Khutbah tanggal 25-5-2001 Khu-13

            Kini pembahasan sifat rahimiat sedang berjalan.Dalam kaitan ini lebih dahulu saya menyajikan perhitungan bilangan di hadapan saudara-saudara. Di dalam surah-surah  Al-Quran dimana ada  bahasan sifat rahimiat Tuhan ,yakni di dalam surah-surah itu hanya 42 jumlahnya. Dan adapun surah-surah yang lain ada tertulis perinciannya disini, membacanya  tidak perlu. Di   dalam surah –surah itu tidak ada disebut “bismillahirrahmaanirrahiym.(arrahmaanirrahim ?)” Ada 72 surah yang di mana di dalam surah-surah itu tidak ada bismillahirrahmanirrahyim(Arrahmaanirrahim?). Kecuali satu surah,yang surah Naml,di dalam itu bismillahirrahmaanirrahiym diulang. Dan sebabnya adalah  dalam  surah-surah Al-Quran yang berjumlah 114,di dalam itu di awal surah Attaubah tidak ada bismillahirrahmaanirrahiym. Dengan demikian Allah mencukupi hitungan 114.Dan di dalam surah Annaml dimana Hazrat Sulaeman menulis surat kepada Ratu Saba disana tertulis “bismillahirrahmaanirrahiym.” Jadi ini hanya untuk menarik minat /hiburan saudara-saudara bilangan saya bacakan yang mana hikmahnya pasti ada,namun saya belum mempunyai peluang untuk merenungkannya. Dan jika diantara kalian ada yang mempunyai kesempatan untuk merenungkannya,yaitu kenapa di sebagian tengah surah-surah bismillahirrahmanirrahiym tidak ditulis.

Namun sejauh berkaitan dengan mengatakan “satu”di  awal setiap surah bismillahirrahmaanirrahiym pasti. Di yang satu tidak ada, maka gantinya  di tengah-tengah ada yang tertulis. Karena  tampa bismillahirrahmaanirrahiym tidak mungkin ada surah Al-Quran yang manapun juga.

            Kini ada beberapa ayat saya sajikan di hadapan saudara-saudara dan masaalah-masaalah yang berkaitan juga. (surah Yunus 108)Wa inyamsaskallaahu bidhurrin falaa kaasyifa lahuw illaa huw wa in yuridka bikhaerin fala raadda lifadhlih yushiybu bihi man yasyaa’ min ‘ibaadih wa huwal gafuwrurrrahiym-dan jika Allah menimpakan  kerugian padamu, maka tidak ada yang akan menjauhkannya kecuali hanya Dia.Yakni kerugian yang datang dari Allah kepada seseorang dengan kehendak(Nya), maka selain Tuhan tidak ada yang bisa menjauhkannya. Namun Allahlah yang bisa menjauhkan kerugian yang telah dikirim.Di dalam ini untuk semua terdapat satu sinar harapan. Dan jika Dia memutuskan untuk sampai kebaikan pada seseorang falaa raadda lifadhlihi -maka tidak ada yang dapat mencegah karunia-Nya.Tidak mungkin,kebaikan  pasti akan sampai padanya. Nah,disini “illa-kecuali” tidak ada, yakni Allah sendiri juga tidak mencegah/menghalangi dan tidak pula ada yang bisa mencegah yusiibu bihi man yasyaa u min ‘ibaadihi-Dia menyampaikan  pada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki wa huwal gafuw rurrahiym Dan Dia  Maha pngampun, Maha Penyayang

Dalam kaitan laaraadda lifadhlihi(tidak ada yang menghalangi) hendaknya .diingat bahwa orang-orang yang setelah  terlibat dalm dosa mereka menjadi putus asa, berkenaan dengan merekapun inilah perintah Tuhan bahwa janganlah ada rasa putus asa asa,karena Allah Maha Pengampun juga dan Maha Penyayang juga.

Ini adalah ayat surah Hajr,”Nabbi’  ‘ibaadi ’anni anal gafuwrurrahiym-beritahukanlah pada hamba-hamba-Ku bahwa Saya adalah Maha Pengampun Maha Penyayang wa anna ‘adzaabi huwal ‘adzaabul aliym-Tapi meskipun demikian takutlah berkenaan dengan azabku bahwa itu merupakan azab yang pedih/menyakitkan.Diterjemahkan “meskipun/sungguhpun”  karena Saya meskipun gafuwrurrrahiym(Maha Pengampun)juga, apabila Saya memberikan azab,maka maksudnya ialah tidak diambil faedah dari ampunan Saya dan tidak dari rahimiat Saya. Maka wa anna ‘adzaabi-dan meskipun hal itu perhatikan pula azab –Ku bahwa itu merupakan azab yang sangat pedih.

Kemudian ayat surah Annahl dari 6 sampai 8. ”wal an’aama khalaqaha lakum fiyhaa dif un wa manaa fi’u wa minha ta’kuluwn walakum fiiha jamaalun hiina turiyhuwna wahiyna tasrahuwna wa tahmilu atsqalakum ila baladin lam takuwnuw baaligii hi illa bisyiqqil anfus inna rabbaka larauwfurrahiym-dan hewan-hewan ternakpun Dialah yang menciptakan,di dalam itu ada sarana untukmu  memperoleh kehangatan-dan ini bukan hanya di masa lampau saja bahkan sampai dewasa inipun dengan kulit-kulit,bulu-bulu domba kita memperoleh kehangatan dan di waktu yang sangat dingin sekalipun karena hewan-hewan kita memperoleh kehangatan/panas. Dan kadang-kadang  digunakan jaket  kulit  yang sangat hangat/panas. Jadi Allah memperhatikan segala sesuatu dan hal ini merupakan bayangan  rahmaniat-Nya,.dan di dalam itu untuk kamu ada semacam keindahan ketika kamu menggiringnya kembali di waktu petang/sore dan ketika kamu melepaskannya bebas di waktu pagi di padang gembalaan.

Dan mereka yang melihat pemandangan-pemandangan ini, mereka mengetahui bahwa itu  merupakan pemandangan yang sangat menarik. Jalan-jalan keluar di waktu pagi khususnya di  daerah pegunungan,sangat indah sekali pemandangan. Lembu, kerbau dlsb  memakan rumput dan pemandangan itu sangat menghibur hati. Dan itu mengangkut beban-bebanmu dan berjalan ke kampung/kota yang tampa menyusahkan diri kamu tidak akan sampai. Di jalan-jalan yang sangat susah dimana mesinpun juga tidak bisa jalan, disana beban-beban dibawa dengan menggunakan keledai dan di jalan-jalan yang sempit pun dan di jalan-jalan pegunungan yang sangat sulit pun keledai-keledai itu yang membawa beban-beban yang berat. Maka inipun dari kebaikan-kebaikan Tuhan,yang jika seorang mempunyai mata mereka dapat menyaksikan itu. Bahwa dimana manusia tidak bisa sampai tampa menjalani suatu kesulitan/keusahan di situpun pekerjaan-pekerjaan mengangkut beban binatang kamu yang melakukannya. Ingatlah, Tuhan adalahWujud yang sangat Penyantun dan Maha Penyayang. Disini “Raufurrahiym” yang difirmankan .Yakni Maha Penyantun. Gambaran yang gambarkan/diambil,sangat indah sekali.Dari segi daya tarik juga dan dari segi keperluan juga dan sedemikian indah gambaran yang mana seberapa pun faedah-faedah yang diperoleh manusia  dari binatang-binatang bahwa untuk yang akan datang juga akan terus sampai faedahnya,semuanya itu disebutkan. Maka disini bukannya gafuwr,bahkan “Raufurrahiym-Maha Penyantun Maha Penyayang”yang difirmankan.

Ada satu tulisan/catatan Hazrat Masih Mauud a.s.yang cukup panjang berkaitan dengan ayat ini, yang beliau sajikan dalam Perdebatan Atam. Kini,  membaca semua tulisan  agak sulit karena waktu terbatas dan yang kedua, tulisan ini merupakan tulisan yang di setiap tempat terpaksa harus dijelaskan. Kisah singkat yang dibahas adalah,  “Tuhan itu  adil atau rahim/Penyayang”. Keyakinan  Kristen yang mengakui Tuhan itu adil, yakni Dia berbuat adil dan sebagai dampak dari adil ,Dia tidak ada hak untuk memaafkan. Ini adalah kepercayaan yang benar-benar dusta dan pengecut/lemah.Hanya untuk meyakinkan ketuhanan Hazrat Isa a.s.alasan ini dibuat. Karena Tuhan sama sekali tidak bisa memaafkan, oleh karena itu semua beban dosa Dia timpakan kepada anak-Nya. Nah, menimpakan beban di atas anak yang tidak berdosa bertentangan sendiri dengan keadilan.Merupakan satu kebodohan,yang demi untuk keadilan, menorehkan/mengeratkan pisau di  leher keadilan itu sendiri. Jadi  tidak   kaki yang dengan itu mereka bisa berdiri. Sama sekali merupakan akidah  sia-sia yang mereka buat.Dan menimpakan beban semua orang pada orang yang paling tak berdosa sedemikian rupa tidak mungkin dan sama sekali tidak bisa dan merupakan keaniayaan yang sangat besar. Lihatlah coba dewasa ini, berapa banyak  keaniayaan yang terjadi.Sebagian  orang-orang zalim/diktator  menganiaya bangsa  ratusan ribu orang dan sebagian menganiaya  anak-anak kecil yang tidak berdosa dan di  setiap negera hal ini terjadi,di Inggris juga, di Amerika juga dan di negara-negara timur begitu banyak yang terjadi. Jadi, mereka ini melakukan keaniyaan.dan semua beban ini ditimpakan kepada Haztrat Isa a.s.-naudzubillahi min dzaalik,dan semua itu akan meraih keselamtan.Ini merupakan akidah yang sama sekali sia-sia dan mutlak jahil,sebagaimana  dikatakan”di dalamnya tidak ada kaki untuk berdiri”.

Ada satu dalam surah Annahl ,”wa inta’udduw ni’matallahi latuhshuwhaa innallah gafuwrur-rahiym -jika kamu berusaha menghitung nikmat Allah,kamu tidak akan bisa menghitung.Tidak terhitung nikmat yang dianugerahkan pada manusia,dan kadang-kadang sama sekali tidak terfikirkanke arah itu,kecuali ada satu nikmat yang untuk sementara dirampas. Jika manusia melihat bagaimana dia diciptakan, maka setiap hari dia tidak akan memperoleh waktu untuk berfikir.Tapi jika ada satu ginjal yang gagal,maka coba prhatikan bagaimana-bagaimana musibah-musibah  melanda. Ginjal terpaksa harus diganti, untuk itu timbul satu musibah besar. Dan begitu juga kondisi penyakit-penyakit yang lain.Selama penyakit tidak melanda, maka sampai pada waktu itu nikmat-nikamt itu tidak akan dihargai.

Jadi, jika seorang manusia  berusaha mnghitung nikmat-nikmat Allah  yang ada dalam dirinya,maka menghitung tidak akan bisa. Tidak terhitung rahmat-rahmat Allah, manis bagaimana manusia cernakkan,bagaimana  Allah  telah menetapkan sistimuntuk itu,dan bagaimana di dalam setiap lawan kelebihan-berlebihan Allah telah meletakkan keindahan, bahwa kamu melakukan hal berlebihan atau melanggar batas,kemudian kamu kembali berlebihan atau melakukan pelanggaran,kemudian  kamu akan terus dimaafkan. Jadi, Allah terhadap dosa-dosa pun inilah sikap-Nya, yakni berkali-kali manusia melakukan dosa dan berkali-kali turun kasih sayang Tuhan.Maka kesimpulan yang diambil adalah innallaha lagafuwrur-rahiym-bahwa Allah Maha Pengampun Maha penyayang.

Dalam surah Annahl ayat 46-48 “afa aminalladziyna makaarussayyiaati an yakhsifallahu bihimul ardha au ya’tiya humul ‘adzaabu min haitsu laa yasy’uruwn au ya’khudzahum min taqallubihim famaahum bimu’jiziyn au ya’khudzahum ‘ala takhawwuf fa inna rabbaka la ra’uw- furrahiym. Disinipun sifat rauwf disambung dengan sifat rahiym. Terjemah sederhana ayat ini adalah, apakah orang –orang yang melakukan makar jahat berada  dalam kondisi aman (dari bencana)  Allah menenggelamkan mereka di bumi.Disini “menenggelamkan di bumi” kapan saja ,mungkin saja dengan suatu gempa bumi  dan  bangsa-bangsa besar sebelumnya pernah ditenggelamkan di bumi serupa itu atau azab itu datang dari mana mereka tidak menyangka-nyangka. Maka azab pun datangnya secara tiba-tiba, yang manusia sama sekali tidak pernah menyangka. Orang sedang berjalan-jalan, tiba-tiba kaki melangkah di jalan dan mobil menabraknya. Nah, ini sebelum dia berjalan dari rumah siapapun tidak ada yang bisa membayangkan.Dan jika sekiranya ada persangkaan bahwa akan terjadi seperti itu maka dia tidak akan keluar dari rumah.Jadi, azab itu datangnya secara tiba-tiba dan sedemikian banyak macamnya, sebagaimana nikmat-nikmat  Allah kalian tidak bisa menghitungnya,  datangnya azab secara mendadak, itu bagaimana-bagaimana datangnya inipun tidak bisa dihitung.

Kemudian Tuhan berfirman ,”Azab datang dari mana dia sampai menyadari pun tidak atau dicengkeram dalam keadaan mereka sedang dalam perjalanan” .Umumnya orang-orang sedang dalam perjalanan/jalan-jalan, tiba-tiba datang serangan jantung. Siapapun tidak menyadari apa yang akan terjadi. Apakah mereka tidak  mengerti bahwa mereka tidak akan bisa menggagalkan maksud-maksud Tuhan ? Jalan/cara azab Tuhan sangat banyak.dan kamu sangat kurang sekali memperoleh kekuatan untuk merobah jalan-jalan/cara-cara Tuhan,apa yang Tuhan telah putuskan itu kamu dapat lemahkan (itu tidak bisa).Kemudian ada lagi satu cara/langkah Tuhan untuk mengazab “atau mereka  diazab/dimusnahkan dengan cara berangsur-angsur”.Banyak bangsa-bangsa besar yang berlalu serupa itu, yang dengan pelan-pelan,sedikit demi sedikit lama-kelamaan mereka itu punah Atau tanda-tandanya pun hapus atau sedemikian rupa tinggal sedikit sehingga mereka menjadi pelajaran/ ibrat.

Coba lihat bangsa Aborijin di Australia,di suatu masa mereka  penguasa di seluruh Australia, mereka menjadi raja di Australia, dan kemudian datang waktu  dimana mereka terus berangsur-angsur menjadi berkurang dan jika nama mereka tersisa maka itu hanya sebagai ibrat/pelajaran. Dan begitu juga di Amerika orang-orang Indian dan tentu banyak mungkin bangsa-bangsa yang dengan brangsur-angsur  mereka dicengkeram/diazab. Kemudian orang-orang Romawi, ini Tuhan yang lebih mengetahui apa yang mereka tidak syukuri dan apa yang mereka sekutukan yang sebagai dampaknya mereka di seluruh dunia  menjadi tanda ibrat/pelajaran bagi seluruh dunia. Mereka untuk tinggal/mukim saja sudah tidak ada tempat lagi. Maka dengan pelan-pelan ,dengan mengurangi berangsur-angsur Tuhan mengazab mereka,sebagaimana bulan pelan-pelan berkurang kemudian menjadi hilang dari pandangan dan begitu juga bangsa-bangsa yang angkuh ketika Allah mengazab mereka maka dengan berangsur-angsur/tingkat demi tingkat mereka diazab,mereka tidak diazab dengan tiba-tiba. Maka seberapapun cara-cara untuk mengazab itu semua di dalam ayat ini diterangkan, tapi bersama itu pula diperingatkan bahwa Tuhan kamu Maha mencintai dan Maha Penyayang Jika setiap dosa kamu Allah azab maka tidak akan ada yang tersisa  tanda-tanda kamu yang pernah ada.

Di dalam satu ayat lagi Allah berfirman,”Jika karena dosa-dosa kamu kamu diazab, maka hewan-hewan yang berkaki empat  Allah akan hancurkan..Jika hewan-hewan berkaki empat dihancurkan, maka yang demi untuk manusia kehidupan hewan-hewan  dikorbankan, manusiapun bersama itu akan menjadi musnah.

Kemudian di dalam surah Annahl ayat 111 “tsumma inna rabbaka lilladziyna haajaaruw mim ba’dima futinuw tsumma jaahaduw wa shabaruw inna rabbaka mimba’ diha lagafuwrur-rahiym- kemudian Tuhan kamu sesungguhnya kepada yang berhijarat sesudah mereka di landa fitnah kemudian mereka berjihad dan mereka bersabar, maka sesungguhnya Tuhan kamu Maha Penagampun Maha Penyayang .

Nah, hijrah  dewasa inipun orang-orang lakukan,namun ada yang memang karena terpaksa dan ada juga yang menyiapkan surat-surat terpaksa,itu Tuhanlah yang lebih Mengetahui, mereka  tidak bisa menipu Allah.Ada yang hijratnya karena harta, ada yang hijratnya karena perempuan. Ada banyak orang-orang yang berkata untuk hijrat tulislah untuk kami surat,hijratkanlah kami supaya kami mengawinkan anak laki-laki kami.Apakah ini juga hijrat ? Namun Allah mengetahui semua jenis hijrat.Oleh karen itu berfirman,”Orang yang berhijrat yang sejati adalah orang yang satu kali mereka dilanda fitnah. Maksud dari fitnah adalah fitnah kemurtadan dan kadang-kadang manusia terpaksa murtad sedangkan hatinya tidak tenang/tenteram pada kemurtadan itu dan sedemikian rupa dia disakiti sehingga dia  terpaksa  berbicara dengan lidahnya.Kemudian jika dia berhijrat tsum-ma jaahaduw -kemudian mereka berjihad di jalan Allah dan  bersabar, maka “inna rabbaka min ba’dihaa lagafuwrur-rahiym-maka sesungguhnya Tuhan kamu sesudah hal-hal itu Maha Pengampun Maha Penyayang.”

Dalam tafsir ayat ini hazrat Aqdas Masih Mauud a.as.  dalam Nurul Quran hal.23.Bersabda,”Orang yang menyembunyikan Islamnya karena disakiti lebih dari kapasitas kemampuannya”. Sebagaimana saudara –saudara mengetahui di Pakistan sebagian orang-orang lebih dari kapasitas kemampuannya mereka disakiti.Kebanyakan mereka tahan/bersabar atas hal itu dan ini merupakan keagungan Tuhan yang mana Dia telah menganugerahkan kepada orang-orang Ahmadi sedemikian rupa taufik semangat dan kesabaran,tapi ada juga yang patah semangat di jalan. Maka Hazrat Masih Mauud a.s.bersabda,”Orang-orang yang lebih dari kapasitas kemampuan mereka disakiti, tidak mungkin baginya  untuk bersabar  , mereka menyembunyikan Islam,maka dengan syarat  setelah menderita kesakitan kemudian mereka berhijrah dosa-dosa mereka akan dimaafkan. Kemudian jika memperoleh taufik untuk berhijrah ,dan pasti melakukan hal itu,maka inilah hijrah yang benar. Yakni keluar dari kondisi dan negeri yang dimana  dilakukan paksaan terhadap agama, kemudian  benar-benar banyak berusaha di jalan Tuhan dan  bersabar menghadapi  kesulitan-kesulitan, sesudah semua hal itu Tuhan akan memaafkan dosa mereka, karena Dia adalah Maha Pengampun Maha Penyayang .

Kini surah Annahl ayat “116 Innama harrama ‘alaykumul maetata waddama wa lahmalkhinziyri wama uhilla ligaerillahi bihi famanidh thurra gaera baagin walaa ‘aadin fainnallaha gafuwrur-rahiym –sesungguhnya Dia hanya mengharamkan bangkai,darah,daging babi dan  diharamkan pula apa yang  disembelih  atas nama selain Allah”. Ini adalah ringkasan dari halal haram.Ya,bagi yang sangat terpaksa,tidak tertarik /tidak ingin dan tidak berlebihan,maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang”.Nah,disini lihatlah, daging babi juga dalam kondisi serupa itu telah Dia halalkan gaera baagin(tidak mlampaui batas)-sedikitpun tidak ada keinginan dan kalau terasa enak sekalipun, tidak apa. Dan jika jiwa selamat, maka tangan hendaknya dihentikan dan sama sekali jangan ada perhatian ke arah itu. Meskipun demikian Allah mengharamkan satu barang yang dalam kondisi apapun haram, disana tidak ada alasan bahwa kami lapar.Itu adalah riba.Jika ada yang memakan riba maka tentang bolehnya dimanapun tidak ditemukan  fatwa, itu dalam komdisi apapun.tetap haram.

Dalam kaitan ini Hazrat Masih Mauud a.s.dalam mentafsirkan surah yang halus ini menulis,”Coba lihatlah, riba betapa itu merupakan dosa yang sangat berat.Apakah orang-orang itu tidak mengetahui bahwa memakan daging babi dalam kondisi terpaksa diperbolehkan. Oleh karena itu berfirman,”famanidh thurra gaira baagin wala ‘aadin falaa itsma ‘alaiyhi innallaha gafuwrur-rahiym-Yakni orang yang tidak (niat)memberontak dan tidak melanggar batas,maka tidak ada dosa atas. Allah Maha Pengampun Maha Penyayang. Namun untuk  riba Dia tidak berfirman bahwa dalam kondisi terpaksa boleh,bahkan untuk itu ada anjuran “yaa ayyuhalladziy na aamanuttaqullah wa dzaruw ma baqiya minrriba inkuntum mu’miniyn-Yakni jika kamu memberikan uang riba pada seseorang, maka sama sekali jangan menggunakan itu,  apa sebelunya yang telah diperbuaat dosa itu akan dimaafkan, tapi untuk ke depan dengan membuat alasan lapar jangan memakan uang riba yang tersisa. Dan hukumannya sedemikian keras “fainlam taf’aluw fa’dzanuw bi harbin minallahi wa rasuwlih-jika kamu tidak melakukan itu dan kemudian kamu tidak berhenti, maka untuk kamu diumumkan bahwa bersiaplah berperang melawan Allah dan  rasul-Nya.

Kini merupakan hikmah yang sangat aneh bahwa di zaman ini seberapa banyak peperangan besar  terjadi, ini adalah akibat dari riba. Karena sistim riba inilah tercipta kerisis yang sedemikian rupa yang sebagai dampaknya   mulai peperangan dan peperangan pun dengan ribalah berjalan,.kalau tidak peperangan itu tidak bisa jalan. Bangsa-bangsa yang kaya raya pun dengan terpaksa mengambil riba mereka melanjutkan peperangan. Jadi nubuatan ini kata demi kata  sempurna.Dan Hazrat Masih Mauud a.s. ke arah inilah mengisyarahkan bahwa uang riba dalam kondisi apapun jangan hendaknya dimakan, yakni uang yang diberikan kepada kamu jika ada uang(riba) yang datang,  sabda Hazrat Masih Mauud a.s.,maka itu belanjakanlah untuk penyebaran agama,namun untuk diri sendiri  anggaplah itu mutlak haram. Dan bersama itu pula ada satu inti halus yang beliau terangkan bahwa “jika orang Islam dalam cobaan,maka itu adalah akibat amal buruk mereka. Orang Hindu jika melakukan dosa ini,(riba) maka mereka akan menjadi kaya”.Yakni orang-orang kaya hendaknya ingat bahwa dengan memakan riba mreka  tidak akan bisa menjadi kaya raya,.kerugian yang sangat dahsyat akan menimpa mereka.Ya, kalau Hindu mereka meskipun melakukan dosa mereka memperoleh rupiah,itu karena Allah telah meninggalkan orang-orang Hindu. Dia ingin mengajarkan pelajaran kepada orang-orang Islam. Berfirman, “Khasirad-dunya wal aakhirah- kondisinya adalah bahwa di dunia ini juga mereka merugi dan di akherat juga mereka merugi.

Kepada saya juga banyak permohonan-permohonan yanga selalu datang bahwa kami telah terlilit dalam hutang piutang,kondisi kami sangat buruk,semua harta benda kami hilang dan kini sedang berada dalam penjara atau anak-anak  kelaparan.Itu kenapa terjadi ? Itu karena, kami telah mengambil uang riba. Di tempat-tempat itu saya telah suruh umumkan. Saya katakan,”Orang yang Allah dan Rasul-Nya berperang dengan mereka, saya tidak bisa menolongnya”. Utang-piutang biasa yang tampa riba,musibah-musibah,pajak-pajak-insyaallah, Jemaat pasti akan menolong mereka dalam hal itu, seberapa taufik yang ada. Tapi kalau uang bunga/riba yang kalian ambil,maka atas itu Jemaat tidak akan menolong dalam bentuk apapun..Di Hidustan selalu  terjadi peristiwa seperti itu,saya telah berkali-kali memberikan pengertian kepada mereka bahwa di surat-surat kabar Jemaat dan lewat pengumuman-penguman bukakanlah pada semua bahwa kalau seorang meminjam/mengambil riba, maka kami dalam bentuk apapun tidak akan bertanggung untuk membantu.

Kemudian dalam surah Annahl 120 berfirman,” Tsumma inna rabbaka lilladziyna ‘amilis-su’ bi jahaalatin tsumma taabu min ba’di dzaalika waaslahu inna rabbaka min ba’diha lagafuwrur-rahiym-Kemudian Tuhan kamu untuk orang-orang yang melakukan amal buruk dalam keadaan tidak mengetahui kemudian mereka betaubah dan memperbaiki. Nah, peluang untuk bertaubah adalah sampai pada waktu sebelum ada yang dicengkeram/ditangkap.Jika pencuri sudah biasa sekalipun dan ada saksi-saksi lama bahwa dia ini dulunya adalah pencuri maka tangannya tidak akan dipotong ,karena yang ditangkap dalam kondisi mencuri maka dialah  itu yang tangannya dipotong dan dihukum.Tapi jika waktu sudah lama berlalu  dan dia telah bertaubah dan ada pula saksi –saksi yang dapat dipercayai bahwa orang itu telah bertaubah,maka Jemaat orang mukmin tidak ada wewenang untuk menjalankan hukum syareat diatasnya. Jadi dosa juga adalah diperbuat karena kejahilan sebagaimana Allah berfirman “wa ‘amilus-su’a bi jahaalatin”.Maka ketika manusia tidak mengenal gejala-gejala/tanda-tanda dosa, pada waktu itu baru dia  melakukan dosa .”wa ashlahuw –kemudian mereka melakukan perbaikan terhadap diri mereka.”Di dalam diri mereka  banyak kebaikan-kebaikan yang telah lahir,maka ingatlah “inna rabbaka min ba’diha lagafuwrurrahiym-maka Allah sesudah hal-hal itu Maha Pengampun Maha Penyayang”.

Kemudian dalam surah Bani israiyl ayat 67 berfirman,” Rabbukumulladzii yuzjiy lakumul fulka fi bahri litabtaguw min fadhlihi innahum kaana bikum rahiyma.Di dalam ini kata-kata gafuwr dan rauuf tidak menyatu, hanya ada kata “rahiym”. Terjemahnya, Tuhanmu adalah yang melayarkan perahu-perahu di lautan untukmu,supaya kamu mencari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah untuk kamu Maha Penyayang .Nah, ,perahu-perahu yang berlayar di samudera, di dalam itu apa kaitannya dengan Maha Penyayang(berkali-kali berbelas kasih). Jelasnya adalah udara-udara/angin-angin samudra  selalu berganti-ganti,badai datang dan lewat,berkali-kali manusia dilanda cobaan .Begitu juga orang yang menangkap ikan di sebagian hari banyak ikan-ikan yang ditangkap dan kadang-kadang  tidak ada ikan yang didapat,yang nampak kerja keras mereka menjadi sia-sia secara zahir. Maka semua orang-orang seperti itu hendaknya mengingat bahwa Tuhan berkali-kali memberikan peluang dan terus memberikan.Hari ini datang hari yang sial,maka besok hari yang mujur juga bisa datang.Maka hal itu hendaknya diingat bahwa Allah adalah rahiym, Dia sama sekali tidak menyia-nyiakan usaha-usaha kamu .Sesudah satu peluang Dia terus menganugerahkan peluang-peluang yang lain.

Dalam surah Al-haj ayat 66 “alam tara annallah sakh-khara lakum ma fil ardhi wal fulka tajriy bil bahri bi amrih wayumsikus-samaa’  antaqa’a ’alal ardhi illa bi idznih innallaha binnaa si larauwfurrahiym-Apakah kamu tidak melihat bahwa apa yang ada di bumi Dia telah khidmatkan untukmu dan perahu-perahu juga itu berlayar sesuai dengan perintah-Nya,Dia menahan langit jatuh ke bumi, namun sesuai dengan perintah-Nya.Sesungguhnya Allah Maha Penyantun terhadap manusia dan Maha Penyayang”.

Kini, disini ada dua pemandangan/pokok bahasan yang ditarik. Satu, adalah berlayarnya perahu  dengan perintah Tuhan, sebagaimana segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi dikhidmatkan,perahu-perahupun dengan perintah Tuhanlah itu dikhidmatkan/dipekerjakan dan dengan izin-Nyalah itu berlayar di lautan bi amrihi- dengan perintah-Nya,dengan izin-Nya.”wayumsikus-samaa’ an taqa’a ‘alal ardhi”.Disini apa maksud “ langit jatuh ke bumi ”. Berfirman,pecahan-pecahan besar yang jatuh dari langit  dan itu kamu tidak mengetahui, itu dalam bentuk meteor dan  itu terbakar di  udara Dan ini Allah telah ciptakan sarana penjagaanmu. Tidak terhitung pecahan-pecahan besar yang jatuh dari langit dan kemudian Allah menahan/mencegahnya. Cara untuk mencegahnya ada dengan dua cara.Satu,  tidak memberikan peluang  menyampaikan kerugian dengan  bertabrakan dengan bumi.Kecuali dengan izin-Nya terjadi seperti itu.Dan  kedua, pecahan-pecahan yang terus menerus dari langit berjatuhan,jika  itu jatuh (ke bumi),maka kepingan bumi tidak akan ada yang tertinggal,tanda-tandanyapun akan hapus.Tapi ada yang  lewat dari kanan, ada yang lewat dari kiri. Ahli-ahli sain /ilmuan terus meramalkan bahwa kali ini pelanet pecah yang sedang datang mendekat ini akan menabrak  bumi,tapi itu lewat dari puluhn juta mil.Maka dengan perintah Allahlah  terjadi serupa itu. Selama hidup kita telah ditentukan di bumi ini, sampai pada waktu itu  sistim inilah yang akan terus berjalan.Dalam syarat ”illa bi idznih“ diberitahukan  bahwa tampa izin Allah pecahan-pecahan yang jatuh dari langit tidak akan menghancurkan kamu.”innallaha binnaasi larauwfur-rahiym”.Disini orang-orang yang baik dan orang-orang buruk tidak dibedakan.Berfirman,”binnaasi larauwfur-rahiym “  musibah-musibah ini  sama atas semua manusia. Kesamaan dari sebab musibah-musibah,yang kadang-kadang musibah-musibah yang sangat besar datang,tapi manusia lain sebagian besar Allah selamatkan dari itu.Maka berfirman,”Allah Maha Penyantun Maha Penyayang kepada orang-orang. Jika Tuhan tidak Penyantun dan hanya dengan memberikan izin jatuhnya pecahan-pecahan langit saja (ke bumi),maka tanda-tanda manusia sama sekali tidak akan tersisa..

Kini surah Nur ayat 5 dan 6 “walladziyna yarmuwnal muhshanaati tsum-ma lam ya’tuw biarbaati syuhadaa fajliduwhum tsamaaniyna jaldatan wala taqbaluw lahum syahadatan abada-Orang-orang yang menuduh perempuan muhshanaat(perempuan-perempuan yang dipingit/yang tidak mungkin orang-orang jahat sampai padanya atau yang sudah kawin juga yang dengan perantaraan itu perempuan menjadi terjaga).Orang yang menuduh  perempuan tak berdosa dan pingitan kemudian dia tidak bisa membawa empat orang saksi “fajliduwhum tsamaaniina jaldah –Deralah mereka 80 pukulan.”Kini,  sebagian ahli fikih yang membuat satu masaalah bahwa sejauh berkaitan dengan pukulan  hanya mengena kepada orang yang menuduh gadis-gadis berzina.Mereka yang menuduh berzina pada perempuan yang sudah menikah itu akan dirajam.atau perempuan yang telah menikah jika mereka melakukan dosa maka mereka akan dirajam dan bagi yang masih gadis maka mereka itu akan dapat deraan/pukulan.Ini adalah merupakan hal khayal yang mana ayat ini sepenuhnya mendustakan itu.Yang sudah nikah atau yang belum nikah dari segi deraan pukulan tidak ada perbedaan.Deralah mereka 80 deraan dan kemudian sesudah memberikan hukuman itu kesaksiannya jangan pernah terima.Disini kesaksian orang-orang yang mana yang dimaksudkan ? alladziina yaarmuwnaa –orang yang menuduh –sebagaimana kepada Hazrat Aisyah Siddiqah dilemparkan tuduhan,  itulah yang dibahas.Pukullah mereka  dan kesaksiannya sama sekali jangan pernah terima.”ulaa ika humul faasiquwn-dan inilah orang-orang yang  pada hakekatnya adalah orang-orang  yang fasiq. Meskipun demikian peristiwa ifiq(tuduhan pada Hazrat Aisyah) ini merupakan peristiwa yang sangat besar.Namun, tetap saja Allah berfirman,”illaladziina taabuw min ba’di dzaalika wa ashlahuw –orang-orang yang berdosa ini yang melemparkan tuduhan pada perempuan yang suci  ini, merekapun Allah akan memaafkan jika mereka bertaubah “min ba’di dzalika wa aslahuw –dan kemudian mereka memperbaikai diri juga.”Dan selanjutnya jangan terjerumus lagi dalam gerakan yang ditolak serupa itu “fa innallah gafuwrur-rahiym-Maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.

Untuk khutbah hari ini bahan yang terakhir  adalah ayat ini “innalladziyna yuhibbuwna an tasyiyal faahisyatu filladziyna aamanuw lahum adzaabun alim-sesungguhnya orang-orang yang menginginkan bahwa diantara orang-orang mukmin kekejian berkembang –dan kebanyakan orang yang terlibat dalam keburukan,  mereka ingin memperbesar kelompok mereka dan kekejian adalah penyakit yang berkembang begitu banyak oleh karena itu definisi dari fahsya’(kekejian) yang saya definisikan adalah penyakit-penyakit rohani yang menular itu yang di katakan fahsya’.Yang mengena dari yang satu kepada yang lain dan kemudian untuk seterusnya akan aterus menular.Maka daerah orang –orang kotor itu terus berkembang. Mereka hendaknya harus ingat bahwa untuk mereka akan ada azab yang menyakitkan.Nah,  azab pun ada yang ‘azhim(besar) yang datang dan kadang muhiyn (yang menghinakan). Banyak kata-kata yang digunakan.  Maksud dari kata Azab yang menyakitkan adalah bahwa kamu akan melihat kondisi mereka bahwa seolah-olah belas kasih yang sangat tidak akan datang, karena azab yang akan datang merupakan azab yang sangat menyakitkan “fidunya wal aakhirah- dan di dunia ini juga dan di akherat juga.wallahu ya’lamu wa antum la ta’lamuwn-Kini kamu tidak akan bisa mengetahui bahwa orang itu siapa, namun Allah yang mengetahui. Oleh karena itu memberikan azab dunia dan akherat ini adalah pekerjaan Allah, kamu karena ketidak tahuanmu tidak bisa mengenal orang-orang itu.”wallahu ya’lamu wa antum laa ta’lamuwn walaula fadhullahi ‘alaikum warahmatuhu –Kini,sesudah itu tidak ada jawabannya yang datang secara zahir walaula fadhlullahi ‘alaikum- jika Allah tidak mengaruniai fadhal  dan rahmat-Nya padamu, maka apa yang akan terjadi.Disini jawabannya hapus. Yang maksudnya adalah bahwa kamu pasti semua akan hancur.Fahsya’/kekejian akan berkembang dikalangan kamu dan penyakit menular tidak akan meninggalkan kamu.Tapi  meskipun adanya bahaya  manusia menyebarkan kekejian,  turun belas kasih Allah pada manusia.Dan ingatlah,sesungguhnya Allah Maha Pengaasih Maha Penyayang Disini, kejahatan-kejahatan begitu keras  diterangkan, yang nampak tidak aka bisa diperlakukan dengan kasih sayang,namun perlakuaan belas kasih (berlaku)kepada hamba-hamba yang lain.Dan wabah-wabah begitu banyak yang berkembang, dari itu memeang orang-orang  buruk jelas  mati,yang dijangkiti penyakit/wabah dan banyak orang-orang yang selamat dari serangan/sasaran penyakit-penyakit itu .Maka disini maksud “rauufur-rahiym” adalah kepada orang-orang itu Allah Maha Pengasih, yang kepada mereka kejahatan-kejahatan ini tidak sampai, kepada mereka itu  tidak sampai dan Dia Maha Penyayang kepada mereka (brkali-kali berbelas kasih pada mere)..

Qamaaruddin Syahid

            Cecanderan sasak:Orang-orang Sasak mengenal Imam Mahdi dengan sebutan Dotu/Ratu Adil.Adapun tanda-tanda kedatangannya sbb:

            1.Akan gelinding telur dari Ampenan ke Pancor.Jarak 52 km.(mobil/kendaraan)

         2.Buah-buahan /jambu batu akan sebesar buah kelapa.dan yang lain juga besar-besar.(Menandakan banyaknya penemuan-penemuan dalam bidang pertanian seperti yang terjadi sekarang)

           3.Akan terjadi kerusuhan di Suralaga.Dan itu telah terjadi.(Sebagai pertanda banyaknya kerusuhan dimana-mana).Kalau sudah demikian maka akan “abang daya-barat akan merah”( Dotu/Ratu adil akan datang-Imam Mahdi)

           4.Batu dan kayu akan dimakan orang.(Diperjual belikan)

           5.Orang akan membuat rumah di bawah tanah.(Genteng ditemukan orang)

         6.Tunggangan/Kendaraan Dotu/Ratu adil jaran semberani/kuda semberani jika mendaki, maka kaki depannya akan pendek dan jika turun maka kaki depannya akan panjang dan di belakang akan pendek.(kendaraan-kendaraan baru akan ditemukan)

            7.Capung dapat membawa orang terbang.(pesawat terbang)