Khotbah Idul-Adha

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

23 Februari 2002

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Dagingnya sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah dan tidak pula darahnya,akan tetapi ketakwaanmu-lah yang akan sampai pada-Nya. Demikianlah Dia menundukkan mereka untuk kamu.supaya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia telah berikan kepadamu. Dan berikanlah habar suka kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.[ Al-Haj 38 ]

Hadhrat Anas r.a. meriwayatkan  behwa ketika Rasulullah saw datang di Madinah, pada waktu itu ada dua hari yang penduduk  Madinah biasa rayakan  dimana mereka biasa bermain dan menyaksikan berbagai tontonan . Mengenai itu   Rasulullah saw bersabda: Kini, ditengah –tengah kalian saya telah datang.Ada dua  hari  dimana kalian biasa bermain dan menyaksikan berbagai tontonan.Sebagai ganti keduanya Allah telah memberikan  dua hari kepada kalian yang lebih baik dari itu,yaitu:Satu Idulfitr dan Idulqurban.

Hadhrat Abdullah bin Kud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:Menurut Allah  Yang Maha Luhur, hari yang paling agung adalahيوم النحر /yaumunnahr,yakni hari kurban..Sesudah itu Yaumulqarh ,yakni hari sesudahnya [kedua kedua] .Perawi berkata,” Ada lima atau enam hewan kurban yang dibawa  kepada Rasulullah saw. Sesuai dengan itu dia/rawi  mulai mendekat-dekat  di dekat  Nabi yang mulia saw. ,yangmana setiap  mereka menghendaki supaya beliau saw menyembelih  hewan  kurbannya lebih dahulu dari yang lain. Ketika setelah  disembelih dan hewan-hewan tergeletak/  pinggangnya menyentuh t anah,  maka dengan suara yang rendah Rasulullah saw mengucapkan sesuatu  yang mana saya  tidak bisa mengerti sepenuhnya . Orang-orang yang mendengar menanyakan bahwa apa yang Huzur sabdakan ? Perawi berkata: Kurang lebih beliau mengatakan bahwa kini  siapapun yang ingin memotong  dagingnya, maka  potonglah. Yakni, hewan  kurban yang telah disembelih kalau tidak dingin[belum mati betul] sepenuhnya   handaknya jangan cepat-cepat dipotong dagingnya.

Hadhrat Jabir bin Abdullah r.a.bersabda:Pada suatu kesempatan Id ,beserta Rasulullah saw saya juga berada di tempat shalat Id. Ketika Huzur saw selesai dari khutbah, maka beliau turun dari mimbar.kepada beliau dibawakan  seekor biri-biri jantan. Huzur saw menyembelih itu dengan tangan beliau sendiri seraya  bersabda بِسْم اللَّه اللَّهُ اَكْبر  Ini adalah dari saya dan dari ummat/orang -orang yang tidak melaksanakan kurban. Di dalam ini orang –orang Islam sampai hari ini termasuk di dalamnya orang-orang  Islam miskin akan terus ikut sampai hari kiamat,yakni  orang-orang Islam yang miskin  akibat tidak melaksanakan pengurbanan hendaknya jangan kecewa karena  pengorbanan yang  telah dipersembahkan oleh Rasulullah saw,di dalam itu pun  juga terdapat nama mereka.

Hadhrat Jundub bin Sofian Al-Jalli menerangkan bahwa kesempatan  Idul-kurban  kami telah melakukan /menyembelih kurban bersama Rasulullah saw . Pada hari itu ada beberapa orang menyembelih hewan kurbannya sebelum shalat Id. Ketika Rasulullah saw sesudah shalat  kembali,dan beliau melihat  mereka menyembelih hewan kurbannya sebelum shalat,maka beliau bersabda:Orang yang menyembelih hewan kurban, dia kurbankanlah  hewan yang lain sebagai gantinya dan siapa  yang tidak melakukan penyembelihan hewan kurban  sampai shalat kita,maka dengan menyebut nama Tuhan kini sembelihlah hewan-hewan itu.

Hadhrat Bara’ bin Azib r.a.menerangkan bahwa pada hari kurban Rasulullah saw menyampaikan ceramah. Beliau bersabda:Hari ini kita yang paling pertama melakukan shalat,kemudian  kita menyembelih hewan kurban. Dan barangsiapa yang melakukan itu dia telah mengikuti sunnah kami. Dan barangsiapa yang melakukan pengurbanan sebelumnya maka dia hanya menyiapkan   daging untuk keluarganya.

Abu Burdah bin Dinar r.a menyebelih hewan kurban sebelum shalat. Dia berkata,”Ya Rasulullah saw,saya memiliki anak kambing yang umurnya belum cukup/belum cukup satu tahun,yang kalau dilihat nampak lebih besar dari  kambing berumur setahun.Beliau bersabda: Baiklah,sembelihlah itu,tetapi sesudah kamu, izin ini tidak untuk  yang lain.

Diriwayatkan dari Hadhrat Aisyah r.a.bahwa Rasulullah saw memerintahkan untuk membawa domba  bertanduk yang kaki,perut dan lingkaran/sekeliling  matanya hitam. Seperti itulah domba yang dibawa. Huzur saw bersabda: kepada Hadhrat Aisyah r.a. Ambilllah pisau. dan tajamkanlah itu dengan  batu. Hadhrat Aisyah  melakukan itu. Kemudian Huzur saw mengambil pisau itu dan menelentangkan  domba itu . Beliau  sambil menyembelih domba itu membaca:

ومن امة محمد بسم الله اللهم تقبل من محمد و ال  محمد -Bismillah allahumma taqabbal min Muhammadin wa aali muhammadin wamin ummati muhammadinYa Allah, terimalah kurban dari Muhammad dan dari  keluarga dan ummat Muhammad. Baru huzur saw menyembelih hewan kurban itu.

Hadhrat Ali r.a. menerangkan bahwa ketika Rasulullah saw menyembelih hewan  kurban beliau. Ada 30 hewan kurban yang  beliau dengan tangan beliau yang mulia.  Dan kemudian beliau memerintahkan kepada saya dan sisa hewan yang lain saya yang menyembelihnya. Kemudian beliau bersabda: Dagingnya, kulitnya dan kain lapisan  ,yakni kain empuk yang diletakkan diatas punggung unta, bagikanlah itu pada orang-orang dan dari itu tukang jagal jangan mengambil.

Hadhrat Abu Hurairah r.a. menerangkan bahwa saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Orang yang berhaji karena Allah dan di dalam itu dia tidak berbicara mengenai hawa nafsu dan tidak bertingkah laku buruk, maka dia akan kembali dari haji seperti hari ibunya melahirkannya.

Hadhrat Anas berkata bahwa saya melihat Hadhrat Ali menyembelih dua ekor hewan  domba . Maka kepada beliau ditanyakan ini apa ? Beliau bersabda; Rasulullah saw mewasiatkan kepada saya bahwa saya berkurban juga atas nama beliau. Oleh karena itu saya juga berkurban atas nama beliau.

Diriwayatkan dari Abu Bakar Siddik r.a. bahwa ketika ditanyakan kepada Rasulullah saw apa perkara yang paling afdhal? Beliau bersabda: Mengucapkan talbiah dengan suara yang lantang dan banyak mengalirkan darah hewan kurban sebanyak-banyaknya.

Hadhrat Ibni Abbas r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pada hari kurban sambil menyampaikan ceramah  kepada orang banyak beliau bersabda: Hai orang-orang hari ini hari apa ? Mereka berkata : Ini adalah hari hurmat/suci ? Beliau bersabda:Ini kota apa ? Mereka  berkata : Ini adalah kota yang  suci. Beliau berkata ? Bulan apa ini ? Mereka  berkata: Ini adalah bulan suci. Beliau bersabda: Sesungguhnya darah kamu, harta kamu,kehormatan kamu adalah haram seperti di bulan ini,  di kota kalian ini, dalam kesucian hari ini .Beliau beberapa kali mengulangi kata-kta ini. Kemudian beliau mengangkat kepala beliau sambil  bersabda:Hai Allah, apakah saya telah menyampaikan amanat Engkau. Hai Allah, apakah saya telah menyampaikan amanat Engkau ? Hadhrat Ibni Abbas r.a. berkata: Demi Allah yang di tangan-Nya jiwa kami berada bahwa ini merupakan wasiat untuk ummat beliau. Jadi mereka yang hadir hari ini  hendaknya menyampaikan hal ini kepada yang tidak hadir disini.Dan dengarlah, sesudah ku janganlah kalian kembali menjadi kafir, memenggal leher satu dengan yang lain.

Hadhrat Ibni Abbas r.a menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Lakukanlaj umrah bersama haji  karena keduanya ini sedemikian rupa menjauhkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana api yang panas menjauhkan karat-karat besi.- Banyak orang-orang menyatukan haji dan umrah,ini juga  sunnah. Akan tetapi sebagian orang hanya melakukan umrah, inipun tidak apa-apa,inipun  diterima  di  disi Allah.

Hadhrat Abu Hurairah r.a. menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabdas: Orang yang berhaji dan yang melakukan umrah adalah  duta Tuhan. Dan, jika dia berdoa kepada Tuhan, maka Allah  mengabulkan doanya,dan jika dia memohon ampunan kepada-Nya,maka Dia akan memaafkannya.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abdullah bin Umar r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Jika kamu berjumpa dengan orang yang tengah melakukan haji, maka ucapkanlah salam pada mereka dan berjabatan tanganlah dengan mereka sebelum dia masuk di dalam rumahnya mohonlah padanya  doa  ampunan untukmu,karena dosanya telah dimaafkan.

Hadhrat Khalifatul Masih I menerangkan: Pengurbanan hewan  yang dilakukan pada hari Idul-adhha, di dalam itu pun terdapat ajaran suci. Hendaknya di dalamnya   diperhatikan sebagaimana apa yang difirmankan tuhan di dalam Al-Quran :

                                                          لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Dagingnya tidak sampai kepada Tuhan dan tidak pula darahnya, tetapi takwa yang ada dalam hati kamu itulah yang sampai pada Tuhan..Apa pengorbanan itu ? Ini merupakan ajaran pendidikan dalam bahasa gambaran/parabel. Yang mana orang  alim dan yang jahil pun bisa membacanya.Allah tidak lapar akan daging dan darahnya: يُطعِمُ ولا يطعم yuth’imu walaa yuth’amu-[Dia memberi makan dan tidak diberi makan]. Dia merupakan raja suci dan Maha agung yang tidak memerlukan makan,tidak daging dan tidak pula darah. Bahkan Dia ingin menunjukkan kepadamu bahwa kamupun di hadapan Tuhan berkurbanlah seperti itu sebagaimana yang rendah dikurbankan untuk  yang tinggi.

Hadhrat Khalifatul Masih I selanjutnya bersabda: Hari inipun merupakan hari agung memperingati seorang yang bertakwa,yang namanya ialah Ibrahim. Dia mempunyai banyak hewan ternak, banyak sahaya dan memiliki seorang anak dimasa  tuanya .

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى Ashshaffat 102; Seorang tua  berumur hampir seratus tahun hanya memiliki seorang anak, semua kehormatan,kemasyhuran, harta,kebesaran,  kemuliaan dan harapa-harapannya ialah berkaitan dengan [anak]ini. Coba perhatikan pekerjaan seorang yang setia itu ! Dia berkata kepada anak muda yang kesana kemari dengan lincahnya   bahwa saya melihat dalam mimpi bahwa saya akan menyembelih kamu. Anakpun alangkah setianya. Dia berkata:. قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ– Wahai bapakku,lakukanlah pekerjaan yang diperintahkan dari sisi Allah. Saya dengan karunia Tuhan, akan saya jalani  dengan penuh kesabaran. Inilah hakekat takwa..inilah pengurbanan. Pengorbananpun alangkah tulusnya .Di dalam yang hanya sebuah pengorbanan  semua telah termasuk di dalamnya pengurbanan nama,harapan  dan kemasyhuran. Orang yang berkurban dengan  lapang dada demi untuk Tuhan, Allahpun tidak akan menyia-nyiakan ganjarannya .Sebagai gantinya Ibrahim  dianugerahi keturunan  sedemikian rupa banyaknya sehingga dalam era  adanya cacah jiwa,tetapi tetap saja  jumlah keturunan Ibrahim –terkecuali,tidak diketemukan berapa jumlah yang sebenarnya . Entah berkah-berkah apa yang  turun pada wujud  yang berserah diri itu .Anugerah-anugerah Ilahi yang mana, dalam bentuk apa yang telah turun padanya,itu  sama sekali tidak  bisa dihitung. Junjungan kita khatamulanbiya, junjungan sekalian alam Hadhrat Muhammad Rasulullah saw juga merupakan  keturunan Ibrahim.

Hadhrat Khalifatul Masih I dalam menerangkan masaalah pengorbanan bersabda: Untuk hewan kurban seyogianya jangan kurang dari dua tahun,yakni ini merupakan penelitian saya. Nah,  berkenaan dengan apa yang disebutkan tentang  domba  itu adalah satu tahun.Sesuai dengan   itu Rasulullah saw bersabda: Yang kamu dizinkan,namun  untuk yang akan datang,  untuk yang lain, tidak akan diizinkan. Jadi,  peraturannya  hewan ternak itu sekurang-kurangnya berumur dua tahun.Hewan yang  sama sekali tidak bertanduk, yang tidak punya alat kelami  dan hewan betina boleh dikurban.Yang mulia Rasulullah saw selalu mengurbankan yang belang, yang muka ,mulut dan matanya hitam. Hewan yang terlalu kurus sama sekali  tidak boleh. Jika binatang itu gemuk, walaupun menderita gatal-gatal  itupun boleh. Hewan yang pincang tidak serasi /layak. Lakukanlah semua pengorbanan dengan penuh keyakinan karena di dalamnya dengan bahasa likisann terdapat  pelajaran keitaatan,yakni saudara-saudara-pun hendaknya belajar untuk mengorbankan yang rendah demi untuk kepentingan sesuatu yang lebih luhur.

Hadhrat Khalifatul Masih I menerangkan: Pemandangan penyembelihan hewan kurban  sangat bermamfaat bagi  orang yang berakal.  Mutalaahlah amal kalian.Renungkanlah tentang  amal-amal,ucapan-ucapan, kegembiraan-kegembiraan dan  pejumpaan-perjumpaan diantara  sesama kalian serta akhlak-akhlak kalian , apakah telah meninggalkan yang rendah/kecil demi untuk yang lebih besar ?. Jika telah  meninggalkan  maka wujud kalian telah meraih keberkatan. Tinggalkanlah pengorbanan yang cacat, jangan hendaknya ada cacat dalam pengorbanan kalian;jangan yang tanduknya patah,jangan yang telingannya putus. Untuk pengorbanan  ada tiga jalan: Istigfar, doa dan pergaulan dengan orang-orang saleh. Dari pergaulan, manusia meraih  banyak berkah-berkah.. Untuk pengorbanan  ada tiga hari. Jadi, orang  berkurban secara ruhani mengetahui bahwa semua sama  untuknya.

Tiga hari memang khas untuk  hari pengurbanan. Namun, atas orang yang mengurbankan keruhanian  setiap hari, hari-hari  itu  datang pada mereka.dan sepanjang kehidupan hari  itu  tetap bersama mereka.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Seorang  asyik dan pecinta  hakiki mengurbankan  jiwa dan kalbunya,sementara  Baitullah demi untuk pengurbanan itu  merupakan tanda  zahir. Sebagaimana Baitullah ada di bumi begitu juga di langitpun ada juga yang serupa  itu. Selama manusia tidak bertawaf padanya tawafnya pun tidak akan ada [artinya]. Orang yang tawaf disekelilingnya  semua pakaian dia tinggalkan dan  mengenakan  sehelai pakaian di badannya,namun orang yang bertawaf disana sama sekali tampa berlapiskan apa-apa  mereka  hadir di hadapan singgasana Ilahi hanya untuk Allah semata. Tawaf merupakan suatu tanda orang –orang yang asyik pada Tuhan. Seorang yang asyik berkeliling disekeliling-Nya seolah-olah keinginannya sendiri tidak tersisa lagi dan disekeliling-Nya  tengah  terjadi pengurbanan.Kedua yang difirmankan”  menjadai telanjang “ maksudnya adalah “ tawaf ruh”. Ruh bukanlah merupakan badan yang ditutupi sehelai pakaian. Jadi, Rasulullah saw dan sahaya-sahaya/sahabah-sahabah beliau inilah pandangan mereka  bahwa demi untuk Tuhan ruhlah yang bertawaf. Dan berhubung ruh tidak memiliki tubuh ,oleh karena itu tidak perlu menutupinya dengan pakaian.

Di dalam Izalah Auham:Orang –orang suci pilihan Allah dari segi ruh dan ruhaniat mereka  diangkat kepada Tuhan. Bukanlah daging ,kulit dan tulang—tulangnya yang disampaikan kepada Tuhan . Tuhan sendiri berfirman di dalam sebuah ayat :

 لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Yakni, daging dan darah hewan kurban sama sekali tidak sampai kepada Tuhan.Bahkan, ruh amal saleh yang yang tidak lain adalah   takwa, amal saleh dan kesucian itulah yang sampai  dari kamu.

Berkenaan dengan mafhum pengorbanan  Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya menambahkan. Pengurbanan-pengurbanan ini bukan rupanya /tidak terselubung ,tetapi busana,bukan ruh  tetapi  jisim. Pada zaman kemudahan dan ketenangan Id dilalui dengan  gelak tawa dan puncak dari Id adalah gela tawa dan dinyatakan sebagai sarana kehidupankan. Perempuan-perempuan  pada hari itu semuanya mengenakan perhiasan-perhiasan dan pakaian-pakaian yang indah..Laki-laki  mengenakan pakaian yang bagus-bagus dan saling mengirimi   makanan-makanan yang lezat.Dan ini dianggap sebagai hari penuh sekacita  dan bahagia  yang mana manusia yang paling bakhil [terhadap dirinya] sekalipun hari ini makan daging . Khususnya, perut orang-orang  Kasymir menjadi penggilingan daging-daging hewan kurban itu. Sebab orang-orang lain tidak memakan itu seperti mereka. Ringkasnya,  segala corak  nama permainan dan senda gurau  dianggap Id. Namun, sangat disayangkan sama sekali tidak ada perhatian pada yang yang  hakiki.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda:Keistqamahan istimewa yang terdapat di dalam diri Hadhrat ialah  adanya perintah di dalam mimpi.” sembelihlah putramu” ,padahal mimpi bisa juga dita’birkan dan ditakwilkan,tetapi di dalam kalbunya iman pada Tuhan sedemikian rupa kuatnya sehingga begitu dapat perintah langsung siap untuk melaksanakannya. Dan dengan tangannya mulai menyembelih anak  yang masih masih muda belia. Dewasa ini jika anak seseorang  mati karena penyakit, maka bearkenaan dengan Tuhan ribuan  syakwasangka timbul di dalam dirinya dan lidahnya mulai terbuka  untuk mengeluh dan mengadu . Akan tetapi seorang   Ibrahimlah yang   menginjak-injak kecintaan terhadap anak.dan dia  mulai siap  menyembelih dengan tangannya sendiri. Orang serupa  itulah yang  Tuhan tidak pernah menyia-nyiakannya.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: Benih pengorbanan yang telah ditanam oleh Hadhrat Ibrahim dan dia telah tanam secara diam-diam, Rasulullah saw telah menampilkan  itu dalam corak sebidang sawah  yang subur. Hadhrat ibrahim tidak segan-segan menyembelih anaknya dalam melaksanakan perintah Tuhan. Di dalam itu secara terselubung merupakan  sebuah isyarah bahwa manusia dalam arti  sepenuhnya seyogianya menjadi milik Tuhan dan dihadapan perintah Tuhan jiwanya sendiri ,anak-anaknya ,kerabat dan sanak familinya,dan darah segenap  yang dicintainya nampak tidak ringan  baginya. Zaman Rasulullah saw yang setiap itu merupakan contoh suci petunjuk yang sempurna bagaimana pengorbanan itu  telah terjadi,  belantara sahara Arabia menjadi penuh dengan  aliran-aliran darah,bapak-bapak mebunuh  anak,anaknya  dan anak-anak membunuh bapak-bapaknya dan mereka menjadi bahagia bahwa  mereka dicincang-cincang hingga hancur   di dalam  Islam dan di jalan Tuhan. Inilah kebahagian mereka. Namun, kini renungkanlah, selain gelak ketawa, permaianan dan senda gurau apa bagian keruhanian mana yang tersisa ?  Idul- adha lebih besar dari Id sebelumnya.Orang-orang Iran (?) juga menyebutnya  Id  besar. Namun,  sambil berfikir bertahukanlah  bahwa berapa  banyak yang menaruh perhatian pada pensucian jiwa dan pensucian kalbu dan  mengambil bagian dari keruhanian serta berusaha mengambil bagian dari nur yang terdapat dalam pengorbanan itu.

Selanjutnya bersabda:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُم

Kesucian hari –hari ini adalah  pengorbanan yang sejati . Daging dan darah bukanlah pengorbanan  sejati.Di tempat mana orang-orang umum menyembelih  hewan-hewan kurban, orang-orang khas menyembelih  kalbu mereka. Namun, Tuhan tidak [menyembunyikan ?] pengorbanan ini,supaya  diketahui bahwa  pengorbanan itu berkaitan dengan manusia. Allah telah menerangkan keindahan surga dengan corak yang  orang-orang Arab sangat sukai. Itulah yang telah Dia terangkan supaya dengan cara itu hati mereka  cenderung ke arah itu. Pada dasarnya benda-benda itu lain bukanlah benda-benda itu, namun harus itu keterangan itu harus ditampilkan  supaya hati mereka menjadi tertarik.

Allah di dalam syareat sangat banyak  menegakkan contoh-contoh  untuk perintah-perintah yang penting . Sesuai dengan itu terdapat perintah pada manusia    bahwa dia  bersama  semua kekuatan dan segenap wujudnya seyogianya berkurban di jalan Tuhan. Jadi, pengorbanan  zahir untuk kiondisi seperti ini dinyatakan sebagai contoh,tetapi maksud sebenarnya ialah pengorbanan sebagaimana Allah berfirman

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Yakni  daging pengorbanan kamu tidak sampai kepada Tuhan dan tidak darahnya yang samapi ,namun ketakwaan kamu itulah yang sampai kepada-Nya, yakni takutlah pada-Nya sedemikian rupa seolah-olah kamu mati di jalan-Nya. Dan sebagaimana  dengan tanganmu kamu menyembelih binatang ternak itu begitu juga  kamupun menjadi seperti itulah disembelih di jalan Tuhan.Apa bila ada takwa yang kurang dari martabat ini,maka itu pun  kurang.

Kini, disiini takwa yang difinisikan oleh Hadhrat Masih Mauud a.s. setelah/dengan mendengar itu setiap ahmadi akan menjadi takut bahwa kami kosong dari takwa ini. Namun, tulisan-tulisan Hadhrat Masih Mauud a.s. sangat tinggi sekali standarnya. Lebih dari itu tidak ada tingkatan yang bisa dibayangkan. Jadi,kini tidak perlu khawatir.Doalah  yang  penting.. Berdoalah dengan penuh kerendahan hati supaya Tuhanpun menjadikan  pengorbanan sedemikian rupa sehingga kita dinyatakan diterima dihadapan   singgasana-Nya.

Hari ini yang merupakan Hari Raya/Id besar, kepada semua dunia Islam dan secara khusus semua anak-anak ahmadi, besar kecil,tua muda dan kepada perempuan-perempuan ahmadi kami  menyampaikan “Id Mubarak dari lubuk hati yang dalam”. Dan hendaknya diingat bahwa Id Mubarak dari lubuk hati yang dalam yang saya sampaikan,kini jangan hendaknya datang telpon ucapan Khair Mubarak dan jangan pula hendaknya surat-surat pada berdatangan.Dari pihak saya Id Mubarak dan dari kita semua yang tengah mendengar kepada semua kalian Id Mubarak dan sampainya Id Mubarak inipun  sudah lebih dari  cukup. Kalau tidak, pada waktu kembali surat-surat/ pos penuh dengan surat-surat ucapan Khaer Mubarak. Dan di dalam itu  banyak waktu saya yang terbuang . Oleh karena itu, merupakan yang  terbaik terimalah ucapan Id Mubarak dari saya  dan inilah kegembiraan  saya. Kepada yang besar,yang kecil dan semua kaum ibu kami menyampaikan Id Mubarak dari hati yang dalam semoga Dia menjadikan Id ini dan Id-Id  yang akan mendatangkan  kebahagian yang tidak terhitung dan dengan karunia Tuhan setiap rumah orang ahmadi dapat merihnya  dan sampai hari kiamat rangkaian anugerah Ilahi ini terus berjalan seperti ini.

Kini setelah khutbah yang kedua, setelah duduk doa yang saya akan pimpin di dalam itu  secara khusus yang saya ingatkan adalah  untuk  saudara-saudara kita yang terpenjara yang  sampai  kini sebagian masih di dalam  penjara dan tengah berada dalam kesulitan-kesulitan. Untuk para keluaga  syuhada Jemaat Ahmadiyah, dan berkah  pengorbanan wujud-wujud  yang mujur itu kini  kita tengah menyaksikan di  dalam kehidupan kita. Semoga Allah senantiasa redha kepada mereka dan semoga kita semua termasuk dalam kelompok hamba-hamba-Nya yang meraih gelarراضية مرضية   /raadhiayatan madhiyyah.-Dia redha kepada Tuhan dan Tuhan redha padanya.

Setelah khutbah kedua Huzur bersabda:Kini semua saudara-saudara ikutlah bersama saya dalam doa untuk mereka yang saya telah  sebutkan, untuk mereka semua ingatlah  dalam doa –doa saudara, khususnya, untuk orang-orang  yang tengah dalam penjara di jalan Allah.

Qamaruddin Syahid.

(Visited 56 times, 1 visits today)