Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

17 Januari 2003 di Dgadugu,Burkinapasu Afrika Barat

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.Asyura 52

          Dalam kaitan ayat suci ini  bahasan  kondisi-kondisi  kasyaf tengah berlanjut.. Sebelum ini ,  dalam sebuah khutbah, diterangkan kasyaf- kasyaf Rasulullah saw dan kini akan dibahas  kasyaf hasyaf Hazrat Masih Mauud a.s.;tetapi, ada suatu perbedaan yang   ingin saya beritahukan secara menonjol    bahwa kasyaf-kasyaf  Hazrat Rasulullah saw jauh lebih maju dari kasyaf-kasyaf khadim beliau. Yakni, kasyaf beliau saw jauh lebih unggul dari kasyaf-kasyaf Hadhrat   Masih Mauud as; dan nubuatan-nubuatan yang dinubuatkan dalam kasyaf-kasyaf  beliau  pun sangat luhur dan  agung luar biasa sehingga kunci-kunci Kaisar Kisra yang digenggamkan/disodorkan  pada beliau dan seperti itu banyak lagi kasyaf-kasyaf  agung yang dari itu  dapat diketahui bahwa kedudukan Rasulullah saw berada pada posisi martabat  sebagai majikan dan Hazrat Masih Mauud as meskipun  jelas  berkedudukan sebagai sahaya   yang sempurna Rasulullah saw , namun tetap  pada posisi  sebagai sahaya/murid.

Terkait dengan kasyaf-kasyaf, saya ingin memberitahukan bahwa kasyaf-kasyaf  yang Hazrat Rasulullah saw saksikan  orang lain pun ikut serta di dalamnya. Ada sejumlah kasyaf-kasyaf sedemikian rupa yang mana  hanya terdapat kesaksian Rasulullah saw semata, tetapi banyak sekali kasyaf-kasyaf  yang selebihnya diperlihatkan juga kepada semua orang. Oleh karena itu tatkala beiau melihat Hazrat Jibril dalam kasyaf maka bersama itu ada juga saksi-saksi lain bahwa  mereka seringkali juga  melihat Hadhrat Jibril sementara didalam kasyaf Hadhrat Masih Mauud as,  tidak nampak pada saya  hal serupa  itu. Kasyaf-kasyaf Hadhrat Masih Mauud a.s.  terbatas pada Hadhrat Masih Mauud a.s sendiri , tetapi sesuai  kasyaf-kasyaf Rasulullah saw dalam jumlah yang banyak  kepada beliau  diperlihatkan kemenangan-kemenangan yang telah sempurna secara mena’jubkan.

Dalam kasyaf-kasyaf Hadhrat Masih Mauud as tersebut  juga Raja-raja berkuda,sebagaimana terdapat ungkapan  bahwa mereka akan mengitaati kamu dan Tuhan akan memberikan berkat pada mereka. Saya pun telah melihat raja-raja itu. Dan tiada kerguan di dalamnya bahwa mereka itu memang adalah raja-raja yang  kini jumlah  raja-raja pun terus bertambah. Banyak sekali di Afrika raja-raja diraja yang beriman,tetapi,raja-raja  yang Rasulullah saw lihat keagungannya pun unik. Dimana kaisar Roma dan Kisra dan dimana raja miskin  Afrika diantara keduanya terdapat perbedaan yang sangat besar.

Kini, di hadapan kalian saya akan sampaikan sebuah kasyaf  dari antara kasyaf-kasyaf Hadhrat Masih Mauud a.s.:

Seorang bernama Sahajram berperopesi  sebagai pimpinan komisaris di Amritsar dan sebelumnya dia bekerja sebagai wakil pimpinan komisaris di Sialkot. Dia  sering diskusi tentang  masaalah agama dan  menaruh  kebencian alami terhadap Islam dan secara kebetulan   kakak saya  baru selesai dan lulus dalam  mengikuti ujian  di bidang perpajakan  dan  dia kini di rumah di Qadian menunggu sebagai calon pegawai .

Pada suatu hari,  di kamar teras tingkat dua  di waktu Asar saya tengah membaca Al-Quran. Ketika  saya ingin membalikkan  lembaran Al-Quran yang kedua maka dalam  kondisi itulah mata saya berubah menjadi melihat sebuah  pemandangan  kasyaf, saya melihat  Sahajram mengenakan  pakaian berwarna hitam sambil mengeluarkan giginya  berdiri di hadapan saya seperti orang yang tidak berdaya,  seolah-olah seorang yang tengah mengatakan, perlakukanlah saya dengan kasih sayang. Saya katakan padanya bahwa kini bukanlah saatnya mencurahkan  kasih sayang dan seiring dengan  itu pula Tuhan memasukkan di dalam hati saya bahwa persis pada waktu itulah orang ini wafat dan sedikitpun tidak ada informasi . Sesudah itu saya turun ke bawah dan  saudara saya  duduk bersama  enam tujuh orang  dan mereka tengah berbincang-bincang  tentang  pekerjaan mereka.. Saya katakan  bahwa jika Pandit Sahajram meninggal  maka posisinyapun bagus..  Begitu mendengar ucapan saya mereka  semua sambil terbahak-bahak  mentertawakan saya sambil berkata apakah kamu membunuh orang yang sedemikian segar bugatnya. Maka pada hari kedua atau ketiga  datang berita bahwa pada detik itu Sahajram mati secara tiba-tiba/  mndadak.” Tazkirah hal.9 Cetakan 1969

Terkait dengan ru’ya shadiqah-yang benar Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda:

Dalam ru’ya shadiqah-benar  yang merupakan sebuah kasyaf yang sangat jelas telah dipermaklumkan  bahwa seorang Hindu dari marga Khatari bernama Basyambardas  yang sampai kini masih hidup  tinggal di Qadian  tidak akan bebas dari tuntutan kasus kriminal,tetapi  hukumannya akan dikurangi setengahnya. Namun, berkenaan dengan rekan  sepenjaranya  bernama Husyhal  yang kinipun tinggal di Qadian  akan menjalani  seluruh hukuman penjaranya. Maka berkenaan dengan bagian kasyaf ini timbul cobaan,yakni tatkala dari mahkamah tinggi- sesuai kasus yang diisyarahkan dalam nubuatan yang lemah ini -berkas perkara yang diajukan tersebut kembali, maka orang-orang yang punya keterkaitan dengan kasus itu   menganggap kembalinya berkas perkara  itu merupakan pertanda bebas dan mereka memasyhurkan itu di kampung –kampung bahwa kedua pelaku  telah bebas. Saya masih ingat bahwa berita ini tersebar di malam hari ketika  pada waktu itu  yang  lemah ini tengah  siap-siap  melakukan shalat Isya dimana  seorang dari orang-orang yang  datang  shalat menerangkan bahwa berita ini telah tersebar di pasar dan  kedua  pelaku/tertuduh telah pulang ke kampung.

Nah,disebabkan yang lemah ini telah mengatakan secara terbuka di depan  orang-orang bahwa kedua pelaku  sama sekali tidak akan bebas  karena itu  pada waktu itu benar-benar timbul rasa, sedih, resah dan gelisah. Maka baru Tuhan yang dalam setiap kondisi senantiasa menjadi pelindung  yang lemah ini   memberikan habar suka dengan perantaraan ilham  persis di  awal  shalat atau pada pertengahan shalat.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Dia berfirman: “لا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَىJanganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang akan menang. Dan kemudian setelah pagi hari tiba, ternyata berita tentang kebebasan itu sama sekali  dusta belaka dan  apa yang diberitahukan pada yang lemah ini itulah yang terjadi. Tazkirah hal. 13 Cetakan 1969.

Hadhrat Masih Mauud a.s. telah berjumpa dengan Hadhrat Isa a.s. dalam kasyaf. Beliau bersabda:

Kurang lebih  sepuluh tahun yang lalu saya melihat Hadhrat Masih dalam mimpi. Masih dan saya makan di  suatu  tempat dari satu piring sama. Kami berdua makan bersama dengan penuh akrab  tampa ada rasa canggung dan dibuat-buat sebagaimana layaknya dua bersaudara atau  dua teman akrab yang sudah lama  akrabnya. Sesudah itu, di tempat inilah dimana yang lemah ini tengah menulis catatan kaki ini, saya dan Masih dan ada lagi yang lain seorang yang sempurna dan disempurnakan, majikan keluarga Rasul berdiri sampai waktu yang lama di teras depan  dengan penuh  sukacita dan di  tangan sayyid sahib ada secarik kertas yang mana di dalamnya tertulis nama-nama orang-orang pilihan ummat  Muhammad saw dan dari pihak Tuhan Yang Maha agung tertulis beberapa pujian-pujian untuk mereka. Maka sesuai dengan itu Sayyid Sahib mulai membaca kertas itu, yang darinya dapat diketahui  bahwa dia ingin memberitahukan kepada Masih akan kedudukan ummat Muhammad saw yang telah ditetapkan untuk mereka disisi Tuhan. Dan di dalam kertas itu tertulis kalimat pujian  yang kesemuanya murni dari  Allah swt. Maka tatkala dia terus membaca, kertas  itu sampai pada akhir dan ada sedikit yang masih tersisa,baru tiba  nama yang lemah ini yang mana dari pihak Tuhan tertulis kalimat  pujian ini  dalam bahasa Arab

هو منى بمنزلة توحيدى وتفرييدى فكاد ان يغرف بين النا س  –hua minniy bimanzilati-t-tauhiydiy watafriydiy fakaada an-yu’rafa baina-n-naasi Dia bagi-Ku sedemikian rupa sebagaiama ke-Esaan-Ku dan kemanunggalan-Ku. Maka tidak lama lagi engkau akan dikenal/masyhur diantara ummat manusia. Dan tatkala turun kalimah terakhir     فكاد ان يغرف بين النا س  -fakada an yu’rafa bainannas dan pada waktu itulah juga terjadi ilqa (dalam hati) sebagai ilham. Barahin Ahmadiyah jilid 4. Ruhani Hazain jilid I Catatan kaki di bawah catatan kaki no. I hal. 280-281 Tazkirah hal. 14-15 Cetakan 1969

Demikian pula Hadhrat Masih Mauud melihat Hadhrat Baba Nanak dalam kondisi  kasyaf dan hal itu Baba Nanak telah nyatakan bahwa orang-orang ini yang berbicara mengenai diri saya (memfitnah)mereka itu adalah pemakan bangkai dan melakukan hal yang dusta dan sia-sia “…. saya telah melihat. Karena itu saya melihat  Baba Guru Nanak dengan pandangan yang penuh hormat. Sebab saya  mengetahui bahwa dia minum dari air mata air yang dari mana kami minum dan Tuhan mengetahui bahwa saya berbicara dengan makrifat yang telah dianugerahkan pada saya. Selebaran tanggal 18 April 1897 Tazkirah Cetakan 1969 hal.16

Saya melihat dalam alam kasyaf   seorang yang nampaknya dia  seorang malaikat, tetapi dalam mimpi terasa  bahwa itu namanya adalah Syer Ali. Dia membaringkan saya di satu tempat lalu mengeluarkan biji mata saya, kemudian  membersihkannya dan membuang  semua   kekotoran dan kebencian darinya ” .- Ini serupa  itulah kasyaf yang  yang terjadi pada Rasulullah saw  bahwa  setelah malaikat-malaikat membaringkan beliau lalu mengeluarkan jantung  beliau baru  memebrsihkannya  dari segenap kekotoran.- Kemudian  seberkas  cahaya besih putih  yang sebelumnya memang sudah ada di mata, tetapi telah    tertutup di bawah sejumlah cairan-cairan,telah dia jadikan seperti bintang  yang berkilauan dan setelah melakukan  ini orang itu menghilang. Dan dari kondisi kasyaf itu saya berpindah pada  kondisi jaga/saya terbangun.Tazkirah hal.30 dan 31 Cetakan 1969

Kemudian pada suatu ketika Hadhrat Masih Mauud a.s.bersabda,

“Saya melihat dalam  kasyaf surat Al-Fatehah dalam bentuk  sekuntum bunga mawar merah , seperti sekuntum bunga mawar  mekar. Warnanya indah  dan seperti itu pula semerbak bau harum yang keluar darinya.

 Oleh karena itu hadhrat Masih Mauud a.s. yang menulis Tafsir Surah Al-Fatehah,  dalam  takbir mimpi bunga mawar merah, seperti itulah  yang beliau tulis, yakni sebagaimana sekuntum bunga mawar   yang mekar Tazkirah hal. 53 dan 54 Cetakan 1969

Hadhrat  Masih Mauud a.s. bersabda: Tatkala saya masih tengah   memperbaiki edisi  ini, yang belum sempurna sepenuhnya, maka secara kasyaf kepada saya  diperlihatkan sejumlah lembaran  kertas , dimana di dalamnya tertulis “Terompet kemenangan berbunyi”. Kemudian  seorang sambil  tersenyum memperlihatkan di balik  lain kertas-kertas itu sebuah foto sambil berkata , lihatlah apa yang dikatakan fotomu/ gambarmu ini. Dan tatkala yang lemah ini  melihat ternyata adalah gambar/foto yang lemah ini yang  mengenakan pakaian  hijo yang  penuh wibawa bagaikan sosok  panglima perang yang menang lengkap dengan persenjataannya. Dan tertulis di kanan dan kiri gambar  “ حجة الله القادر وسلطان احمد مختارhujjatullah-Al-qaadir wa Sulthan Ahmad Mukhtar” Argumentasi Allah Yang Maha Kuasa  dan  Ahmad Raja yang terpilih. Peristiwa ini terjadi pada tanggal  19 Zulhijjah 1300 Hijriah bertepatan  dengan 22 Oktober 1883.     Barahin Ahmadiyah jilid 4 hal.515-516 Catatan kaki di bawah catatan kaki no.3

Pada suatu ketika saya masih ingat, saya melihat dalam  alam kasyaf bahwa sejumlah perkara-perkara/ perintah-perintah qadha dan qadar Tuhan   yang terkait dengan  kejadian  yang  terjadi di masa yang akan datang  saya tulis dengan tangan saya sendiri. Kemudian saya menyodorkan itu di hadapan Tuhan Yangmaha kuasa dan Maha luhur kebesaran-Nya. Dan seyogianya  diingat bahwa sejumlah sifat-sifat jamaliah/indah dan sifat-sifat jalaliah (gagah)Ilahiah nampak pada yang melihat kasyaf  menjelma seperti manusia; dan secara majaz dia menganggap  bahwa Dialah  Tuhan Yang Mahakuasa seutuhnya. Dan kasus  ini di kalangan para ahli kasyaf merupakan hakekat yang sudah dikenal, yang mana tidak ada  yang ahli  kasyaf yang akan mengingkarinya. Walhasil inilah sifat jamal/keindahan  yang  dalam alam kasyaf nampak seperti layaknya Tuhan Yang Mahakuasa di hadapan daya  khayali…Dan dihadapan Tuhan yang Maha kuasa  kitab yang berkenaan dengan  qada dan qadar itu diajukan dan Dia yang menjelma sebagai sosok  Hakim setelah membenamkan pena-Nya  pada tinta merah lalu memercikkannya ke arah  saya dan selebihnya tinta merah yang tersisa berada tertinggal di ujung pena. Dengan itu Dia menanda tangani kitab ini dan bersama itu kondisi kasyaf itu menghilang. Dan setelah  saya terjaga dan   melihat keluar ternyata banyak  tetesan  -tetesan merah yang mengenai  kain. Oleh karena itu seorang bernama Abdullah penduduk Sanur wilayah Patialah yang duduk  pada waktu itu di dekat  saya. Ada dua atau tiga tetes merah yang mengenai topinya.” Kini apakah ada yang bisa mengatakan bahwa darah itu  keluar dari badan Hadhrat Masih Mauud a.s.,tetapi bagaimana bisa kena pada topi Sanaullah Sahib dan kemudian dilihat ke arah langit-langit  itu di sana tidak ada cecak dan tidak ada hewan yang berkenaan dengannya ada persangkaan bahwa ekornya  patah dan darahnya jatuh”. Jadi bercak kemerahan yang merupakan pemandangan  kasyaf itu menjelma/nampak  menjadi wujud yang menjelma secara lahiriah. Seperti itu  banyak lagi kasyaf-kasyaf yang disaksikan yang jika ditulis akan  bisa membuat  catatan yang panjang. ”.Surmah Chasyam Arya hal. 131 dan 132.Catatan kaki

Hadhrat Maulana Abdullah Sanauri memohon pada Hadhrat Masih Mauud a.s jubah yang dikenai bercak merah itu. Maka terfikir oleh Hadhrat Masih Mauud a.s. jangan-jangan dari itu  terjadi syirik oleh karena itu beliau memberikan syarat  supaya  baju ini  dimakamkan berserta kamu Maka sesuai dengan itu Munsyi Sanauri dimakamkan dalam baju itu.

Mengani kasyaf yang beliau lihat pada tahun  1887 beliau bersabda:   Pada suatu saat seorang teman Muhammad Husen Batalwi bernama Najab  Ali Khan yang mahir  berbahasa Inggris ( Dia pernah   pergi ke Kabul dan  mungkin kini dia  ada disana) datang kepada saya dan  bersama dia Muhibbi-sahabat saya   Mirza Khuda bakhs Sahib juga. Kami bertiga pergi keluar untuk jalan-jalan. Di perjalanan secara kasyaf saya mengetahui bahwa Najaf Ali di belakang saya dengan cara munafik  sedikit menggunjing diri saya. Maka  kasyaf ini diperdengarkan padanya. Dan  dia mengakui bahwa kasyaf ini benar bahwa,  “Saya seperti itulah membicarakan Tuan di belakang. (Tazkirah hal. 148 cetakan 1969.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Berkali-kali dibukakan (dalam kasyaf)kepada saya bahwa para wali dan para qutub  zaman ini   beriman dan akan beriman pada keagungan dan martabat saya.(Tazkirah hal. Hal. 162)  Cetakan 196 Yakni doa-doa yang dipanjatkan di makam  para wali (oleh Masih Mauud a.s. Pent.) sebagai dampaknya kuburan-kuburan itu pecah terbuka dan orang-orang suci itu keluar dari kuburan mereka dan setelah  keluar mereka lalu  beriman pada kebenaran Hadhrat Masih Mauud a.s.

“Di dalam sebuah kasyaf yang terang dan jelas dibukakan kepada saya bahwa berita akan datangnya  seorang bernama Haris, yakni hurras ( petani besar)  yang tartulis dalam sunan Abu  Daud itu adalah benar. Dan nubuatan ini dan nubuatan akan kedatangan Masih pada hakekatnya keduanya dari segi penggenapannya adalah  seorang ,yakni penggenapan keduanya adalah  satu orangnya, yaitu  yang lemah ini. Tazkirah hal. 176.Cetakan 1969

Demikian pula Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: “Allah dengan perantaran sebuah  kasyaf  memberitahukan kepada saya bahwa itu dapat diketahui dari segi perhitungan jumlah nilai huruf abjad surah Al-Ashar  ” Ternyata jumlah nilai hurufnya menjadi 4739 tahun. Jadi,  mulai dari permulaan dunia sampai  kewafatan Rasulullah saw menurut perhitungan tahun  qamariah persis tahunnya menjadi sebanyak  itu. Tuhfah Gulurwiah . ruhani Hazain jilis 17 hal 251dan 252 Tazkirah hal 179 cetakan 1979

Di dalam sebuah kasyaf yang lemah ini  melihat dua orang dalam   sosok  wajah  manusia  duduk di sebuah  tempat, yang seorang  duduk di tanah dan yang seorang lagi duduk di dekat  atap. Saya menyapa  orang yang duduk di  tanah  sambil mengatakan bahwa saya memerlukan seratus ribu tentara. Tetapi dia diam dan  sama sekali tidak menjawab apa-apa. Baru saya menyapa yang lain yang berada di dekat atap/langit-langit yang  berada di  arah atas  sambil berkata bahwa saya perlu seratus ribu tentara. Mendengar ucapan saya ini dia menjawab  bahwa kamu tidak akan dapatkan seratus ribu, tetapi lima ribu tentara yang akan diberkan”.

Nah lima ribu tentara yang diberikan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. itu didapatkan akibat dari kasyaf  ini. Lima ribu di zaman itu, kini itu telah  berkembang menjadi sangat banyak. Maksudnya ialah orang-orang yang mewakafkan hidup mereka;  dan kini jika dihitung yang ada di seluruh dunia orng-orang  yang tengah melakukan  pengkhidmatan  dengan ruh  wakaf    itu mungkin telah sampai mendekati seratus ribu . “Baru saya berkata di dalam hati bahwa meskipun lima ribu itu sedikit orangnya,  namun jika Tuhan menghendaki maka yang sedikit dapat mengalahkan yang banyak. Pada waktu itu saya membaca ayat ini كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ    ( “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.) Tazkirah hal. 177 dan 178 Cetakan 1969.

Tahun 1891 merupakan zaman dimana dalam kasyaf terbuka pada  yang lemah ini   bahwa  puncak kezalimannya itu akan mulai pada  perhitungan tahun Hijriah  yang terselubung  dalam perhitungan huruf abjad   ayat وَإِنَّا عَلَى ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ, (dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.)Yakni 1274 Hijriah.Tazkirah hal.185 Cetakabn 1969. Ini merupakan zaman kebangakitan Hadhrat Masih Mauud a.s.

Ru’ya tahun 1891: ”Tatkala Maulvi Muhammad Husen memfatwakan kafir terhadap diri kami  dan dia memprofokasi  orang-orang bahwa orang ini bukan Islam; tidak boleh ikut dalam penguburannya; jangan dikuburkan di pekuburan orang-orang Islam. Pada waktu itu oleh sebab   kemarahan dan kebencian  telah merebak  maka kami seolah -olah tinggal hanya sndirian. Waktu itu saya melihat dalam alam kasyaf  seorang datang  pada saya dalam wajah saudara saya Mirza Gulam Qadir. Tetapi kepada saya segera dipermaklumkan bahwa ini adalah malaikat. Saya bertanya padanya, dari mana kamu datang ? “الوتر جئت من حضرة ji’tu min hadhratilwitr-Saya datang dari Tuhan yang Mahapencipta.” katanya. Saya berkata kenapa ? Dia menjawab, bahwa banyak orang-orang  yang memisah  dengan kamu dan kebencian mereka akan terus bertambah  terhadap kamun.Nah, saya datang membawa pesan ini padamu. Maka saya ingin mengatakan sesuatu di tempat yang  terpisah padanya. Tatkala dia menyendiri  maka saya mengatakan bahwa orang-orang telah berpisah dengan saya,tetapi apakah kamu juga berpisah dengan saya ? ” Tidak. Kami beserta  kamu “ katanya.Segera setelah itu kondisi kasyaf menghilang.”Tazkirah hal 188 Cetakan 1969

Di dalam corak sebuah kasyaf saya melihat bahwa saya  telah menciptakan langit baru dan dunia baru dan  saya berkata, mari kita kini menciptakan manusia. Atas perkataan itu para mulla yang dungu berteriak bahwa lihatlah orang ini kini telah mendakwakan diri sebagai Tuhan.Padahal  maksud kasyaf ini ialah bahwa Tuhan  akan menciptakan suatu perubahan sedemikian rupa di tangan saya  seolah-olah  langit dan bumi akan menjadi baru dan akan lahir manusia yang hakiki.Tazkirah hal. 193 cetakan 1969

Pribahasa ini sedemikian rupa  sebagaimana di dalam Al-Quran Allah berfirman: وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَىyakni tatkala kamu melepaskan anak panah  atau melempar genggaman pasir bukan kamu yang melempar,  tetapi Allah-lah yang melempar.Kemudian berfirman يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ-Padahal waktu itu tangan Rasulullah saw berada di atas tangan orang-orang mu’min,tetapi berfirman tangan Allah berada di atas tangan mereka. Jadi, ini merupakan pribahasa yang bukanlah maksudnya –na’uzu-billahi min dzalik- syirik  tengah dilakukan.

Dalam beberapa hari ini  yang lemah merenungkan   hadis

 الايات بعد المائتينal-aayaatu ba’da-l miatain  (tanda-tanda terjadi sesudah dua ratus) apakah merupakan suatu kehendak Ilahi juga bahwa di akhir-akhir abad ketiga belas akan  zahir Imam Mahdi/ Masih Maud dan apakah dalam mafhum hadis ini  yang lemah inipun juga termasuk di dalamnya ? Maka secara kasyaf saya diingatkan pada jumlah/hitungan huruf-huruf nama yang tertulis dibawah ini bahwa inilah Masih yang  akan zahir saat sempurnanya abad ke tiga belas. Dari dulunya inilah penanggalan   kami telah tetapkan namanya dan nama itu ialah “Gulam Ahmad Qadiyani”  Jumlah nilai huruf itu  persis  tiga belas ratus dan di kampung Qadian ini selain dari yang lemah ini siapapun tidak ada  lain yang bernama Gulam Ahmad. Bahkan dalam diri saya diingatkan bahwa selain  yang lemah ini siapapun tidak ada yang namanya  “Gulam Ahmad” di seluruh dunia. Dan bersama yang lemah ini kebanyakan   kebiasaan Allah berlaku bahwa Dia  Yang Maha suci menzahirkan pada yang lemah ini  serjumlah rahasia-rahasia nilai huruf-huruf hijaiyah.” Izalah Auham Ruhani Hazain jilid 3 hal. 189 –190 Tazkirah hal. 179 Cetakan 196 9

Kemudian pada tahun  1892 terdapat  sebuah kasyaf “ Berkali-kali dalam kasyaf  nama yang lemah ini di sebut “Gaazi-Pemenang “ .Tazkirah hal. 196 cetakan 1969

Pada tahun 1892 telah diperlihatkan dalam kasyaf kepada saya  bahwa angin  beracun yang telah menyebar dari kaum Kristen  di dunia,ini telah dibertahukan kepada nabi Isa. Baru    saatnya kini tiba ruhnya bergerak   turun secara ruhani. Maka  dia dengan semangat dan gejolak  serta setelah  mendapatkan ummatnya tenggelam dalam kehancuran yang memusnahkan, menginginkan wakilnya dan  kembarannya turun ke bumi, yang sedemikian rupa sama  tabeatnya seolah-olah dia sendirilah orangnya. Maka Tuhan sesuai  janji-Nya  telah menganugerahi orang yang serupa/kembaran  padanya; dan turun di dalam dirinya   semangat Masih, karakter   Masih dan keruhaniannya ; dan di dalamnya dijalin ikatan yang  sangat kuat seolah-olah mereka diciptakan dari  dua potongan  dari  sebuah  mutiara dan perhatian dan kasih sayang  Al-Masih telah menjadikannya sebagai tempat bersemayamnya dan setelah menjadi menyatu di dalamnya dia ingin memenuhi tuntutan(kedatangan)nya. Nah, dalam arti wujudnya dinyatakan sebagai Wujud Masih dan tekad serta semangat  Al-Masih yang sedemikian dahsyat turun padanya, yang mana turunnya itu dalam istilah kata kiasan-kiasan  dinyatakan sebagai “turunnya Masih”. Tazkirah hal 209 Cetakan 1969 Yakni, turunnya Hadhrat Masih Mauud a.s.

Dan saya berkali-kali melihat Hadhrat Isa dalam mimpi dan berkali-kali dalam kasyaf saya menjumpainya  dan di satu hidanganlah dia makan bersama  saya dan pernah saya melihatnya kemudian  menanyakan padanya terkait dengan fitnah  yang mana  kaumnya tengah terperosok di dalamnya Maka dia dengan diliputi ketakutan   mulai menyanjung nama Tuhan dan  mensucikan namanya sambil  mengisyarahkan ke bumi dia  berkata bahwa saya ini hanyalah tanah dan saya bebas berlepas diri dari semua tuduhan-tuduhan  yang dilontarkan terhadap  saya. Jadi, saya mendapatkannya seperti soerang yang sangat merendahkan diri  dan tidak egois.. Tazkirah hal. 253 Cetakan 1969

Beliau bersabda: Saya dalam alam  kasyaf persis dalam keadaan sadar berkali-kali  berjumpa dengan sejumlah orang yang telah wafat dan saya melihat beberapa tubuh orang fasik dan orang yang sesat itu hitam kelam seolah- olah dibuat dari asap.  Tazkirah hal. 253 cetakan 1969.

Berkenaan dengan Filsafat Ajaran Islam habar gembira kemengan  sangat mengherankan yang diberikan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. dan  sempurna dengan agungnya   beliau bersabda: Di dalam alam kasyaf kami melihat sebuah tangan dari Yang Mahagaib dipukulkan di  istana tempat kediaman kami dan dengan sentuhan  tangan itu  dari istana itu memancar keluar  suatu nur  yang bersinar  menerangi sekeliling tempat itu  dan juga menyinari tangan kami. Baru  seorang yang  berdiri di samping kami berseru dengan suara membahana

الله اكبر خريت خيبرAllahu akbar kharibat khaibar-(Mahabesar Allah,sudah Khaibar, pent)

          Ta’birnya ialah bahwa maksud istana itu  ialah kalbu kami yang merupakan  tempat turunnya nur-nur Ilahiah. Dan nur itu melambangkan ilmu ma’rifat-makrifat Al-Qur’an dan maksud Khaibar ialah semua agama-agama rusak/tidak utuh yang terkontaminasi syirik dan kebatilan serta menempatkan seorang  manusia pada kedudukan Tuhan atau  menjatuhkan   sifat-sifat Tuhan dari derajat-Nya yang sempurna. Maka saya dibertahukan, bahwa setelah karangan ini tersiar secara luas akan terbukalah tirai kepalsuan agama-agama yang tidak benar,lalu hari demi hari akan terus tersebar kebenaran Al-Qur’an ke seluruh permukaan bumi hingga akhirnya menycapai tujuannya

          Kemudian dari alam kasyaf  itu saya dialihkan pada ilham Ilahi , lalu Dia menurunkan  ilhamnya kepada kami:

ان الله معك.ان الله يقوم اينما قمت–  innallaha ma’ka innallaha yaquwmu ainama qumta –Yakni Tuhan beserta engkau. Tuhan disanalah berdiri dimana engkau berdiri. Ini merupakan sebuah kiasan akan dukungan Ilahiah. “

Anjami Attam hal.299Catatan kakiTazkirah hal 290-291 Cetakan 1969

Nah, nubuatan ini jelas telah sempurna dengan agungnnya sehingga hanya orang yang buruk batinnyalah yang bisa mengingkarinya”. “Filsafat Ajaran Islam” merupakan sebuah kitab yang berkaitan dengan itu Seorang pujangga, Talstai pada zaman itu berkata bahwa  kitab ini nampak ditulis oleh tangan seorang manusia agung, bukanlah merupakan kitab yang biasa. Dan di seluruh dunia kini pun inilah kitab yang  merupakan saksi bahwa apa yang Allah janjikan pada beliau dalam kasyaf  persis seperti itulah yang   sempurna.

 Kemudian ilham tahun 1897 Di dalam wahyuنفخت فيك من لدنى روح الصدق…..=nafakhtu min ladunni ruwhashidqi. (Saya tiupkan di dalam diri engkau dari sisi-Ku ruh kebenaran) Sebutan kata   لد ن  –ladun kejelasannya secara kasyaf dapat dimaklumi bahwa seorang malaikat berkata dalam mimpi bahwa kedudukan ladun dimana engkau disampaikan itu  merupakan martabat dimana disana hujan senantiasa turun  dan satu detikpun hujan tidak pernah terhenti. Tazkirah hal. 253 cetakan 1969.

Kini di Inggris pun ada (Lude Gate) dimana senantiasa diadakan kajian kajian/bahasan-bahasan  agama agama dan penjelasan Lude Gate Inggris saya mengerti bahwa maksudnya  Khadim khadim Hadhrat Masih Mauud as akan memperoleh kemenangan yang agung pada saat digelar  diskusi di Lude Gate.

“Di dalam kasyaf saya melihat bahwa bumi berbincang -bincang dengan saya sambil berkata : يا ولىالله كنت لا اعرفكyaa waliyyallah kuntu laa a’rifuka-Hai Wali Allah/teman Allah  saya tadinya tidak mengenal engkau. Tazkirah hal. 253 cetakan 1969.

Pernah pada suatu kali kepada Hadhrat Masih Mauud as dipaksakan supaya  beliau   membayar pajak/denda. Maka  Hadhrat Masih Mauud a.s melihat dalam kasyaf bahwa seorang pimpinan pemungut pajak yang berusaha keras bahwa  tidak akan melepaskan Hadhrat Masih Mauud a.s. kecuali beliau membayar pajak seorang Hindu itu telah diganti  dan sebagai gantinya  seorang Islam yang dijadikan pimpinan  pemungutan pajak dan dia akan memberikan keputusan dengan adil. Untuk itu  kasyaf ini diberitahukan  kepada banyak orang dan  nama yang ditulis di dalamnya. Diantara nama-nama itu ialah nama pimpinan /inspektur Madras dan Jamu Kashmir Huwajah Jamaluddin Sahib juga.Maka sesuai dengan kasyaf Hadhrat Masih Mauud a.s. persis seperti itulah yang terjadi apa yang dinubuatkan dalam kasyaf itu. Kepada wakil komisaris kabupaten Gudaspur dikirimkan laporan yang mana dia memberikan keputusan yang benar/kemenangan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s.

 Tazkirah hal. 318-319 cetakan 1969.

          Sebuah kasyaf Hadhrat Masih Mauud a.s.:

 Dalam sesbuah kasyaf  kami melihat Hadhrat Krisna. Beliau berkulit hitam,hidung  mungil,  kening lebar. Hadhrat   Krisna berdiri  menempelkan  hidung beliau dengan hidung kami dan dahi  beliau dengan dahi kami” . Alhakam jilid 12 nomer 17 tanggal 6 Maret 1908 hal. 7 Tazkirah hal. 281 cetakan 1969.

          Nah, saya mendapat kesempatan pergi ke Neuzeland, maka ternyata disanapun  inilah tradisi yang saya lihat. Saya pada waktu itu tidak mengerti bahwa kisah apa ini.Tetapi setelah membaca ibarat/catatan Hadhrat Masih Mauud a.s. kami dapat memahami  bahwa ini merupakan tradisi orang-orang di zaman lampau. Ketika saya berjumpa dengan pemuka-pemuka disana maka sambil berdiri dia menempelkan dahi  dengan dahi  saya dan menggesekkan hidungnya dengan hidung saya,yakni saya pada waktu itu heran, tetapi waktu itu saya tidak mengeti.  Kini dengan membaca kasyaf itu baru mengerti bahwa ini merupakan tradisi yang sudah lama  turun temurun.

          Hadhrat Masih Mauud a.s.:

Kami melihat dalam kasyaf bahwa Qadian menjadi sebuah kota besar indah yang   sejauh pandangan mata  sampai  jauh melewati pasar. Kami melihat  rumah-rumah bertingkat dua, empat dan  lebih dari itu serta toko-toko dengan bangunan kamar-kamarnya yang tinggi-tinggi menjulang  dan kami melihat orang-orang kaya gemuk dan banyak orang-orang berperut  besar  duduk yang karena mereka  pasar menjadi ramai; dan di hadapan mereka terdapat tumpukan perhiasan-perhiasan dari mutiara, permata uang-uang kertas dan uang-uang dinar dll. Dan toko-toko dari berbagai jenis barang yang  gemerlapan dengan berbagai barang-barang yang indah. Pedati,kereta berkuda  kendaraan beroda dua /speda motor,kendaraan mewah yang tertutup/mobil,  kuda-kuda pengangkut  gula,para pejalan kaki  sedemikian rupa ramainya di pasar seolah-olah hanya punggung dan punggung yang berjalan  dan jalan dengan sangat susah bisa di dapatkan. Tazkirah hal. 393-394 dari karangan/susunan  Pir Sirajulhaq sahib Ditulis dalam Al-hakam jilid 6 edisi 20 April 1902

           Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s.

Pada suatu ketika  dalam sebuah kasyaf saya melihat Tuhan menjelma di hadapan saya. Sambil memeganag leher saya dengan tangan-Nya Tuhan berfirman: Je tu mera ho rehee sab jag tera hoApabila engkau menjadi milik Saya maka semuanya dunia ini menjadi milik engkau Tazkirah hal 271. Merupakan pernyataan yang penuh cinta bahwa jika engkau menjadi milik-Ku maka seluruh dunia akan menjadi milikmu. Dan hal ini benar bahwa barangsiapa yang Allah menjadi  miliknya maka kemudian  seluruh alam menjadi miliknya.

Dalam kaitan ini terfikir oleh saya untuk  memberikan pengertian pada kalian bahwa tatkala berdoa seyogianya berdoa supaya  semoga Allah menjauhkan hati dari segenap hawa nafsu serakah dan dengki. Ini merupakan doa yang terbaik. Hadhrat Khalifatul-masih I r.a. menulis sebuh kejadian  bahwa pada suatu kali tatkala beliau tengah melakukan perjalanan ke Kasymir, beliau melihat seorang pengemis yang duduk mengenakan kain sambil  berjingkrak-jingkrak seraya mengatakan bahwa saya hari ini sangat gembira.  Hadhrat Kahalifa-tul-masih awwal bertanya ,yang  waktu itu beliau belum menjadi khalifah. Hakim Nuruddin sahib bertanya,”Apa yang engkau telah dapatkan, kain yang sebelumnya milikmu itu, itu  saja  kini yang engkau miliki dan engkau tidak memiliki apa-apa,maka kenapa kamu  meloncat-loncat begitu gembira. Dia berkata, jidiya saryaa maraadaa puryaa ho jaan oo husy kiyuw nah hue.Beliau  berkata, semua keinginan/cita-cita mana  yang telah sempurna ? Dia menjawab  bahwa bagi yang di dalam hatinya tidak ada keinginan, semua keinginannya  menjadi sempurna. Jadi hendaknya kita berdoa seyogianya hati hendaknya kosong dari keserakahan dan hawa nafsu kotor. Dan martabat  qanaat-merasa puas/cukup  dapat diraih oleh manusia.

Kini saya memperdengarkan pada kalian sepucuk surat dari seorang anak perempuan yang tengah bersedih. Seorang anak gadis menulis surat yang memilukan kepada saya bahwa dia telah kawin dan ibu bapaknya seorang yang miskin oleh karena itu   tidak bisa memberikan jehiz(harta bawaan anak perempuan dari rumahnya saat diserahkan pada suaminya) yang banyak padanya. Ppada akhirnya dia setiap saat senantiasa mendapat cemohan dari mertuanya. Apa yang dibawa oleh anak permpuan ini,kata mertuanya,harta yang sudah lusuh pun dia tidak punya.  Mendengar itu,katanya, sedemikian rupa hatinya menjadi sakit yang dia hanya bisa bertahukan kepada saya  bahwa hanya Allah yang mengetahui  apa yang tengah berlalu dalam hati saya

Maka saya dalam akhir khutbah ini menasehatkan pada kalian semua bahwa janganlah menganggap penting  jahiz,yakni  dalam kondisi mana ada seorang anak yang miskin maka dalam kondisi apa adanya  serahkanlah pada suaminya. Anak perempuan adalah jehiz. Pakaian anak perempuan dan perhiasannya bukanlah jehiz.  Seorang anak gadis yang baik wajah, baik akhlak,  maka tidak ada  jahiz yang lebih besar dari itu.jadi nikahilah  anak perempuan dengan memberikan perhatian padanya . Sebelumnya lihatlah sebelum mengambil  keputusan,  apakah anak perempuan ini baik atau apakah layak menjadi ibu rumah tangga  atau tidak. Sesudahnya menuntut jahiz sama sekali  tidaklah benar .  Amalkanlah sunnah Rasulullah saw bahwa bagaimana beliau melepaskan anak perempuan beliau dengan pakaian yang sangat sederhana. Tidak ada jehiz dan lain-lainnya Jadi semoga Allah menganugerahkan taufik pada kita untuk melaksanakannya.

Qamaruddin Syahid