Khutbah Tanggal 24-8-2001 di Jerman Khu-G

Kini seri khutbah  ini masih  berkaitan dengan sifat maalikiyyat-kepemilikan Tuhan dan berbagai kaitan kata “ maalik-pemilik” yang  penggunaannya  digunakan dalam Al-quran itu merupakan  topik khutbah ini dan juga  topik khutbah- sebelumnya.

Ayat pertama adalah surah Al-baqarah 108 yang saya akan sajikan dimana Allah berfirman,”alam ta’lam annallaaha lahuw mulkussamaawaatiwal-ardh wa maa lakum minduwnillahi min waliyyin walaa nashiyr-Apakah engkau tidak mengetahui bahwa Allah-lah yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan tidak ada bagimu selain Allah pelindung dan penolong.

Dalam kaitan ini Hadhrat Abu Masuud r.a.meriwayatkan sebuah hadist bahwa seorang  hadir di hadapan Rasulullah saw. Beliau saw. mulai berbincang-bincang dengan orang itu yang tiba-tiba pundaknya mulai bergetar.Setelah melihat kondisinya beliau bersabda,”Kuasailah dirimu,saya bukannya seorang raja,saya adalah anak  seorang wanita yang memakan daging yang kering”.Disini nampak betapa agung rasa rendah hati  Rasulullah saw. Pada hakekatnya beliau  menganggap hanya Tuhan  sebagai raja dan siapa yang takut , segan/ merasa ketakutan beliau menghibur mereka bahwa  maalik-Pemilik itu hanya satu dan hanya Dia-lah yang.raja.

Dalam kaitan ini Hadhrat Aisyah r.a. meriwayatkan  sebuah hadis .bahwa Rasulullah saw. membagi-bagi giliran diantara istri-istri beliau dan di dalam itu beliau berlaku adil dan beliau juga berdoa:Hai Allah, ini merupakan  pembagian saya terhadap benda-benda yang saya sebagai  pemiliknya,yakni secara zahir apa pun yang berkaitan dengan adil itu bagaimana pun saya menjadi saksi atas hal itu.Giliran-giliran telah ditetapkan.Saya memberikan giliran yang sama  kepada setiap orang.Inilah hal-hal  yang ada dibawah kendali/ milik saya.Tapi,hal yang saya bukan pemiliknya,bahkan Engkau  pemiliknya berkenaan dengan itu janganlah  Engkau mencela.saya. Nah, maksudnya adalah sejauh berkaitan dengan hati itu merupakan wewenang Tuhan.Kepada siapa yang Dia kehendaki, Dia lebih banyak cenderungkan dan kepada seapa yang Dia kehendaki serdikit Dia cenderungkan. Jadi, maksud Rasulullah saw. adalah bahwa jika saya mencintai seseorang secara alami,maka disitu tidak ada kesalahan saya,saya adalah seorang hamba Engkau yang hina dan hati saya berada di tangan Engkau sebagaimana halnya di tangan-Nya terletak hati seluruh dunia.Akan tetapi sejauh berkaitan dengan keadilan secara zahir itu saya sempurnakan dari segala segi.

Dalam kaitan ini ada sebuah riwayat Hadhrat Mugirah r.a.bahwa apabila  Huzur saw selesai dari sembahyang dan mengucapkan salam maka beliau menyebut ini:”Tidak ada sebahan selain Allah, Dia  Esa tidak ada sekutu-Nya.Dia-lah raja, Dia-lah yang layak disanjung dan  dipuji dan Dia kuasa atas segala sesuatu. Hai Tuhan-ku,siapa yang Engkau berikan tidak ada yang bisa mencegahnya dan kepada siapa yang Engkau cegah tidak ada yang bisa memberikan.Siapapun orang  kaya dan kekayaan sertakekuatannya  tidak akan  bisa menyelamatkannya dari Engkau dan tidak pula ada yang bisa memberikan faedah”.

Kini ada sebuah ayat surah Al-Maidah ayat 41:alam ta’lam annallaha lahu mulkusamaatiwalardh yu’adzdzibu man yasyaau wayagfiru liman yasyaa u wallahu ‘ala kulli syain qadiyr-Apakah Engkau tidak mengetahui bahwa Allah-lah pemilik kerajaan langit dan bumi Dia mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memaafkan siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Kuasa/Penguasa abadi  atas segala sesuatu.

Dalam kaitan ini ada sebuah  riwayat Hadhrat Ibni Masuud r.a..Abdullah  Abdullah bin Masuud menerangkan bahwa Rasulullah saw. bersabda,”Saya mengetahui orang yang terakhir keluar dari neraka,yakni Allah memperlihatkan pemandangannya. Dan saya juga mengetahui dari ahli surga orang yang paling akhir masuk ke dalam  surga, yakni merupakan dua sisi dari satu benda.Yang keluar paling akhir dari neraka,dialah yang  paling akhir masuk ke  surga.Maka dia akan dibawa ke surga dan ketika keluar dari neraka maka dia akan keluar dengan merangkak dan ketika dia dibawa ke neraka maka akan terfikir olehnya bahwa itu telah penuh, Kemudian dia akan kemabali dan dia akan memohon kepada Tuhan,”Hai Tuhan-ku, saya telah mendapatinya penuh. Kemudian Allah akan berfirman padanya,”Pergilah, dan masuklah ke surga. Kemudian dia akan dibawa masuk ke surga dan akan terfikir olehnya bahwa itu telah penuh. Kemudian setelah kembali dia akan memohon,”Hai Tuhan-ku, saya  mendapatinya penuh.” Kemudian Allah akan berfirman padanya,”Pergilah, dan masuklah ke surga”.Maka  ini akan dianugerahi sama dengan dunia dan  .sepuluh kali lipat”. Perawi berkata, ataukah Huzur bersabda,”Ataukah engkau dianugerahi lebih dari sepuluh kali lipat”. Baru orang itu akan berkata,”Hai Allah, Engkau adalah maalikulmulk-Pemilik kerajaan,janganlah mempermainkan saya”.Perawi berkata,”Atas hal itu Rasulullah saw. juga tertawa sehingga gigi beliau kelihatan”.Kemudian huzur berkata,”Kemudian akan dikatakan bahwa orang ini adalah orang yang terendah dari antara orang-orang ahli surga dan akan masuk  paling  akhir”.

Dalam kaitan ini dalam Al-Hakam 31 Agustus menulis,”Pemerintah dunia tidak pernah mengontrak sesuatu/menetapkan perkara  bahwa setiap orang yang lulus B.A. pasti akan diberikan pekerjaan.Namun pemerintahan Tuhan adalah pemilik pemerintahan sempurna dan pemilik pemerintahan yang tidak terbatas. Di hadapan-Nya tidak ada yang kurang.siapapun orang yang beramal, maka kepada semua diberikan kesuksesan dan sebagai lawan/ganti ihsan-ihsan/ kebaikan-kebaikan kepada sebagian Dia tutupi uang dan kebahagiaan”.Maksudnya, jika kamu bekerja pada Tuhan apapun martabat yang kamu peroleh sebagaimana di dunia ini ada B.A , M.A dll, di hadapan Tuhan  apapun  lipatan ganjaran yang kamu dapatkan  kamu tidak akan mengkhawatirkan  pencaharian/gaji lagi,kamu pada maartabat itulah akan dietapkan  sebagai pengkhidmat.

Ada sebuah  ayat 159 dalam surah A’raf:”qul yaa ayyuhannaa su inni rasuwlullahi ilakum jamiy’a lilladziy lahu mulkussamaawaa tiwal ardh laa ilaa ha illaahuw yuhyiy wa yumyit wa aaminuw billahi nnabiyyil ummiyyilladziy yu’minu billahi wa kalimaatihi wattabi’uwhu la’allakum tahtaduwn-Katakanlah,”Hai manusia, sesungguhnya aku adalah rasul untuk kalian semua dari Allah Yang di tangan-Nya terletak  kerajaan langit dan bumi, tidak ada sembahan  lain selain Dia.  Dia menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kepada Allah dan kepada rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman pada Allah dan kalimat-kalimat-Nya dan ikutilah Dia  supaya kamu mendapat petunjuk’.

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam menerangkan ayat ini bersabda,”Katakanlah kepada orang-orang bahwa saya adalah dikirim dari Tuhan untuk kalian semua.Dia Tuhan Yang tampa sekutu adalah pemilik langit langit dan bumi.Selain Dia  tidak ada tuhan lain yang layak disembah. Dia menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kepada Tuhan  dan rasul, nabi  yang ummi. Nabi itu  beriman pada Allah dan kalimah-kalimah-Nya dan ikutilah Dia  supaya kamu mendapat petunjuk”.

Dalam kaitan ini Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersada,”Yang dikirim untuk perbaikan berbagai bangsa, renungkanlah dengan sebaik-baiknya, bahwa sudah tentu dia memiliki kesempurnan  dan   sebagai pemilik potensi  yang luar biasa”.Dan Rasulullah saw. adalah dikirim untuk perbaikan semua bangsa yang tersebar dari awwal dan akhir  di seluruh dunia.Di antara mereka berada berada  di Barat  dan di Timur juga.Jadi, pada diri Rasulullah saw. tanggung jawab ini sangat luar biasa. Dan berkenaan dengan tanggung jawab inilah  Al-Quran mengisyarahkan anqadha zhahrak-Tangung jawab ini telah mematahkan pinggang kamu.Sedemikian beban yang kamu pikul di pundak kamu.Maka Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Dia  pemilik potensi yang sempurna.Renungkanlah pada Jemaat beliau maka betapa itu akan dapat diketahui dengan  terang,bahwa beliau-lahyang  layak dinamakan Muhammad saw. dan pendakwaan yang di lakukan dengan lidah, dengan perantaraan inni rasuwlullahi ilakum jamiy’a-Sesungguhnya aku rasul untuk kalian semua, telah beliau sempurnakan,yakni di dalam ayat ini, inilah yang disebutkan. Beliau dengan amal sendiri telah memperlihatkan itu.Sesuai dengan itu  telah datang saat idzaa jaa nashrulah i wal fathu wa raaitannaa sa yad khuluwna fi diynillahi afwaaja.Di dalam ini merupakan isyarah yang jelas  bahwa beliau datang ke dunia  ketika tidak ada yang mengetahui agama Allah dan kegelapan telah tersebar di seluruh dunia dan beliau pergi pada waktu kertika beliau telah menyaksikan  pemandangan yadkhuluwna fiydinillahi afwaajaOrang-orang berbondong-bondong masuk Islam-Maka- insyaallah- dengan berkat langkah Rasulullah saw. kalian pun pada penutupan Jalsah inilah pemandangan kembalii akan kalian saksikan yadkhuluwna fidiynillahi afwaaja,bahwa orang-orang akan berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah,yakni Islam yang hakiki.

Ada lagi sebuah  kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s.:”Pada waktu kezahiran Rasulullah saw. telah terbuka pintu gerbang pertablighan umum. Dan Rasulullah saw.. sendiri  sesuai ayat qul inni rasulullah ilakum jamiy’a telah  mengirim surat seruan masuk Islam kepada raja-raja besar. dengan tangan beliau sendiri..Tidak ada nabi manapun yang menyeru pada agama raja-raja bangsa lain. dengan surat Karena, mereka tidak dikirim untuk bangsa yang lain.Gerakan seruan umum ini adalah dimulai oleh tangan Rasulullah saw. “ Coba perhatikan, ini merupakan dalil. sempurna kebenaran bahwa Rasulullah saw.  ditujukan untuk seluruh dunia. Pada zaman itu kepada pemerintahan-pemerintahan  di Timur  kepada peminpin-peminpim  mereka beliau menulis surat dan juga kepada raja Rum yang merupakan raja di Barat, kepada nya pun beliau menulis surat .Dan tidak ada satu nabi pun serupa itu di dunia ini yang menulis surat yang ditujukan kepada raja-raja dunia.Jadi, ini adalah satu kebesaran Tuhan bahwa Dia telah menganugerahi taufik kepada Rasulullah saw. untuk menulis surat. Surat betul-betul sederhana yang dimulai dengan bismillah dan seruan umum itupun sederhana sekali.Yakni, terimalah aslimuw tuslamuw-Terimalah Islam maka kamu akan dianugerahi keselamatan.Dan di dalam kata yang singkat ini terdapat  kharisma/rasa takut yang tak terhingga sehingga seorang raja ketika melihat surat ini setelah  menciumnya dia lalu  turun dari tahta/tempat duduknya. Jadi, di dalam kata-kata Rasulullah saw. yang sedikit sekalipun sangat banyak ru’ub/rasa takut dan merupakan  suatu  kebenaran yang keluar dari hati dan mempengaruhi  hati.

Kini  surah Attaubah 116:innallaaha lahu mulkussamaawaatiwal ardh yuhyiy wayumiyt wamaa lakum minduwnillahi min waliyyin walaa nashiyr-Sesungguhnya Allah-lah pemilik  kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan untuk kamu semua selain Allah tidak ada teman dan penolong.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Bukan satu kali, bahkan puluhan kali saya melihat kerajaan Tuhan di bumi. Dan saya terpaksa beriman kepada ayat Tuhan  bahwa lahuw mulkussamaawatiwqal ardh –Sesungguhnya Allah adalah raja seluruh langit dan bumi”. Pada umumnya  orang-orang Kristen berkeyakinan  bahwa Tuhan memang memerintah  di langit,tidak  di bumi.Namun  ini merupakan pandangan yang tidak berguna dan sia-sia. Hadhrat Masih Mauud a.s. sendiri yang menjadi saksi bahwa  saya sendiri,sabda beliau , telah melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa T uhan yang berada di langit Dia juga lah yang memerintah di bumi.

Ada sebuah ayat lain surah Bani Israil 122:”qulil hamdulillahilladziy lam yattakhis waladan walama yakun lahuw syarikun filmulkiwalam yakun waliyyun minadzdzulli wakabbirhu takbiyraa –Katakanlah, semua pujian adalah untuk Allah.Dia tidak pernah menjadikan anak dan  tidak ada sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak pernah memerlukan teman yang seolah-olah dalam kondisi lemah akan menjadi penolong baginya”. Kini, dalam kalimah“Menjadi penolong dalam kondisi lemah”artinya  bahwa kadang-kadang manusia menjadikan teman  supaya pada waktu susah akan bermamfaat baginya.Namun, Tuhan apabila membuat teman,maka supaya ketika teman itu dilanda kesulitan  Dia   bermamfaat  baginya. Jadi,seolah –olah Dia menjadikan  teman bukan karena adanya suatu kelemahan pada diri-Nya, bahkan orang yang Dia jadikan sebagai teman  dengan mengingat kelemahan-Nya Dia memperhatikannya dan menjadi teman-orang itu.

Sesudah ini pada akhirnya:Maka  agungkanlah olehmu kebesaran-Nya dengan sekuaat-kuatnya.Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Dia tidak mempunyai anak dan di dalam kerajaan-Nya tidak ada sekutu. Dan Dia tidak mempunyai  teman yang lemah.Yangmana Allah sendiri  setelah menjadi lemah Dia menyeru padanya”. Nah,inilah hal yang telah saya terangkan bahwa Tuhan tidak pernah membuat teman serupa itu bahwa Tuhan sendiri setelah  tidak berdaya Dia mengharapkan  pertolongannya.Bahkan ketika dia  tidak berdaya maka Allah menolongnya.

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam hal menjadikan teman/pemeliharaan Tuhan selanjutnya menerangkan,”Ini bukanlah artinya bahwa Dia ada suatu keperluan sebagaimana manusia memerlukan yang lainnya atau setelah menimbang-nimbang  Dia menjadikan seseorang sebagai teman-Nya. Bahkan artinya adalah dengan karunia dan anugerah Tuhan menjadikan seseorang dan dari itu akan bermamfaat untuk orang itu bukannya  faedah untuk Tuhan,

Ada tiga ayat yang diambil dari surah Al-furqan;tabaa rakalladziy nazzalal furqaan ‘ala ;abdihi liyakuwna lil ‘alamiyna naziyra lilladziy lahu mulkussamaa tiwal ardh walam yattakhidz waladan walam yakun lahu syarikun fil mulki wa khalaqa kulla syaiin wa qaddarahuw taqdiyraa-Jadi,Dialah Yang Maha beberkah yang telah menurunkan pada hamba-Nya Al-quran supaya itu menjadi pemberi ingat kepada semua alam Dia-lah yang kerajaan-Nya seluruh langit dan bumi dan Dia tidak pernah membuat anak dan tidak ada yang sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia telah menetapkan aturannya yang tepat

Dalam kaitan ini Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam menerangkan bersabda,”walam yakun lahuw syaarikun filmulki wa khalaqa kulla syain faqaddarahu taqdiyra-.Yakni, di dalam kerajaan-Nya tidak ada sekutu-Nya Dia adalah pencipta segala sesuatu dan dalil  Dia sebagai pencipta  jelas bahwa  segala sesuatu itu Dia ciptakan sesuai ketentuannya yang mana dia/benda-bendaitu tidak bisa melampaui  itu.Bahkan dalam ketentuan itu dia terikat dan terbatas dan pada  segala sesuatu  terlahir kondisi la yukalifullaahu nafsan ila wus’aha –Segala  sesuatu mempunyai  batasan-batasan,yang mana benda-benda/dia    tidak bisa lewat dari luas batasan itu  dan siapa yang mengendalikan/mengawasi  seseorang  itu pun (yang ditetapkan mengikuti batasan)jelas mengisyarahkan kepada (wujud)orang mengendalikan. Seseorang yang yang telah membuat  ketentuan-ketentuan  dia harus  menaati.

Dalam kaitan ini Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Apapun yang ada di langit dan di bumi semuanya  milik Tuhan. Karena segala sesuatu itu Dia   telah ciptakan dan kemudian  menetapkan potensi dan pekerjaan untuk setiap makhluk ,supaya benda-benda yang terbatas menandakan adanya wujud yang membatasi.-Yang membatasi(yang membuat peraturan)  terhadap yang terkena batas   itu menjadi dalil bahwa ada yang telah menetapkan batas/membuat peraturan untuk  saya. Jadi, segala sesuatu telah Dia tetapkan batasannya, supaya benda yang terbatas menandakan sesuatu yang membatasi,yaitu Allah swt..Kita melihat sebagaimana seluruh tubuh (manusia) terikat  pada batas-batas/ketentuan-ketentuannya dan  tidak bisa terlepas dari batasan-batasan ini,begitu juga ruh-ruh   terikat dan tidak bisa menciptakan potensi yang luar dari potensi yang telah ditetapkan.”

Kini satu ayat surah Hasyr:”huwallahulladziy laa ilaahaillahuw almalikul qudduws ussalaamul mu’minulmuhaiminul ‘aziyzuul jabbaarul mutakbbir subhaanallahi ‘ammaa yusyrikuwn-Dia-lah Allah yang selain dia tidak ada sembahan.Dia  Raja,Dia Maha Suci,Dia Salam/Keselamatan,Pemberi keamanan,Penjaga,Maha Perkasa,Yang meluruskan perkerjaan yang rusak dan Maha Besar,Maha suci Allah dari apa yang mereka sekutukan”

Dalam kaitan ini saya sampaikan kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s.  di hadapan kalian,”Tuhan   adalah raja yang tidak ada noda  aib. Dan  ini jelas bahwa manusia tidak kosong dari aib.Jika,sebagai misal, semua rakyat diasingkan dan pergi ke negeri lain maka kerajaan tidak akan bisa berdiri tegak.Raja yang serupa itu kepada siapa dia harus memerintah.Atau sebagai cntoh semua rakyat menderita kelaparan maka darimana akan datang pengeluaran kerajaan dan jika semua rakyat mulai memperotes  bahwa diantara kami dan kamu  apa perbedaannya ? Maka apa kemampuan yang akan dibuktikan”. Jadi terhadap raja-raja dunia terjadi pertanyaan seperti itu.

Dewasa ini juga di Pakistan  para penentang pemerintah inilah yang tengah mereka tanyakan:”Musyarraf Sahib, apa kelebihan tuan  dengan kami ? Tuan tidak lah layak untuk seterusnya menjadi presiden,kamipun mempunyai kemampuan”.Jadi, pertanyaan serupa inipun selalu ada pada raja-raja.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Jadi kerajaan Tuhan tidak seperti ini. Dia di dalam satu nafas dapat menghancurkan seluruh negeri lalu  meciptakan makhluk lain.”

Adapun kata ”Dapaat menciptakan makhluk lain ”, inipun merupakan hikmah yang dalam dan di dalam Al-quran ada uraian mengenai hal itu dan beberapa kali saya terangkan, bahwa “Jika Tuhan menghendaki,maka hai makhluk Tuhan, kamu semua akan dimusnahkan dan mendatangkan makhluk baru  selain kalian, yang akan terbukti lebih baik dari kalian”.Dan di tempat lain berfirman,”Jika akan terjadi demikian maka bisa  terjadi”.Tapi di tempat lain berfirman,”Pasti akan terjadi serupa itu dan kapan Allah menghendaki maka semua kalian akan dihancurkan dan Dia akan mendatangkan makhluk lain yang lebih baik dari kalian”. Jadi semua kata-kata Hadhrat Masih Mauud a.s. adalah dalam rangka menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dan persis sesuai dengan ayat-ayat  Al-quran.

Ada satu ayat surah Al-Jum ah yang berkali-kali ditilawatkan dalam Jemaat Ahmadiyah,”yusabbaihu lillahi maa fissamaawaati wamaa fil ardh al malikil quddusi aziyzil hakiym-Kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan apa yang di bumi.Dia adalah Raja, Maha suci,Maha Perkasa dan Maha Bijaksana”.

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam mengulas ini bersabda,”Berkenaan dengan bumi setiap (daun) jengkal dan setiap zarrah terdapat dalam Al-Quran bahwa segala sesuatu tengah mengiataati-Nya. Satu daunpun tidak jatuh kecuali dengan izin-Nya dan tampa perintah/izin-Nya tidak ada obat yang dapat memberi kesembuhan dan tidak ada makanan yang akan bisa sesuai.

Dan pertanyaan yang berbunyi,”Bahwa satu daun pun tampa izin-Nya tidak bisa jatuh”.Bukanlah maksudnya bahwa setiap daun memperoleh izin untuk jatuh.Maksudnya, adalah setiap daun berada di bawah takdir/ketentuan Tuhan dan di dalamnya apapun kelemahan yang terdapat di dalamnya yang sebagai akibatnya pada akhirnya itu menjadi jatuh,.itu berada di bawah undang alam yang  tidak bisa dihindari.Jadi, setiap daun adalah gugur sesuai perintah-Nya dan sesuai dengan izin-Nya dan di bawah peraturan-Nya.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Obat tidak bisa memberi kesembuhan selama tidak ada kehendak Ilahi.Tidak ada obat yang bisa cocok selama  tidak ada kehendak Ilahi.”Coba perhatikan, betapa bagusnya makanan-makanan. Sebagian orang sama sekali tidak cocok. Sebagian orang-orang yang memiliki kekayaan yang tidak terhitung yang memiliki kemampuan membeli makanan untuk digunakan namun pencernaannya tidak mengizinkan.Dia hanya cukup dengan susu asam dan nasi liwet. Jadi, ini merupakan kebesaran Tuhan bahwa di dalam ciptaan-Nya seberapapun barang-barang makanan selama izin-Nya tidak ada maka sampai pada waktu tidak ada orang yang sepenuhnya bisa memamfaatkan itu dan tidak bisa menikmati-Nya.Tidak bisa melakukan dengan kekuatannya.Anggur yang dianggap merupakan nikmat yang sangat besar untuk seorang yang  sakit itu menyebahkannya mual, tidak bisa tahan.Sampai orang menyebut nama anggur  saja dia sudah mulai (muntah ?/tidak bisa tahan).Ini semua adalah tanda kebesaran Tuhan bahwa tampa izin dan perintah-Nya makanan-makanan yang telah Dia ciptakan juga menjadi kehilangan semua  kelezatan-kelezatannya apabila  tidak ada izin  Allah dan semua kelezatan menjadi  kembali jika ada izin Allah.

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Setiap zarrah bumi dan gunung-gunung dan setiap tetes/butiran sungai dan samudera dan setiap daun dari pepohonan dan rumput-rumut liar,setiap bagiannya dan zarrah apapun dari  manusia dan hewan semua mengenal Tuhan dan mengitaati-Nya dan sibuk dalam tasbih dan pujian-Nya.Oleh karena itu Allah berfirman yusbbihu lillaahi maa fissamaa waatiwama fil ardh.

Kini disini hal yang perlu direnungkan berkenaan denga tulisan Hadhrat Masih Mauud a.s. hendaknya dibaca dengan penuh perhatian baru dapat dimengerti.Disini tidak berfirman.”man fissamaawaat ”.Ayat yang difirmankan adalah ,”maa fissamaawaat dan “maa” adalah digunakan juga untuk benda yang tidak bernyawa. Jadi maa fissamaawaati wamaa fil ardh-Apapun yang ada di langit dan di bumi, apakah yang tampak oleh kalian itu  tidak bernyawa  atau yang bernyawa, dalam  coraknya masing-masing mereka sibuk dalam bertasbih dan memuji Tuhan,meskipun kamu tidak mengerti tasbih dan pujiannya.

Ini adalah ayat ke dua surat Attagaabun:”yusabbihu lillahi maa fissamaawaatiwamaa filardh lahul mulku walahul hamdu wahuawa ‘ala kulli syain qadiyr-Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah,Semua kerajaan adalah milik-Nya,dan milik-Nya-lah semua pujian dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu yang Dia ingikan”

 Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a. dalam kaitan ini bersabda,”Orang-orang atau mengitaati seseorang karena  Dia itu  suci muqaddas atau karena dia itu seorang raja yang jika dia tidak mengitaatinya maka dia akan menghukum atau karena dia itu seorang yang berjasa.Dia menganugerahkan hadiah-hadiah pada kita ,oleh karena itu kita mengitaatinya.Allah menyeru untuk  itaat pada-Nya  dengan menyebut tiga sifat-Nya:,lahulmulku walahulhamdu wahua ‘ala kuli syaiin qadiyr –Kerajaan pun Dia-lah  pemilik-Nya,Dia-lah  sumber semua kebaikan,Dan berkuasa atas segala  sesuatu.Dia-lah. Dia-lah yang menciptakan dan Dialah pengawas segala sesuatu. Jadi, yang layak disembah pun hanya  Dia. Jika kamu mengitaati seseorang karena  memiliki keindahan, maka ingatlah bahwa  sumber semua keindahan adalah Zat yang penuh berkat itu. Jika keindahan itu ada pada seseorang maka yang menciptakannya adalah Allah. Begitu juga jika kamu  mengitaatai seseorang karena  dia itu seorang berjasa /yang belaku baik maka yang paling besar dari semua yang berbuat baik adalah Allah. Dan Dia-lah yang memberikan semua sarana kepada  yang berjasa /yang berbuat baik padamu dan kemudian memberikan peluang untuk mengambil mamfaat dari sarana-sarana itu dan kekuatan-kekuatan adalah anugerah dari Dia. Jika, kamu mengitati seseorang karena dia itu adalah raja maka ingatlah bahwa Allah adalah ahkamulhaakimiyn yang ruang lingkup pemerintahan-Nya sedemikian luasnya yang mana kamu dengan keluar dari itu tidak bisa pergi keluar kemana-mana.Sesuai dengan itu Dia berfirman,”yaa ma’syaral jinni wal insi inistatha’tum an tanfudzuw min aqthaarissamaawaatiwal ardh fan fudzuw la tanfudzuwna illa bisulthaan-Hai hakim dunia,hakim dunia tidak memiliki keagungan seperti ini bahwa apabila kamu mengitatinya maka kamu harus pula mengitaati ahkamulhaakimiyn(Paling bijaksanasari semua hakim yang ada) itu.

Disini Hadhrat Khalifatul Masih 1 tidak menafsirkan ayat ini,beliau  hanya sekedar menyebutnya dan artinya perlu direnungkan dan saya pun sebelumnya beberapa kali menerangkan bahwa memang orang-orang bisa keluar dari lingkaran /batas-batas bumi.Roket meluncur,orang sampai juga di bulan dan  juga di Mars.Dan lebih jauh dari itu kini tengah melakukan perjalanan,tapi  aqthaarissamaawaatiwal ardh tidak bisa keluar dari batas –batas langit dan bumi. Dan sama sekali tidak mungkin. illa bisulthaan. Yang dimaksud dengan “sulthaan” adalah “dalil/fakta yang unggul”. Jadi, dengan perantaraan dalil yang unggul, kini ketika para ilmuaan mendatangkan berita-berita yang jauh.Mereka berbicara mengenai dua puluh juta tahun kecepatan cahaya .Itu mereka lakukan atas dasar fakta/dalil dan fakta  yang unggul mengumukan tentang kebenarannya. Jadi, tidak ada yang bisa melangkah lewat melebihi batas-batas kerajaan langit dan bumi  namun dengan perantaraan sulthaan/dalil   yang dianugerahkan dari Allah

Kini saya akan menyampaikan ilhm-ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. di hadapan kalian.Pada tahun 1868-1869 turun ilham,”Tuhan Engkau redha dengan pekerjaan engkau ini dan  sedemikian banyak berkah akan diberikan pada engkau  sehingga raja-raja akan mengambil berkah dari pakaian engkau”.Satu kali diskusi telah ditetapkan dengan Maulvi Muhammad Husen dari Batala.Dan kata-kata yang telah dia katakan itu dia tulis kepada beliau.Karena itu sesuai dengan Al-Quran dan Hadis.Maka Hadhrat Masih Mauud a.s. tidak menentang/menjawab itu dan setelah mengakui beliau lalu pergi. Murid Muhammad Husen Batalwi teriak,  Mirza telah kalah dan gagal. Dan  berhubung karena beliau  percinta kebenaran, oleh karena itu beliau mengakui perkara yang benardan beliau telah mengakuinya.Karena seberapa hal yang dia katakan  itu betul-betul benar. Jadi berkenaan dengan itulah   ilham ini turun. ”Raja-raja akan mengambil berkah dari pakaian engaku”. Jadi,Allah berfirman,”Engkau demi untuk Saya telah menerima satu kebenaran dan engkau menjadi sasaran ejekan orang-orang,namun sedikitpun engkau tidak menghiraukan.  Maka kini Saya sedemikian rupa  akan memberikan kehormatan kepada engkau sehingga  Tuhan engkau redha terhadap pekerjaan engkau ini dan engkau akan diberikan berkat yang banyak sehingga raja-raja akan mencari berkah dari pakaian engkau.”

Kemudian beersabda: Sesudahnya di dalam kasyaf  diperlihatkan raja-raja yang menunggang kuda. Dan karena secara khusus untuk Allah dan rasul-Nya rendah hati dan kekhusyukan dilakukan,oleh karena itu,wujud Yang mutlak berjasa itu menghendaki tidak akan meninggalkannya tampa ganjaran.

Di satu tempat lain Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam menyinggung mengenai raja-raja bersabda,”Allah memberikan habar suka juga kepada saya bahwa sebagian orang-orang kaya dan raja-raja akan Dia masukkan dalam kelompok kita dan Dia berfirman kepada saya bahwa saya akan memberikan berkat demi berkat kepada engkau sehingga raja-raja akan mengambil berkah dari pakaian engkau”.

Kemudian,di  tempat lain dalam Tajalliati Ilahiyah beliau bersabda,”Di dalam kasyaf saya diperlihatkan raja-raja yang menunggang kuda dan di katakan inilah yang siap menyatakan keitaatan dan Tuhan akan memberikan  berkah padanya’

Kini, adalah ilham 4 Juli 1898.Dan merupakan suatu hal yang menarik,  ketika saya membaca ilham ini. Pengalaman lama saya. bahwa apabila ilham itu turun tahun 1898,maka pada tahun 1998 pasti akan menjadi sempurna.Yakni, setelah seratus tahun sejarah  diulang kembali. Dan ilham itu adalah “Saya akan memberikan berkah pada engkau sehingga raja-raja akan mencari /mengambil berkah dari pakaian engkau”.Ilham ini berkali-kali  turun dan ini pada kesempatan/waktu  4 Juli  1898. Rahasia itu adalah bahwa yang  berkenaan dengan Mahdi  dan Isa yang dibukakan pada saya lewat ilham Ilahi dan   hari Sabtu dan  (ziro yang ke 13  -1316 ?) tanggal ke 4  Juli 1998 ketika ilham turun. Saya telah menanyakan yang pada   kenyataannya pada tahun 1898 ada 20 raja-raja masuk dalam Ahmadiyah. Dan analisa saya terhadap wahyu Hadhrat Masih Mauud a.s. perisis inilah yang  terbukti benar. bahwa ilham yang turun 100 tahun sebelumnya sepenuhnya setelah seratus tahun itulah yang  sempurna dengan penuh keagungan. Dan   berkenaan dengan itu saya telah mengambil kesaksian yang mutlak   bahwa pada 1998 ada 20 raja-raja masuk dalam penghambaan terhadap Hadhrat Masih Mauud a.s.

Kemudian ada satu ilham:” hukmullahir-rahmaan likhalifatillahissulthaan yu’ti lahul mulkul ‘azhiym wa tuftahu lahu ‘ala yadihil hazaainu tusyriqul ardhu binuwri rabbiha dzaalika fadhlullahi wa fi ‘ayunikum ‘ajiyb.Terjemahan yang dilakukan oleh Hadhrat Mirza Basyir adalah:”Ini adalah  perintah Tuhan yang Rahman  untuk khalifah-Nya yang memiliki  kerajaan langit. Dia akan dianugerahkan kerajaan besar dan hazanah-hazanah akan dibukakan untuknya  dan seluruh dunia akan bersinar dengan nur Tuhan”. Jadi, kerajaan agung ini adalah tersebarnya seruan Hadhrat Masih Mauud a.s. yang berkembang ke Timur dan ke Barat dan pemandangannya yang luar biasa akan kalian saksikan pada akhir Jalsah ini.

Kemudian ada lagi sebuah ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. adalah “Raja orang-orang Ariya “ juga. Sebagaimana orang-orang Arya kini sedang menunggu kezahiran Krisna, Krisdna itu  saya-lah orangnya dan pendakwaan ini bukan lah dari saya.Bahkan Allah berkali-kali menzahirkan pada saya bahwa Krisna yang akan zahir pada akhir zaman itu  engkau-lah orangnya. ”Raja orang-orang Ariya”

Kini sebuah ilham 11 Juni 1906::”Pada orang-orang pilihan Tuhan ada contoh-contoh  pengabulan dan tanda-tandanya. Dan Raja yang memiliki  kebesaran yang menghormatinya”. Kalian bisa mengatakan bahwa kami adalah orang-orang pilihan  Tuhan dan ada orang-orang besar yang mendakwakan diri.Tapi tidak ada tanda-tanda yang menyertainya.Kepada orang yang Allah nyatakan sebagai dzuljabarut-yang memiliki kebesaran, raja-raja besar menundukkan kepala di hadapannya dan mereka merasa bangga masuk menjadi muridnya. “Jadi, pada pilihan Tuhan ada contoh contoh pengabulan dan ciri-cirinya dan dan raja-raja yang memiliki kebesaran yang menghormatinya”. .Dan di Jerman juga sepengetahuan saya ada seorang yang tidak waras  mengatakan dirinya sebagai “muslih-yang memperbaiki” zaman ini dan  empat pun muridnya tidak. Mungkin ada  dua empat agennya sebagai provokator.Tapi seluruh Jemaat jerman menjadi saksi bahwa seapapun tidak ada yang mau menghiraukannya.Namun sebagai bukti pendakwaan Hadhrat Masih Mauud a.s. disini raja-raja dengan karunia Tuhan telah datang raja-raja yang telah menyatakan keitaan  mereka di hadapan Hadhrat Masih Mauud a.s.

Kemudian dikatakan  sebagai “Duta /raja keselamatan.Pedang para malaikat yang terhunus ada di hadapan kamu”.Nah, inilah ayat-ayat dan ilham-ilham yang tengah saya bahas.berkenaan dengan mulukiyyat.

Kini saya ingin menasehatkan kepada para tamu-tamu yang datang ke mari dari jauh-jauh.Pertama,janganlah menyia-nyiakan waktu masing-masing dan sedapat mungkin berzikirlah. Berbicara juga merupakan satu keterpaksaan,namun setelah terfikir kesana kembalilah kepada zikir Ilahi dan duduk-duduk di mesjid berzikir merupakan hal yang sangat penting.

Adapun mengenai pengawasan pelaksanaan shalat, hendaknya disamping melaksanakan shalat harus sibuk dalam berzikir.Mengenai para petugas jaga yang kini tidak bisa ikut shalat sebaiknya untuk mereka disiapkan sarana untuk melakukan  shalat berjamaah.Dan dari mereka sendiri  ada yang menjadi amir/imam untuk mengimami para petugas jaga yang tidak bisa shalat.

Ceramah-ceramah disiapkan dengan kerja keras,bukan hanya saya.Bahkan  ulama-ulama Jemaat yang lain pun di hadapan kalian akan menyampaikan ceramah mereka dan kalian sebagaimana mendengarkan ceramah saya ceramah mereka pun dengarkanlah dan jangan sia –siakan kerja keras mereka.Biasakan lah menyampaikan salam afsyussalam-tebarkanlah salam merupakan perintah Rasulullah saw. ketika datang dan pergi ucapkanlah salam.Dulu di Qadian ada  Hafiz Ahmad Ramdhan, beliau sangat gemar/ hobi menyatakan salam lebih dahulu.Dari jauh kadang-kadang suara langkah kerbau terdengar maka dengan segera beliau mengatakan assalaamu ‘alaikum.Maka sesudahnya ditanyakan kepada beliau ,ini apa yang telah tuan lakukan ?.Beliau berkata,saya tidak tahu apa-apa,saya hanya tahu bahwa yang pertama menyampaikan salam dia  meraih faedah. Saya tidak mengetahui,apakah ada hewan   atau ada orang. Jika saya mendengar suara langkah maka saya lebih dulu menyampaikan salam.

Hormatilah orang-orang yang lebih tua dan perhatikanlah anak-anak kecil.Perempun-perempuan hendaknya memperhatikan pardah.Janganlah menyai-nyiakan makanan.Bahkan sesuatu yang layak dipakai janganlah biarkan sia-sia.Masukkanlah di dalam  piring kalian seberapa yang bisa kalian makan dan kosongkanlah selalu piring.Makanan-makanan yang dibuang dari piring-piring ini merupakan kebiasaan yang sangat sia-sia.Kalian tentu melihaat dalam perjalanzn di kapal,bahwa seberapa betapa makanan disana yang menjadi sia-sia dan semuanya itu dibuang di tong sampah.Ini merupakan kenyataan bahwa inilah kebiasaan yang berlaku di kapal-kapal laut dan pesawat-pesaawat udara .Jika makanan orang-orang Amerika dan Eropa yang dibuang bisa dibagikan di negara-negara yang miskin maka untuk seluruh Afrika cukup untuk makanan satu tahun. Maka coba perhatikan, betapa  berfaedah secara mendasar berkenaan dengan ajaran Rasulullah saw. untuk tidak pergi ke barat/menyia-nyiakan.

Hindarilah perkelahian dan pertengkaran ,janganlah terlibat dalam perbincangan yang sia-sia.Adakanlah kerja sama dengan para petugas.Sejauh berkaitan dengan  penjagaan ,memang penjagaan yang hakiki adalah hnya Allah, namun merupakan pengalaman saya bahwa kapan saja waktu  Jalsah telah datang maka orang-orang banyak yang mendapatkan mimpi-mimpi buruk dan mereka mengirim surat kepada saya untuk berhati-hati.Dan kehati-hatian saya apa yang bisa,karena hanya Allah-lah sebagai penjaga.Saya sama sekali tidak menghiraukan apa yang akan terjadi  pada diri saya di jalan. Tuhan Namun, satu peraturan penjagaan saya ingin terangkan pada kalian yang selalu saya terangkan dalam setiap Jalsah bahwa setiap orang hendaknya memperhatikan sekelilingnya dan jika seseorang melihat ada orang yang nampak  asing dan merasakan bahwa di orang asing terdapat  keterasingan yang  dari matanya  dapat terditeksi bahwa ini dapat menimbulkan bahaya maka perhatikanlah itu dan karena  penjagaan dengan cara ini tidak ada yang lebih baik..Perhatikanlah sekeliling kalian dan perhatikan jangan biarkan   siapapun melakukan kenakalan.

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam tujuan-tujuan Jalsah juga ada bersabda,”Hendaknya lahir cinta-kasih diantara sesama”.Orang-orang berdatangan dari jauh-jauh dan di negara kalian kini orang-orang datang dari seluruh dunia.Bertemulah dengan mereka dengan penuh cinta kasih dan itaatilah perintah Hadhrat Masih Mauud a.s. ini.

Berkenaan dengan perjalanan berkali-kali telah saya katakan bahwa hati-hatilah dalam perjalanan,jika sedang mengantuk maka janganlah melakukan perjalanan. Jika khawatir hilangnya  pekerjaan, biarkanlah pekerjaan yang hilang, namun jangan jiwa kalian.Dan kami kemudian yang merasakan susahnya.Orang yang meninggal begitu saja akan berlalu namun mereka yang ditinggalkan merasa sedih.Oleh karena itu banyak stiker-stiker yang di lekatkan di mobil-mobil yang dimana ditekankan mengenai kehati-hatian dalam melakukan perjalanan

Adapun takdir yang datang  dari Tuhan jelasnya tidak ada obatnya.Mobil-mohil kadang-kadang menjadi terpleset .Dengan kesalahan pengemudi lain terjadi tabrakan.Dan sejauh mana berkaitan dengan ketentuan Tuhan di dalam  itu sama sekali manusia tidak bisa dihindari.Tapi sejauh berkaitan dengan ke hati-hatian, melakukan setiap kehati-hatian merupakan kewajiban manusia. Kemudian serahkanlah urusan-urusan kalian pada ketentuan takdir Ilahi.

 Sesudah itu  nasehat terakhir yang ingin saya sampaikan bahwa di Jerman di tahun ini merupakan tahun pertama pelaksanaan Jalsah international. Dan banyak orang-orang dari luar negeri yang datang .Berkenaan  dengan sebagian besar orang-orang yang datang dari luar saya yakin bahwa mereka akan kembali ke negeri mereka.Khususnya mereka yang pergi dari negara-negara barat / Eropa, mereka tidak ada  ketertarikan untuk tinggal di  Jerman.Dan sejauh yang berkaitan dengan yang datang dari Pakistan saya dalam waktu wawancara dan ketika mulakat , saya menanyakan pada mereka, yang mana tampa terkecuali setiap orang mengatakan bahwa kami menginginkan kembali sesudah Jalsah.Ini merupakan karunia khusus Tuhan  bahwa Jemaat merasakan hal ini.Namun jika di benak seseorang  ada kekurangan/kerusakan  seperti ini bahwa visa saya telah dapatkan dengan usaha saya sendiri dan saya dengan tinggal disini saya bisa mengambil

suaka maka ini merupakan hal yang sama-sekali tidak benar.Jemaat sama sekali tidak bisa memberikan izin untuk itu.Apakah dengan usaha sendiri mengambil itu atau dengan garanti/jaminan Jemaat itu diperoleh.Siapapun yang datang tahun ini di Jerman untuk Jalsah maka merupakan kewajibannya sesuai undang-undang yang berlaku sesudah Jalsah  mereka masing-masing  akan kembali ke negara mereka masing-masing.Seberapa banyak hari yang diminta izinnya dari pihak pemerintah Jerman ini merupakan kebaikan pemerintah dan janganlah tidak mensyukuri kebaikan itu.Karena dari itu wibawa dan nama baik Jemaat akan tercemari. Dan saya menganggap bahwa satupun tidak akan terjadi hal semacam itu .Namun, naudzubillah jika Tuhan menghendaki, taruhlah itu secara tidak disengaja itu terjadi, maka untuk mereka pada saya tidak ada cara/sarana lain lagi kecuali, apakah pergi dari Jerman atau keluar dari jemaat. Dan pada kesempatan seperti yang menyangkut masaalah kehormatan Jemaat,jika kalian tidak pergi ke luar dari Jerman maka untuk selamanya kalian keluar dari Jemaat. Sesudah ini  sama sekali tidak ada permehonan maaf, karena dalam corak seperti ini kami tidak bisa memaafkan karena  kalian telah menipu pemerintah kalian dan telah membuat kesulitan untuk Jemaat.Kini dengan khutbah yang singkat ini saya menyelesaikan topik ini.