Khotbah Idul Adha 2004

Hadhrat Khalifatul Masih Vatba

Tanggal 21 Januari 2004

di Baitul-futuh, Morden London

 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

 

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

(Daging-daging  dan darahnya  sekali-kali tidak akan dapat sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang akan sampai kepada-Nya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah karena  hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. Al-Haj 37)

Hari ini adalah Hari Raya pengurbanan/Iduladhha. Pada Hari Raya ini siapapun yang mendapatkan   taufik melakukan pengurbanan dia  melakukan pengurbanan. Disini, di negara-negara Barat  tidak ada pandangan pengurbanan seperti itu. Mereka orang-orang yang sudah lama mukim  disini mungkin mereka tidak dapat mengetahui dengan baik. Perhatian yang ada  di negara-negara  Asia dan negara-negara Afrika ( Atau mungkin saja terdapat di negara-negara dunia ketiga) dimana dengan penuh perhatian  kambing-kambing kurban dibeli. Sapi-sapi dibeli  atau sejumlah orang mengurbankan unta-unta. Pada hari-hari ini, terdapat semacam perlombaan di kalangan orang-orang dalam mencari kambing-kambing dan domba-domba  yang lebih mahal; kemudian dengan sangat bangga diberitahukan bahwa kami telah membeli kambing seharga  sekian  atau dengan harga sekian kami telah membeli sapi. Di kalangan tetangga, keluarga dan orang-orang lain berusaha keras untuk menyaingi kami. Tetapi hewan kurban kami paling mahal dan paling besar; Jadi barang-barang/hewan-hewan pengorbanan  yang diambil dengan membicarakan hal seperti itu, di dalam hal itu lebih banyak terdapat unsur  pamer di dalamnya. Sangat jelas sekali  bahwa tidak ada  lagi yang lain selain pamer.

Kemudian satu kalangan lagi  telah sampai pada tingkat yang keterlaluan  yang kendati mereka memiliki  taufik /kemampuan pun  mereka membeli hewan yang kurus kerempeng atau mereka memberikan pengorbanan hewan yang tidak memenuhi  standar pengorbanan, hanya untuk sekedar formalitas saja. Untuk pengeluaran  keperluan sendiri mereka membelanjakan uang yang tidak sedikit dan dalam hal –hal yang sia-siapun mereka banyak membelanjakan uang, tetapi pada saat membeli hewan kurban  mereka menjerit akan  mahalnya harga hewan. Padahal tertera dalam hadis Yahya bin Said meriwayatkan   bahwa saya telah mendengar Abu Usamah bin Said  bahwa,” Kami menjadikan hewan-hewan itu gemuk dengan memberikan makan dan minum   sekenyang-kenyangnya dan orang-orang Islam lainnyapun melakukan hal serupa  ini”.  Rasulullah saw memberikan perhatian yang khusus untuk pengurbanan hewan ternak dan kebanyakan beliau sendiri yang melakukan penyembelihan  dan   mencari hewan-hewan yang bagus.

Jadi, singkatnya setiap kalangan masyarakat ataukah  mereka lebih cenderung pada sifat pamer atau mereka sama sekali tidak mengenal akan nama  ruh pengorbanan, setiap keduanya ( lapisan masyarakat) itu hendaknya memperhatikan hal itu  bahwa pengorbanan ini  dilakukan demi karena Tuhan.  Allah Maha mengetahui akan taufik atau kemampuan kita  dan Dia juga mengetahui  akan hakekat alasan-alasan kalian. kepada-Nya  sama sekali tidak bisa dilakukan penipuan. Sebagaimana saya telah katakan bahwa segala macam lapisan masyarakat ini  ada pada kondisi yang berjalan di jalan tengah,   hendaknya mereka senantiasa memperhatikan akan himbauan Tuhan,  yang baru saja saya telah bacakan ini.

Allah berfirman yang terjemahannya adalah: Daging-daging  dan darahnya  sekali-kali tidak akan dapat sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang akan sampai kepada-Nya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah karena hidayah dsan petunjuk-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. Al-Haj 37

Yakni, jika kalian tengah membeli hewan ternak yang mahal supaya  supaya kalian memperlihatkan pada dunia  bahwa   betapa mahal  pengorbanan yang kalian lakukan. Orang-orang terpengaruh pada kalian sebagai orang  kaya,  maka ingatlah bahwa Allah sedikitpun tidak akan mempedulikan pengorbanan kalian. Hewan ternak kalian yang sehat, mahal, terawat atau gemuk   yang secara lahiriah  memenuhi semua standar tuntutan pengorbanan dengan cara yang sangat tepat /tinggi,  pada pandangan Allah sama sekali tidak ada keistimewaannya; sebab ini tidak memenuhi standar tuntutan  ketakwaan dan tidak terdapat ketakwaan di dalamnya. Di dalamnya sudah dicampuri dengan  keduniawian dan rasa ego. Allah  bebas dari makan dan minum, apa perlunya Dia prihal banyaknya daging hewan ternak kalian.  Dia apa kaitannya dengan hal ihwal bahwa kalian  telah menyembelih hewan yang sehat; Dia apa perlunya bahwa berapa banyak uang yang kamu belanjakan untuk membeli hewan itu.

Kemudian orang-orang  yang tidak memenuhi tuntutan standar hewan  pengorbanan mereka menyembelihnya dengan membuat berbagai macam alasan. Tentu saja mereka  dapat memperlihatkan orang-orang bahwa kami  telah menyembelih hewan kurban. Terdapat juga sejumlah orang yang mengurbankan hewan yang kecil  yang tidak layak, mereka menyembelihnya dengan sembunyi-sembunyi  hanya dagingnya saja yang nampak  sementara hewannya mereka tidak perlihatkan. Mereka tentu  dapat menunjukkan pada orang-orang  bahwa kami  telah melakukan penyembelihan hewan kurban dan kami telah membagikan daging kepada tetangga. Tetapi Allah yang Maha mengetahui sampai ke kedalaman hati manusia, Dia  mengetahui apa yang di dalam lubuk hati  manusia,yang mengetahui kadaan hati manusia, Dia akan mengatakan bahwa kamu tidak melakukan pengorbanan dengan semangat pengorbanan  tetapi kalian melakukan pengorbanan seekor hewan karena  takut pada dunia;kalian telah menyembelih kambing atau domba (dengan pemikiran) apa yang akan dunia  katakan bahwa  seekor hewan kecil pun dia tidak dapat sembelih.  Jadi mungkin saja pengorbanan ini akan menghindari kamu dari ucapan orang-orang atau dari isyarah-isyarah dan cemohan orang-orang , tetapi Allah yang  meminta pada kamu pengorbanan untuk menegakkan ketakwaan di dalam diri kamu maksud itu kalian tidak akan dapat raih. Jadi daging  dan darah yang kamu dapatkan  dengan menyembelih hewan itu dan kamu telah mengalirkan darah hewan-hewan itu,  jika itu kosong dari ketakwaan, kosong dari mencari keredhaan  Ilahi, maka jelas Allah sama sekali tidak parlu pada barang-barang bersifat lahiriah itu.

Allah ingin menciptakan  ruh pengorbanan di dalam diri kalian setelah kalian   melakukan pengorbanan. Supaya manakala kalian menyembelih hewan kurban akan timbul  kesadaran bahwa Allah untuk menyuruh menyempurnakan satu perintah-Nya  Dia telah menyerahkan hewan ini dibawah kekuasaan saya. Dan saya telah menorehkan pisau di leher hewan ini; Allah telah memberikan taufik pada saya untuk mengamalkan  sunnah Ibrahim. Allah telah memberikan taufik pada saya untuk mengikuti  sunnah  Rasul dan menyembelih hewan itu. Allah telah meberikan taufik pada saya untuk menjadi orang yang mengamalkan perintah-perintah-Nya, saya menjadi layak untuk dapat  mengamalkan itu. Dia telah menganugerahkan taufik pada saya untuk ikut serta dalam kelompok orang-orang yang berupaya meraih redha-Nya. Jadi Allah berfirman bahwa jika dengan niat itu kalian melakukan pengorbanan, sambil berjalan pada jalan ketakwaan kalian melakukan pengorbanan, maka pengurbanan ini akan sampai pada Saya. Jadi sebagaimana saya telah katakan bahwa inilah ruh yang dengan perantaraan itu hendaknya pengurbanan itu harus dipersembahkan di hadapan Tuhan.

Sambil menerangkan akan falsafahnya Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda:

“Di dalam syareat Islam Allah banyak sekali telah menegakkan contoh-contoh  untuk perintah-perintah yang penting. Oleh karena itu kepada manusia terdapat perintah bahwa dengan segenap kekuatan dan segenap wujudnya hendaknya berkurban di jalan Allah. Oleh karena itu peangorbanan-pengorbanan  lahir untuk kondisi inilah  dinyatakan sebagai contoh. Tetapi maksud sebenarnya adalah pengorbanan sebagaiaman  Allah berfirman

لَنْيَنَالَاللَّهَلُحُومُهَاوَلَادِمَاؤُهَاوَلَكِنْيَنَالُهُالتَّقْوَىمِنْكُم

Daging-daging  dan darahnya  sekali-kali tidak akan dapat sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang akan sampai kepada-Nya.Yakni sedemikian rupa kamu hendaknya  takut pada-Nya seolah-seolah kamu mati di jalan-Nya. Dan sebagaimana kamu oleh  kamu sendiri menyembelih hewan kurban itu demikian pula kamu menjadi tersembelih/dikurbankan  di jalan Allah.   Manakala ada ketakwaan yang kurang dari tingkatan itu, maka ketakwaan semacam itu masih  kurang. Chasmai Makrifat Ruhani Hazain jilid 3 jilid  23:99

Jadi, inilah  standar ketakwaan yang bersama itu hendaknya  sembelihan hewan kurban  dipersembahkan di hadapan Tuhan. Ini  merupakan tempat /lahan mencari redha Allah yang dengan perantaaan itu kamu hendaknya mempersembahkan pengorbanan kalian. Sebagaimana  hewan kamu  ini dengan berada di bawah pisau sembelihan kalian   dia tengah mempersembahkan pengorbanan dirinya demi untuk kalian,demikian pula kalian  juga hendaknya  harus mengingat dibenak kalian   bahwa jika dalam hidup ini saya harus berkurban  demi untuk Tuhan maka saya siap untuk  itu. Hendaknya senantiasa ada di dalam benak bahwa pengorbanan ini adalah dalam rangka mengenang  pengorbanan  pada saat  seorang bapak siap untuk mempersembahkan  anaknya dan anak telah mempersembahkan dirinya untuk pengurbanan. Pada saat bapak siap untuk menorehkan pisau dan anak  siap untuk   meyuruh menorehkan  pisau di lehernya. Apabila dengan semangat ini  kalian  melakukan pengorbanan maka inilah merupakan standar ketakwaan  yang sesuai dengan itu pengorbanan yang dilakukan itu akan diterima disisi Allah. Apa takwa yang   sebenarnya,takwa yang sebenarnya  adalah mengamalkan hukum-hukum Allah  dan inilah barang  yang mengingatkan kita juga  ke arah  itu, menciptakan perhatian juga ke arah itu bahwa kita seberapa pun perintah Allah  hendaknya setiap saat untuk mengamalkannya  senantiasa harus  melakukan upaya-upaya.

Contoh pengorbanan yang agung itu  telah memberikan tauladan pada orang-orang yang beriman pada Allah bahwa maut /kematian pada suatu hari pasti   akan tiba. Untuk meraih tujuan-tujuan  luhur, tidak ada  nilai kehidupan ini. Tidak ada faedahnya kehidupan   yang diraih dengan melenyapkan iman; contoh  bapak anak yang siap untuk memperlihatkan  contoh pengorbanan luhur ini memperlihatkan pada kita  bahwa betapa  dengan pandangan kasih sayang Allah telah melihat pada mereka. Inipun merupakan satu contoh  agung  dalam sejarah agama.  Oleh karena   siap untuk itaat, sabar, demi kebajikan dan untuk pengorbanan  sementara pisau  siap  untuk bergerak /dikeratkan  di leher  Allah berfirman,” Berhenti, pisau  hentikan, jangan digerakkan. Saya hanya ingin melihat  keitaatanmu dan  kesiapanmu  untuk mempersembahkan pengorbanan  dan ingin melihat mutu  ketakwaanmu. Saya tadinya ingin melihat  bahwa sampai batas mana ketakwaan kamu itu. Kamu sepenuhnya telah sukses dalam ujian itu. Sekarang  itu tidak perlu. Dari kamu kini saya ingin  mengambil pengorbanan yang besar. Yang  kenangannya akan diabadikan  sampai selama dunia ini masih ada.Sebagaimana Dia bearfirman:

َلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ. فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِين. َنَادَيْنَاهُ أَنْ يَاإِبْرَاهِيمُ . قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ.إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ.وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ.وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup  untuk berlari-lari. Dia berkata: “Hai anakku ! sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku ! kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya),  Maka  Kami memanggilnya : “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah menyempurnakan  mimpimu itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar –benar merupakan ujian yang sangat terang. Dan kami telah menyisakannya sebagai ganti satu pengorbanan yang besar. Dan Kami abadikan nama baiknya di kalangan orang-orang yang akan datang kemudian.

Apa bentuk pekerjaan besar dan pengorbanan besar itu, yang demi untuknya beliau diselamatkan. Itu satu adalah, pengorbanan bapak dan anak  untuk tetap tinggal di hutan  belantara yang gersang  untuk selama-lamanya. Tatkala  Hadhrat Ibrahim  tengah pergi meninggalkan Hadhrat Hajrah dan Hadhrat Ismail, maka Hadhrat Hajrah bertanya  bahwa kemana Tuan hendak pergi  meninggalkan kami. Iman sang istri inipun sempurna,dia /sang istri berkata bahwa jika dengan perintah Allah Tuan meninggalkan kami maka demi Tuhan ,Tuhan sama sekali tidak akan meaninggalkan kami. Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan pengorbanan yang dilakukan demi untuk Dia. Kemudian lihatlah,  betapa banyak hasil  yang Allah telah berikan. Tidak hanya  sahara itu yang telah menjadi kota  bahkan dari keturunannya juga sedemikian  rupa nabi yang Dia telah bengkitkan  yang disebut  dengan gelar khatamul-anbiya. Yang mana Allah sendiri yang telah menamakannya  nabi terakhir. Dengan perantaraan beliau Allah telah menyempurnakan syareat  dan Dia mengumumkan bahwa inilah nabi terakhir yang membawa syareat. Dan sesudahnya tidak akan ada nabi yang akan datang membawa syareat dan tidak pula bisa datang, Ini adalah nabi kesayangan Saya,sedemikian rupa dia merupakan nabi yang dikasihi sehingga Dia berfirman,” Jika Saya tidak menciptakan engkau  maka Saya tidak akan menciptakan langit dan bumi.

Nabi saw ini sendiri telah menegakkan  standar dan mutu   pengorbanan yang sedemikian luhur  yang  tidak ada tolak bandingnnya. Yaitu, contoh  siap untuk disembelih, siap untuk dikurbankan  demi untuk Tuhan itu,  Hadhrat Ismail yang telah menegakkannya. Contoh seperti itu banyak sekali  misal-misal /contoh-contoh  setiap harinya seiring dengan berjalannya sang waktu itu mulai menjadi tegak; dan kemudian tidak hanya Rasulullah saw saja yang menegakkan misal/mencontohkan seperti ini bahkan para sahabah juga karena pengaruh kekuatan daya pensucian beliau, beliau telah jadikan mereka menjadi orang yang menagakkan contoh-contoh itu, yang jika diperhatikan  manusia menjadi taajjub dibuatnya. Bahwa orang corak bagaimanakah mereka itu !

Allah telah melindungi Hadhrat Ismail dari disembelih adalah supaya dimasa yang akan tidak terhitung contoh orang-orang yang  siap menegakkan contoh siap untuk disembelih,  siap  untuk dikurbankan  dari  keturunan beliau  dan dari para pengikut beliau. Sebagaimana contoh itu telah tegak di  zaman Rasulullah saw . Supaya syaitan dan  teman-temannya dapat mengetahui  bahwa bagaimana orang-orang yang mempunyai keimanan pada Allah  sambil memberikan pengurbanan  bagaimana mereka menyuruh memotong leher mereka  dan bagaimana mereka siap mengalirkan darah mereka (demi untuk membela Islam yang hakiki). Dan kemudian sejumlah contoh- contoh pengorbanan itupun  nampak terlihat di zaman  para akhirin/yang datang kemudian   yang sudah ditakdirkan akan berjumpa dengan orang-orang yang sebelumnya. Sesuai dengan janji-janji Allah  bahwa zaman akhir pun akan  menyerupai zaman  awal.

Hadhrat Masih Mauud a.s dengan refrensi ini menjelaskan akan pertemuan  zaman ini dengan zaman Rasulullah saw :

“Zaman kita ini mempunyai relevansi  yang sempurna  dengan bulan kita ini. Sebab  ini adalah zaman akhir dan bulan  pun merupakan yang   terakhir dari antara bulan-bulan Islam.  “Yakni bulan  Dzulhijjah yang tengah berjalan ini” dan  kedua-duanya  dekat masa berkahirnya. Dan di   bulan akhir ini ada pengorbanan-pengorbanan dan  di zaman  akhir ini pun  ada  pengorbanan-pengorbanan;  perbedaan hanya pada masalah asal/yang asli dan pantulannya yang  terlihat di dalam cermin dan  contohnya telah berlalu  pada zaman Rasulullah saw. Dan yang intinya adalah pengorbanan ruh hai orang-orang yang bijak! ;dan pengorbanan-pengorbanan  kambing  adalah merupakan bayang-bayang dan jejak-jejak atau tanda-tanda pengurbanan ruh ”. Yakni pengorbanan-pengorbanan kambing  adalah untuk menunjukkan pengurbanan- pengurbanan  ruh itu. Oleh karena itu, fahamilah hakekat itu  dan kalian sesudah Rasulullah saw  mempunyai hak dan memiliki keahlian  untuk memahami hakekat itu dan kalian dari antara meraka merupakan satu golongan akhir yang dengan karunia Tuhan dan dengan rahmat-Nya diikutsertakan dengan mereka; dan rangkaian zaman-zaman  dari Allah habis di zaman kita, sebagaimana bulan Islam habis pada bulan  pengurbanan/Idul adhha; dan di dalam itu merupakan  isyarah yang terselubung bagi orang-orang yang bijak“ Untuk orang-orang yang berfikir/ bijak adalah merupakan satu isyarah. Zaman ini kini yang tengah berakhir   fahami  dan percayailah itu. Beliau melanjutkan:

“Dan saya adalah orang yang menghabiskan/yang mengakhiri mata rantai  kewalian sebagaimana nabi kita saw menghabiskan zaman kenabian/terakhir. Dan beliau  adalah khatamul anbiya dan saya adalah khaatamulauliya. Sesudah saya tidak akan ada wali, kecuali yang dari saya ( yang menjadi waliullah karena mengikuti  saya) dan berada pada  janji saya (berpegang teguh pada janji yang telah dia ikat dengan saya) dan saya dikirim dari Tuhan  saya dengan segenap  kekuatan , kemuliaan  dan keberkatan. Dan kaki saya ini adalah berada /berpijak di atas menara  yang merupakan titik tertinggi semua ketinggian.( Saya berada  pada martabat yang tertinggi) Oleh karena itu takutlah kepada Tuhan hai para pemberani! Dan kenalilah saya dan janganlah kalian menjadi orang yang durhaka/pembangkang dan janganlah mati dalam keadaan membangkang”.(Terjemah Khutbah Ilhamiah Ruhani Hazain jilid 16:68-69

Alhamdulillah, kita telah mengenal zaman ini dan sesuai dengan perintah dan  habar gaib /nubuatan khatamul-anbiya (Rasulullah saw) kita telah beriman juga  pada khaatamul-auliya. Ini  merupakan kebaikan Tuhan bahwa setelah ikut serta dalam Jemaat yang suci ini  nampak pada kita pantulan dari pengorbanan- pengorbanan yang pernah terjadi pada Rasulullah saw. Dan di zaman inipun contoh-contoh itu didapatkan manakala roti dirampas dari tangan  anak-anak (karena kebencian pada Jemaat). Tatkala para wanita dijadikan janda-janda  dan anak anak-anak dijadikan menjadi anak-anak yatim. Sambil pesakiti  bapak  anak  dibunuh di hadapan satu dengan yang lain. (Para penentang) Untuk mencapai maksud tertentu  setelah melakukan penculikan terhadap orang-orang Ahmadi mereka  diupayakan untuk digunakan untuk menimpakan kerugian  pada keutungan Jemaat.Tetapi orang-orang yang senantiasa siap mengurbankan jiwa raganya itu telah  mengorbankan jiwa mereka, tampa sedikitpun  bergeser dari standar pengorbanan- pengorbanan mereka dan kesetiaan mereka. Dan pengorbanan  yang telah diberikan yang merupakan suri tauladan untuk zaman ini adalah yang nampak pada kita pada zaman Hadhrat Masih Mauud a.s. Itu ditegakkan pada saat manakala seorang sesepuh suci setelah dirantai dengan rantai besar lalu dejebloskan dalam ruang penjara yang gelap dan secara terus menerus  dipaksa  padanya untuk mengingkari Hadhrat Masih Mauud a.s. Tetapi dari hati yang penuh dengan keimanan yang kuat itu senantiasa keluar  jawaban,”  Bahwa  kehidupan hakiki adalah yang berlalu demi untuk Tuhan. Kehidupan itu adalah yang berlalu dalam rangka meninggikan nama Tuhan dan berlalu dalam rangka  mengamalkan perintah-perintah-Nya. Hari ini  sambil mengamalkan perintah-perintah Allah saya telah memilih Jemaat orang-orang akhirin. Saya telah mengimani Hadhrat Masih Mauud a.s  yangmana untuk mengimaninya Allah dan Rasul-Nya telah sangat menekankan. Saya telah mengimani Masih Mauud a.s yang  akan mempertemukan orang-orang terdahulu dengan orang yang datang kemudian. Apakah saya harus berpaling dari perintah Allah ? Apa artinya satu jiwa melayang ribuan sekalipun jiwa melayang  tidak dihiraukan”. Kemudian setelah ditanam setengah badan di bumi pun inilah yang mereka ulang-ulangi  bahwa kinipun ingkarlah,ingkarilah sekarang, ingkarilah sekarang,dengarlah maka kamu akan diselamatkan. Tetapi setiap saat inilah jawaban yang didengar oleh para perajam,” bahwa dengan pengurbanan inilah saya akan mendapatkan kedekatan dengan Tuhan dan inilah maksud dari kehidupan saya”. Jadi inilah  cara untuk merayakan hari raya Idul-adha/Hari Raya Pengurbanan ini  bahwa pengorbanan – pengorbanan itu diingat  yang hari ini kini telah maenyebarkan Ahmadiyah diseluruh penjuru dunia. Oleh karena itu ingatlah para syuhada  Jemaat dan orang-orang yang dipenjarakan di jalan Allah dan anak-anak mereka dalam doa-doa kalian. Dan orang-orang yang dipenjarakan di jalan Allah pun ingatlah mereka di dalam doa-doa kalian dan orang-orang  lain yang melakukan pengorbanan pun   ingatlah mereka dalam doa-doa kalian, Hari ini setiap doa orang-orang Ahmadi  dan  pengorbanan-pengorbanan,  untuk jemaat  berganti menjadi doa-doa untuk orang-orang  yang melakukan pengorbanan-pengorbanan. Menjadi hal-hal yang mengingatkan akan pengorbanan-pengorbanan  yang orang-orang itu telah berikan demi untuk Jemaat. Kenangan-kenangan  untuk orang-orang yang melakukan pengorbanan  untuk kaum jika ini tetap tegak /langgeng, maka inilah yang   akan tetap menjadikan tetap hidup semangat pengorbanan di kalangan bangsa.  Dan akan membawanya pada jenjang-jenjang kemajuan. Semoga Allah menganugerahi taufik kepada kita. Semoga Allah dengan secepatnya menganugerahi kemajuan-demi kemajuan yang tak terhingga kepada Jemaat.Amin.

Hari ini juga adalah  hari Jumaah. Ada pengumuman untuk hari Jumaah bahwa hari ini tidak ada Jumaah. Hanya akan dilakukan shalat zuhur,insyaallah. Orang –orang  dapat melakukan di tempatnya masing-masing . Sesudah itu kini saya akan menyampaikan Id Mubarak kepada semua. Semoga Allah menganugerahi kalian dengan semua kebahagian hidup dan menganugarahi taufik untuk dapat berjalan pada jalan-Nya.Amin.

Hudhur anwar pada saat khutbah yang kedua sambil menyampaikan kepada semua warga Jemaat  yang hadir di Baitulfutuh bersabda. Saya, yang telah menyampaikan Id Mubarak  kepada kalian ini, dari itu orang-orang di berbagai belahan dunia lain jangan menyangka  bahwa hanya kepada kalian disampaikan Id Mubarak. Id mubarak ini  saya  sampaikan  kepada semua Jemaat di dunia.

Qamaruddin Syahid

(Visited 46 times, 1 visits today)