Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

31Desember 2004 di Masjid Baitul Islam Paris, Perancis.

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

 وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

  إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menjalankan hukum di antara manusia supaya kamu menjalankan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. An-Nisa 58

Ini adalah merupakan ihsan dan kebaikan Allah yang sangat besar kepada Jemaat Ahmadiyah bahwa setelah Hadhrat Masih Mauud a.s Dia telah menjalankan sistim atau lembaga Khilafat dalam Jemaat dan di seputar lembaga khilafat inilah berputar tata tertib lembaga-lembaga (sekala kecilnya) mulai dari Jemaat tingkat RT atau mulai dari bagian poros yang sekecil-kecilnya hingga ke tingkat kota dan sampai ke tingkat nasional. Yakni, mulai dari pimpinan atau seorang sadr Jemaat yang sekecil-kecilnya sampai amir nasional terdapat hubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan khalifah. Kemudian, setiap orang dapat secara pribadi mengadakan kontak dan setiap individu Jemaat senantiasa memiliki kontak dengan khalifah. Tetapi jika ada keluhan atau pengaduan dari siapapun pengurus Jemaat dan ingin menyampaikan kepada khalifah, maka kendati adanya hubungan individu setiap orang, dia harus menyampaikan pengaduan itu melalui amir kemudian merupakan tugas amir nasional untuk meneruskan kasus itu ke atas (khalifah) kendati pengaduan itu menentang dirinya sekalipun; dan jika diperlukan penjelasan, maka amir harus memberikan penjelasan supaya dalam surat menyurat waktu jangan sia-sia; tetapi, merupakan tugas orang yang mengadukan juga bahwa jangan akibat adanya dendam pribadi lalu sang pengadu/pelapor memberikan kasus itu warna jemaat/membawa nama Jemaat pada saat melaporkan pengurus manapun. Lakukanlah itu sesuai dengan ketakwaan. Terkadang sejumlah orang yang kurang ilmu /pengetahuan atau di dalam dirinya dunia materi telah menancapkan pengaruhnya, mereka melakukan tindakan sedemikian rupa yang bertentangan dengan kehormatan Jemaat dan tradisi-tradisi Jemaat. Oleh karena itu untuk memberikan pemahaman pada orang-orang yang lemah dan orang-orang yang kurang pengetahuan, saya memberitahukan ini supaya hendaknya menjauhkan diri dari hal-hal seperti itu.

Pemilihan-pemilihan pengurus kalian lakukan dengan cara memberikan suara. Pada umumnya berjalan seperti itu,kecuali di sejumlah tempat pada kondisi khusus /istimewa, nama yang diusulkan dan nama terpilih pun adalah dengan persetujuan pusat atau khalifah. Singkatnya, manakala pemilihan ini sesuai dengan keinginan mayoritas, maka seorang yang tidak memberikan suara hak pilihnya pada pengurus yang terpilh sekalipun memberikan dukungan kepada pengurus dengan keitatan sempurna dan penuh kesetiaan adalah merupakan tugasnya. Kemudian, jika segenap warga Jemaat tetap utuh seperti itu, maka Jemaat akan bagaikan tembok yang dicor dengan cairan timah,akan senantiasa menjadi seperti bangunan yang dicor kokoh. Saya menyampaikan semua wejangan-wejangan ini bukan karena –jangan sampai terjadi demikian/naudzubillah-tengah tercium bau pembangkangan atau ada masaalah yang timbulentah darimana. Saya menyampaikan ini karena sejumlah orang yang meterialis-sebagaimana saya telah katakan -akibat ilmunya yang terbatas atau keluguan atau akibat materialiaslistis/ keduniaan, mereka telah mengucapkan kata-kata seperti itu. Dan terkadang orang-orang yang baru bergabung dalam Jemaat, mereka terpengaruh dengan perkataan-perkataan atau hal-hal seperti itu. Selain itu, untuk tarbiat orang-orang yang baru bergabung dalam Jemaat juga penting diberitahukan kepada mereka berkait dengan peraturan /nizam Jemaat dan bertalian dengan tanggung-jawab –tanggung jawab para pengurus;sebab, di dalam fikiran para mubayyiin baru selalu timbul pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

Pendek kata- sesuai dengan janji-janji Allah- di dalam Jemaat Hadhrat Masih Mauud a. lembaga ini akan tetap berdiri bersama lembaga khilafat; dan kini dengan karunia Allah, lembaga ini telah berdiri mantap pada asas –asasnya yang kuat. Insyaallah,tidak ada penentang dan tidak ada musuh yang dapat mendatangkan kerugian padanya, Tetapi, untuk tetap menyegarkan ingatan akan sejumlah perkara ini di benak kita, kadang-kadang kita harus mengunyah kembali hal-hal itu. Supaya di dalam ingatan para Ahmadi lama perkara-perkara ini tetap segar dan bersama itu pula para mubayyiin baru juga dapat memetik mamfaat dari itu, dan di benak siapapun jangan pernah timbul corak keresahan apapun.

Pertama-tama, kita mengambil petunjuk dari Al-Quran prihal yang Allah telah firmankan kepada kita bagaimana harus memilih pengurus. Di dalam ayat yang telah saya baca tadi Allah berfirman,” Sesungguhnya Allah telah menyuruh kamu menyampaikan atau menyerahkan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu memberikan suatu keputusan diantara orang-orang maka ambillah keputusan dengan adil (apabila kamu menjalankan pemerintahan maka jalankanlah pemerintahan dengan adil). Sesungguhnya Allah memberikan nasehat sebaik-baik nasehat kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Hal pertama yang Dia firmankan adalah tertuju kepada orang-orang yang memilih pengurus,yaitu berilah jabatan/kedudukan kepada mereka,pilihlah mereka yang ahli. Mereka mampu untuk itu,yakni untuk tugas mana kalian memilih mereka, itu mereka dapat lakukan, dapat memberikan waktu untuk itu. Jangan karena adanya hubungan-hubungan kalian lalu harus memilih hanya dia untuk jabatan itu atau pasti hanya dia yang kalian berikan suara untuk jabatan itu.

Di dalam hal ini dipikulkan tanggung jawab besar pada orang yang memilih dan orang yang memberikan suara. Oleh karena itu, yang memberikan suara adalah yang memang berhak, yang sesuai dengan peraturan Jemaat,tidak setiap anggota memberikan suaranya. Siapapun yang berhak memberikan suara mereka hendaknya berdoa bahwa siapa yang baik, itu yang dapat mereka berikan suara.

Nah disini secara sepintas saya sampaikan bahwa terkadang pada sejumlah orang dikenai peraturan bahwa mereka tidak boleh ikut ambil bagian dalam pemilihan. Oleh karena itu dalam kaitan itu jangan sampai bersikeras bahwa oleh sebab menurut kami hanya si fulanlah yang tadinya patut atau tepat untuk tugas itu karena itu hanya dialah yang tadinya kami ingin berikan suara maka hendaknya dia harus diizinkan; kalau tidak, kami tidak ikut dalam pemilihan. Ini adalah cara yang salah. Tuntutan keitatan dan tuntutan rasa menjunjung tinggi terhadap nizam Jemaat adalah bahwa jika telah ada keputusan bahwa seorang tidak diizinkan untuk ikut maka dalam hal itu hendaknya jangan keras kepala /bandel.

Disini secara sepintas saya ingin sampaikan bahwa mungkin kalian merasa bingung. Sejumlah orang di dunia mulai memperkirakan bahwa karena khutbah ini tengah disampai di Prancis karena itu mungkin di kawasan ini ada kasus serupa itu yang terjadi. Saya sampaikan bahwa disini tidak ada kasus serupa itu. Dengan karunia Allah, disini terdapat Jemaat yang mukhlis; dan sesuai dengan pengetahuan saya Jemaat disini merupakan satu Jemaat di Eropa, yang di dalamnya orang-orang Pakistan dan orang-orang bukan penduduk Pakistan perbandingannya mungkin 60: 40 dan sebagaimana dengan karunia Allah ikut bergabung juga orang-orang lain, maka tidak jauh dari kemungkinan dalam beberapa tahun jumlah orang-orang Pakistan akan menjadi sedikit dan orang yang bukan Pakistan dan bangsa –bangsa lain akan menjadi bertambah banyak. Dan siapapun yang kini menjadi Ahmadi dari orang-orang luar negeri( Maksud orang-orang dari luar negeri adalah bahwa di Prancis orang-orang dari negara-negara lain juga menjadi Ahmadi) Orang-orang ini tidak hanya menjadi Ahmadi sekedar nama belaka bahkan mereka sepenuhnya menjadi bagian nizam Jemaat.

Mereka itu dengan penuh tanggung jawab, dengan penuh antusias ikut serta dalam melakukan tugas-tugas Jalsah. Mereka merupakan orang-orang yang memiliki gejolak antusiame yang sangat tinggi bagi kemajuan Jemaat. Semoga Allah terus menambah keikhlasan dan iman mereka Singkatnya, saya tengah memberitahukan bahwa di Prancis tidak ada kasus yang seperti ini. Di satu kota negara Eropa lain timbul sebagian pertanyaan seperti itu;dan oleh sebab bangsa-bangsa yang maju biasa tidak menutup mata atas kekurangan-kekurangan mereka karena itu hari ini saya mengambil topik ini supaya orang-orang yang lemah dapat diperbaiki.dan supaya para mubayyiin barupun dapat memperoleh tarbiat dari itu. Dan bersama itu orang-orang Jemaat dapat juga mendoakan untuk orang-orang yang lemah supaya Allah menganugerahkan kekuatan pada iman mereka. Singkatnya, saya tengah memberitahukan bahwa pada semua warga Jemaat Allah telah memikulkan tanggung jawab bahwa pilihlah yang ahli dengan penuh pertimbangan.

Dan seyogianya diingat oleh para pemilih dan juga yang dipilih , karena terkadang sesudah berlalu jangka waktu yang panjang menjadi terlupakan oleh orang-orang bahwa tidak ada kedudukan /jabatan di dalam Jemaat yang merupakan hak mutlak seseorang,tidak pula ada seseorang mempunyai hak yang permanent. Oleh karena itu, peluang yang diperoleh untuk berkhidmat itu merupakan karunia Allah dan jika ada karunia Allah maka Allah sendiri yang akan menganugerahkan untuk berkhidmat. Jangan pernah sendiri yang menginginkan;secara isyarah sekalipun jangan pernah mengungkapkan bahwa jadikanlah saya pengurus. Dan tidak pula rekan manapun mempunyai hak untuk menzahirkan secara isyarah atau secara spintas sekalipun bahwa akan diberikan suara pada si fulan.Jika lembaga nizam Jemaat mengetahui maka kemudian bagi seorang yang dipropagandakan pun akan kena sangsi dan barangsiapa yang mengatakan sesuatu untuk seseorang sebelum pemilihan,maka diapun dapat dicegah untuk ikut dalam pemilihan. Dia dapat diluputkan dari hak itu dan itu diberikan juga. Oleh karena itu pemilihan-pemilihan (yang dilakukan dalam ) Jemaat hendaknya mereka lakukan dengan membayangkan bahwa mereka memilih tim orang-orang yang akan melakasanakan pengkhidmatan hanya untuk Allah. Kemudian Allah juga telah menetapkan tanggung jawab pada para pengurus yang terpilih bahwa apabila kamu telah dipilih maka anggaplah itu sebagai amanat ummat. Tunaikanlah hak amanat itu;tunaikanlah tanggung jawab itu dengan segenap kemapuan kalian. Dan dari waktu kalian sendiripun berilah waktu untuk menjalankan tanggung jawab itu. Carilah langkah-langkah /kiat-kiat baru untuk kemajuan Jemaat. Dan seyogianya dalam keputusan-keputusan kalian itu hendaknya memperhatikan keadilan. Jangan karena akibat sifat egois dan adanya rasa setia pada kekeluargaan dan persahabatan kalian lalu membawa kalian jauh dari keadilan. Jangan pernah terfikir dalam benak kalian bahwa si fulan tidak memberikan suaranya kepada saya. Atau nama si fulan tampil sebagai tandingan saya karena itu kalau saya mendapatkan kesempatan maka saya akan mempersulit urusannya. Ini bukanlah merupakan ciri khas orang mukmin tetapi merupakan tindakan yang sangat rendah.

Jadi, Allah berfirman bahwa apa yang Allah telah nasehatkan kepada kalian berdua adalah merupakan nasehat yang sangat besar untuk kalian berdua,yakni untuk orang yang ikut serta memberikan suaranya dalam pemilihan dan untuk para pengurus,yakni bagi yang memberikan suaranya berilah suara dengan memikirkan matang-matang terlebih dahulu dan bagi mereka yang terpilih merekapun dengan segala macam kemapuan dan keahliannya penuhilah segenap tuntutan atau ukuran keadilan. Dan sejalan dengan memenuhi tuntutan keadilan itu tunaikanlah tanggung jawab kalian. Semoga Allah menganugerahi taufik kepada para pengurus Jemaat ataupun pengurs badan-badan untuk memahami tanggung jawab mereka dan memenuhi segenap tuntutan keadilan atau berlaku adil sepenuhnya.

Kemudian pada akhirnya Allah berfirman kepada individu warga Jemaat dan kepada para pengurus jemaat dengan menarik perhatian mereka bahwa sesudahnya pun sibuklah dalam berdoa. Setiap pengurus sambil memegang teguh keadilan berdoalah kepada Tuhan supaya Dia dapat menunaikan tanggung jawab-tanggung jawab dan setiap warga Jemaat panjatkanlah doa supaya pengurus yang terpilih dapat terus menunaikan amanat sesuai dengan hak-hak amanat yang seyogianya mereka harus tunaikan. Jangan pernah timbul kesulitan, jangan pernah datang ujian /cobaan pada pengurus yang menjadi semacam batu sandungan apapun untuk warga Jemaat. Jika Allah menganggap bahwa pengurus yang mereka telah pilih tidak sepenuhnya menjalankan tanggung jawab mereka, maka Allah sendiri akan menyiapkan pengaturan-pengaturan, hingga menukarnya supaya lembaga /nizam Jemaat tidak merugi.

Allah berfirman bahwa jika kalian berdua berdoa bersama sama seperti itu maka Dia akan mendengar doa yang kalian panjatkan dengan niat yang suci itu. Sebab perhatian Allah sangat besar pada agama-Nya dan pada orang yang berkhidmat pada agama-Nya. Dia benar-benar sangat memperhatikan mereka. Dia sedang melihat mereka dan Dia Maha mengetahui hatisanubari setiap orang. Akibat rasa perih yang ada di dalam kalbu kalian Dia senantiasa akan menciptakan sarana kebaikan dan senantiasa akan meneguhkan kalian seperti tembok yang dicor dengan cairan tembaga. Semoga Allah menghindari setiap orang untuk tidak menemui batu sandungan.

Kini kepada para pengurus dengan sedikit penjelasan saya ingin terangkan bahwa corak perlakuan apa hendaknya yang mereka harus perlakukan kepada para warga Jemaat, berkenaan dengan itu saya sedikit akan sampaikan. Dan kemudian para warga Jemaat dan individu warga Jemaat, sikap perilaku apa yang harus mereka perlakukan kepada para pengurus. Al-Quran telah memberikan petunjuk mendasar kepada para pengurus bahwa mereka akan memenuhi segenap kriteria atau tuntutan keadilan. Jika ada yang mencermati dan memikirkan bahwa apa-apa saja tuntutan adil itu, maka sesudahnya sedikitpun tidak ada sesuatu yang akan tersisa. Tetapi tidak setiap orang berfikir mendalam seperti itu. Andaikatqa direnungkan sedemikian rupa sebagaimana dilakukan orang yang berjalan di jalan takwa yang halus,maka begitu mulai merenungkannya, maka begitu renungannya dimulai ruhnya akan menjadi larut /fana bahwa harus memenuhi tuntutan adil /harus sepenuhnya berlaku adil. Tetapi oleh sebab nasehat memberikan faedah.-sebagaimana saya katakan -bahwa dengan mengunyah-dan mengunyah kembali /mengulang-ulang, perkara-perkara itu menjadi akan senantiasa terus diingat dan sejumlah perkara akan dapat menjadi jelas. Oleh karena itu penting supaya tambah lebih diperjelas.

Hal pertama adalah pengurus ingatlah bahwa Allah yang telah memerintahkan pada kita dalam ayat:\

 وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ – (hendaknya mereka ) merupakan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang-orang. Ali Imran 135. Jadi, orang yang paling utama ditujukan atau dialamatkan adalah para pengurus, mereka hendaknya memahami akan status mereka sendiri. Sebab posisinya yang ada di dalam Jemaat, suri tauladan mereka yang hendaknya ada di hadapan Jemaat,itu menuntut bahwa mereka harus menjadikan diri mereka sepenuhnya rendah hati. Jika demi untuk perbaikan terkadang harus menampakkan kemarahan maka pada saat terpisah atau menyendiri diberikan pengertian kepada siapa yang dimaksudkan untuk diperbaiki. Di hadapan semua orang jangan hendaknya melukai harga diri setiap orang dan janganlah hendaknya setiap saat menampilkan prilaku buruk dan jangan hendaknya mendemontrasikan sikap congkak corak apapun. Perbaikan tidak akan pernah ada dengan prilaku kasar, tetapi dengan prilaku tenang dan dengan adanya rasa solidaritas. Sampaikanlah nasehat dengan cara sambil berdoa karena ini merupakan perintah Allah. Dan kesalahan yang terjadi satu kali atau dua kali jika tidak terbiasa maka cara perbaikan yang terbaik adalah ditempuh jalan memaafkan. Dimaafkan dan dilupakan kesalahannya.

Oleh karena itu, disini juga (di Prancis) dan di dunia dimana-mana pun cabang-cabang telah berdiri, para pengurus Jemaat, pengurus badan-badan dalam Jemaat ciptakanlah satu perubahan di dalam prilaku kalian. Hadapilah orang-orang dengan sikap cinta dan kasih sayang. Khususnya, di sejumlah tempat pengaduan-pengaduan itu kebanyakan adalah dari Lajnah Imaillah dan termasuk di dalamnya adalah khususnya anak-anak perempuan atau anak-anak yang masih gadis dan para mubayyiin baru yang baru masuk dalam Jemaat yang belum memahami lembaga nizam sepenuhnya untuk mereka tarbiat merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu untuk mereka harus banyak perhatian. Sebab, sebagaimana kalian melekatkan pengaruh tarbiat pada anak-anak atau pada para mubayyiin baru, maka untuk yang akan pun serupa itulah contoh yang akan mengemuka , pengurus yang akan datangpun seperti itulah yang akan terbentuk. Ringkasnya adalah barus biasa menahan marah, bersikap pemaaf dan bersikap santun. Tetapi santun dan lembut itu jangan sampai sedemikian rupa sehingga timbul kerusakan di dalam Jemaat. Dalam bentuk seperti itu hendaknya berupaya untuk memperbaiki. Sebagaimana saya telah katakan bahwa bagi mereka yang tidak akut/terbiasa maka dengan dimaafkan mereka dapat menjadi baik, tetapi jika akan menimbulkan bahaya timbulnya fitnah di dalam Jemaat maka tidak ada perlakuan maaf. Kemudian andaika ada hal seperti itu maka perbaikan yang harus dilakukan tidak hanya secara lokal itu tetapi hendaknya pusatnya pun harus hendaknya dilakukan perbaikan. Tetapi sikap keras jangan sedemikian rupa-sebagaimana sebelumnya saya telah katakan bahwa bagi yang perbaikannya dapat dengan lemah lembut- sehingga mereka para pemuda dan orang-orang yang baru baiat akan menjadi jijik terhadap agama.

Kemudian di kalangan pengurus -sebagaimana sebelumnya saya telah katakan- bahwa jika pengaduan itu menentang diri sendiri sekalipun maka hendaknya ada semangat untuk mendengarkannya, biasakanlah diri kalian mendengarkan,mengatakan dan melakukan yang benar. Kendati betapa pun dia sebagai kerabat dekat dan teman dekat, jika diterima atau sampai pengaduan mengenai dia maka untuknya hendaknya harus diambil tindakan. Jika kalian tidak dapat memenuhi tuintutan keadilan ini/sepenuhnya berlaku adil, maka lebih baik meminta maaf bahwa, akibat karena anu saya mohon maaf dari tugas itu;sebab, luputnya seseorang dari suatu pengkhidmatan adalah lebih baik daripada keresahan diciptakan di dalam Jemaat atau dalam satu bagian Jemaat. Ingatlah, bahwa kedudukan yang didapat, baik itu kedudukan dalam Jemaat atau kedudukan /jabatan di dalam badan-badan Jemaat anggaplah itu sebagai karunia Ilahi. Sebelumnya juga saya telah beritahukan bahwa janganlah anggap itu sebagai hak sendiri. Manakala dapat peluang pengkhidmatan perintah adalah bahwa siapa yang dijadikan pemimpin maka berkhidmatlah sebagai khadim/pengkhidmat ummat. Tidak hanya sebatas mengatakan dengan mulut. Atau berdiri di hadapan beberapa orang lalu memberitahukan bahwa saya adalah khadim/pelayan tetapi secara praktek dari segala segi, dari segi segala amal perilaku dan sikap seyogianya pengungkapan bahwa ini benar-benar adalah orang-orang yang benar-benar melakukan pengkhidmatan. Dan jika tidak mengatakan dari segi sudut pandang ini maka niscaya akan dimintai pertanggung jawaban. Sesungguhnya niscaya akan ada pertanggung jawaban akibat tidak menunaikan tanggung jawab sepenuhnya.

Tertera dalam sebuah riwayat bahwa Hadhrat Mu’qal bin Yasar meriwayatkan bahwa saya telah mendengar Rasululah saw bersabda: Barangsiapa Allah jadikan sebagai pengawas atau penanggung jawab orang-orang lalu dia tidak memenuhi hak tanggung jawabnya dan kurang dalam perlakuan simpati padanya maka pada saat wafatnya surga akan diharamkan baginya. Dan Dia tidak akan menganugerahkan surga padanya. Muslim Kitabul Iman bab istihqaqul wali

Kini perhatikanlah sesudah peringatan itu siapakah yang ingin berlomba-lomba untuk mendapatkan wewenang jabatan. Ini merupakan kedudukan atau jabatan menakutkan sedemikian rupa yang mana jika ada pemahaman dan memiliki indra penangkapan maka manusia akan duduk menyendiri di tempat yang sepi. Oleh karena itu para pengurus hargailah karunia Ilahi itu dan tunaikanlah tanggung jawab-tanggung jawab kalian dan daripada menuai kemurkaan Tuhan jadilah menjadi orang-orang yang meraih kecintaannya.

Tertera dalam sebuah riwayat lain bahwa Hadhrat Abu Said meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Pada hari Qiamat orang yang paling disukai Allah dari semua orang adalah hakim yang adil dan yang paling tidak disukai dan paling jauh adalah hakim yang zalim. Turmudzi Abwabulahkam bab filimamiladil

Oleh karena itu, hendaknya semua menjadi kekasih Allah sambil memenuhi tuntutan keadilan/berlaku adil sepenuhnya; dan untuk menjadi kekasih Allah tempuhlah cara –cara yang Rasulullah telah beritahukan kepada kita.

Tertera dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Abul Hasan bahwa Umar bin Marrah berkata kepada Hadhrat Muawiyah r.a bahwa saya telah mendengar Raulullah sw bersabda : Imam yang menutup pintunya untuk orang yang memerlukan dan orang yang tidak berdaya maka Allah-pun akan menutup pintu untuk keperluan-keperluannya dll. Setelah mendengar sabda Rasulullah saw ini Hadhrat Muawiyah menetapkan seorang untuk memenuhi keperluan-keperluan orang-orang dan menjauhkan kesulitan-kesulitan mereka dan memenuhi keperluan-keperluan mereka. Turmudzi Kitabul Ahkam bab fi imamir-ra‘iyyah

Oleh karena itu, tanamkanlah kecintaan di hati orang-orang dan hendaknya kalian memperlakukan saudara-saudara kalian, saudara-saudara perempuan dengan baik adalah dengan maksud untuk meraih keredahaan-Nya, harus menjadi kekasihnya. Dan bagi para amir, para sadr, para pengurus dan para pengurus badan-badan juga ingatlah,bahwa meraka adalah merupakan satu bagian lembaga pengaturan/managemen khalifah yang sudah ditetapkan dan dari segi itu mereka merupakan wakil-wakil khalifah. Oleh karena itu pemikiran mereka untuk menjalankan tugas-tugas mereka dan menjalankan kewajiban –kewajiban mereka seyogianya berjalan seirama sebagaimana berjalannya pemikiran khalifah. Dan seyogianya petunjuk-petunjuk yang diamalkan adalah hendaknya yang diberikan dari pusat atau atas nama pusat. Jika mereka tidak menjalankan seperti itu maka mereka tidak menunaikan hak jabatan mereka. Tuntutan-tuntutan adil itu mereka tidak tengah penuhi.

Kemudian prihal menginginkan jabatan -sebelumnya juga saya telah katakan- bahwa ini merupakan satu hal yang di dalam Jemaat dianggap sebagai aib yang sangat besar dan selalu diambil tindakan terhadap setiap orang yang melakukan upaya untuk itu. Berkaitan dengan itu di dalam sebuah hadis tertera demikian bahwa Hadhrat Abdurrahman bin Samurah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw memberitahukan kepada saya bahwa hai Abdurrahman ! janganlah engkau meminta kepemimpinan dan pemerintahan. Jika engkau mendapatkan jabatan ini tampa meminta , maka engkau akan ditolong prihal tanggung jawab itu. Yakni jangan ada keinginan dan jika kemudian didapat jabatan maka Allah akan menganugerahkan karunia-Nya dan akan menolong hamba-Nya; dan jika dengan permintaan engkau kedudukan diberikan kepada engkau maka engkau akan berada dalam cengkeraman Tuhan.Maka sedikit saja kesalahan maka cengkeraman akan sangat dahsyat. Dan jika engkau bersumpah untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tidak mengerjakan suatu pekerjaan lalu sebaliknya jika nampak ada hal yang lebih baik bertolak belakang dari sumpah itu maka lakukanlah hal yang lebih baik itu dan langgarlah sumpah kalian dan bayarlah kaffarahnya ( Bukhari Kitabul ahkam) Inilah juga bahwa para pengurus juga terkadang mereka memang tidak bersumpah, tetapi terdapat sikap oposisi /tentangan atau keras kepala bahwa pekerjaan ini syogianya jangan seperti ini,karena itu jika itu merupakan keuntungan Jemaat maka tentangan –tentangan kalian itu tidaklah merupakan hal yang lebih penting. Akhirilah itu. Ini jangan hendaknya menjadi penghambat dalam kepentingan –kepentingan Jemaat. Bahkan sambil berpegang erat pada ketakwaan hendaknya pekerjaan harus seperti apa yang merupakan hal tebaik bagi jemaat.

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah saw bersabda: Ciptakanlah kemudahan dan janganlah menciptakan kesulitan; sampaikanlah hanya habar yang baik dan janganlah menakut-nakuti orang lain. Sahih bukhari Kitabul ‘ilm

Jadi,perlunya peraturan- peranturan mendasar juga supaya sambil berjalan pada arah yang benar, sambil berjalan pada jalan yang sesuai dengan perintah-perintah Allah untuk orang-orang dapat diciptakan kemudahan dan kebaikan. Janganlah penetangan-penentangan, sumpah-sumpah dan ego kalian pernah menjadi penghalang dalam hal apapun yang karenanya orang menjadi merasa terkekang . Jika andaikata peraturan pun sudah terbentuk dan sudah ada keputusan diambil,namun jika orang-orang merasa terkekang maka itu dapat ditukar/diganti. Tunututan keadilan adalah hendaknya orang-orang senantiasa berkumpul di disekeliling kalian untuk berita-berita gembira dan untuk pesan cinta dan kasih sayang. Jangan mereka terus menjauh berlari karena merasa terkekang.

Kemudian ada lagi tanggung jawab para pengurus Jemaat di setiap tempat di dunia ini bahwa para muballigh atau seberapa banyak mereka yang mendedikasikan hidup mereka hendaknya ditanamkan rasa hormat di dalam hati kalian terhadap mereka dan juga ditanamkan juga di dalam hati orang-orang juga. Menghormati mereka,menganjurkan orang lain menghormati mereka, memperhatikan keperluan-keperluan mereka, menyiapkan fasilitas-fasilitas sesuai dengan kelapangan dan taufik yang ada, adalah marupakan tugas Jemaat dan tugas para pengurus. Supaya mereka dapat berkonsentrasi dalam pekerjaan merekal; mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan cara yang lebih baik;mereka dapat menunaikan kewajiban-kewajiban mereka tampa ada kesedihan macam apapun. Jika kalian tidak memberikan para murabbi atau para muballigh tempat terhormat di dalam kalbu kalian, maka di generasi yang akan datang, kalian juga akan sulit mencari orang-orang yang akan mewakafkan diri. Ini adalah merupakan ihsan dan kebaikan Allah bahwa sesuai gerakan waqfi now yang Hadhrat Khalifatul-Masih IV telah canangkan bahwa banyak sekali anak waqifin now yang siap mengabdi di medan wakaf. Tetapi sejauh saya telah melakukan pemantauan, menurut saya seberapa para muballigh yang diperlukan tidak sebanyak itu yang terjun di bidang itu , mereka memilih bidang-bidang lainnya. Walhasil, apabila muballigh diberikan kehormatan di hati kalian,di rumah-dumah nama –nama mereka disebut dengan penuh hormat, pengkhidmatan mereka dipuji, maka pasti dengan sebutan-sebutan/obrolan-obrolan itu akan timbul gairah di dalam diri anak-anak untuk mewakafkan diri menjadi muballigh. Oleh karena itu, dari segi itu para pengurus juga hendaknya memperhatikan bahwa perselisihan-perselisihan kecil jangan hendaknya dijadikan isu yang dari itu timbul bahaya untuk munculnya keresahan pada kedua belah pihak.

Tetapi kepada para pewakaf diri dan kepada para muballigh juga saya katakan bahwa kendati dunia memahami kedudukan/jabatan kalian atau tidak, tetapi janji pengorbanan yang kalian telah janjikan dengan Allah dan kemudian dengan niat yang baik kalian tengah memenuhi itu demi untuk Allah, maka sedikitpun janganlah menghiraukan orang-orang duniawi, baik itu dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri atau untuk orang lain dan siapapun yang bisa saja kena, atas hal itu tunduklah hanya di hadapan Allah.

Kalian dalam lembaga Jemaat untuk ta’lim dan tarbiat dan untuk menyampaikan amanat Islam kepada dunia adalah wakil-wakil Khalifah . Ini merupakan tanggung jawab kalian yang sangat besar. Khalifah dalam banyak hal telah mempercayakan pada kalian terkait dengan banyak hal yang diatasnya terdapat sejumlah keputusan-keputusan yang harus diambil. Oleh karena itu sejalan dengan menyadari akan tanggung jawab itu segala macam corak tinggi rendah atau besar kecilnyanya urusan duniawi keluarkanlah itu dari hati kalian dan laksanakanlah tugas-tugas yang diamanatkan kepada kalian dengan tenang . Jika demi untuk Tuhan kalian menahan segenap kesusahan/kesulitan ini maka Allah sendiri yang menciptakan sarana-sarana kemudahan-kemudahan ini untuk kalian. Untuk menjauhkan tekanan fikiran / mental pun Allah akan terus menciptakan sarana-sarana. Di rumah-rumah para muballigh juga terkait dengan tingkah laku /prilaku para pengurus jangan hendaknya diperbincangkan di hadapan anak-anak. Dan berilah pengertian pada istri-istri kalian bahwa istri-istri para pewakaf hidup(diri) juga adalah seperti para pewakaf diri juga atau hendaknya menjadi (pewakaf) atau pemikiran ini jangan terlupakan. Oleh karena itu segala masaalah itu hendaknya dihadapi dengan sabar dan dengan penuh semangat. Dan jika hanya merintih dihadapan Allah, tunduk dihadapan-Nya, maka –insyaallah- Allah pasti akan menurunkan karunia-Nya.

Kini kepada para pengurus saya kembali tekankan bahwa perlakukanlah orang-orang dengan cinta dan kasih sayang. Khalifah telah memberikan kepercayaan kepada kalian. Dan sejalan dengan memberikan kepercayaan, khalifah memberikan pengawasan Jemaat yang dicintai ini kepada kalian. Perhatikanlah itu. Setiap orang Ahmadi hendaknya merasakan bahwa kita berada di bawah sayap yang terlindung/terjaga. Berjumpalah dengan setiap orang dengan senyum, baik dia itu besar atau kecil. Sejumlah pengurus saya telah saksikan ,mereka dengan wajah yang sanger duduk di kantor atau mereka berjumpa dengan wajah yang seram. Mereka seyogianya senantiasa mengamalkan contoh Rasulullah saw yang di dalam riwayat terdapat sebuah matannya bahwa Hadhrat Jarir r.a mengatakan bahwa pada saat saya menerima Islam maka Rasulullah saw tidak melarang saya untuk berjumpa dan kapan saja Rasulullsh saw melihat saya maka beliau tersenyum.Bukhari Kitabuladab babuttabassum waddhaki Jadi tidak ada peraturan untuk bertemu dan kapan saja bertemu beliau selalu tersenyum.

Terkait dengan sejumlah pengurus diterima pengaduan bahwa orang-orang pergi kepada para pengurus untuk suatu tugas (Jemaat ) dengan mengorbankan pekerjaan mereka. Sejumlah pengurus dan para amir terkadang sampai berbulan-bulan tidak berjumpa dengan mereka. Bisa jadi di dalamnya ada yang dilebih-lebihkan, sebab orang-orang yang mengadukan juga kadang –kadang mereka yang melebih-lebihkan , tetapi kenapa dengan orang-orang hari dipermainkan. Oleh karena itu para amir hendaknya menetapkan waktu bahwa pada jam sekian mereka pasti berada hadir di kantornya, kemudian pada saat itu dia /amir memenuhi keperluan-keperluan orang-orang. Sejumlah amir ini yang mereka lakukan,yaitu mereka menetapkan naib (amir) qaim maqam / wakil mereka dan para wakil/naib itu tidak ada wewenang apa-apa untuk mengambil suatu keputusan pada suatu persoalan dan kini jika harus pergi untuk keputusan itu maka mereka (para naib itu) harus menunggu. Oleh karena itu, penting bahwa para amir sendiri yang harus pergi atau berilah wewenang penuh kepada para wakil itu, yaitu lakukanlah apa yang kalian ingin lakukan.

Kalian memiliki wewenang penuh. Kemudian tidak perlu lagi menjadi amir, kemudian kalau begitu dialah yang hendaknya mereka jadikan amir. Kemudian berjumpalah dengan orang-orang dengan senyuman dan semangat riang gembira. Di dalam Jemaat dengan karunia Allah mutu keikhlasan itu sangat tinggi. Setiap orang ahmadi, jika seorang Amir berjumpa dengan senyum maka seorang Ahmadi akan gembira pada senyumnya itu, baik ada pekerjaan (tugas) atau tidak ada .

Demikian pula seperti itu tertera dalam sebuah riwayat Hadhrat Abu Dzar r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda kepada saya Janganlah menganggap kebaikan yang kecil sebagai kebaikan yang biasa kendati kebaikan berupa berjumpa dengan saudaranya dengan wajah yang cerah. Muslim Kitabul birri wassilah . Jadi berjumpa dengan wajah senyuman dan memperhatikan perasaan saudara (sesama Ahmadipun) adalah merupakan kebaikan. Jadi satu arah pasangan timbangan kebaikan itu seberapa pun kita jadikan berat sebanyak itu pula kurangnya. Oleh karena itu para pengurus, para amir secara khusus hendaknya menaruh perhatian ke arah itu.

Kini kepada warga Jemaat juga sedikit saya ingin sampaikan bahwa apa hendaknya peran mereka di dalam nizam Jemaat. Hal utama camkanlah bahwa seberapa tinggi mutunya warga Jemaat begitu juga standar para pengurus juga akan tinggi. Jadi setiap orang harus mengintrospeksi diri mereka sendiri dan berupaya meningkatkan mutu-mutu itu dan kewajiban-kewajiban mereka sendiri, yakni (yang dituntut) bagi seorang pengurus Jemaat bahwa harus itaat, itupun tampakkanlah pula mutu tauladan (keitaatan) yang tingginya. Apabila tauladan ini yang kalian tunjukkan, maka artinya kalian juga tengah menyelamatkan generasi kalian yang akan datang. Dengan melihat tauladan-tauladan itulah generasi kalian yang akan datang pun akan berjalan menapaki dan generasi-gaenerasi yang tumbuh tegak berpegang pada taudalan-tauladan itu apabila mereka akan menjadi pengurus maka tauladan-tauladan itulah yang mereka akan tunjukkan yang merupakan tauladan akhlak yang luhur.

Bersumber dari Hadhrat Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang mengitaati saya maka dia mengitaati Allah dan barangsiapa yang tidak itaat pada saya maka dia tidak itaat pada Allah. Barangsiapa yang mengitaati hakim /amirnya maka dia mengitaati saya dan barangsiapa yang membangkang kepada amir maka dia tidak itaat kepada saya.Sahih Muislim Kitabul imarah . Berkaitan dengan itaat kepada amir dan lembaga jemaat terdapat perintah. Orang-orang memang menyatakan /mengungkapkan bahwa kami tidak keluar dari itaat pada Khalifah, kami sepenuhnya berada di dalam koridor keitaatan, kami siap untuk mengimani setiap perintah. Tetapi di pengurus fulan dan di amir fulan terdapat kekurangan ini dan ini, karena itu kami tidak dapat mengitaatinya. Jadi itaat pada khalifah adalah dalam bentuk itaat pada setiap pengurus lembaga khilafat. Dan barulah dikatakan itaat pada Rasul Allah dan itaat pada Allah.

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah saw bersabda: Pada saat penderitaan dan keadaan sejahtera, pada saat suka dan duka, dalam keadaan hak terabaikan atau dalam perlakuan istimewa, singkat kata, dalam setiap kondisi mengitaati perintah pemerintah /amir untuk kalian adalah wajib.(Sahih Muslim Kitanbul imarah) Kondisi apapun, kendati hak kamu tengah terabaikan sekalipun, kamu tengah diperlakukan secara tidak adil sekalipun, terhadap kalian terdapat perlakuan tidak baik sekalipun ,sementara dengan yang lain perlakuan lebih baik sekalipun,namun tetap kalian harus mengitaati perintah. Kalian tidak akan bangkit untuk berkelahi atau berbantah; kalian tidak akan mengingkari perkara apapun. Tetapi tugas kalian adalah harus mengitaati. Di dalam lembaga Jemaat bagaimanapun juga merupakan hal yang benar bahwa jika melihat ada hal yang salah maka informasikanlah kepada khalifah dan kemudian diamlah, jangan terus membuntuti bahwa apa yang terjadi dan apa yang tidak terjadi,apabil telah disampaikan, sudah cukup.

Hadhrat Ubadah bin Shamit meriwayatkan bahwa pada saat baiat Rasululah mengambil janji dari kami bahwa dalanm keadaan menderita dan dalam keadaan sejatera,baik susah dan senang,dalam kondisi apapun kami akan mendengar Tuan dan kami akan itaat dan akan setia, kedati orang lain diberi keistimewaan lebih dari kami sekalipun. Dan kami tidak akan melawan dengan orang-orang yang memang layak untuk tugas itu dan dengan para penguasa kecuali kami melihat kekufuran yang terbuka dan semena-mena atau datang kepada kami dari Tuhan hujjat dan argumentasi bahwa hakim yang berada pada jalan yang salah. Dan bertalian dengan perintah Allah kami tidak akan takut dengan keritikan orang yang melakukan kritikan dan kami akan mengatakan hal yang benar. Sahih Muslim Kitabul imarah. Maksudnya adalah bahwa dengan berada dalam koridor itaat hal yang benar ini kami akan katakan. Kecuali tengah melakukan penentangan terhadap perintah Allah yang jelas maka kami tidak akan itaat, sebagaimana pemerintah Pakistan telah mengeluarkan peraturan bagi orang-orang Ahmadi bahwa Janganlah menjalankan shalat- shalat. Ini adalah merupakan satu hak kita untuk mengitaati perintah Allah Dan melebihi peraturan syareat tidak ada peraturan yang lebih tinggi karena itu orang-orang ahmadi melaksanakan shalat-shalat. Selain itu semua undang-undang negara mereka itaati.

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat bahwa Hadhrat Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Dengarlah dan itaatlah. Ini dua kata, jadikanlah sebagai syiar/cirri khas kalian, inilah yang seyogiannya menjadi cara atau jalan hidup kalian. Kendati seorang sahaya hitam sekalipun yang ditetapkan menjadi pemimpin kalian Seseorang kalian anggap lemah dan hina, jika dia sebagai imam kalian maka itaatilah dia. Sahih Bukahari Kitabul ahkam

Kemuudian Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang kendati melihat perkara yang tidak disukai dalam diri amir /pimpinannya, maka bersabarlah, dan sebab siapa yang terpisah sedikit saja dari Jemaat dan dia memutuskan hubungan dengannya maka dia mati dalam keadaan mati jahiliah. Sahih Muslim kitabul imarah baabul amri biluzuumilJemaa’ati ‘inda zhuhuuril fitani wa tahdziiriddu’aati ilal kufur Jadi maksud sabar begitu bukanlah begitu melihat prilaku amir yang buruk lalu lalu melakukan penentangan total pada lembaga Jemaat. Tetaplah senantiasa terikat dengan lembaga Jemaat dan sampaikanlah hal itu ke depan dan sesudah itu bersabarlah. Janganlah hendaknya putus hubungan dengan Jemaat. Jika hubungan kalian putus dengan Jemaat maka ini adalah merupakan mati jahiliah. Jadi, orang-orang yang memiliki pemikiran bahwa kami tidak dapat bersabar karena itu kami menghindarkan diri atau berpisah. Sejumlah dari mereka sampai meninggalkan shalat-shalat dan tidak lagi dating pada hari Jumaah –jumaah.Oleh karena itu bersabda bahwa tidakan-tindakan seperti itu adalah merupakan gerakan-gerakan jahiliah/kebodohan. Jangan ada peristiwa seperti itu. Dengan karunia Allah pada umumnya di dalam Jemaat tidak ada peristiwa serupa itu. Seyogianya senantiasa menghindar dari gerakan-gerakan kejahilan. Tugas kalian adalah bersabar dan berdoa. Sebagaimana pada awal mula saya juga telah katakan bahwa Allah berfirman bahwa doa-doa yang dipanjatkan dengan niat yang baik itu saya yang akan mengabulkannya.

Kemudian tertera dalam sebuah riwayat bahwa Hadhrat Auf bin Malik menerangkan bahwa saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Pemimpin kalian yang terbaik adalah yang kamu mencintai mereka dan dia mencintai kalian. Kalian berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk kalian. Pimpinan terburuk kalian adalah yang kalian benci terhadap mereka dan mereka benci terhadap kalian. Kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian. Perawi mengatakan maka kami menanyakan kepada Rasulullah saw bahwa kenapa kami tidak menggeser pemimpin –pemimpin seperti itu dengan melakukan perang terhadap mereka. Beliau bersabda jangan, selama mereka menjalankan shalat di antrara kalian maka sampai pada saat itu jangan melakukan hal seperti ini. Sahih Muslim Kitabul imarah. Yakni, mereka tidak ikut campur dalam urusan agama Jadi, Rasulullah saw dengan jelas memerintahkan bahwa jika ada orang yang semacam itu yang sedemikian mengganggu sehingga mereka mengirim laknat kepada satu dengan yang lain maka tetap saja jangan memberontak terhadap mereka. Mudah-mudahan jangan sampai terjadi situasi dan kondisi Jemaat berada dalam kondisi seperti itu. Tetapi ini merupakan contoh yang sangat berat bahwa seandainya ada kondisi yang seperti itu sekalipun sebagaimana yang dibertahukan maka tetap saja kalian harus menunjukkan kesetiaan. Kita terus berdoa supaya Allah dengan karunia -Nya yang khusus Dia senantiasa menolong Jemaat dan tetap dalam lindungan-Nya. Dan jika warga Jemaat dan para pengurus juga demi untuk keredhaan Allah dan demi untuk untuk kemuliaan Jemaat mereka menjadi orang yang menunaikan hak satu dengan yang lainnya maka Allah akan menurukan hujan karunia-Nya pada mereka.

Rasulullah saw bersabda: Allah pada hari kiamat akan berfirman bahwa dimana orang-orang yang saling mencintai diantara mereka karena keagungan Saya dan kebesaran Saya. Hari ini selain naungan Saya tidak ada lagi naungan. ٍSaya akan memberikan mereka tempat dalam naungan rahmat Saya.

Jadi, hari ini ini merupakan pekerjaan setiap orang Ahmadi bahwa tegakkanlah kebesaran dan kejalalan Allah dan demi untuk keredhaan Allah tunjukanlah tauladan cinta kasih dan kesetiaan diantara satu dengan yang lain supaya mendapat tempat pada naungan rahmat Allah. Semoga Allah menganugarahkan taufik kepada semuanya.Amin.

Apabila Jemaat maju, maka kebencian orang yang dengkipun menjadi bertambah banyak. Merekapun juga barupaya supaya dengan berbagai macam alasan dan tipu daya timbul keresahan di dalam Jemaat,mereka berbicara dengan cara menunjukkan simpati mereka padalhal mereka itu merupakan alat dari para penentang. Terkadang dengan berbicara berkaitan dengan seorang pengurus pusat mereka berupaya menciptakan prasangka buruk. Terkadang berupaya menciptakan prasangka buruk di hati warga Jemaat dalam menentang seorang pengurus.Dan terkadang mereka menulis surat seperti itu kepada saya dan kebanyakan surat seperti itu tampa nama dan alamat bahwa di dalam Jemaat tidak ada lagi kesetiaan dan ketulusan, nauzubillah semua pengurus dan kebanyakan Jemaat telah jauh dari ajaran Masih Mauud a.s . Ini semua adalah merupakan keinginan hati mereka. Seorang menulis kepada saya dan sedemikian mengerikan gambaran yang dia gambarkan bahwa seolah kini Jemaat hanya tinggal nama belaka,praktisnya sudah berakhir,tidak ada lagi sesuatu yang tersisa,keikhlasan sudah tidak ada lagi. Dan kemudian mereka menulis dan memberikan jawabannya sendiri bahwa saya mengetahui Hudhur inilah yang Hudhur akan berikan jawaban yang Hadhrat Ali r.a telah berikan bahwa orang-orang yang mengimani khalifah sebelumnya adalah orang-orang yang seperti saya dan orang-orang yang mengimani saya adalah orang-orang yang seperti kalian.(Sabda Hdhur) Tetapi jawaban saya bukan ini. Kini dengan karunia Allah khilafat Jemaat Ahmadiyah akan tegak untuk selama-lamanya dan akan senatiasa lahir orang-orang yang menegakkan mutu kesetiaan yang tinggi. Jawaban saya adalah bahwa ratusan ribu bahkan berpuluh-puluh juta yang sambil berjalan sesuai dengan jejak Hadhrat Ali r.a mereka mengetahui bagaimana menegakkan tauladan ikhlas dan kesetiaan. Mereka mengetahui melakukan pengurbanan pada lembaga Jemaat dan lembaga /nizam Khilafat. Jika kalian menakut-nakuti, maka takut-takutilah orang-orang duniawi. Saya dengan karunia Allah setiap hari menyaksikan pemandangan dukungan dan bantuan-Nya; saya menyaksikan keikhlasan dan kesetiaan orang-orang. Hal-hal ini bukanlah menakutkan bagi saya dan, insyaallah, bahwa janji yang Allah telah janjikan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s itu Dia tengah perlihatkan pada kita sempurna dan senantiasa akan terus menunjukkan kepada kita juga dan berdoalah semoga Allah senantisa menunjukkan kepada kita.

Kepada Jemaat saya katakan bahwa bersama doa sambil menunjukkan tauladan ikhlas dan kesetiaan amalkanlah terus ajaran Islam yang Hadhrat Masih mauud telah ajarkan pada kita. Dan jika sambil menunjukkan kesetiaan dan keikhlasan kalian terus berjalan maka tidak akan ada bahayanya. Berpegang teguhlah dengan Jemaat sesuai perintah Rasulullah saw maka tidak akan ada bahaya. Bahaya adalah bagi mereka yang terpleset pada perangkap syaitan lalu mereka meninggalkan Jemaat. Dengan karunia Allah Jemaat dan orang-orang yang berpegang dengan Jemaat tidak akan mengalmi bahaya. Dunia dan akhireat mereka menjadi teratur dan- insyaallah- akan senantiasa tertata rapi. Satu kutipanm Hadhrat Masih Mauud a.s saya akan sajikan. Apa yang beliau harapkan dari Jemaat beliau, semoga Allah menganugerahkan taufik kepada semuanya untuk berjalan sesuai dengan itu.

Beliau bersabda: Wajib /harus bagi segenap warga Jemaatku ..bahwa jangan ada kesibukan kalian ketidak jujuran, saling mencemohkan dan mentertaweakan orang lain di dalam pertemuan-pertemuan kalian; berjalanlah di muika bumi dengan hati yang bersih, bersih akhlak dan bersih fikiran dan ingatlah bahwa segenap keburukan tidak harus dihadapi. Oleh karena itu setiap saat biasakanlah untuk memberi maaf dan berlaku sabar dan lemah lembutlah dan janganlah menyerang seorang dengan cara yang tidak benar dan biasakanlah menahan gejolak emosional kalian “.

Kemudian beliau bersabda: Jika ada yang memperlakukan dengan jahil maka dengan mengucapkan salam pergilah dari majlis seperti itu”.

Kemudian bersabdas: Allah menghedaki bahwa Dia menjadikan kalian menjadi sebuah Jemaat yang dinyatakan sebagai tauladan kebaikan dan kesucian di seluruh dunia. Oleh karena itu cepatlah keluarkan orang-orang yang merupakan tauladan keburukan,kelicikan, penebar fitnah dan berprilaku buruk. Barangsiapa yang tidak dapat tinggal di dalam Jemaat kami dengan serhana, dengan kebajikan, dengan senantiasa menjaga kesucian, sopan santun, lembut tutur kata, dengan prilaku dan baik dan akhlak yang luhur maka segeralah berpisah dengan kami. Sebab Tuhan kami tidak menghendaki bahwa orang yang seperti itu tinggal bersama kami Dan sesungguhnya dia akan mati dalam kemalangan sebab dia tidak memilih jalan yang baik. Maka kamu pun waspadalah dan jadilah kalian dalam arti yang sebenarnya menjadi orang berhati bersih bertabeat yang baik dan menjadi orang-orang pilihan. Kalian akan dapat dikenal dengan shalat-shalat lima waktu dan dengan kondisi akhlak yang baik dan bagi seorang yang didalamnya terdapat benih keburukan dia tidak akan dapat berpegang teguh pada nasehat itu. Tabligh risalat jilid 5

Jadi, orang-orang yang menasehati saya mereka seyogianya berfikir bahwa mereka tidak dapat tinggal dalam Jemaat. Jemaat dengan karunia Allah akan tetap tegak.

Semoga Allah menganugerahkan taufik kepada setiap orang untuk mengamalkannya dan senatiasa berpegang dengan Jemaat. itaat pada nizam Jemaat dan memperhatikan hak-hak orang lain lalu akan menjadi waris dari karunia yang Allah telah janjikan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. Semoga Allah menganugerahi taufik kepada semuanya. Amin.

Qamaruddin Syahid