بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْ عَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَى عَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal 8 July 2011 dari  Baitul Futuh London U.K.

Setelah membaca dua kalimah syahadah dan menilawatkan surat Alfatihah selanjutnya Huzur atba bersabda :

Sebagaimana semua orang tahu bahwa beberapa hari yang lalu saya telah pergi ke Jerman untuk menghadiri Jalsa Salana disana. Tentang Jalsa mana telah saya huraikan didalam Khutbah Jum’ah yang lalu di Berlin, Germany, kita telah menyaksikan serta merasakan banyak sekali karunia Allah swt telah turun didalam Jalsa Salana itu. Selain acara-acara Jalsa, Jema’at Germany telah membuat beberapa buah program yang telah memetik banyak karunia dan berkat-berkat baru dari Allah swt. Telah terbuka lebar jalan baru untuk memperkenalkan Jema’at Ahmadiyah kepada Masyarakat. Jema’at Germany harus mengambil faedah sebanyak-banyaknya dari pintu perkenalan yang telah terbuka kepada masyarakat. Selain dikalangan Jema’at Germany, saya telah mendapat kesempatan baik untuk mengadakan kujungan singkat kepada Jema’at-Jema’at yang dilalui, ketika pergi singgah di Jema’at Belgium dan ketika kembali dari sana sempat mengunjungi Jema’at Holland. Sekalipun kunjungan itu sangat singkat namun selama tinggal disana sempat menyaksikan banyak karunia Allah swt. Sampai di Belgium petang hari dan tinggal satu malam disana. Pada petang hari itu juga telah diadakan sebuah majlis pertemuan bersama para mubayi’in baru dan bersama orang-orang Jema’at yang tinggal berdekatan dengan Mission House, jumlah yang hadir pada waktu itu antara 60-70 orang dan saya telah mendapat kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan Jema’at. Didalam majlis itu, Allah swt telah membuka pintu hati orang-orang yang datang dari tempat yang berdekatan dan telah memberi taufiq untuk memahami pesan-pesan yang disampaikan kepada mereka, dan Allah swt telah-pun memberi taufiq kepada mereka untuk Bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Didalam Majlis itu saya jelaskan bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. yang telah diutus Tuhan sebagai Imam Mahdi diakhir zaman ini, beliau berttanggung jawab untuk mengembangkan missi Hazrat Nabi Muhammad saw secara luas keseluruh pelosok dunia. Melalui Revolusi ruhani besar yang dibangkitkan oleh Hazrat Nabi Muhammad saw orang-orang jahil yang setaraf dengan sifat-sifat khaiwan buas telah diperkenalkan jati diri mereka sebagai insan-insan terhormat. Setelah dijadikan manusia dan dididik menjadi manusia terpelajar mereka berhasil dibawa mendekat kepada Tuhan, sehingga mereka menjadi manusia yang bertuhan. Dan mereka  bukan hanya mulai mengenal maksud dan tujuan penciptaan diri mereka kealam dunia ini, bahkan mereka berusaha sekuat tenaga untuk meraih tujuan hakiki penciptaan mereka itu. Hubungan dengan Tuhan telah terjalin demikian sangat erat sehingga mereka mulai memandang setiap benda didunia ini tidak mempunyai hakikat apa-apa kecuali wujud Dia. Kehidupan duniawi mereka telah berubah menjadi kehidupan ukhrawi. Untuk menciptakan situasi demikianlah yang dimaksud oleh kedatangan Hazrat Masih Mau’ud a.s. sesuai dengan nubuatan ajaran Alqur’an.

Ada seorang yang menarik perhatian saya, saya kira dia seorang Ahmady, namun kemudian diketahui bahwa dia belum bai’at. Namun dia telah menjalin hubungan sangat erat dengan Jema’at. Setelah selesai saya  berbicara dia minta izin sambil berdiri, nampaknya dia adalah teman dari Marocco, dengan suara berat penuh haru ia berkata; Pada hari ini setelah mendengar semua penjelasan dari Tuan, bahwa salah satu tugas dari para pengikut Hazrat Masih Mau’ud a.s. adalah membuat menusia menjadi insan bertuhan, saya berjanji untuk memperbaiki diri saya sendiri dan menjadi penolong Hazrat Masih Mau’ud a.s. untuk menyebarkan ajaran Islam sejati diatas dunuia, dan saya akan berusaha menjadi orang yang membawa dunia semakin dekat kepada Allah swt. Pada hari ini saya mengumumkan untuk Bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah, jika seandainya sebelum ini terdapat keraguan didalam pikiran saya, maka setelah mendengar uraian Tuan, semua keraguan itu telah hilang sirna. Mohon Tuan ambil bai’at saya pada hari ini dan masukkanlah saya kedalam kelompok orang Sultan Nasir Hazrat Masih Mau’ud a.s. Maka beliaupun bai’at dan ada tujuh delapan orang lagi bai’at beserta beliau. Penjelasannya secara mendetail sedang disusun oleh Tuan Abdul Majid Tahir yang kemudian akan disiarkan didalam Surat Khabar Al Fazal International. Dengan karunia Allah swt peristiwa bai’at sauadara-saudara kita ini sangat mengesankan hati setiap orang disertai dengan rasa puas dan haru yang sangat mendalam. Dan mereka bertekad untuk menyempurnakan apa yang diperlukan dari diri mereka dan mereka akan menyebarkan kepada masyarakat dunia apa yang telah mereka peroleh. Disana para mubayi’in baru sangat giat dan semangat untuk menyampaikan tabligh. Dan sasaran tabligh mereka dimulai dengan mendatangi saudara-saudara dan kaum keluarga mereka sendiri. Dan lambat laun mereka dibawa kedalam pangkuan Jema’at Ahmadiyyah, yaitu Islam hakiki. Dengan karunia Allah swt mereka laksanakan hal itu semua dengan penuh semangat dan dedikasi yang meluap didalam kalbu mereka.

Selain itu saya ingin menceritakan bahwa di Belgium juga telah dilaksanakan Jalsa Salana selama 3 hari, didalam Khutbah Jum’ah yang lalu saya belum sempat menjelaskannya. Dengan karunia Allah swt Jema’at Belgium sedang berderap maju sangat cepat sekali  dalam perolehan jumlah yang bai’at baru, dalam menjalin hubungan dengan masyarakat dan dalam menyampaikan amanat Jema’at Ahmadiyyah terhadap orang lain. Sesungguhnya Allah swt sendiri yang telah membuka jalan kearah itu semua. Disetiap tempat diatas dunia ini telah berkumandang suara dari atas langit. Untuk mensyukurinya yang memadai kita harus mengambil faedah sebanyak-banyaknya dari jalan yang Allah swt sendiri telah membukanya itu dan kita harus memelihara para pendatang baru didalam Jema’at-Nya. Selain itu kita harus menaruh perhatian terhadap perbaikan diri pribadi masing-masing.

Ketika dalam perjalanan kembali dari Germany saya sempat singgah di Holland yang sedang melangsungkan Jalsa Salana dimulai pada hari ini. Kita do’akan semoga Allah swt melimpahkan barkat-barkat-Nya kepada Jalsa mereka dan kepada semua para peserta yang hadir disana. Dan semoga Dia menjadikan mereka semua para pewaris barkat do’a-doá Hazrat Masih Mau’ud a.s. Semoga dari segala seginya Jalsa Salana mereka sangat berberkat, Amin.  Dan semoga para anggauta Jema’at disana memperoleh kemajuan labih banyak dari sebelumnya dimedan usaha tabligh dan tarbiyyat mereka. Karena disana sering dilancarkan pihak lawan gerakan-gerakan untuk menentang Islam maka para anggauta Jema’at kita harus berusaha meningkatkan berbagai jenis kegiatan Jema’at untuk menghadapi mereka. Semua badan-badan Jema’at dan Jema’at secara National harus menyusun program yang tangguh untuk menunjukkan ajaran Islam yang indah dan murni kepada masyarakat ramai disana dan harus dipikirkan bagaimana sisitim dan cara untuk menyampaikannya kepada setiap orang dinegeri itu. Selama dalam lawatan singkat disana, sempat diadakan mulaqat  dengan para Mubayi’in baru yang bercakap Bahasa Arab dan juga para simpatisan yang datang dari beberapa tempat yang berdekatan dengan Mission House. Seorang teman yang sudah dekat betul dengan Jema’at telah Bai’at masuk Ahmadiyah. Sebagaimana telah saya katakan, Allah swt telah menghembuskan sebuah tipuan angin yang membuat hati manusia menjadi tenteram dan sangat menakjubkan, membuat hati mereka terbuka untuk menerima kebenaran Ahmadiyyah. Sekarang menjadi kewajiban kita juga untuk mengambil bahagian didalam karunia-karunia Allah swt ini, kita harus berusaha giat secara kamil dan secepat mungkin untuk menarik manusia sebanyak-banyaknya kedalam pangkuan Jema’at Ilahi yakni Islam hakiki ini.

Menguraikan dengan lisan suasana yang meliputi perasaan haru dan rasa syukur orang-orang yang baru Bai’at masuk kedalam Jema’at Ilahi ini sungguh diluar kemampuan manusia. Namun demikian keadaan dan suasana orang-orang yang baru Bai’at masuk Jema’at didalam kedua negara yang telah saya kunjungi ini yakni Belgium dan Holland, dan suasana tiupan angin Ilahi yang telah berhembus kearah kita membuat pintu hati manusia telah terbuka, dengan karunia Allah swt dalam lawatan singkat ini telah menunjukkan pemandangan turunnya karunia Ilahi yang sangat deras sekali. Dan mereka yang baru masuk Jema’at dengan semangat yang bergelora telah mengumumkan secara terbuka untuk menyampaikan amanat Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini kepada orang lain. Dalam tempo yang sangat singkat sekali Revolusi ruhani besar ini nampak pada diri mereka, melalui percakapan dan pergaulan mereka dengan orang-orang Jema’at. Bahkan dalam waktu perbualan sambil duduk-duduk tiba-tiba kalbu mereka lentur dan meleleh sambil meneteskan air mata penuh haru disertai rasa syukur kepada Allah swt. Timbul suasana baru dengan perasaan haru yang turun dari langit kedalam kalbu mreka. Semua karunia khas ini semata-mata anugerah dari Allah swt yang merupakan pemandangan sebuah bukti dukungan dan pertolongan Allah swt terhadap Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dan bukti sempurnanya setiap segi dari ilham Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini yaitu : yansuruka rijalun yuhi ilahim minas samaa-i. Yakni : Orang-orang akan datang menolong engkau atas perintah Kami dari langit (Tazkirah hal.442) Maksudnya sebagian besar dari para Ahmady baru adalah orang-orang yang Allah swt telah tanamkan semangat yang tinggi didalam kalbu mereka dalam mencari kebenaran. Kemudian mereka mengadakan kontak dengan Jema’at dan ajaran Ahmadiyah yakni Islam hakiki yang sangat indah membuat mereka terpesona sehingga hati mereka runduk sepnuhnya terhadap Jema’at Ahmadiyah. Sekarang betapapun para Mullah berusaha dengan keras sambil menakut-nakuti dengan perkara duniawi untuk menggoncang pendirian mereka, namun Allah swt telah membuat kalbu mereka suci bersih dan runduk terhadap kebenaran, mereka tidak dapat memalingkan orang-orang ini dari kebenaran dan keimanan yang telah Tuhan anugerahkan kepada mereka. Dan mereka ini tidak akan menjadi orang-orang penakut karena desakan atau ancaman duniawi.

Beberapa hari yang telah lalu ketika saya sedang memeriksa sebuah laporan dari  Missionary Incharge Jema’at Cameroon, katanya disana sedang diperolehn kemajuan sangat cepat sekali baik diwilayah yang penduduknya bercakap Bahasa Inggeris maupun diwilayah yang penduduknya bercakap Bahasa Prancis. Oleh sebab itu api kemarahan dan kedengkian para penentang yang terdiri dari orang-orang setempat maupun orang-orang yang berasal dari Pakistan semakin berkobar. Katanya, pada tanggal 29 Mei 2011 yang lalu kelompok orang-orang berasal dari Pakistan bekerja sama dengan para Mullah setempat datang kemasjid Jema’at kita lalu mereka meneriakkan slogan-slogan kasar bernada keras dan kotor menentang Jema’at kita. Dan mereka berusaha mengajak bertengkar dengan beberapa orang Jema’at yang sedang duduk didalam mesjid kita itu. Dengan penuh sabar orang-orang Jema’at kita berkata kepada mereka itu : Jika kamu sekalian datang kesini untuk menunaikan salat, silakan tunaikan salat kalian. Namun jika kalian berteriak-teriak sambil mencaci maki, maka pergilah kalian semua dari sisni, sebab kami tidak ingin mendengar suara caci maki kalian. Akhirnya merekapun pergi dari sana. Namun kira-kira 60 KM dari sana ada sebuah lagi mesjid kita bernama Masjid Baitus Salam, yang belum lama diresmikan. Mereka sampai juga kesana. Sebagian besar anggauta Jema’at dari situ telah pergi menghadiri Jalsa Yaumi Khilafat di Jema’at lain yang tidak jauh dari situ. Dimesjid Baitus Salam itu hanya tinggal beberapa orang saja. Para Mullah yang datang dari Pakistan yang disertai oleh beberapa mullah lokal yang cukup berpengaruh itu masuk kedalam mesjid kita dan berusaha untuk menghasut orang-orang Ahmady yang sedang duduk-duduk disitu. Namun mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh hasutan para Mullah itu. Namun para Mullah itu telah mengambil beberapa buah buku Jema’at dan sejumlah Alqur’an dari dalam Mesjid itu. Dan sebuah board (papan tulis) yang terletak diatas dinding telah diturunkan dan dibawa oleh mereka. Ketika orang-orang Jema’at telah kembali dari Jalsa Yaumi Masih Mau’ud langsung mereka menghubungi pihak yang berwajib. Para Mulla itu telah berusaha untuk menghasut penduduk sekitar dan juga para penguasa didaerah itu untuk menentang Jema’at. Mereka berkata bahwa orang-orang Ahmady ini bukan muslim dan pembuat kerusuhan, pembuat kekacauan dan pemberontak serta pembangkang anti pemerintah, dan sebagainya. Namun para anggauta Jema’at kita langsung mengadakan kontak dengan Kepala Pemerintahan setempat yang pernah diundang oleh Jema’at ketika peresmian Masjid Baitus Salam itu. Ketika perkara ini semua dijelaskan kepada beliau, maka beliau berkata:” Sekarang orang-orang itu sudah pada pergi semuanya. Apabila orang-orang itu datang kembali ketempat kita ini harap diberitahukan kepada saya, nanti akan saya tangkap mereka dan saya ajukan kepengadilan.” Itulah orang-orang yang selalu berusaha menghasut masyarakat disetiap tempat untuk menentang Ahmadiyah. Akan tetapi Allah swt telah menciptakan suasana yang sangat menakjubkan, dimana ramai orang-orang bai’at masuk Ahmadiyah disana orang-orang yang belum menggabungkan diri dengan Jema’at Allah swt membuat hati mereka lembut dan runduk terhadap Jema’at Ahmadiyah. Orang-orang Africa yang boleh dikatakan masih lemah dalam pendidikan dan pengetahuan ilmu duniawi namun Allah swt telah menerangi hati sanubari mereka dengan cahaya kebenaran. Iman mereka sungguh kuat tidak mudah terpengaruh oleh hasutan mereka yang menamakan diri para ulama. Memalingkan iman manusia adalah pekerjaan syaitan. Dan ia berkata kepada Tuhan : Wahai Allah ! Hanya hamba Engkau yang sejati-lah yang tidak dapat aku pengaruhi. Selain mereka aku goda dan aku sesatkan mereka dari jalan Engkau. Yang pekerjaannya menggoda manusia, ia akan terus menggoda dan menyesatkan manusia. Akan tetapi orang-orang yang telah mempunyai hubungan yang murni dengan Allah swt telah diperlihatkan kepada mereka jalan yang lurus. Mereka telah menjadi hamba Allah swt yang sejati. Dan mereka akan tetap berdiri tegak diatas keimanan mereka, insha Allah !! Dan pernyataan demikianlah yang sedang nampak kepada kami disetiap tempat didunia.

Sekarang saya akan menjelsakan bagaimana kisah beberapa orang Ahmady yang telah mendapat petunjuk dari Allah swt, petunjuk yang sangat menakjubkan. Seorang dari Kirgistan menulis : ” Pada bulan Ramadhan yang lalu saya bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah. Untuk  menghindarkan diri dari keburukan dan untuk melangkahkan kaki diatas jalan yang benar guru saya telah mengajarkan sebuah do’a. Saya belajar do’a itu sudah satu tahun lamanya. Namun saya tidak pernah membaca do’a itu. Katanya, tiga-empat hari yang lalu saya berdo’a kepada Tuhan : Ya Allah !! Dengan rahmat dan karuni-Engkau tunjukilah daku kejalan yang lurus. Tiga empat hari kemudian setelah memanjatkan do’a itu saya melihat sebuah mimpi bahwa saya sedang berdiri diatas puncak sbuah bukit. Didepan saya nampak bebarapa puncak bukit lainnya. Dari sana saya melompat keatas bukit yang lain. Pada waktu itu nampak kepada saya dua ekor kera. Salah seekor dari kera itu meloncat kesebelah kanan dan mengganggu saya sedangkan yang kedua datang langsung kearah saya. Pada waktu itu menjelma-lah dihadapan saya sebuah wujud perkasa yang dengan kekuatannya telah menyelamatkan saya dari gangguan kera-kera itu dan saya selamat dari padanya. Beberapa hari kemudian setelah melihat mimpi ini saya bangun dan merasa hairan apa maksud mimpi itu. Beberapa hari setelah itu saya mengadakan kontak dengan Jema’at Ahmadiyah dan saya mendapat penjelasan-penjelasan tentang Ahmadiyah. Saya meminta buku-buku Jema’at untuk dibaca. Tidak lama setelah membaca dan mempelajari buku-buku itu  dengan karunia Allah swt sayapun bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah. Alhamdulillah! Setelah itu saya faham ta’wil mimpi itu bahwa sesuai dengan riwayat Hadis Rasulullah saw para pemimpin agama diakhir zaman ini diserupakan dengan kera dan Ahmadiyyah telah menyelamatkan saya dari kera-kera itu.

Seorang anggauta Jema’at dari Indonesia, mengatakan bahwa beberapa tahun sebelum masuk Jema’at Ahmadiyah saya jatuh sakit dan dirawat disebuah Rumah Sakit Tentera. Ketika sudah siuman saya melihat sebuah kasyaf. Didalam kasyaf itu nampak sebuah screen (layar) yang sangat besar dan lebar sekali, didalamnya pertama nampak tulisan sebuah Kalimah Syahadah, Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan Rasulullah, setelah itu nampak tulisan sebuah ayat Alqur’an kemudian tulisan sebuah Hadis Rasulullah saw disertai dengan beberapa tulisan-tulisan yang artinya : “Jangan mati sebelum masuk Islam”, Qiamat belum datang waktunya, kemudian nampak tulisan : kehidupan manusia laksana sebuah kitab terbuka, kitab ini menunjukkan sejarah kehidupan  manusia, apabila manusia meninggal kitab itu tertutup, dan pada suatu waktu akan dibukakan kembali. Orang itu yang bernama Wiwil Sahib sangat gelisah sekali setelah menyaksikan tulisan; ”Jangan mati sebelum masuk Islam” didalam layar lebar itu. Padahal saya seorang Muslim, namun mengapa tulisan itu diperlihatkan kepada saya. Setelah menyaksikan kasyaf atau mimpi itu saya membaca banyak buku-buku agama dan membaca sebuah Hadis yang menjebutkan adanya 73 golongan didalam Islam, diantaranya hanya satu golongan yang akan selamat dan yang lainnya tidak. Katanya, setelah itu saya mencari golongan-golongan Ahli Sunnah Wal Jama’ah. Apabila berjumpa dengan seorang Alim atau seorang Kiyai, saya bertanya kepadanya, dan jawaban yang saya terima selalu mengatakan; Kamilah golongan Ahli Sunnah Waljama’ah itu. Namun apabila melihat keadaan mereka, saya tidak dapat menerima pernyataan mereka itu. Bertahun-tahun saya mencari golongan yang dimaksud itu, namun tidak dapat dijumpai. Sampai ketika saya menunaikan Hajji saya cari pula disana namun tidak dapat menemukannya. Akhirnya pada tahun 1998 ketika saya sudah pension dari militer, saya berjumpa dengan seorang pemimpin Ahmadyah dan saya ceritakan kepada beliau perasaan gelisah saya setelah mendapat mimpi itu. Pemimpin Ahmadiyah itu memberi penjelasan tentang Ahmadiyah kepada saya dan dikatakan bahwa bagi sebuah Jema’at harus mempunyai seorang Imam dan para pengikutnya. Lagi pula Imam itu harus bertaraf International sesuai dengan kedudukan Islam, agama bagi seluruh dunia. Dikatakan kepada saya bahwa didunia ini hanya Jema’at Ahmadiyah yang mempunyai Imam untuk umat manusia seluruhnya dan para pengikutnya tersebar diseluruh dunia. Imam ini adalah Imam Mahdi yang telah dijanjikan kedatangannya oleh Hazrat Rasulullah saw, yaitu pendiri Jema’at Ahmadiyah, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sebagai Khalifatullah. Dan sekarang Imamat ini dilanjutkan oleh Khalifatul Masih. Colonel Wiwil Sahib berkata: Saya mendengar dari para ulama Islam bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Jema’at Ahmadiyah, na’uzu billah, adalah murtad diluar Islam dan pembuat kekacauan dan kerusuhan didalam Islam. Maka pemimpin Ahmadiyah itu menjelaskan bahwa pada zaman sekarang ini Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah orang pertama, atas perintah Ilahi,  yang telah menda’wakan sebagai Imam Mahdi. Setelah mendapat penjelasan-penjelasan lebih lanjut keyakinan beliau semakin kuat akhirnya beliau-pun Bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah. Setelah bai’at beliau sangat aktif dan rajin bertabligh kepada orang lain sampai akhir hayat beliau.

Amir Sahib Gambia menulis ; Disebuah kampung bernama Sara-e- Mahmood, ada sebuah Mesjid Jema’at yang selain orang-orang Ahmady orang-orang ghair Ahmady juga  menunaikan salat dimesjid itu. Dua bulan sebelum Mesjid ini dibangun, orang-orang Ghair Ahmady telah membangun sebuah mesjid ditetangga kampung itu. Seorang kampung telah memutuskan bahwa untuk menunaikan salat Jum’ah ia akan pergi kemesjid non Ahmady. Diwaktu pagi setelah salat fajar ia pergi kehutan untuk mengambil kayu bakar. Kembali dari hutan sebelum salat Jum’ah ia tidur untuk beberapa waktu lamanya. Diwaktu tidur itu bermimpi sedang pergi kemesjid yang dibangun oleh Ahmadiyah untuk menunaikan salat Jum’ah. Didalam mimpi itu ada yang berkata kepadanya : Mesjid yang engkau tinggalkan itu, yakni Mesjid Ahmadiyah dipandangan Allah swt memiliki derajat kemakbulan lebih tinggi dibanding dengan Masjid yang engkau maksudkan. Setelah bangun dari tidur ia pergi kemasjid Ahmadiyah dan menunaikan salat Jum’ah disana. Kemudian ia menceritakan kisah mimpinya itu kepada Muballigh disana. Dan ia berkata, sekarang hakikat mimpi itu sudah jelas kepada saya dan Ahmadiyyah sungguh benar. Setelah itu beliau-pun bai’at masuk Ahmadiyah. Dan ternyata beliau telah menjadi seorang Ahmady yang sangat mukhlis sekali.

Masih dari Gambia, Amir Sahib Jema’at Gambia menulis, seorang kampung bernama Samba telah melihat dalam mimpi seorang yang berkulit putih seperti orang Pakistan dengan mengenakan pakaian Pakistani. Didalam mimpi itu, ketika ditanya siapa orang ini? Dijawabnya bahwa orang ini telah datang dari Qadian bersama Imam Mahdi. Orang kampung ini tidak tahu-menahu apa dan dimana Qadian itu. Tatkala orang kampung itu berjumpa dengan Amir Sahib Gambia, ia berkata : Seperti inilah orang yang saya lihat dalam mimpi itu. Setelah Jema’at Ahmadiyah diperkenalkan dengan jelas kepada beliau, maka disitulah beliau bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah. Setelah Bai’at masuk Ahmadiyah, dengan karunia Allah swt beliau telah menjdi aeorang Ahmady yang sangat mukhlis, rajin menunaikan ibadah salat lima waktu dan sangat ikhlas dan terkemuka dalam membayar candah dan pengurbanan-pengurbanan lainnya. Dan beliau mulai menjalani kehidupan yang suci-bersih.

Seorang bernama Muhammad Ramzan sahib datang menjumpai Muballigh kita dan menyatakan ingin masuk Jema’at Ahmadiyah. Muballigh kita bertanya kepadanya; Apakah anda telah mendengar tentang Jema’at Ahmadiyah ? Beliau jawab; Saya sudah membuang-buang banyak waktu untuk itu. Sampai sekarang saya sudah tiga kali mendapat bimbingan dari Allah swt melalui mimpi untuk masuk Ahmadiyah. Oleh sebab itu pada hari ini saya telah memutuskan didalam hati saya untuk Bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah. Katanya saya sendiri memohon petunjuk kepada Allah swt, siapakah orang-orang yang berada diatas kebenaran? Maka sebanyak tiga kali diperlihatkan oleh Tuhan Masjid Ahmadiyah yang ada di Morogoro kepada saya. Pada akhirnya saya melihat diri saya ada diatas sebuah bukit dan dari sana saya menyaksikan nur yang sangat terang benderang dan teman saya yang selalu menghalangi saya dari Ahmadiyah saya lihat berada jauh dibawah sekali. Maka pada hari ini saya datang untuk bai’at. Setelah itu beliau mengisi borang (formulir) Bai’at. Kemudian beliau-pun mulai membayar candah dengat teratur sekali.

Muhammad Rabe sahib dari Algeria menulis, katanya lebih dari setahun lamanya saya sering menyaksikan program MTA. Mula-mula saya mrasa ragu mendengar penjelasan pendirian Jema’at Ahmadiyah tentang wafat Masih, Dajjal dan Imam Mahdi. Setelah salat istikharah saya melihat mimpi berjumpa dengan Tuan Mustafa Sabit bersama yang lainnya didalam sebuah Mesjid. Beliau bertanya kepada saya bagaimana anda telah mengetahui tentang Imam Mahdi a.s. Saya jawab; Melalui Salat Istikharah. Sejak lama saya menunggu kedatangan Imam Mahdi. Setelah bai’at masuk Ahmadiyah banyak teman-teman saya membenci dan meninggalkan saya. Namun saya tidak menghiraukannya sedikitpun. Saya hanya mengharapkan keridhaan Allah swt.

Muballigh Sahib of Zimbabwe menulis, katanya seorang pengurus pertubuhan Muslim Youth telah Bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah. Sebelum masuk Islam beliau ingin menjadi anggauta dari Gereja Kristen. Pada permulaan akan dilakukan pembaptisan, tiba-tiba Padri Kristen di Greja itu jatuh sakit, ketika waktu untuk kedua kalinya telah ditetapkan untuk pembaptisan, tiba-tiba ibu Padri itu-pun jatuh sakit. Pada ketiga kalinya akan dilakukan pembaptisan telah terjadi hujan sangat lebat sekali sehingga tidak ada seorangpun yang dapat datang ke Greja itu. Setelah itu pemuda ini melihat didalam mimpi sebuah ijtima dimana nampak disalah satu sudut Al Masih sedang berdiri. Dan pada waktu itu beliau memanggil saya. Saya berusaha untuk sampai kepada Al Masih itu namun tidak dapat sampai. Setelah itu saya terbangun, dan akhirnya meninggalkan keinginan masuk Kristen itu. Sebelum bai’at pemuda ini melihat sebuah mimpi semua tubuhnya sampai keleher terkubur didalam sebuah rawa dan seseorang berusaha menarik saya dari dalam rawa itu. Muballigh kita bertanya kepadanya, ingatkah kira-kira bagaiman rupa orang yang telah menarik dan menyelamatkan anda dari dalam rawa itu. Ya, masih ingat betul. Ketika diperlihatkan gambar Hazrat Imam Mahdi a.s. ia berkata; Inilah orang yang telah menyelamatkan saya dari dalam rawa itu.

Muballigh Sahib dari Burkina Faso menulis katanya, ketika bertabligh ksebuah kampung seorang yang telah berumur 65 tahun telah Bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah. Sebelum bai’at katanya, saya berjumpa seorang suci didalam mimpi dan berkata kepada saya bahwa Hazrat Adam a.s. sudah zahir dan berimanlah kepada beliau. Sebulan kemudian saya berjumpa lagi dengan orang suci itu didalam mimpi dan menyampaikan amanat yang sama bahwa Adam a.s. sudah datang, berimanlah kepada beliau. Orang itu diberitahu bahwa Imam Mahdi a.s. juga disebut Adam a.s. sehingga beliau merasa gembira sekali, kemudian beliaupun Bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah. Setelah Bai’at beliau sangat rajin dan semangat bertabligh, mula-mula kepada kaum keluarga beliau sendiri, kemudian kepada khalayak ramai sehingga berkat tabligh beliau kira-kira seratus orang telah Bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah. Alhamdulillah !

Seorang dari Bangsa Jordan tinggal di London UK selama lebih kurang 40 tahun dan mengatakan bahwa beliau berasal dari silsilah keturunan Hazrat Umar r.a. dan telah bekerja dengan kedudukan tinggi di-berbagai office perusahaan pembuatan pesawat terbang. Katanya sejak lama beliau menyaksikan program-program MTA yang sangat menyenangkan hati beliau. Beberapa bulan yang lalu setelah menunaikan salat Istikharah beliau bertemu dengan Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s didalam sebuah mimpi. Ketika sedang duduk didekat Hazrat Imam Mahdi a.s. beliau pegang tangan Hazrat Masih Mau’ud a.s itu. Beliau a.s. menyambut tangan saya dengan kedua belah tangan beliau dan beliau a.s. mulai memberi nasihat sambil menjelaskan pentingnya Bai’at dan mengikat hubungan dengan Jema’at Ahmadiyah. Setelah menyaksikan mimpi-mimpi itu semua beliau-pun mengisi borang (formulir) Bai’at dan masuk Jema’at Ahmadiyah.                 

Seorang perempuan dari Mesir bernama Haallah Sahibah menulis katanya, saya bermimpi melihat Hazrat Imam Mahdi a.s. beserta Jema’at beliau berjalan diatas permukaan air. Saya memohon apakah saya boleh ikut berjalan dengan mereka? Mereka jawab : Kami akan bawa anda diwaktu perjalan kembali dari sana. Setelah melihat mimpi itu saya berusaha mencari kebenaran melalui Sufi-isme namun saya tidak mendapat kepuasan. Pada suatu hari sedang mencari-cari saluran-saluran TV tiba-tiba Nampak saluran MTA Al Arabiya dan saya merasa hairan sekali ketika melihat wajah orang yang pernah saya lihat dalam mimpi sedang berjalan diatas permukaan air dan beliau itu Imam Mahdi. Beliau menulis kepada saya dan mengatakan bahwa beliau telah melihat muka saya didalam mimpi itu. Mimpi-mimpi yang diperlihatkan Allah swt itu sebetulnya untuk memberitahu bahwa setelah Hazrat Masih Mau’ud a.s silsilah Khilafat akan berlangsung untuk melanjutkan perjuangan Missi beliau a.s.     Muballigh kita dari Benin telah menulis katanya, dirumah kami seorang perempuan bernama Lateefah bekerja sebagai pembantu. Pada suatu waktu ia tidak datang bekerja selama dua atau tiga hari karena sakit. Ketika ia kembali datang untuk bekerja, pada waktu itu hari kedua Jalsa UK sedang berlangsung. Lateefah memberitahu isteri Muballigh bahwa ia telah melihat mimpi yang sangat mengesankan sekali ketika ia sedang cuti sakit itu. Katanya ketika sakit ia selalu berdo’a kepada Allah swt agar dosa-dosanya diampuni-Nya dan memohon agar Tuhan mematikannya dalam keadaan ia berada diatas jalan kebenaran. Didalam mimpi itu ia melihat bilik (kamar) nya penuh dengan cahaya terang benderang, nampak hanya cahaya saja sekeliling kamar-nya. Katanya, melihat pemandangan itu timbul rasa takut dalam hati saya, kemudian saya melihat ada seorang suci yang memakai sorban berwarna putih indah sekali dan memanggil-manggil kepada saya. Beberapa hari kemudian mimpi lagi seperti itu, dan melihat orang suci memasuki sebuah rumah berwarna putih yang sangat luas sekali dan mengucapkan sesuatu sambil memegangi tangan-tangan manusia. Ramai manusia terdiri dari berbagai macam Bangsa, ada yang berkulit hitam, berkulit putih dan berkulit warna gandum sedang mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh orang suci itu. Kemudian orang suci itu berdiri dan memberi penerangan tentang Yang Mulia Rasulullah saw. Pada hari perempuan itu menjelaskan mimpinya kepada isteri Muballigh, di Jalsa London UK sedang berlangsung acara Bai’at International. Kemudian isteri Muballigh itu membawa perempuan itu kemesjid yang sedang ramai menyaksikan siaran langsung Bai’at International dari UK melalui MTA. Ketika isteri Muballigh itu sedang mengulangi pernyataan bai’at melalui MTA, perempuan itu berkata sambil memukul-mukul paha Isteri Muballigh itu katanya : Mamah inilah yang pernah saya lihat dalam mimpi itu. Ketika bai’at akan dimulai saya (Huzur) memasuki marki (tenda) besar berwarna putih, maka perempuana itu berkata : ”Tengoklah, beliau sedang memasuki rumah berwarna putih yang luas sekali ” seperti yang saya lihat didalam mimpi. Muballigh kita menjelaskan kepadanya bahwa Allah swt telah memberi hidayah kepadanya dengan cara yang sangat jelas sekali dan Khalifatul Masih telah memanggilnya. Oleh sebab itu hendaknya engkau Bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Dia berkata : Sekalipun saya telah ikut mengulangi kata-kata Bai’at saya akan berfikir dahulu apakah saya Bai’at masuk Ahmadiyah atau tidak. Saya akan pulang dan akan memberitahu ibu-bapak saya yang sudah tua tentang ini. Maka dengan hati tulus iapun Bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Ketika ia kemabali ia memberitahukan kepada Muballigh kita bahwa orang tuanya sangat upset dan marah mendengar penjelasan dari dia. Orang tuanya berkata kepadanya : Apakah untuk itu kamu telah dilahirkan kedunia? Kamu meninggalkan kebiasaan baik yang sejak lama orang tua dan nenek-moyang kamu lakukan?? Namun ia tidak menghiraukan tekanan-tekanan dari orang tuanya dan akhirnya ia memutuskan untuk tetap Bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Kemudian setelah Bai’at iapun mulai membayar candah dari gaji bulanannya dan membayar pengurbanan-pengurbanan lainnya juga.

Terdapat banyak sekali peristiwa-peristiwa menarik seperti itu untuk mengenal kebenaran yang ditanamkan oleh Allah swt didalam kalbu hamba-hamba-Nya. Beberapa diantaranya insya Allah akan diceritakan pada Jalsa Salana UK yang tidak lama lagi akan tiba waktunya. Kita akan menyaksikan juga betapa derasnya hujan rahmat yang turun kepada Jema’at ini. Akan tetapi untuk menyusunnya secara keseluruhan tidak mungkin dapat dilakukan. Sebagaimana telah saya katakan bahwa diantara rahmat dan karunia-Nya yang begitu melimpah telah saya mulai menjelaskannya pada tahun ini. Supaya kita banyak-banyak memanjatkan do’a bagi kekuatan iman para pendatang baru didalam Jema’at ini dan bagi kekuatan iman kita sendiri juga. Dan kita harus banyak-banyak memuji Allah swt dan harus menjadi orang-orang yang sangat bersyukur kepada Allah swt atas segala nikma-nikmat-Nya yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita, bahwa semata-mata hanya dengan karunia-Nya kita telah mengenal kebenaran ini. Semoga Allah swt selalu menunjukkan pemandangan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Dan semoga Dia memberi kekuatan iman kepada kita semua dan kepada para pendatang baru didalam Jema’at ini. Amin!      Banyak orang-orang yang berusaha menghasut masyarakat untuk melawan Jema’at Ahmadiyah dan juga berusaha  menghasut orang-orang Ahmady yang bertabi’at baik untuk berprasangka buruk terhadap Jema’at Ahmadiyah, saya berkata kepada mereka dengan mengutip sabda Hazrat Masih Mau’ud a.s. Beliau a.s bersabda : ” Hai orang-orang yang sedang tidur, bangunlah ! Hai orang-orang yang ghafil (lalai) sadarlah ! Waktu bagi zahirnya revolusi ruhani besar sudah tiba. Sa’at ini adalah sa’at untuk menangis mencucurkan air mata, bukan sa’atnya untuk tidur. Inilah waktu untuk tadharu (berdo’a dengan khusyuk) bukan waktu untuk cemooh-mencemohkan dan bukan pula untuk saling mentertawakan atau saling kafir mengkafirkan. Berdo’alah agar Allah swt Yang Maha Mulia menganugerahkan mata kepada kalian, agar kalian dapat melihat dengan sempurna kegelapan yang telah menyebar. Dan agar kalian juga dapat mernyaksikan Nur yang

telah disediakan oleh Rahmat Ilahiyyah untuk menyingkapkan kegelapan itu semua. Bangunlah dibahagian ujung malam dan berdo’alah untuk memohon hidayah dari Allah swt sambil menangis mencucurkan air mata. Dan janganlah kalian berdo’a buruk untuk menghapuskan silsilah hakkaniyah ini dan jangan pula kalian membuat rencana buruk dan jahat untuk itu. Allah swt tidak akan memenuhi keinginan kalian yang lalai dan lengah, Dia akan menzahirkan kebodohan dan kedunguan akal kalian dan Dia akan menjadi Penolong hamba-hamba-Nya yang sejati. Dan Dia tidak akan memotong pokok (pohon) yang telah ditanam dengan Tangan-Nya sendiri. Apakah ada diantara kalian yang dapat menebang pokok ini? Adakah diantara kalian yang mengharapkan untuk memetik buahnya? Maka Dia Yang Maha Bijak Maha Melihat dan Maha Pengasih serta Maha  Penyayang tidak mungkin akan menebang pohon ini, yang hari-hari mubarak-nya sedang menunggu timbulnya buah-buahannya. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada mereka untuk mendengar amanat-Nya ini ! Amin !                                          Ada beberapa jenazah yang akan kita sembahyangkan setelah selesai salat Jumah. Namun saya ingin menjelaskan sedikit tentang keadaan mereka, diantaranya:

1)  Dr Syed Farooq Ahmad Sahib berasal dari India dan tinggal di Birmingham, UK telah meninggal pada tanggal 6 July 2011. Beliau datang ke UK pada tahun 1964 setelah mendapat gelar Doctor dari Patna University pada tahun 1958. Beliau sangat sederhana, sangat mukhlis dan orang yang sangat pemurah dan dermawan sekali. Beliau mempunyai semangat tabligh yang tinggi sekali dan telah berhasil membawa banyak anggauta keluarga beliau masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Beliau pernah berkhidmat didalam Jema’at sebagai Sekretary Tabligh, Zaim Ansarullah, Sadr Jema’at dan sebagai Regional Ameer. Belaiau mengambil bahagian didalam berbagai jenis gerakan pengurbanan dengan penuh ikhlas. Sebagai Regonal Ameer beliau mendapat taufiq untuk membangun Masjid Darul Barakatdan Masjid lainnya juga. Beliau sebagai Moosi. Adik beliau bernama Syed Laeeq Ahmad  telah gugur menjadi shaeed dalam peristiwa tragis di Lahore. Semua anggauta keluarga beliau sangat mukhlis. Semoga Allah swt meninggikan martabat beliau disisi-Nya. Amin !!!

2)  Sadiqa Qudsia Sahibah meninggal dunia pada tanggal 21 Maret dalam usia 57 tahun. Beliau seorang guru sekolah dan sepanjang hidup beliau berlaku sangat baik sekali terhadap orang-orang sekampung dengan  beliau. Beliau satu-satunya keluarga Ahmady dikampung beliau, menyebabkan banyak sekali gangguan dan percobaan namun beliau selalu menunjukkan kesabaran ketabahan. Beliau sangat setia kepada Jema’at. Beliau seorang perempuan yang sangat mukhlis, rajin menunaikan salat lima waktu dan mempunyai semangat tabligh yang tinggi. Sangat teratur dalam pembayaran candah dan setia memakai pardah sepanjanga hari, beliau seorang Moosiah.

3)  Shahid Talpur Sahib, tinggal di Adelaide, Australia dan meninggal pada tanggal 2 Juni 2011 ketika sedang menyeberang jalan dihadapan rumah beliau. Umur beliau 38 tahun. Beliau lulusan electrical engineering dan sebelum meninggal beliau bekerja sebagai seorang network analyst. Diwaktu tinggal di Pakistan beliau berkhidmat sebagai Qaid Majlis dan pernah menerima penghargaan sebagai Qaid terbaik. Pada tahun 1999 beliau pergi ke Australia dan mendapat kesempatan berkhidmat kepada Jema’at dalam berbagai kedudukan. Pada hari sebelum meninggal, beliau sempat pergi bersama dengan Committee Masjid untuk memeriksa lokasi. Pada sa’at beliau kembali dan sedang menyeberang jalan dihadapan rumah beliau disitu beliau mendapat kecelakaan lalu-lintas hingga menemui ajal. Beliau berkhidmat terhadap Jema’at dengan semangat disertai penuh keikhlasan. Beliau meninggal dunia dalam keadaan sibuk menjalankan tugas Jema’at, termasuk kewafatan yang sangat terhormat. Beliau seorang Jema’at yang sangat ramah, mukhlis dan rajin beribadah dan banyak menolong orang yang lemah. Beliau sangat hormat terhadap setiap orang dan juga beliau seorang Moosi. Beliau meninggalkan seorang janda dan tiga orang anak perempuan. Semoga Allah swt meninggikan martabat beliau disisi-Nya. Amin !!!

Alihbahasa dari Video Urdu oleh Hasan Basri