Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

10 Januari 2003 di Dgadugu,Burkinapasu Afrika Barat

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

Pada saat ini seri yang berlanjut  ialah  tengah dibahas tofik yang terkait dengan sifat-sifat hasanah/indah Allah swt.. Kini pun saya akan lanjutkan topik yang berhubungan dengan   sifat –sifat hasanah.  Allah berfirman:

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

Dan tidak mungkin terhadap  manusia manapun  Allah bercakap-cakap dengannya,  kecuali dengan perantaraan menurunkan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu Dia mewahyukan padanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

                                                               Surah Syura ayat 52.

          Adapun  terkait dengan wahyu yang   Allah firmankan, di dalamnya   teermasuk juga kasyaf-kasyaf,di balik tabir  dan dengan cara sesuatu menjadi  zahir/tampak jelas juga. Saya telah meneliti kasyaf-kasyaf yang telah Allah anugerahkan kepada Rasulullah saw,maka ternyata merupakan sebuah fakta/kenyataan yang tidak bisa diingkari bahwa jika kasyaf-kasyaf semua nabi bersatu sekalipun (menandingi jelasnya) kasyaf-kasyaf Rasulullah saw tidak bisa sama. Sangat banyak sekali kasyaf-kasyaf  diperlihatkan pada beliau dan keistimewaan  kasyaf-kasyaf itu sedemikian rupa  jelasnya diperlihatkan sehingga banyak orang –orang lain juga yang ikut menyaksikan  kasyaf-kasyaf itu .  Rasulullah saw tidak hanya sendiri  di dalamnya,tetapi . dari pantulan kasyaf-kasyaf itu  orang-orang di lingkungan sekitarnya juga ikut  telah menyaksikan  kasyaf-kasyaf .

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Matanya dianugerahi potensi/daya  kasyaf yang dengan itu dia dapat melihat habar-habar  terselubung di balik yang terselubung; dan terkadang catatan  yang tertulis disajikan di hadapan matanya;  dan dia melakukan perjumpaan dengan orang-orang mati bagaikan  berjumpa dengan orang-orang yang masih hidup; dan terkadang benda-benda yang berada pada jarak ribuan mil jauhnya nampak di hadapan mata  beliau seolah-olah itu berada di bawah telapak kaki beliau. Demikian pula telinga beliau dianugerahi daya pendengaran yang dapat mendengar yang gaib-gaib; dan seringkali  beliau mendengar suara para malaikat yang  pada saat-saat resah beliau memperoleh hiburan dari suara-suara mereka….Demikian pula hidung  beliau pun di anugerahi suatu  daya   penciuman yang dapat mencium bau  harum yang gaib dan terkadang beliau mencium perkara-perkara yang terkait dengan habar-habar gembira dan baru-bau busuk barang-barang makruh / yang tidak disukai lari darinya

.وعلى هذا القياس-wa ‘ala hadha-l-qiyaas –Singkat kata,   hatinya dianugerahi potensi dan firasat ; dan banyak hal-hal yang tercetus dalam hatinya ternyata itu  merupakan suatu kebenaran.

                         Hakikat-ul-wahyi Ruhani Hazain jilid 22 hal 18    .

          Kini saya menerangkan kondisi kasyaf Rasulullah saw :

Hadhrat Ubai bin Kaab r.a. meriwayatkan bahwa Hadhrat Abu Hurairah biasa menanyakan kepada Rasulullah saw berkenaan dengan masaalah-masaalah yang berkenaan dengan itu tidak ada lain yang berani menanyakannya. Pada suatu saat  Hadhrat Abu Hurairah r.a.  menanyakan kepada Rasulullah saw . Ya Rasulullah saw , barang /perkara apa  yang Tuan lihat pada awal-awal kenabian ? Maka Rasululah saw langsung duduk.lalu bersabda: Wahai Abu Hurairah, kamu telah mengajukan pertanyaan yang sangat penting sekali. Kemudian beliau   menjawab seraya  bersabda: Pada umur sepuluh tahun  lebih beberapa bulan, tatkala saya tengah berjalan di padang pasir.- pada umur sepuluh  tahun, jauh sebelum zaman kenabian – saya mendengar sebuah suara dari arah  atas kepala  saya  seorang tengah berkata-kata  pada yang lainnya, apakah  ini dia ? Ya inilah dia,kata yang lain   memberikan jawaban  pertanyaannya. Kemudian mereka muncul   di hadapan saya   dalam bentuk wajah yang saya tidak pernah melihat makhluk  seperti itu dan mereka keduanya zahir dengan ruh-ruh yang  sebelumnya saya tidak  pernah melihat seperti itu. Mereka mengenakan pakaian yang sebelumnya  saya tidak pernah melihat siapapun mengenakan pakaian  serupa itu. Mereka berdua sambil berjalan kaki datang ke arah saya hingga setiap  orang dari  mereka mempererat  lengan saya sementara saya tidak merasakan  sentuhan tangan-tangan mereka. Diantara mereka seorang berkata kepada seorang rekannya,baringkanlah dia. Maka keduanya membaringkan saya di tanah. Seorang dari keduannya berkata pada rekannya, belahlah dadanya. Maka salah seorang dari mereka menundukkan muka ke arah dada saya lalu  membelahnya dan saya menyaksikan darah saya tidak ada  yang  keluar dan tidak pula ada sakit terasakan . Maka seorang berkata pada yang lain, keluarkanlah hasad dan dengki dari dadanya. Karena itu  dia mengeluarkan sesuatu seperti gumpalan darah lalu membuangnya. Kemudian dia berkata padanya, masukkanlah ra’fat dan rahmat di dalamnya. Ini merupakan topik          بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ-Dan sangat santun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. Saya melihat  bahwa itu merupakan suatu benda  yang serupa dengan  gumpalan darah yang menyerupai perak. Kemudian dia menggoyangkan jari kaki saya yang sebelah kanan sambil   berkata, pergilah dengan sehat walalfiat. Maka sesuai perintahnya saya bangun dalam kondisi  saya  bersikap lemah lembut pada orang-orang kecil dan rahmat untuk orang-orang dewasa. Musnad Ahmad bin Hanbal

Diriwayatkan dari Hadhrat Anas bin Malik r.a. bahwa pada suatu saat  Jibrail datang pada Rasulullah saw tatkala beliau tengah bermain-main dengan anak-anak . Dia memegang  beliau,membaringkan beliau, membelah dada beliau lalu  mengeluarkan jantung, kemudian membuka jantung beliau lalu mengeluarkan  sebuah  gumpalan dari itu sambil berkata,inilah bagian syaetan dalam diri beliau. Kemudian Jibrail membersihkannya dengan air zamzam  dalam bokor emas lalu  kembali menyambungnya kemudian  mengembalikannya pada tempatnya semula. Perawi meriwayatkan bahwa anak-anak datang berlari-lari kepada ibu beliau, yakni ibu susuan beliau sambil berkata, Muhammad (saw) telah dibunuh. Ibu susuan beliau   datang pada beliau dalam kondisi wajah beliau saw   dalam keadaan   pucat pasi. (Sahih Muslim Kitab-ul-iman Bab-ul- isra’)

Nah,perhatikanlah,  di dalam kasyaf-kasyaf itu anak-anak kecilpun termasuk di dalamnya. Inilah yang ingin saya katakan bahwa dalam kasyaf Rasulullah saw lingkungan sekitarpun ikut terkena pantulannya.dan banyak sekali orang-orang yang menjadi saksi akan  kasyaf-kasyaf itu, sementara pada umumnya terkadang hanya seorang yang melihat kasyaf-kasyaf.

          Permulaan Kasyaf dan Ru’ya di awal Kenabian:   Yunus bin Yazid meriwayatkan bahwa Ibnu Syihab memberitahukan kepada saya bahwa Urwah bin Zubair memberitahukan padanya bahwa Ummulmu’minin Hadhrat Aisyah berkata bahwa pada awal mulanya Rasulullah saw melihat  ru’ya yang benar(yakni mimpi yang benar) maka itu menjadi sempurna seperti terbitnya subuh/pagi hari. Kemudian menjadi kegemaran beliau  duduk menyendiri untuk bertafakkur. Maka beliau mulai pergi ke gua Hira dan sampai beberapa malam beliau melewatkan waktu dalam  menyendiri bertafakkur dan untuk melakukan tafakkur menyendiri  beliau membawa serta makanan beliau. Apabila makanan dan sarana lainnya telah habis maka beliau datang kembali kepada Hadhrat Khadijah r.a. Kemudian  Hadhrat Khadijah r.a.  menyiapkan persiapan  untuk beliau saw.   sehingga di gua Hira terbuka kebenaran bagi beliau. Maka malaikat datang pada Rasulullah saw seraya  berkata اقْرَأْ-iqra’ bacalah,  Rasulullah saw bersabda:ما انا بقا رء-maa ana biqaari;nsaya ini buta huruf. Rasulullah saw lah yang bersabda. Maka malaikat iku memegang saya dan menggoyang-goyangkan saya sehingga di dalam diri saya tidak ada kekuatan untuk melawan. Kemudian dia meninggalkan saya lalu  berkata. اقْرَأْ-iqra’(bacalah) kemudian saya mengulangi ucapan saya,  saya,kan tidak bisa membaca. Kemudian dia kembali memegang saya dan menggoyang-goyangkan saya sedemikian rupa dia menggoyangkan saya sehingga di dalam diri saya tidak ada daya  untuk melawan. Kemudian dia memegang saya lalu berkata   اقْرَأْ-iqra’-baacalah. Saya berkata, saya  tidak bisa membaca. Kemudian dia kembali memegang saya dan menggoyang-goyangkan saya sehingga di dalam diri saya tidak ada daya  untuk memberontak dan kemudian dia melepaskan saya dan berkataاقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ(1)خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ(2)اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ(3)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ5) dan Jibril membaca ayat-ayat sampai عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ.Maka dengan turunnya wahyu itu Rasulullah saw kembali ke rumah dalam keadaan  gemetar karena takut.seakan-akan beliau tengah terserang  penyakit demam yang keras. Tatkala  sampai beliau berkata kepada Hadhrat Khadijah r.a. bahwa kondisi beliau  tidak baik /berbahaya زملرنى زملرنى ,zammiluwniy-zammiluwniyselimutilah saya selimutilah saya. Hadhrat Khadijah berkata,tidaklah seperti  apa  yang Tuan fikirkan. Mubarak-selamat  demi Allah,  Dia sama sekali tidak akan menghinakan Tuan. Demi Tuhan, Tuan menjalin kembali  ikatan  kekerabatan yang telah terputus, membenarkan hal yang baik, memikul beban orang-orang, melakukan kebaikan-kebaikan yang telah hilang, menerima tamu dengan baik dan  menolong orang-orang yang ditimpa kemalangan. Kemudian Hadhrat Khadijah membawa serta Rasululllah saw   kepada sespupunya Waraqah bin Naufal yang telah memeluk agama Nasrani  pada zaman Jahiliah. Seberapa Allah memberikan taufik  beliau menterjemahkan injil dan menulisnya ke dalam bahasa Arab. Beliau sudah sangat uzur dan sudah tunanetra. Hadhrat Khadijah berkata: Wahai sepupuku,dengarlah kata-kata keponakan ini. Waraqah bertanya : Wahai keponakanku apa yang kamu lihat ? Maka Huzur saw menerangkan apa yang beliau lihat. Warakah bin Naufal berkata: Wahai kiranya saya masih hidup ketika kaum engkau akan mengeluarkan engkau. Maka seperti itulah yang terjadi. Dia berkata: Wahai kiranya terdapat kekuatan di dalam diriku, maka saya akan bersungguh-sungguh akan menolong engkau. Akan tetapi, beliau wafat sebelumnya. Bukhari (Kitab-ut-tafsir  bab surat-ul-alaq  اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ)

          Diriwayatkan dari Hadhrat Jabir Bin Abdullah r.a. dari keduanya bahwa beliau mendengar Rasulullah saw bersabda: Kemudian, untuk beberapa lama rangkaian wahyu terputus. Pada suatu hari tatkala saya tengah berjalan, maka saya mendengar sebuah suara dari langit. Maka saya mengarahkan pandangan saya ke arah langit,tiba-tiba   apa yang saya lihat ternyata seorang malaikat yang bertemu dengan saya di  gua Hira duduk di atas kursi diantara langit dan bumi. Oleh karena itu saya merasa takut padanya lalu saya bergegas  kembali ke rumah saya. Saya mengatakan kepada orang rumah saya  زملرنى زملرنى ,zammiluwniy-zammiluwniyselimutilah aku selimutilah aku .. Kemudian Allah menurunkan kepada saya ayat surat Al-Muddatstsir mulai dari ayat

يَاأَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ5) sampai ayat     وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ( Bukhari Kitab-ul-Magaazi bab marja-un-nabiyyi mina-l –ahzaab wa mukhriji-hi-nnabi bani quraizata min muhaashaaratihi.

          Diriwayatakan dari Basyir bin Abu Masuud r.a. bahwa saya telah mendengar Abu Masuud mengatakan  bahwa Rasulullah saw bersabda: Hadhrat Jibril turun kemudian  mengimami  shalat untuk saya . Maka,(kata Basyir)  Hadhrat Jibril mengimami  Rasulullah saw. shalat  Maka saya melakukan shalat yang diimami  beliau. Maka saya shalat bersama beliau, kemudian saya melakukan shalat bersamanya, kemudian bersamanya saya melakukan shalat sehingga beliau membritahukan sambil  menghitung dengan jari-jari beliau bahwa hingga lima shalat kami menjadi sempurna..Bukhari Kitab Bada-ul-Khalq bab dzikrulmalaaikah 

          Hadhrat Umar bin Khattab meriwayatkan  bahwa kami duduk di dekat nabi saw tiba-tiba datang seorang yang berjubah putih bersih berambut sangat hitam.   Tidak ada tanda-tanda bekas perjalanan terlihat dalam dirinya dan  diantara kami tidak ada yang mengeanalnya. Orang itu datang di dekat  Rasulullah saw lalu duduk. Dia mempertemukan lututnya dengan lutut Rasulullah saw dan meletakkan tangan di atas paha dan  mulai bertanya: Hai Muhammad saw, beritahukanlah padaku sedikit tentang   Islam. Maka Huzur bersabda:  Islam ialah  bersaksi   tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad saw adalah Rasul-Allah, mendirikan shalat ,membayar zakat ,melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah haji jika mempu  melaksanakannya.Orang itu mengatakan, benar apa yang kamu katakan. Kami heran, dia sendiri yang bertanya  kemudian bersama itu pula  dia sendiri yang  tengah membenarkan. Sesudah itu dia berkata: Apakah iman itu ? Beliau bersabda: Iman ialah mengimani  Tuhan itu Esa,beriman pada malaikat,beriman pada kitab,pada Rasul-rasul,pada hari akherat dan yakin pada qadha dan qadar yang baik dan yang buruk. Maka dia   berkata, benar apa yang Tuan  katakan. Kemudian dia berkata, beritahukanlah kepada kami tentang ihsan ? Maka beliau  berkata, ihsan  ialah  sembahlah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya dan jika kamu tidak melihat-Nya maka anggaplah bahwa Dia melihatmu. Kemudian dia berkata, beritahukanlah kepadaku  kapan kiamat itu. Beliau bersabda: Yang  ditanya  tidak lebih mengetahui dari penanya.. Maka ia berkata,   beritahukanlah kepadaku apa  tanda-tanda/gejala-gejalanya. Beliau berkata,  tanda-tanda kiamat ialah budak perempuan akan melahirkan majikannya dan orang-orang yang telanjang kaki,yang kelaparan telanjang badan menggembalakan kambing akan kamu  lihat membangun bangunan  besar-besar megah dan  tinggi-tinggi. Sesudah  sesi tanya jawab ini orang itu pergi. Dalam kondisi orang-orang tengah heran terkesima Rasulullah saw bersabda:Wahai Umar, apakah kamu mengetahui siapa yang bertanya itu. Saya berkata:Allah dan rasul-Nya-lah yang lebih mengetahui. Beliau bersabda, inilah  Jibril yang datang  untuk mengajarakan agamamu kepadamu. Sahib Bukhari dan Sahih Muslim Kitabu-l-iman

Terdapat dalam riwayat lain bahwa sesudahnya Hadhrat Umar dan sejumlah orang-orang lainnya pergi ke belakang untuk melihat siapa dan dari mana datangnya, tetapi sampai jauh tidak terdapat jejak-jejaknya. Nah, Jibril yang dilihat sebelumnya tidaklah seperti sosok yang tampil pada waktu itu. Jibril pada saat itu nampak pada Rasulullah saw membentang  dari satu ufuk/horoson  ke satu ufuk lainnya .Jadi, dalam kasyaf bentuk yang asli itu tidak senantiasa  nampak,yang nampak ialah satu sisi dimensinya, tidak harus  wajah /bentuknya yang asli.. Namun, di sejumlah   kasyaf-kasyaf bentuk  aslinya senantiasa terlihat.

Terkait dengan Hadhrat Jibril syekh Abdulhaq sahib seorang ahli hadis  berkata: Jibril sendiri  tidak turun,  bahkan ada semacam wujud tamsil yang nampak pada para nabi sementara  Jibril tetap   berada pada  tempatnya  di langit. Inilah akidah yang lemah (Hadhrat Masih Mauud )  yakini juga. (Diambil dari Ainah Kamalati Islam Ruhani Hazain jilid 5 hal 122

Terkait dengan Madinah, Rasulullah saw melihat sebuah pemandangan kasyaf , seorang perempuan tua  berkulit hitam yang rambut kepalanya acak-acakan keluar dari Madinah dan sesampai di Muhya’ah,  yakni Juhfah dia berhennti. Maka saya menta’wikannya bahwa penyakit   yang ada di Madinah akan pindah ke Juhfah Bukhari Kitab-ul-ta’bir  bab idza ra a’   annahu akhraja syai ‘an   min kuwratin ,fa askanahu maudhi’an aakhara. 

Nah, wabah yang menular  di Madinah secara kenyataan  dalam  beberapa hari  berpindah ke Juhfah.

Kasyaf Rasulullah saw terkait dengan perang Badar: Diriwayatkan dari Hadhrat  Anas bin Malik r.a. bahwa tatkala kami dalam perjalanan diantara Mekah dan Madinah  bersama Hadhrat Umar r.a., beliau memberitahukan kepada kami mengenai hal-hal orang-orang ahli Badar dan beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah menandai tempat-tempat  orang-orang kafir Mekah yang terbunuh   mati di Perang Badar. Dan bersabda bahwa si fulan  akan mati terbunuh disini dan si fulan akan terbunuh mati disini. Maka,  seperti itulah yang terjadi di Perang Badar. Nah,terkait  dengan siapa-siapa  Rasulullah saw telah nubuatkan persis  seperti itulah di tempat itu mereka  mati. Muslim Kitab-ul-ru’ya bab ru’ya- nnabi saw

Diriwayatkan dari Hadhrat Ibni Abbas r.a. bahwa pada hari perang Badar Rasulullah saw  bersabda bahwa Jibril memegang kekang kudanya dan lengakap dengan persenjataan  peralatan perangnya.Bukhari Kitab-ul-magaazi bab syuhuwd-ul-malaaikati badran Nah. Jibril nampak pula dalam bentuk pemuda  pemberani  tengah menunggang kuda, lengkap dengan persenjataan  perang yang tengah   dalam melakukan penyerangan pada barisan musuh.

Hadhrat Saad bin Abi Waqas r.a. meriwayatkan bahwa pada hari Perang Uhud saya melihat Rasulullah saw dalam keadaan beliau  bersama  dua orang lain lagi yang berpakaian putih  yang  tengah berperang dengan sangat beraninya dari pihak beliau dan saya tidak pernah melihat  kedua orang itu  sebelumnya dan tidak pernah pula sesudahnya Bukhari kitab-ul-magaazi bab…. إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا             :  .

Pemandangan-pemandangan  kasyaf pada saat  Perang Khandak:

Hadhrat Abu Sakinah,yang tadinya seorang  budak Rasulullah saw yang telah dimerdekakan meriwayatkan dari seorang sahabah bahwa tatkala Nabi saw memerintahkan menggali lubang maka penggalian terhalang sebuah batu besar. Maka Rasulullah saw bangun  mengambil beliung,dan  selimut beliau,  beliau letakkan di tempat lain sambil membaca:

 وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ  –Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an,) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.Al-An’am 115

Sesudah  itu beliau kembali mengangkat beliung  beliau dan kembali beliau memukul batu dan  kembali api membersit dsari batu, maka kemudian beliau membaca ayat ini….  وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّك  (Huzur bersabda) berhubung karena khutbah panjang oleh karena itu saya memendekkan itu . Inilah topiknya beliau membaca sampai    لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ .Maka sisa batu bagian ke tiga pun pecah  Tatkala  keluar dari khandak  beliau mengangkat selimut beliau lalu beliau  duduk . Hadhrat Salman bertanya :Ya Rasulullah saw Tuan memukul batu maka  bersama dengan itu saya melihat sebuah percikan api. Rasulullah saw bersabda: Wahai Salman apakah kamu melihat percikan itu ? Beliau berkata, ya Rasul Allah, Yang  telah mengirim Tuan  dengan benar saya mengatakan dengan bersumpah bahwa  saya melihat pecikan api itu . Beliau bersabda :Tatkala saya memukul pertama kali, nampak oleh saya kota Kaisar Kisra (Kerajaan persia) dan  kawasan sekitarnya dan kota-kota lainnya sehingga saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Maka sahabah yang ada di dekat beliau memohon, ya Rasulullah saw, Tuan berdoalah kepada Allah  semoga  Allah menaklukkan kawasan itu bagi  kita, menganugerahkan rumah-rumah mereka pada kita sebagai harta ganimah /rampasan perang dan menghacurkan negara-negara mereka dan keagungan serta kemegahan mereka  dengan tangan tangan kita. Oleh karena itu, Rasulullah saw berdoa untuk itu.  Lalu  beliau bersabda: Kemudian untuk kedua kali saya memukul,  maka nampak oleh saya kota Kaisar Romawi dan kawasan sekitarnya hingga saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri. Maka  sahabah yang  hadir di dekat beliau memohon: Ya Rasulullah saw, kini  berdoalah kepada Tuhan semoga  Allah memenangkan kawasan itu untuk kita,menganugerhkan  rumah-rumah mereka  pada  kita sebagai harta ganimah/rampasan perang dan menghinakan kejayaan serta kemegahan  mereka. Maka Rasulullah saw berdoa untuk itu lalu bersabda: Kemudian saya memukul untuk ketiga kalinya, maka nampak oleh saya kota Abesinia  dan kawasan sekitarnya sehingga saya melihat dengan mata kepala saya sendiri .  Kemudian Rasulullah saw bersabda: Selama orang-orang-orang Syam tidak tampil mengangkat senjata  maka kamu jangan memerangi  mereka ( Yakni, beliau tidak berdoa untuk kehancuran orang-orang  Abesinia) Dan selama bangsa  Turki menghindari perang dengan  kamu maka kamu pun hindarilah peperangan dengan  mereka . Sunan Nasai Kitab-ul-Jihad

          Hadhrat Ummul-mu’minin Hadhrat Aisyah r.a. meriwayatkan behwa pada hari perang Khandak Saad mengalami  cedera di betis beliau terkenana panah  Habban bin Arqah,seorang Quraisy. Maka Rasulullah saw menyuruh membuatkan kemah untuknya di  mesjid supayabeliau  dari dekat mudah menjenguknya. Dan kemudian ketika  beliau kembali dari perang Khandak  beliau menurunkan/membuka  senjata beliau lalu  mandi, maka pada waktu itu  Jibril datang kepada beliau seraya  bersabda: Tuan menurunkan/membuka  senjata ? Demi Allah ! Kini saya  tidak akan menurunkannya. Keluarlah menyerang ke arah  mereka.  Maka Nabi menanyakan, ke arah siapa   ?  Maka Jibril menjawab, ke arah  Banu Quraizah. Maka Rasulullah saw menyerang Banu Quraizhah dan kemudian Banu Quraizah menelan kekalahan telak di hadapan Rasulullah saw Bukhari Kitab-ul-magaazi Bab Marja-un-nabi mina-l –ahzab wa makhraju hu ila bani Quraizhah wa muhasharatuhu iiyyahum.        

          Nah, mikraj pun merupakan kasyaf yang sangat agung. Itu disebut ru’ya,yang pada hakekatnya ini bukanlah ru’ya. Hadhrat Masih Mauud a.s. menulis bahwa ini merupakan kasyaf yang sangat agung  yang meskipun secara zahir telah melekat disebut  ru’ya.  Beliau telah melihat pemandangan kasyaf  dimana beliau melihat Hadhrat Adam,Hadhrat Idris,Hadhrat Nuh , Hadhrat Musa, Hadhrat Isa dan Hadhrat Ibrahim a.s.yang sesuai disebut diantara mereka. Hadis ini panjang, ini ringkasannya yang diterangkan.

          Peristiwa kewajiban shalat  terkait dengan mi’raj ini. Tatkala beliau  lewat di dekat  Hadhrat Musa  dan untuk hadir di hadapan Tuhan  beliau naik  ke atas, maka pada saat  itu tatkala kembali beliau memberitahukan bahwa Allah telah mewajibkan kepada beliau  50 shalat.  Hadhrat Musa berkata :Wahai hamba Tuhan,shalat-shalat  sedemikian banyak  akan menjadi beban untuk ummat Tuan. Kembalilah dan mintalah  keringanan. Beliau kembali kepada Tuhan dan dari lima puluh dikurangi menjadi empat puluh. Kemudian, inilah peristiwa yang terjadi,yakni  beliau kembali  hingga  dari empat puluh menjadi tiga puluh yang pada akhirnya itu hingga tinggal  lima. Maka Allah berfirman bahwa  lima shalat inipun sama dengan lima puluh sembahyang kamu. (Rincian riwayat tertulis   dalam Hadis Bukhari  dalam Kitab-ul-shalat) 

          Hadhrat Masih Mauud a.s. yang  mengenai Barahin Ahmadiyah bersabda bahwa beliau  akan menulis sekian jilid  lantas  beliau tidak  menulis sesuai jumlah jilid yang beliau janjikan,para mulla keberatan. Beliau bersabda: Sebagaimana  terhaap shalat-shalat  kalian yang lima Allah telah nyatakan sama dengan lima puluh,maka  apa yang telah saya tulis di dalam Barahin Ahmadiyah itulah yang telah sempurna sesuai dengan janji saya yakni,semua topik/bahasan  telah terkumpul di dalamnya.

          Hadhrat Anas r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullh saw bersabda: Tatkala peristiwa mi’raj terjadi pada saya maka (dalam kondisi kasyaf) saya lewat di suatu  kaum yang kukunya dari tembaga dan  dengan  itu mereka mencubit-cubit dan menggaruk -garuk muka dan dada mereka . Saya bertanya : Wahai Jibril ! siapa mereka ini ? Beliau bersabda: Orang ini biasa menggaruk daging orang untuk dimakan  dan mereka bermain dengan  kehormatan dan  kemuliaannya  ( Yakni, mereka suka menggunjing dan memandang hina orang lain ) Abu Daud kitab-ul-adab :

          Hadhrat Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:Pada saat Isra’ saya berjumpa dengan Hadhrat Musa a.s.. Bagaimana bentuk wajahnya. Rambut  panjang dan terurai. Saya mencermati wajahnya seperti seorang dari suku  Syanu’ah. Demikian pula perjumpaan saya terjadi  juga dengan Hadhrat Isa a.s.  .Maka saya memperhatikan  wajahnya,ternyata  tinggi badannya pertengahan,kulit  kemerah-merahan, nampak seolah-olah baru saja keluar dari tempat  mandi dengan air panas. Sayapun melihat Hadhrat Ibrahim,  wajah saya dari/dengan  keturunan beliau sangat  miirif sekali. Kemudian beliau saw bersabda, dua bejana dibawa di hadapan saya. Pada  bejana yang satu   terdapat susu  dan di bejana yang lain  terdapat minuman keras. Dikatakan kepada saya, ambillah  apa yang disukai. Saya menolak minuman keras  dan  memilih susu. Maka Hadhrat Jibril berkata,Tuan telah melakukan yang benar. Jika Tuan memilih  minuman keras maka ummat Tuan akan sesat. (Tirmidzi Kitab-ul-tafsir Tafsir surah Bani- israil) Susu merupakan makanan ruhani, dan dari segala segi ini merupakan makanan ruhani,dan makanan jasmani  juga. Maka Rasulullah saw dengan firasatnya telah memilih  susu  dan meninggalkan minuman keras itu.  Jibril berkata, jika Tuan memlih minuman keras maka ummat Tuan akan sesat.

          Kini, di dalam sebuah kasyaf  diperlihatkan juga pada beliau  Baitalmuqaddis. Diriwayatkan dari Abu Salmah beliau berkata, saya telah mendengar dari Hadhrat Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda:Tatkala Quraisy Mekah mendustakan saya (perjalanan Isra’ saya) maka saya berdiri di tempat Hijir  dan Allah menampilkan Baita-al-muqaddis di hadapan saya. Sambil melihatnya saya mulai memberitahukan pada orang-orang  tanda-tandanya.  Bukhari Kitab-ul-tafsir Tafsir surah Isra’ bab firman-Nya سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

          Berkenaan dengan itu tertera dalam riwayat lain bahwa seorang Yahudi berdiri menanyakan kepada Rasulullah saw bahwa jika Tuan melihatnya itu benar-benar Bait-al-maqdis – orang Yahudi itu telah pernah melihat- maka perlihatkanlah kepada saya bagaimana bentuknya ? Barang atau benda  apa saja yang telah Tuan lihat ?   Pada waktu itu Rasulullah saw untuk sementara  tidak mengetahui. Rasulullah bersabda:  Saya tidak mengerti jawaban apa yang saya harus berikan.  Maka Allah mendirikan Baita-al-muqaddis di hadapan beliau dan sambil  melihat tanda-tandanya beliau mulai membertahukan satu persatu  bahwa tempat yang itu ini dia,  tempat fulan ini, tempat fulan disini.

          Melihat dalam  kasyaf surat yang dikrim oleh Hadhrat Khatib bin Abi Baltha’ah kepada keluaarganya :

          Diriwayatkan dari Hadhrat Ali r.a. bahwa Rasulullah saw mengirim saya, Zubair dan Miqdad seraya  bersabda: Pergilah ke kebun persik  disana ada seorang perempuan penuggang unta yang membawa  sepucuk surat, ambillah surat itu  dari dia baru datang kembali. Kami pergi sambil melarikan kuda-kuda kami. -Nah, kini ini bukan ru’ya,tetapi merupakan  kasyaf. -Kami pergi  melarikan kuda kami hingga kami  bertemu dengan permpuan itu. Kami katakan padanya, keluarkanlah surat. Dia berkata, pada saya tidak ada surat. Dengan tegas kami katakan, kamu harus mengeluarkan surat itu atau dipaksa  membuka pakaian. Kemudian saya mengeluarkan surat itu dari buntalan rambutnya, dan datang membawanya di hadapan Rasulullah saw   Di dalamnya tertulis : Dari Hatib bin Abi Balta’ah untuk sejumlah orang-orang musyrik  Mekah. Di dalam itu dia menyebut akan sejumlah kegiatan-kegiatan  Rasulullah saw ( di dalam sebuah riwayat di dalamnya Hatib memberitahukan  kepada orang-orang kafir akan persiapan, kedatangan tentara Islam dan keberangkatan Rasulullah saw dari Medinah menuju  Mekah)

 ( Muslim kitab-ul-fazaail; Bab min fadhaaili-haatib ibni Abi Balt’ah wa ahli Badar)

          Hadhrat Rasulullah saw mengirim lasykar ke perang Mutah seraya  memberikan petunjuk bahwa Hadhrat Zaid r.a. yang akan menjadi   amirnya.dan jika dia syahid maka Hadhrat Ja’far yang akan menjadi amir dan jika Ja’far  syahid maka  Abdullh bin Abi Ruwahah yang akan menjadi amir.

Dalam kaitan ini Hadhrat Anas r.a.meriwayatkan bahwa sebelum  kabar berita lasykar tentara Islam  sampai pada orang-orang Islam di Madinah, Rasulullah saw telah membertahukan juga akan syahidnya  tiga amir lasykar itu. Beliau bersabda: Zaid telah memegang bendera, tapi telah menjadi  syahid. Dengan susunan inilah mereka syahid. Kemudian Ja’far memegang bendera, tetapi dia juga menjadi syahid.  Sesudah itu, Ibni Abi Ruwahah memegang bendera tetapi beliau juga syahid. Tertera dalam sebuah riwayat terkait dengan Ibni Ruwahah  bahwa tatkala tangannya terputus   maka beliau memegang bendera dengan sebelah  tangan. Beliau terus berperang hingga jiwa/ruh beliau terbang dari jasadnya  ( Pada kesempatan  itu suara Huzur menjadi berat / sesak parau dan mata beliau penuh dengan linangan air  mata. Maka beliau bersabda) Saya menangis karena Rasulullah saw  juga tatkala mendengar itu maka dari  mata beliau bercucuran air mata. Kemudian sebilah  pedang dari pedang-pedang Allah  memegang bendera dan Allah memberikan kemenangan kepada orang-orang Muslim melawan musuh.Bukhari Kitab-ul-manaaqib   Pedang Allah  ini –sesuai riwayat- adalah Hadhrat Khalid bin Walid r.a.

Diriwayatkan dari  Hadhrat Abu Hurairah r.a.  bahwa Rasulullah saw bersabda: Ada  tiga orang yang masuk dalam surga dan  tiga orang yang masuk ke dalam neraka telah dihadapkan kepada saya.

Tiga orang yang pertama masuk surga : 1. Orang yang syahid, 2.Seorang  sahaya yang beribadah dengan baik kepada Tuhannya dan simpati/sayang   juga pada majikannya.  Dan  ketiga, orang yang menjaga dirinya tetap menempuh jalan kesucian  dan meskipun banyak anak-anaknya dia menghindar dari  meminta-minta. Nasehat ini hendaknya secara khas  diingat bahwa di dalam kemiskinan juga hendaknya jangan terbiasa untuk meminta-minta. Akan tetapi bukanlah maksudnya bahwa jangan memberikan sesuatu kepada peminta. Di dalam Al-Quran Allah berfirman:

 وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ-Jika ada yang meminta-minta maka merupakan kewajiban kamu  memberinya. Tetapi  untuk si peminta-minta beliau melarang bahwa jika dia tidak  meminta-minta maka ini akan lebih baik baginya. Kemudian tentang  orang-orang  yang pertama masuk  ke neraka.Beliau bersabda,orang pertama ialah: Amir/pemimpin yang dipaksakan,yakni   menjadi amir/pimpinan bukan karena kehendak orang banyak, bahkan pemimpin yang dipaksakan/zalim. Kedua, hartawan  yang meskipun memiliki banyak  harta, tetapi tidak membelanjakan hartanya pada orang miskin. Ketiga,  fakir yang tidak memiliki apa-apa tetapi takabbur hanya karena sifat pembangkangnya. Musnad Ahmad bin Hanbal jild 2 hal 425 Cetakan Bairut

          Diriwayatkan dari Hadhrat ummul-mu’minin Hadhrat Aisyah r.a.bahwa Rasulullah saw dengan cepat berdiri lalu duduk. Maka saya melihat bahwa beliau  menunggang seekor burrak dengan seorang lain lagi.  Ini merupakan kasyaf Hadhrat Aisyah r.a.yang beliau lihat berkenaan dengan Rasulullah saw . Orang itu mengenakan turban  putih Satu ujung turban itu menggantung di antara dua pundaknya dan Rasulullah saw dalam kondisi meletakkan  tangan beliau di atas kekang burrak itn. Maka saya berkata  kepada Rasulullah saw : Ya Rasulullah saw, kepada saya diperlihatkan bangun(nya) Tuan, ini siapa ? Maka atas pertanyaan  itu Rasulullah saw bersabda: Apakah kamu melihatnya ? Maka saya berkata: Ya, Huzur. Rasulullah saw bertanya, siapa yang kamu lihat ? Hadhrat Aisyah berkata, saya melihat Dahyah Kalbi. Rasulullah saw bersabda,  itu bukanlah Dahyah Kalbi, bahkan kamu telah melihat Hadhrat Jibril a.s.

 ( Al-tabaqaat-ul-kubra li ibni Saad jilid 4 hal. 205 di bawah kata Dahyah bin Khalifah) sesuai dengan sebuah riwayat bahwa Hadhrat Jibril biasa datang dalam bentuk Dahyah Kalbi. Jadi Dahyah Kalbi merupakan  seorang yang seperti dia pun ada wajah yang serupa itu, dalam bentuk itupun Jibril biasa datang.

          Ini merupakan  riwayat  terakhir. Hadhrat Nafi’ meriwayatkan bahwa Hadhrat Abdullah bin umar meriwayatkan : Pada suatu ketika Rasululah saw membicarakan Masih Dajjal sambil  bersabda: Allah tidak buta  sebelah mata, tetapi Masih Dajjal itu buta sebelah mata. Mata sebelah kanan Al-Masih-ul-dajjal buta  dan sedemikian rupa menonjol sebagaimana biji-biji  anggur. Pada suatu malam  saya melihat  diri saya berada di dekat Ka’bah, maka saya melihat seorang laki-laki berwajah indah/cantik, berkulit saumateng , rambut lurus hitam bersih sampai ke pundah seperti tampak air tengah menetes  dari itu. Dia bertawaf di Baitullah sambil meletakkan dua tangannya di atas pundak dua orang. Saya bertanya, ini siapa ?  Orang-orang memberitahukan bahwa ini adalah Masih Ibnu Maryam. Saya melihat  dibelakangnya ada orang lain rambutnya keriting ,keras kulitnya, mata sebelah  kanan buta, kulitnya mirip kulit Ibni Qathan . Dia meletakkan tangannya di atas dua pundak seseorang sambil melakukan tawaf di sekeliling Ka’bah. Saya bertanya : Ini siapa ? Orang-orang memberitahukan bahwa ini adalah Masih-ul-dajjal. Bukhari Kitab-ul- anbiya bab وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا         )

          Kini hendaknya perlu diingat bahwa sebelumnya pun saya telah menerangkan riwayat ini yang mana  di dalamnya bentuk wajah Hadhrat Masih itu lain. Maksud dari itu ialah Hadhrat Masih Mauud a.s. Disini rambut hitam dan lurus yang diperlihatkan. Jadi Hadhrat Masih Mauud a.s. lah Al-Masih itu yang Rasulullah saw melihatnya secara kasyaf. Dan maksud  dajjal buta sebelah mata ialah bahwa mata agamanya itu tidak akan bisa melihat, tetapi pandangan mata dunianya sangat tajam sekali. Sehingga benda-benda yang ada di dasar bumipun dia akan bisa melihatnya.Oleh karena itu kini seberapa banyak penemuan-penemuan  yang dalam وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ(3)وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ- dan apabila bumi dihamparkan , dan melontarkan keluar segala  yang terkandung  di dalamnya dan menjadi kosong,diterangkan,yakni benda-benda yang terkandung dalam perut bumi itu akan dikeluarkan,yakni  Dajjal akan melihat  apa yang terkubur di dalam perut bumi.

Qamaruddin Shahid