Intisari Khutbah Jum’at

Sayyidina Amirul Mu’minin 

Hadhrat Khalifatul Masih V ayyadahulloohu ta’ala binashrihil ‘aziiz 

Hadhrat  Mirza Masroor  Ahmad 

Tanggal 24 September 2010

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦)  صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّيْنَ  (٧)

Di dalam Khutbah Jum’atnya hari ini Hudhur aba. mengatakan bahwa di dalam bulan-bulan September dan October itu diselenggarakan Ijtima-ijtima dari berbagai Badan-badan di sebagian besar Negara-negara di dunia. Hari ini, dimulai Ijtima Khuddam ul Ahmadiyyah UK dan pada akhir minggu kemudiannya giliran bagi Anshar dan Lajnahnya. Dalam selama 27 – 28 tahun terakhir kehadiran Khalifah Waqt sudah menjadikan bagian dari Ijtima-ijtima Jama’at Inggris. Sebelum kepindahannya dari Rabwah, Pakistan, Khalifah Waqt menghadiri semua Ijtima-ijtima dari Badan-badan di sana. Selama hari-hari Ijtima itu, Rabwah menjadi sangat sibuk, terutamanya para Athfal dan Khuddam mereka turut serta dengan penuh semangatnya. Setiap cabang-cabang majlis, mereka membawa terpalnya sendiri-sendiri untuk mendirikan tenda-tenda di tempat akomodasi karena waktu itu belum ada tersedia tenda-tenda yang sudah jadi. Jadi, majlis-majlis itu membawa sendiri terpalnya masing-masing untuk dibuat tenda dan hal ini membuat sebuah rangkaian barisan yang berwarna-warni, tenda-tenda seadanya yang laksana bunga-berbunga. Bulan October itu di Pakistan cuacanya sangat baiknya sehingga segalanya dapat dimungkinkan. Dengan keadaan cuaca seperti di sini, maka tidaklah dimungkinkan di UK sini untuk mengaturnya sama seperti yang di Pakistan.

Hudhur aba. mengatakan Ijtima Khuddam ul Ahmadiyyah UK ini telah mengingatkan beliau akan Ijtima-ijtima di masa beliau kanak-kanak dan ketika menjadi pemuda sampai mereka itu menjadi korban dari undang-undang yang sangat menindas dari para penindas dan penganiaya sehingga kehilangan hak-haknya untuk mengadakan Ijtima. Mereka tidak dapat menyelenggarakan pertemuan-pertemuan untuk pembinaan dan reformasi mereka; untuk mengadakan Tarbiyyat, dan untuk mengingat kepada Tuhan dan Rasul-Nya s.a.w. Hudhur mengatakan, beliau dan semua kita-kita ini merasa yakin bahwa situasi seperti ini tidak akan selamanya begini. Satu hari, penindasan dan para penindas itu akan dihapuskan dari muka bumi. Semoga Tuhan memberikan kesabaran kepada kita semua untuk tetap tabah serta sibuk di dalam doa-doa.

Hudhur aba. mengatakan pada kenyataannya beliau harus mengemukakan isu-isu ini dalam Ijtima, di mana pada setiap tahunnya itu beliau biasa memberikan pidato pada berbagai organisasi Badan-badan ini. Tetapi Hudhur aba. kali ini berpikir untuk memberikan pidato beliau perihal subyek ini di dalam Khutbah Jum’at. Pada Ijtima-ijtima di Pakistan, Khalifah Waqt memberikan pidato-pidatonya pada acara pembukaan dan penutupan Ijtima. Di sini, pidato penutupan dari Ijtima Khuddam ul Ahmadiyyah tidak disampaikan secara langsung melalui TiVi, tetapi baru akan ditayangkan beberapa hari sesudahnya, dan barangkali ada banyak orang-orang yang tidak sempat melihatnya. Yang ketiganya, di mana Ijtima dunia sedang diselenggarakan, hal ini haruslah dianggap sebagai suatu pesan amanat yang memadai, di mana orang-orang Ahmadi di Pakistan yang sedang menjadi korban penindasan itu dapat diingat. Yang ke-empatnya adalah, di mana ada satu majlis baru yang dibentuk, mereka dapat mengambil manfaatnya dengan mendengarkannya secara langsung. Maka, hari ini Hudhur aba. memberikan pidatonya khususnya untuk Khuddam ul Ahmadiyyah dan juga bagi setiap orang Ahmadi pada umumnya.

Berkaitan dengan para pemuda, Kitab SuciAlqur-aan menyebutkan sebanyak dua kali tentang pengkhidmatan terhadap agama, mengadakan reformasi dan menegakkan Tauhid, Ke-Esaan Tuhan di dalam Surah Al Kahf. Ini adalah bagi para pemuda yang beriman kepada Nabi Isa Al-Masih silsilahnya Musa a.s., yang mengalami penindasan selama 300 tahun. Untuk jangka waktu yang lama mereka harus diam dan bersembunyi di dalam gua. Mereka pun dikejar-kejar oleh oleh wakil dari kelompok yang berkuasa untuk ditangkap dan dibunuh. Namun mereka tetap tabah dalam menghadapi penindasan itu demi untuk agama dan menegakkan Tauhid Ilahi. Ketika situasinya mereda, mereka ke luar dari gua tetapi lagi-lagi mereka harus mengalami pengaiayaan dan penindasan. Demikianlah usaha keras mereka dalam menegakkan Tauhid Ilahi itu dan memelihara keimanannya itu, Tuhan telah menyebutkannya di dalam Alqur-aan. Firman-Nya:

‘Idz awal firyatu ilal kahfi fa qaaluu rabbanaa aatinaa mil ladunka rahmataw wa hayyi’ lanaa min amrinaa rasyadaa’ – “Ketika beberapa pemuda mencari perlindungan dalam gua, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami rahmat dari sisi Engkau; dan lengkapilah kami dengan petunjuk yang benar dalam urusan kami.” (18:11)

‘Nahnu naqushshu ‘alaika naba-ahum bil haqqi innahum fityatun aamanuu bi rabbihim wa zidnaahum hudaa’ – “Kami ceriterakan kepada engkau kisah mereka dengan benar. Sesungguhnya mereka itu pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami menambahkan kepada mereka petunjuk”.

‘Wa rabathnaa ‘alaa quluubihim idz qaamuu fa qaaluu rabbuna rabbus samaawaati wal ardhi lan nad’uwa min duunihii ilaahal la qad qulna idzan syathathaa’ – “Dan Kami kuatkan hati mereka, ketika mereka berdiri dan berkata, “Tuhan kami adalah Rabb seluruh langit dan bumi. Sekali-kali kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sesungguhnya jika kami mengatakan demikian, niscaya sudah jauh dari kebenaran.” (18 : 14 – 15)

Mereka berusaha keras dalam menegakkan Tauhid ke-Esaan Tuhan, menahan penderitaan terhadap penindasan dan berdoa kepada Tuhan agar dapat tetap teguh pada keimanan terhadap ke-Esaan Tuhan dan senantiasa mendapatkan petunjuk. Surah ini pun merujuk pada kepercayaan Kristiani dewasa ini di mana satu wujud manusia dianggap sebagai seorang anak dari Tuhan. Padahal ini tidak kaitannya sama sekali dengan ajaran sejati dari Kristiani dan yang begitu membahayakan di mana satu perkara yang dapat membuat mereka pantas untuk dipersalahkan. Ajaran sejati Kristiani bukanlah konsep Trinitas, ber-Tuhan Tiga, tetapi Tauhid atau berke-Tuhanan Yang Maha Esa. Orang-orang Kristiani yang mempercayainya dan menyembah Tuhan Yang Satu keimanan mereka bertambah teguh dikarenakan ini. Mereka menentang keras ide bahwa ada Tuhan lain yang pantas disembah. Dengan berjalannya waktu dan pengaruh kekuatan orang yang memerintah, maka konsep Trinitas masuk dalam Kristiani dan pengaruh keduniawian pun mengambil alihnya. Tuhan telah memperingatkan hokum Api bagi mereka yang menyekutukan sesuatu dengan-Nya. Selama Kristiani berada tetap di dalam  bentuk aslinya, maka inilah tugas bagi para pemuda untuk menjaganya. Dikarenakan keimanan mereka dan hanyalah memandang Tuhan satu-satunya yang pantas untuk disembah, maka Tuhan tetap menjaga mereka dengan petunjuk. Orang-orang ini tidak menganggap apa-apa akan ganjaran duniawi. Dengan itu pula, Tuhan berfirman ‘…menambahkan kepada mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka ……’ Dengan bersenjatakan kekuatan dan petunjuk ini, mereka menyatakan kepada para penindas di saat itu: ‘…  Sekali-kali kami tidak akan menyeru tuhan lain selain Dia …’ .  Sikap pendirian mereka itu adalah bahwa mereka dapat mengorbankan hak-hak mereka, orang-orang yang dicintainya, harta mereka, jiwa mereka tetapi mereka tidak akan berpaling menjauh dari Tauhid Ilahi.

Hudhur aba. mengatakan inilah contoh dari orang-orang yang beriman sebelumnya kita, walaupun mereka ini tidak mempunyai contoh model beberkat seperti yang kita miliki dengan karunia keberkahan Tuhan, kami memiliki Yang Mulia Rasulullah s.a.w. dan para Sahabat beliau. Dengan memperhatikan standard agung dari contoh model beberkat yang kami miliki, meminta kepada kita agar supaya dapat menapak jalan pada ke-Esaan Tuhan, kami itu harus memenuhi janji kita untuk berkurban dengan jiwa kami, harta kami, waktu dan kehormatan kami. tidak ada ujian dan keserakahan duniawi yang dapat menjadi penghalang bagi kami.

Hudhur aba. mengatakan jika seseorang itu menemukan ujian-ujian sebagaimana yang dihadapi oleh Jemaat Ilahi, orang itu diingatkan terutama orang-orang Ahmadi di Pakistani, dan juga di Negara-negara lainnya di mana penindasan dan penganiayaan sedang berlangsung. Bukan saja penyiksaan-penyiksaan secara pisik dan mental, orang-orang Ahmadi Pakistan juga harus mengorbankan jiwa dan harta mereka. Orang-orang Ahmadi Arab yang tinggal di negerinya, yang jumlahnya semakin hari semakin meningkat dengan surat-surat bai’at yang diterima oleh Hudhur melalui pos setiap harinya, mereka juga menghadapi kesulitan-kesulitan dikarenakan keimanan mereka, maka mereka pun harus menjalani kehidupan mereka seperti halnya Orang-orang Gua (yang disebutkan di dalam Surah Al-Kahfi). Di Pakistan, Jemaat kami itu sudah matang dan berdiri teguh sehingga keimanan kami itu tidak disembunyikan; orang-orang Ahmadi menyatakan keimanannya dengan tidak ada rasa takut. Tetapi bagi para pendatang baru, hal ini dirasakan sulit bagi mereka itu. Di antara para anggota baru yang bersemangat, keimanan mereka itu bertambah besar, tetapi ada yang lemahnya juga. Di beberapa tempat, demi untuk keamanan, kumpul-kumpul juga dibatasi. Ada yang menulis surat kepada Hudhur dengan rasa gelisah dari Negara-negara Arab, bertanyakan sampai berapa lama lagi kami itu harus menunggu? Hudhur mengatakan, beliau selalu memberikan contoh dari Orang-orang Gua dan menasihati mereka agar bersabar. Saat itu, insya Allah, akan datang dan akan berobah. Sejarah dari para Nabi-nabi menunjukkan kepada kita bahwa saat itu akan berobah dan sesungguhnya memang akan berobah. Kepada orang-orang  Ahmadi yang beraa di Negara-negara Muslim yang kadang-kadang bingung dan gelisah sampai berapa lama mereka itu harus melakukan acara-acara mereka dengan diam-diam, melakukan Shalat-shalat dan Shalat Jum’atnya dengan diam-diam, Hudhur mengatakan mereka itu haruslah bergembira bahwa orang-orang Ahmadi di Pakistan yang pernah menikmati dengan mengadakan Ijtima-ijtima dan Jalsah mereka langsung di bawah pengawasan  Khilafat, sekarang untuk selama 28 tahun terakhir ini, para pengikut Al-Masih-nya Muhammadi ini harus menjaga keimanan mereka dan janji bai’at mereka dengan memberikan segala macam pengorbanan. Halangan dan pembatasan untuk sekian waktu yang lama itu serta penindasan dan penganiayaan bukanlah sesuatu yang ringan, tetapi perwujudan kesabaran dari semua orang laki-laki, wanita, tua dan muda, semuanya terus memberikan pengorbanan-pengorbanan. Betapa pun, pengorbanan-pengorbanan ini tidak akan berlangsung untuk selama 300 tahun, yang dengan karunia rahmat Tuhan, mereka itu telah membuat kita bergerak maju dengan lebih cepat lagi menuju kemenangan dan kesuksesan. Usaha dan upaya kami untuk meraih tujuan kami itu tidak berhenti dikarenakan adanya penindasan di beberapa Negara. Kepada Jemaat Ahmadiyyah telah diberikan tugas untuk menyebarkan amanat dari Yang Mulia Rasulullah s.a.w. dan untuk menegakkan Tauhid Ke-Esaan Tuhan. Tugas ini tidak berhenti dikarenakan adanya permusuhan dan halangan atau pembatasan, yang pada kenyataannya setiap hari fajar menyingsing bersamaan dengan kemajuan yang segar bagi Jemaat kami.

Minggu lalu Hudhur aba. telah meletakkan batu fundasi untuk sebuah mesjid Jemaat di Irlandia. Irlandia adalah sebuah jantungnya Kristiani karena mereka di sana itu semuanya ikut Gereja, yang adalah orang-orang Katholik, padahal orang-orang di bagian Eropa lainnya kebanyakannya sudah acuh tak acuh terhadap agama. Irlandia, sebagaimana yang dirujuk di dalam Khutbah Hudhur Jum’at yang lalu, merupakan salah satu penjuru dari bumi ini. Setelah peletakan batu fundasi mesjid di sana, diadakanlah resepsi yang dihadiri oleh lebih kurang 100 orang tetamu, termasuk anggota-anggota Parlemen, Pejabat Pemerintahan, para akademisi, Walikota Galway (di mana Mesjid Jemaat sedang dibangun) dan seorang pendeta kalangan tinggi pun datang. Keindahan ajaran Islam dan pesan amanat dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s. telah disampaikan kepada mereka, yang diliput dengan baik oleh National TV dan Surat-surat kabar sehingga amanat ini telah sampai pada ratusan ribu orang. Jadi, jika ada satu tangan yang berusaha untuk menekan dan menindas kami, di  sisi lain terbukalah sebuah jalan pertablighan yang baru. Walaupun jumlah orang Ahmadi di Irlandia masih sedikit, dan kebanyakan dari mereka adalah para pemuda, tetapi masya Allah mereka itu sangat aktip. Sebagai hasilnya mereka mendapatkan hubungan relasi yang baik. Setelahnya kejadian minggu yang lalu itu, maka ini akan meningkatkan pertablighan dan jalan-jalan baru pun akan terbuka. Jika semangat yang ada sekarang ini dapat dipertahankan dan perkenalan ‘introduction’ yang baru-baru ini dimanfaatkan, maka para pengikut Al-Masih-nya Muhammadi akan dapat membuat orang-orang ini berpaling kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara penganiayaan terjadi di beberapa tempat yang membuat kekhawatiran, amanat dalam Alqur-aan yang berbunyi: ‘Kataballaahu la aghlibanna ana wa rusulii innallaaha qawiiyun ‘aziiz’ – “Allah telah menetapkan, ‘Aku dan Rasul-rasul-Ku pasti akan menang’, Sesungguhnya Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa,” (Al Mujaadilah, 58:22) adalah satu jaminan yang saatnya akan datang.

Sesudah zamannya Orang-orang Gua dari Al-Masih-nya Musawi, agama Kristiani yang selanjutnya berkembang dengan pesat, termasuk ada pesan syirik (menyekutukan Tuhan) di dalamnya. Namun, para pengikut Al-Masih-nya Muhammadi akan dianugerahkan kemenangan jauh lebih cepat dari 300 tahunan, di mana kemenangan ini akan menjadi sumber sarana untuk menghapuskan kemusyrikan dari akarnya dengan menegakkan Tauhid, Ke-Esaan Tuhan.

Hudhur aba. mengatakan dengan karunia rahmat Tuhan, dewasa ini dunia Ahmadiyyah telah berkembang maju dengan luasnya. Ketika ada hak-hak orang-orang Ahmadi dibatasi di beberapa Negara, orang-orang Ahmadi di Australia, America, Africa dan di beberapa kepulauan, mereka itu menjalani kehidupannya dengan bebas dan merdeka. Mereka bebas untuk mengamalkan ajaran hakiki Islam dan bebas untuk melakukan kehidupan sehari-harinya. Mereka bebas untuk melaksanakan Tabligh. Dalam memberikan wejangannya kepada para Ahmadi yang tinggal di Negara-negara tersebut, Hudhur mengatakan bahwa sarana fasilitas ini, kesejahteraannya dan kemerdekaannya agar dijadikan sumber dan sarana untuk meraih tujuan kita. Tuhan tidak hanya begitu saja yang dimaksud dengan kata-kata ‘…. dan Kami menambahkan kepada mereka petunjuk …’ bagi Orang-orang Gua itu. Pada kenyataannya, kata-kata ini menjelaskan prinsip dasar bahwa barang siapa yang dapat menjaga keimanannya, akan tetap teguh dalam keimanannya, Tuhan akan terus meningkatkan mereka dalam petunjuk-Nya, juga persis seperti yang dinyatakan dalam firman-Nya: ‘Innamal mu’minuunal ladziina idzaa dzukirallaahu wajilat quluubuhum a idzaa tuliyat ‘alaihim aayaatuhuu zaadat-hum iimaanaw wa ‘alaa rabbihim yatawakkaluun. Alladziina yuqiimuunash shaalaata wa mim maa razaqnaahum yunfiquun. Ulaa-ika humul mu’minuuna haqqal lahum darajaatun ‘inda rabbihim wa maghfiratuw wrizqun kariim’ – “Orang-orang mukmin ialah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila Ayat-ayat-Nya ditilawatkan kepada mereka, bertambahlah keimanan mereka, dan kepada Tuhan merekalah, mereka bertawakal. Orang-orang yang tetap mendirikan Shalat dan membelanjakan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka. Mereka inilah orang-orang mukmin yang sebenarnya. Bagi mereka ada derajat-derajat yang tinggi di sisi Tuhan mereka beserta ampunan dan rezeki yang terhormat (Al Anfaal, 8 : 3 -5).

Hudhur aba. mengatakan ayat-ayat yang disebutkan tadi menyebutkan kualitas dari seorang mukmin sejati. Orang yang bukan seorang mukmin sejati, ia hanyalah pengakuan di mulutnya saja, lain daripada orang yang tetap menjaga keimanannya pada saat mendapatkan ujian. Sebagai hasilnya, orang itu layak memperoleh apa yang Tuhan janjikan kepada orang-orang mukmin sejati. Jika seseorang menyatakan sudah beriman, maka setiap kata dan perbuatannya adalah demi untuk mendapatkan ridha Tuhan. Hati itu harus memiliki perasaan khidmat dan kagum terhadap Tuhan. Bagi seorang mukmin sejati, Tuhan itu sangat dicintai dan Dia pun mencintai orang yang selalu mengingat dan mencari ridha kesenangan Allah, memang inilah yang harus selalu diingat.

Keimanan bukanlah hanya pernyataan di mulut saja, tetapi berupa amalan yang harus terus menerus dilaksanakan. Ayat-ayat Kitab Suci Alqur-aan akan meningkatkan keimanan. Tanda ciri dari seorang mukmin sejati adalah untuk menghindarkan diri dari alasan-alasan yang lemah tetapi perhatikanlah dan amalkanlah segera semua perintah dari Tuhan. Sebagaimana firman-Nya: ‘Wal ladziina idzaa dzukkiruu bi aayaati rabbihim lam yakhiruu ‘alaihaa shumma wa ‘umyaanaa’ – “Dan orang-orang yang, apabila diperingatkan tentang Tanda-tanda Tuhan mereka, tidak akan terjerumus menjadi menjadi orang-orang yang tuli dan buta;’ (Al Furqaan, 25:74).

Pernyataan di mulut bahwa seorang itu beriman pada Tauhid ke-Esaan Tuhan tidak akan meningkatkan keimanannya, kecuali jika dengan usaha dan upaya yang dilakukan untuk melaksanakan perintah-perintah dari Tuhan. Penegakan Tauhid akan sukses jika orang sudah mengorbankan ego nafs pribadinya demi untuk Tuhan. Satu ciri dari seorang mukmin sejati ialah menegakkan Shalat. Hudhur mengatakan adalah penting bagi setiap Khadim dan bagi setiap Ahmadi itu bukan saja meng-organisir pelaksanaan Shalat selama Ijtima, tetapi untuk kemudiannya juga, yaitu untuk menegakkan Shalat secara tepat waktu dan dengan secara berjemaah. Khuddam-khuddam yang dalam tugas juga harus mengatur Shalat mereka. Ini bukan hanya dilaksanakan selama hari-hari dalam Ijtima, tetapi harus diamalkan secara konstan. Kemajuan dan kemenangan kita berkaitan dengan Shalat dan doa-doa di mana Hadhrat Masih Mau’ud a.s. telah berulang kali meminta perhatian kita akan hal ini. Sumber yang paling terpenting dari doa kita adalah Shalat dan tanpa Shalat keimanan dan Tauhid ke-Esaan Tuhan tidak dapat ditegakkan.  Shalat lima kali sehari adalah sebuah sumber untuk memecahkan dan menghancurkan banyak berhala; terutamanya di dunia yang materialistic ini adalah untuk memecahkan berhala yang ada di dalam diri sendiri dan juga sumber berhala yang terlihat nyata. Inilah rumus formula dasar untuk menyebarkan dan menegakkan Tauhid Ilahi. Kitab Suci Alqur-aan menyatakan: ‘…dan membelanjakan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka …’. Hudhur menerangkan, Tuhan juga meningkatkan keimanan orang-orang yang membelanjakan di jalan penyebaran publikasi tentang keimanan dan Tauhid Ilahi. Dalam ayat terakhir dari ketiga ayat tadi (8:5) Tuhan menyatakan bahwa orang yang memiliki kualitas yng dijelaskan dalam dua ayat pertama sendiri adalah seorang mukmin sejati dalam pandangan Tuhan dan layak untuk memperoleh berkat dan rahmat-Nya. Keberkahan-keberkahan ini adalah: ‘derajat-derajat yang tinggi di sisi Tuhan mereka beserta ampunan dan rezeki yang terhormat’. Hudhur menerangkan yang dimaksudkan dengan rezeki di sini adalah rezeki di dunia ini dan juga untuk di Akhirat. Meningkat dalam keimanan, menambah dalam petunjuk membuat orang menjadi orang penerima rahmat dan keberkahan Tuhan. Iinilah tugas dari seorang mukmin sejati untuk secara konstan berusaha meraih ridha Ilahi. Inilah taqwa. Taqwa yang menjurus pada ridha Tuhan dan dengan meraih ridha Tuhan adalah satu sumber sarana untuk terus mengembangkan dan meningkatkan taqwa. Tuhan berfirman: ‘Wal ladziinah tadau zaadahum hudaw wa aataahum taqwaahum’ – “Dan, orang-orang yang mendapat petunjuk, Dia menambahkan petunjuk bagi mereka, dan Dia menganugerahi kepada mereka ketakwaan mereka” (Muhammad, 47:18). Taqwa ditingkatkan dengan peraihan ridha Tuhan. Tuhan mengajarkan jalan-jalan baru bagi mereka yang mencari keridhaan-Nya dan terus berusaha bekerja untuk itu dan Dia akan menyelimuti mereka di dalam perlindungan-Nya dan Allah ridha kepada mereka. Pengorbanan-pengorbanan mereka diterima dan dikabulkan Tuhan. Bukannya merasa takut akan musuh-musuh yang menyebarkan ketakutan, tetapi hal itu menyebabkan mereka lebih mendekat lagi kepada Tuhan. Keyakinan mereka terus meningkat atas pernyataan Alqur-aan: ‘Nahnu auliyaa-ukum fii hayaatid dun-yaa wa fil aakhirati wa lakum fiihaa maa tadda’uun’ – “Kami adalah teman-temanmu di dalam kehidupan dunia dan di Akhirat ….. ‘(Fushshilat, 41:32)

Dengan beriman kepada Tuhan itulah yang membuat yakin kepada orang-orang pengikutnya Al-Masih Musa-wi untuk memberikan pengorbanan-pengorbanan. Janji Tuhan kami jauh lebih besar dibandingkan dengan janji yang diberikan kepada orang dahulu. Maka tidak ada alasan bagi kami untuk terbesit sedikit pun di dalam pikiran rasa ketidak-tulusan hati dengan Tuhan, melalaikan penyembahan kepada-Nya, melalaikan penegakan Tauhid ke-Esaan Tuhan.

Segolongan orang mukmin berdoa dengan penuh kesabaran meminta diberi ketabahan dan petunjuk di Pakistan dan di beberapa Negara juga. Golongan orang-orang ini juga meyakini dan berada dalam petunjuk dimana Tuhan mendengar akan doa-doa mereka itu. Keteguhan iman dan ketidak ada ketakutan adalah bukti dikabulkannya doa-doa mereka itu di mana Tuhan telah memberi kekuatan hatinya. Para pemuda, semua Khuddam yang kepada mereka diberikan tugas, apapun tugasnya mereka menjalankannya dengan penuh semangat dan tanpa ada rasa takut. Para orang tua menulis, bahwa sungguh menakjubkan memperhatikan para pemuda ini. Dalam segi security, di Pakistan itu, mesjid-mesjid Ahmadi dianggap oleh penguasa sebagai tempat yang berbahaya. Namun, jika seorang Khadim berhalangan untuk melaksanakan tugasnya karena suatu alasan, dua – tiga Khadim lainnya langsung mengenakan sepatunya untuk bersiaga sebagai penggantinya. Mereka itu meninggalkan rumah mereka dengan mengatakan, jika mereka bisa pulang kembali, itu baik, tetapi jika mereka tidak dapat kembali ke rumahnya, semoga Allah Taala memnuhi janji-janji-Nya kepada kami. Demikianlah keadaan keimanan dan keyakinan yang ada dalam hati mereka. Sekarang ini, para pengikut Al-Masih-nya Muhammadi sedang memperlihatkan gairah semangat yang amat menakjubkan. Semoga Tuhan Maha Kuasa terus meneguhkan semangat mereka dengan rahmat karunia-Nya yang khusus, dan juga melindungi mereka ini. Para pemuda ini menciptakan kisah sejarah yang menakjubkna, mereka itu tidak kurang dari yang lainnya, pada kenyataannya mereka selalu siap untuk mengorbankan jiwa mereka, harta dan kehormatan mereka. Sesungguhnya, inilah orang-orang yang mendapatkan ridha Tuhan. Semoga mereka tetap teguh dalam taqwa, terus meningkatkan ibadahnya kepada Tuhan dan selalu dapat meraih ridha Ilahi.

Dalam memberikan wejangannya kepada yang hadir di dalam jamaah Shalat ini dan juga kepada Khuddam yang sedang Ijtima, Hudhur aba mengatakan, mereka ini bebas mengadakan Ijtima dan acara-acara Tarbiyyat juga. Mereka itu harus tahu dan mengerti akan tugas dan tanggung-jawabnya. Tiga hari Ijtima ini janganlah menjadi satu sarana sumber reformasi yang sementara bagi mereka, tetapi mereka harus berusaha untuk menanamkan perubahan yang permanent dalam diri mereka, Mereka harus meningkatkan standards dalam ke-taqwa-an mereka dan peribadatan menyebah Tuhan. Atraksi-atraksi orang Barat yang tidak masuk akal sehat janganlah sampai membuat mereka terkesan dengan itu. Mereka itu harus melihat pada pengorbanan-pengorbanan dari saudara-saudaranya, yang sementara memperkuat keimanannya, mereka itu berusaha keras untuk mempertahankan dan menjaga agar Bendera Ahmadiyyah – Islam sejati – menjulang tinggi di angkasa. Mereka memberikan segala macam pengorbanan untuk memenuhi janji-janji mereka dengan kesetiaan mereka. Maka, sebagai tanda dari rasa syukur akan kebebasan dan kemerdekaan yang mereka sedang nikmati itu, sementara standard peribadatan dan ketakwaannya terus ditingkatkan, mereka itu harus berpartisipasi secara penuh untuk menyebarkan pesan amanat Ahmadiyyah di mana-mana saja. Setiap alat Tabligh harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Para generasi muda harus memanfaatkan sumber dan sarana mutakhir yang ada. Pada masa kini, para pemuda Ahmadi harus ikut serta dalam dua “front line – garis depan”, disamping mengadakan reformasi diri, yang merupakan “inner frontline”. Satunya adalah untuk membela Islam terhadap serangan yang dilakukan kepada agama Islam dan lainnya adalah untuk membela dan mempertahankan Ahmadiyyah dari serangan-serangan terhadapnya. Ada berbagai websites yang dibuat dengan tujuan yang konyol dan tidak masuk akal sehat. Yang begini ini haruslah diisi dengan pesan kebenaran. Maka suatu modus operandi/plan/procedure harus direncanakan dan dipersiapkan, yaitu untuk mengisi websites ini dengan kebenaran. Di mana ada kekurangan dalam ilmu, mereka harus bertanya dan mencarinya dari orang-orang tua Jemaat dan para Muballigh. Dewasa ini, setiap Khadim di dunia harus menjadi bagian dari proyek ini, maka dengan demikian mereka dapat melakukan peranan yang sungguh-sungguh real dalam penegakan Tauhid Ilahi. Para pemuda dari Al-Masih-nya Musa-wi telah melakukan peranannya dalam daerah yang terbatas, sekarang, dengan dukungan sarana yang modern, Khuddam-nya Al-Masih Muhammadi dapat menciptakan suatu perubahan yang revolutioner di seluruh belahan dunia. Perhatian secara khusus agar diberikan terhadap perkara ini. Semoga Allah Taala memberi taufik dan kemampuan kepada kita untuk dapat melaksanakannya; aamiiin.

Selanjutnya, Hudhur aba. membacakan intisari dari tulisan-tulisan Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dan berdoa semoga Allah SWT. memberi taufik dan kemampuan kepada kita semua untuk dapat mengamalkan pernyataan keputusan ini.

PPSi – Mersela Jak. Bar., Senin 27 September 2010.