Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

8 Februari 2002

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Adapun rangkaian topik ini berkaitan dengan اَمْنٌ /aman. Bagaimana aman/kedamaian itu dapat tercipta menurut Tuhan ? Kapan itu diperlukan dan bagaimana resep dari Allah untuk menjauhkan kedukaan dan kesedihan ?

Pertama-tama surah An-Nur :56

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

ِAِllah telah menjanjikan kepada orang-orang dari antara kamu yang beriman dan beramal saleh bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka khalifah di muka bumi ini sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah –khalifah dari antara orang-orang dari sebelum mereka dan Dia akan meneguhkan dari mereka agama mereka yang telah Dia Ridhai bagi mereka. Dan niscaya Dia akan memberi mereka keamanan sebagai pengganti sesudah ketakutan mencekam mereka . Mereka akan menyembah kepada-Ku dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku dan barangsiapa ingkar sesudah itu mereka itulah orang-orang yang durhaka

Hadhrat Huzaifah r.a. menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Kenabian akan tetap berada diantara kamu selama Allah menghendaki. Kemudian apabila Dia menghendaki, maka Dia akan mengangkatnya. Kemudian akan berdiri khilafat di sesuai jalan/cara kenabian. Kemudian selama Tuhan menghendaki akan tetap berdiri. Kemudian itupun sampai kapan Dia menghendaki Dia akan mengangkatnya. Sesudah itu,akan berdiri kerajaan yang memotong dan selama Tuhan menghendaki akan tetap berdiri. Kemuddian itupun selama Allah menghendaki Dia akan mengangkatnya . Sesudah itu, lebih dari itu akan datang pemerintahan zalim.Dan selama Tuhan menghendaki masa ini akan tetap berjalan. Kemudian itu pun selama Tuhan menghendaki akan mengangkatnya. Kemudian setelah itu,akan berdiri khilafat sesuai cara kenabian. Sesudah itu, Raasulullah saw diam”.

Hadhrat Abu Hurairah r.a. menerangkan bahwa kami hadir di hadapan Rasulullah saw sementara itu surah Al-Jumaah turun. Kemudian tatkala beliau membaca ayatnya

وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ

[Kepada kaum lain juga Allah akan mengirim Muhammad saw yang belum berhubungan dengan mereka/para sahabah], seorang bertanya,”Ya Rasulullah,siapa orang-orang itu ?” Rasulullah saw tidak memberikan jawaban apa-apa.Sehingga orang itu dua atau tiga kali mengulangi petanyaan.itu Perawi berkata bahwa Hadhrat Salman Farsi r.a. duduk diantara kami. Rasulullah saw sambil meletakkan tangan beliau di pundak Salman Farsi bersabda,”Jika iman sampai ke bintang Surayya sekalipun, maka dari orang-orang itu ada beberapa orang akan mengembalikannya.

Di dalam riwayat lain bukannya beberapa orang, bahkan tertera seorang peria yang akan mengembalikannya.

عن اَ َنٍس َقاَل قَاَل َرُسْوْل اّلُلّه صل الله عليه و سلم َمَثلُ اّمِتْى َمَثلُ اْلَمَطِر لَا ُيْدرَي َاّوُلهُ خَْيٌر َاْم َاِخُرُهُ

Hadhrat Anas r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Misal ummatku ibarat hujan, tidak akan bisa diketahui apakah bagian pertamannya yang lebih baik atau bagian yang akhir ?

Dalam kaitan ini hendaknya diingat baik-baik, bahwa hujan karunia Ilahi yang tengah turun dewasa ini, inipun hanya merupakan hujan karunia Rasulullah saw. Kita tidak bisa mengatakan bahwa ini merupakan hujan karunia [milik] Ahmadiyah yang tepisah dari itu. Jadi, karunia merupakan milik Rasulullah saw . Kondisi hujannya yang pertama bagaimana dan kini kondisi hujannya yang kedua bagaimana, ini telah zahir perbedaannya.Dan ini hanya merupakan berkah Rasulullah saw .

Ada sebuah dari Hadhrat Anas r.a.

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ يَنْزِلُ عِيْسَي ابْنَُ مَرْيَمَ اِمَامًا عَادِلا وَحكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرُ الصَّلِيْبَ وَ يَقْتُلُ الخِنْزِيْرَوَ يَرْجِعُ السَلَمَ وَ يَحْتَفِظُ السُّيُوْفْ مَنَاجِلَهَا

Hadhrat Abu Hurairah r.a. menerangkan bahwa Rassulullah saw bersabda: Isa putra Maryam akan turun sebagai imam yang adil dan hakim adil,yang akan memutuskan dengan adil. Dia akan memecahkan salib, akan membunuh babi, mengembalikan keamanan , akan menggantikan pedang-pedang dengan arit-arit,yakni orang-orang dimasa itu akan meninggalkan perang dan perkelahian sesama mereka dan akan mengalihkan perhatian pada pertanian. Di dalam ini, sebagaimana Hadhrat Isa a.s. merupakan suatu perumpamaan bukan Isa yang dulu/lama,maka dengan demikian semua kata-kata yang diterangkan itu merupakan perumpamaan. Sebagai misal, bukanlah maksudnya bahwa dia akan memecahkan salib dengan tangannya. Salib, seberapa banyak di dunia yang terus dipecahkan, itu akan terus dibuat orang, rangkaian pembuatan salib tidak akan pernah habis. Demikian pula maksud membunuh babi bukanlah naudzubillah min dzaalik setelah turun dia akan masuk ke hutan-hutan dan setiap babi yang nampak dia akan bunuh. Lalu, dimana babi-babi dipelihara, dia akan kesana dan bersamaan dengan itu pula anak-anak babi dibelakangnnya akan terus lahir. Ini merupakan perumpamaan yang hendaknya direnungkan dengan menganggap itu sebagai hal yang berisi hikmah. Maksud memecahkan salib tidak lain ialah bahwa ia akan mengeluarkan pondasi/pilar agama salib dan maksud membunuh babi ialah, akan membunuh sifat-sifat babi yang terdapat pada diri orang-orang karena sifat ini merupakan sifat kotor dan tidak benar,itu yang dia akan bunuh/musnahkan. Dan akan menggantikan pedang-pedang dengan arit-arit. Ini merupakan peristiwa yang pada zaman Hadhrat Masih Muud a.s. memang secara nyata, kini tidak perlu lagi jihad dengan pedang. Bahkan, hendaknya mengarah kepada pengolahan pertanian dan orang-orang pun tengah memberikan perhatian ke arah itu. Sesuai dengan itu pula Hadhrat Masih Mauud a.s. diberikan gelar harist/petani. Dan kini, sesuai dengan itu banyak orang-orang cendrung ke arah itu. Dari kondisi yang tengah terjadi pada masa yang dekat ini, dapat diketahui bahwa kini orang-orang lebih banyak menaruh perhatikan pada bidang pertanian mereka,dibandingkan dengan perhatian terhadap pedang untuk membunuh satu dengan yang lain.

Ada sebuah ilham 1899 : “Tuhan telah menghabarkan kepada saya bahwa kedamaian dan keamanan akan berkembang /merata bersama engkau. Binatang buas akan berdamai dengan kambing. Anak-anak akan bermain-main dengan seekor ular. Ini merupakan kehendak Ilahi seolah-olah orang-orang melihat dengan taajjub”. Ini pun semua merupakan perumpamaan. Sama sekali bukanlah maksudnya bahwa benar-benar binatang buas akan damai dengan kambing. Kedua jenis hewan ini untuk selama-lamanya Allah telah ciptakan dengan cara/naluri yang berlawanan. Jadi, maksudnya ialah orang-orang yang bersifat hewan buas, yang biasa menganiaya orang-orang teraniaya, akan berhenti dari penganiayaan mereka. Dan ular akan bermain-main dengan anak-anak. Akan hal pemandangan ini, bagi mereka yang telah pergi ke (Sind ?), mereka mengetahui bahwa ini benar-benar telah terjadi. Disana ada seekor ular yang pada waktu siang tidak bisa membuka mata dan tidak pula bisa mematuk siapapun. Maka, anak-anak pun memegangnya, bermain-main dengannya dan mereka tidak disakiti sedikitpun. Jadi, secara zahir pun sebagian kata-kata /hal-hal itu telah sempurna dan itu tengah terjadi.

Hadhrat Masih Mauud .a. s. selanjutnya bersabda: Inilah tafsir kata

يَكْسٍرُالصٍّلِيبَ ويَضَعُ الحَرْبَ

 yaksirussaliyb wa yadhaulharba. Ini merupakan pandangan yang salah dan dusta bahwa akan ada jihad dengan pedang . Bahkan, arti hadis tersebut adalah bahwa senjata samawi yang akan turun bersama Masih Mauud ,yakni tanda-tanda samawi /langit dan senjata baru, kedua hal ini akan menhancurkan dajjal.dan dengan aman dan damai kebenaran, tauhid Ilahi, ketulusan dan iman akan meraih kemajuan; dan permusuhan akan hilang dan akan datang hari-hari perdamaian, baru dunia akan berakhir. Oleh karena itu, kami menamakan kitab ini Ayyaamushulah[hari-hari perdamaian].

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: Tuhan berkenaan dengan saya berfirman salmaanu minna ahlal bait

سَلْمَانُ مِِنّا اَهْلَ البَيْتِ

Salman, saya yang lemah ini, yang meletakkan dua pondasi perdamaian, adalah dari kami, yang merupakan ahlulbait[keluarga nabi]. Wahyu Ilahi ini membenarkan pula peristiwa terkenal/masyhur yang mana sebagian nenek moyang kami adalah dari keluarga sayyid. Dan maksud dua perdamaian adalah, karena Tuhan telah menghendaki bahwa sebuah perdamaian dengan perantaraan tangan saya dan dengan perantaraan saya perdamaian akan tercipta dalam kelompok kelompok Islam dan akan banyak perpecahan akan hilang. Kemudian perdamaian ke dua adalah, akan terjadi perdamaian dengan musuh-musuh Islam dari luar, yang mana banyak mereka akan mengerti hakekat Islam,dan akan masuk ke dalam Islam dan baru tiba saat akhir.

Hadhrat khalifatul-Masih 1 bersabda: Khalifah yang ada pada orang mu’min itu pun Allah-lah yang meciptakannya. Mereka dilanda ketakutan,namun Tuhan menganugerahinya keteguhan. Dan apabila timbul kekacauan serta ketidak amanan maka Allah menunjukkan jalan untuk pemecahannya dan bagi mereka yang ingkar, ciri-cirinya mereka akan terus berkurang dalam amal-amal saleh dan mereka tertinggal dari pekerjaan-pekerjaan agama. Tuhan berfirman kepada para malaikat:” Saya akan menjadikan khalifah” Karena kepada orang-orang yang dekat dengan-Nya kapan Dia menghendaki Dia memberitahukan berkenaan dengan sesuatu yang akan terjadi. Mereka mengmukakan keberatannya dengan tatakerama yang baik.

Satu kali seorang berkata kepada saya,” Hadhrat Sahib[Hadhrat Masih Mauud a.s.] memang telah menda’wakan diri tetapi ulama-ulama besar mengingkarinya”. Saya berkata,”Betapapun besarnya,tapi mereka jelas tidak lebih besar dari para malaikat . Malaikat pun ingkar seraya berkata:

اَتَجْعَل فيها من يفسد فيها و يسفك الدماء

ataj’alu fiyha manyufsidu fiyha wa yasfiquddimaa – Apakah engkau menciptakan khalifah yang menciptakan kekacauan dan akan menciptakan pertumpahan darah. Inilah keberatan kami. Namun, yaa Tuhan kami, kami menganggap Engkau suci dan memuji Engkau dan mensucikan Engkau. Pilihan Tuhan itu memang benar,namun pilihan Tuhan siapa yang bisa memahami (?)..Disini kata

أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ            

ini perlu dimengerti dari aspek apabila nabi Tuhan itu datang,maka pasti di bumi terjadi kekacauan. Akan tetapi, orang yang melakukan kekacauan itu adalah para penentang. Permulaan kekacauan tidak pernah terjadi dari pihak nabi. Nabi selalu berperang untuk membela diri dan darah yang dialirkan di bumi, merupakan darah para nabi dan darah orang-orang suci yang dialirkan.oleh para penetang.

Hadhrat Khalifatul masih 1 r.a. bersabda:

وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا

Tuhan berfirman: Apa tanda pengenal utusan kami ? Salah satu tandanya ialah hazanah ruhani hilang yang Allah cintai [utusan Tuhan itu dapat menariknya kembali dan dengan perantaraannya ] orang-orang dapat mengenalnya … dan orang-orang kotor sadar dan menjauh dari [hazanah] itu. Untuk meyempurnakan [tujuan] itu dia diberikan suatu kekuatan, dia dianugerahi suatu corak keberanian dan pertolongan.Ini dilakukan untuk menegakkan hal yang untuk itu Dia telah mengirimnya. Berbagai corak pertolongan terdapat di dalamnya Tidak akan mungkin timbul keinginan dan gejolak sejati selama tidak disertai pertolongan Ilahi. Kesulitan-kesulitan besar dan sesuatu yang menakutkan datang,namun Allah menggantikan semua ketakutan-ketakutan dan bahaya-bahaya itu dengan keamanan serta juga menjauhkannya. Jadi, inilah salah satu standar pengenal dan kebenarannya. Jika kondisi pemberi petunjuk sempurna[Rasulullah saw] itu direnungkan, yakni ketika beliau mulai mendakwakan kebenaran, beliau hanya seorang diri.Di saku beliau tidak ada uang; tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki saudara yang hakiki; naungan ibu bapak pun semua telah meninggalkan beliau ; disana bangsa sama sekali tidak menaruh perhatian ; perlawanan para penentang telah kelewat batas. Namun, dia berdiri untuk Tuhan . Para penentang sedapat mungkin telah menimpakan kedukaan kepada beliau .Mereka berusaha mengeluarkan beliau dari tanah air beliau,bahkan sampai berusaha membunuh beliau. Apa yang mereka tidak lakukan ? .Namun, siapa yang terpaksa harus melihat kekalahan. Musuh –musuih beliau sedemikian rupa hinanya sehingga nama dan tandanya pun hapus. Negara yang tidak pernah dibawah pemerintahan siapapun,akhirnya dibawah kekuasaan siapa ? Suatu kaum yang jauh ribuan mil dari tauhid Ilahi telah disampaikan pada tauhid. Dan tidak hanya sekedar disampaikan pada tauhid,tetapi disampaikan pada keyakinan. Dan Sesudah keamanan, dia menganugarahkan keamanan. Dan sesudah itu pengganti beliau adalah Hadhrat Abu Bakar r.a.. Marga beliau r.a.juga merupakan marga yang berada pada jahiliah tingkat tinggi dan tidak pula dari marga Rasulullah saw . Kemudian bagaimana telah terbukti bahwa khalifah itu adalah benar. Usamah memiliki dua puluh ribu lasykar.Kepadanyapun beliau perintahkan untuk pergi ke Syam.Jika lasykarnya Usamah ada maka orang-orang akan mengatakan bahwa kemenangan itu karena adanya dua puluh ribu lasykar yang da padanya. Disekeliling Arab muncul gelombanag kemurtadan . Selain mesjid yang tiga, tidak ada ada tanda-tanda shalat. Semua yang telah terjadi. Namun, bagaimana Tuhan telah memegang tangan beliau sehingga orang-orang rafidhi/pembangakang pun terpaksa memberikan kesaksian bahwa singa Tuhan (Ali r.a.) yang perkasa terpaksa mendukung karena takut. Bagaimana timbul ketakutan ? -Orang orang Syiah mengatakan bahwa Hadhrat Ali karena takut dia mengikuti Hadhrat Abu Bakar r.a. Jika ini benar , Abu Bakar tidak memiliki apa-apa. Apa yang ditakuti ? Pada dasarnya Hadhrat Ali r.a. merupakan orang saleh dan hanya takut pada Tuhan. Kalau tidak, takut pada manusia manapun tidak bisa menguasai beliau.. Kenapa ? Karena Tuhan telah menjadikan beliau sebagai khalifah. Begitu juga selalu apabila orang-orang datang sebagai utusan Tuhan,maka dengan berkat penampakan kekuasaan Tuhan,dibimbingnya tangan khalifah oleh-Nya menunjukan bahwa dia terjaga di bawah perlindungan Tuhan.Dan ingatlah seberapa banyak kelemahan –kelemahan, itu semua merupakan mu’jizat-mu’jizat dukungan Tuhan karena di dalam kelemahan-kelemahan itulah lezatnya pertolongan Tuhan dapat diketahui.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa khalifah mereka yang Dia akan jadikan adalah persis seperti khalifah yang telah dijadikan sebelumnya. Dia akan mendiriikan nizam khilafat seperti yang Dia telah dirikan setelah Hadhrat Musa a.s. Dan agamanya, yakni Islam yang Dia ridhai akan Dia tegakkan di bumi dan akan mangukuhkan akar-akarnya. Kemudian Dia akan menggantikan kondisi takut dengan kondisi aman dan mereka akan menyembah Saya dan tidak akan menyekutukan Saya dengan yang lain- Coba perhatikan, di dalam ini difirmankan dengan jelas bahwa akan datang juga masa-masa takut/ kecemasan dan aman akan terus bergolak. Namun, Tuhan kemudian kembali menggantikan zaman aman yang hilang itu dengan zaman yang aman. Jadi, inilah ketakutan yang telah pernah menimpa Yusa’ bin Nun juga dan sebagaimana dia dihibur dengan kalam Tuhan, begitu juga Abu Bakar r.a.telah dihibur dengan kalam Tuhan.

Hasdhrat Aqdas Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda:

Maksudnya adalah apabila takut dan cinta Ilahi dalam setiap kondisi hilang dari kalbu manusia, mazhab yang batil tersebar kemana-mana, orang-orang telah menjadi cenderung pada dunia, dan mulai timbul kehawatiran akan hilangnya agama,maka selalu dalam kondisi seperti itu Tuhan akan terus menciptakan khalifah-khalifah ruhani, yang secara ruhani zahir di tangannya pertolongan dan kemenangan agama. “Zahir pertolongan dan kemenangan agama, kebenaran menjadi terhormat dan kebatilan menjadi hina, dan agama terus kembali pada keindahannya yang semula dan orang yang beriman datang pada kondisi/tempat aman terhindar dari bahaya berkembangnya kesesatan dan hilangnya agama.

Kemudian bersabda:

Di dalam ayat ini Tuhan berjanji kepada orang mu’min laki-laki dan perempuan bahwa pasti dari antara mereka Dia dengan rahmat-Nya akan menjadikan sebagian orang mu’min sebagai khalifah dan akan menggantikan ketakutan mereka dengan keamanan. Jadi, ini merupakan suatu hal yang sempurnanya dan penyempurnan sepenuhnya kita dapatkan pada kekhalifahan Abu Bakar Siddik r.a. Sebagaimana sesuai pandangan para ahli peneliti, ini merupakan sebuah kenyataan bahwa zaman kekhalifahannya merupakan zaman ketakutan dan zaman musibah-musibah. Sebab, ketika Rasuullah saw wafat, maka berbagai macam musibah menimpa ummat Islam, banyak orang –orang munafik menjadi murtad, dan lidah orang- orang murtad menjadi lancang. Dan seorang pendusta bangkit menda’wakan diri sebagai nabi dan disekelilingnya banyak orang –orang gurun menjadi pengikutnya sehingga yang ikut serta bersama Musailamah lebih seratus ribu orang-orang jahil dan kotor. Dan fitnah bergolak dan malapetaka bertambah dan berbagai musibah dan bencana dari segala penjuru, dari jauh dan dekat mengepung ummat Islam. Orang –orang mu’min dicobai dengan gempa cobaan yang sangat dahsyat;.setiap orang Islam dimasukkan dalam kancah ujian; lahir kondisi mengerikan dan menakutkan; orang mu’min sampai pada kondisi yang tidak berdaya seolah-olah bara nyala api yang tengah dikobatrkan di dalam hati mereka atau nampak bahwa mereka tengah disembelih dengan pisau. Di satu sisi mereka menangisi perpisahan mereka dengan Rasulullah saw dan disisi lain mereka menangis karena kobaran api fitnah kobaran api yang membakar dan nampak bahwa sama sekali tidak tersisa lagi kedamaian dan keamanan. Dan orang –orang Islam yang dilanda fitnah sedemikian rupa mereka terpengaruh seperti pecahan batu bata sisa bangunan yang tertutupi rerumputan yang tumbuh. Jadi, ketakutan dan kecemasan orang-orang mu’min bertambah dengan dahsyat, hati mereka penuh dengan ketakutan dan kekhawatiran.. Di dalam kondisi itulah Hadhrat Abu Bakar Siddik r.a. dijadikan sebagai hakim zaman dan khalifah khatamannabiyyin saw. Diakibatkan kondisi yang mencekam Islam dan hal-hal yang Hadhrat Abu Bakar r.a lihat dari kalangan orang-orang munafik, orang-orang kafir dan orang-orang murtad, beliau diliputi kesedihan yang sangat dahsyat. Beliau menangis bagaikan hujan di musim gugur dan air mata beliau mengalir seperti sumber mata air sambil memohon kebaikan untuk Islam dan orang-orang Islam.

Diriwayatkan dari Hadhrat Aisyah Siddikah r.a. bahwa ketika bapak saya dijadikan khalifah dan Allah menyerahkan urusan khilafat kepada beliau, maka begitu menjadi khalifah, beliau mendapatkan fitnah bergolak dari segala segi dan para penda’wa palsu ketika itu juga tengah bergolak sementara orang orang munafik dan orang-orang murtad siap untuk mengadakan pemberontakan . Jadi,musibah sedemikian rupa gencarnya menimpa beliau r.a. yang jika itu menimpa gunung, maka itu akan hancur berkeping-keping. Akan tetapi, beliau dianugerahi kesabaran seperti kesabaran para rasul sehingga dengan pertolongan Allah para pendakwa terbunuh dan orang-orang murtad dapat dihancurkan serta fitnah dan musibah-musibah telah dimusnahkan; perkara-perkara dapat diputuskan; urusan khilafat menjadi kukuh. dan Allah telah menyelamatkan oeang-orang mu’min dari musibah. Dan setelah tiba ketakutan Dia telah menggantikannya dengan keamanan dan Dia telah menguatkan agama mereka dan wajah para pengacau telah dihinakan dan Allah telah menyempurnakan janji-Nya. Allah telah menolong hamba-Nya Abu Bakar Siddiq r.a. dan para pembangkanag dan berhala-berhala yang besar telah dihancurkannya serta telah memasukkan ru’ub di dalam hati orang yang kafir. Jadi, mereka telah kalah, telah kembali kepada kebenaran, bertaubah dari pembangkangan dan ini merupakan janji Tuhan yang Maha perkasa.

Jadi, coba perhatikan, inilah kondisi yang terjadi di zaman khalifah awwal r.a. Pada waktu kewafatan Hadhrat Masih Mauud a.s.semua musuh berteriak kegirangan. Diseluruh surat-surat Kabar di Hindustan orang-orang mulai menulis bahwa kini, ini merupakan akhir dari kehidupan Jemaat ini. Kini, Jemaat ini pasti akan punah. Dan banyak ucapan-ucapan lancang yang keluar sehingga memang kenyataan bahwa tidak ada lagi yang bisa diharapkan Maka Allah kepada Hadhrat khalifatulmasih awwal yang merupakan orang yang lembut hati/lunak hati dan telah tua sedemikian rupa Allah menegakkan beliau sehingga beliau telah berhasil memusnahkan semua fitnah itu dan zaman beliau merupakan khalifah pertama dimana di dalam Jemaat Ahmadiyah terbentuk kesatuan sepenuhnya. Satupun kelompok tidak ada yang berani tampil. Seperti Hadhrat Abu Bakar Siddiq, inilah kesamaan Hadhrat khalifatulmasih 1. Sesudah itu, berbagai macam kelompok mulai menampakkan diri . Muncul kelompok orang Faigami/ Lahore dan kelompok-kelompok lainnya pun terus bermunculan seperti itu. Namun, pada zaman Hadhrat khalifatulmasih awwal benar-benar seperti Hadhrat Abu Bakar Siddiq r.a. tidak bermula fitnah dan perpecahan apappun.

Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s. bersabda: Semua ayat-ayat ini merupakan nubuatan untuk masa-masa yang akan datang supaya pada masa zahirnya, iman orang mu’min menjadi bertambah dan mereka mengenal janji-janji Allah. Sebab, di dalam ayat ini, lahirnya fitnah dan turunnya musibah-musibah dalam Islam setelah kewafatan Rasulullah saw telah diberitahukan dan di dalam itu terdapat janji bahwa pada waktu itu Allah akan menjadikan sebagian orang beriman sebagai khalifah. Dan akan menganugerahkan pada mereka keamanan sesudah ketakutan dan akan menopang agamanya yang tengah goyah dan sebagian orang mu’min akan Dia jadikan sebagi khalifah.Yakni, meskipun disini tertera ‘ ada beberapa orang beriman yang akan menjadi khalifah’,tetapi pada perakteknya semua orang mu’minlah yang bersatu menjadi khalifah. Dan sesudah ketakutan akan memperoleh keamanan,dan agamanya yang goyah akan Dia kuatkan dan para pengacau akan Dia hancurkan.. Disini tidak diragukan bahwa penyempurnaan nubuatan ini kecuali Hadhrat Abu Bakar Siddiq dan zamannya tidak ada. Jadi, janganlah menolak sebab argumentasinya telah nyata. Hadhrat Abu Bakar telah mendapatkan Islam seperti tembok yang hampir runtuh karena ulah para pengacau. Allah dengan tangan beliau telah menjadikannya sedemikian kuat bagaikan benteng yang dicor dengan cairan kapur tembaga. Yang tembok-temboknya berurai/berkaitan saling menguatkan dan di dalamnya terdapat lasykar yang setia bagaikan hamba sahaya. Jadi, renungkanlah, apakah bagi kalian di dalam ini masih ada celah keraguan atau contohnya mungkin dapat kalian cari dalam Jemaat yang lain ?

Hadhrat Aqdas Masih Maud a.s. bersabda: Sebagaimana pada masa Hadhrat Abu Bakar Siddik r.a setelah ketakutan Tuhan telah menciptakan keamanan dan meskipun bertentangan dengan keinginan musuh-musuh agama Islam telah Dia teguhkan dan seperti itu pulalah yang akan terjadi pada zaman Masih Mauud bahwa setelah badai pendustaan,pengkafiran dan pengacauan ini, sekali lagi orang -orang akan diseru pada cinta dan solidaritas. Dan apabila nur yang sedemikian banyak akan turun dan mata mereka akan terbuka, maka mereka akan mengetahui bahwa keberatan mereka itu ternyata tidak ada apa-apanya. Dan mereka akan mengetahui bahwa mereka tidak memperlihatkan di dalam keberatan-keberatannya kecuali pandangan keras kepala, kedunguan,kebencian, kedengkian yang telah mereka zahirkan sendiri di hadapan orang banyak. Sesudah itu, diantara Abu Bakar dan Hadhrat Masih Mauud a.s.telah dizahirkan persamaan bahwa agama yang ingin dihancurkan para penentanganya akan ditegakkan-Nya sedemikian rupa secara luar biasa sehingga tidak akan goyah sampai hari kiamat.

Kalimat “Tidak akan goyah sampai hari kiamat”, ini dapat menciptakan keragu-raguan di dalam sebagian orang. Sesuai nubuatan Hadhrat Masih Mauud a.s., di dalam Ahmadiyah,khilafat/kekhalifahan yang benar akan berjalan sampai seribu tahun. Sesudah itu, sebagaimana setiap benda[bangunan] yang besar sesudah satu kali pembangaunannya kemudian berubah menjadi puing-puing. Sebagaimana setelah Hadhrat saw Islam sampai pada tingkat ketinggian/kejayaannya sedemikian rupa dan kemudian lihatlah bagaimana kondisinya. Dan dewasa ini fitnah-fitnah para ulama bagaimana tersebar. Jadi, segala sesuatu yang satu kali mencapai puncak ketinggiannya pasti akan cenderung menurun.. Matahari apabila terbit,maka pasti akan terbenam. Jadi, janganlah menganggap bahwa inilah maksud kiamat. Itulah maksudnya kiamat.Dan kiamat yang paling besar adalah tatkala khilafat Ahmadiyah yang benar akan menurun dan inilah zaman kiamat. Sesudah itu sampai kiamat akan lahir orang-orang jahat.

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ ءَامِنُونَ(89)النمل     

Siapapun yang akan datang membawa kebaikan maka untuknyua akan ada kebaikan dan pada hari itu orang-orang akan terhindar dari kegelisahan yang amat sangat.

Hadhrat Abdullah bin Amr bin As r.a. menerangkan.saya mendengar Rasulullah saw bersabda:

Apakah engkau mengetahui siapa orang Islam itu ? Sahabah berkata,” Allah dan Rasul-Nya-lah yang lebih mengetahui. Beliau bersabda ,” Orang Islam adalah yang selamat orang Islam lainnya dari lidah dan tangannya. Kemudian beliau bersabda:Apakah kalian mengetahui siapa orang mu’min itu ? Sahabah menjawab,” Allah dan Rasul-Nya-lah yang lebih mengetahui. Beliau bersabda:”Orang mu’min adalah yang dari pihaknya orang orang mu’ min merasa aman mengenai harta dan jiwanya . Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan keburukan dan dia tidak ada hubungan dengannya.

Di dalam Bukhari Hadhrat Abu Zar r.a. menerangkan bahwa kepada Rasulullah saw ditanyakan:”Bagaimana pandangan Tuan tentang orang yang melakukan amal baik dan orang-orang memujinya karenanya. Huzur saw bersabda:”Ini merupakan ganjaran langsung yang di dunia ini juga kepada orang mu’min peroleh dalam corak habar suka”. Jadi, hal ini hendaknya diingat bahwa jika ada yang melakukan kebaikan dan dia dipuji maka bukanlah maksudnya bahwa kita menuduhnya pamer. Bahkan, Allah-lah yang merubah hati dan mencondongkan ke arah-Nya dan sebagai hasilnya beliau bersabda bahwa ini merupakan ganjaran yang langsung yang didapatkannya di dunia dan ganjaran akhirat adalah yang akan didapatkan selain itu.

Dalam Al-Mu’jam litibrani. Hadhrat Abdullah bin Umar r.a. menerangkan bahwa Rasulullah sa w besabda: Allah telah menciptakan sedikit orang untuk memenuhi keperluan orang banyak. Orang-orang datang padanya untuk membawa keperluannya dan dia memenuhi keperluan mereka. Orang-orang seperti itu akan selamat dari azab pada hari kiamat.

Diriwayattkan dari Hadhrat Anas r.a. dalam Tirmidziy bahwa Rasulullah saw datang kepada seorang pemuda yang hampir mati. Beliau bertanya padanya:”Dalam kondisi bagaimana engkau mendapatkan dirimu ? Dia menjawab:”Ya Rasulullah saya menginginkan kebaikan dari Allah dan saya takut pada dosa-doa saya” Atas hal itu Rasulullah saw bersabda: Untuk kesempatan seperti ini,yakni waktu sakaratulmaut jika bersatu dua hal di dalam hati seseorang,yakni takut dan harapan,maka sesungguhnya Allah pasti akan menganugerahkan barang yang dia mohon pada-Nya dan Dia akan memberikan keamanan padanya dari apa yang dia takuti.

Hadhrat Aisyah Siddiqah r.a. menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang senang berjumpa dengan Allah, maka Allah juga akan senang berjumpa dengannya. Dan barangsiapa yang tidak senang berjumpa dengan Allah, maka Allah juga tidak akan senang berjumpa dengannya.Atas itu saya bertanya:Apa maksud tidak senang berjumpa dengan Allah ? Apakah maksudnya bahwa orang tidak menyenangi maut ? Jika demikian maka kami setiap orang tidak menyukai kematian . Rasuliullah saw bersabda: Tidak, bukanlah hal ini maksudnya. .Bahkan, maksudnya adalah bahwa orang mukmin apabila mendapatkan habar suka akan rahmat Allah dan keridhaan-Nya,maka dia menyukai perjumpaan dengan Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan pun senang bertemu dengan orang seperti itu. Dan kepada orang kafir apabila diberikan habar tentang kemarahan Tuhan dan azab-Nya, maka dia tidak ingin berjumpa dengan Allah. Maka sesuai dengan itu pula Allah juga tidak ingin bertemu dengannya.

Hadhrat Abu Said Khudri dan Hadhrat Abu Hurairah r.a. keduanya meriwayatkan dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda: Apabila orang-orang ahli surga pergi ke surga, maka orang yang menyeru akan mengumumkan,”Hai penghumi surga ,kini kalian akan senantiasa sehat,tidak akan pernah sakit, akan tetap hidup,kematian tidak akan pernah datang menjumpai kalian;masa tua tidak akan pernah datang pada kalian; kalian akan tetap muda dan tidak akan pernah menemui kesulitan; Kalian tidak akan lapar tidak akan miskin dan kalian akan tetap senang dan berkecukupan. Dan inilah maksud firman Tuhan:

وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ(43)الاعراف

Dan mereka akan dipanggil, inilah surga yang kalian dinyatakan sebagai warisnya disebabkan apa yang kalian amalkan.

Hadhrat Abdurrahman bin Ganam menerangkan sebuah riwayat panjang dari Abulmalik Al-Asy’ari bahwa satu kali setelah selesai shalat Rasulullah saw datang kepada orang-orang dan bersabda:Hai orang-orang dengarlah, dan ingatlah dan ketahuilah bahwa ada diantara hamba-hamba Allah yang mereka bukanlah nabi-nabi dan tidak pula syuhada. Akan tetapi nabi-nabi dan para syuhada juga iri kepadanya atas persahabatan dan kedekatannya dengan Tuhan. Setelah itu, dari jauh datang seorang baduai dan dengan tangannya mengisyarahkan kepada Rasululah saw sambil berkata, hai nabi Allah, sebagian orang-orang yang mereka bukan nabi dan bukan syuhada. Akan tetapi nabi dan syuhada iri akan kedekatannya dan persahabatannya dengan Tuhan. Tuan beritahukanlah kepada kami tentang mereka. Wajah Rasulullah saw menjadi cerah gembira karena pertanyaan orang badui itu. Beliau bersabda:Itu adalah orang yang tidak mempunyai kemasyhuran. Dan dari suku yang tidak dikenal. Mereka meskipun tidak memiliki ikatan kekeluargaan, tetapi demi untuk Allah mereka satu dengan yang lain saling mencintai dan mempunyai ikatan yang tapa pamrih. Tuhan pada hari kiamat akan menjadikan mimbar cahaya untuknya. Dan akan mendudukkan mereka di atas itu dan wajahnyapun akan Dia jadikan bercahaya. Pakaiannya juga akan Dia jadikan bercahaya. Dan orang-orang lain akan sangat takut pada hari itu. Namun orang-orang ini merupakan wali-wali Allah yang tidak akan ada takut menguasai mereka dan tidak akan sedih.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Ingatlah bahwa Allah pada umumnya menghabarkan pada saya akan gempa bumi. Dan ingatlah, bahwa sesungguhnya sesuai dengan nubuatan itu gempa bumi telah datang di Amerika dan begitu juga telah datang di Eropa. Demikian juga akan datang di berbagai negara-negara Asia dan di sebagian tempat akan nampak contoh-contoh kiamat dan sedemikian rupa kematian yang akan terjadi sehingga sungai darah akan mengalir. Dari kematian ini burung dan hewan berkaki empat pun tidak akan teerlepas. Kehancuran sedemikian rupa akan erjadi sehingga dari sejak manusia ada tidak akan pernah terjadi kehancuran seperti hari itu .Dan kebanyakan tempat-tempat akan menjadi terbalik porak poranda seola-olah disana tidak pernah ada penduduk. Bersama itu pula ada lagi terjadi bencana di langit dan di bumi dalam bentuk yang sangat mengerikan sehingga pada pandangan orang yang bijaksana hal-hal itu akan menjadi sangat luar biasa..Dan corak seperti itu di dalam lembaran buku-buku ilmu filsafat tidak akan didapatkan di halaman manaun . Baru akan timbul keresahan di dalam diri manusia akan hal apa yang akan terjadi. Banyak mereka yang akan selamat dan banyak mereka yang akan dihancurkan. Hari itu dekat, bahkan saya melihat itu telah berada diambang pintu. Dunia akan menampak pemandangan kiamat dan tidak hanya gempa bumi, bahkan akan zahir pula bencana-bencana lain. Ada yang turun dari langit dan ada yang dari bumi. Ini karena ummat manusia telah meninggalkan penyembahan Tuhannnya. Dan segenap hati dan segenap tekad dan semua fantasi mereka telah rebah pada dunia. Jika saya tidak datang maka bencana-bencana ini akan menjadi terlambat datangnya.. Namun, dengan kedatangan saya waktu kemurkaan dan kehendak-Nya yang sejak lama terselubung menjadi zahir. Sebagaimana Tuhan berfirman

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا(15)الاسرال

wama kunna mua’dzdzibiyna hatta na’atsa rasuwla dan orang yang bertaubah akan mendapatkan keamanan dan mereka yang takut sebelum azab/musibah itu, mereka akan dikasihani. Apakah kalian menyangka bahwa kalian akan aman dari gempa-gempa itu atau kalian bisa menyelamatkan diri kalian dengan upaya-upaya jerih payah kalian ? Sama sekali tidak.. Pada waktu itu pekerjaan manusia akan berakhir . Janganlah menganggap bahwa gempa-gempa bumi hebat yang telah mengguncang Amerika dan negeri kalian akan selamat. Saya melihat bahwa mungkin itu akan diguncang lagi dengan gempa-gempa yang lebih dahsyat lagi. Hai Eropa, kalian pun tidak dalam aman,dan hai Asia, kalian pun tidak dalam aman. Dan hai penduduk kepulaiuan, tidak ada Tuhan palsu yang akan menolong kalian. Saya melihat kota –kota jatuh ambruk/rebah dan mendapatkan penduduk menjadi sepi. Tuhan Yang Maha Esa berdiam diri sampai waktu tertentu dan dihadapan mata-Nya amal-amal buruk diperbuat dan Dia tetap diam . Kini dengan kegagahann-Nya akan memperlihatkan wajah-Nya . Maka bagi mereka yang mempunyai telinga dengarlah, waktu itu tidaklah jauh. Saya telah berusaha untuk mengumpulkan semua di bawah amanat Tuhan. Namun semua nubuatan harus menjadi sempurna . Saya berkata dengan sebenarnya bahwa masa untuk negeri inipun tengah mendekat. Zaman nabi Nuh pun akan datang di hadapan mata kalian dan peristiwa kejadian nabi Luth kalian akan kaslian saksikan dengan mata kalian sendiri. Dan Tuhan lambat dalam kemurkaan-Nya. Bertaubahlah supaya kalian akan dikasihani. Orang yang meningglakan Tuhan adalah ulat, bukannya manusia dan barangsiapa tidak takut pada-Nya adalah mati bukannya hidup.

Qamaruddin Syahid