerangkan peristiwa kucing atau peristiwa-peristiwa lainnya,.Mengenai peristiwa-peristiwa Hadhrat Masih a.s., saya tidak begitu banyak hafal kecuali pernah pada suatu ketika putra beliau ketika tengah mengganggu,membuat lelah seekor burung gereja lalu menangkapnya,maka Hahhrat Masih Mauud a.s. melarangnya seraya bersabda bahwa lihatlah ini tidak senantiasa menganiaya /jangan menganiayanya . Bebaskanlah dia dan setelah bebas tidak apa-apa memburunya. .

Demikian pula pernah pada suatu ketika seoerng anak membawa seekor burung kakak tua yang telah dibunuhnya. Hadhrat Masih Mauud a.s.sangat tidak menyukainya. Beliau bersabda: Lihatlah, memang itu tidak haram,tetapi Tuhan tidak menjadikan segala sesuatu untuk dimakan.Lihatlah burung kakak tua itu, betapa indah warnanya, dengan melihatnya manusia menikmati keindahannya. Jadi, sejumlah benda bukan untuk dimakan,bahkan disebabkan keindahannya diciptakan untuk dinikmati keindahannya. Oleh karena itu hewan-hewan serupa itu hendaknya jangan diburu..

Sejumlah peristiwa-peristiwa yang telah saya terangkan mungkin selain itu banyak lagi peristiwa-peristiwa, tetapi sepengetahuan saya tidak bisa banyak. Hadhrat Masih Mauud a.s. sesungguhnya merupakan sosok wujud yang sangat mengasihi hewan..Karena itu, apakah saya hafal atau tidak, ini merupakan sebuah kenyataan bahwa Hadhrat Masih Mauud a.s.sungguh sangat mengasihani binatang.

Kini, sesudah khutbah yang pendek ini, saya jelasnya telah mengatakan kepada sekretaris pribadi hendaknya memanjangkan khutbah, tetapi mungkin beliau mengasihani saya lalu beliau memendekkan khutbah. (catatan yang mereka buat pendek). Saya tadinya menganggap sampai jam dua atau sampai dekat-dekat itu khutbah ini akan memanjanag, tetapi dari tengah-tengah banyak riwayat.-riwayat yang diipotong.

Kini saya ingin menerangkan terkait dengan Jalsah Qadian yang menggembirakan. Jalsah Qadian telah memasuki harinya yang ketiga. Masyaa-Allah, para petugas Hindustan telah mengatur jalsah dengan sangat baik. Sebelumnya cuaca tidak baik dan dikhawatirkan karena hujan para tamu akan sangat menderita. Tetapi Tuhan telah mendatangkan cuaca yang sangat cerah dan kini banyak orang-orang mendengar Jalsah dengan tenang sehingga sesuai dengan perkiraan peserta berjumlah 40 ribu orang; dan semua pekerjaan ini dengan karunia Tuhan dikerjakan oleh orang-orang setempat dan bantuan dari luar tidak sampai pada mereka.Diperkirakan bahwa jumlah ini akan bertambah pada hari terakhir dari 55 ribu akan sampai pada umlah 60 ribu peserta. Perkiraan ini disebabkan karena Jemaat-Jemaat terdekat diberikan petunjuk bahwa karena adanya masaalah tempat penginanapan karena itu datanglah pada waktu dimana kalian dapat pulang pergi ke kampung masing-masing dalam sehari . Oleh karena itu dalam jumlah besar orang-orang mungkin akan sampai pada hari ini, yang akan datang pada waktu subuh,akan makan kemudian malamnya mereka akan pergi. Maka dengan karunia Tuhan ini merupakan Jalsah yang sangat besar. Pemasangan tenda dilakukan dimana Jalsah akan digelar di atas areal tanah seluas 5 setenah hektar dan semua tempat telah penuh.Empat dapur umum yang ada di Qadian diaktifkan memasak roti.Dari Hamacal Haryanah orang-orang hadir dalam jumlah besar demikian pula dari Sarpanj dan Purmukh orang hadir dalam jumlah besar..Selain itu banyak para ahli politik ,cendekiawan berbagai agama dan orang-orang berkedudukan dalam masyarakat ikut hadir dalam Jalsah ini.Lima penguasa tertinggi daerah bagian dan tiga gubenur propinsi mengirimkan amanat mereka untuk dibacakan di Jalsah.Yang istimewa dalam Jalsah ini ialah bahwa dari keluarga Hadhrat Ammajan(ummul-mu’minin) juga ada beberapa orang yang untuk pertama kali ikut hadir dalam Jalsah ini. Tatkala mereka ini hadir untuk berdoa di makam Hadhrat Masih Mauud a.s. dan di makam Mir Nasir Nawwab maka mereka menangis sejadi-jadinya karena mereka tidak dapat mengendalikan emosi mereka.. Insya-Allah jalsah ini akan berakhir dengan tradisi-tradisinya yang suci dan luhur.Ingatlah dalam doa-doa kalian segenap para peserta Jalsah, baik laki-laki dan permpuan.. Semoga Allah menjadi pelindung dan penolong mereka baik dalam perjalanan mereka maupun di kampung halaman mereka dan semoga berkah-berkah doa Hadhrat Masih terus mengalir pada segenap peserta Jalsah.

(Sebelum memulai khutbah kedua Huzur bersabda:) Biasanya, saya setelah duduk pada pertengahan lalu berdiri membaca doa terakhir ini,tetapi sekretaris peribadi memberitahukan bahwa tidak selalu harus duduk, sedikit lama berhenti kemudian sesudahnya bacalah doa terakhir ini.

Qamaruddin Syahid