Khutbah Jumaah tgl 17-8-2001 Khu-F

            Kini bahasan-bahasan  sifat maalikiyyat Tuhan masih berjalan. Dan dari berbagai surah dan  ayat  dipilih, dimana ada ditemukan suatu corak bahasan/bincangan sifat maalikiyyat.

            Di dalam topik ini, banyak referensi-referensi  yang telah saya kumpulkan,namun dengan meninggalkan itu saya sedikit agak memendekkan khutbah ini. Karena kutipan-kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s.  harus ditelaah dengan seksama  dan kadang-kadang harus ditelaah  berkali-kali baru dapat mengerti hikmahnya yang dalam.Oleh karena itu menurut saya jika  itu saya terangkan  di hadapan semua, maka atau itu harus dibuka  se-lebar-lebarnya dan  hasilnya khutbah akan menjadi sangat  panjang atau orang-orang tidak akan mengerti maka apa perlunya untuk mengatakan. Oleh karena itu semua kutipan-kutipan yang sulit telah saya pisahkan dan kini khutbah  ini sedikit agak pendek.

            Ayat pertama:”wa lillaahi mulku-ssamaawaatiwal ardh wallaahu ‘alaa kulli syain qadiyr-Untuk Allah-lah kerajaan seluruh langit dan bumi dan Allah memliki kekuasaan  abadi pada apa yang Dia kehendaki”  (Ali-imran ayat 190). Dalam kaitan ini ada hadis  Musnad Ahmad bin Hanbal dimana di dalam itu Hadhrat Abu Baridah dari Hadhrat Umar r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. apabila hendak tidur maka beliau membaca doa ini:”Semua pujian  untuk Allah yang cukup bagi saya dan Yang telah melindungi saya dan telah memberikan makan pada saya dan memberikan minum pada saya dan  telah sangat banyak berbuat  kebaikan kepada saya dan Yang sangat banyak telah memberikan  kepada saya. Dalam setiap kondisi apapun hanya Allah-lah yang layak dipuji. Dan hai Tuhanku,hai Tuhan segala sesuatu, pemilik segala sesuatu, sembahan segala sesuatu dan segala sesuatu Engkaulah pemiliknya saya berlindung pada Engkau dari api neraka”.

            Nah,dari doa-doa Rasulullah saw. inipun merupakan doa yang sangat memilukan dimana beliau menyatakan dasar dari keselamatan beliau hanya doa semata.  Bersabda beliau,”Saya berlindung kepada Engkau dari azab api neraka”. Jadi, jika Hadhrat Rasulullah saw. demi untuk keselamatan,  beliau sedemikian rupa harus merintih di hadapan Tuhan, maka kita sebagai hamba yang lemah hendaknya bagaimana  sikap  kita. Pasti doa ini tidak akan semua yang hafal, namun rintihan dan keluh kesah Rasulullah saw. harus hendaknya teringat di benak kalian. Maka kata/maksud kalian terangkanlah  dalam bahasa/kata-kata sendiri sebagaimana yang diinginkan.dan untuk Rasulullah saw. dimana selalu terus berdoa disana untuk diri  sendiripun berdoalah semoga Tuhan menyelamatkan kita dari azab api neraka.

Dalam kaitan ini ada satu ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. pada  tgl 22 oktober 1903 :”inni malaktusyarqa wal garab –Saya adalah pemilik barat dan timur”. Di dalam ilham ini ada satu nubuatan bahwa Hadhrat Masih Mauud a.s. di Timur dan di Barat akan dianugerahi keunggulan dan nubuatan ini di hari-hari ini tengah sempurna dengan agungnya.Bahwa di dunia Timur pun tanda-tanda kemenangan Hadhrat Masih Mauud a.s. telah nampak menonjol dan di dunia Baratpun tanda-tanda itu terus zahir. Meskipun tidak sedemikian banyak yang zahir sebagaimana di dunia belahan Timur,tapi satu masa pasti akan datang bahwa-insyallah – di seluruh dunia baik di Barat maupun di Timur  akan terjadi  kerajaan Hadhrat Masih Mauud a.s. dan di dalam kata-kata yang lain yang akan ada adalah  kerajaan Rasulullah saw. yang dengan perantaraan sahaya beliau Gulam Ahmad beliau saw.akan memerintah dunia.

            Kini adalah surah Al-maidah ayat 18 ;laqad kafaralladziyna qaaluw innallaaha huwal masiyhubnu maryama qul faman yamliku minallaahi syaian in araada an yuhlika lmasiyhabna maryam wa ummahu man fil ardhi jamiy an walillaahi mulkussamaawaatiwal ardh wama bainahuma yakhluqu maa yasyaau wallahu ‘alaa kulli syain qadiyr-Terjemah sederhananya adalah:”Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata,”Allah itu ialah Al-Masih Putra Maryam”.Katakanlah olehmu,”Siapakah yang berani menentang keputusan Allah jika Dia memutuskan untuk memusnahkan Hadhrat Masih Ibnu Maryam dan ibunya dan semua apapun yang ada di bumi ? Dan Allah-lah pemilik kerajaan langit dan bumi dan juga apa yang ada diantara keduanya,yakni apa saja yang ada diantara langit dan bumi yang berkenaan dengan itu pada zaman  Rasulullah saw. siapapu tidak mengetahui sesuatu tentang itu. Kini para ilmuan telah menemukan meteor gelap yang terbentang diantara langit dan bumi dan kurang lebih sedemikianlah besar seberapa meteor  yang terlihat /nampak. Jadi di tempat yang ditampakkan pada kalian disitupun  ada kerajaan Allah dan di meteor yang tidak ditampakkan kepada kalian disitu pun ada kerajaan  Allah dan Allah memiliki kekuasaan  abadi pada apa yang Dia kehendaki/Maha kuasa atas apa yang Dia kehendki”.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam Ijazul-masih bersabda,”Adapun berkah/karunia (Allah)Pemilik ganjaran dan hukuman itu menyampaikan orang yang berjalan mencari kebenaran pada  nikmat hakiki,puncak keberhasilan ,akhir  tujuan dan batas akhir semua maksud”.Nah, dari kalimat-kalimat Hadhrat Masih Mauud a.s.saya telah memilih cara  sederhana dan adapun yang lain yang saya tinggalkan, itu lebih sulit dari ini. Karena, saya pun setelah berfikir panjang baru mengerti,yang karenanya  saya memisahkannya. Kini,disinipun perlu diperhatikan “Adapun berkah/karunia Pemilik ganjaran dan hukuman menyampaikan seorang yang berjalan mencari kebenaran pada nikmat-nikmat hakiki ,puncak keberhasilan ,akhir  tujuan  dan batas akhir semua maksud”. Jadi,orang yang memohon pada  Maalik-pemilik dia memohon setiap sesuatu  yang dia pemiliknya. Hadhrat Masih Mauud a.s. juga satu kali mendapatkan ilham bahwa apabila engkau menjadi milik Saya maka semuanya adalah milik engkau.Jadi, ini adalah buah terakhir yang manusia raih dengan perantaraan  maalikiayyat. Semua tujuan-tujuannya akan termasuk dalam buah maalikiyyat ini.

Jadi, jelaslah bahwa dari karunia-karunia  singgasana Ilahi, ini merupakan karunia-karunia  yang paling tinggi dan merupakan tujuan penciptaan manusia dan di sinilah  semua nikmat-nikmat menjadi berakhir dan  disini lingkaran/putaran makrifat dan rangkaian/ serinya menjadi sempurna.Yakni,  topik innaalillahi wainnaa ilahi raajiuwn yang Hadhrat Masih Mauud a.s. sabdakan bahwa semua putaran  yang permulaannya  dari Allah bersama keberadaan maalikiyaumiddiyn-Nya  pada akhirnya putaran itu sampai pada puncaknya.

            Kini adalah surah Al-maidah ayat 19:”wa qaalatil yahuwdu wannashaara nahnu abnaaullahi wa ahibbauhuw qul falima yu’adzidzbukum bi dzunuwbikum bal antum basyarun min man khalaq yagfiru liman yasyaau wa yuadzdzibu man yasyaau walillahi mulkussamaawaatiwal ardh wamaa bainahumaa wa ilahil mashiyr Disini coba perhatikan,  langit dan bumi dan apa yang diantara, itu yang disebutkan. Padahal pada zaman Rasulullah saw. konsep langit dan bumi adalah apa yang nampak, itulah dan apa yang tidak terlihat, tidak pernah terhitung di benak manusia. Ringkasnya terjemah sederhana ayat ini adalah:Yahudi dan Nasrani berkata bahwa kami adalah anak-anak Allah – Nah, hal ini bukan hanya ucapan  Nasrani saja,tapi orang-orang Yahudi juga selalu katakan dan ini pun merupakan penyingkapan Al-Quran.Tertera:”Orang-orang Yahudi juga berkata,”Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya. Katakanlah,”Kenapa  Dia mengazab kamu  karena dosa-dosamu ? Tidak,bahkan kamu adalah hanya manusia dari  yang Dia ciptakan. Dia memaafkan siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki dan Allah-lah pemilik kerajaan langit dan bumi  dan  apa yang ada diantara keduanya dan pada akhirnya disisi-Nya-lah tempat  kembali.

            Kini surah al-maidah ayat 121:”lillaahi mulkus samaawaati wal ardhi wamaa fiyhinna wa huwa ‘alaa kulli syain qadiyr-Bahwa Allah-lah pemilik kerajaan langit dan bumi dan benda yang ada di dalamnya  dan Dia Maha kuasa pada apa yang Dia kehendaki”.Maksud dari “Kepada siapa yang Dia kehendaki” bukanlah bahwa “Dia memaksakan”, bahkan yang Dia kehendaki  adalah  yang layak dan dalam kaitan ini Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam Barahin Ahmadiyyah telah menerangkan dengan terinci.Jadi maksud  syaa-a adalah kepada siapa yang Dia sukai   sesuai dengan kondisi dan tidak memaksakan keputusan-Nya.

            Hadhrat Khalifatul Masih 1 dalam kaitan ini bersabda,”Kamu betapapun tampil ke depan,namun tidak akan bisa mendahului Tuhan,langit dan bumi adalah milik-Nya,bahkan apa yang ada di dalamnya juga dan tidak bisa juga mengatakan bahwa memang Dia-lah yang punya namun yang berkuasa ada yang lain,bahkan wa huwa ‘alaa kulli syain qadiyr-Dia-lah kuasa atas segala sesuatu. Maksudnya kita tidak bisa mengatakan,”Ya, memang milik Allah, namun kami diberikan kekuasaan”.Hadhrat Khalifatul Masih 1 bersabda,”Tuhan pulalah Yang berkuasa/berwenang ,yakni khayal belaka bahwa kamu yang berwengang ,ini karena kepemilikan sementara lahir khayal atau apini semacam itu.

            Kini adalah satu ayat surah An-Nur:”alam tara annallaha yusabbihu lahu man fissamaawaatiwal ardhi waththairu shaffaat kullun qad ‘alima shalaatahu wa tasbiyhahu wallahu ‘aliymun bima yaf’aluwn wallillahi mulkussamaawaatiwal- ardhi wa ilallahil mashiyr-Apakah kamu tidak melihat bahwa Allah-lah yang bertasbih pada-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan burung-burung yang melebarkan sayapnya juga  setiap burung itu mengetahui cara mereka beribadah dan bertasbih dan Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.dan milik Allah lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah akan kembali”. Dan di dalam surah ini, berkenaan dengan burung-burung yang difirmankan bahwa mereka dengan mengembangkan sayapnya kalian melihatnya terbang di langit, kepada mereka juga Dia telah mengajarkan cara untuk memuji dan menyanjung-Nya dan itu dengan coraknya masing-masing mereka memuji Tuhan.

            Nah, topik ini membertahukan bahwa mereka itu melakukan ini adalah dengan keinginan, naluri dan kesadaran sendiri atau tampa keinginan dengan sendirinya mereka melakukan ini. Maka dua hal ini mungkin. Dan adapun “dengan keinginan”menurut saya merupakan hal yang  mutlak. Dan ketika di langit/udara bebas mereka terbang kesana kemari dan  menikmati udara dan angin segar maka pada waktu itu di dalam hatinya Allah swt. memasukkan nyanyian pujian-Nya  dan kicauannya juga pada dasarnya adalah kicauan pujian itu. Dan orang-orang yang menganggap bahwa burung-burung yang berkicauan itu adalah terjadi dengan sendirinya,.ini  tidak bisa terjadi begitu saja,karena bersama kicauan burung-burung, ada kaitan dengan kemampuan untuk  mendengar,hubungan dengan bakat untuk mendengar. Burung-burung ketika berkicau, maka di dalam lehernya ada semacam alat sejenis tongkat yang dari itu suara keluar. Jadi untuk mendengar suara itu jika bersama itu Dia tidak menciptakan telinga yang merupakan benda yang sangat halus maka tidak akan mungkin  burung dapat mendengar suaranya sendiri atau ada maksud untuk mendengar suaranya. Mereka berkicau hanya dalam pujian terhadap Tuhan dan bersama kicauannya itu pula  Allah telah menganugerahkan  telinga yang  mendengar padanya.Kini, ini merupakan topik yang sangat aneh itu tidak akan ada ilmuan yang bisa memecahkannya secara evolusi.Di dalam leher ada tongkat yang merupakansemacam alat  dan segera bersama itu terlahir satu sistim mendengar yang sangat halus  dan apapun suara yang dikeluarkan burung-burung itu sendiripun  mendengarnya.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. berkenaan dengan maalikiyyat selanjutnya bersabda,”Maalik  adalah satu kata yang menjadi terampas/hilang semua hak-hak yang menentang/berhadapan dengannya”.Ketika berdiri di hadapan sang pemilik maka maksudnya adalah semua milik saya sudah tidak ada lagi yang tersisa  dan secara sempurna mengena hanya kepada Tuhan ,karena  pemilik  sempurna hanya Dia.Orang yang menganggap siapapun pemilik dirinya dlsb, dia menginkrarkan bahwa pada harta dan diri saya(nya) tidak ada hak saya(nya)  dan  saya tidak memiliki apa-apa,semuanya majikan/pemilik”. Nah, sebagian orang  mengatakan bahwa jiwa kami  adalah milik tuan, jisim kami adalah milik tuan, semuanya adalah milik tuan.Dia secara amal mengikrarkan bahwa dia pemilik segala-galanya  yang berkuasa atasnya.Namun, hal ini tidak-lah  benar.Oleh karena itu ini hanya  pujian berlebih-lebihan para penyair yang lebih dari itu tidak ada hakekatnya apa-apa. Pada hakekatnya yang pemilik adalah Allah dan tidak ada seorang kekasih(yang dicintai)  yang bisa menjadi pemilik terhadap sipapun   orang yang mencintai (nya).

            Kini adalah dua ayat surah syura dari 50-51:lillaahi mulkussamaawatiwal ardh yakhluqu maa yasyaa u yahabu liman yasyaa u inaatsan wa yahabu liman yasyaa udzukuwr au yuzawwaijuhum dzukraanan wa inaatsan wa yaj’alu man yasyaau ‘aqiyma innahu ‘aliymyn qadiyr –Allah-lah pemilik kerajaan  langit dan  bumi,ke dua-duanya .Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki yahabu liman yasyaa inaatsan –Kepada siapa yang Dia kehendaki hanya menganugerahkan anak-anak perempuan-perempuan  wa yahabu liman yasyaa udzdzukuwr- Dan kepada siapa yang Dia kehendaki hanya anak-anak laki-laki yang dia anugerahkan au yuzawwijuhum dzukraanan wa inaatsan-Atau Dia mencampurkan laki-laki dan perempuan,yakni anak-anak lakilaki juga dan anak-anak perempuan-perempuan juga wa yaj’alu man yasyaau ‘aqiymaa –Dan kepada siapa yang Dia kehendaki Dia jadikan mandul innahu ‘aliymun qadiyr-dan Dia Maha mengetahui dan Maha kuasa .

Dan dalam kaitan ini saya ingin membertahukan bahwa banyak sekali perempuan-perempuan mengirimkan surat-surat  bahwa kami   tidak mendapatkan anak.Maka untuk sebagian hasil doa ditampakan  dan setelah doa khusyuk yang  panjang, anak lahir juga,namun untuk mereka yang tidak akan ada kerahkanlah semua kekuatan seberapa keinginan untuk mengupayakan bayi tabung itu tidak akan ada. Maksudnya adalah bahwa manusia tidak kuasa.Oleh karena itu dalam kondisi serupa itu perempuan-perempuan itu hendaknya berserh diri pada  Tuhan Yang Maha Mengetahui  bahwa dalam kondisinya keberadaan anaknya tidak layak dan untuknya bisa menjadi penyebab  keburukan/bahaya. Jadi, berterima kasihlah pada Tuhan dalam setiap kondisi dan berdoalah dan usaha dan berupayalah dan tunggu pula takdir T uhan,.namun pada akhirnya harus berpasrah pada  takdir/kehendak Ilahi.Usaha selain taqdir tidak bisa mengerjakan apa-apa.

            Kini adalah ayat surah Al-Jatsiah:”wa lillahi mulkussamaawaatiwal ardh wa yauma takuwmussa ‘atu yaum aidzin yakhsyarul mubtiluwn-Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan ketika pada hari kiamat orang-orang yang berdusta akan menuai kerugian”. Nah, orang-orang  yang berdusta, di dunia juga  menderita  kerugian. Namun, pada  hari akan kiamat orang-orang yang berdusta akan menanggung kerugian,maksud dari  hanya bahwa kebanyakan orang-orang yang berdusta di dunia ini terus mereka melakukan kebohongan dan mereka tidak mengetahui bahwa mereka sedang menderita kerugian.Tapi pada hari kiamat mereka akan mengetahui dengan jelas bahwa kebohongan kami tidak pernah memberikan keuntungan kepada kami dan azab kami hanya karena kebohongan kami. Jadi, pada hari kiamat berkenaan dengan orang-orang mubtiluwn-(pendusta-pendusta) ada kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s. saya bacakan di hadapan kalian.:”Maksudnya bukanlah bahwa hukuman dan ganjaran itu hanya pada hari kiamat  bahkan dalam Al-quran berkali-kali dan dengan jelas diterangkan  bahwa kiamat adalah waktu majazaat/hari hukuman dan ganjaran yang terbesar. Disini maksud majaazaat adalah “memberi hukuman”.Allah yang memberikan ganjaran amal pada hari kiamat, itu merupakan ganjaran yang besar.Namun, ada satu corak majaazaat(hukuman) mulai dari dunia ini juga yang ke arah itu yaj’alu lakumul furqaanan isyarahkan,yakni ada satu majaazaat juga ada di dunia ini juga,yang berkenaan dengan itu ayat ini juga isyarahkan yaj’al lakum furqaanaa.Coba perhatikanlah, betapa halus topik ini yang maksudnya adalah bahwa Rasulullah saw. yang dianugerahi ganjaran  di dunia ini, itu terbukti sebagai furqaan(yang membedakan yang hak dan yang batil).Beliau dianugerahkan furqan yang jelas terhadap orang lain. Jadi, pandangan  bahwa menghukum itu hanya semacam pendakwaan belaka  adalah  merupakan hal  yang sama sekali salah. Kepada yang  Allah anugerahkan ganjaran di dunia ini  di dalam diri mereka Dia meletakkan satu furqaan,di dalam diri mereka di letakkan kebaikan yang luar biasa dan nur, yang   sebagai akibatnya mereka menguasai hati orang-orang,memerintah atas ruhani orang-orang. Jadi furqaan mempunyai ikatan yang dalam dengan majaaz dunia ini dan Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam kaitan inilah hal ini beliau terangkan.

            Kini surah Fatah ayat 15 saya akan terangkan di hadapan kalian:walillaahi mulkussamaawaatiwal ardh yagfiru liman yasyaa u wa yu’adzdzibu man yasyaau wakaanallahu gafuwrarrahiyma-Allah-lah Pemilik kerajaan langit dan bumi Dia memaafkan siapa yang Dia kehendaki dan mengaazab yang Dia kehendaki dan Allah Maha Pengasih Maha Penyayang”.

Nah,disini topik “kepada siapa yang dikehendaki” lah yang tengah berjalan,bukanlah maksudnya bahwa Allah memaksa orang-orang  karena sifat malikiyyat(kerajaan)-Nya,bahkan dengan memperhatikan kondisi-kondisi mereka ,yang kondisinya menuntut supaya mereka diazab, mereka Diazab,yang kondisinya menuntut untuk dimaafkan; mereka Dimaafkan .Dan Dia-lah Maha Penyayang,yakni kesempatan seperti itu banyak selalu terjadi dalam kehidupan manusia yang dari itu dapat diketahui bahwa manusia melakukan satu dosa kemudian melakukan dosa ,kemudian melakukan dosa dan Tuhan berkali-kali terus memaafkan dan memaafkan. Jadi, disini dengan menyebut (Maha Pengampun)”berkali-kali  memaafkan” telah menyelamatkan manusia dari keputusasaan .

Dalam kaitan ini ada satu hadis dalam kitab Muslim Kitabushalat yang diriwayatkan dari Hadhrat Ali bin Abi Thalib r.a.bahwa Rasulullah saw. apabila berdiri untuk melakukan shalat maka beliau membaca doa ini:Saya sambil sepenuhnya mengakui keesaan Tuhan menghadapkan wajahku kepada Zat itu”. Ini adalah doa wajjahtu wajhiya lilladziy fatharassamaawaatiwal ardh haniyfan wama ana minal musyrikiyn-Saya sesungguhnya (sebagai orang yang sepenuhnya mengakui keesaan Tuhan) menghadapkan wajahku pada wujud  yang telah menciptakan langit dan bumi dan saya bukanlah dari orang-orang yang musyrik. Shalatku pengorbananku, kehidupanku dan matiku adalah untuk Allah,Tuhan sekalian alam “

Dan kita setiap hari ketika  berniat meniatkan niat yang singkat, namun Rasulullah saw. ketika berniat semua topik ini beliau ulangi dalam fikiran beliau. Dan karena kita mempunyai kemampuan  mengikuti beliau  beberapa langkah dan tidak mempunyai kemampuan untuk mengikuti Rasulullah saw. dalam semua langkah beliau, oleh karena itu dengan mengingat kelemahan-kelemahan kita memohon doa yang singkat “wajjahtu wajhiya lilladzy fatharassamaawaatiwal ardh haniyfan wamaa ana minal musyrikiyn,tapi Rasulullah saw. selalu memanjatkan doa yang  panjang dan sesuai dengan riwayat Hadhrat Ali dengarkanlah doa ini “Shalaatku, .pengorbananku, ,kehidupankua ,matiku adalah untuk Allah, Tahan sekalian alam, tidak ada sekutu baginya, saya diperintahkan untuk hal ini dan saya tunduk sepenuhnya.Hai Allah Engkaulah raja,selain Engkau tidak ada sembahan, Engkau adalah Tuhan-ku dan saya adalah hamba-Mu, saya telah aniaya terhadap diri saya dan saya mengakuinya,maafkanlah semua dosa-dosaku sesungguhnya selain Engkau tidak ada yang mengampuni dosa”.

Dalam kaitan ini Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Menghukum semua keburukan adalah bertentangan dengan sifat maaf dan sattar Tuhan”. Yakni jika manusia di hukum karena setiap keburukan, maka tidak akan ada manusia yang dapat selamat dari azab Tuhan. Jadi ingatlah, bahwa merupakan hal yang  bertentangan dengan sifat pemaaf  dan pengampun Tuhan  menghukum setiap dosa. Oleh karena itu, kepada Hadhrat Aisyah r.a. Rasulullah saw. bersabda,”Apabila kamu melihat lailaatul qadar maka selalulah membaca doa ini allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul’afwa fa’fu ‘anniy-Hai Allah Engkau adalah penjelmaan dari maaf  dan Engkau mencintai ampunan maka perlakukanlah saya dengan ampunan Engkau. Jadi, Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam kaitan ini bersabda,”Menghukum setiap keburukan adalah bertentangan dengan akhlak pemaafan  dan sattar (menutupi kelemahan)  Tuhan,karena Dia adalah Maalik.Untuk Sang Pemilik tidaklah penting  menghukum setiap keburukan .Dia bukanlah seperti seorang hakim sebagaimana dalam surah yang pertama  Al-quran  Dia telah menamakan diri-Nya “maalik-Pemilik” dan berfirman maaliki yaumiddiyn, yakni Tuhan adalah pemilik hari Pembalasan/hukuman dan ganjaran. Dan jelas sekali tidak ada pemilik yang bisa dikatakan pemilik selama tidak mempunyai wewenang dalam yang dua hal,yakni kalau menghendaki Dia mengazab,kalau menghendaki Dia memaafkan.

Kini surah Al-mu’minun ayat 89 – 99:qul man biyadihi malakuwtu kulli syaiin wahua yujiyru walaa yujaaru ‘alaihi in kuntum ta’lamuwn sayaquluwna lillahi qul fa anna tuhsyaruwn-Tanyakanlah,”Siapakah yang di tangan-Nya kerajaan segala sesuatu dan Dia melidungi, namun untuk menentang-Nya siapapun tidak ada  yang diberikan perlindungan, beritahukanlah jika kamu mengetahui.Mereka akan berkata,” Allah-lah pemilik  kerajaan baik di langit dan di bumi. Tanyakanlah,” Kemana kamu diperdayakan ? Dengan meninggalkan Tuhan,Raja yang sempurna,kamu melihat kepada raja yang lain yang merupakan raja yang sementara.

Surah Yasiyn 83-84 :innama amruhu idzaa araada syaian an yaquwla lahu kun fayakuwn –Sesungguhnya inilah hukum/perintah-Nya cukup bahwa apabila menghendaki sesuatu maka Dia berfirman,” jadilah, maka dia akan mulai ada dan pasti akan ada”. Disini terjemah ini selalu saya gunakan kun fayakuwn.Disini tidak difirmankan “kaana”, bahkan kun fayakuwn,yakni apabila dikatakan “kun-jadilah” padanya maka dengan tiba-tiba tidak tewijud secara sempurna,  bahkan dengan  masa evolusi yang panjang terus berkembang yang lama kelamaan sampai pada kedudukan/titik akhirnya fasubhaanalladziy biyadihil malakuwtukulli syain –Jadi, Maha suci Allah Tuhan yang di dalam kerajaan-Nya ada segala sesuatu dan apa yang ada dalam kerajaan-Nya pasti kondisinya  mulai dari kun-jadilah menjadi yakuwn-dia menjadi,dan dari kondisi yang terendah menuju kepada kondisi yang paling tinggi.Jadi, ini merupakan kebesaran Tuhan bahwa kita berada di dalam kerajaan-Nya dan di dalam itu Dia telah menciptakan sarana kemajuan secara bertahap dan pada akhirnya kepada Allah-lah kita akan kemabali kulli syain wa ilahi turjauwn dan kamu pada akhirnya kepada –Nya-lah kamu akan kemabali.

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam buku Malfuzat dalam kaitan ini bersabda,” Dunia ini adalah tempat cobaan,yang untuk pemecahannya ada alam/tempat ke dua. Dunia ini adalah alam/tempat ujian, untuk pemecahannya ada alam ke dua,maksudnya bukanlah  di alam ini tidak bisa ada pemecahannya ,jika alam/tempat ujian,maka sesudah ujianlah selalu penyelesaiannya akan keluar. Ketika tengah ujian pemecahannya tidak diberitahukan. Jadi, pemecahan/penyelesaian tempat ujian ini  akan terjadi di alam yang ke dua,yang merupakan hari  pembalasan. Kesulitan-kesulitan yang di letakkan di dunia ini ada janji-Nya bahwa di alam yang akan datang Dia akan menganugerahi kebahagiaan. Dan jika kini ada yang mengatakan kenapa melakukan serupa itu dan tidak melakukan ini maka jawabnya adalah bahwa Dia memiliki waktu peradilan dan maalikiyyat/ kepemilikan.Dia melakukan apa yang  Dia kehendaki ,siapapun tidak ada yang bisa keberatan atas pekerjaannya.

Kini ada dua ayat surat Al-Haj  57-58 “al mul ku yauma idzin lillaahi yahkumu bainahum walladziyna amanuw wa ‘amilushshalihaati fi jannaaatina’iym walladziyna kafaruw wakadzdzabuw bi ayaatina fa ulaa ika lahum ‘adzaabun muhiyn-Kerajaan pada hari itu adalah milik-Nya. Kerajaan kini juga adalah milik Allah,namun orang-orang tidak merasakan itu. Mereka berlari-lari kepada kerajaan yang sementara,tapi mereka tidak mengetahui bahwa di pemerintahan sementara itu pemerintahan Allah-lah yang berjalan. Berfirman,”Pada hari itu Allah-lah pemilik kerajaan,yakni pada hari itu semua akan merasakan bahwa kini  Kerajaan Allah-lah yang berjalan yang akan memutuskan  diantara mereka. Jadi, mereka yang beriman dan melaksanakan amal baik akan berada di surga yang penuh kenikmatan dan mereka yang ingkar dan mendustakan tanda-tanda kami maka untuk mereka itulah azab yang menghinakan telah ditetapkan”.

Dalam kaitan ini Hadhrat Masih Mauud a.s. bersbda,”Pada hari itu sakitnya azab dan lezatnya nikmat apapun yang sampai kepada anak Adam, penyebab utamanya adalah Zat Tuhan dan pemilik urusan ganjaran dan hukuman secara hakiki adalah Dia. Nah, adapun sakitnya azab dan kelezatan  yang sampai kepada anak cucu Adam penyebab utamanya adalah Zat Allah. Ini apa maksudnya  “penyebab utamanya adalah Zat Tuhan”. Keberadaan segala sesuatu adalah dari Tuhan dan kapan saja kalian mencari penyebab maka penyebab terkhiur  adalah Allah yang akan tampil.Namun, bukanlah maksudnya bahwa Allah menyesatkan seseorang dengan paksa atau dengan paksa memberikan kebaikan pada seseorang. Dia adalah maalik dalam perkara  majaazaat/hukuman dan ganjaran.Dan dampak dari ketidak mujuran hamba sebagian orang melakukan dosa dan mereka terlibat dalam dosa.Dan demikian juga orang-orang yang beriman pada Zat-Nya dan mereka berpegang teguh pada tauhid dan telah mewarnai hatinya dengan cinta yang tulus pada-Nya akan turun  pada mereka   nur yang  bersih dan terang dari Zat Yang sempurna.Yakni, nur-nur rahmat yang di dunia inilah turun pada hamba-hamba Tuhan yang terpilih, itu turun dalam corak ilham dan pada hari kiamat semua kekeliruan akan hilang dan Tuhan secara terbuka akan menurunkan nur-nur-Nya pada hamba-hamab-Nya,yakni mereka yang tidak mendapatkan iman dan cinta Ilahi mereka akan jauh dari kelezatan ini dan mereka itulah orang-orang yang akan terjerumus dalam azab yang pedih.

Kini adalah ayat surah Al mu’min dan merupakan ayat terakhir yang hari ini saya sajikan di hadapan kalian:”yaumahum baarizuwna la yakhfaa ‘alallahi minhum syai’an limanilmulkulyaum lillahilwaahidil qahhaar-Pada hari  mereka akan tampil  tidak akan ada kondisi mereka yanag tersembunyi di hadapan Tuhan.Milik siapakah kerajaan hari ini  ? Milik Allah,Yang Maha Esa dan Maha gagah Perkasa”. Jadi disinipun, maksud  “kerajaan  hari ini” adalah hendaknya orang-orang yang tertipu di dunia ini  mengetahui bahwa kerajaan dunia ini adalah sementara dan  kerajaan final,hakiki dan kekal adalah hanya milik Allah.

Dalam kaitan ini Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”limanilmulkul yauma lillahil waahidil qahhaar –yakni pada hari itu rubbubiyyat  Tuhan tampa perantara  sarana-sarana Ilahi akan menampakkan diri dengan sendiri-nya.Yakni, di dunia ini terjadi sarana-sarana sementara rubbubiyyat dan  dari itu menjadi menjelma/zahir.Namun, pada hari kiamat Allah secara langsung akan menzahirkan penampakan rubbubiyyat-Nya dan inilah yang akan disaksikan dan dirasakan bahwa selain kekuatan agung dan kekuasaan sempurna Tuhan semua adalah tidak ada.

Ada satu ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. tgl 11 Juni 1906  yang dimuat  di Majalah Al-badar jilid. 2  no. 24.: Satu pemandangan gempa bumi yang diperlihatkan dan bersama itu turun ilham limanil mulkul yauma lillaahil waahidil qahhaar-.Hari ini siapakah yang punya kerajaan ? Allah –lah yang memiliki kerajaan  Yang Esa dan Maha Perkasa”.Maka maksud gempa itu adalah peperangan-peperangan yang Hadhrat Masih Mauud a.s. telah nubuatkan. Secara zahir terjadi gempa bumi  Kanggara yang sangat menakutkan dan di dalam itu pun kerajaan Tuhan telah zahir yang seratus persen dalam mendukung orang-orang Ahmadi dan  zahir dengan penuh keagungan dan di semua gempa yang dimana ratusan ribu orang-orang musnah, satupun tidak ada orang ahmadi yang wafat dan ini merupakan hal yang tidak mungkin bahwa satupun orang ahmadi tidak mati.

Di satu kampung berkenaan dengan seorang ahmadi telah diketahui bahwa dia telah mati,dia tidak keluar.Ketika  reruntuhan dibongkar  maka ternyata mereka sama sekali selamat terjaga di bawah tempat tidur .Jadi, nubuatan Hadhrat Masih Mauud a.s. bahwa keperkasaan Tuhan dan manivestasi-Nya akan zahir. Ini zahir  juga di gempa-gempa bumi yang umum dan dari gempa-gempa bumi yang berjalan sesuai undang-undang yang alami dan gempa-gempa yang terjadi sesuai dengan undang-undang Tuhan di dalam itu terdapat satu perbedaan.Pada umumnya gempa-gempa yang datang, itu buta. Orang-orang  baik dan  buruk sama-sama ditimpakan musibah ,tidak ada yang bisa mengatakan bahwa saya ini baik oleh karena itu saya selamat. Namun gempa yang terjadi kerena nubuatan disitu  jelas bahwa gempa bumi sedemikian rupa memperlakukan  orang-orang baik  sebagaimana perlakuan terhadap orang-orang yang telah dikenal.Dan sebagaimana saya telah memberikan contoh gempa bumi yang di Kanggara di semua gempa-gempa di daerah itu ratusan ribu orang-orang  musnah  satupun jiwa orang –orang ahmadi tidak ada yang sia-sia dan inilah maksud dari ilham Hadhrat Masih Mauud a.s .Dan ada lagi satu maksud lain dan itu adalah gempa bumi dalam corak peperangan.Dan itu yang jelas  dua (perang dunia ke 1 dan ke 2) telah datang dan peperangan gempa bumi yang ke tiga kini tengah akan datang  yang akan lebih dahsyat  dari semua gempa-gempa pernah terjadi.

Jadi berdoalah selalu semoaga Tuhan jika kalian masih hidup sampai pada waktu itu maka  semoga Dia menyelamatkan kalian dari azab gempa itu dan hanya satu resepnya yang Hadhrat Masih Mauud a.s. telah terangkan:” aag he magar aag se sab bcae jaengge-Api akan muncul namun semua yang memiliki kecintaan terhadap Tuhan pemilik  keajaiban-keajaiban akan diselamatkan”. Betapa agungnya Tuhan,yang akan menyelamatkan   dari api  mereka  yang mencintai-Nya. Jadi, jika kita dapat menyaksikan hari itu semoga  karena cinta itu Dia menyelamatkan kita dari azab api ( peperangan itu ).

Ini sesudah khutbah ke dua:Kalau saya belum selaesai betul jangan terus bangun.Ini adalah khutbah terakhir sebelum perjalanan ke Jerman dan kurang lebih tiga khutbah akan disampaikan di perjalanan di Jerman Dan perjalanan ke Jerman juga membawa beban/tanggung jawab yang luar biasa juga   dan juga membawa  habar suka yang luar biasa.Oleh karena itu saya memohon kepada kalian bahwa ingatlah dalam doa-doa .Semua petugas-petugas yang dari sejak lama bekerja keras dan kini masih banyak hari-hari untuk bekerja keras, untuk mereka juga ingatlah mereka dalam doa Semoga Tuhan menganugerahkan pada mereka buah terbaik dari kerja keras mereka dan jangan ada kerugian yang menimpa mereka Dan semua pekerjaan yang disrerahkan pada mereka Dia dengan karunia-nya dan dengan mudah dapat mengerjakan dengan baik.Dan begitu juga untuk saya juga doakan semoga Allah menganugerahkan pada taufik untuk mengangkaat beban itu.Karena sekurang-kurangnya 50.000 orang orang-orang akan datang kesana dan mereka akan datang dari pelosok-pelosok dunia.Raja-raja besar juga akan datang dan orang-orang umum yang miskin juga semua adalah sama disisi tuhan namun untuk saya dalam hal mulaqaat itu akan sangat berat dan mulaat-mulaqat itu merupakan pekerjaan yang paling berat dari semua pekerjaan saya .Di dalam itu orang-orang memberitahukan kepada kita akan kelemahan-kelemahan dan ketidak berdayaan mereka dan  menyebutkan kezaliman-kezaliman yang terjadi atas diri mereka dan berbagai macam musibah-musibah yang mereka paparkan yangmana mereka digiling  di  penggilingan itu. Jadi, berdoalah semoaga Allah menganugerahkan pada saya mendoakan untuk mereka doa yang sebenar-benarnya. Dan ketika mereka datang,  mereka kembali dengan membawa berkah dan berkah-berkah doa terus sampai pada mereka.Dan sesudahnya juga saya dengan selamat  kembali ke London dan tanggung jawab yang ada disini saya bisa laksanakan Dan kini kalian silahkan berdiri untuk melaksanakan shalat.

Qamaruddin Syahid