Khutbah jum’ah

Hazrat amirul mu’minin khalifatul masih v atba.

Tanggal 30 Mei 2008  dari Baitul Futuh London U.K.

أَشْهَدُ أَنْ لا إِلٰهَ إلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فأعوذ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦) صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّيْنَ (٧)

 

Pada tanggal 27 bulan (Mei 2008) yang baru lalu dengan karunia Allah swt kita telah merayakan seabad Khilafat Ahmadiyah. Telah saya jelaskan bahwa perayaan Hari Khilafat tahun ini mempunyai keistimewaan yang sangat khas. Pada umumnya perayaan hari Khilafat seperti ini dialami hanya satu kali oleh setiap insan sepanjang masa hidupnya, sekalipun seseorang mendapat karunia umur panjang namun perayaan semacam ini hanya sekali saja dialaminya diwaktu ia masih mempunyai pikiran dan perasaan yang segar. Kecuali Allah swt telah menganugerahkan ihsan-Nya secara khas kepada seseorang dengan kekuatan phisik dan mentalnya sehingga ianya dapat merayakan untuk kedua kalinya sepanjang hayatnya.

Semata-mata karunia dan ihsan Allah swt bagi kita semua telah dapat merayakan seratus tahun Khilafat Ahmadiya. Sepanjang sejarah Ahmadiyah berjalan sejak 120 tahun yang lepas sebagian besar dari warga Jema’at kita telah menyaksikan dua kali perayaan Jubilium dengan penuh rasa syukur kepada Allah swt, yaitu jubilium berdirnya Silsilah Aliah Ahmadiyah telah kita rayakan pada tahun 1989 yang lalu dan tasyakkur jubilium Khilafat Ahmadiyah yang baru saja kita rayakan beberapa hari yang lalu pada tanggal 27 Mei 2008. Dan Jema’at Ahmadiyah di berbagai negara diseluruh dunia telah merayakannya dengan penuh khidmat. Banyak sekali dari antara anak-anak kita yang belum lahir sebelum tahun 1989, atau walaupun telah lahir setelah tahun itu namun akal pikiran mereka belum mencapai peringkat matang, atau banyak juga anggauta yang masuk Jema’at setelah tahun itu, mereka tidak mengetahui suasana Jubilium itu, akan tetapi pada perayaan jubilium Khilafat ini mereka telah merayakan bersama-sama dengan penuh rasa haru dan syukur, tentu mereka telah merasakan betapa istimewanya perayaan ini. Dinegara manapun Jema’at Ahmadiyah telah berdiri disana mereka membuat program masing-masing dan juga ikut serta menyaksikan program yang ditayangkan melalui saluran MTA.

Program didalam Jema’at masing-masing mungkin akan berjalan terus sepanjang tahun, akan tetapi program pusat yang telah diselenggarakan digedung Excel Centre London yang dihadiri oleh 18000 sampai 19000 orang dan hadir juga para perwakilan dari berbagai negara. Dalam program itu telah ditayangkan acara pusat ini, acara  di Qadian dan acara di Rabwah secara serempak melalui saluran MTA.

Tayangan ini telah menanamkan kesan yang dalam dan mantap didalam hati para anggauta Jema’at yang menyaksikannya. Banyak sekali para anggauta Jema’at lelaki maupun perempuan yang telah mengirim surat dan juga fax menyampaikan kesan-kesan mereka setelah menyaksikan tayangan MTA itu.

Syukur alhamdulillah baik orang-orang yang hadir dihadapan saya waktu acara berlangsung maupun yang menyaksikan dari jauh melalui sistim pengaturan secara kolektif, orang-orang Jema’at berkumpul disatu tempat maupun secara perorangan dirumah masing-masing atau drumah keluarga besar mereka, dengan cara bagaimanapun mereka dapat menyaksikan dan mendengar suara dari jalannya acara, semuanya dapat mengambil faedah dari acara khas tersebut. Seolah-olah Allah swt melalui acara ini para anggauta Jema’at Ahmadiyah disetiap negara diseluruh dunia dihimpun menjadi satu dengan pengalaman ruhani yang luar biasa menakjubkan sehingga terjallin menjadi sebuah kesatuan yang kuat. Hal itu menunjukkan sempurnanya janji Allah swt yang telah diberikan kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Bukan hanya orang-orang Ahmadi sendiri yang dapat menyaksikan peristiwa itu akan tetapi masyarakat luar Jema’atpun menyaksikannya dengan mata kepala mereka sendiri.

Pada tanggal 27 Mei 2008 tepat seratus tahun usia Khilafat Ahmadiyah telah memperlihatkan zahirnya pertolongan Allah swt kepada orang-orang Ahmadi sendiri dan juga kepada orang-orang luar Jema ‘at. Siapapun juga yang bertemu dengan sya mengatakan bahwa setelah mendengarkan dan menyaksikan berlangsungnya acara itu, merasakan bertambah segarnya iman dan kecintaan mereka terhadap Jema’at. Sebagaimana telah saya katakan bahwa keadaan orang-orang Jema’at diluar negeripun demikian pula, mereka sangat mencintai Khilafat dan mereka menyatakan keimanan dan kesetiaan mereka yang sangat tangguh terhadapnya. Seorang pembuat sya’ir menulis kepada saya, katanya saya merasa seolah-olah baru saja masuk kedalam Jema’at ini. Banyak anggauta Jema’at yang sebelumnya betul-betul tenggelam didalam keraguan. Mereka menulis sepucuk surat kepada saya katanya, setelah bai’at kami banyak membaca istighfar juga dan kamipun telah berjanji juga kepada Huzur namun hati masih dipengaruhi oleh rasa tidak yakin dan ragu, sekarang berkat mengikuti acara peringatan seabad Khilafat ini Allah swt telah membersihkan hati kami bahkan dapat dikatakan bahwa kami telah terlepas dari tipu-daya keraguan yang telah  menyelubungi hati kami. Dan sekarang kami siap untuk menghadapi setiap macam pengurbanan apapun demi tegaknya Khilafat Ahmadiyah. Dan kami akan berusaha untuk menanamkan kecintaan dan semangat pengurbanan ini kepada anak keturunan kami, supaya mereka menjadi orang-orang yang selalu menerima berkat dan karunia dari Allah swt melalui Khilafat ini.

Seorang telah menulis lagi katanya, jika ada sarana upacara untuk menghidupkan orang-orang yang sudah mati maka upacara ini beserta pidato Huzurlah yang dapat menjadi sarana untuk itu. Semoga sebuah perobahan besar sungguh-sungguh terjadi dikalangan Jema’at berkat terselenggaranya upacara peringatan seratus tahun Khilafat Ahmadiyah ini. Dan semoga perobahan itu tetap berlangsung selamanya. Sambil menyatakan rasa syukur kepada Allah swt semoga kita tetap menjadi orang-orang yang selalu mengadakan perobahan suci terhadap diri masing-masing.

Orang-orang yang berada disekitar Gedung Excel Centre merasa heran menyaksikan berkumpulnya banyak manusia dari berbagai bangsa dan warna kulit dan bertanya-tanya siapa gerangan orang-orang ini. Pada umumnya terdapat kesan bahwa orang-orang Islam tidak berkumpul secara disiplin seperti itu. Namun keadaan mereka ini sangat mengherankan. Mereka sambil menatapi kepada kumpulan orang-orang kita ini menyatakan sangat heran. Nampaknya orang-orang muslim, akan tetapi keadaan mereka ini sangat berbeda dan teratur rapi. Sekalipun mereka ini orang-orang Asia namun mereka ini terdiri dari banyak macam orang pula. Perhatian setiap anak, pemuda dan orang-orang tua semuanya terpusat kepada satu arah. Kecintaan, keitha’atan terhadap Khilafat yang terpendam didalam hati mereka nampak tersirat dari raut muka mereka. Bahkan nampak dari setiap bahagian badan mereka.

Seorang wanita security yang bekerja di Gedung Excel Centre itu berkata kepada orang-orang perempuan kita, katanya: ”Saya baru melihat pemandangan semacam ini. Setelah menyaksikan pemandangan nyata ini saya baru tahu hari ini Islam itu apa. Setelah menyaksikan keadaan serupa ini hati saya ingin menjadi orang Islam hari ini juga.” Bagaimanapun sering terjadi keadaan seperti ini secara tiba-tiba pada orang-orang disini, pada hari ini mereka  nyatakan pula didepan kita namun kita do’akan semoga pemandangan yang mengesankan itu dapat menjadi sarana untuk menimbulkan perobahan pada diri wanita itu dan terhadap banyak lagi orang lain seperti dia.

Maksud dan tujuan kita tiada lain untuk membawa manusia didunia untuk mengenal Tuhan Pencipta mereka, supaya mereka berkumpul dibawah naungan bendera Hazrat Rasulullah saw. Maka melalui Jalsah Khilafat ini warga Jema’at sendiri ataupun orang-orang yang berada diluar Jema’at telah menyaksikan sebuah ikatan persatuan baru, yang pada hari ini semata-mata telah menunjukkan keistimewaan Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sekarang sebagai kesan dari persatuan dan kesatuan ini sesuai janji Allah swt terhadap Hazrat Masih Mau’ud a.s. tidak ada Jema’at lain seperti itu selain Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Semua golongan atau jema’at –jema’at lainnya telah menjadi mangsa perpecahan. Dan mereka akan tetap berada didalam perpecahan itu selama mereka tifdak menghargai ni’mat Allah swt ini. Selama mereka tidak bersedia menerima nasihat Hazrat Rasulullah saw ini yaitu : “ Apabila Imam Mahdi-ku sudah datang sampaikanlah kepadanya ucapan salam dari padaku.”

Keadaan orang-orang Islam pada zaman ini menjadi bukti nyata bahwa, mereka jauh dari ajaran agama, mereka jauh dari Allah swt, semua menunjukkan bukti bahwa mereka terlempar kedalam pangkuan syetan. Mereka telah lupa kepada Sang Pencipta mereka. Mereka telah lupa kepada maksud dan tujuan penciptaan mereka kedunia ini. Bahkan sekarang mereka sudah kehilangan pemahaman apa tujuan dan maksud dari pada kelahiran mereka kedunia. Jika sekarang ada wujud Jema’at maka hanya Jema’at inilah yaitu Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang paham akan maksud dan tujuan penciptaan manusia kedunia. Dan Jema’at ini selalu berusaha untuk mencapai tujuan itu. Pada zaman sekarang hanya Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. lah yang berpegang kepada “‘Urwah “  (pedoman) yang kuat yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Berpegang kepada rantai yang kokoh-kuat yang diberi jaminan oleh Allah swt sendiri bahwa rantai (Khilafat) itu tidak akan pernah putus. Pada hari ini Allah swt dengan karunia-Nya telah memegangkan tangan orang-orang Ahmadi kepada rantai (Khilafat) ini dengan kokoh-kuat yang kepadanya Allah swt menurunkan air ruhani yang sangat melimpah dengan perantaraan Hazrat Masih Mau’ud a.s.  Air ruhani itu jika diminum oleh seorang mu’min, ianya dapat mencapai martabat ruhani yang setinggi-tingginya.

Jadi berpegang kepada rantai yang kokoh-kuat ini maksudnya adalah, iman orang-orang yang selalu berpegang kepada rantai Khilafat akan sentiasa kokoh-kuat. Setelah menjadi khadim-khadim Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan berpegang kepada janji-janji bai’atnya, dan berusaha untuk memenuhi janji-janjinya itu, maka imannya akan terus mendapat kemajuan. Orang yang tetap berpegang teguh kepada rantai (khilafat) ini dengan sekuat tenaga maka didalam setiap keadaan, dalam masa banyak perlawanan dari pihak penentang, imannya akan terpelihara. Orang mu’min yang tetap berpegang kepada rantai itu bisa saja jiwanya melayang, akan tetapi ianya tidak akan melepaskan rantai itu, jika tidak akan membahayakan imannya. Dengan melepaskan rantai itu iamannya akan menghadapi bahaya. Oleh karena itu tarikh Jema’at penuh dengan peristiwa yang menunjukkan bahwa disa’at taufan penyerangan melanda orang-orang mumin sejati dengan kencang sekalipun iman mereka tetap kokoh-kuat tidak melepaskan tangannya dari ikatan rantai itu.

Telah terjadi peristiwa seorang anak dibunuh dihadapan ibunya, seorang bapak dihantam dan dipukuli dihadapan anak-anaknya, lalu disyahidkan dihadapan mereka.

Anak-anak disyahidkan dihadapan bapak-bapak mereka, banyak sekali orang-orang Ahmadi yang melewatkan kehidupan mereka dengan berbagai macam penganiayaan, dengan kesusahan yang menyakitkan. Lambat-laun mereka disiksa lalu dibunuh. Peristiwa semacam ini bukan peristiwa lama. Didalam tahun ini juga telah terjadi peristiwa semacam itu. Akan tetapi orang yang tetap berdiri diatas imannya, semua kesusahan dan penyiksaan seperti itu tidak menggoyahkan iman mereka.

Maka pada hari itu disa’at kita sedang merayakan seratus tahun Khilafat Ahmadiyah dengan rasa gembira, sesungguhnya kegembiraan ini adalah disebabkan sempurnanya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah, banyak karunia Tuhan turun laksana hujan diatas Jema’at ini. Dan dalam masa seratus tahun ini kita bergembira menyaksikan Jema’at Ahmadiyah laksana sebuah taman yang menghijau dengan pohon-pohonannya melambai-lambai. Dan apabila kita merasa gembira menyaksikan taman yang indah menghijau ini, hendaklah bersyukur kepada Allah swt dan ingatlah kepada para syuhada juga untuk mendo’akan mereka dan mendo’akan kaum keluarga mereka yang ditinggalkan. Mereka (para syuhada) telah menyirami taman indah ini dengan tetesan darah mereka. Mereka telah menegakkan contoh iman mereka dengan teguh yang telah menghiasi kitab sejarah dengan tinta mas. “‘Urwah “  juga artinya adalah sebuah taman yang menghijau dan selamanya tetap menghijau. Sekalipun hujan hanya turun sedikit dia tidak mengalami  kekeringan. Jadi ianya sebuah taman yang sentiasa menghijau, disebabkan orang-orang telah beriman kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. sebuah Jema’at telah dianugerahkann kepada beliau a.s. Dia laksana taman yang keadaannya selalu menghijau. Maka barangsiapa yang tetap berpegang teguh kepada ‘Urwah ini  ianya akan menerima banyak ni’mat-ni’mat dari Allah swt. Barangsiapa yang nenjauhkan diri dari godaan syaithan dan menegakkan keimanannya maka Tuhan berfirman :

فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا

Artinya : maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada suatu pegangan yang kuat dan tidak akan putus. (Al Baqarah : 257) dan pada akhirnya Tuhan berfirman :

وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya : Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Al Baqarah : 257)

Maka orang-orang yang berhati bersih dan ikhlas akan sentiasa mendapatkan ni’mat-ni’mat Allah itu dan ianya akan bersujud dihadapan Allah swt memohon do’a untuk sentiasa mengeratkan diri dengan rantai Khilafat yang kokoh itu. Bagi orang-orang ini harus ingat bahwa Allah swt sangat mendengar do’a-do’a hamba-Nya. Dia sangat tahu keadaan seluk-beluk hati kita. Allah swt tidak akan mensia-siakan usaha dan do’a-do’a hamba-Nya yang dipanjatkan dengan niyat yang baik.

Keadaan hati kita juga akan semakin penuh dengan iman. Dan akan selalu menjadi pewaris ni’mat-ni’mat Allah swt. Iman kita juga dan iman setiap orang dari kita akan menjadi semakin kuat. Sekalipun adanya kelemahan namun disebabkan niyat kita yang baik Allah swt akan selalu memberi keimanan kepada kita dan juga kepada anak-keturunan kita. Karenanya keturunan kita dan kita sendiri juga akan menjadi pewaris untuk menuai hasil yang baik.

Maka kita yang sedang menyaksikan sempurnanya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah sedang memberi kesan yang segar terhadap iman kita, kesatuan Jema’at dan kemajuan yang meyakinkan sedang menampakkan wajahnya kepada kita. Hal ini mengherankan orang-orang non Ahmadi juga. Dan banyak orang-orang yang hasad juga tengah menyaksikan kenyataan ini sehingga rasa hasad mereka semakin meningkat, seperti keadaan mereka di Pakistan. Dan hal ini semua terjadi dizaman sekarang sesuai dengan nubuatan Hazrat Rasulullah saw, berkat beriman kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan berkat eratnya hubungan dengan Khilafat Ahmadiyah.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Mu’jizat Nabi-nabi terdahulu telah lenyap bersama wafatnya para Nabi itu. Akan tetapi mu’jizat Hazrat Nabi Besar Muhammad saw sampai sekarang terus nampak dihadapan kita dan ianya akan terus zahir sampai Qiamat. Mu’jizat yang mendukung kebenaran saya, semuanya merupakan mu’jizat Hazrat Rasulullah saw.”

Semoga Allah swt memberi taufiq kepada setiap orang Ahmadi untuk mengikat hubungan seerat mungkin dengan Allah dan Rasul-Nya Muhammad saw. Dan semoga Dia menjadikan setiap orang Ahmadi selalu setia dan patuh ta’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s.  Dan semoga Dia menjadikan setiap orang Ahmadi selalu siap memenuhi janjinya untuk menghadapi setiap jenis pengurbanan demi tetap berdirinya Khilafat Ahmadiyah. Dan sekarang pemandangan yang sedang kita saksikan, sebuah kesatuan dan persatuan yang kokoh menyatakan kecintaan terhadap Khilafat. Hal ini merupakan sebuah mu’jizat yang dihadapkan kepada orang-orang luar dari Jema’at. Untuk tetap berlanjutnya keadaan seperti itu kita harus selalu menjadi orang-orang yang sentiasa sujud dihadapan Allah swt. Supaya melalui sujud syukur itu Allah swt menganugerahkan ni’mat-ni’mat-Nya secara tetap kepada setiap orang Ahmadi dan juga kepada anak keturunan kita semua. Sebab terdapat janji Allah swt terhadap orang-orang mu’min bahwa jika manusia bersyukur atas ni’mat-ni’mat Allah swt maka Dia akan menambah lebih banyak lagi ni’mat-ni’mat itu dan memberi kemajuan dalam keimanan juga kepadanya. Sebagaimana firman-Nya :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya : Dan ketika Tuhan engkau  mengumumkan , ” Jika kamu bersyukur, tentulah akan Kami limpahkan lebih banyak lagi karunia kepada kamu, tetapi jika kamu ingkar (tidak bersyukur) maka ingatlah, bahwa sesungguhnya azab-Ku sangat keras. (Ibrahim : 08)

Pada hari ini ketika saya menyaksikan peristiwa yang tengah berlangsung itu timbul perasaan yang sangat mengherankan, saya selalu berpikir bagaimana kita harus bersyukur kepada Allah swt, begitu banyaknya ni’mat-ni’mat Tuhan turun kepada Jema’at-Nya ini laksana hujan turun. Jika seandainya setiap bahgian dari tubuh kita menyatakan rasa syukur kepada-Nya atas ni’mat-ni’mat ini, tidak akan dapat memadai untuk menyatakan rasa syukur kepada-Nya. Saya menyaksikan bagaimana Jema’at ini menyatakan rasa syukur kepada Allah swt atas ni’mat-Nya yang berupa Khilafat yang telah dianugrahkan Tuhan kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s.ini. Demikian banyaknya surat-surat saya terima yang semuanya menyatakan rasa syukur, tanpa ragu saya mengatakan bahwa pada zaman sekarang ini hanya para anggauta Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. lah yang menyatakan banyak rasa syukur kepada Allah swt. Dan selama kita sentiasa meningkatkan rasa syukur ini maka selamanya kita akan menjadi para pewaris ni’mat-ni’mat Allah swt. Dan jangan sekali-kali lupa menyatakan rasa syukur kepada Allah swt. Rasa syukur inilah yang membuat kita sentiasa menyaksikan taman indah ini selalu tumbuh menghijau untuk selama-lamanya sehingga menjadi penyebab meningkatnya iman kita.

Pada zaman sekarang ini dikala dunia tengah asyik dalam kesibukan bermain dan berfoya-foya dan tidak ada orang yang memberi bimbingan dan peringatan kepada mereka, hanyalah Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. sebuah Jema’at tunggal yang berada dibawah naungan bendera Khilafat yang selalu mengatur dan meluruskan barisan. Hal ini sungguh sebuah ni’mat yang bagaimanapun disyukurinya tidak akan memadai. Akan tetapi Allah swt memerintahkan supaya kita selalu bersyukur kepada-Nya bukan hanya dengan lisan saja melainkan dalam bentuk perbaikan amal, barulah Aku akan menurunkan ni’mat-ni’mat-Ku yang lainnya lagi. Maka berdo’alah untuk itu semua dan berdo’alah untuk saya juga dan saya juga  berdo’a untuk saudara-saudara semua supaya rasa syukur ini dan ni’mat-ni’mat Allah swt jangan sampai berakhir, bahkan setiap sa’at hendaknya bertambah terus.

Sebagaimana telah saya katakan bahwa banyak sekali surat dan fax diterima dari warga Jema’at dan dari anak-anak juga dan saya akan berusaha menjawab surat-surat yang penuh dengan pernyataan rasa syukur itu, dan saya ingin menjawab nya dengan cepat namun disebabkan banyak kesibukan dan kegiatan lainnya bisa saja agak lambat. Namun demikian saya berdo’a semoga Allah swt meningkatkan iman dan keikhlasan saudara-saudara semuanya. Telah diterima macam-macam surat yang membuat saya terpesona dan tertegun menerima luapan perasaan hati kecintaan mereka kepada Khilafat. Tengoklah bagaimana Allah swt telah menanamkan  beraneka ragam bunga yang berkembang ditaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini. Sehingga lidah tidak mampu untuk melukiskan keindahannya. Semoga Allah swt meningkatkan terus iman dan keikhlasan saudara-saudara semua.

Diantara karunia dan ni’mat-ni’mat Allah swt itu adalah berupa penemuan Satelite Television juga yang telah dianugerahkan kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Tentang ini saya ingin memberitahukan kepada Jema’at, banyak sekali yang bekerja secara sukarela dalam penyelenggaraannya dan mereka semua bekerja sangat giat sekali. Sedikit sekali orang-orang sebagai pekerja tetap, kebanyakan mereka bekerja dengan sukarela sambil mewaqafkan waktu mereka tanpa menerima bayaran. Oleh sebab itulah semua program berjalan sangat lancar dan berhasil sehingga pemandangan karunia-karunia Allah swt ini dapat diperlihatkan kepada dunia. Dan juga dapat diperlihatkan kepada dunia betapa banyaknya ni’mat dan karunia Allah swt telah dianugerahkan kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sehingga amanat Allah swt dan Rasul-Nya dapat disampaikan keseluruh pelosok dunia. Supaya perhatian orang-orang yang bertabiat baik terarah kepada Jema’at ini sehingga mereka dapat mengenal kebenaran.

Ketika Allah swt memberitahu Hazrat Masih Mau’ud a.s melalui ilham-ilham tentang kemajuan Jema’at beliau dan dengan penuh keyakinan dirfirmankan kepada beliau bahwa Jema’at engkau akan memperoleh kemenangan. Banyak sekali ilham-ilham tentang ini, diantaranya :

كَتَبَ اللهُ  َلاَغْلِبَنَّ اَنَا وَرُسُلِى

Ilham ini turun kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan ini ayat Qur’an juga, yang telah diterjemahkan oleh beliau : Tuhan telah menetapkan semenjak permulaan bahwa Dia bersama Rasul-Nya akan menang. Ini mengisyarahkan kepada Islam dan juga kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s sebab pada zaman ini kemajuan Islam sangat erat kaitannya dengan Hazrat masih Mau’ud a.s. sesuai dengan nubuwatan Hazrat Rasulullah saw dan sesuai dengan janji Allah swt kepada beliau. Jadi hal itu adalah salah satu taqdir Allah swt bahwa Dia pasti memberi kemenangan kepada beliau a.s.  Akan tetapi untuk mencapai kemenangan itu tersedia sarana dunia juga dan sarana ini telah diberikan kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. tepat pada waktunya dan Allah swt terus memberikannya kepada Jema’at sampai sekarang. Kitab-kitab yang beliau tulis merupakan sebuah khazanah yang Tuhan berikan kepada beliau itu dan disebarkannya juga dizaman beliau sendiri telah dikemukakan kepada dunia juga. Jadi hal itu juga merupakan sebuah sarana untuk mencapai kemenangan ini sesuai dengan keadaan diwaktu itu. Dan pada zaman sekarang ini untuk menyebarkan khazanah itu keseluruh pelosok dunia dengan cepat, Allah swt telah menyediakan sebuah sarana yang sangat moden yaitu MTA.

Sebagaimana telah saya katakan bahwa kemajuan Jema’at sesuai dengan janji Allah swt diperlihatkan melalui berkat Nizam Khilafat beliau a.s. yang sekarang telah berjalan dan untuk menunjukkannya kepada dunia dilaksanakan melalui MTA ini. Jadi MTA adalah satu sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan amanat Hazrat Masih Mau’ud a.s. keseluruh pelosok dunia. Dengan demikian Jema’at ini sedang mengumumkan kepada dunia bahwa penemuan-penemuan peralatan baru pada zaman sekarang ini yang menggunakan pada tempatnya secara tepat dan baik hanyalah Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Pada sa’at ini tiga buah chanels MTA yang disamping tengah berfungsi sebagai sarana tarbiyat didalam Jema’at sendiri bahkan juga sedang bekerja menutup mulut para penentang Islam dengan dalil-dalil yang telah diberikan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. kepada kita.

Jadi disatu segi Alah swt telah menjadikan MTA sebagai sarana untuk memperlihatkan  kemenangan, disegi lain Allah swt telah menjadikannya sebagai senjata untuk memberikan kemenangan juga, yang akses tayangannya memasuki setiap rumah untuk menyempurnakan maksud dan tujuan kedatangan Hzrat Masih Mau’ud a.s. kedunia, yaitu untuk meneruskan tugas yang telah dirintis oleh Hazrat Rasulullah saw. Dan tugas itu sekarang dilaksanakan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. Seolah-olah untuk melanjutkan tugas ini kedepan diserahkan kepada Hazrat Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang sebelumnya telah diserahkan Tuhan kepada Hzrat Rasulullah saw. Diantaranya untuk memperlihatkan mu’jizat-mu’jizat juga, mensucikan kalbu manusia juga, didalamnya ada perintah untuk menyebar luaskan ajaran Kitab Suci Al Qur’an juga, dan didalamnya terdapat perintah untuk mengajarkan mutiara hikmah-hikmah kepada manusia juga. Dan jika sekarang kita perhatikan, maka pada zaman sekarang ini diantara penemuan alat-alat baru yang dipergunakan secara tepat guna dan sangat bermanfa’at hanyalah MTA (Muslim Television Ahmadiyya) yang sangat sesuai untuk menjalankan semua tugas-tugas tersebut diatas.

Sekalipun banyak saluran-saluran TV negara-negra Islam dan ada juga saluran dibawah badan penyiaran agama, namun jika diperhatikan dan disimak dengan cermat program-program mereka tidak pernah menyentuh keempat perkara penting tersebut diatas dan tidak pernah nampak didalam siaran mereka. Jika disatu tempat dalam TV mereka terdapat siaran yang baik maka dilain tempat terdapat siaran yang berupa hiburan dan pertujukan yang tidak berfaedah sehingga dinilai sebagai pertunjukan diluar kepentingan orang Islam yang berakal lurus dan sehat. Selain itu ada juga saluran TV dunia lainnya, tidak bisa berjalan tanpa ada siaran iklan atau advertisement yang merupakan income TV itu. Didalamnya disiarkan program-program hiburan yang sia-sia. Saluran-saluran TV dinegara-negra Islam juga tidak ada bedanya dengan TV mereka. Disamping itu terdapat program khas untuk hiburan yang sangat buruk dan sia-sia. Maka sekarang didunia ini hanya ada satu saluran saja yaitu saluran dari Jema’at Hazrat Masih Muhammadi a.s. yang dapat memenuhi keperluan tarbiyat bagi tercapainya tujuan hidup manusia. Dan saluran TV ini dapat menyempurnakan maksud dan tujuan kebangkitan Hazrat Rasulullah saw kedunia. Dengan demikian setiap orang Ahmadi harus menaruh perhatian terhadap siaran-siaran MTA ini untuk kepentingan tarbiyat Jema’at. MTA ini telah diupayakan dengan penuh giat dan semangat, hendaknya diambil faedah sebanyak-banyaknya oleh setiap orang Ahmadi khasnya untuk mendengarkan khutbah-khutbah Jum’ah dan juga untuk kepentingan program terbiyyat secara umum. Penting sekali untuk menaruh perhatian terhadap MTA ini. Dan  MTA ini juga sebagai sarana untuk menanamkan perhatian agar setiap orang Ahmadi memenuhi rasa syukurnya kepada Allah swt. Untuk menyatakan syukur kepada Allah swt yang telah menurunkan karunia-Nya dalam bentuk Khilafat kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s.ini sesuai dengan janji-janji-Nya. Dan amanat ini sampai keplosok-pelosok dunia dengan perantaraan MTA ini. Hal ini jelaslah bahwa jika tidak ada Khilafat maka betapapun kerasnya keinginan dengan niyat baik dan berusaha keras untuk menegakkan MTA seperti itu tidak mungkin bisa berhasli sekalipun oleh sebuah anjuman (organisasi) ataupun sebuah komiti. Jadi MTA yang telah dianugerahkan Allah swt kepada kita merupakan salah satu barkat dari Khilafat dan merupakan sebuah karunia dari Allah swt terhadap Jama’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Oleh sebab itu setiap Ahmadi harus mengambil faedah sepenuhnya dari MTA ini. Dan mengapa saya katakan bahwa tanpa adanya wujud Khilafat tidak mungkin Jema’at mampu mendirikan MTA, supaya setiap Ahmadi harus mempunyai perasaan dan kesadaran bahwa Allah swt menganugerahkannya untuk menyempurnakan janji-Nya kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Nizam apapun yang telah dilancarkan pasti dikaitkan dengan wujud Khilafat. Maka pikirlah hal itu dengan sebaik-baiknya.

Dengan diselenggarakannya perayaan seratus tahun Khilafat Ahmadiyah ini perobahan yang terjadi pada diri setiap orang Ahmadi janganlah hendaknya bersipat sementara. Jangan merupakan semangat sementara, melainkan harus berlaku selamanya dan harus selalu diulang-ulang sepanjang masa. Sehingga menjadi bahagian kehidupan untuk selama-lamanya.  Saya telah mengambil janji (bai’at ulang) dan dengan janji itu menimbulkan kesan sangat baik sekali. Nampak kesan sangat baik terhadap setiap orang, oleh sebab

itu ingatlah selalu jani-janji itu. Allah swt berfirman, apabila kamu telah berjanji haruslah dipenuhi janji itu, sebab kamu akan ditanyai tentang janji yang telah kamu ucapkan itu.Sampai pada hari ini semua hal itu masih terasa segar didalam ingatan saudara-saudara. Hal itu saya ingatkan berulang kali agar saudara-saudara sekalian semakin memperkuat janji itu. Dan ingatlah selalu bahwa janji apapun dan perkara apapun tidak akan dapat mencapai kesempurnaan tanpa pertolongan dan karunia dari Allah swt. Banyak yang mengirim surat kepada saya sambil menyatakan keputusan hati mereka diantaranya ada yang berkata : Kami telah berjanji dan insya Allah kami akan menyempurnakan janji itu dan kami selalu siap menghadapi setiap pengurbanan, akan tetapi do’akanlah kami semoga Allah swt memberi taufiq kepada kami untuk tetap  berpegang kepada janji kami itu sebab tanpa karunia dari Allah swt semua perkara tidak mungkin dapat disempurnakan. Maka untuk itu Allah swt telah memberitahu caranya dan hal itu harus diamalkan, yaitu tingkatkanlah mutu ibadah saudara-saudara lebaih baik dari yang sudah-sudah, tingkatkanlah amal kebaikan lebih dari yang sudah-sudah, dan berusahalah selalu untuk beramal soleh. Menta’ati Nizam Jema’at juga termasuk salah satu kebaikan yang sangat penting. Dalam usaha menta’ati Khilafat menta’ati Nizam Jema’at juga adalah salah satu perkara yang sangat penting. Tanpa itu semua seseorang tidak dapat melakukan kebaikan dan tidak pula mampu menepati perjanjiannya. Nizam Jema’at salah satu Nizam yang telah didirikan oleh Khilafat juga. Oleh sebab itu mentaatinya sangat diperlukan. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada setiap Ahmadi agar tetap berpegang teguh kepada janji-janjinya dan semoga ianya menjadi orang yang semakin dekat kepada Allah swt.

Pada tanggal 27 Mei yang lalu Allah swt telahpun memberi khabar gembira kepada kita semua bahwa di Itali sejak lama telah diusahakan mencari sebidang tanah untuk Mission House dan tidak pernah berhasil. Sekarang tepat pada tanggal 27 Mei 2008 yang lalu Consul disana telah memanggil dan memberi sebidang tanah kepada Jema’at supaya dibeli, yang kemudian telah dilakukan pembayarannya.  Dinegeri itu sampai sekarang Khilafat Kristian tetap berdiri, pada sa’at sempurnanya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah Allah swt telah menganugerahkan sebidang tanah dimana akan berdiri pusat para khadim Masih Muhammadi, Mission Haouse akan didirikan dan Mesjid juga akan dibangun, insya Allah swt. Dari tempat itu akan mulai dikumandangkan tauhid Ilahi.

Demikian juga perayaan yang telah diselenggarakan dinegeri ini Allah swt telah menurunkan karunia-Nya, sehingga sekalipun adanya tantangan keras dari para Maulvi di Pakisatan telah diselenggarakan perayaan seratus tahun Khilafat secara sempurna sesuai program yang telah mereka buat, sekalipun sehari kemudian telah dikeluarkan larangan oleh pemerintah disana. Akan tetapi para anggauta Jema’at disana tidak merasa kekurangan suatu apapun dengan cara yang telah mereka laksanakan itu sekalipun kemudian harinya pemerintah melarangnya. Tidak seperti telah terjadi pada tahun 1989 dalam rencana merayakan seratus tahun Jema’at Ahmadiyah. Pada waktu itu sekalipun persiapan sudah lengkap namun dibawah undang-undang ordinansi Jema’at Ahmadiyah tidak diizinkan melaksanakan program apapun untuk menunjukkan kegembiraan sempurnanya seabad Jema’at Ahmadiyah pada waktu itu. Pada waktu itu sekalipun membagikan gula-gula atau manisan kepada anak-anak tidak diperbolehkan. Demikianlah keadaan negara Pakistan pada waktu itu sampai pada waktu sekarang juga. Pada waktu ini juga terpikir bahwa pemerintah dulu dan sekarang sama saja terutama di Provinsi Pujab seperti keadaan diwaktu dulu. Namun demikian Allah swt telah menurunkan karunia-Nya bahwa masa seperti yang lalu sudah berlalu, sekarang para anggauta Jema’at disana dapat juga merayakan seabad Khilafat Ahmadiyah dengan lancar, makanan juga sesuai program dapat dibagikan. Kedaan akal para Mullah itu sama saja tidak berobah. Oleh karena perayaan dilaksanakan dengan tenang tidak terdengar suara riuh sehingga tidak diketahui oleh orang ramai dari luar. Dan mereka mengira bahwa pemerintah sudah melarangnya. Para Mullah sejak dulu telah menyatakan bahwa Ahmadiyah tidak diberi izin merayakan seabad Khilafat dan kepada anak-anak juga dilarang membagi-bagikan kueh-kueh atau makanan dan orang-orang Ahmadiyah tidak diberi kesempatan untuk merayakan kegembiraan. Sedangkan Pemerintah telah melakukan hal yang sangat penting dan dengan itu telah menyelamatkan ummat muslimah dari kehancuran.

Kehancuran itu bisakah terjadi dengan membagikan makanan kepada anak-anak? Itulah keadaan akal mereka. Mereka tidak tahu disebabkan hal itu mereka sendiri terjerumus kedalam kancah kehancuran. Oleh sebab itu berdo’alah untuk kemaslahatan Pakistan juga, para Mullah sekalipun dinasihati mereka tidak akan menerima kerana tidak mempunyai akal yang benar, akan tetapi berdo’alah untuk orang-orang awam disana semoga Allah swt memberi petunjuk kejalan yang lurus, para ahli politik jangan sampai memikirkan untuk kepentingan diri mereka sendiri, melainkan supaya mereka menunaikan kewajiban terhadap Negara, semoga mereka dapat memenuhi hak orang-orang miskin disana.

Keadaan Pakistan pada sa’at ini betul-betul memprihatinkan. Kas Negara kosong, tidak ada persediaan makanan yang cukup. Oleh sebab itu sering terjadi peristiwa penjarahan dan perampokan. Setiap langkah terjadi perbuatan suap-menyuap. Masyarakat kelaparan tidak ada yang menaruh perhatian terhadap mereka. Para penguasa hanya memikirkan kepentingn diri masing-masing. Semoga Allah swt mengasihani orang-orang awam disana.

Disini kita merayakan kegembiraan dan orang-orang Ahmadi diseluruh dunia juga sedang merayakan kegembiraan ini, mereka sedang merayakan seabad Khilafat Ahmadiyah sebagai tasyakkur dan program lainnyapun tengah dilaksanakan. Ingatlah juga untuk mendo’akan Pakistan, semoga Allah swt melindungi nasib orang-orang miskin disana, semoga Allah swt memberi akal sehat kepada para pemimpin zalim disana dan semoga Allah swt menunjukkan mereka kejalan yang lurus. Do’akan juga secara khas untuk negara-negara muslim, semoga Allah swt memberi taufiq kepada mereka untuk mengenal Hazrat Masih Muhammadi a.s. dan do’akanlah untuk dunia seumumnya juga, yang sedang menuju arah kehancuran, semoga Allah swt melindungi mereka dari azab-Nya dan memberi taufiq kepada mereka untuk mengenal kebenaran, agar sekali lagi dunia bisa melihat pemandangan dimana hanya berdiri satu Kerajaan Allah swt, dan bendera Hazrat Muhammad saw berkibar disana. Amin !!!

Alih Bahasa oleh Hasan Basri