Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

8 Oktober 2004 di Mesjid Baiturrahman, Skotlandia,Inggris

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

 

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

 

Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik dan bantahlah mereka dengan argumentasi yang terbaik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dialah yang Maha mengetahui tentang siapa yang telah sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.An-Nahl 126….

Dari ayat ini mungkin kalian telah dapat memperkirakan apa topik yang akan saya sampaikan. Beberapa bulan yang silam pun pada topik inilah, yakni tentang topik dakwati ilallah saya telah sampaikan secara detail; tetapi dengan adanya khutbah itu tidak mengurangi pentingnya khutbah ini, karena ini jelas merupakan tugas pokok orang-orang Ahmadi dan seberapapun ke arah itu disampaikan himbauan itu masih kurang.

Pada saat berangkat dari London terbetik dalam fikiran saya bahwa di kawasan negeri ini jumlah warga Jemaat sangat kurang dan seyogianya ditarik perhatian warga Jemaat ke arah itu. Kini ada sejumlah orang yang menngambil suaka pun datang kemari dan kini cukup banyak jumlah mereka yang telah datang. Yakni, jumlah yang lama menjadi lebih dua kali lipat dibanding empat tahun yang silam. Jika kalian dengan benar memberikan perhatian ke arah itu dan seiring dengan mencari dunia/nafkah kalian melakukan dakwati ilallah, maka kalian juga akan menjadi peraih-peraih karunia-karunia Allah. Kendati di seluruh Inggris bahkan di seluruh Negara Eropa ini merupakan kekurangan,yaitu dakwatiilallah tidak dilakukan sebagaimana semestinya. Sebagaimana seharusnya menyampaikan amanat tabligh tidak seperti itu yang sedang dilakukan. Pendek kata terfikir oleh saya untuk menyampaikan himbauan pada warga Ahmadi Skotlandia ke arah masalah ini, terutama kepada orang-orang Ahmadi yang mukim disini harus dihimbau supaya tampil ke depan dalam medan pertablighan ini. Kemudian amir sahib dalam perjalanan menyampaikan kepada saya bahwa khutbah pertama (Friday the 10 th) Jumaah tgl 10 yang disampaikan Hadhrat Khalifatul –Masih IV r.h adalah disampaikan di tempat ini, yakni saat beliau datang untuk meresmikan mesjid ini. Olrh karena itu terfikir dalam hati saya supaya khutbah itupun seyogianya dilihat bahwa pada saat itu apa nasehat yang beliau sampaikan 19 tahun yang lalu kepada jemaat disini.

Khutbah ini merupakan khutbah tanggal 10 Mei 1985. Pada saat saya melihat maka di dalamnya beliau dengan detail menyebut tentang karunia-karunia Allah dan mengungkapkan bahwa bagaimana dengan melewati berbagai macam situasi dan kondisi, rumah missi ini dibeli. berlalu dari kondisi harap dan cemas Kemudian beliau sambil menasehatkan kepada warga Jemaat beliau mengutip surah Al-Fatehah bahwa ini merupakan sebuah benih yang kita telah tanam dan itu pasti akan tumbuh dan berkembang, insyaallah. Beliau bersabda bahwa dengan peresmian itu kita tengah meletakkan sebuah batu landasan dan dengan berjalan pada landasan ini akan dibangun istana yang megah yang dimana dunia akan mukim di dalamnya. Dan kemudian pada akhirnnya Hadhrat Khalifartul-Maih IV r.h bersabda,di dalam jumaah ini semua Ahmadi harus berjanji bahwa kita hidup dan mati sesuai dengan keinginan Tuhan dan akan menyebarkan agama Islam ke seluruh penjuru dunia dan mengembangkannya. Dan ini akan dapat terlaksana dengan doa dan dengan menciptakan rasa kegilaan dalam diri kita baru itu dapat terealisasi,sabda beliau. Kemudian secara khusus kepada Jemaat Skotlandia beliau bersbda bahwa demi untuk agama kalian harus mewakafkan diri kalian dan demi untuk mengembangkan agama kalian harus mempersembahkan diri kalian. Hari ini kalian akan bangkit dengan sebuah tekad dan keputusan bahwa kalian akan menaklukkan Skotlandia demi untuk agama-Nya.

Oleh karena itu, dengan melihat Hadhrat Khalifatul-Masih IV menyampaikan khutbah pada topik ini setelah sampai disini dan kemudian dengan terfikirnya oleh saya untuk menyampaikan khutbah pada judul ini sebeluam berangkat kemari tambah lebih teguh lagi tekad saya bahwa ini merupakan kehendak Allah bahwa kita harus lebih mempergencar melancarkan dakwati ilallah di belahan negeri ini. Andaikan kita berusaha, terus menerus memanjatkan doa-doa dan menciptakan sifat kegilaan/antusiasme didalam diri kita maka ,insyaallah, Allah akan memberikan berkat di dalamnya. Sampai saat ini warga Ahmadi pribumi di tempat hanya ada dua belas orang dan baiat terakhir orang –orang setempat adalah pada bulan Maret tahun 2004. yang dimana seorang perempuan dengan tiga orang anaknya bergabung dalam Jemaat. Seolah-olah sebelumnya hanya ada 8 orang warga Ahmadi setempat yang ada. Tetapi saya yang pergi ke berbagai tempat dengan melihat sopan santun orang ini saya memprediksikan bahwa- insyaallah- jika tabligh disampaikan dengan metode yang benar maka disini Ahmadiyah akan dapat berkembang dengan baik. Kini jumlah kalian sangat banyak dibanding tahun 1985 dan bukanlah merupakan hal yang tidak mungkin manakala kalian berupaya kemudian Allah tidak menciptakan hasilnya yang gemilang. Usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh Tuhan tidak akan pernah menyia-nyiakannya. Hanya saja kalian harus menempuh cara sesuai dengan metode yang penuh hikmah.

Di dalam ayat inipun inilah yang Allah firmankan bahwa lakukanlah dakwati ilallah dengan hikmat dan nasehat yang baik. Terapkanlah metode-metode atau kiat-kiat baru maka kalian akan meraih kesuksesan. Kini pada umumnya orang-orang disini adalah sederhana dan hal yang paling baik atau menarik disini adalah orang-orang disini lebih tertarik pada agama dibandingkan Negara-negara lain. Apabila orang-orang ini mengenal kalian selaku penganut sebuah agama maka pasti di dalam diri mereka akan timbul sejumlah pertanyaan. Dewasa ini para mulla dan sejumlah orang-orang Islam garis keras /extrim telah menampilkan wajah dan ajaran Islam yang bengis kepada dunia atau dengan gerak geriknya mereka berusaha menegakkannya, yang mana jangankan ada ikatan banyak dengan Islam hubungan jauh dengan Islam pun tidak ada. Oleh karena itu manakala kalian mencairkan dari benak-benak mereka gambaran Islam yang begitu mengerikan dengan pelan-pelan maka orang-orang ini akan terus dekat dengan kalian. Mereka akan menganggap kalian lain. Dan untuk mengadakan kontak ini dengan banyak orang-orang yang mencari suaka datang kemari yang bukannya datang untuk melakukan pekerjaan dll, yang jelasnya tidak ada izin untuk bekerja lebih dari waktu yang khusus yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jika disini inilah peraturan yang berlaku maka adakanlah kontak dengan orang-orang tua jompo disini, bawalah hadiah-hadiah untuk mereka, duduklah dengan mereka, nyatakanlah rasa simpati anda pada mereka.Ini merupaka kalangan masyarakat Barat yang luput dari perhatian. Keluarga dan anak-anak mereka menyerahkan mereka di panti-panti jompo,yang dikenal dengan nama old people house /rumah orang-orang lanjut usia. Disinyalir bahwa banyak dari mereka terkadang sampai berminggu-minggu tidak ada famili mereka yang datang menjenguk mereka. Jika kalian mengadakan kontak dengan orang-orang tua itu maka sejalan dengan ungkapan rasa simpati anda dengan mereka -banyak sekali orang –orang diantara kalian yang bahasa pun belum memahami bahasa dengan baik – kalianpun dengan cara itu dapat memperbaiki bahasa kalian. Secara tidak disadari dengan duduk dengan mereka kalian juga dapat memperlancar bahasa kalian. Bisa jadi karena rasa simpati dan ungkapan rasa kesetiakawanan kalian serta gejolak khidmat khalq itu keluarganya pun akan menjadi dekat dengan kalian. Jadi ini merupakan satu cara untuk menambah kontak. Seperti itu banyak lagi metode-metode yang jika ada usaha maka seorang dapat temukan, yang kalian dapat tempuh sesuai dengan situasi dan kondisi. Perlakuan dengan baik kepada tetangga, memberikan bantuan pada saat hari-hari besar mereka,pada hari-hari Raya dll ( ada beberapa orang melakukan tetapi tidak semuanya melakukan itu) bawalah hadiah untuk mereka, panggillah mereka ,undanglah mereka.

Pada umunya untuk tabligh ada tradisi kita dalam bentuk sebuah team /grup,satu kali dalam sebulan atau sekali dalam dua bulan kita merayakan “hari tabligh”. Atau satu dua kali dalam setahun kita merayakan yaumuttabligh di dalamnya kita membagi-bagikan literature lalu kita menganggap bahwa kita telah menunaikan kewajiban kita. Menurut saya cara ini sampai batas tertentu adalah benar, tetapi itu tidak dapat diandalkan. Kapan saja kalian memberikan informasi dan memperkenalkan Jemaat lewat literature dan pamplet maka dengan bantuan itu perlu lebih meningkat kontak untuk seterusnya. Kalau tidak itu hanya merupakan tindakan membuang-buang uang belaka. Kemudian dengan terus berkesinabungan brosur-brosur kecil ini hendaknya sampai pada mereka yang berminat/ada intres.

Sebagaimana saya telah katakan bahwa dewasa ini para mulla telah menanamkan gambaran tentang Islam. Nah, untuk menangkisnya dengan ajaran yang benar hendaknya berosur sampai pada mereka dalam bahasa Hadhrat Masih Mauud a.s, amanat ini hendaknya sampai. Satu lembar atau dua lembar hendaknya sampai pada orang itu di mana terdapat pengakuan/pendakwaan Hadhrat Masih Mauud .a.s dll. Dan sebagaimana saya telah katakan bahwa amanat ini hendaknya harus sampai secara terus menarus kepada mereka. Sesuai dengan kondisi, dengan hikmah berosur – berosur di bagi-bagikan yang memang pada umumnya memang dibagi-bagikan juga – sebagaimana saya teleh katakan bahwa di sejumlah tempat memang terdapat upaya tetapi upaya –upaya itu tidak dapat terus menerus berlanjut,kontak tidak dapat dipertahankan dan satu tetes nasehat baik kalian dengan hikmah yang jatuh pada orang-orang, namun karena sebagaimana saya telah katakan- akibat tidak adanya kesinabungan tetesan itu akhirnya menjadi kering dan aliran air yang akibat terus jatuh (tercecer ) itu tidak lagi menjadi aliran air.Sehingga sangat jarang terjadi dapat peluang untuk menyampaikan argumentasi yang terbaik dalam rangka mengamalkan perintah Allah.

Oleh karena itu lakukan dakwatiilallah seiring dengan mengamalkan hukum -hukum Al-Quran.Lakukanlah itu dengan hikmah, lakukanlah dengan berkesinabungan,lakukanlah dengan penuh kesabaran dan dengan rasa rendah hati dan teruslah lakukan dengan kebulatan tekad. Perhatikanlah pula perasaan orang lain dan untuk argumentasi senantiasa keluarkanlah rujukannya atau refrensinya dari Al-Quran dan dari buku-buku Hadhrat Masih Mauud a.s. Kemudian berbicaralah kepada setiap orang dalam berbagai kalangan sesuai dengan disiplin ilmu dan akal mereka. Apabila kalian berbicara atas nama Tuhan dengan niat yang baik maka gejolak dan semangat orang yang anda ajak bicara pun akan berbeda. Pembicaraan yang dilakukan atas nama Tuhan dengan niat yang baik akan memberikan pengaruh. Apabila dengan rasa perih dan dengan rasa prihatin perkataan disampaikan maka itu akan memberikan dampak. Semua para nabi pun sesuai dengan metode inilah mereka menyampaikan missi mereka dan setiap orang dari mereka mengatakan kepada kaumnya bahwa saya mengajak kalian kepada Tuhan, mengajak kalian pada kebaikan dan atas hal itu saya sama sekali tidak meminta ganjaran. Inilah yang kita ketahui dari Al-Quran.

Di akhir ayat ini Allah berfirman bahwa jika kalian sepenuhnya bekerja keras dan dengan penuh tekad yang bulat dan dengan segenap potensi dan kemampuan yang kalian miliki sambil memanjatkan doa kepada Allah kalian melakukan ini maka Allah akan terus mempertemukan kalian dengan orang-orang yang berfitrah baik,insyaallah. Sebab ada dalam pengetahuan-Nya-lah siapa yang akan meraih jalan petunjuk dan siapa diantara mereka yang tidak ada gairatnya sehingga air apapun yang kalian tuangkan itu akan mengalir /hanyut. Mereka yang berfitrah buruk tidak akan ada pangaruhnya.seperti para mulla dewasa ini kendati mereka mengetahui sekalipun mereka sudah bulat dengan tekad mereka yaitu “saya tidak akan mengimani’. Tetapi pekerjaan kalian adalah menyempurnakan argumentasi, mengerahkan segenap kemapuan kalian lalu menyerahkan urusan kepada Tuhan, pekerjaan kalian adalah terus melakukan dakwati ilallah.

Sebagaimana saya katakan bahwa jika menyerahkan pada Tuhan maka lakukan dengan hikmah dan bijaksana dan lakukanlah dengan semua syarat-syarat yang Allah telah terangkan dalam berbagai kesempatan yang saya secara singkat saya telah sebutkan juga. Maka baru kamu dapat mengakatan bahwa

 وَإِنِّيمِنَالْمُسْلِمِينَ

innani minal muslimin yakni,sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang sepenuhnya berserah diri. Kalau tidak bagaimana pengakuan setia ini. Bagaimana bisa benar pendakwaan mendahulukan agama di atas dunia. Singkat kata siapkanlah diri kalian untuk itu. Apa yang telah terjadi itu, itu telah terjadi dan apa yang telah berlalu, itu telah berlalu, tetapi untuk yang akan datang kita harus memperbaharui janji kita dan sebagaimana saya telah katakan bahwa untuk mempelajari perkara-perkara hikmah dan kebijakan hendaknya kita menaruh perhatian untuk membaca Al-Quran dan membaca buku-buku Hadhrat Masih Mauud a.s yang merupakan penjelasan Al-Quran dan hadis dan merupakan tambahan keterangan yang mana berkenaan dengan itu sebelumnya saya juga telah sampaikan khutbah-khutbah dengan deiail.

Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s dalam menafsirkan ayat ini bersabda:

Sampaikanlah tabligh itu secara lisan kepada siapa yang anda ingin sampaikan. Satulah perkaranya /perkataannya, namun dengan menyampaikannya dalam satu metode dapat menjadikan seorang menjadi lawan dan dengan menjelaskannya dalam metode lain dapat membuat seorang menjadi kawan. Oleh karena itu,sampaikanlah tabligh kalian sesuai dengan

وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

(bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik) . Metode (penyampaian) kalam seperti itulah yang Allah sebut dengan nama hikmah. Oleh karena itu Dia berfirman

يُؤْتِيالْحِكْمَةَمَنْيَشَاءُ

 (Al-Baqarah 270)(Dia memberikan hikamh kepada siapa yang Dia kehendaki)

 (Al-Hakam jilid 7 no. 9 tgl 10 Maret 1903 :8)

Jadi hikmah- sebagaimana Hadhrat Masih Mauud a.s sabdakan semua kita harus mengadopsinya /mengupayakannya. Kita harus memperluas lingkaran /lingkup persahabatan kita. Kemudian dari satu perkenalan akan terus muncul perkenalan-perkenalan yang lain. Dan manakala orang-orang mendapat informasi dengan pemahaman bahwa kalian adalah orang yang cinta damai dan berbudi pekerti yang lemah lembut maka pasti perkenalan ini akan berubah menjadi kontak /ikatan yang sangat kuat dan akan terbukti mendatangkan hasil.

Akan tetapi,satu hal ingatlah, bahwa terdapat perbedaan dalam hal hikmah dan sifat pengecut. Menunjukkan kebijakan karena adanya gairat terhadap agama sendiri. Dalam kaitan ini Hadhrat Masih Mauud a,s bersabda bahwa bukanlah tujuan atau maksud ayat وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ adalah bahwa kita sedemikian rupa bersikap halus bahwa dengan menyembunyikan kebenaran kita membenarkan peristiwa yang bertentangan dengan fakta. Taryakul qulub ruhani Hazain jilid 15 hal 305

Maksud hikmah bukanlah sifat pengecut diperlihatkan, bukanlah karena ingin untuk menjadikan seorang dekat dengan kita lalu kita mengiyakan yang bukan ajaran kita. Jika ada yang mengatakan bahwa Hadhrat Isa adalah anak Tuhan lalu pada saat itu kita diam karena kita sedang memabawanya pada hikmah. Jadi sikap seperti ini merupakan sikap yang mendukung pada kesyirikan.Dan banyak sekali metode dan cara untuk memberikan jawaban.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda:Ingatlah, barangsiapa yang bersikap keras dan cepat pemarah, dari mulutnya /ucapannya sama sekali tidak akan pernah keluar kata-kata yang penuh hikmah dan makrifat. Hati itu akan diluputkan dari kata-kata yang bijak,yakni seorang yang lekas marah kepada lawan bicaranya lalu lekas marah kemudian tidak dapat mengontrol dirinya.Seorang yang berwatak kotor dan tidak dapat mengotrol ucapannya tidak akan mendapat bagian dan akan diluputkan dari sumber mata air ucapan-ucapan lemah lembut yang penuh dengan makrifat ”. Seorang yang berkata kasar seperti itu, dari mulutnya tidak akan pernah keluar perkataan –perkataan yang baik. ” Sifat marah dan hikmah tidak pernah dapat bersatu. Orang yang cepat dikuasai oleh amarah akalnya dangkal dan pemahamannya tumpul dan dalam medan apapun dia sama sekali tidak akan diberikan kemenangan dan pertolongan. Sifat marah adalah setengah gila dan manakala ini menjadi bertambah besar maka dapat menjadi benar-benar gila. Malfuzhat jilid 3:104 Edisi Baru

Kini penentangan terhadap kita kemarahan inilah yang telah mencapai titik kegilaan. Hadhrat Ali pada suatu kali bersabda bahwa hati memiliki keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang karenanya pada suatu saat hati siap menerima suatu perkataan dan terkadang tidak siap untuk itu, karena itu taklukkanlah hati orang-orang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan itu dan katakanlah apa yang kalian ingin sampaikan pada saat seorang siap untuk mendengarkan. Sebab kondisi hati manusia manakala dipaksakan pada suatu perkara maka hatinya menjadi buta (Yakni dia tidak siap untuk menerima)Kitabul kharaj abu Yusuf

Jadi, hikmah itu adalah menyampaikan tabligh pada saat tiba kondisi dan peluang-peluang dimana hati cenderung untuk mendengarkan. Untuk itu cara terbaik adalah -sebagaimana saya katakan – meningkatkan kontak dengan mereka. Andaikan ada tekad yang kuat dan ketabahan serta kedawaman maka kapan saja dapat diketahui bagaimana kondisi hatinya seseorang dan bagaimana kecenderungannya. Kemudian mereka dapat dibawa menyaksikan MTA , diperlihatkan berbagai macam program,itu datang di waktu-waktu yang berbeda, kapan saja seorang dapat menyukai suatu program dan jangan sampai terjadi orang-orang disini tidak tertarik pada program-program kita disini. Saya pergi ke Skantop,disana ada Dr Muzaffar. Dia memberitahukan kepada saya bahwa disana ada seorang kenalan beliau seorang Inggris yang kurang lebih secara rutin mendengar khutbah Jumaah, dan pada malam hari recording khutbah diulang maka orang –orang rumah atau apabila istrinya bertanya padanya maka dia menjawab bahwa saya mendengar khutbah Jumaah. Dia adalah seorang Kristen dan terpengaruh dengan isi kandungan khutbah-khutbah itu. Dia(justru) yang menerangkan topik khutbah-khutbah kepada DR Muzaffar Sahib bahwa ini perlu waktu yang baik. Khutbah-khutbah apapun yang datang /disampaikan itu tidak hanya perlu waktu untuk Jemaat tetapi itu berguna untuk orang-orang. Semoga Allah tambah membuka hatinya dan dia mendapat taufik untuk menerima Ahmadiyah. Singkat kata,MTA juga dewasa ini merupakan sebuah perantara yang sangat besar yang tidak kalian peroleh 18-19 tahun yang lalu dari sejak hari ini. Ini baru akan didengar manakala dengan orang tersebut telah ada kontak yang dekat terlebih dahulu.

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda:Seyogianya manakala kalian menyampaikan maka harus dipertimbangkan dan disampaikan dengan singkat. Dengan banyak berdiskusi tidak ada faedahnya.Oleh karena itu bisa dengan melontarkan sedikit ucapan bijak yang dapat diterima kemudian diulangi kapan ada kesempatan yang baik”.

Kini berkait dengan apa yang telah saya sampaikan berkenaan dengan orang Inggris yang mendengar khutbah lalu datang kepada Dr Sahib dan banyak memberikan pujian itu adalah terpengaruh dengan khutbah yang berkait dengan transaksi jual beli. Dengan inilah dia menyatakan rasa tertariknya sambil mengungkapkan bahwa ini adalah sangat perlu pada zaman sekarang ini. Oleh karena itu bisa dengan melontarkan sedikit ucapan bijak yang dapat diterima kemudian diulangi kapan ada kesempatan yang baik”.Singkatnya sampaikanlah dakwati ilallah itu dengan pelan-pelan dan jangan lelah,sebab dewasa ini cinta pada Tuhan dan hubungan dengan Tuhan itu dinggap gila. Jika para sahabah ada pada zaman ini maka orang-orang akan mengatakan mereka gila dan kafir. Manakala seorang siang dan malam bergelut dengan hal-hal yang sia-sia dan berbagai macam kelalaian dan senantiasa cemas akan harta dunia, itu dapat menjadikan hati menjadi keras. Perkataan lama menampakkan pengaruhnya ”. Hadhrat Masih Mauud a.s memberikan contoh dan tauladan beliau sendiri “ Bahwa ada seorang yang kurang lebih merupakan kepala Mahkamah bidang juru pungut (perpajakan) di Aligarh”. Kalian tentu mengetahui bahwa bagaimana kepala sebuah mahkamah. Saya menyampaikan nasehat kepadanya lalu dia mulai melontarkan olok-olokan kepada saya. Saya pun di dalam hati mengatakan bahwa saya pun tidak akan melepaskan kamu. Pada akhirnya pembicaraan terus berlangsung sehingga tiba saat pada saat sedang memperolok –olok tiba-tiba dia serta merta berteriak-teriak menangis. Terkadang orang yang gembira nampak seperti seolah-olah orang yang keras hati”. Yakni terkadang ada orang-orang yang berfitrah baik juga,tetapi nampak seperti orang yang keras hati. ” Ingatlah untuk setiap buhul /hal kusut (gembok) ada kuncinya “. Untuk pembicaraan pun ada kuncinya.” Dan itu adalah metode yang tepat. Sebagaimana berkenaan dengan obat saya baru saja telah katakan bahwa bagi sesorang yang sakit terkadang ada obat yang cocok dan bagi orang lain ada pula obat yang tidak cocok. Ini metode saya telah contohkan dan sebelumnya diterangkan mengenai bahasan contoh obat. Bersabda: Demikian pula segala sesuatunya dalam metode yang khusus bagi orang-orang tertentu dapat bermamfaat. Bukannya pembicaraan/penyampaian dilakukan dengan semuanya sama rata. Orang –orang yang memberikan penerangan /menyampaikan tabligh hendaknya jangan menganggap buruk ucapan seseorang yang mengatakan buruk , tetapi pekerjaan terus dilakukan dan jangan pernah lelah. Tabeat para pemuka sangat sensitif dan mereka juga tidak peduli dengan (perkembangan) dunia.Mereka juga tidak dapat mendengar banyak kata-kata. Hendaknya menyampaikan nasehat/tabligh pada mereka pada suatu peluang, dalam satu metode , dengan cara yang halus”. Malfuzhat jilid 5:144 Edisi baru

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: Di dunia terdapat tiga macam kelompok manusia. Pertama,orang umum pada level pertengahan, kedua, para pemuka masyarakat /kalangan atas. Bersabda beliau:” Pada umumnya orang-orang awam kurang memahami. Mereka dari segi akal kurang dan penangkapan lambat karena itu memberikan pengertian pada mereka menjadi sangat sulit. Disini (di Skotlandia) yang sama sekali buta huruf kalian tidak akan temukan, tetapi di negeri kita sangat banyak sekali yang buta huruf. Untuk memberikan pengertian kepada para pemuka pun terdapat kesulitan, sebab mereka mempunyai watak yang sensitif dan mereka cepat ketakutan. Dan ketakabburan dan kecongkakan mereka juga tambah menjadi penghambat jalan. Oleh karena itu orang-orang yang berbicara dengan mereka hendaknya berbicaralah sesuai dengan cara mereka,yakni dengan singkat namun merupakan ungkapan yang konprehensif /lengkap yang dapat mengungkapkan semua maksud. Untuk menyampaikan tabligh pada orang-orang kalangan menengah ke bawah hendaknya dengan ceramah yang jelas dan mudah difahami.Dan orang-orang yang berada pada level pertengahan kebanyakan merupakan kelompok masyarakat yang lebih layak untuk ditablighi. Mereka dapat memahami apa yang disampaikan dan di dalam tabeat mereka tidak terdapat sifat takabbur, congkak dan sifat rasa antipati yang umumnya terdapat dalam diri para pemuka –pemuka/orang-orang kaya, karena itu memberikan pengertian pada mereka tidak sedemikian sulit.Malfuzhat jilid 2:161-162 Edisi Baru

Pada saat Hadhrat Khalifatul-Masih II r,a mengirim Hadhrat Qadhi Muhammad Abdullah r.a ke London maka atas asas-asas (teologhi) inilah beliau juga menasehatkan bahwa orang-orang kampung menerima kebenaran itu dengan teguh. Beliau bersabda bahwa pergilah ke London dan tinggallah di daerah terpencil jauh dari London. Yakni, tinggallah disana untuk beberapa waktu,berdoalah disana,dan bertablighlah disana , kemudian lihatlah bahwa bagaimana pengaruh dakwati ilallah. Tetapi bersama itu beliau juga menegaskan bahwa orang-orang ini akan bersikap keras tetapi mereka juga memahami. Oleh karena itu jangan seyogianya takut akan sikap keras mereka.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: Seberapa keras kebatilan melakukan perlawanan terhadap kebenaran sebanyak itulah kekuatan kebenaran dan potensinya akan menjadi tambah lebih tajam” yakni, kebohongan seberapa gencarnya melakukan perlawanan terhadap kebenaran maka sebanyak itulah kekuatan kebenaran akan menjadi betambah . “ Di kalangan para petani juga terdapat ungkapan pribahasa yang masyhur bahwa seberapa kerasnya panas matahari maka sederas itulah hujan akan turun di musim hujan. “ Ini merupakan pemandangan alami.Yakni, seberapa keasnya kebenaran itu di musuhi seperti itulah kebenaran itu akan menjadi terang dan memperlihatkan keagungannya. Hal ini kami telah alami sendiri. Di tempat-tempat mana lebih banyak perlawanan yang terjadi dalam menentang kita disana Jemaat berdiri dan dimana orang-orang setelah mendengar Jemaat mereka menjadi diam maka disana kebanyakan tidak akan ada kemajuan”. Maalfuzhat jilid 5hal 310-311

Kalianpun barangsiapa yang dapat keluar, keluarlah(untuk bertabligh),sambil berdoa tingkatkalah kontak kalian di tempat-tempat yang di pelosok-plosok. Dan di kalangan mereka ini lebih banyak di dapat kesederhanaan/kepolosan. Disinipun di kota-kota kecil keserhanaan/kepolosan itu lebih banyak. Maka, insyaallah, akan tiba suatu peluang bahwa dari luar kota tabligh kita akan sampai ke kota-kota besar, sebab orang-orang setempatlah yang akan mengembangkannya dan saya telah melihat juga di berbagai negara bahwa dimana pun seorang Ahmadi aktif di tempat terpencil kontak-kontak/jaringan-jaringan pertablighan mereka lebih banyak dibandingkan dengan di kota-kota besar. Dan orang-orang besar setempat, di dalam kontak-kontak orang-orang (para dai ) itupun mereka bawa datang,orang-orang umumpun juga mereka bawa datang (untuk ditablighi) dan orang-orang di kalangan pertengahan pun mereka bawa. Tetapi sebagaimana sebelumnya saya juga telah katakan bahwa di dalam kontak kita dan di alam doa-doa kita masih terdapat kekurangan. Sejalan dengan meningkatkan ini sangat perlu memberikan perhatian serius ke arah doa-doa.

Hadhrat Muslih Mauud r.a menasehatkan kepada Hadhrat Qadhi Abdullah sahib bahwa berilah banyak perhatian pada doa-doa. Dan janganlah pernah bersandar pada upaya-upaya pribadi (semata) dan kemudian satu nasehat yang beliau nasehatkan adalah bahwa telaahlah Al-Quran dan buku-buku Hadhrat Masih Mauud a.s dengan tekun maka dari itupun ilmu akan menjadi bertambah. Dan kemudian bersabda, tinggikanlah pemikiran atau cita-cita kalian setinggi-tingginya(dalam hal pertablighan). Dan tanamkanlah di dalam diri kalian bahwa kalian akan menaklukan Eropa. Sejumlah orang mengatakan bahwa orang-orang itu jelas tidak akan beriman. Di kalangan mereka pun dapat lahir orang-orang yang berfitrat baik dan –insyaallah pasti akan lahir dan itu tengah terjadi. Saya kemudian kembali menegaskan bahwa tinggikanlah cita-cita kalian sebagaimana sabda Hadhrat Muslih Mauud a.s dan teruslah bekerja dengan penuh kesabaran dan janganlah perhatian kalian hanya tertuju pada pencaharian dunia semata,tetapi berilah perhatian juga pada penyebaran missi Ahmadiyah. Kalian dengan nama Ahmadiyah memilih suaka disini maka tunaikanlah hak pengkhidmatan tehadap Ahmadiyah dan sampaikanlah amanat ini, jangan sebaliknya malah tenggelam dalam warna warni dunia di Barat ini. Jadi jika sambil dengan setia terhadap Tuhan dan dengan upaya-upaya kalian menyampaikan tabilgh ini maka-insyaallah- niscaya Allah akan menganugerahkan keberkatan. Mudah-mudahan kalian melakukan upaya-upaya dengan serius dalam kaitan ini.

Tetapi ingatlah pula, dimana Allah berfirman bahwa lakukanlah dakwati ilallah, disana terdapat juga syarat bahwa orang yang mengajak kepada Allah adalah merupakan orang yang melakukan amal baik. Dan daiilalah yang termasuk dalam jajaran orang yang itaat dan setia adalah para dai yang juga melakukan amal yang saleh . Jangan sampai terjadi kalian menyampaikan tabligh pada orang lain tetapi kalian sendiri tidak dawam dalam melakukan salat, tidak menunaikan hak-hak orang lain,tidak memperlakukan keluarga dekat dengan baik . Sebab keberkatan akan ada pada pertablighan para dai manakala amal sang dai sesuai dengan ajaran agama. Orang-orang disini merupakan orang-orang cakap/cerdas. Sedikit saja kesalahan anda yang mereka dapat tangkap mereka akan memberitahukan pada kalian. Dan ini terjadi di dimana-mana. Oleh karena itu menaati peraturan pun merupakan kewajiban kita dan mendemontrasikan /menampilkan akhlak yang mulia pun merupakan kewajiban kita dan seiring dengan menegakkan mutu pribadahan yang tinggi pun merupakan kewajiban kita, sebab inilah merupakan ajaran Islam, yakni sampaikanlah hal itu /akhlak yang mulia itu karena ini merupakan perintah Tuhan, yakni katakanlah yang kamu sendiri seratus persen tengah kerjakan baru akan ada berkatnya, kalau tidak kamu sendiri bisa jadi lain yang kamu katakan dan lain pula yang kamu lakukan dan bisa jadi kamu termasuk dalam kelompok orang-orang yang berdosa. Sebagaimana Allah berfirman: .

 يَاأَيُّهَاالَّذِينَءَامَنُوالِمَتَقُولُونَمَالَاتَفْعَلُونَ(2)كَبُرَمَقْتًاعِنْدَاللَّهِأَنْتَقُولُوامَالَاتَفْعَلُونَ

Ashaf 2-3 Hai orang yang beriman kenapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak kerjakan. Merupakan dosa besar disi Tuhanmu kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.

Jadi,menampilkan contoh yang luhur dan muliapun bagi para dai merupakan hal yang sangat penting dan setiap dai harus memberikan perhatian ke arah ini baik dia tengah melakukan dakwati ilallah atau tidak . Setiap orang Ahmadi senantiasa mencamkan hal ini sebab manakala dia menyatakan diri sebagai warga Ahmadi maka perhatian orang senantiasa tertuju kepadanya. Apapun pekerjaannya yang salah, apapun yang tidak benar dari prilakunya maka orang akan mendustakan Ahmadiyah. Dan siapapun orang Ahmadi yang berprilaku tidak baik atau ada gerakan yang salah dia lakukan akan berdampak pada pekerjaan dakwati ilallah yang sedang berjalan. Oleh karena itu andaikata tidak dapat sendiri melakukan dakwati ilallah maka sekurang-kurangnnya amalnya sedemikian rupa benar hendaknya sehingga dapat mendukung orang lain yang melakukan dakwati ilallah. Jangan pernah ada telunjuk yang menunjuk sambil mengatakan kepada kalian bahwa” rawatlah diri kalian sendiri, perbaikilah sendiri keadaan orang-orang kalian sendiri”. Oleh karena itu orang-orang Ahmadi senantiasa hendaknya memberikan perhatian kepada perbaikan terhadap diri sendiri ,senantiasa memberikan perhatian ke arah itu. Andaikata kalian ingin tetap memiliki ikatan dengan Jemaat Hadhrat Masaih Mauud a.s maka kitapun harus memperbaiki diri kita sendiri supaya jangan ada orang dalam Jemaat yang menjadi penghalang dalam menyampaikan missi Islam.

Pendek kata untuk dakwati ilallah amal saleh merupakan hal yang sangat penting dan manakala amal kalian baik maka mengajak kepada orang lain pun kalian akan memperoleh hak. Kalau tidak, Allah berfirman bahwa yang kamu katakan lain dan yang kamu lakukan lain yang dengan demikian kalian menjadi orang yang berdosa. Jangankan menuai pahala justru malah menuai dosa.

Hadhrat Masih Mauud .as bersabda: Untuk melindungi Islam dan untuk menzahirkan kebenaran Islam sisi yang paling utama adalah kamu sendiri menjadi contoh sebagai seorang Islam. Kedua, sebarkanlah kesempurnaan-kesempurnaan dan keindahan – keindahannya ke seluruh dunia. Malfuzhat jilid 4:615 Edisi Baru

Disini beliau menerangkan dua hal dan beliau menerangkan sesuai hukum-hukum Al-Quran bahwa pertama, perlihatkanlah contoh kalian yang baik, perbaikilah terlebih dahulu kondisi (keruhanian ) kalian sendiri, perbaikilah amal-amal kalian baru kalian menyampaikan dakwati ilallah,Allah akan menaruh berkah di dalamnya. Insyaallah.

Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s bersabda: Sesudah kewafatan Rasululah saw bagaimana kondisi dan situasi kota Madinah. Segalanya mengalami perubahan. Oleh karena itu perhatikanlah perubahan itu dan senantiasa ingatlah waktu terakhir. Generasi yang akan datang akan melihat wajah kalian dan contoh itulah yang akan mereka lihat. Jika tidak menjadikan diri kalian menjadi orang yang mengamalkan ajaran itu maka seolah-olah kalian akan menghancurkan generasi yang akan datang.

Kemudian, dakwatiilallah jelas merupakan pekerjaan kita/tanggung jawab kita karena itu jika contoh kita tidak baik maka kita merupakan orang yang menghancurkan generasi kita sendiri. Sebab mereka pun tengah menyaksikan contoh untuk mereka dari kalian sendiri.” Di dalam fitrah manusia terdapat naluri sifat senantiasa ingin meniru. Dia sangat cepat mengambil pelajaran dari contoh. Jika seorang peminum menasehatkan, jangan minum minuman keras atau jika seorang pezina menasehatkan kepada orang lain untuk jangan berzina, seorang pencuri menasehatkan pada orang lain janganlah mencuri, maka dari nasehat-nasehat itu apa yang orang lain dapat ambil faedahnya. Tetapi sebaliknya orang-orang akan mengatakan betapa kotornya dia, dia sendiri yang melakukannya lalu melarang orang lain untuk berbuat itu. Barangsiapa yang terlibat sendiri dalam keburukan lalu melarang orang untuk melakukannya maka diapun menyesatkan orang lain. Orang yang menasehatkan pada orang lain dan tidak mengamalkan sendiri adalah orang penipu dan meninggalkan kenyataan yang ada pada dirinya. Dunia sangat merugi dari para penasehat atau penganjur seperti itu ”. Malfuzhat Jilid 3:518 Edisi Baru

Semoga kita menjadi orang-orang memberikan perhatian pada dakwatiillallah dan menjadi orang-orang yang melakukan amal-amal saleh, baru kita dapat mengatakan bahwa kita bersyukur pada Allah yang telah memberikan hadiah pada kita dalam bentuk menerima Ahmadiyah dan dapat menerima Hadhrat Masih Mauud dan kita bersyukur pada Allah yang telah menjadikan kita menjadi hamba-hamba Allah yang bersyukur dan kita berupaya untuk menjadi orang-orang yang bersyukur . Dan mana kala syukur ini tetap ada dan amalan –amalan kita tetap mengiringi maka sejalan dengan itu kita akan terhitung dalam kelompok orang-orang yang setia.

Jadi sebagaimana sebelumnya saya telah katakan bahwa kita memohon maaf atas kealfaan-kealfaan kita dan kita beristigfar pada-Nya dan di masa yang akan datang dengan gejolak dan semangat kita tampil untuk meyebarkan Ahmadiyah di dunia. Kini di dunia bahkan di wilayah Skolandia sendiri banyak yang belum sampai pesan Ahmadiyah. Terkadang seorang sama sekali tidak mengetahui akan Ahmadiyah. Jadi penting sekali adanya upaya dan doa-doa maka baru kita dapat benar dalam dakwa kita bahwa kita akan mengumpulkan seluruh dunia di bawah bendera Rasulullah saw, insyaallah . Dan oleh karena itulah kita berbaiat pada Hadhrat Masih Mauud a.s dan ikut dalam baiat beliau. Semoga Allah meanganugerahi taufik pada kita dan untuk meraih semuanya resep yang Hadhrat Masih Mauud a.s berikan pada kita adalah itu.

Beliau bersabda:

“Senjata kita untuk meraih keunggulan adalah istigfar,taubah, pengenalan kita pada ilmu agama, perhatian kita pada keagungan Allah dan melaksanakan salat lima waktu. Salat merupakan kunci kemakbulan doa. Manakala kamu menunaikan salat maka berdoalah di dalamnya dan janganlah lalai dan hindarilah setiap keburukan, baik itu berkait dengan hak-hak Allah maupun bertalian dengan hak-hak hamba-hamba Allah”. Malfuzhat jilid 5:303 Edisi Baru

Qamaruddin Syahid