Khotbah Jum’at

Sayyidina Amirul Mu’minin 

Hadhrat  Mirza Masroor Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahulloohu ta’ala binashrihil ‘aziiz [1]

Tanggal 8 Ihsan 1391 HS/Juni 2012

Di Masjid Baitul Futuh, London-UK.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فأعوذ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦)  صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّيْنَ  (٧)

Sempurnanya  janji Allah Ta’ala dengan Hadhrat Masih Maud as mengenai kemajuan Jemaat beliau as bukan hanya setiap orang Ahmadi bahkan para penentang pun dapat menyaksikannya. Sekarang dengan karunia Allah Ta’ala ke negeri manapun kita pergi di sana dijumpai orang-orang Ahmadi sekalipun hanya beberapa orang banyaknya.

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda di satu tempat, “Janji Allah Ta’ala bagi Jemaat ini “وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ”

“Dan Aku akan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau unggul diatas orang-orang yang ingkar hingga hari Kiamat.” (Ali Imran ayat 56) [2]

Penjelasannya tentang ayat ini yang menjadi bagian dari ilham beliau as juga dikemukakan didalam buku beliau as Barahin Ahmadiyah yaitu: “Orang-orang yang berusaha menjadi para pengikut engkau yakni menjadi para pengikut sejati Allah dan Rasul-Nya mereka akan diberi kemenangan diatas orang-orang yang ingkar sampai Hari Kiamat. Yakni dari segi dalil-dalil mereka akan selalu menang diatas para penentang mereka.” [3]

Bagian pertama yang telah saya baca ini, bahwa  Allah Ta’ala berjanji untuk jemaat setelah menerangkan hal ini Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda;

 “Janji-janji Tuhan selalu benar. Sekarang baru sedang dilakukan penyemaian benih”. (Sabda ini adalah sabda beliau as pada Oktober tahun 1902. Ketika beliau bersabda bahwa sekarang baru sedang dilakukan penyemaian”) Bersabda, “Apa yang dikehendaki oleh para penentang kita? Dan apa yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala? Mereka baru akan tahu jika mereka merenungkannya dengan seksama”. Ketahuilah dengan betul-betul apa yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala. Jika direnungkan dengan baik-baik pasti akan dapat diketahui oleh setiap orang yang ingin mengetahui. Beliau as bersabda, “Jika mereka merenungkannya dengan baik maka segala jenis rencana dan usaha mereka selalu mengalami kegagalan.” Kemudian beliau as bersabda, “Jika tidak ada penentangan dari pihak penentang maka kemajuan Jemaat secara mukjizat juga tidak akan ada. Yakni, dalam kemajuan itu tidak ada corak i’jaazi (mukjizat). Sebab, i’jaazi cemerlang dengan adanya perlawanan dan penentangan.’ Bersabda; “Dari satu segi para penentang berusaha keras untuk menghancurkan kita. Sehingga ucapan salam kita pun tidak mereka jawab dan sambil mencibir mereka menyebut nama kita dengan rasa benci.” Bahkan sekarang kebencian mereka sudah mencapai puncaknya dengan beringas menggunakan bahasa kasar, kata-kata kotor dan melampaui batas-batas kesopanan secara terbuka ditujukan kepada kita. Itulah pekerjaan lawan-lawan kita. Beliau as bersabda, “Dari segi lain Allah Ta’ala telah meningkatkan jumlah anggota Jemaat sangat luar biasa mengagumkan. Apakah hal itu bukan mukjizat? Apakah ini pekerjaan kita? Atau pekerjaan Jemaat kita? Sama sekali bukan! Itu semata-mata pekerjaan Allah Ta’ala! Seorang pun tidak ada yang mengetahui rahasianya. Itulah pekerjaan Tuhan yang selalu membuat kita heran dan kagum.” [4]

Jadi, kita setiap hari menyaksikan pertolongan dan dukungan Allah Ta’ala yang sangat mengherankan. Bukan hanya orang-orang saleh dan berfitrat baik setiap hari masuk kedalam Jemaat dalam jumlah besar, akan tetapi para anggota Jemaat dan harta milik mereka juga sedang diberkati oleh Allah Ta’ala. Melihat keadaan semua itu hati para penentang menjadi semakin panas terbakar. Setiap hari diterima berita dari Pakistan bahwa kebencian, iri-hati dan kedengkian telah membuat mereka demikian buta sehingga foto-foto Hadhrat Masih Mau’ud as dirobah bentuk kemudian dibubuhi tulisan-tulisan kotor berupa caci-maki dan diinjak-injak di bawah telapak kaki mereka. Seorang sangat sadis pemilik toko meletakkan footmat (keset) bergambar Hadhrat Masih Mau’ud as di pintu masuk tokonya supaya setiap orang yang masuk ke dalam kedai itu menginjak gambar beliau as. Walhasil itulah pekerjaan para penentang yang memusuhi Jemaat Ahmadiyah. Namun Allah Ta’ala telah mendatangkan orang-orang yang berhati baik ke toko itu, dan salah seorang Officer dari Pemerintah memberi peringatan keras kepada pemilik toko itu dan kesed itu diambilnya dari sana. Para penentang yang memusuhi Jemaat harus ingat bahwa Allah Ta’ala menolong dan mendukung orang yang dikasihi-Nya. Tuhan mempunyai gairah kecintaan terhadap orang yang dikasihi-Nya, Dia pasti akan membalas perbuatan keji melampaui batas yang dilakukan terhadap orang yang dikasihi-Nya itu. Dia beserta pemimpinnya akan menjadi tanda peringatan yang mengerikan. Akan tiba waktunya apabila bukan hanya foto mereka yang akan diinjak-diinjak tetapi lebih buruk lagi dari itu tubuh mereka sendiri akan digilas sampai remuk. Orang-orang Ahmadi bersabar menanggung derita itu semua sambil banyak memanjatkan doa kehadirat Allah Ta’ala. Itulah ajaran kami. Dengan cara apapun yang ingin mereka lakukan untuk melukai perasaan hati kami, lakukanlah sesuka hati mereka. Kami tidak akan mengambil tindakan dan tidak akan pula meletakkan undang-undang di tangan kami, tidak mengambil. Namun demikian, sebagaimana telah dikatakan sebelumnya kami akan berlaku sabar dan terus berdoa dan akan terus kami lakukan, Insya Allah. Itulah kelebihan seorang Ahmadi. Maka setiap orang Ahmadi di seluruh dunia terutama para Ahmadi di negara Pakistan harus menunjukkan prilaku demikian dan doa-doanya harus ditingkatkan sekuat tenaga sebab hanya itulah senjata yang kita miliki. Kita tidak mempunyai senjata lain lagi selain dari itu. Banyak usulan telah dikemukakan agar diambil sutau langkah lain. Namun paling utama adalah panjatkanlah doa sekuat tenaga sampai ke ujung kekuatan.

Singkatnya saya sedang menjelaskan bagaimana Allah Ta’ala menurunkan dukungan dan pertolongan-Nya kepada kemajuan Jemaat-Nya ini; bagaimana perobahan besar tengah terjadi di kalangan orang-orang saleh dan berfitrat suci yang mempunyai kecintaan terhadap Islam dan yang menaruh perhatian terhadap agama; mereka terpikat dengan Hadhrat Masih Mau’ud as dan masuk ke dalam Jemaat beliau as. Allah Ta’ala memberi bimbingan dan hidayah kepada mereka. Akan tetapi orang-orang duniawi yang tidak tertarik oleh agama, banyak diantara mereka yang kepada wujud Tuhan pun sudah tidak yakin lagi. Namun mereka juga terpaksa berpikir tentang Jemaat Ahmadiyah bahwa Jemaat ini setiap saat sedang terus-menerus mendapat kemajuan. Mereka terpaksa berkata: “Ajaran Islam yang indah yang sedang kalian tampilkan ini rupa-rupanya akan mendominasi dunia”.

Jadi, keadaan semua ini sesuai dengan sabda Hadhrat Masih Mau’ud as: “Ini adalah pekerjaan Tuhan bahwa banyak hal yang nampak kepada kita sangat mengherankan dan mengagumkan.” Para anggota Jemaat yang karena Allah Ta’ala melakukan pengkhidmatan dengan ikhlas terhadap Jemaat-Nya mendapat pembalasan beribu kali lipat ganda. Sesungguhnya hal itulah yang mengakibatkan terbakarnya hati orang-orang yang memusuhi Jemaat Ahmadiyah karena hasad atau dengki. Maka hasad itu timbul didalam hati mereka menyaksikan natijah dari pekerjaan Allah Ta’ala terhadap Jemaat ini. Itulah bukti nyata bahwa Allah Ta’ala bersama Jemaat-Nya ini.

Oleh sebab itu saya berkata kepada semua orang yang memusuhi Jemaat, “Permusuhan kalian bukan memusuhi Ahmadiyah melainkan memusuhi Allah Ta’ala. Siapakah yang mampu memusuhi Allah Ta’ala?   Untuk itu takutlah kalian kepada akibatnya dan takutlah kepada Tuhan. Kemudian bagi orang-orang yang memusuhi Allah Ta’ala tidak dapat diketahui dimana bekas-bekasnya. Sebagai natijah dari kedengkian dan kezaliman kalian setiap hari kami menyaksikan limpahan keberkatan-keberkatan dan karunia Tuhan terhadap Jemaat ini. Sekalipun kalian menamakan diri orang-orang Muslim namun kalian tidak mau berhenti berbuat hasad dan zalim. Kalian tidak berfikir bahwa sesungguhnya usaha Jemaat Ahmadiyah  adalah menyebarkan ajaran Islam sejati. Banyak sekali orang non Muslim di dunia telah mengenal dan tertarik oleh keindahan ajaran Islam sejati yang ditampilkan oleh Jemaat Ahmadiyah. Maka orang-orang yang menamakan diri Ulama itu bukanlah orang-orang yang mencintai Agama Islam, mereka hanya mencintai para anggota mereka sendiri karena mengharapkan sesuatu dari mereka bagi kepentingan pribadi mereka.” Sebagaimana telah saya katakan bahwa amanat yang kita sampaikan kepada dunia, Allah Ta’ala menanamkan kesan-kesannya sangat baik didalam hati orang-orang Non Muslim.  Mereka mengikuti program-program kita dimana secara terbuka mereka menjelaskan kesan-kesan baik mereka itu.

Dengan karunia Allah Ta’ala kapan saja saya mengadakan lawatan ke beberapa Negara dan mengunjungi Jemaat-Jemaat di sana saya melihat kesan-kesan keagungan baru agama Islam yang dikemukakan melalui amanat Hadhrat Masih Mau’ud as telah nampak kepada orang-orang non Muslim.

Sebagaimana anda semua telah mengetahuinya bahwa baru-baru ini saya telah menghadiri Jalsah Salanah Jemaat Holland dan Jemaat Jerman. Di sana saya mendapat kesempatan berjumpa dan menyampaikan pidato di hadapan orang-orang Ahmadi dan orang-orang non Ahmadi juga. Program-program itu telah melahirkan banyak sekali kesan-kesan yang sangat baik sekali terhadap orang-orang Non Ahmadi. Kemudian orang-orang ghair itu dibawa oleh teman-teman mereka untuk menghadiri Jalsah Salanah. Mereka juga sangat terkesan oleh ajaran-ajaran dan Nizam yang dijalankan oleh Jemaat. Sebagaimana biasa saya akan ceritakan intisari keadaan dan kisah lawatan saya di dua Negara itu dan beberapa hal tentang program Jalsah di sana. Saya akan mulai dengan kisah program dengan orang-orang Ghair Ahmadi. Dalam lawatan itu saya melihat selayang pandang dari beberapa jenis karunia Allah Ta’ala yang turun laksana hujan.

Seperti telah saya katakan bahwa saya mengikuti Jalsah Salanah di Holland. Setelah beberapa tahun lamanya saya baru menghadiri lagi Jalsah Salanah Jemaat Holland (Belanda). Sebelum berangkat saya menerima sepucuk surat dari Amir Jemaat Holland yang mengusulkan agar setelah acara Jalsah diadakan sebuah program bersama orang-orang non Ahmadi. Mula-mula saya tolak, tidak perlu, karena saya pikir Jemaat Holland tidak mempunyai banyak hubungan persaudaraan dengan orang-orang terpelajar atau para intelek yang serius. Kemudian beberapa hari kemudian saya berpikir lagi, pusat Jemaat kita [di Holland] dimana Jalsah akan diselenggarakan adalah lokasi orang-orang anti Islam yang pada beberapa waktu yang lalu acapkali mereka melemparkan tuduhan-tuduhan dan hal-hal buruk terhadap agama Islam dan Hadhrat Rasulullah saw. Adalah kesempatan sangat baik jika dari kawasan itu beberapa orang ahli politik dan orang-orang terpelajar serta perwakilan-perwakilan dari media masa juga hadir didalam program kita. Karena Jemaat kita di sana kecil saja mula-mula saya pikir barangkali paling banyak hanya lima belas duapuluh orang saja dapat diundang untuk hadir. Namun dengan karunia Allah Ta’ala ternyata jumlah yang hadir sebanyak lebih dari seratus orang termasuk para anggota Parlemen, Mayor (Wali Kota) para politisi dan para cendekiawan juga hadir. Yang mengherankan adalah perwakilan dari Surat Kabar Nasional juga hadir selain perwakilan-perwakilan dari Surat-Surat Kabar lokal yang tidak begitu besar untuk meliput semua program. Saya kemukakan beberapa segi keindahan ajaran Islam, uswah hasanah Hadhrat Rasulullah saw berdasarkan Alqur’an. Sebab mengenai hal itu semua yang dijadikan sasaran kritikan dan keberatan oleh pihak ahli politik yang menentang Agama Islam. Selain Mayor (Wali Kota) anggota Parlemen juga memberi sambutan-sambutan yang berbicara tentang toleransi agama. Akhirnya saya kemukakan lagi keindahan ajaran Islam dan uswah hasanah Hadhrat Rasulullah saw. Setelah itu MP (Member of Parliament, anggota parlemen) juga berbicakap-cakap dengan saya. Dia menyampaikan kesan yang sangat dalam setelah mendengar keindahan ajaran Islam. Seperti telah saya katakan sebelumnya, sebelumnya saya pikir Jemaat Holland tidak mempunyai hubungan persahabatan dengan para politisi, maka dari perkataan MP itu juga jelas bahwa Jemaat Holland tidak mempunyai banyak kegiatan dan beliau mengusulkan kepada Jemaat untuk meningkatkan lebih erat lagi hubungan dengan para politisi serta para cendekiawan (orang-orang terpelajar) dan katanya; “Sampaikanlah keindahan ajaran Islam kepada mereka dan perluaslah publikasinya melalui Surat-surat Kabar dan Website juga.” Selanjutnya beliau juga tanpa menyebut namanya mengatakan, “Jika Jemaat anda menggunakan cara-cara demikian maka orang-orang yang memusuhi Islam seperti Wilder juga mulutnya akan bungkam dan masyarakat awam juga akan mengetahui keindahan ajaran Islam yang sebenarnya.”

Pendek kata, perhatikanlah di sini juga bagaimana sabda Hadhrat Masih Mau’ud as telah sempurna bahwa Pekerjaan Tuhan sangat menakjubkan! Semua itu pekerjaan Tuhan. Sebagai seorang Kristen beliau telah memberi tahu cara untuk menyampaikan keindahan ajaran Islam kepada Bangsanya sendiri yang mayoritas orang-orang Kristen.

 MP yang memiliki jiwa yang baik ini seorang politisi senior yang sudah lama berpengalaman menjadi anggota Parlemen. Beliau menceritakan tentang foto-foto saya dengan beliau dan juga mengenai jalannya program itu diliput dan akan dimuat didalam Website beliau yang setelah program selesai beliau mulaqat dan berfoto dengan saya. Sebelum berpisah beliau berkata bahwa semua ini akan saya serahkan kepada media dan berusaha untuk menjauhkan keraguan dan kesalah-pahaman Bangsa di sini dan kebencian-kebencian yang telah tersebar bagi sebagian orang untuk kepentingan dirinya sendiri dan para polotikus dan musuh-musuh Islam di negeri ini, hal itu menjadi jauh.

Kemudian media surat-surat kabar juga telah meliput dan secara rinci telah mempublikasikan didalam media mereka disertai dengan ringkasan dari penjelasan-penjelasan saya tentang keindahan ajaran Islam yang hakiki. Perwakilan dua buah surat kabar terbesar telah hadir dan salah seorang diantaranya telah menginterview saya untuk beberapa menit lamanya. Ketika perwakilan surat kabar itu selesai mengajukan beberapa pertanyaan maka saya juga berkata kepadanya, “Saya juga mempunyai satu pertanyaan. Kawasan Nunspeet ini dimana terletak Pusat Jemaat Ahmadiyah h, disebut juga Bible belt of Holland. Penduduk di kawasan ini banyak yang memiliki pengetahuan Agama dan banyak berdiri Gereja dibanding kawasan lain di negeri ini. Anda semua menunggu kedatangan Jesus kedua kali. Tentu ada tanda-tanda untuk kedatangannya dan sesuai dengan harapan anda itu sekarang sudah tiba waktunya bahkan sudah lewat, namun Hadhrat Isa as tidak kunjung datang. Yang sudah datang justru Masih Mau’ud, Masih yang dijanjikan yang sudah kami percayai. Sekarang renungkanlah baik-baik kedatangan beliau ini.” Mendengar semua perkataan saya tersebut nampak air mukanya berubah dan merah sambil tersenyum dan diam tidak berkata sedikitpun. Disebabkan telah terjadi pembicaraan seperti itu saya berpikir jangan-jangan semua program yang telah dia liput tidak akan dimuat didalam Surat Kabarnya dan jika dimuat pun mungkin tidak akan diceritakan semua dengan betul. Namun keesokan harinya berita yang keluar di Surat Kabarnya itu sangat mengherankan saya dan juga Jemaat di sana. Bukan hanya berita itu dimuat bahkan dihalaman pertama foto saya dipampang dengan jelas dan hasil liputannya juga dimuat dalam satu setengah halaman penuh disertai foto-fotonya. Berita mengenai Jalsah juga telah dimuat dengan rinci dan berita mengenai ketinggian ajaran Islam juga dimuat. Surat Kabar itu bertaraf nasional dibaca oleh ratusan ribu penduduk. Dengan demikian keindahan ajaran Islam telah sampai kepada orang-orang di berbagai penjuru di negeri Holland.

Demikian juga seperti saya katakan ada sebuah lagi Surat Kabar nasional dan Surat-surat Kabar lokal juga telah memuat berita tentang Jalsah dan liputan program Jemaat. Sebagian berita itu akan saya sampaikan. Surat Kabar Nasional yang pertama bernama Dagblad memberitakan dengan tajuk “Khalifah Pembawa Kedamaian” kemudian diberitakan mengenai penjelasan saya, “Akidah Jemaat Ahmadiyah  adalah Isa as sudah wafat tidak akan kembali lagi dan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani-lah yang dimaksud dengan kedatangan Isa kedua kali itu.” Pemberitaan itu sangat panjang sehingga ringkasannya saja yang akan saya sampaikan. Telah ditulis demikian, “Berkat kegiatan tabligh mereka sekarang Jemaat Ahmadiyah sudah berkembang luas ke seluruh dunia. Dalam hal berbicara para Ahmadi tidak pernah menggunakan kata-kata keras dan kasar yang membangkitkan kemarahan. Berdirinya Jemaat Ahmadiyah di negara-negara Barat bukan hanya melalui usaha para Muballigh melainkan melalui mereka juga yang datang ke sini disebabkan oleh adanya beberapa masalah di negara asal mereka.” Kemudian menceritakan tentang banyaknya orang Ahmadi yang datang dari Pakistan yang tinggal di Holland. Kemudian ditulis, “Orang-orang Ahmadi bergaul satu sama lain sangat akrab sekali.” Dimuat juga berita mengenai Jalsah Salanah dengan rinci sekali. Diberitakan pula mengenai pidato saya, “Beliau (Hudhur) menghaturkan terima kasih kepada hadirin, selain itu beliau berkata, ‘Sekalipun di Holland ada sebuah golongan yang banyak sekali berpropaganda menentang Islam, anda semua telah menyambut undangan untuk menghadiri pertemuan ini dan mendengarkan penjelasan tentang keindahan ajaran agama Islam. Hakikat utamanya adalah untuk menghormati dan menegakkan kedamaian dan keamanan.’” Dengan mengutip perkataan saya dikatakan (dikutip) oleh mereka, “’Saya mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa kami sama sekali tidak akan mengambil tindak pembalasan apapun terhadap orang yang berlaku zalim terhadap kami. Ya, sebagian umat Islam garis keras memiliki pikiran dan perlakuan ekstrim semacam itu.’ Khalifah itu sangat mengetahui dengan baik bahwa tindakan orang-orang muslim itu betul-betul salah. Tindakan mereka itu betul-betul bertolak belakang dengan uswah hasanah Muhammad (saw).” Kemudian mereka menulis, “Khalifah mengatakan, ‘Ada kekhawatiran di Belanda ini akan bertumbuhnya sikap kurang saling menghormati antara yang satu dengan yang lainnya. Orang-orang yang berwatak demikian jika berhasil menjadi para penguasa dalam pemerintah maka problem akan semakin bertambah banyak dan rumit.’” Demikianlah berita dalam sebuah surat Khabar.

Sebuah Surat Kabar lainnya bernama Trouw. Menurunkan berita dengan tajuk ‘Khalifah datang di sini dan mengutuk para pelampau batas’ ditulis dengan huruf-huruf besar warna merah untuk menarik perhatian pembaca. Kemudian ditulis lagi dengan huruf-huruf besar mengutip perkataan saya: “Janganlah menuduh Hadhrat Rasul Karim (saw)”. Ditulis lagi: Berdasarkan akidah orang-orang Ahmadi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani adalah Masih Mau’ud dan keadaan para pengikutnya dipercayai serupa dengan keadaan para pengikut Isa as dan itulah salah satu dari persamaan Masih Mau’ud dengan Isa as yang dipercayai oleh mereka.

Dengan demikian maksud kedatangan Islam dan maksud dibangkitkannya Hadhrat Masih Mau’ud as juga telah dijelaskan secara terbuka dihadapan mereka. Inilah penjelasan berita-beritanya.

Sekarang tengoklah bagaimana Tuhan bekerja, salah satu segi mengenai Geert Wilders yang semakin keras memusuhi Islam sambil menyebarkan bukunya menentang ajaran Islam dan menghina Hadhrat Rasulullah saw diatas dunia. Disisi lain bukan hanya di negaranya sendiri bahkan di wilayah pemilihan MP-nya juga kesalahpahaman dan keraguan tentang Islam telah dijauhkan melalui Jemaat Ahmadiyah  dengan mengemukakan keindahan ajaran Islam dan keindahan ajaran cinta damai Hadhrat Rasulullah saw. Saya telah menerima berita bahwa tidak banyak masyarakat yang terpengaruh oleh bukunya itu, namun sebaliknya melalui Surat-surat Kabar dan Website milik MP keindahan ajaran Islam sejati telah sampai keberatus ribu manusia di negeri ini.

Telah saya katakan bahwa Jemaat Holland juga tidak mengira akan begitu banyak sekali liputan berita tentang Jalsah dan program Jemaat dimuat didalam Surat-surat Kabar. Begitulah pekerjaan Allah Ta’ala telah berjalan. Tetapi kita juga mempunyai kewajiban untuk mensyukurinya. Sekarang Jemaat Holland berkewajiban untuk meningkatkan rabtah seluas-luasnya, berikanlah keleluasaan informasi bagi mereka [media massa]. Kesalahpahaman apapun tentang Islam yang ditimbulkan harus segera ditangani dan berusaha untuk menjauhkannya dan kedustaan serta kedengkian Geert Wilders harus dikemukakan secara terbuka di hadapan matanya.

Sekarang pertahanan Islam dan penangkal serangan hebat musuh-musuh Islam dengan dalil-dalil hanya dan hanya Jemaat Ahmadiyah  yang mampu menghadapinya.

Kesan-kesan yang disampaikan oleh para tamu khusus didalam program itu yang hadir dari luar Jemaat dan dari luar Islam juga sangat baik sekali. Seorang telah berkata kepada Muballigh kita dari Norwegia yang duduk bersama di program itu, “Kami ingin mendengar lebih banyak lagi penjelasan-penjelasan tentang Islam seperti ini. Namun Khalifah anda cepat sekali menutup pidato beliau.” Seorang lagi berkata, “Ajaran-ajaran yang anda sampaikan memang sudah lama tersimpan didalam pikiran orang-orang Kristen zaman dulu.” Ia mengatakan bahwa setelah 2000 tahun kemudian timbul lagi pikiran demikian. Maksudnya, orang-orang Kristen juga sejak dulu berselisih paham satu dengan yang lain dan sering terjadi peperangan juga diantara mereka dan terjadi berbagai macam kerusuhan-kerusuhan. Sekarang setelah banyak golongan tersebar ke berbagai Negara mereka dapat menegakkan keamanan. Katanya, “Anda cepat sekali telah menegakkan keamanan.” Mungkin mereka melihat dari segi baiknya antara sesama kita, padahal kita sejak 1400 tahun yang silam melalui Hadhrat Rasulullah saw mulai menegakkan keamanan diatas dunia. Dari sejak tahun itulah asas-asas keamanan telah ditegakkan.

Walhasil gambaran Islam yang salah yang telah dikemukakan pengkritik di hadapan orang-orang itu sekarang kesan-kesannya telah disingkirkan melalui program kita ini. Semoga Allah Ta’ala menimbulkan natijah yang baik dan semoga Bangsa ini mendapat taufiq untuk mengabulkan Islam hakiki dan bernaung dibawah panji-panji Hadhrat Rasulullah saw. Amin! Akan tetapi untuk itu Jemaat disini juga memerlukan perjuangan yang sangat keras para anggota jemaat.

Setelah Jalsah Salanah Holland kemudian menuju ke Jalsah Jerman yang tentu kebanyakan dari anda sudah menyaksikannya melalui MTA. Di Jerman dimana terdapat kesibukan Jalsah di sana di tiap lawatan saya Jemaat selalu mempunyai kesibukan peresmian mesjid-mesjid juga atau peletakan batu pondasinya. Di waktu lawatan ini juga sebuah Mesjid telah diresmikan dan pondasi tiga buah Mesjid telah diletakkan. Pada umumnya setahun setelah pondasi diletakkan pembangunan Mesjid mulai diselesaikan. Untuk itu semoga Allah Ta’ala memberi taufiq terus-menerus kepada Jemaat Jerman. Sekarang diwaktu peresmian Mesjid dan peletakan batu pondasi telah timbul suatu hal baru yang sangat baik dikalangan Jemaat disana yakni diwaktu acara peresmian atau peletakan baru asas Mesjid orang-orang tempatan yang kebanyakan berpendidikan tinggi diantaranya Mayor dan Deputy Mayor (Wali kota dan Wakil Wali Kota) para politisi serta para civil Officers dan sebagainya diundang untuk menghadiri acara itu. Sebelumnya di Jerman tidak pernah dilakukan demikian. Walhasil sekarang sudah ada perhatian kearah itu. Hal itu sangat penting untuk memperkenalkan Jemaat, untuk memperkenalkan keindahan ajaran Islam yang hakiki dan untuk memperluas pekerjaan tabligh juga. Tugas utama kita adalah mempersembahkan ajaran Islam yang indah kepada dunia. Mengajak dunia kepada jalan kebenaran. Bersamaan dengan pembangunan Mesjid itu pekerjaan tabligh pun semakin diperluas. Saya selalu berkata kepada para anggota Jemaat bahwa dengan memperluas usaha rabtah dan tabligh, tanggung jawab mereka juga semakin besar. Untuk itu perlu sekali menanamkan teladan Islam hakiki pada diri pribadi mereka kemudian menampilkannya kepada orang lain.

Sekarang disebabkan semakin luasnya rabtah, hasilnya Jemaat bekembang terus setiap waktu. Saya mendapat kesempatan mengunjungi sebuah organisasi dimana khususnya para Military Officer (perwira militer) yang membuat program pelatihan bidang politik dan moral bagi mereka. Begitu juga di tengah-tengah masyarakat Jerman mereka melakukan kegiatan-kegiatan. Mereka mengumpulkan berita-berita dari dunia luar. Civil Officers juga mengambil bagian didalam program-program itu. Untuk mendapat wawasan tentang berbagai agama dan kebudayaan Internasional mereka mengundang para pakar asing dari luar untuk memberi ceramah. Pakar Hukum, tokoh-tokoh berbagai agama dan para pakar di berbagai bidang juga hadir didalam program itu. Saya juga mendapat kesempatan untuk hadir. Selain tokoh Islam Jerman saya juga diminta untuk memberikan ceramah dan saya berbicara tentang kesetiaan terhadap Negara berdasarkan Ajaran Islam. Setelah itu diadakan acara Tanya-Jawab. Selain para petinggi Militer, Mayor, Naib Mayor (Wali Kota, wakil Walikota), Padri Kristen dan para cendekiawan serta tokoh-tokoh terpelajar lainnya juga hadir. Dengan karunia Allah Ta’ala pidato saya itu sangat mengesankan semua hadirin. Mereka telah mendengar penjelasan tentang keindahan ajaran Islam hakiki.  Daud Majoka Sahib Sekretaris Umur Kharijiah Jemaat Jerman telah mengirim tanggapan-tanggapan mereka kepada saya. Menurut laporannya seseorang dari mereka berkata, “Saya merasa heran dan kagum sekali seseorang dapat menjelaskan solusi terhadap problema dunia yang sekarang sedang sulit dihadapi dengan cara yang sangat mudah dan indah sekali.” Itulah kelebihan dan keindahan ajaran Islam yang jika dijelaskan dengan sebaik-baiknya orang-orang menjadi paham. Seorang lagi berkata, “Pidato Khalifah telah menjelaskan berbagai macam masalah. Gambaran Islam yang telah beliau beberkan memberi kemungkinan kepada Muslim lainnya untuk berintegrasi.” (Masalah timbul dimunculkan dewasa ini secara umum di setiap tempat di Eropa [pribumi Eropa beranggapan], ‘Orang-orang Muslim tidak bisa berintegrasi dengan kita, di tengah-tengah masyarakat kita, mereka memisahkan diri.’) Setelah mendengar pendapat demikian ia mengatakan bahwa pendapat semacam itu di tengah-tengan masyarakat Bangsa Barat sungguh tidak benar. Selain dari itu banyak lagi yang menyatakan kagum atas penjelasan mengenai keindahan ajaran Islam sejati.

Jadi, ini adalah kewajiban para pengikut Masih Mau’ud as pencinta sejati Hadhrat Rasulullah saw untuk mempersembahkan keindahan ajaran Islam sejati kepada dunia dan menutup mulut orang-orang yang mengkritik dan melempar tuduhan-tuduhan busuk terhadap Islam. Banyak Officer dan mereka yang hadir meminta copy ceramah itu langsung kepada saya atau kepada para Ahmadi yang ikut serta dalam acara itu. Sekarang materi ceramah itu sedang diterjemahkan kedalam Bahasa Jerman kemudian akan dikirim kepada mereka.

Sekarang sudah menjadi kebiasaan tetap bagi Jalsah Jemaat Jerman untuk mengundang peserta Jalsah dari Ghair Ahmadi atau Ghair Muslim untuk menghadiri program pertemuan diluar acara Jalsah. Biasanya jumlah tamu yang hadir ada 500-600 orang lelaki maupun perempuan dari Ghair Jemaat. Dalam pertemuan itu saya mendapat kesempatan untuk menyampaikan ceramah. Pada tahun ini juga saya mendapat taufiq untuk pidato menyampaikan keindahan ajaran Islam hakiki dan menjelaskan maksud diutusnya Hadhrat Masih Mau’ud a.s, suasana zaman sekarang dan mengingatkan Dunia yang mulai melupakan Allah Ta’ala yang karenanya dunia menuju arah kehancuran dan bagaimana setiap orang harus beramal agar terhindar dari kehancuran itu. Saya mendapat taufik untuk mengatakan dan memberikan peringatan kepadanya. Kemudian bagaimna solusi untuk menghindari dari kehancuran itu?  Sayapun mendapatkan kesempatan untuk mengatakannya.   Acara itu disiarkan live melalui MTA tentu anda semua telah menyaksikan dan mendengarnya. Ceramah tersebut sangat mengesankan hati para hadirin yang jumlahnya telah saya katakan sekitar 500-600 orang.

Kemudian diadakan mulaqat dengan para tamu yang datang dari berbagai negara. Delegasi yang paling besar datang dari Bulgaria yang berjumlah 80 orang laki-laki dan perempuan. Diantara mereka hanya 13-14 orang yang Ahmadi sedangkan kebanyakan yang lainnya ialah [golongan] Muslim yang lain. Seorang diantaranya beragama Kristen. Semua orang sangat terkesan oleh pelaksanaan Jalsah, pidato-pidato dan disiplin para petugas Jalsah dan sebagainya. Setiap tahun banyak sekali jumlah peserta Jalsah dari Negara-negara Muslim dan dari Bulgaria juga datang. Pada umumnya kembali ke negeri mereka masing-masing sambil membawa kenangan dan kesan-kesan Jalsah yang sangat baik dan Jalsah menjadi sarana terbukanya wawasan  berpikir kebanyakan para peserta. Di waktu Mulaqat seorang pemuda Bulgaria bertanya, “Hudhur, tuan mengatakan kepada orang-orang agar takutlah kepada Allah dan berdasarkan hal itu kita bekerja. Hendaknya  kita bekerja demi keridhaan Tuhan. Untuk-Nya semata kita berkarya. Apa buktinya?” Saya (Hudhur) menjawab panjang lebar, singkatnya saya katakan, “Sampai di tempat yang jauh-jauh di pedalaman negara-negara Afrika kami melakukan pengkhidmatan terhadap manusia tanpa membedakan agama dan ras keturunan. Kami sedikitpun tidak mendapatkan apa-apa dari mereka. Ya, hanya satu yang kami harapkan agar pada suatu waktu mereka menjadi penyembah sejati Tuhan Yang Tunggal. Itulah yang sedang kami usahakan di sana yang karena-Nya kami bekerja.”

Bulgaria adalah negara di mana beberapa tahun yang lalu Jemaat Ahmadiyah dilarang melakukan kegiatan apapun. Di sana Jemaat juga tidak terdaftar di Pemerintah. Pemerintah berada dibawah pengaruh para Mullah (ulama). Mereka berkata, “Kami berbuat begini-begitu demi kebaikan dan untuk menghindarkan kerusuhan diantara sesama Muslim. Hanya satu khotbah harus diizinkan dan semua orang ada dalam satu golongan saja.” Padahal keadaan sebenarnya mereka tidak melakukan demikian. Padahal maksud utama mereka berkata demikian adalah untuk menarik bantuan dari negara-negara Arab karena mereka sendiri tidak mampu menghadapi Jemaat Ahmadiyah dan tidak ingin memberi kesempatan kepada Jemaat Ahmadiyah untuk melakukan kegiatan tabligh, mereka takut kehilangan pengaruh dan juga kehilangan pengikut. Namun demikian setiap tahun banyak orang yang baiat di sana.

Seperti  juga saya mengadakan mulaqat dengan para tamu Ahmadi dan Non Ahmadi yang datang dari negara-negara: Malta, Spanyol, Turki dan Bosnia. Dengan karunia Allah Ta’ala Jalsah telah memberi kesan sangat dalam terhadap mereka.

Pada tahun ini Baiat para Mubayi’in baru diselenggarakan didalam sebuah hall (ruangan) yang luas. Setiap tahun mubayyiin-mubayyiin baru berdatangan dan baiat di sana.  Akan tetapi pada umumnya ketika diadakan pertemuan terpisah dengan mereka baru diadakan baiat.  Akan tetapi pada waktu itu saya katakan, ambillah baiat di hall yang besar supaya semua yang hadir dapat ikut mengulanginya. Dengan karunia Allah Ta’ala pemandangan baiat itu sangat menggugah iman. Seseorang dari Iran sudah cukup lama mempunyai hubungan dengan Jemaat duduk di tengah hall itu namun tidak mempunyai minat untuk baiat. Akan tetapi ketika baiat sudah dimulai maka katanya, “Tiba-tiba ada suatu kekuatan yang membuat saya mengangkat dan mengulurkan tangan saya ke depan. Maka sambil maju ke depan saya mengulurkan tangan dan ikut baiat.” Kemudian ia berkata, “Pengakuan iman saya bukan untuk sementara. Sekarang saya betul-betul sudah menjadi Ahmadi dan insya Allah Ta’ala saya akan tetap mempertahankan janji baiat saya dan mengamalkan kewajiban-kewajiban sebagai Ahmadi.” Katanya, “Ada satu semangat baru di dalam diri saya.” Semoga Allah Ta’ala memberi kekuatan dan kemajuan iman kepada mereka semua dan semoga berkat-berkat yang telah mereka peroleh dari Jalsah menjadi berkat yang kekal.

Pendek kata, Jalsah Jemaat Jerman telah berjalan dengan sangat baik sekali. Saya sempat juga mendengarkan pidato-pidato sebagian waktu melalui MTA  dan saya dapat menilai mutu pidato-pidato itu sangat baik sekali. Jalsah telah menjadi penghimpun dan penyebar keberkatan juga. Panitya Penyelenggara sepanjang tahun sibuk untuk mempersiapkan Jalsah Salanah sepanjang tahun. Sekalipun Jalsah Salanah Jerman dilaksanakan dibawah satu atap namun sedikit-banyak wiqare amal harus dilakukan juga. Pada tahun ini para pencari suaka datang dari Pakistan telah bekerja dengan penuh semangat. Panitya mengatakan bahwa jika diperlukan 200 orang untuk bekerja sukarela maka datang 400 orang. Semoga setelah lulus Assylum Seakers juga semangat mereka tidak akan berkurang. Insya Allah! Sekarang mereka masih terpengaruh oleh perasaan-perasaan depresi disebabkan situasi di Pakistan yang sangat susah dan tidak menentu. Akan tetapi setelah lulus kasus suaka cara untuk menyatakan syukur yang hakiki kepada Allah Ta’ala adalah pertama, jangan lalai menunaikan ibadah kepada Allah Ta’ala. Kedua, jangan melupakan kewajiban Jemaat demi meraih barang-barang duniawi. Jalinlah hubungan setia dan kecintaan terhadap Khilafat. Pengalamannya setiap tahun juga baru.  Semoga Allah Ta’ala meningkatkan terus hubungan seperti itu.

Ada beberapa hal yang berkaitan dengan urusan Administrasi akan saya terangkan di sini karena setelahnya tidak ada kesempatan untuk menjelaskan hal ini. Faedahnya juga bisa menjadi bagian untuk jemaat lainnya di dunia.

Secara umum semua urusan administrasi berjalan baik. Namun dalam pelaksanaan program begitu besar mesti ada saja suatu kelemahan yang mengundang kritik ataupun complain. Saya sudah ingatkan hal ini dalam khotbah pertama saya di Jalsah Jerman. Terdapat banyak keluhan di beberapa Seksi. Diantaranya Seksi Dhiafat yang merupakan Seksi yang sangat penting. Di sana terdapat kekurangan makanan atau pengaturan distribusi makanan tidak tepat sehingga orang-orang terpaksa harus menunggu lama; sebagian dari mereka telah datang cukup lama; bukan menunggu dalam barisan antrian dikarenakan lama menunggu akhirnya mencari makanan dari bazaar. Hal itu terjadi khususnya di bagian kaum perempuan. Karena itu anak-anak mendapat banyak kesusahan. Kadangkala para petugas laki-laki dan para petugas perempuan tidak mendapat makanan. Kadangkala kaum wanita harus berusaha sendiri mengurus makanan mereka. Di saat pertama kali kasus ini terjadi Jalsah Officer berkewajiban untuk menyelidiki secepatnya apa penyebab dibalik kejadian ini. Setelah mengetahui penyebabnya, apa sebabnya? Mungkin saja perbaikan hal itu telah diusahakan namun tidak mendatangkan hasil yang terbaiknya. Sampai hari penutupan-pun keadan seperti itu terus berjalan. Para petugas pelaksana harus selalu waspada menangani hal itu seperti yang biasa dilakukan oleh para petugas Jalsah di Rabwah, setiap malam Officer Jalsah Salanah mengadakan rapat bersama para Kepala Departemen (Kepala Bagian) dan pada waktu itu  setiap Kepala Bagian dimintai laporannya, dimana telah terjadi kekurangan dan bagaimana cara menutupi kekurangan itu dilakukan pada hari berikutnya. Kemudian diadakan pemeriksaan langsung ke Langgar Khana, berapa banyak makanan sudah dimasak, berapa orang tetamu yang makan ada makanan lebih atau kurang? Jika kurang berapa banyak makanan sudah dimasak lagi, atau jika ada makanan lebih maka perhitungannya dilakukan pada hari berikutnya. Jika timbul suatu masalah jangan dibiarkan hal itu harus segera dilaporkan oleh Ketua pelayanan tamu-tamu kepada Officer Jalsah Salanah. Misalnya pada hari ini peserta Jalsah dan para karyawan Jalsah yang telah mendapat makanan jumlahnya sekian orang dan yang tidak mendapat makanan jumlahnya sekian orang. Apa-apa saja penyebabnya? Kemudian Kepala Bagian bersangkutan akan menyelesaikannya. Berkat adanya pengawasan seperti itu pada hari berikutnya penyajian makanan akan dapat dilakukan lebih baik lagi. Jika rapat itu diadakan setiap hari dan persiapan bagi program hari berikutnya dilakukan maka keadaan setiap hari akan cepat sekali bertambah baik.

Demikian juga ada lagi sebuah Departemen yaitu Inspeksi (Pengawasan) tambahan bagi Officer Jalsah Salanah. Beliau memiliki sebuah tim sendiri yang akan memeriksa keadaan keberbagai tempat dan mengadakan pemeriksaan on the spot apakah pekerjaan sedang dilaksanakan sebagaimana mestinya atau tidak. Jika terjadi emergency (darurat) pada waktu itu juga harus segera ditangani.

Selain itu telah terjadi di Jalsah Gah, terdapat kekurangan toilet dan kamar mandi. Padahal di dalam Kompleks itu banyak sekali kamar mandi telah dibuat. Mungkin disebabkan sesuatu hal tidak dapat dibuka sehingga terpaksa banyak laki-laki dan perempuan-perempuan tua menghadapi kesusahan. Padahal fasilitas khusus bagi orang-orang tua atau orang sakit dapat disediakan, atau memang harus disediakan dan tersedia di negeri itu. Para petugas laki-laki ataupun perempuan jangan terlampau ketat berpegang pada peraturan khususnya di tempat-tempat seperti itu. Tugas anda adalah menyediakan kemudahan-kemudahan bagi mereka. Jika seandainya tidak ada izin untuk membuka sejumlah toilet/kamar mandi itu maka Officer Jalsah harus mengusahakan izin itu sebelumnya. Hal itu harus dilakukan sekalipun harus membayar sewa. Menghemat dana memang langkah yang baik, akan tetapi hal itu jangan dilakukan jika akan mengurangi citra pelayanan terhadap para tetamu. Melayani tetamu bagaimanapun mempunyai hak istimewa. Jika Jalsah Officer selalu mengawasi hal itu semua maka kekurangan-kekurangan atau kesusahan yang telah dihadapi oleh banyak orang tidak akan terjadi atau bila terjadi suatu kesulitan mereka tidak datang.

Satu hal lain lagi telah terjadi yaitu, diterima complain (aduan, keluhan) dari para tamu asing yang datang dari Luar Negeri. Beberapa mubayi’in baru datang dari beberapa negara Eropa kurang mendapat perhatian, sehingga ada seorang diantaranya yang kembali dan setelah marah meninggalkan Jalsah. Pertama; dari negara mereka datang maka adalah pekerjaan (tugas) Amir atau muballigh atau penanggungjawabnya yang membawa mereka bersamanya supaya menolong dengan sepenuhnya dan kalau tidak ada yang menyertainya (datangnya tidak bersama-sama) maka Amir atau Muballigh itu harus mempunyai informasi yang lengkap tentang tamunya itu ada dimana dan bagaimana keadaannya.

Kemudian hal itu adalah tugas bagian Pelayanan tamu dan juga tugas Bagian Akomodasi yang harus menyediakan tempat secara sempurna bagi para tamu asing. Begitu juga bagi para mubayi’in baru atau para tamu yang dibawa serta ke Jalsah tidak disediakan transportasi untuk kembali setelah Jalsah sebagaimana mestinya. Sebagian tamu terpaksa harus menunggu sampai jam 10 malam. Padahal tanggung jawab Bagian Penerimaan tamu dan transportasi untuk menyediakan transportasi bagi mereka itu. Walhasil, jika seandainya beberapa orang mendapat kesusahan apapun disebabkan kelemahan-kelemahan para Petugas, harus betul-betul diperhatikan agar di tahun yang akan datang dapat diusahakan untuk mengatasinya. Kisah pelayanan tamu-tamu yang dilakukan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as sering diperdengarkan; “Pada suatu hari tamu datang dari Maripur dan turun di depan Guest House. Para petugas Guest House tidak menurunkan barang-barang bawaannya dari atas kereta kuda sebagaimana mestinya. Bahkan dikatakan kepadanya, ‘Turunkanlah sendiri barang-barang itu.’ Kemudian terjadi pembicaraan yang kurang menyenangkannya sehingga akhirnya ia kembali pulang sambil membawa barang-barang perbekalannya itu. Berita kejadian ini segera sampai kepada Hadhrat Masih Mau’ud as Maka setelah mengetahui kejadian itu Hadhrat Masih Mau’ud as sendiri bergegas sambil berlari dengan cepat mengejar tamu itu yang kebetulan sudah menaiki sebuah kereta kuda dan setelah pergi cukup jauh..” Ia berkata, “…sampai ke dekat Sungai. Beliau as mendekati kereta kuda dan memintanya berhenti dan dari sana Hadhrat Masih Mau’ud as kemudian membawa tamu itu kembali dan setelah sampai di sana [tempat semula] beliau as sendiri yang menurunkan barang-barang mereka dari kereta kuda. [5]

Demikianlah contoh teladan melayani tamu ada di hadapan kita. Setiap Departemen, setiap petugas penerimaan (pelayanan) tamu-tamu dan setiap orang Ahmadi harus selalu ingat terhadap contoh-teladan ini. Maka kita perlu meningkatkan mutu atau standar pengkhidmatan kita. Pada permulaan khotbah pertama  di Jerman juga sudah saya peringatkan kearah semua tugas kewajiban itu. Jika sedikit saja diperhatikan tentu kekurangan-kekurangan yang telah terjadi dibeberapa tempat yang menimbulkan kesusahan terhadap beberapa orang tamu tidak akan terjadi.

Jalsah Salanah diadakan di seluruh dunia dan di UK juga insya Allah Jalsah Salanah akan diadakan yang umumnya disebut juga Jalsah Pusat. Mereka (di UK) dan dimanapun Jalsah akan diadakan diseluruh dunia harus menganalisa sedalam-dalamnya perkara-perkara yang biasa terjadi seperti tersebut diatas. Jangan mengira apa yang telah terjadi di Negara itu tidak akan terjadi di negara kami. Di setiap tempat dimana terdapat kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan disalah satu Departemen harus segera dipenuhi supaya kesan baik Jalsah tetap berdiri teguh disetiap tempat.

Sekalipun didalam ruangan utama kaum perempuan keadaannya senyap, namun diterima laporan dari ruangan khusus anak-anak dengan alasan anak-anak berbuat bising maka di ruangan itu banyak perempuan-perempuan juga yang mulai bercakap-cakap satu sama lain yang hendaknya tidak demikian. Dimasa depan harus berhati-hati jangan sampai terulang lagi. Sebagaimana telah saya katakan bahwa Jalsah Salanah Jemaat Jerman pada umumnya sangat baik sekali. Program juga sangat baik sekali. Penceramah juga baik. Semangat orang-orangpun baik. Semoga Allah Ta’ala selalu menurunkan berkat-keberkatan-Nya. Kita semua harus mengucapkan syukur dan terima kasih terhadap semua para petugas dan karyawan Jalsah. Mereka demi mengkhidmati kita semua telah mengambil cuti dari tempat-tempat kerja mereka, mengurbankan waktu, tenaga dan mereka telah bekerja keras. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan ganjaran-Nya kepada mereka. Para karyawan laki-laki maupun perempuan harus besyukur kepada Allah Ta’ala Yang telah memberi kesempatan kepada mereka untuk mengkhidmati para tamu Hadhrat Masih Mau’ud as. Semoga Allah Ta’ala selamanya menanamkan rasa persaudaraan dan simpaty satu sama lain didalam hati setiap orang Ahmadi. [Aamiin]

Alihbahasa oleh Urdu Mln. Hasan Basri, Shd

Khotbah II

اَلْحَمْدُ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ وَنَعُوْذ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ‑ وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ‑ عِبَادَ اللهِ! رَحِمَكُمُ اللهُ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذكَّرُوْنَ ‑ أُذكُرُوا اللهَ يَذكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

AlhamduliLlâhi nahmaduHû wa nasta’înuHû wa nastaghfiruHû wa nu-minu biHî wa natawakkalu ‘alayHi wa na’ûdzubiLlâhi min syurûri anfusinâ wa min sayyi-âti a-’mâlinâ may-yahdihil-Lâhu fa lâ mudhilla lahû, wa may-Yudhlilhû fa lâ hâdiya lah – wa nasyhadu al-lâ ilâha illal-Lôhohu wa nasyhadu annâ muhammadan ‘abduhû wa rosûluHû – ‘ibâdal-Lôh! Rohimakumul-Lôh! Innal-Lôha ya-muru bil‘adli wal-ihsâni wa iytâ-i dzil-qurbâ wa yanhâ ‘anil-fahsyâ-i wal-munkari wal-baghyi ya’idzukum la’allakum tadzakkarûn – udzkurul-Lôha yadzkurkum wad’ûHu Yastajiblakum wa ladzikrul-Lôhi akbar.

“Segala puji bagi Allah Ta’ala. Kami memuji-Nya dan meminta pertolongan pada-Nya dan kami memohon ampun kepada-Nya dan kami beriman kepada-Nya dan kami bertawakal kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah Ta’ala dari kejahatan-kejahatan nafsu-nafsu kami dan dari amalan kami yang jahat. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah Ta’ala, tidak ada yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa yang dinyatakan sesat oleh-Nya, maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Ta’ala dan kami bersaksi bahwa Muhammadsaw. itu adalah hamba dan utusan-Nya. Wahai hamba-hamba Allah Ta’ala! Semoga Allah Ta’ala mengasihi kalian. Sesungguhnya Allah Ta’ala menyuruh supaya kalian berlaku adil dan ihsan (berbuat baik kepada manusia) dan îtâ-i dzil qurbâ (memenuhi hak kerabat dekat). Dia melarang kalian berbuat fahsyâ (kejahatan yang berhubungan dengan dirimu) dan munkar (kejahatan yang berhubungan dengan masyarakat) dan dari baghyi (pemberontakan terhadap pemerintah). Dia memberi nasehat supaya kalian mengingat-Nya. Ingatlah Allah Ta’ala, maka Dia akan mengingat kalian. Berdoalah kepada-Nya, maka Dia akan mengabulkan doa kalian dan mengingat Allah Ta’ala (dzikir) itu lebih besar (pahalanya).”

 

[1] Semoga Allah Ta’ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang Perkasa

[2] Malfuuzhaat, jilid dom (II) halaman 454 edisi 2003 terbitan Rabwah

[3] Barahin Ahmadiyah  bagian IV, Ruhani Khazain Jilid 1 hal 620 – 621 baqiyah hasyiah dar hasyiah number 3

[4] Malfuuzhaat, jilid dom (II) halaman 454 edisi 2003 terbitan Rabwah

[5] Dikutip dari Siratul Mahdi jilid dom (II) hishshah ceharam (bagian 4) shafhah (halaman) 56-57 riwayat number 1069