Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

7 Juni 2002

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Hari ini, bagian ke tiga sifat Allah, الشهيد-ِAsh-shahiyd dan شاهد-shaahid yang akan disajikan.

Di dalam surah Al-Fatah Allah berfirman: هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا-Dia-lah Zat yang telah mengirim rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar supaya Dia memenangkannya atas sekalian agama dan memadailah Allah sebagai saksi.

Allamah Fakhruddin Razi dalam menafsirkan ini menulis: Allah cukup sebagai saksi atas kerasulan Muhammad Rasulullah saw. Dan di dalam ini terdapat arti yang halus. Dan arti itu sebagaimana firman-Nya sendiri bahwa Allah memang cukup [sebagai saksi] segala sesuatu, namun dalam hal kaitan kerasulan cukupnya Allah lebih terang dan jelas,karena Rasul ialah Rasul sesuai dengan firman Yang mengirim. Jadi, apabila seorang raja mengatakan bahwa ini adalah utusan Saya dan seluruh orang-orang di dunia mengingkarinya, maka keingkaran mereka tidak akan ada gunanya. Jadi, Allah berfirman: Di dalam kerasulan Rasul ini, Saya dengan pembenaran Saya, Rasul Saya ini dengan keringkaran para pengingkar kerasulan, yang mana yang (lebih afdhal ?) ?

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Ayat ini baik secara lahiriah dan politik negara merupakan nubuatan untuk Hadhrat Masih a.s. Dan kemenangan sempurna Islam yang dijanjikan,kemenangan itu akan zahir dengan perantaraan kezahiran Masih. Dan Apabila Hadhrat Masih datang di dunia ini untuk kedua kali, maka di tangannya agama Islam akan tersebar ke luruh dunia. Yakni, dengan perantaraan yang lemah ini telah dizahirkan bahwa yang lemah ini dari segi kemiskinan,kerendahan hati, ketakwaan, pengorbanan,tanda-tanda dan nur-nurnya merupakan contoh kehidupan pertama Al-Masih. Dan fitrat yang lemah ini dan fitratnya Al-Masih sangat banyak memiliki kesamaan. Seolah-olah dua potongan sebuah permata atau dua buah sebatang pohon dan merupakan kesatuan yang utuh. Di dalam pemandangan kasyaf terdapat perbedaan yang sangat halus.Dan secara zahir juga ada suatu kesamaan. Karena , Masih merupakan pengikut nabi agung dan sempurna, yakni pengikut Hadhrat Musa dan merupakan khadim agama. Dan injilnya merupakan cabang Taurat. Dan yang lemah ini juga merupakan salah seorang dari khadim-khadim akhir Nabi yang agung ini yang adalah majikan Rasul-rasul dan mahkota para nabi. Dan dia adalah Haamid –yang memuji dan Ahmad [yang paling banyak memuji]. Rasul semuanya حامد-haamid-yang memuji ,maka dia adalah Ahmad. Dan jika dia Mahmud, maka dia adalah Muhammad saw. Berhubung yang lemah ini kesamaan sempurna dengan Al-Masih,karena itu Tuhan Yang Mahamulia di dalam nubuatan Masih, mulai dari sejak awal yang lemah ini diikutsertakan di dalamnya,.yakni, merupakan penyempurnaan nubuatan Hazarat Masih yang tersebut di atas , baik secara lahiriah maupun ruhaniah. Dan yang lemah ini secara rohani persis merupakan tempat turun/menjelmanya. Yakni, secara ruhani kemenagann Islam yang berasaskan hujjah-hujjah[pembela] pamungkas dan dalil-dalil terang telah ditetapkan dengan perantaraan yang lemah ini. Meskipun di dalam kehidupannya hal ini tidak sempurna secara keseluruhan. Meskipun agama Islam dari segi dalil-dalil kebenarannya dari sejak awal terus meraih kemenangan dan dari sejak awal para penentangnya terus menjadi hina,tapi zahirnya kemenangan ini pada berbagai golongan dan bangsa telah tertentu pada datangnya zaman yang akibat zahirnya semua jalan/sarana, seluruh dunia dijadikan satu negara dan dikatagorikan dalam setatus satu bangsa yang mampu menyajikan semua sarana-sarana pengembangan pengajaran, semua sarana-sarana penyebaran agama dan mampu menyajikan semua sarana-sarana kemudahan.Dan baik secara internal maupun lahiriah sangat cocok untuk pengajaran kebenaran.

Barahin Ahmadiyah

            يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Pada hari ketika Allah akan membangkitkan mereka semua bersama-sama. Dan Dia akan memberitahukan kepada mereka tentang apa yang diperbuat mereka. Allah telah mencatat semua itu,sementara mereka telah melupakannya. Dan Allah itu Penyaksi atas segala sesuatu.

Surah Al-Hashar 12:

 أَلَمْ تَر إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لِإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِنْ قُوتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ-Tidakkah engkau melihat orang-orang munafik ? Mereka berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir dari antara ahli kitab,”Sekianya kamu diusir dari Madinah niscayalah kami akan ikut serta bersama mereka,dan kami tidak akan tunduk kepada seorangpun untuk melawan kamu, dan jika kamu diperangi,tentulah kami akan menolong kamu.Tetapi Allah menjadi saksi bahwanya mereka itu pendusta.

Surah Al-Munafiquwn

 إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

Apabila orang-orang munafik datang kepada engkau mereka berkata:Kami menyaksikan bahwasanya engkau Rasul Allah Dan Allah mengetahui bahwasanya engkau sungguh Rasul-Nya dan Allah menjadi saksi bahwa orang-orang yang mendakwakan seperti itu sungguh mereka itu munafik dan benar-benar pendusta.

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda: Banyak orang-orang yang bersumpah dan berkata bahwa kami beriman kepada Rasul Allah. Akan tetapi Allah berfirman: Kami mengetahui bahwa hai Muhammad saw,engkau adalah Rasul Kami, tapi Kami bersumpah bahwa orang yang mendakwakan seperti itu sungguh mereka itu pendusta dan munafik karena akhlak/amal-amal mereka bertentangan dengan keadaan hati mereka.Dan kata-kata yang mereka katakan dengan lidah hatinya tidak mengimaninya.

Kini berkenaan dengan Rasulullah saw dan berkenaan شهيد-shahiydnya [saksinya]nabi-nabi lain dan kaum-kaum mereka ada beberapa ayat-ayat Al-Quran dan dalam menafsirkan itu ada beberapa refrensi-refrensi lain saya sajikan.

Surah Al-Baqarah 144:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ-Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang pertengahan dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu sebelumnya itu melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Hadhrat Abu Said Khudri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Pada hari kiamat akan dibawa Hadhrat Nuh dan akan dikatakan,apakah kamu telah menyampaikan amanaat Allah sepenuhnya ? Dia akan menjawab: Ya, Tuihan-ku.. Maka kepada ummat beliau akan ditanyakan: Apakah beliau telah menyampaikan amanat kepada kalian ? Mereka akan mengatakan bahwa tidak ada yang datang kepada kami untuk memberikan peringatan. Maka kepada beliau akan ditanyakan. Siapakah saksi kamu ? Maka mereka akan mengatakan: Muhammad saw dan ummat beliau. Rasulullah saw bersabda: Kemudian kalian akan dibawa dan kamu akan memberikan kesaksian. Kemudian Rasulullah saw membaca ayat ini [Baqarah 143]وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا-Yakni ummat yang berlaku adil :Kemudian membaca ayatلِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا-Supaya kalian menjadi saksi atas orang –orang dan Rasul menjadi saksi atas kalian.

            عن ابى هريرة قال مروا بجنازة على النبى فاصنعوا عليها خيرا فقال النيى صل الله عليه وسلم وجيت. ثم مروا بجنازة اخرى فاصنعوا عليها شرا. قال النيى النبى صل الله عليه وسلم وجبت. قالوا يا رسول الله قولك الاولى والاخرى وجبت. فقال النبي صل الله عليه وسلم الملا ئكة شهداءالله فى السماء وانتم شهداءالله فى الارض .

‘an abiy hurairata qaala marru bi janazatin ‘alannabiyyi fasna’uw ‘alaiha khairan fa qaalannabiyyi shallallaahu ‘alaihi wasallama wajabat tsumma maarru bijanaazatin ukhra fashna’uw ‘alaiha syarran qaalannabiyyi shallallaahu ‘alihi wasallama wajabat. qaaluw yaa rasuwlallaahi qaulukal uwla wal ukhraa wajabat fa qaalan-nabiyyi shallaahu alaihi wasallama almalaikatu syuhadaau ‘alallaahi fissamaai wa antum syhudaa a ‘alallaahi fissamaai

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa ada sebuah jenazah lewat di hadapan Rasulullah saw maka orang-orang memujinya dengan pujian yang baik. Maka Rasulullah saw bersabda: وجبت-wajib untuknya. Kemudian lewat lagi sebuah jenazah maka orang-orang mengingatnya dengan kata-kata yang buruk. Maka nabi bersabda: وجبت-wajib atasnya.Para sahabah r.a. berkata:Ya Rasulullah saw ,sebelumnya pun Tuan mengatakan وجبت –wajib atasnya dan kinipun Tuan mengatakan وجبت-wajib atasnya ? Apa maksud Tuan ? Maka Rasulullah saw bersabda:Malaikat-malaikat di langit merupakan saksi-saksi Allah di langit dan kalian di bumi merupakan saksi-saksi Allah di bumi

Hadhrat Anas bin Malik meriwayatkan bahwa ada sebuah jenazah lewat di depan nabi saw . Dan orang-orang memuji orang yang wafat . Beliau bersabda: وجبت-wajib atasnya,yakni terkabul untuknya. Kemudian lewat sebuah jenazah di depan beliau yang berkenaan dengan itu orang-orang mengatakan bahwa ini bukanlah orang baik. Beliau bersabda: وجبت-yakni untuknyapun juga doa telah dikabulkan.Maka ditanyakan di hadapan Rasulullah saw : Berkenaan dengan jenazah sebelumnya pun juga Tuan berkata: Untuknya itu telah terkabul.Dan berkenaan dengan jenazah yang lainpun inilah yang Tuan katakan, itu telah terkabul untuknya ? Maka beliau bersada: شهادة القوم قوم المؤ منون شهداء الله فى الارض –shahaadatul qaumi qaumil mu’minuwna shuhadaa-allaahi fil ardhi-Yakni ini merupakan kesaksian kaum/bangsa dan orang mu’min merupakan saksi-saksi yang Allah telah tetapkan di bumi.

Hadis Ibni Majah

Hadhrat Jabir bin Abdullah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Yang mulia diantara para shuhadaa/orang-orang shahid Uhud, dua-dua orang beliau lipat dalam sehelai kain kafan. Kemudian beliau bertanya diantara ini siapa yang lebih banyak mengetahui Al-Quran. Maka apabila berkenaan dengan seseorang dibertahukan maka beliau menurunkannya duluan di liang lahat dan beliau bersabda:انا شهيد على هؤلاء يوم القيامة-anaa shahidun ‘laa haa’ula yaumal qiyaamah-Yakni, saya akan menjadi saksi untuik mereka pada hari kiamat. Beliau memerintahkan memakamkannya dengan darahnya.Dengan demikian dia tidak dimandikan dan tidak pula shalatkan jenazahnya.

Hadhrat Muawiyah bin Abusalam dari bapaknya dan dia meriwayatkan dari kakeknya Abu Salam bahwa dari antara sahabah Rasulullah saw ada keterangan seorang:Suku Ibni Juhainah telah diserang . Yakni seorang muslim mengejar seorang dari suku itu dan menyerangnya dengan pedang,namun seranganya meleset lalu pedangnya orang Islam yang menyerang itu sendiri yang mengenai dirinya,yakni dia sendiri yang kena.Maka Rasulullah saw bersabda: Hai orang-orang Islam, ini adalah saudara kamu. Lalu orang-orang berlari-lari ke arahnya dan telah medaptkannya telah mati . Baru Rasulullah saw mengkain kafaninya dengan kain yang berlumuran darah itu dan menyembahyangkan jenazahnya lalu menguburkannya.Maka para sahabah bertanya apakah ini shahid ? Beliau bersabda: Ya, saya adalah saksi untuknya.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Ada seorang datang kepada Rasulullah saw. Dia melakukan sesuatu maka beliau bersabda: Cukup/sudahlah. Saya kini telah layak untuk menjadi saksi bagi ummat saya. Saya khawatir jangan-jangan ummat saya akan mendapatkan hukuman karena kesaksian saya.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Allah telah menjadikan Islam sebagai contoh untuk orang lain. Di dalam ini telah ditempuh jalan tengah yang sama sekali kosong dari terlalu tinggi dan terlalu rendah.

Hadhrat Masih Mauud a.s. menambahkan :Untuk ummat yang penuh berkah ini di dalam Al-Quran ada petunjuk pertengahan.Taurat telah menekankan untuk melakukan balas dendam, sementara dalam Injil ditekankan terhadap memaafkan. Dan ummat ini memperoleh pengajaran mengenal kesempatan menganal pengajaran/ajaran jalan tengah. Sesuai dengan itu Tuhan berfirman وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا,yakni Kami telah menjadikan engkau ummat yang mengamalkan yang pertengahan dan telah memberikan ajaran tengah. Maka beberkahlah yang berjalan di atas jalan ini dan خير الامور اوسظها- khairul umur ausathuha-sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan.

 فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Maka tetkala Isa mengetahui adanya kekufuran pada mereka ,berkatalah ia,” Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku di jalan Allah ? Berkata para hawari,”Kamilah penolong Allah. Kami beriman kepada Allah. Dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang taat.

Surah   Nisa’42:

 فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا –Maka betapa ketika kami mendatangkan dari setiap ummat seorang saksi.dan kami akan mendatangkan engkau sebagai saksi atas mereka ini.

عن زيد ابن ارقم قال سمعت النبى صل الله عليه وسلم كان رسول الله صل الله عليه وسلم يقول فى دبر صلواته اللهم ربنا ورب كل شيء انا شهيد انك وانت رب وحدك لا شريك لك اللهم ربنا ورب كل شيء انا شهيد ان محمدعبدك ورسولك اللهم ربناورب كل شيء انا شهيدان عبادكلهم اخوة اللهم ربنا ورب كل شيء اجعلنى مخلصا لك واهد فى كل سا عة فىالدنيا والاخرة يا ذالجلال والاكرام اسمع واستجب

‘an zaid ibni arqam qaala sami’tu nnabiyya shallallaahu ‘alaihi wasallam kaana Rasulullahi shallallaahu ‘alaihi wasallama yaquwlu fi duburi shalaatihi allaahumma rabana warabba kulli syaiin ana shahiydun annaka wa rabbu wahdaka laa syarikalaka allahumma rabba kulla syaiin anaa syahidun anaa Muhammadun abdaka wa rasuwluka

allaahuma rabana wa rabba kulla syain anaa syahidun anna ‘ibaada kulluhum ikwa allaahumma rabbu kulli syaiin ij’alni mukhlishan laka wahdi fi kulli saa’atin fid-dunya wal-akhirah yaa dzal jalalaali wal ikraam isma’ wastajib-Hadhrat Zaid bin Arqam r.a. meriwayatkan bahwa saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Hai Allah, Tuhan kami, Engkau Rabb segala sesuatu,saya bersaksi bahwa Engkau adalah Rabb , Engkau Esa tidak ada sekutu bagi Engkau. Hai Allah, Rabb kami, Rabb segala sesuatu,saya menjadi saksi bahwa Muhammad hamba Engkau dan Rasul Engkau. Hai Allah, Rabb-kami dan juga Rabb segala sesuatu. Saya bersaksi bahwa semua hamba adalah bersaudara Engkau dan Rasul Engkau.Hai Allah, Rabb kami dan juga Rabb segala sesuatu,jadikanlah saya di dunia dan di akhirat setiap saat menjadi orang yang mukhlis kepada Engkau. Hai Tuhan Yang Maha perkasa Maha mulia dengarlah doaku dan terimalah itu.

Allamah Fakhruddin Razi dalam menafsirkan ayat فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ-menulis:Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabdda kepada Abdullah bin Masu’ud bahwa perdengarkanlah kepada saya Al-Quran. Maka Abdulllah bin Masuud berkata: Ya Rasulullah saw, Tuan yang telah mengajarkan Al-Quran kepada kami.Maka Rasulullah saw bersabda: Saya sangat senang mendengar Al-Quran dari orang lain.Ibni Masud r.a. mengatakan bahwa saya mulai membaca surah An-nisa. Dan ketika saya sampai kepada ayat.Nisa’ 40: فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا-[Maka betapa ketika kami mendatangkan seorang saksi daari setiap ummat dan kami akan mendatangkan engkau sebagai saksi terhadap mereka ini.] Maka Rasulullah saw menangis.Ibnu Mauud r.a. berkata: Melihat kondisi Rasulullah saw seperti ini, saya menyelesaikan bacaan saya. Shudi berkata : Dari pihak ummat Rasulullah saw dan dari Rasul ini akan memberikan kesaksian bahwa mereka telah menyampaikan amanat dan Rasulullah saw akan memberikan kesaksian akan kesaksian ummat beliau ini sebagaimana Allah berfirman جعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسDan sebagaimana secara hikayat diceriterakan berkenaan dengan Hadhrat Isa berkata di dalam Al-Quran Al-Maidah 118: وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْdan di dalam kebiasaan ahli Arab ialah berkenaan dengan benda yang diharapkan akan terjadi seperti itu dikatakan :كيف بك اذا كان كذاوكذا-kaifa bika idza kaana kadza wakadza-Yakni bagaimana kondisi kamu kelak apabila akan terjadi seperti itu dan itu, dan apabila sifulan akan mengerjakan pekerjaan anu/fulan. Atau apabila datang waktu fulan.Dan begitu juga maksud dengan kalimah ini adalah bahwa pada hari kiamat bagaimana kondisi kamu ketika dari setiap ummat Allah akan membawa rasul mereka sebagai saksi dan engkau hai Muhammad saw akan dibawa sebagai saksi atas semua. Dan maksudnya adalah kaum Rasulullah saw yang ditujukan oleh Al-Quran sebagaimana Rasulullah saw telah lihat dan kondisinya beliau ketahui. Dan setiap orang pada zamannya mereka akan melihat orang-orang pada zamannya yang kondisinya mereka akan berikan kesaksiannya. Dalam arti ini Isa berkata وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ.[Saya menjadi saksi selama saya berada diantara mereka]

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Allah Yang Maha agung telah menyatakan nabi kita saw sebagai shahid untuk seluruh ummat Islam dan berfirman وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا-[Dan Kami akan mendatangkan engkau sebagai saksi untuk mereka]

Hadhrat Masih Mauud a.s. menambahkan: Apabila di dalam bangsa-bangsa itu masa yang panjang sudah berlalu, mulai timbul hubungan diantara sesama,mulai terbuka gerbang perkenalan dan pengenalan diantara satu negeri dengan negeri lainnya, dan di dunia penyembahan makhluk dan segala corak macam dosa juga telah sampai pada puncaknya, baru Allah membangkitkan nabi kita Muhammad Mustafa saw di dunia. Supaya dengan perantaraan ajaran Al-Quran ini yang merupakan ajaran yang sesuai untuk akhlak /tabeat ummat manusia Dia menjadikan semua bangsa yang berbeda menjadi seperti satu bangsa. Dan sebagaimana Dia وحده لا شريك- wahdahu laa sharik –Esa tidak ada sekutu , di dalam itu pun Dia ciptakan وحده لاشريك-[Esa tidak ada sekutu] / Dia ciptakan واحد-wahid satu/kesatuan, supaya semua bersatu seperti satu wujud mengingat Tuhan mereka;memberikan kesaksian akan ke-Esaan-Nya,supaya persatuan bangsa semula yang pernah ada sejak awal kejadian manusia dan persatuan akhir bangsa-bangsa yang asasnya telah diletakkan pada zaman akhir ,yakni yang Tuhan telah kehendaki ketika dibangkitkannya Rasulullah saw, supaya dua corak kesatuan ini menjadi dua kesaksian akan wujud Tuhan dan ke-Esaan-Nya. Karena Dia adalah Esa, oleh sebab itu di dalam semua sistim ruhani dan jasmani-Nya juga bisa terjadi kesatuan dan persatuan.

Ilham Hadhrat Masih Mauud a.s.1882:

Beberapa waktu yang lalu seorang bernama Nur Ahmad yang adalah seorang Hafiz Quran dan juga seorang haji,bahkan mungkin dia seorang ahli bahasa Arab dan yang mahir dalam hal memahami Al-Quran. Dia menetap di Amritsar. Secara kebetulan dalam kondisi darwis, tatkala dia tengah melancong-lancomg dan sampai ke sini… Karena dia tinggal di tempat yang dekat disini dan berkenaan dengan diri yang lemah ini dia sendiri menzahirkan pandangannya yang tidak benar berkenaan dengan ilham bahwa ilham hanya sebuah nama khayalan-khayalan fikiran manusia. Maka hal itu sangat menimbulkan kesedihan di hati kami.Dan setiap ada kesempatan dia diberikan pengertian sepantasnya, namun hal itu tidak berpengaruh banyak padanya. Akhirnya sampai timbul perhatian kepada Allah. Dan sebelum sempurna/ zahirnya nubuatan, kepadanya telah dibertahukan bahwa doa akan dipanjatkan di hadapan Tuhan Yang Mahamulia.Dan tidaklah aneh bahwa setelah doa terkabul,makaTuhan Yang Maha Mulia akan menzahirkan semacam nubuatan yang kalian sendiri akan saksikan dengan mata kepala sendiri.

Maka untuk tujuan itu doa dipanjatkan di hadapan Tuhan yang Mahakuasa. Pada waktu subuh dalam kasyaf diperlihatkan sebuah surat yang seorang kirim lewat pos. Surat itu ditulis dalam bahasa Inggris : I am quarreller dan di dalam bahasa Arab tertulis.هذا شاهد نزاغ –hadzaa shaahidun nazzaagun. Dan inilah ilham secara lisan dari sang penulis masukkan dalam hati dan kemudian kondisi itu terus menghilang.

Berhubung yang lemah ini tidak mengerti bahasa Inggris,sebelum itu, pada waktu subuh setelah memberitahukan kepada Mia Nur Ahmad dan memberitahukan akan kedatangan surat itu, kemudian persis pada waktu itulah ditanyakan kepada seorng yang mengerti bahasa Inggris arti kata-kata itu. Oleh karena itu, dapat dimaklumi bahwa artinya ialah : Saya adalah seorang petengkar. Maka dari kalimah yang singkat itu sesungguhnya dima’lumi bahwa akan datang surat yang berkaitan dengan suatu pertengkaran. Dan kalimat keduaهذا شاهد نزاغ –hadzaa shaahidun nazzaagun yang dilihat tertulis dari seorang penulis artinya yang menjadi jelas ialah bahwa sang penulis telah menulis surat berkenaan dengan kesaksian suatu sidang/perkara.

Pada hari itu juga Hafiz Nur Ahmad Sahib karena hujan lebat tidak jadi pergi ke Amritsar. Dan pada hakekatnya karena adanya suatu faktor samawi dicegatnya dia/ tidak jadi perginya juga merupakan suatu bagian pengabulan doa, supaya untuknya sebagaimana dimohon di hadapan Tuhan dia juga dapat melihat kezahiran nubuatan dengan mata kepala sendiri. Walhasil, semua topik nubuatan itu dikperdengarkan padanya. Pada waktu sore persis di hadapannya datang sebuah surat tercatat Padri Rajab Ali, seorang pengelola dan pemilik percetakan “Sefir Hind” [ Duta India].Yang dari itu diketahui bahwa Padri Sahib menuntut ke mahkamah rendah pencatat/penulisnya sendiri yang juga merupakan penulis kitab ini dan yang lemah ini dia nyatakan sebagai saksi suatu peristiwa. Dan bersama itu datang pula surat panggilan pemerintah/pengadilan. Dan sesudah datangnya surat itu, kalimah ilham, هذا شاهد نزاغ –hadzaa shaahidun nazzaagun yang artinya adalah: “Saksi ini akan menjerumuskan pada kehancuran.” Atas dasar arti-arti itu nampak dapat diaplikasikan bahwa pengelola percetakan Sefir Hind ini sepenuhnya yakin bahwa kesaksian yang lemah ini benar dan sesuai dengan fakta. Karna faktor kebenaran yang layak dipercayai dan diharagai akan menciptakan kehancuran bagi pihak kedua.Dan dengan niat inilah pemimpin umum /pengelola yang dimaksud menyusahkan yang lemah ini untuk memberikan kesaksian. dan menyuruh menurunkan surat panggilan.

Dan secara kebetulan juga terjadi bahwa pada hari nubuatan ini sempurna dan terjadi perjalanan ke Amritsar, itulah hari pertama hari sempurnanya nubuatan itu. Jadi, nubuatan pertama juga sempurna di hadapan Mia Nur Muhammad, yakni persis pada hari itu yang merupakan hari sesudah sepuluh hari, uang datang. Dan harus pula pergi ke Amritsar.فالحمدلله على ذالك .

Barahin Ahmadiyah jilid 4 hal 471-474

Pada suatu kali yang lemah ini melihat dalam mimpi bahwa dipasang sebuah tenda seorang hakim atau seorang raja yang sangat agung. Dan tengah berlangsung pemberian keputusan terhadap orang-orang. Dan nampak jelas bahwa yang lemah dari pihak raja ditugaskan sebagai pemegang atau penjaga kantor. Dan sebagaimana di kantor ada berkas-berkas berbagai kasus disanapun juga banyak tumpukan-tumpukan berkas-berkas perkara dan di bawahan yang lemah ini ada seorang wakil penjaga yang ditugaskan. Di dalam kondisi seperti itu seorang pengawal [Raja] datang berlari-lari bahwa kini saatnya [menjalankan] perintah untuk mengajukan berkas-berkas orang –orang Islam.Keluarkanlah itu.

Jadi, ru’ya ini menunjukkan bahwa anugerah-anugerah Ilahi mengarah pada perbaikan dan kemajuan ummat Islam. Dan merupakan keyakinan sempurna bahwa kekuatan iman, ikhlas dan tawakkal yang telah terlupakan oleh ummat Islam kembali Tuhan akan ingatkan dan akan menganugerahkan berkah-berkah-Nya yang banyak kepada orang-orang karena semua berkah baik lahir maupun berkah batin adalah berada di tangan-Nya “

Catatan Ahmad jilis 1 hal 19 –20

Qamaruddin Shahid