Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

19 November 2004 di Masjid Baitul Futuh, London, UK

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

 

Islam sangat menekankan pada kita )ummat Islam) untuk tinggal dalam masyarakat dengan saling kasih mengasihi diantara sesama dan menekankan pada kita untuk menampilkan akhlak mulia dalam masyarakat. Allah dengan beraneka ragam cara telah menarik perhatian kita ke arah ini,yaitu ciptakanlah akhlak luhur di dalam diri kalian; tinggallah dengan cinta kasih dan lemah lembut diantara sesama kalian; tunaikanlah hak-hak satu dengan yang lain diantara kalian. Dan oleh sebab di dalam diri manusia senantiasa terus ada kekurangan dan kealfaan, karena itu janganlah setiap saat senantiasa mencari kelemahan dan kesalahan rekan-rekan kalian, saudara-saudara ,tetangga-tetangga kalian atau senantiasa mencari kesalahan-kesalahan orang-orang yang tinggal di lingkungan masyarakat kalian; dan janganlah terus memata-matai,yaitu bagaimanapun juga saya harus dapat menangkap kesalahan seseorang lalu untuk seterusnya saya akan menyebarkan itu. Ini merupakan gerakan atau tindakan yang sia-sia dan tidak berguna. Orang-orang yang mencari kesalahan –kesalahan atau kegemarannya mengorek-orek kekurangan-kekurangan orang lain, pada umumnya bagi yang kesalahan atau kelemahannya telah diketahui, dengan itu mereka berusaha untuk menyuruh mengerjakan suatu pekerjaan, mereka berusaha mengambil faedsah dari itu dan tindakan ini dilakukan mulai dari tingkat individu hingga tingkat nasianal. Untuk itu digunakan ripu daya yang sangat halus. Dan serupa itulah sejumlah orang digunakan /dihasut juga untuk melakukan tindakan pengacauan terhadap negaranya sendiri,manakala ini sudah sampai pada level /tingkat nasional.

Kemudian secara pribadi dikalangan kelompok atau Jemaat sejumlah orang menjadi terbiasa mencari-cari kekurangan-kekurangan orang lain supaya nama mereka dinodai. Sejumlah orang-orang aniaya sedemikian rupa mereka mencari kelemahan-kelemahan orang lain atau jika tidak ada kelemahan sekalipun maka dengan menyebarkan rumor-rumor atau isu-isu bohong mereka tidak menghindar untuk tidak mengganggu jodoh anak-anak perempuan orang dan mereka pun tidak mau berhenti dari itu. Terkadang mereka pergi ke pihak kedua dimana jodoh tengah dibicarakan, seperti itu mereka mengatakan kata-kata yang tidak benar , sehingga kesananya orang (pihak laki pencari jodoh) menjadi bimbang , apakah saya menjodohkan atau tidak dengan si fulanah. Tujuannya tidak lain hanya dengan cara bagaimana keluarga pihak perempuan disakiti. Sejumlah orang terkadang hanya untuk sekedar senang-senang dalam obrolan santai dalam corak cemohan dan ejekan membuka /menyebarkan kelemahan seseorang. Dan dalam masyarakat dewasa ini kondisi menyakitkan ini nampak tambah lebih mencuat kepermukaan yang mungkin saja karena komunikasi menjadi mudah. Pendek kata,untuk mengambil faedah khusus atau dengan maksud menjelek-jelekkan nama orang lain atau hanya untuk sekedar menikmati bincangan santai kekurangan –kekurangan dan kealfaan-kealfaan orang lain disebarkan /diungkit-ungkit,bahkan kadang diciptakan peluang sedemikian rupa dimana suatu kesalahan disuruh perbuat pada orang lain dan kemudian itu dipegang /direkam lalu faedah diambil dari itu. Maka di dalam kondisi itu- sebagaimana saya telah katakan -hanya Islam lah yang mengatakan kepada para pengkutnya bahwa hindarilah hal-hal sia-sia dan tidak berguna itu dan pada zaman ini, dewasa ini jika itu ada yang menampilkan ajaran Islam hakiki maka itu adalah orang Ahmadi. Oleh karena itu ini merupakan kewajiban orang Ahmadi bahwa jangankan mencari kelemahan dan kekurangan seseorang sungguh merupakan hal sangat jauh, bahkan jika ada kelemahan seseorang yang secara tidak disengaja diketahui olehnya maka menutupinya adalah merupakan hal yang sangat penting. Sebab, setiap sesuatu ada harga dirinya. Perlu memperhatikan benda /hal itu. Jika ada keburukan dan dalam kenyataannya memang ada (sekalipun) maka dengan menzahirkan itu mungkin, satu, dapat menjadi faktor nama buruk untuk dia,kedua, pada diri orang lain pun kesadaran akan keburukan (bahwa keburukan tidak boleh dilakukan) itu akan hilang, apabila lambat laun /secara pelan-pelan mulai dibicarakan prihal keburukan-keburukan itu. Dan lambat laun orang lain dalam masyarakat pun akan terlibat dalam keburukan itu. Oleh karena itu kepada kita terdapat perintah yang jelas bahwa perkara-perkara yang dapat menciptakan kekacauan dalam masyarakat atau dapat maenjadi faktor menimbulkan kerusakan itu jangan disebarkan/jangan diexpose, itu jangan disebarkan. Berdoalah dan menyingkirlah kamu ke pihak lain dari keburukan-keburukan itu. Dan jika kalian bersimpati pada seseorang maka dengan doa dan dengan memberikan pengertian secara pribadi berusaha menjauhkan keburukan itu dan itulah merupakan obat yang paling mujarab. Kecuali berita (baik/buruk) yang menyangkut Jemaat atau mendengar habar berita yang menyudutkan Jemaat yang terdapat kemungkinan besar dari itu Jemaat akan mendapat kerugian atau suatu hal yang diketahui yang dari itu dapat mendatangkawn kerugian – sebagaimana saya telah katakan -maka itu dapat disampaikan kepada pengurus yang bersangkutan atau kepada saya. Berbicara sana sini bagaimanapun juga tidak ada haknya dan tidak perlu. Dengan cara itu keburukan akan tersebar. Jika, sebagai misal, upaya perbaikan orang yang melakukan kesalahan tidak sukses atau dengan bebicara bohong dan dengan memberikan keterangan yang palsu dia untuk sementara telah menyelamatkan jiwanya, maka orang lain pun yang di dalam tabeatnya terdapat kelemahan mereka pun terkadang mengatakan ungkapan-ungkapan seperti itu, mereka juga mulai menzahirkan kelemahan –kelemahan mereka. Sebab, di dalam benaknyapun bercokol pula fikiran bahwa dengan tertangkapnya kesalahan si fulan, pengurus itu atau orang itu apa yang telah dia lakukan (apa folow up nya ) yang akan menentang kami atau merugikan kami. Ruginya apa orang itu. Untuk sekedar hiburan /senang-senang bincangkanlah sejumlah obrolan, sesudahnya baru difikirkan. Perkara-perkara seperti inilah yang menyebarkan keburukan-keburukan dan hijab menjadi tidak ada lagi.

Pendek kata, ini merupakan kesalahan pemikiran orang yang kurang dalam ketakwaan, tetapi barangsiapa yang mengetahui sesuatu yang menentang Jemaat, maka merupakan tanggung jawabnya untuk memberitahukan hal itu hanya kepada lembaga nizam Jemaat dan jangan dibicarakan disana sini. Sebab, kadang terjadi juga seorang yang mendengar yang salah atau salah dengar.Atau terkadang seorang yang mengucapkan, kendati ikhlas dari segi kejemaatan namun dalam gejolak sesaat ada ucapan yang terlanjur dia ucapkan yang karenannya sesudahnya dia menjadi merasa malu dan setelah mendengar satu pekara lalu menyebarkannya untuk seterusnya, mengakibatkan sikap itu menjadi faktor rasa malu yang lebih besar. Terkadang kesalahan seseorang adalah karena tidak mengucapkan ungkapan yang benar, yang tidak fasih. maka dari sebab itu menjadi nampak dalam bentuk yang sangat mengerikan. Pendek kata,kelemahan apapun yang serupa itu atau baik yang diberikan pengertian secara terpisah ataupun kepada para pengurus Jemaat diberitahukan bahwa kata-kata yang seperti ini yang saya telah dengar, Tuan selidikilah itu. Tetapi perkara/kasus siapapun jangan hendaknya disebarkan sehingga dapat merendahkan martabat seseorang. Bisa saja kesalahan seperti itu dapat terjadi pada diri kalian dan seperti itu kemudian digembar gemborkan dan andaikata nama sampai menjadi buruk maka betapa menyakitkan hal seperti itu. Setiap orang hendaknya berbicara untuk ke depan sesuai dengan pemikiran itu.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda:

“Tuhan yang Islam kemukakan dan Tuhan yang orang –orang Islam imani adalah Dia Yang Maha penyayang,Maha Mulia, Maha penyantun Maha Penerima taubah dan Maha Pengampun. Barangsiapa yang benar-benar bertaubah maka Allah akan menerima taubatnya dan memaafkan dosa-dosanya. Tetapi di dunia ini kendati sebagai saudara kandung, kerabat dekat dan keluarga sekalipun apabila mereka satu kali melihat satu kesalahan /dosa maka kendati telah berhenti sekalipun namun tetap menganggapnya sebagai aib. Tetapi betapa mulia-Nya Allah kendati manusia setelah melakukan ribuan aib sekalipun lalu bertaubah pada-Nya maka Dia menerima taubah hamba-hamba-Nya dan memaafkannya. Di dunia ini tidak ada manusia kecuali para nabi (yang diwarnai dengan warna Tuhan) yang sedemikian rupa menutup kelemahan orang. Akan tetapi sebaliknya kondisi orang pada umumnya adalah sebagaimana Sa’di berkata: Tuhan kendati mengetahui Dia menutupi kelemahan, tetapi sebaliknya kendati mengetahui prihal itu sedikit sekalipun dia menyebarkannya/menggembar gemborkannya.

Bersabda: Jadi renungkanlah, betapa luhur sifat kemuliaan-Nya dan sifat pemurah-Nya. Sungguh benar bahwa jika Dia mencengkeram hamba-hamba-Nya maka Dia akan menghancurkan semuanya. Tetapi kemuliaan dan kasih sayangnya sedemikian luas dan mendahului kemurkaan-Nya. Malfuzhat 4 hal.137-138 Edisi Baru

Jadi, perhatikanlah betapa beliau menarik perhatian kita untuk menutupi kelemahan orang lain dengan menyebutkan bahwa Allah adalah Maha Pengasih dan karena sifat kasih sayang –Nya Dia memaafkan hamba-hamba-Nya. Dia adalah wujud yang Maha Pemurah, Maha Pemberi. Maha Penyabar,menerima taubah, karena itu apa yang dapat diketahui oleh seorang hamba, apa yang Allah akan kehendaki terhadap diri seseorang. Ungkapan Sa’di beliau telah memberitahukan,sebagaimana saya telah beritahukan, bahwa Allah kendati mengetahui sejumlah kekurangan dan kelemahan -kelemahan Dia menutupi kelemahan-kelamahan hamba-hamba-Nya. Sementara tetangga yang tidak sepenuhnya mengetahui persoalan,dengan mengambil satu point,dengan mengambil satu kata,dengan mengambil satu kalimah terkadang dengan mengambil hanya satu kata dia mulai berteriak untuk menjelekkan seseorang hingga tidak ada batasnya. Oleh karena itu setiap orang hendaknya senantiasa beristigfar /memohon ampun. Sebab jika Allah mulai melakukan perhitungan maka mungkin semua kita ini akan dimusnahkan, tetapi ini merupakan kasih sayang dan kemuliaan-Nya sehingga kita semua masih selamat.

Tertera dalam sebuah hadis bahwa dalam nada rahasia dan secara bisik-bisik Rasulullah saw bersabda:”Diantara kalian akan ada yang akan dekat dengan Tuhannya sehingga Dia akan memayunginya dengan rahmat-Nya. Kemudian bersabda:”Apakah engkau telah melakukan pekerjaan anu dan anu ! Dia akan menjawab: Ya,Tuhan-ku! Kemudian Tuhan akan bertanya,” Apakah engkau telah melakukan pekerjaan anu dan anu ? Dia akan mengakui. Maka Allah akan berfirman,” Saya telah menutupi kelemahan kamu di dunia ini. Hari inipun, pada hari Kiamat ini, saya menutupi kelemahan-kelemahan kamu dan saya memafkan semua kesalahan-kesalahan kamu” Bukhari kitabul adab sitrul mu’min ala nafsihi ( ini adalah merupakan penjelasan hadis sebelumnya).

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat. Bersumber dari Hadhrat Ibni Umar. Bahwa Rasulullah saw bersabda: Seorang Muslim dengan seorang Muslim adalah bersaudara. Dia tidak menganiayanya dan tidak meninggalkannya sendirian. Barangsiapa yang senantiasa sibuk memenuhi keperluan saudaranya maka Allah terus memenuhi keperluan-keperluannya dan barangsiapa ada menjauhkan kesulitan seorang Muslim Allah akan mengurangi satu musibah dari musibah-musibah (itu) pada hari kiamat dan barangsiapa yang menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari Kimat ”. Riyadhushshalihin bab fi qadhai hawaiji- lmuminin

Perhatikanlah bahwa sifat sattar Allah-lah yang karenanya dosa-dosa itu dimaafkan. Tertera dalam sebuah riwayat bahwa selama dia terus berupaya menolong saudaranya,terus melakukan upaya-upaya,maka Allah akan terus memberikan pertolongan padanya. Ada lagi satu riwayat lain yang hampir mirif dengan itu tetapi di dalamnya terdapat satu peringatan,didalamnya diperingatkan juga kepada orang yang tidak menutupi aib orang lain.Rasulullah saw bersabda” Barangsiapa yang menutupi suatu aib sesama Muslimnya, maka Allah akan menutupi aib-aibnya pada hari kiamat dan barangsiapa yang tidak menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menzahirkan aib dan kekurangannya sehingga dia akan dihinakan di rumahnya sendiri(dalam keluarganya)”.Sunan Ibni majah Kitabul hudud

Jadi, lihatlah betapa keras peringatan itu. Di dalam diri semua kekurangan kekurangan itu ada, maka apabila Allah menzahirkan aib lalu menghinakan manusia, maka seorang tidak akan mendapatkan tempat berlindung. Tidak akan ada tempat perlindungan. Oleh karena itu daripada melihat aib-aib orang lain setiap orang seyogianya senantiasa mengintrospeksi dirinya sendiri.

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat Hadhrat Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda ,” Seorang hamba tidak menutupi aib seorang hamba di dunia melaikan Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat”. Sahih Muslim kitabul birri wasilah) Yakni, menutupi aib orang lain Allah tidak akan biarkan tampa ganjaran dan pada hari kiamat Dia akan memberikannya ganjaran.

Dengan mengungkapkan /mengexpose keburukan- sebagaimana sebelumnya saya telah katakan- akan timbul bahaya tersebarnya keburukan dan akan timbul bahaya dimana masyarakat pun akan terlibat di dalamnya. Oleh karena itu penzahirkan/expose keburukan hendaknya jangan dilakukan karena dengan itu keburukan akan tersebar. Dan perkara ini nampak jelas di depan mata kita bahwa dengan keburukan itu diexpose tiba-tiba banyak keburukan-keburukan/aib yang menjadi tesebar. Dan berkenaan dengan itulah Hadhrat Rasulullah saw dengan tegasnya menasehatkan pada kita.

Beliau bersabda:”Jika kalian mencari-cari kekurangan-kekurangan orang –orang maka kalian menghancurkannya atau kalian menciptakan jalan kehancuran di dalamnya.Sunan Abi Daud kitabul-adab bab maa fi nnahyi anittajassus

Mengorek-ngorek/mencari-cari kelemahan-kelemahan tujuannya adalah untuk membeberkannya ,menzahirkannya pada orang-orang atau keburukan apa saja apabila itu disebarkan maka akan timbul kerusakan dan ketidak stabilan. Di dalam ini terdapat (pringatan) bagi orang-orang yang dengan mengorek-orek aib, mereka mencari aib orang lain atau mereka menyebarkan aib-aib dan kekurangan-kekurangan mereka,kepada mereka yang melakukan itu telah diberikan pengertian bahwa janganlah menyangka bahwa dengan cara seperti itu kamu tengah menjalankan tugas perbaikan, tetapi sebaliknya kalian justru tengah menciptakan kehancuran. Di dunia ini terdapat beraneka ragam tabeat manusia .Terkadang sejumlah tabeat orang setelah mendengar suatu perkara yang menentang pribadinya,maka sebagai reaksi,yakni orang-orang yang keburukan-keburukannya terungkap dan karena tambah keras kepalanya malah mereka justru mulai melakukan keburukan ,karena ,menurut dia, kini telah menjadi jelas dan diketahui orang. Yang tadinya merupakan sebuah hijab itu kini telah hilang. Jadi dari itu sisi perbaikan kemungkinannya sama sekali menjadi tertutup. Jika ini merupakan aib orang lain dan kelemahan, di dalam itu sejumlah pengurus juga harus berhati-hati. Terkadang pembicaraan menjadi telepas terkait dengan pengurus atau dari pihak kerabatnya atau dengan rujukan perkara /kasus seseorang keluar(diketahui orang) maka akan timbul reaksi juga yang menentang nizam organisasi. Bersabda kemudian tanggungjawab adalah terletak pada orang yang membuka rahasia atau aib itu. Itulah dia orang yang mengeluarkan hal ini/menzahirkan perkara ini. Dan peringatan terhadap orang yang membuka aib itu, dalam hadis sebelumnya kalian telah dengar.

Dengan menzahirkan suatu keburukan tidak ada lagi tinggal tersisa prihal pentingnya dan jika secara terus-menerus /permanent keburukan-keburukan itu mulai zahir maka dalam masyarakat tidak lagi dirasakan bahayanya suatu keburukan dan ini sudah umum dalam pengalaman. Sebagaimana saya telah katakan bahwa hijab itu jika habis maka tidak disadari lagi prihal bahayanya suatu keburukan. Misalnya lihatlah filem-filem dan drama-drama yang diperlihatkan di televisi.

Dan dari sejak mulai ada drama-drama seperti itu yang didalamnya terdapat perbincangan mengenai pembunuhan, perampokan, penculikan dan terkait dengan obat-obat terlarang ,dari sejak itulah keburukan-keburukan atau kejahatan ini mulai tambah lebih merebak. Televisi.media massa dll sangat berperan aktif dalam menyebarkan itu. Dari pihak mereka sediri drama-drama perbaikan mereka ciptakan sehingga mereka membuat kesimpulan bahwa lihatlah pelakunya telah ditangkap. Tetapi di dalam itu pada akhirnya tidak dapat diketahui yang bertalian dengan “perbaikan “ dapat dipahami atau tidak, malah justru keburukan yang tersebar. Sudut pandang anak-anak dengan terus menerus menonton drama-drama di televisi lah dapat menjadi rusak. Dan ketika mereka remaja dan mulai menginjak usia dewasa maka di negara-negara miskin untuk keperluan /kepentingan mucul gerakan-gerakan seperti itu, sementara di negara-negara kaya adalah untuk hiburan muncul gerakan-gerakan itu. Kemudian lihatlah, di masyarakat Barat ini atas nama kebebasan tengah terlahir banyak rasa tidak ada malu dan banyak keburukan-keburukan yang muncul. Apa yang beliau saw sabdakan bahwa dengan menzahirkan keburukan-keburukan itu kalian akan menciptakan lagi keburukan-keburukan. Jadi, dewasa ini jika diteliti, sebagaimana saya telah katakan- bahwa akibat menzahirkan keburukan-keburukan itulah keburukan-keburukan ini tengah terjadi tengah bermunculan. Semoga Allah menghindarkan anak-anak kita dari keburukan-keburukan itu.

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat bahwa Rasuluah saw bersabda: Sesungguhnya Allah itu Pemalu dan suka menutupi aib Musna Ahmad bin Hanbal jilid 4:224

Perhatikanlah, inipun sama dengan hadis pertama bahwa jika dewasa ini rasa tidak ada malu /prilaku-prilaku tak bermoral telah berkembang. Jika rasa malu dan sifat menutupi aib ada pada media-media masa yang berperan menyebarkan prilaku-prilaku tidak mengenal malu itu, maka lebih dari setengah keburukan-keburukan, kehancuran dan masaalah-masaalah keluarga dan kejahatan –kejahatan menjadi terselesaikan dan kekotoran dan keburukan-keburukan masyarakat akan menjadi habis. Sebab, surat-surat kabar dan televisi telah melenyapkan kesadaran terhadap rasa malu. Di taman-taman secara terbuka dilakukan prilaku yang tidak mengenal malu dan ini semua adalah akibat kurangnya rasa malu. Di Eropa standar dan mutu rasa malu dan menutupi aib sama sekali menjadi berubah. Jadi, daripada melihat sana sini, daripada mencari keburukan orang lain, kita untuk diri kita dan untuk anak-anak kita hendaknya berdoa, semoga Allah melindungi mereka dari perkara-perkara itu.

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah saw bersabda: Di dalam kitab Allah ayat yang banyak memiliki keistimewaan adalah ( Beliau membaca ayat وَمَا أَصَابَكُمْ ) bahwa musibah apapun yang menimpamu itu adalah hukuman akibat apa yang telah kamu perbuat. Dan Allah memaafkan banyak dosa-dosa dan Dia menutupi aib. Dan beliau menafsirkan tafsir ayat وَمَا أَصَابَكُمْ adalah bahwa hukuman dan musibah-musibah lahiriah lainnya yang datang adalah karena kesalahan –kesalahan dan dosa-dosa manusia sendiri dan kasih sayang Tuhan menjadi penghalang untuk kembali mengazab kesalahan-kesalahan itu di akherat. Dan kesalahan-kesalahan yang Dia telah maafkan di dunia ini dan Dia tidak menangkap/menghukumnya atau mengazabnya,rasa kasih sayang-Nya akan menjadi penghalang untuk menghukumnya setelah memaafkannya . Musnad Ahmad bin Hambal Jilis 1 : 85

Dari hadis-hadis itu dungkapkan akan perlakuan ampunan dan magfirah Allah kepada hamba-hamba-Nya. Karena itu bukanlah merupakan hak hamba-hamba-Nya untuk membuka aib hamba-hamba Allah kesana kemari. Tetapi untuk orang lain seyogianya berdoa dan untuk diri sendiripun juga seyogianya berdoa supaya Allah terus memperlakukan kita dengan sifat sattar-Nya /menutupi aib-aib kita.

Dan untuk itu Rasulullah saw telah mengajarkan doa-doa kepada kita yang terjemahannya adalah ,” Hai Allah saya memohon kepada Engkau kesehatan di dunia dan di akherat. Ya Allah ! saya memohon kepada engkau ampunan dan kesehatan, dalam agama dan dunia dan dalam urusan rumah tangga dan dalam harta dan kesehatan. Hai Allah ! tutupilah kelemahan kami dan anugerahilah rasa aman dalam rasa takut kami. Ya Allah ! Engkaulah Sendiri yang melindungi aku dari depan, belakang, kiri kanan dan dari atas. Dan aku berlindung pada Engkau supaya jangan ditimpa musibah yang terselubung dari bawah”. Abu Daud Kitabuladab

Dalam kaiatan itu, terdapat tauladan Hadhrat Masih Mauud a.s dan bagaiamana kondisi kalbu beliau saat itu, kini saya akan paparkan. Beliau a.s bersabda,” Pada kasus sidang (tuduhan ingin melakukan) pembunuhan, dengan niat untuk mengurangi bobot keterangan seorang saksi penentang di pengadilan” dengan niat untuk mematahkan dahsyatnya keterangan-keterangan “pengacara kami ingin supaya nama ibu si penuntut ditanyakan, namun saya mencegahnya dan berkata, janganlah menanyakan sesuatu yang jawabannya sama sekali dia tidak dapat berikan dan janganlah sama sekali melekatkan noda yang darimana dia tidak dapat melarikan di daripadanya. Padahal orang-orang itulah yang telah melontarkan tuduhan palsu kepada kami dan merekayasa sidang falsu. Dia telah mengada-ada atau membuat-buat kedustaan dan dalam memfitnah kami bahwa kami telah melakukan upaya pembunuhan dan mereka berupaya bagaimana supaya terjadi pengurungan terhadap diri kami dan tidak ada lagi cara yang dia tidak tempuh(untuk menecilakakan kami). Serangan-serangan apa lagi yang dia tidak lakukan untuk menghinakan saya. Kini beritahukanlah pada saya apa rasa takut yang menyelimuti diri saya sehingga saya mencegah pengacara saya untuk untuk menanyakan seperti itu. Permasaalahannya adalah bahwa saya senantiasa berpegang pada prinsip bahwa jangan ada serangan kepada siapaun yang dapat benar-benar menjadikannya sedih /sok dan dia tidak ada jalan untuk menghindar ”. Yakni tidak ada jalan lain lagi baginya untuk menyelamatkan diri. Pada saat beliau bersabda seperti ini maka seorang yang duduk disana berkata “ Hudhur ! hati sayapun kini tidak puas “ yakni kini bagi sayapun benar-benar tidak enak bahwa kenapa pertanyaan (yang memojokkan dia) ini tidak ditanyakan padanya. Pertanyaan ini hendaknya ditanyakan untuk menghinakannya. Maka beliau bersabda, “ Hati saya tidak tega untuk melakukan itu”. Sahabah tsb nampak sekali sangat marah lalu dia berkata bahwa pertanyaan ini tadinya bagaimanapun juga hendaknya harus ditanyakan. Hudhur bersabda : Sudah seperti itulah Tuhan telah menciptakan hati saya,maka coba bertahukanlah apa yang harus saya perbuat”. Malfuzhat Jilid 3:59 Edisi baru

Dan seperti itulah kalbu yang ingin beliau ciptakan dalam diri setiap warga Jemaat. Dan inilah yang beliau ajarkan pada kita yang tidak lain adalah merupakan ajaran Islam yang benar.

Kemudian beliau bersabda: Pendirian saya adalah bahwa barangsiapa yang telah menjalin tali persahabatan maka saya sedemikian rupa memperhatikan janji itu sehingga orang itu betapapun dia dan bagaimanapun statusnya sosialnya, maka saya tidak dapat memutuskan hubungan dengannya. Ya, kalau dia sendiri lebih dahulu memutuskan hubungan maka kami tidak berdaya. Kalau tidak, pikiran kami adalah bahwa jika dari kalangan rekan rekan kami ada seorang yang meminum minuman keras lalu jatuh di pasar, maka kami tampa takut pada orang yang mencemohkan kami akan mengangkatnya dan membawanya”. Beliau bersabda, perjanjian persahabatan adalah merupakan satu mutiara yang sangat berharga, itu jangan hendaknya disia-siakan dengan mudah begitu saja. Dan dari pihak kawan-kawan kendati betapapun permasaalahannya sangat tidak bersahabat hendaknya senantaisa bersikap sattar dan tabah pada hal itu .( hendaknya menutupi dan memafkan) Sirat Tayyibah hal.58

Hadhrat Mlv Syer Ali juga melanjutkan atau beliau menulis dalam riwayat beliau bahwa selanjutnya beliau bersabda kami akan berusaha menyadarkannya. Dan apabila dia sudah mulai sadar maka hendaknya harus pergi dari dia, supaya setelah melihat kita dia tidak merasa malu. Dan beliau menasehatkan kepada semua Jemaat beliau bahwa warga Jemaatpun adalah seperti sebuah keluarga.Mereka adalah saudara kamu Tingggallah kalian seperti layaknya bersaudara.Dan sembunyikanlah aib satu dengan yang lainnya.

Pada suatu kali di Majlis Masih Mauud a.s seorang menyebut akan kekurangan atau kelemahan seseorang. Mendengar itu beliau bersabda: Mereka menghitung kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelamahannya apakah mereka menghitung/menyebut akan kebaikan –kebaikan dan keisitimewaannya.Dzikri Habib dari Hadhrat Mufti Muhammad sadiq

Dengan menerangkan kebaikan-kebaikan seseorang kebaikan-kebaikan akan tersebar. Seorang melakukan pengorbanan harta,seorang yang lain melakukan corak pengorbanan yang lain. Manakala pengorbanan – pengorbanan itu disebutkan/disinggung maka pada diri orang lainpun akan timbul gejolak. Tetapi andaikata hanya keburukan-keburukan saja yang dibicarakan /dibincangkan dalam masyarakat maka hanya keburukanlah yang akan tersebar. Sebagaimana saya telah katakan bahwa kemudian standar itu akan maenjadi hilang. Hijab akan menjadi hilang. Kedua, adalah bahwa dengan menerangkan akan keburukan seseorang, maka akan menciptakan rasa amarah dan rasa malu pada diri orang itu. Jika kebaikan-kebaikan yang diterangkan maka dari itu akan terjadi penghematan; maka masyarakat akan terhindar dari kerusakan yang lebih besar dan kemudian dengan membeberkan /menerangkan keburukan-keburukan orang lain, maka manusia sendiri akan menjadi berdosa;jika hanya kebaikan-kebaikan dan keindahan-keindahan seseorang yang diterangkan maka dari itu juga akan melindungi diri sendiri. Jadi, satu sikap menutupi aib akan melahirkan banyak lagi kebajikan- kebajikan lainnya.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda : Pada dasarnya Tuhan menutupi aib atau kekurangan manusia, sebab Dia adalah Maha Menutupi aib atau menutupi kelemahan;dan banyak sekali orang-orang yang mana sifat Sattar (Maha menutupi)Tuhan inilah yang telah menjadikan mereka menjadi orang baik. Kalau Tuhan menutupi aib manusia, maka akan dapat diketahui bahwa apa-apa saja kekotoran yang tersembunyi di dalam diri manusia.

Kemudian bersabda: Kesempurnaan iman manusia adalah berakhlak sesuai dengan hadis تخلقوا باخلاق الله (Warnai lah diri kalian dengan sifat-sifat Tuhan)Yakni, akhlak mulia yang ada dalam diri Allah dan sifat-sifat-Nya sedapat mungkin supaya diikuti. Dan hendaknya berusaha mewarnai dirinya dengan warna sifat Allah. Misalnya, di dalam diri Tuhan ada sifat Maha Pemaaf, maka manusia hendaknya menjadi orang yang pemaaf,kemudian Maha pengasih ,Maha penyantun, Maha mulia. Nah,manusia pun hendaknya menjadi pengasih, penyantun dan suka memuliakan orang lain. Allah adalah sattar- Maha menutupi aib /kelemahan. Manusia pun hendaknya mengambil bagian dari keluhuran sifat sattar Tuhan dan hendaknya menutupi aib-aib dan kekurangan-kekurangan saudara-saudaranya”.

Hendaknya menutupi aib-aib,dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.” Sejumlah orang memiliki kebiasaan bahwa apabila dia melihat keburukan dan kekurangan orang lain maka selama dia tidak menyebarkannya dengan sebai-baiknya makanan yang dicerananya tidak menjadi halus /tidak puas. Bersabda, tertera dalam hadis: Barangsiapa yang menyembunyikan aib saudaranya, maka Allah akan menutupi kelemahannya. Manusia hendaknya jangan congkak dan jangan hendaknya sampai tidak ada rasa malu. Janganlah sampai tidak berlaku baik pada makhluk-Nya, perlakukanlah mereka dengan baik”. Malfuzhat jilid 5 :608-509 Edisi Baru

Kemudian terkait prihal priode permulaan beliau a.s bersabda: “ Duduk persoalannya adalah Jemaat kini dalam kondisi tahap awal, ibarat seorang yang baru pulih dari penyakit yang sangat berat, dimana di dalam Jemaat ini terdapat sejumlah orang yang masih dalam kondisi lemah dan ada juga yang sudah agak teguh imannya. Oleh karena itu barangsiapa yang mendapatkan ada yang lemah hendaknya memberikan nasehat padanya secara terpisah. Jika dia tidak siap menerima, maka doakanlah mereka. Jika dengan dua hal itu tidak membuahkan hasil maka anggaplah itu sudah merupakan ketentuan Allah. Apabila Allah telah menerimanya maka kalian hendaknya begitu melihat aib seseorang janganlah lalu segera menunjukkan gejolak emosi yang tidak benar. Mungkin saja dia dapat menjadi baik. Para wali dan para abdal/wali pilihan juga terkadang terlibat dalam prilaku melakukan aib. Bahkan tertera sebuah catatan juga

القطب قد يزنى

Alquthbu qad yazni – bahwa seorang wali ada yang pernah melakukan zina. Banyak sekali pelaku zina dan pencuri yang pada akhirnya mereka menjadi wali dan abdal/wali pilihan. Meninggalkan orang -orang dengan cepat dan tergesa-gesa bukanlah merupakan cara kami. Jika ada anak seseorang yang rusak maka sang ayah dengan segala daya dan upaya akan memperbaikinya. Begitu jugalah seorang jangan hendaknya meninggalkan saudaranya tetapi justru harus berusaha sepenuhnya untuk memperbaikinya. Ajaran Al-Quran bukanlah begitu seorang melihat aib seseorang lalu menyebarkannya dan menjadikannya sebagai buah bibir /obrolan kemana-mana. Tetapi Dia berfirman: وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِمِ (Al-Balad 18)-Dan mereka menasehati dengan sabar dan kasih sayang. Dan marhamah (kasih sayang) adalah setelah melihat aib satu dengan yang lain lalu memberikan nasehat padanya dan juga memanjatkan doa untuknya. Di dalam doa atau doa mempunyai pengaruh yang sangat besar dan sangat malang sekali orang yang menerangkan satu aib (seseorang) ratusan kali, tetapi satu kalipun doa tidak dia panjatkan(untuk orang itu). Aib orang lain baru hendaknya diterangkan manakala telah berdoa terus menerus dengan menangis-nangis untuknya selama empat puluh hari”/ Terkenal kata saidi: Allah kendati mengetahui tetapi Dia menyembunyikan kelemahan, namun sebaliknya tetangga tahupun juga tidak, tetapi dia terus menceriterakannya berteriak kesana kemari. Nama Allah itu adalah Sattar . Kamu hendaknya mewarnai diri kamu dengan sifat-sifat Allah

تخلقوا باخلا ق الله – takhallaqu biakhlaaqillah –Adopsilah akhlak-akhlak Allah atau berakhlaklah sesuai dengan akhlak Allah. Bukanlah maksud kami supaya kalian menjadi pelindung aib, maksud kami adalah janganlah bergibat dan menyebarkan aib orang lain Sebab, sebagaimana telah tertera di dalam kitab Allah bahwa hal itu merupakan dosa, yakni kalian menyebarkan aib orang lain dan menggibatnya adalah dosa “ Beliau menerangkan sebuah kisah “ Syekh Saidi mempunyai dua orang murid. Satu dari keduanya biasa menerangkan hakikat-hakikat dan ilmu-ilmu makrifat”. Lebih cerdas, lebih mudah memahami sementara yang kedua tidak begitu cerdas, maka dia” yang kedua biasanya menjadi marah. Pada akhirnya yang (murid pertama yang cerdas) pertama mengadukan pada Sa’di bahwa apabila saya menerangkan padanya maka dia menjadi marah dan iri. Maka syekh Saidi menjawab bahwa seorang telah memilih jalan neraka karena dia iri”. Dia hasad/dengki lalu akhirnya masuk ke dalam neraka. “Dan engkau telah menggibatnya” . Dia dengki lalu sedang pergi menuju ke neraka dan kamu tengah pergi ke neraka karena menggibatnya. ” Singkat kata rangkaian ini tidak dapat berjalan selama tidak ada sifat saling mengasihi , saling mendoakan, menutupi aib dan saling sayang menyayangi diantara sesama. Malfuzhat jilid 4:60-61 Edisi baru

Kemudian beliau bersabda:”Warga Jemaat kami hendaknya berdoa apabila melihat aib saudaranya. Tetapi jika dia tidak berdoa dan dia memaparkannya lalu membuat suatu rangkaian mata rantai lagi maka mereka itu melakukan dosa. Aib yang manakah yang tidak dapat menjadi jauh. Oleh karena itu seyogianya senantiasa dengan perantaraan doa seyogianya memberikan pertolongan kepada saudaranya yang lain”. Malfuzhat Jilid 4:60 Edisi Baru

Jadi, inilah kondisi Jemaat beliau yang Hadhrat Masih Mauud a.s ingin saksikan.Insyaallah, inilah kondisi yang kita akan ciptakan di dalam diri kita. Kendati Jemaat terkadang dalam sejumlah standar atau mutu pengorbanan – dengan karunia Allah – sangat maju sekali. Dan –alhamdulillah -dalam kesetiaan dan keikhlasan sudah sangat maju. Tetapi ada sejumlah keburukan –keburuklan kecil yang dari mana satu dari itu adalah mengambil kekurangan-kekurangan orang lain lalu menyebarkannya dan memberitahukan pada orang lain. Jadi, sangat perlu menaruh perhatian ke arah itu;sebab manakala zaman terus mejauh dari zaman kenabian dan kemudian orang –orang yang langsung mendapat pendidikan dari nabi berangsur- angsur mulai berkurang. dan kini mereka semuanya telah pergi kemudian orang-orang yang mendapatkan karunia dari para sahabah yang mendapat didikan itupaun mulai menjadi berkurang dan kemudian para pendatang baru yang masuk dalam Jemaat pun –dengan karunia Allah-mulai bertambah dengan cepatnya, maka dengan doa dan istigfar sangat perlu memberikan perhatian pada hal-hal itu. Jadi hendaknya janganlah menganggap hal itu merupakan hal yang biasa,tetapi setiap hukum agama kendati itu kacil atau besar hendaknya menjadikan hukum-hukum itu sebagai bagian dari kehidupan kita dan seyogianya kita berupaya untuk memilikinya. Semoga Allah senantiasa menganugerahkan taufik kepada kita semua untuk mengamalkannya.

Qamaruddin Syahid

Mohon diperhatikan khutbah yang 2 minggu sebelumnya:

Dengan karunia Allah, dimana dimanapun di dunia Jemaat Ahmadiyah telah berdiri pada asas-asas yang kokoh, maka disana sesuai dengan keinginan Hadhrat Masih Mauud a.s diadakan Jalsah Salanah; dan –insyaallah- Jumaah depan juga Jalsah salanah Jemaat Ahmadiyah Inggris akan dimulai. Keberadaan Khalifah dewasa ini di London atau di Inggris atau keberadaan sementara namun karena mukim untuk jangka waktu yang panjang, Jalsah Inggris ini telah menempati satu kedudukan sebagai Jalsah pusat; dan dari berbagai negara orang-orang Ahmadi-dengan karuni Allah- kendati terkadang harus membebani dirinya dengan kesulitan-kesulitan beban keuangan dan terkadang tampa mempedulikan penyakit-penyakit baik secara fisik maupun adanya sejumlah kesulitan, mereka hadir untuk ikut dalam Jalsah Salanah ini; dan dengan demikian disini menjadi banyak perwakilan negara-negara yang hadir.

Kendati dengan karunia Allah pada saat saya kunjungan ke Kanada, di Jalsah Salanah Kanada pun hadir perwakilan dari 31 negara. Dan yang hadir khususnya adalah negara-negara yang dekat disana dan delegasi –delegasi dari negera-negara Amerika latin banyak sekali yang hadir yang sebelumnya tidak pernah hadir dalam jalsah-jalsah seperti itu. Kemudian dari segi jumlah yang hadir pun jumlah pengunjung Jalsah Salanah sejumlah negara menjadi lebih banyak dibandingkan dengan jalsah Salanah disini. Misalnya, pada kunjungan ke Afrika, pada saat itu hanya di Ghana saja jumlah yang hadir lebih dari 40 ribu orang. Kemudian di Nijeria hanya untuk dua tiga jam 30-31 ribu pria dan wanita yang berkumpul disana. Maka dari segi itu di berbagai negara dunia untuk menyerap berkah-berkah Jalsah dan untuk meraih karunia dari itu, orang-orang Ahmadi berkumpul. Akan tetapi, sebagaimana saya telah katakan bahwa akibat harus hijrah dari Pakistan, yang harus dilakukan oleh Khalifah, jalsah salanah Inggris sekurang-kurangnya telah mendapat kedudukan sebagai Jalsah Pusat;sebab, Jalsah Inggris-lah merupakan satu-satunya Jalsah yang di dalamnya dari 20-21 tahun khalifah yang ada secara teratur ikut serta di dalamnya. Dan –masyaallah- Jemaat Inggris benar-benar telah melaksanakan sepenuhnya tanggung jawab itu. Dan pelan-pelan pelaksanaan atau pengelolaan Jalsah pada jalur-jalurnya sebagaimana yang berlaku di pusat, disini pun diterapkan. Semoga Allah untuk yang akan datangpun senantiasa terus menganugerahkan taufik pada mereka.

Sebelumnya pada masa lalu Jalsah Salanah disini diadakan sangat singkat, persiapan –persiapan dan upaya –upaya yang harus dilakukan tidak perlu begitu besar dan luas . Tetapi kini persiapan-persiapan Jalsah menjadi cukup luas. Sebab, sebelumnya para pelasana dan panitia belum sepenuhnya mengetahui bagaimana berkerja dengan perkiraan. Dalam bimbingan Hadhrat Khalifatul-Masih IV r.h lama kelamaan semua persiapan-persiapan dan pengelolaan mulai mengambil bentuk yang lebih baik dan kini telah menjadi cukup maju. Kemudian, pada tahun yang lalu para panitia pelaksana telah memperbaiki banyak kekurangan-kekurangan mereka dan pada tahun inipun mereka tengah berupaya dan sejumlah perkara/kekurangan jika saya menyinggungnnya secara isyarah sekalipun maka amir sahib segera berupaya untuk melakukan perbaikan sesuai dengan itu. Jadi semoga Allah menganugerahkan berkah pada pengelolaan – pengelolaan maupun persiapan Jalsah Salanah. Menurut saya yang paling mendasar dalam pengaturan-pengaturan itu adalah urusan penerimaan tamu. Jika disiplin penerimaan tamu itu baik maka kapasitas atau kedudukan urusan pengaturan /penataan jalsah di bidang lainnya akan menja