Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

28 April 2017 di Masjid Baitul Futuh, UK

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

Kapanpun saya ada kesempatan bertemu dengan perwakilan pers atau dengan orang-orang bukan Muslim demi menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka atau bercakap-cakap dengan mereka, bagaimanapun caranya – langsung atau tidak langsung – mereka pasti menanyakan kepada saya pertanyaan berikut, “Apakah penyebab ketakutan dunia terhadap Islam? Apa solusi menghilangkan ketakutan itu?” Lalu, dengan jelas sebagian mereka berkata, sementara sebagian lagi secara tidak langsung bahwa mungkin itu karena ajaran Islam. Pada kesempatan lawatan saya di Jerman lalu seorang Jurnalis wanita bertanya, “Di Jerman ketakutan terhadap Islam bertambah.” Lalu ia berkata, “Sayang memang bagi kami bahwa itulah reaksi dari pihak pribumi non Muslim yang melakukan ketidakadilan atas hak orang Muslim.” Kemudian, ia bertanya, “Apa reaksi Anda terhadap tindakan ini?”

Ini bukan hal yang baru. Pertanyaan ini telah dimunculkan beberapa kali sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bisa menjadi terbukanya pinta tabligh bagi kita saat ini. Jika semua ketakutan itu bertambah ialah disebabkan perilaku salah sekumpulan orang atau orang-orang yang menghubungkan diri dengan Islam dan mereka bersikap keras. Maka, reaksi pihak non Muslim dan penjagaan mereka di tempat mereka ialah mereka merasa takut pada orang-orang Muslim.

Namun reaksi yang kita lakukan bukan reaksi negatif. Bahkan, saya sampaikan selalu pada mereka penyebab munculnya golongan-golongan seperti ini ialah tarbiyat (pendidikan) keliru dari mereka yang disebut ulama dan ketidak-pahaman mereka akan hakikat ajaran Islam sehingga menyebabkan kekacauan ini terjadi. Dan semua ini tepat sekali dengan apa yang Nabi Muhammad saw telah kabarkan tentang bagaimana keadaan Islam saat ini.[1] Dalam kondisi seperti ini ada nubuatan mengenai kedatangan Al-Mahdi dan Al-Masih yang telah dijanjikan bahwa ia menyebarkan ajaran-ajaran yang benar mengenai Islam. Dan kita mengimani Pendiri Jemaat Ahmadiyah ialah orang yang dijanjikan yang dikabarkan dalam nubuatan.

Adapun reaksi kita ialah sesuai ajaran yang disampaikan kepada kita oleh Hadhrat Masih Mau’ud as, yaitu menyebarkan ajaran-ajaran Islam yang berkaitan dengan keamanan dan perdamaian, dan seiring itu kita mengamalkannya di tiap tempat di dunia dalam naungan ajaran ini. Jika kita memerlukan usaha keras lebih banyak untuk menghapuskan keberatan-keberatan terhadap ajaran-ajaran Islam – yang muncul di negara-negara Barat non Muslim karena kelakuan-kelakuan gerakan-gerakan radikal dan berlangsungnya serangan-serangan teroris – inilah yang selalu kita lakukan.

Hadhrat Masih Mau’ud as telah mengatakan kepada kita bahwa setiap jenis ekstremisme, terorisme dan kekejaman bertentangan dengan ajaran Islam. Beliau as memberitahu kita: “Sejak hari dunia ini diciptakan, orang-orang yang benar dari setiap bangsa telah bersaksi tentang fakta bahwa menerapkan sifat-sifat Tuhan adalah seperti air ramuan kehidupan yang diperlukan untuk kekekalan eksistensi manusia.” (Artinya, hendaknya kita bersifat dengan sifat-sifat dan berakhlak dengan akhlak-akhlak Allah dan dengan demikian menjamin lamanya keberadaan manusia di bumi) “Sesungguhnya, kehidupan umat manusia secara material dan spiritual berdiri diatas penerapan akhlak-akhlak Allah nan suci, Yang mana Dia merupakan sumber kedamaian.”

Jadi, Allah, Yang merupakan sumber kedamaian, menginginkan dari seorang Muslim bahwa sifat-sifat-Nya harus diserap dan diterapkan dan ini adalah perintah Al-Qur’an.

Hadhrat Masih Mau’ud as telah bersabda, “Allah Ta’ala menjelaskan dalam Al-Qur’an satu ayat dalam Surah Al-Fatihah, الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ yang artinya Dia adalah Pemilik seluruh sifat sempurna dan baik. Kata al-‘Alam mencakup seluruh bangsa yang berbagai macam, di berbagai zaman dan di berbagai negara juga. [2]

Hal yang tepat untuk diterima tanpa perdebatan ialah Dia itu Tuhan Yang Sebenarnya lagi Sempurna. Inilah penjelasan sifat Allah, Rabbul ‘alamiin. Setiap orang harus mengimani bahwa Dia Rabbul ‘alamiin. Rabbubiyyat [Ketuhanan]-Nya tidak terbatas pada bangsa, era, atau negara tertentu. Sebaliknya, Dia adalah Tuhan setiap bangsa, Tuhan di segala zaman, Tuhan di segala tempat dan Dia adalah Tuhan di setiap negara. Dia adalah sumber semua kekuatan fisik dan spiritual. Dia Rabb semua wujud (eksistensi) dan Penyokong setiap makhluk.”[3]

Lantas, beliau as bersabda, “Jika demikianlah sifat-sifat Allah maka kita sepantasnya bersifat dengan sifat-sifat tersebut dan berakhlak dengan akhlak-akhlak Allah ini. Seorang Muslim harus bersifat dengan sifat-sifat tersebut dan berakhlak dengan akhlak-akhlak ini.” [4]

Inilah ma’rifat dan ilmu pengetahuan yang telah diberikan Hadhrat Masih Mau’ud as kepada kita melalui pemahaman beliau as akan ajaran-ajaran Alquran. Inilah obat mujarab yang sangat penting untuk menyebarkan kedamaian dan harmoni di dunia. Inilah aspek yang bisa menjadi pondasi rekonsiliasi dan perdamaian di dunia. Inilah pesan yang anggota Komunitas Ahmadiyah harus berusaha sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Maka dari itu, mereka harus berusaha mencapai hal itu.

Apabila dikarenakan kelakuan sebagian orang dan tindakan mereka yang atas nama Islam sehingga tercipta fitnah dan kekacauan di dunia, maka ini penyebabnya bukanlah ajaran yang dianugerahkan oleh Allah kepada kaum Muslim melainkan penyebabnya ialah menjauhnya mereka dari ajaran tersebut. Demikian pula, penyebabnya ialah ketiadaan iman mereka kepada utusan yang dikirim oleh Allah Ta’ala sebagai khadim shadiq (pelayan setia) Nabi Muhammad saw (yaitu Hadhrat Masih Mau’ud as, Imam Mahdi).

Dengan demikian, ketika kita menjelaskan kepada dunia jalan yang dapat membimbing mereka kearah perdamaian, persaudaraan, rekonsiliasi dan keamanan dalam cahaya terang ajaran-ajaran ini maka orang-orang non Muslim yang berfitrat amat saleh secara spontan menyatakan, “Ajaran-ajaran Islam ini sungguh sangat indah dan cemerlang.” Inilah yang diekspresikan oleh banyak orang dalam berbagai kesempatan pembukaan Masjid-Masjid dan peletakan batu pondasinya selama lawatan saya di Jerman.

Saat peresmian sebuah Masjid yang didirikan di kota Waldshud, seorang tamu wanita, seorang Doktor datang dari kota Basel menyampaikan: “Sepanjang hidup saya begitu mengidam-idamkan bertemu dengan umat Islam yang damai dan menyintai keamanan dan perdamaian. Harapan saya terpenuhi hari ini. Saya merasa sangat berbahagia yang mana dapat berjumpa dengan Anda sekalian, orang-orang Muslim yang saya maksud.”

Seorang wanita dari Italia hadir di acara itu bersama seorang teman prianya. Ia mengatakan, “Teman saya takut menghadiri acara ini. Penyebabnya ialah Islamophobia (pemikiran buruk tentang Islam). Namun, setelah kehadirannya di acara ini dan mendengarkan pidato-pidato Imam Jemaat Ahmadiyah maka berubahlah pandangannya terhadap Islam sampai-sampai ia mengirimkan pesan dari ponselnya kepada teman Muslimnya yang tertulis, ‘Tahulah saya hari ini betapa indahnya agama engkau.’”

Tiga wanita intelektual dari Bosnia yang telah berpartisipasi dalam acara ini juga mengungkapkan perasaan mereka dan berkata: “Program hari ini adalah seperti menyalakan lilin dalam rangka membangun keamanan dalam situasi sulit saat ini. Pidato Imam komunitas Ahmadiyah yang indah menekankan hak-hak kinerja tetangga dan mengekspresikan kecintaan bagi mereka.”

Seorang tamu berkata: “Saya telah mendapatkan kesempatan mengumpulkan berkat di acara ini. Kedatangan saya pada hari ini adalah sebuah kehormatan bagi saya, kalau saya tidak datang ke sini maka akan banyak hal agung yang saya lewatkan. Saya telah mencapai pengenalan Islam hakiki melalui Jemaat Ahmadiyah yang mana itu berbeda dengan yang kami saksikan dari tampilan Islam penuh kebencian dan kekerasan di layar televisi. Disini saya mendapatkan pesan-pesan kasih sayang yang bukan hanya di mulut saja, tetapi dengan amalan juga mereka menolak kebencian tapi kasih sayang itu mereka tunjukkan.”

Jadi, amal perbuatan seorang Ahmadi juga merupakan sarana tabligh diam-diam sampai-sampai termasuk amal perbuatan pribadi.

Kemudian, salah satu tamu mencurahkan tentang perasaannya, “Saya sedang berpikir hingga hari ini bahwa kita percaya pada satu Tuhan, tetapi agama-agama yang berbeda telah menyebarkan kita pada jalan dan cara yang berbeda-beda. Namun, saya belajar hari ini setelah menghadiri acara ini bahwa semua agama menunjukkan banyak jalan bersama [ada kesamaan], dan Imam komunitas Ahmadiyah telah menjelaskan dengan cara nan cemerlang.”

Dia mengatakan: “Saya terkesan Khalifah menyatakan tidak ada kaitannya dengan golongan Muslim yang radikal, Daesh dan lain-lain. Beliau mengatakan kepada kami bahwa itu tidak ada hubungannya dengan ajaran Islam. Kenyataannya, tidak ada dosa Anda sekalian dalam hal apa yang terjadi di dunia berupa tindakan-tindakan yang patut disesalkan. Sesungguhnya itu dibebankan pada mereka yang menafsirkan secara salah terhadap ajaran ini (Islam).”

Lalu ia berkata: “Kita semua harus melawan terhadap hasutan dengan memperkuat ikatan kecintaan dan persaudaraan di antara kita.”

Dia juga mengatakan: “Saya terkesan dengan apa yang telah Anda katakan bahwa seorang manusia tidak bisa dikatakan beriman kepada Tuhan jika dia membunuh orang yang tidak berdosa dan melakukan kerusakan. Sebab, membunuh orang tak bersalah artinya secara diam-diam membunuh iman kepada Allah.”

Bagaimana anak-anak Ahmadi yang berperilaku baik meresapkan pengaruh positif di lingkungan setempat? Mengenai hal ini seorang tamu perempuan mengekspresikan pandangannya, “Saya menyampaikan penghargaan (terima kasih) atas kenyataan bahwa anak-anak kami mempunyai teman-teman anak-anak Ahmadi. Sejak anak-anak kami menjalin persahabatan dengan anak-anak Ahmadi, saya amati ada perubahan positif dan baik dalam diri mereka. Atas hal ini, saya ingin menggali lebih dalam ajaran-ajaran Anda sekalian. Setelah datang kemari, saya yakin anak-anak saya terlindungi dengan aman dalam kumpulan teman-teman yang baik.”

Dengan demikian, Tabligh diam-diam ini, yang berlangsung melalui pertemanan anak-anak menempatkan tanggung jawab pada orang tua Ahmadi untuk terus meningkatkan standar pelatihan moral mereka dan juga berdoa bagi mereka sehingga anak-anak Ahmadi selalu terus memberikan pengaruh yang saleh kepada orang-orang lain dan menjaga diri dari keburukan yang tersebar di masyarakat. Ini adalah pengaruh saleh ini yang, insya Allah, akan berperan dalam penyebaran pesan hakiki Islam di masa depan. Ketika anak-anak non-Muslim tumbuh lebih lama dalam pertemanan dengan anak-anak Ahmadi, dan selama mereka mengubah pikiran mereka agar sesuai dengan ajaran Islam, insya Allah, berkali lipat banyaknya anak-anak non-Muslim nantinya akan memasuki Islam.

Augsburg, kota kedua tempat telah diresmikan Masjid Jemaat di sana. Dikarenakan ini kota besar, kaum terpelajar dan politikus setempat menghadiri acara peresmian Masjid. Seorang tamu menyebutkan, “Pesan anda sangat indah, saya begitu mengidam-idamkan pesan anda ini disampaikan ke seluruh negara Islam sehingga bisa tercipta kedamaian lebih banyak.”

Semoga orang-orang di negeri-negeri Islam memahami bahwa kebangkitan kedua kali Islam akan terjadi di tangan pecinta sejati Nabi Muhammad saw lalu mereka ikut berpartisipasi dalam tugas ini dan menjadi penolong beliau as bukannya menaruh penghalang di jalan beliau as dan berdiri melakukan permusuhan dan penentangan. [aamiin]

Seorang guru sekolah Jerman mengatakan dalam sebuah pernyataannya: “Apa yang bisa saya jawab atas pertanyaan para murid di sekolah saya tentang Islam karena apa yang disiarkan di media didasarkan pada permusuhan keras terhadap Islam. Kini saya telah menemukan bahan yang cukup dari pidato-pidato Khalifah sehingga saya bisa untuk mengajar siswa saya supaya mereka mendapat penjelasan mengenai Islam yang sebenarnya.”

Seorang wanita lainnya juga mengatakan: “Saya telah meninggalkan di hati saya kata-kata Khalifah yang berkesan amat mendalam. Saya belum tahu ajaran Islam adalah indah dan cemerlang hingga derajat ini. Tapi setelah mendengar pidato ini timbul dalam hati saya pertanyaan: Mengapa kita mendapati reputasi (nama baik) Islam terdistorsi (rusak) meskipun pengajarannya bagus sampai tingkat ini? Saya berdoa semoga Tuhan menyampaikan Islam yang Anda sampaikan ini kepada semua orang.”

Profesor di University of Augsburg mengatakan, “Jika apa yang Imam Jemaat Ahmadiyah katakan itu adalah pesan Anda sekalian, maka Anda sekalian akan meraih sukses besar.”

Perawi (penyampai berita tentang pernyataan Profesor) mengatakan bahwa profesor ini terkesan sedemikian rupa hingga menelepon pengurus kita supaya Jemaat mengadakan pameran di universitas dan memperlihatkan keinginannya agar komunitas Ahmadiyah semakin terkemuka lebih dan lebih lagi, dan menyampaikan pesannya kepada semua orang.

Tamu lainnya mengatakan: “Khalifah telah memberitahukan dua pesan penting kepada kita yang sangat kita butuhkan hari ini, dan menawarkan solusi dari segi duniawi juga mengiringi perspektif beliau dari segi agama. Memang benar bahwa jika kita hidup bersama dalam kasih dan saling toleransi rasa takut secara otomatis akan hilang.”

Tamu lain mengatakan: “Saya sangat terpesona pada hari ini. Dikatakan di dunia pada umumnya bahwa Islam ialah agama yang mengajarkan kebencian tapi umat Islam yang berada di sini berbicara kontras sekali [berlawanan dengan tuduhan itu].”

Tamu lain mengatakan: “Telah dikatakan dalam pidato bahwa Islam berfokus pada toleransi dan hal ini amat berpengaruh di hati ini secara mendalam. Ini adalah kontak pertama antara saya dan komunitas Ahmadiyah. Jalsah ini begitu indah dan begitu tenang sehingga telah meningkatkan keinginan saya begitu banyak. Sekarang, saya akan berusaha untuk mengunjungi Masjid Anda juga dan saya akan mencari tahu tentang Anda lebih lanjut di internet.”

Seorang perempuan yang bekerja sebagai dokter berkata: “Efek pidato Khalifah ke dalam diri saya cukup banyak, dan itu bergerak jauh ke dalam relung hati dan terutama saat menyertakan pesan cinta kasih dan keamanan. Jika masing-masing dari kita menjaga para tetangganya sebagaimana itu Islam ajarkan tentu dunia telah menjadi lebih indah.”

Seorang wanita lain berkata: “Apa yang saya suka secara khusus adalah bimbingan untuk menunaikan hak-hak tetangga. Jika kita berkomitmen diri untuk satu bagian dari pesan ini niscaya dunia menjadi aman dan tempat yang bagus dibanding sebelumnya.”

Seorang tamu keturunan Turki yang berdinas di kepolisian dalam sebuah pernyataan mengatakan kesan-kesannya: “Saya sangat terkesan dengan acara hari ini dan pidato Anda, jika Anda terus mengkomunikasikan pesan ini di mana-mana dalam corak ini niscaya Anda akan meraih sukses besar dengan segera.” Lalu ia berkata: “Saya bekerja di kepolisian, tetapi jenis organisasi [Ahmadiyah] ini dan koordinasinya tidak pernah saya lihat di tempat lain. Saya belajar banyak dari pengajaran Anda.”

Ada tamu dari kota Raunhime, tempat peletakan batu pondasi masjid dilakukan; ia mengatakan dalam komentarnya: “Saya telah merasa banyak keakraban dan kedekatan selama di sini. Saya telah berpartisipasi dalam banyak perayaan Kristen juga, tapi saya tidak merasa keintiman ini di acara tersebut. Orang-orang Kristen dapat belajar banyak dari Anda.”

Pengakuan seorang Masehi (Kristen) bahwa orang-orang Kristen harus belajar dari Anda sekalian (para Ahmadi) – terutama soal akhlak – adalah sesuatu yang sangat penting. Para muda/mudi kita harus membuat diri mereka lebih percaya diri, tidak perlu malu dan tidak perlu menyembunyikan diri sebagai Muslim, tetapi harus memberitahu orang-orang tentang ajaran Islam dengan jelas.

Tamu lain dari kota Raunhime mengatakan dalam komentarnya: “Khalifah telah mengatakan kepada kami mengenai keadaan yang sedang berlaku di dunia dengan cara yang sangat mengesankan, terutama menjelaskan pada kita ajaran Islam yang berdasarkan perdamaian dan keamanan.”

Tamu lain mengatakan: “Saya telah berpartisipasi dalam acara Jemaat Ahmadiyah untuk pertama kalinya, dan tampak bagi saya Jemaat ini menemukan ruang kosong di kota Raunhime. Dan sekarang saya menunggu penyelesaian pembangunan masjid dengan cepat dan saya akan melihatnya.”

Pada awalnya orang-orang berdiri menentang [pembangunan Masjid Jemaat] namun ketika pesan kita mencapai mereka, mereka menunggu pembangunan masjid ini selesai dengan cepat.

Seorang tamu yang memiliki beberapa kekhawatiran tentang masalah keamanan, perdamaian dan hak-hak perempuan juga datang, dan juga memiliki sebuah pertanyaan: “Apa yang harus dilakukan Khalifah kalian untuk meletakkan dasar-dasar keamanan?”

Tapi, ketika dia mendengar pidato saya, dia mengatakan: “Pidato itu telah menjawab semua pertanyaan yang mengganggu pemikiran saya, dan semua ketakutan saya hilang.” Lalu ia berkata: “Anda sekalian adalah duta-duta perdamaian yang mana seluruh orang Muslim seharusnya mengamalkan pengajaran ini, sedangkan saya akan berusaha mempublikasikan pesan Anda ini di kota saya.”

Tamu berkebangsaan Suriah berkomentar: “Saya tadinya takut orang-orang non Muslim membuat situasi berbahaya di sini. Tapi, Anda sekalian menyajikan ajaran-ajaran Islam dalam corak yang jauh lebih baik dan lebih indah dibanding banyak umat Muslim lainnya. Imam Jemaat hari ini telah menyampaikan ajaran Islam hakiki. Ini pertama kali saya datang di acara Jemaat Ahmadiyah. Saya akan berusaha mengumpulkan informasi-informasi lebih banyak dan mungkin saja saya juga akan menjadi seorang Ahmadi, berbaiat dan bergabung dengan Jemaat. Saya diberitahukan sebelum datang ke acara ini bahwa para Ahmadi bukanlah Muslim dan Al-Quran mereka juga berbeda. Namun, hari ini saya belajar bahwa semua itu sama sekali tidak benar.”

Tamu lainnya berkata, “Ini pertama kali saya mengikuti acara Ahmadiyah. Sebelumnya saya tak tahu banyak soal Ahmadiyah. Namun, saya sangat terkesan hari ini. Dikatakan bahwa Masjid-Masjid punya hubungan erat dengan terorisme, tapi saya tahu hari ini bahwa itu tidak benar. Saya berbahagia sekali bahwa Masjid yang dibangun di sini menjadi pusat keamanan dan perdamaian.”

Seorang tamu perempuan mengatakan: “Ini pertama kali saya mengikuti acara Ahmadiyah. Atmosfer di sini amat jernih dan indah. Apa-apa yang dikatakan di sini ialah segala sesuatu tentang kecintaan, toleransi dan perdamaian. Saya amat berkesan dengan semua itu.”

Demikian pula, batu pondasi Masjid di kota Marburg telah diletakkan, saat peletakan itu, seorang wanita yang mengikuti acara berkata, “Pesan mengenai penunaian hak-hak tetangga amat memberi kesan pada hati saya. Sebagai seorang Kristen, saya harap umat Kristen pun mengamalkan hal ini juga.”

Seorang tamu lainnya berkata, “Ajaran mengenai kedudukan kaum wanita yang disebutkan dalam pidato itu sangat cemerlang. Saya pun takjub mengenai keseimbangan yang ada diantara kalian perihal kedudukan dan hak-hak antara kaum pria dan wanita.”

Walikota kota tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan dari kesan-kesannya: “Ini benar-benar disayangkan bahwa banyak tuduhan palsu melekat pada umat Islam, umat Islam dipaksa untuk menyajikan bukti dalam jawabannya bahwa jika seseorang dari negara Eropa atau orang Kristen melakukan tindakan brutal – seperti seorang yang membunuh banyak orang atas nama Kristen – tidak satu pun menghubungkan itu dengan agamanya.”

Ny. Julia, salah satu tamu yang hadir mengatakan: “Keseluruhan acara itu menyenangkan. Saya menikmati bagian pidato yang menyebutkan jika seseorang tidak memenuhi hak-hak orang lain, maka menyembah Tuhan tidak memiliki nilai..” Dia lebih lanjut menyatakan: “Sebelum datang ke sini, saya memegang keyakinan Islam adalah agama yang mengesahkan fundamentalisme dan ekstremisme. Namun, pidato ini saat ini telah menghapus semua sentimen negatif saya terhadap Islam. Saya sekarang lebih tahu ajaran Islam yang damai dan penuh kasih sayang. “

Seorang wanita tamu berkata: “Pada kesempatan ini, acara yang diselenggarakan organisasi terbaik membuat saya takjub pada apa yang tercantum dalam pidato itu bahwa tidak ada gunanya menyembah Allah tanpa beramal menunaikan hak-hak sesama hamba Allah. Saya sebelum saya datang ke sini menyangka Islam mengajarkan ekstrimisme dan kekerasan, tapi kesempatan ini telah membuat bersih pikiran saya yang negatif tentang Islam, dan saya pun tahu dengan baik ajaran Islam mengenai perdamaian dan kecintaan.”

Wanita lain mengatakan: “Pesan ini kedudukannya ibarat lilin dari surga di zaman kegelapan ini. Air mata saya turun mengalir ketika Anda berbicara mengenai kemanusiaan.”

Seorang tamu lain dari Marburg mengatakan, “Saya suka sangat apa yang Anda sebutkan dalam pidato Anda dari ajaran Islam mengenai toleransi beragama. Saya tidak tahu agama lain apa yang menawarkan ajaran seperti ini. Setiap agama lain terbatas untuk diri sendiri tidak berusaha untuk berkomunikasi dengan agama-agama lain.”

Seorang pegawai pemerintah di kota Marburg mengatakan: “Kewajiban-kewajiban terhadap para tetangga yang Islam anjurkan untuk ditunaikan itu sangat penting bagi saya sebagai seorang Kristen.”

Seorang staf yang bekerja di kantor walikota mengatakan: “Semua hal yang saya harapkan saya dengarkan ketika hadir di sini telah dibahas dalam pidato hari ini.”

Ada tamu seorang berusia lanjut, dan ia mengatakan kepada saudara-saudaranya sebelum saya tiba di kesempatan acara, “Saya punya janji pada pukul enam dan akan kembali sebelum itu.” Ia masih saja mendengarkan pidato saya melalui speaker, dan ketika itu waktu untuknya pulang, ia berkata kepada temannya, “Saya akan pergi sekarang.” Kemudian mereka keluar dan meletakkan ear phone dari telinganya, tapi ia mengurungkan niatnya kemudian duduk dan mendengarkan pidato lagi. Ia tetap mendengarkannya sampai akhir.

Kadang-kadang, bahkan sering kita melakukan upaya kecil lagi sederhana, tetapi Tuhan memberkatinya dan ingin memaksa orang-orang mendengar pesan kita, dan kemudian mereka benar-benar mendengarkannya. Ada banyak seperti ini. Dan sekarang saya memberikan contoh-contoh lain.

Seorang perempuan dari Finlandia berpartisipasi dalam kesempatan itu bersama seorang anak laki-lakinya yang berusia sembilan tahun, dia berkata: “Saya datang ke sini bersama anak saya yang masih kecil dengan harapan supaya pesan anda juga sampai ke telinga anak saya dan mengajarkannya apa-apa yang termasuk ajaran Anda serta ia menjadi seperti Anda sekalian, hamba-hamba Allah yang saleh.”

Dia melanjutkan: “Saya suka sangat dengan pidatonya. Ini adalah Islam yang sebenarnya, dan semua Muslim lainnya harus mengikuti Islam ini. Saya sangat terkesan dengan pidato, terutama ketika saya mendengar ajaran Islam tentang toleransi dan hak-hak tetangga. Pesan Anda dan ajaran Anda tidak mungkin salah.”

Saya ingin salah seorang dari Imam-Imam Anda (Muballigh) mengajarkan anak saya Al-Quran. Saya juga ingin mempelajari Al-Qur’an dan menjadi orang yang berhati nurani bersih.”[5]

Demikianlah, sampai tingat itu orang-orang takjub dengan pesan kita. Apakah ini tindakan manusia? Tidak, tetapi Allah adalah orang yang mengubah hati nurani orang-orang. Tugas kita sekarang untuk mengambil manfaat dari hal ini dan membawa orang-orang dekat dengan Allah. Tapi sebelum itu kita harus memeriksa diri kita sendiri dan berusaha untuk mendekatkan diri lebih banyak dengan-Nya sesuai dengan semua kekuatan kita.

Seorang wanita lainnya berkomentar, “Saya takjub akan ajaran-ajaran Islam mengenai penunaian kewajiban-kewajiban terhadap tetangga. Perintah-perintah seperti itu tidak ada pada kami.”

Seorang wanita lainnya berkomentar pula, “Kedudukan perempuan yang disampaikan dalam pidato Imam merupakan yang paling mengagumkan saya. Sebab, pidato-pidato orang lainnya hanya menyeru pada perampasan hak perempuan.”

Ada sejumlah komentar seperti ini namun saya membacakan segelintir saja.

Liputan media dari peristiwa ini dalam skala yang luas, mencakup saluran televisi dan dua surat kabar terkait pembukaan Masjid Baitul Afiyat. Jumlah pemirsa dan pembaca dari saluran ini antara 2,2 hingga 2,3 juta orang. Pada kesempatan pembukaan Masjid Baitun Nashir di Augsburg 3 saluran televisi, 4 stasiun radio dan 18 surat kabar menyiarkannya. Di Augsburg, sebuah kota besar, berita pembukaan Masjid dan pesan Islam mencapai hingga lebih dari 30 juta orang melalui televisi, radio dan suratkabar.

Acara peletakan batu pondasi dua Masjid di kota Raunheim dan Marburg di Jerman ini diliput oleh sebuah TV Channel dan 22 suratkabar. Berita tentang itu sampai ke hampir 20 juta orang. Secara keseluruhan, 54 media mulai dari stasiun radio dan surat kabar meliput berita dari masjid ini dan terdapat 136 buah terbitan artikel dan berita tentang itu. Dari itu, pesan kita mencapai ke sekitar 39 juta orang, syukur kepada Allah.

Jemaat kita di Jerman amat aktif di bidang Tabligh, dengan karunia Allah. Sebagaimana juga organisasi badan-badan di sana menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dengan seharusnya. Pesan kita yang disampaikan oleh organisasi badan-badan ini mencapai jutaan orang. Hal mana itu menciptakan penentangan juga dan yang masih bertambah terus ialah di Jerman bagian timur. Namun, kita tetap menyampaikan tabligh kita meski seiring itu ada penentangan, insya Allah Ta’ala.

Ketika saya mengunjungi satu negara saya ingat sesuatu tentang kondisi dan kerja Jemaat di sana, dan Jemaat kita di sini di Inggris juga melakukan karya dan prestasi yang tidak buruk dengan karunia Allah. Ketika saya tidak melakukan lawatan apa pun, di sini saya tidak berbicara tentang prestasi Jemaat ini (Inggris), yang mungkin membuat beberapa orang berpikiran Jemaat di Inggris tidak bekerja dan tidak berprestasi. Tidak, tapi yang sebenarnya ialah pekerjaan mempublikasikan ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya juga di sini dilakukan pada skala besar dengan karunia Allah, dan dengan bagian sub-organisasi di Jemaat (badan-badan) dan dengan bidang Tabligh juga. Mungkin Jemaat kita di sini adalah trend setter (pelopor) di antara semua cabang Jemaat di seluruh dunia berkaitan dengan distribusi buku karya Hadhrat Mushlih Mau’ud ra tentang biografi Nabi Muhammad saw berjudul: “Life of Muhammad” (Kehidupan Muhammad). Majlis Ansharullah juga telah memainkan peran lebih besar di sini dalam membawa buku ini kepada orang-orang. Ada buku-buku lainnya telah didistribusikan kepada orang-orang pada skala besar dengan karunia Allah, yang mana itu membuat orang-orang tahu komunitas kita dalam skala luas.

Lalu ada berbagai acara pusat yang diselenggarakan oleh Jemaat di sini yang membuat orang-orang di seluruh dunia tahu tentang Islam. Jadi saya katakan kepada para Ahmadi yang berada di Inggris: Anda sekalian dapat melihat berbagai aspek kegiatan dan penampakan kemajuan Jemaat di negara-negara lain dengan pandangan bahagia, tapi janganlah berpikir Jemaat kita di sini tidak melakukan pekerjaan apapun. Beberapa kelompok orang yang tidak ikut program dan banyak acara yang diadakan di sini berpikiran Jemaat kita di sini, mungkin terlalu ketinggalan dari orang-orang Ahmadi lain dalam hal karya-karya dan prestasi. Tidak, melainkan pekerjaan-pekerjaan juga dilakukan di sini dengan baik, dengan karunia Tuhan. Ambil contoh, konferensi perdamaian, yang diselenggarakan di bulan Maret akhir di sini. Itu tidak hanya menyebarkan pesan Islam di antara orang-orang Inggris dalam skala besar, tetapi mencapai seluruh dunia. Saya melihat saya menyebutkan komentar para tamu konferensi ini juga karena saya belum menyebutkan sebelumnya.

Seorang wanita supervisor gereja yang menghadiri konferensi mengatakan: “Itu adalah pesan yang menarik dan indah dan itu adalah pesan persatuan yang dibutuhkan masyarakat kita pada hari ini. Saya menyukai apa yang Imam Jemaat katakan bahwa berdasarkan pada ayat dari Al-Quran, tugas para pengikut berbagai agama untuk bersatu dalam hal-hal yang merupakan kesamaan. Ini adalah sesuatu yang mungkin dilakukan dan juga dapat mengajak mereka yang tidak mengikuti agama apapun. Hari ini saya telah belajar apa yang umum antara Islam dan Kristen. Saya menyukai konsep ibadah juga, maksud saya berarti bahwa diperlukan lima kali ibadah tiap hari [shalat lima waktu], tetapi jika seseorang tidak mengkhidmati makhluk Tuhan maka tidak ada gunanya ibadahnya.”

Seorang pengawas gereja yang menghadiri Simposium Perdamaian dan berkata: ‘Ini adalah pesan yang sangat menawan dan kuat. Itu adalah pesan tentang kesatuan dan ini adalah sesuatu yang masyarakat kita perlukan. Saya juga menyukai kenyataan bahwa Kepala Komunitas (Imam Jemaat) mengutip sebuah ayat Al-Qur’an dan mengatakan agar para pengikut agama yang berbeda harus fokus pada hal-hal yang menyatukan mereka. Ini adalah sesuatu yang sangat mungkin untuk dilaksanakan dan orang-orang yang tidak mengikuti agama apapun juga dapat dimasukkan dalam kategori ini. Hari ini, saya telah belajar tentang kesamaan yang ada antara Islam dan Kristen. Saya juga menyukai pentingnya arti doa bahwa shalat lima waktu itu hal yang diwajibkan namun ini tidak berguna jika seseorang tidak melayani umat manusia.”

Ada juga seorang wanita perawat, Nn. Viona yang berkata, “Imam Jemaat telah membuktikan bahwa Islam ialah agama yang disalahpahami. Para teroris bersembunyi dengan sia-sia di balik Islam. Saya suka bahwa Khalifah di awal pidatonya mengecam serangan teroris yang terjadi di London baru-baru ini dan menjelaskan Islam tidak ada hubungannya dengan serangan teroris sama sekali. Imam tidak hanya memunculkan pertanyaan saja, tetapi juga memberikan solusi. Beliau bicara, misalnya, untuk menahan diri dari menjual senjata. Beliau juga mengatakan kepada kita bahwa kita harus saling menghormati dan mendengarkan perkataannya.”

Seorang tamu yang menghadiri simposium itu berkata: “Sekarang saya tahu bahwa penyerangan yang terjadi beberapa hari yang lalu (di London) penyebabnya bukan Islam. Hal itu adalah kejahatan yang dilakukan oleh militan yang bersembunyi dibalik agama yang menyintai perdamaian ini. Telah terungkap hari ini bahwa teroris tersebut ialah seorang gila dan bukan Muslim sejati. Khalifah telah menjelaskan secara terang bahwa setiap jenis terorisme adalah salah. Beliau telah menegaskan itu dengan bukti-bukti ayat-ayat Al-Qur’an. Saya takjub akan perkataan Khalifah juga bahwa kita tidak harus melihat hari ini saja, melainkan kita harus melihat hari esok juga dan kita tidak boleh membangun tembok-tembok yang memisahkan dan memecah-belah melainkan kita harus membangun jembatan-jembatan yang saling menguatkan hubungan.”

Seorang dokter umum yang juga pengurus Gereja berkata, “Saya telah mendengarkan pidato-pidato yang kedudukannya ibarat lampu-lampu penerang di jalan nan gelap. Khalifah telah memperlihatkan pada kita Islam ialah agama perdamaian. Pesan mengenai keberlangsungan dialog itu amat benar. Bukannya bersikeras dalam permusuhan, kita harus menumbuhkan dalam jiwa kita pemikiran-pemikiran toleransi satu dengan yang lain. Perkataan beliau benar bahwa toleransi di dunia saat ini tengah melemah dan berkurang.”

Seorang Direktur sebuah Perusahaan, seorang wanita, mengatakan: “Saya pernah bertemu dengan Khalifah anda yang ke-4, maka saya menjadi mengenal Jemaat Ahmadiyah. Hari ini saya juga berjumpa Khalifah. Saya telah mendengar pidato beliau. Pidato-pidato beliau itu itu sangat penting dan diperlukan. Beliau telah mengabarkan untuk tidak menimpakan kesalahan pada Islam dan orang Islam atas semua keburukan dan hal negatif. Banyak kekacauan yang terjadi saat ini ialah dibuat oleh kami, yaitu negara-negara barat. Saya menyukai sangat kata-kata khalifah mengenai perdagangan senjata juga, ketika dalam hal ini moral kita menjadi luntur karena pengaruh kepentingan perdagangan.

“Saya berharap pemerintah kami akan mencatat hal-hal ini. Saya merasa sangat emosional setelah mendengarkan kata-kata dan doa Imam Jemaat mengenai masa depan dunia dengan mengatakan kita harus meninggalkan dunia yang penuh dengan keadaan bagus bagi keturunan kita. Ada juga rasa khawatir kita mungkin akan meninggalkan dunia dengan generasi anak-anak yang akan cacat [karena perang – penerjemah].”

Pada titik ini saya ingin mengingatkan para anggota Jemaat, situasi dunia saat ini sedang memburuk dengan cepat dan diperlukan banyak berdoa. Kekuatan-kekuatan utama (Negara-negara adi daya) dan negara-negara yang lebih kecil terinfeksi penyakit gila perang (mengancam untuk berperang). Orang-orang seperti para pemimpin, politisi dan kolumnis yang pernah optimis perang dunia adalah prospek yang tidak masuk akal sekarang mengatakan hal itu terlihat tidak dapat dihindari, dan pada kenyataannya hal ini menjadi lebih dan lebih mungkin terjadi. Mereka (negara-negara) mengancam satu sama lain tentang perang nuklir sebagaimana pada hari-hari ini terjadi antara Amerika Serikat dan Korea yang membuat buruk keadaan dan jika China berusaha menghapuskan masalah dengan satu atau lain corak. Kedua pihak saling berbalas mengancam penggunaan senjata nuklir.

Demikian pula, para pemimpin negara-negara Muslim yang melakukan kezalliman dan tampaknya pada mereka telah terjadi blok-blokan (persekutuan beberapa Negara dalam berbagai kelompok berbeda). Pendek kata, jangkauan peperangan meluas. Kita harus berdoa kepada Tuhan supaya Dia menganugerahi mereka akal sehat. Selain itu, Hadhrat Khalifatul Masih IV rha suatu kali memberikan resep obat homeopati untuk membantu dalam rangka menjauhkan dampak buruk bila terjadi perang nuklir. Para anggota Jemaat harus menggunakan ini dari sekarang untuk sekurang-kurangnya dalam enam minggu. Salah satu obat harus dikonsumsi dan setelah itu obat kedua harus dikonsumsi. Akan ada pengumuman tentang itu; kedua obat itu ialah Carcinosin dan Radium Bromida.

Saya ingin membacakan komentar lainnya, Profesor dari Portugal, Dr. Paulo Maurice mengatakan, “Hari ini setelah saya mendengarkan pidato Anda yang tegas bahwa keadilan dan perdamaian ialah dua kata yang maknanya sinonim. Keduanya satu makna. Jika salah satu tak ada maka satunya lagi tak dapat diperoleh. Dunia ini telah kehilangan keadilan. Dunia menderita dengan tidak adanya keadilan, dan karena perdamaian tidak dipulihkan. Tidak benar menyifatkan umat Muslim sebagai penyebab terorisme dan perang. Tapi kita harus menjangkau penilaian yang sebenarnya, yaitu tidak adanya keadilan. Saya merasa senang Imam Jemaat berbicara mengenai ketakutan orang-orang terhadap Islam. Orang-orang mengabaikan Islam tetapi Islam bertumbuh. Tapi kata-katanya juga benar bahwa kita tidak boleh menyiramkan bensin kedalam api. Kita harus saling menghormati dan menghindari ejekan.”

Seorang Profesor Universitas Katolik di Portugal berkata: “Apa yang saya sukai tentang program ini adalah kata-kata Khalifah didasarkan pada argumentasi dan bukti, dan beliau menegaskannya dengan mengutip ayat-ayat dari Al-Quran bahwa Islam adalah agama damai. Demikian pula, beliau menjelaskan dari sudut pandang lahiriah, tidak benar untuk mengatakan Islam bertanggung jawab atas segala sesuatu yang buruk. Saya takjub atas perkataan beliau bahwa kita harus melihat hari esok seiring dengan perhatian kita pada hari ini juga.”

Lalu seorang politikus mengatakan, “Pesan belasungkawa (dari Jemaat kepada korban terorisme di London) adalah hasil dari ketulusan. Kemudian Khalifah mengatakan bahwa pecahnya perang itu tampak pasti tapi saya optimis penghapusan perang masih mungkin seperti yang kita telah kembangkan dalam 70 tahun terakhir [setelah akhir Perang Dunia Kedua pada 1945 hingga sekarang], tapi saya setuju dengan pandangan beliau bahwa ketika perang pecah maka Negara-negara tidak dapat menghindari partisipasi [ikut serta di dalamnya]. Maka ada kebutuhan untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan dalam hubungan internasional.”

Singkatnya, saya telah membacakan beberapa komentar pilihan. Dalam pertemuan ini lebih dari enam ratus orang hadir dan semuanya memberikan tanggapan yang sangat baik. Liputan media dari program ini juga baik.

Kantor berita yang telah menerbitkan berita tentang acara kita ialah Associated Press, BBC Jaringan Asia, majalah New Statesman Maine, NHK Jepang Broadcasting Corporation, Sunday Time, Media Argentina ABC, ERT Yunani TV, koran Nasional 365 Islandia, South West TV, Spotng global. Banyak wartawan lainnya hadir berjumlah hampir dua puluh. Selain mereka, beberapa wartawan lain, dalam publikasi wartawan-wartawan baik yang datang dari negara-negara lain maka mereka menerbitkan berita di negara mereka, termasuk televisi nasional Austria telah menyiarkan laporan selama delapan menit, lalu televisi nasional Yunani menyiarkan berita di buletin berita, surat kabar Islandia juga menerbitkan berita, hari ini TV India juga menyiarkan berita, kemudian sebuah surat kabar Italia juga menerbitkan, koran nasional Argentina, dan surat kabar Amerika Latin di Kanada.

Dua suratkabar di Spanyol juga menerbitkan berita, dan begitu pesan tabligh tersebut sampai ke hampir sembilan juta orang di dunia. Serta di Portugal, juga, simposium perdamaian, yang diadakan di sini diberitakan secara luas, dan dengan demikian dunia belajar untuk mengenali ajaran Islam.

Melalui media sosial terjangkau sejumlah 3.8 juta orang dan 10 wartawan luar negara.

Seiring dengan penyebarluasan pesan Jemaat yang begitu cepat, demikian pula penentangan terus meningkat, khususnya di negara-negara Muslim. Terutama di Aljazair, para Ahmadi di sana menghadapi penentangan besar sejak beberapa bulan lalu dan itu terus berlanjut. Saya juga telah meminta agar Anda sekalian mendoakan untuk mereka. Pada tanggal 24 April ada sebuah konferensi yang berlangsung di Aljazair membahas Jemaat. Penasehat (Mustasyar,مستشار) mantan Menteri Wakaf (Menteri Agama) menghubungi kita dan mengatakan, “Jika Jemaat ingin menyampaikan pesan apa saja maka saya siap menyampaikannya kepada ketua konperensi.”

Harap diketahui bahwa mereka pada masa sebelumnya mengumumkan akan menyelenggarakan konperensi untuk memperkenalkan Jemaat. Namun, kemudian mereka mengatakan tidak ingin memperkenalkan Jemaat dan tema konperensi pun ialah ‘Qadiani, benih semaian Inggris’ dan malah ada pidato menentang Jemaat.

Sebagaimana biasa mereka lekatkan pada kita, mereka berbalik melakukan tuduhan-tuduhan konyol yang usang. Sedangkan surat dari kita kepada hadirin tidak dibacakan bahkan dikatakan oleh yang memberikan surat itu, “Anda orang yang berakal dari dulu. Anda sejak dulu menulis artikel menentang Jemaat lalu mengapa sekarang berbicara membela mereka?”

Namun, saat jurnalis dan kantor berita asing masih berada di konperensi, mereka berkata, “Kami anggap Jemaat Ahmadiyah itu hebat. Mereka itu orang Islam. Mereka sama sekali tidak menghadapi tekanan di sini. Gerakan kami ialah untuk menghadapi mereka yang berlawanan dengan hukum saja.”

Kemudian, ketika karena berbicara dengan jurnalis setempat [sesama bangsa mereka], mereka berkata, “Orang-orang Qadiani ini bukan orang Islam. Mereka memberontak terhadap Negara. Mereka punya hubungan dengan Daesh (ISIS) dan lain sebagainya.”

Luasnya penentangan Jemaat semakin bertambah karena peran [penentangan] golongan Salafi. Pada satu segi, penentangan itu telah ditakdirkan, sementara di sisi lain dan pada waktu yang sama pengenalan Jemaat di seantero negeri bertambah luas disebabkan seruan penentangan di media massa dan informasi. Para Ahmadi setempat mengatakan demikian. Para penentang kita telah menyebarkan pesan kita ke tempat-tempat yang kita tidak mampu melakukannya.

Ringkasnya, dari satu segi, dunia terpengaruh dengan pesan Islam yang disebarluaskan oleh Jemaat Ahmadiyah. Orang-orang pun mendesak supaya orang-orang Kristen belajar dari orang-orang Ahmadi. Sementara itu, di segi lainnya, penentangan di negara-negara Muslim bertambah terhadap Jemaat. Namun, penentangan ini bertambah keras pada hari-hari ini di Aljazair sebagaimana telah saya pernah katakan.

Karena itu, berdoalah untuk para Ahmadi yang tinggal di Aljazair serta Ahmadi di Pakistan. Juga berdoa bagi semua orang Ahmadi yang berada di negara-negara lain di mana oposisi keras terjadi terhadap Ahmadiyah. Semoga Allah Ta’ala melindungi semua; terutama yang tinggal di Aljazair, yang mana mereka bukan Ahmadi yang sudah lama. Semoga Allah memberi mereka keteguhan langkah, ketabahan dan segera menghilangkan kesulitan ini dari mereka. (آمين) Aamiin

 

 

 

 

Khotbah II

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ وَنَعُوْذ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ‑ وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُعِبَادَ اللهِ! رَحِمَكُمُ اللهُ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذكَّرُوْنَ ‑ أُذكُرُوا اللهَ يَذكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

[1] Shahih al-Bukhari, kitab tentang ilmu, bab tentang bagaimana ilmu diangkat, 100. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا، يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا، اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ‘ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.”

[2] Pesan Perdamaian, Ruhani Khazain jilid 23, h. 440

[3] Pesan Perdamaian, Ruhani Khazain jilid 23, h. 442

[4] Pesan Perdamaian, Ruhani Khazain jilid 23, h. 443

[5] Di Eropa, orang-orang menyebut Ulama Islam yang biasa mengimami shalat, termasuk dari kalangan Jemaat dengan sebutan Imam. Contoh, Imam Ibrahim Noonan, Muballigh Jemaat di Irlandia.