Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz [1]

Tanggal 12 Tabuk 1393 HS/September 2014

di Masjid Baitul Futuh, Morden, London, UK.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك لـه، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله. أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم* الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ*

Hadhrat Khalifatul Masih bersabda beliau baru-baru ini menerima sebuah surat dari USA yang didalamnya seorang Ahmadi menulis bahwa betapa ia tergugah ketika mendengarkan ceramah Hudhur pada Jalsah Salanah UK mengenai orang-orang yang masuk kedalam Jemaat Ahmadiyah. Hudhur menjelaskan di dalam ceramah tersebut bagaimana orang-orang masuk kedalam Islam Ahmadiyah melalui upaya Tabligh dan juga secara langsung ditarik ke Ahmadiyah oleh Tuhan lewat mimpi dan lain sebagainya, serta bagaimana keimanannya menjadi kuat dan kebenaran Ahmadiyah tertanam di dalam hatinya. Hal ini menginspirasi penulis untuk berharap seseorang masuk ke Ahmadiyah melaluinya, sehingga ia dapat menyaksikan sendiri tanda Ilahi. Tak lama kemudian ia menerima panggilan telpon dari seorang wanita yang mengatakan bahwa ia melihat nomornya di website [situs] kita. Wanita itu mengatakan bahwa ia tertarik ke dalam Islam dan ingin bertemu. Setelah diundang ia menempuh perjalanan jauh dan datang untuk bertemu dan menceritakan kisahnya. Ia mengatakan bahwa ia sedang mengembangkan minatnya terhadap Islam dan mulai mencarinya di internet. Suami dan mertuanya yang merupakan Kristen yang kuat tidak senang akan hal itu dan akhirnya bercerai dan berpisah. Pengadilan memberikan hak asuh kedua anaknya kepada suaminya. Wanita itu lebih memprioritaskan mencari kebenaran dan mulai mempelajari dengan mendalam dari situs kita dan juga mulai sering menonton MTA. Ia mengatakan bahwa informasi dari sekte Islam yang lain tidak memuaskan dirinya. Ia melanjutkan pencariannya dan juga menyaksikan proses acara Jalsah dan kini berhasrat untuk bergabung dengan Jemaat.

Ahmadi penulis tersebut mengatakan putrinya berkata bahwa ketika ia mendengar di Jalsah bagaimana para mubayyin baru Islam Ahmadiyah masuk karena mempercayai kebenaran dan bagaimana Tuhan membimbing mereka, putrinya tersebut merasa bahwa kemungkinan hal itu merupakan cerita yang dilebih-lebihkan. Namun saat mendengarkan cerita wanita tersebut keimanannya bangkit kembali dan sekarang ia mengerti bagaimana Tuhan benar-benar membimbing orang-orang pada kebenaran.

Beberapa orang yang berpendidikan dan juga anak-anak muda mungkin bertanya-tanya apakah laporan mengenai mubayin baru Ahmadiyah sedikit dibesar-besarkan. Perlu diingat bahwa apa yang Hudhur sampaikan bukanlah sekedar laporan namun merupakan laporan yang faktual (sesuatu kenyataan) dan merupakan contoh dari gelombang Ilahiah. Sebenarnya laporan yang seperti itu tak terhitung jumlahnya hanya saja Hudhur menyeleksi beberapa dari antaranya. Hudhur bersabda, beliau telah mengatakan tahun lalu jika beliau akan menyampaikan beberapa laporan tersebut [selain di Jalsah] sepanjang tahun ini juga. Kini, laporan tahun sekarang pun menumpuk, oleh karena itu, hari ini Hudhur menyampaikan beberapa dari antaranya. Hal ini dilakukan supaya keimanan kita semakin kuat dan kita termotivasi untuk merenung dan berpikir bagaimana caranya kita juga bisa menerima bimbingan dari Tuhan.

Laporan mengenai para mubayin baru tidak sekedar didengar sebagai kisah yang menarik; hal tersebut merupakan laporan yang faktual yang harus memperteguh keimanan kita, dan kita harus bersyukur kepada Tuhan atas perlindungannya kepada Jemaat ini. Kisah tersebut harus menggugah kita supaya menyadari tanggungjawab kita. Tentu saja, ini merupakan kewajiban kita untuk menyampaikan pesan Ahmadiyah kepada orang lain, selain kita harus berusaha untuk melakukan hal tersebut, kita juga perlu melihat amalan kita sendiri dan menyesuaikannya menurut cara Tuhan. Kebaikan kita, keteladan yang diperankan dengan positive akan semakin memperteguh keimanan para Mubayin baru.

Seorang wanita dari Tunisia, Ny. Muniyah mengatakan bahwa ia suka membaca dan mulai mempelajari al-Quran serta menelaah buku-buku Islam lainnya. Ia merenungi ayat 158 surah An-Nisa: وما قتلوه وما صلبوه ولكن شُبِّه لهم ‘…padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula mematikannya di atas salib, akan tetapi ia disamarkan kepada mereka seperti telah mati di atas salib,’ dan juga tertarik pada ayat al-Quran lainnya mengenai kewafatan Nabi Isa as. Ia bertanya-tanya apakah Nabi Isa as sudah wafat atau masih hidup di langit. Kemudia ia membaca di dalam sebuah kumpulan Hadits, yaitu “رياض الصالحين” Riyadhush Shalihin tentang sifat-sifatnya. Ia bertanya-tanya dalam hati bagaimana mungkin Tuhan mengirim seseorang seperti itu di dalam umat Islam yang merupakan khaira ummah (umat terbaik)! Ia berpikir apa yang dilakukan oleh Nabi Isa as dengan masih hidup di langit, apakah hanya duduk-duduk saja. Ia berdoa kepada Tuhan agar memberinya petunjuk, dan suatu hari saat sedang mengganti-ganti saluran televisi ia menemukan MTA. Ia mendapati MTA benar-benar berbeda dengan saluran televisi lainnya dan merasa bahwa diskusi-diskusinya dilakukan dengan cara yang bermartabat. Ia diberitahukan melalui MTA bahwa kedatangan Masih yang dijanjikan telah terjadi. Ia berdoa kepada Tuhan agar jangan membiarkan kematian merenggutnya sebelum ia menjadi seorang Ahmadi Muslim. Dengan rahmat Allah Ta’ala wanita itu sekarang telah baiat.

Tn. Ramadhan, seorang Ahmadi dari Yaman berkata bahwa ia tinggal di tengah masyarakat China dan merasa bahwa orang-orang China sungguh baik. Beberapa orang Arab mengambil keuntungan yang tidak patut dari kebaikan orang-orang China tersebut dan ia bertanya-tanya bagaimana bisa orang-orang yang baik hati tersebut akan pergi ke neraka padahal perilaku mereka berbudi, sementara orang-orang Arab, semuanya hanya karena bernama Islam, mereka akan pergi ke surga. Ia mulai mencari Islam dan suatu hari secara tidak sengaja ia menonton MTA. Ia menemukan argumen yang dikemukakan MTA sangat dahsyat dan menakjubkan serta berlimpah. Ia mulai sering menonton MTA dan senantiasa menangis kala menontonnya, tapi ia sendiri tidak mengerti kenapa menangis. Ia banyak berdoa supaya kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud as ditampakkan kepadanya. Selama berdoa tubuhnya gemetaran dan selanjutnya ia merasa tenang. Ia merasa inilah jawaban atas pencariannya. Ia membaca buku-buku Hadhrat Masih Mau’ud as dan menemukan sebagian besar jawaban dari pertanyaanya di buku-buku tersebut. Ia pun Baiat.

Tom Overgoor, seorang pemuda berusia 22 tahun dari Holland (Belanda) berkata bahwa ia selalu tertarik dengan spiritual namun tidak tertarik pada agama. Ia menyadari bahwa keburukan telah menyebar dengan cepat di dunia dan hal tersebut mendorongnya untuk mempelajari tujuan hidupnya. Selama pencariannya tersebut hatinya menjadi condong kepada Islam. Ia pun mencoba untuk berdiskusi dengan dua kawannya yang Ahmadiyah. Ia mengunjungi Jemaat, menyukai atmosfernya dan menjadi terang baginya bahwa Ahmadiyah itu memang Islam yang sesungguhnya dan juga menjadi jelas baginya bahwa Hadhrat Masih Mau’ud as telah datang ke dunia. Ia merasa ada keimanan dan persatuan yang sesungguhnya diantara para Ahmadi. Ia menulis surat ke Hadhrat Khalifatul Masih meminta beliau untuk mendoakannya dan hal tersebut mendorongnya untuk Baiat. Ia berkata bahwa ia kini sedang belajar Shalat dan berusaha untuk menjalani kehidupan yang suci.

Sadr Jemaat Kirgistan mengatakan bahwa ia kebetulan berbicara dengan koleganya dari Rusia yang merupakan seorang Kristen di tempat kerja. Koleganya yang seorang wanita tersebut berkata bahwa ia sebenarnya tidak puas dengan keyakinannya. Wanita itu diberikan buku ‘Filsafat Ajaran Islam’ untuk dibaca. Setelah membaca buku tersebut wanita itu berkata bahwa ia merasa puas. Ia membaca banyak buku agar semakian memperkuat keimanannya. Ia pun mengunjungi Qadian dan juga Baiat, dan kini ia menjadi anggota wasiyat.

Seorang kawan dari Belanda, (Tn Arjan) mengatakan bahwa ia ingin sekali memiliki hubungan dengan Tuhan dan juga mendambakan sekali Kasih Sayang Tuhan, namun Alkitab [Bibel] tidak benar-benar memberinya petunjuk. Satu hari ia berdoa dengan sangat tulus sebelum meninggalkan rumah agar keinginannya terkabul dan supaya bisa bertemu dengan seseorang yang akan menolongnya dalam pencariannya tersebut. Hari itu merupakan hari ulang tahun Raja dimana orang-orang banyak mendirikan stan-stan. Ia tersandung [terjatuh] di depan kios seorang Ahmadi dan melihat buku-buku serta literature-literatur termasuk didalamnya buku ‘Filsafat Ajaran Islam’. Ia mengatakan bahwa setelah membaca buku tersebut dunianya berubah dan ia menyadari penulis buku tersebut bukanlah orang biasa dan tentunya telah dianugerahi Ilahi dengan ilmu pengetahuan. Hal tersebut mendorong dirinya untuk menghadiri Jalsah di Belanda yang kemudian memiliki dampak yang mendalam baginya dan ia menyadari bahwa doa yang dipanjatkannya pada hari itu telah dikabulkan. Ia Baiat saat Jalsah Salanah di Jerman.

Ny. Halah, seorang wanita dari Libya mengatakan bahwa setelah rezim Qaddafi tumbang ia berdoa dengan sangat sungguh-sungguh dan penuh gairat kepada Tuhan agar mengutus Imam Mahdi. Satu hari ia menemukan saluran MTA di televisi dan kebetulan ia melihat foto Hadhrat Masih Mau’ud as dan hatinya tertarik kepadanya. Wanita tersebut menonton program MTA yang lainnya dan diberitahukan yang sebenarnya. Hal ini dilakukannya selama satu tahun dan selanjutnya ia merasa bahwa ia harus Baiat tanpa perlu menundanya Iagi. Ia menulis surat ke Hudhur agar dikuatkan imannya.

Salah seorang sopir rumah misi kita menulis bahwa ia telah menikah selama dua tahun namun belum memiliki anak. Ia mendengar mengenai Ahmadiyah dan juga tentang kedatangan Hadhrat Masih Mau’ud as. Ia berdoa kepada Tuhan supaya apabila Imam Mahdi benar-benar datang semoga ia diberkati dengan seorang anak dan semoga ia pun menjadi pengikut Hadhrat Masih Mau’ud. Doanya dikabulkan. Istrinya hamil di bulan yang sama. Ia sekarang memiliki seorang putri dan telah Baiat.

Hadhrat Khalifatul Masih bersabda jika untuk beberapa alsaan beberapa orang tidak merasa puas namun mereka ingin sekali menerima kebenaran, maka mereka harus memohon kepada Tuhan dengan pikiran yang terbuka. Tentu saja, Tuhan membimbing mereka yang niatnya baik, kadang melalui mimpi dan kadang di waktu yang lain melalui cara-cara yang berbeda.

Tn. Amir Gambia menulis, seorang temannya menjelaskan kepada beliau, bahwa ia menyukai pesan Jemaat dan juga memberikan apresiasinya bahwa anggota jemaat adalah orang-orang yang akhlaknya bagus kendatipun ia heran mengapa semua pemimpin agama menentang Jemaat, pastinya, mereka tidak bisa semuanya disalahkan! Alhasil ia menyerahkan persoalan-persoalan tersebut ke tangan Tuhan. Ia melihat sebuah mimpi dimana Rasulullah [saw] berbicara kepadanya, ‘Ikutlah denganku’—ia melihat ada orang lain juga yang hadir. Mereka melintasi padang pasir dan kemudian ia mengenali beberapa orang yang ada disana seperti orang-orang Ahmadi. Ia mengatakan bahwa kebenaran Ahmadiyah nyata baginya setelah mimpi ini dan ia Baiat, dan sekarang ia bertabligh dan banyak orang yang telah bergabung kedalam Ahmadiyah melaluinya.

Mubaligh kita dari Haiti menulis bahwa seorang Mubayin Baru bercerita kepadanya bahwa ketika ia sedang meneliti Jemaat ia bermimpi. ‘Hari itu adalah hari yang luar biasa cerah dan matahari bersinar cemerlang dan sangat dekat. Sebuah gempa yang kuat terjadi dimana sebagian rumahnya pun hancur.’ Masih di dalam mimpi tersebut ‘ia berpikir untuk pergi mengunjungi rumah misi Ahmadiyah. Saat ia melangkah ia melihat kehancuran di sekelilingnya. Setelah tiba di rumah misi ia melihat bahwa rumah itu masih utuh dan mubalighnya sedang berbicara dengan beberapa orang. Mubaligh tersebut mengundangnya untuk pergi ke pelabuhan. Disana mereka naik sebuah perahu putih dan berlayar di lautan.’ Setelah mimpi tersebut ia yakin bahwa keselamatan hanya melalui Islam Ahmadiyah dan ia Baiat.

Mubaligh kita dari Australia menulis bahwa seorang Sikh, Tn. Deb Inder yang ditablighi menerima Islam Ahmadiyah melalui sebuah mimpi. Mubaligh Sahib menerima sebuah panggilan telepon darinya dengan suara yang penuh keharuan dan hampir tidak bisa bicara. Ia kemudian menceritakan mimpinya tiga hari sebelumnya. Ia melihat bahwa ia berada di tempat yang sangat gelap dan merasa tercekik serta sangat gelisah. Tiba-tiba ada cahaya dan seseorang yang suci berdiri di hadapannya seraya berkata, “Jika kamu ingin keluar dari kegelapan peganglah tanganku.” Ia memegang tangan orang suci tersebut dan sejurus kemudian ia terbangun! Mubaligh Sahib mengundang orang Sikh tersebut dan ketika ia menunjukan kepadanya foto Hadhrat Masih Mau’ud as dan para Khalifahnya, orang tersebut meletakkan jarinya ke foto Hadhrat Masih Mau’ud as dan mengakui beliau sebagai orang suci yang muncul dalam mimpinya.

Mubaligh kita dari Mali menulis bahwa seseorang menelepon ke rumah misi Ahmadiyah dan berkata bahwa ia merupakan seorang Ahmadi mulai hari ini dan meminta supaya Baiatnya diambil. Ketika ditanyakan kenapa ia ingin Baiat, ia menjawab karena keadaan umat Islam dunia sekarang ini yang membuatnya tidak merasa condong untuk bergabung ke golongan yang ada. Ia mengatakan, ia membaca al-Quran dan Hadits dan berusaha mengikutinya dengan segenap kemampuannya. Ia yakin Tuhan tidak akan meninggalkan Islam dalam kondisi sekarang ini dan pasti mengutus Imam Mahdi. Ia berpikir sekaranglah waktu kedatangan Imam Mahdi dan berdoa untuk hal tersebut. Malam sebelumnya ketika selesai shalat ia tidur dan bermimpi dimana bulan turun dari langit dan menuju ke bumi. Secara pelan-pelan, bulan mendarat di tangannya dan darinya datang suara, “Imam Mahdi sudah datang dan ia sedang menyeru orang-orang secara nyaring.” Siaran radio Ahmadiyah [di Mali] juga berisi ajakan kepada masyarakat, جاء المهدي، جاء المهدي “Al-Mahdi telah datang, sungguh, Al-Mahdi itu sudah datang!” Ia merasa sudah tidak memiliki keraguan lagi di dalam benaknya dan ia pun baiat.

Tn. Sini Soma dari Conakry, Guinea mengatakan bahwa seorang dai Ahmadiyah menabliginya namun ia tidak memiliki ketenangan batin. Ia terus menerus berdoa kepada Tuhan agar menunjukannya jalan kebenaran. Ia diperlihatkan dalam mimpi bahwa jalan yang ia telah diajak kearahnya sesungguhnya jalan kebenaran dan lurus. Ia pun baiat. [2]

Seseorang dari Jerman, Tn. Ibrahim Qarun menulis bahwa setelah diperkenalkan kepada Jemaat, ia mulai menonton MTA. Ia berdoa kepada Allah dan melaksanakan Shalat Istikharah tentang kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud as dan. Suatu malam saat ia tertidur selepas Shalat Istikharah ia bermimpi. Ia melihat Hadhrat Masih Mau’ud as keluar dari istananya sementara berkas cahaya memancar dari balik dinding istana tersebut. Hadhrat Masih Mau’ud as membuka kedua tangan beliau dan meletakannya diatas kepala orang itu yang tertunduk. Orang itu mengatakan: سمعًا وطاعة ‘Aku mendengar dan aku taat.’ Ketika bangun dari mimpinya ia pun merasa hatinya lapang.

Seseorang dari Mesir, Tn. Ala menulis bahwa ia adalah seorang pemuda Mesir yang diperkenalkan kepada Jemaat tahun lalu melalui MTA dan meyakini bahwa Jemaat ini memang merupakan golongan Islam yang benar dan berharap supaya baiatnya diterima. Suatu malam ia berdoa dengan begitu menyayat hati supaya ditabahkan dan diberikan sebuah tanda. Ia melihat dalam mimpi dimana ia berada dalam sebuah majelis dan melihat Hudhur yang memakai cincin perak di jari beliau yang bertuliskan al-Quran di atasnya. Ia menulis bahwa ia begitu gembira saat terbangun dari mimpi tersebut.

Mubaligh kita dari Sierra Leone menulis bahwa di tempat yang jauh terpencil di wilayah Keynama. Di desa yang berbatasan dengan tempat dimana Jemaat berdiri di desa Tongo field ada seorang pemuda yang akhlaknya baik. Desa tersebut tidak pernah ada Jemaat di sana. Pemuda itu dipilih dan dilantik dengan tradisi lokal sebagai ketua para pemuda. Pemuda tersebut berkata bahwa malamnya saat dilantik ia bermimpi melihat ada sebuah masjid yang kecil dan masjid yang ukurannya besar. Ia hendak pergi ke masjid yang besar untuk Shalat. Sebuah suara memberitahukannya, jika shalatnya ingin diterima dan ingin memiliki hubungan dengan Tuhan ia harus pergi ke masjid yang kecil. Ia pun pergi ke masjid yang kecil dan melihat ayahnya duduk di sana. Ayahnya menjelaskan kepadanya, “Ini adalah masjid Jemaat Islam Ahmadiyah, jika kamu ingin memiliki hubungan dengan Tuhan, kamu hanya boleh datang ke masjid ini untuk Shalat.”

Ia mengatakan bahwa ia tidak mengetahui sama sekali tentang Jemaat sebelum mimpi tersebut, lalu ia bertanya kepada orang-orang di sekitar area tersebut apakah di sekitar sana ada Masjid Ahmadiyah. Seseorang menunjukkan masjid tersebut kepadanya yang ada di Tongo. Pemuda itu kemudian menghubungi muallim kita di Masjid dan Baiat.

Hudhur bersabda bahwa hal yang utama adalah ketulusannya dan bukan mayoritasnya. Kita harus pergi ke tempat dimana Rahmat Tuhan itu berada.

Seseorang menulis dari Gambia bahwa suatu malam ia bermimpi seseorang mendatanginya dan memegang tangannya dengan kuat dan mengucapkan, السلام عليكم ورحمة الله ‘Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah’ kepadanya. Ia tidak mengenali orang tersebut dan bertanya kepada orang-orang siapa dia. Orang-orang memberitahunya bahwa ia adalah Imam Jemaat Ahmadiyah. Pagi berikutnya ia pergi ke rumah misi dan menceritakan mimpinya tersebut ke mu’allim kita. Sang mu’allim sedang menyetel MTA yang menyiarkan khotbah Jum’at Hudhur. Ketika tamu tersebut melihat Hudhur di MTA ia berkata bahwa sesungguhnya orang inilah yang hadir dalam mimpinya malam sebelumnya dan ia pun menerima Islam Ahmadiyah.

Naib Nazir Dawat ilallah menulis dari Qadian bahwa seseorang yang dipanggil Lal Din melihat sebuah mimpi dimana seorang anak yang sudah meninggal memberitahukannya bahwa ada empat orang yang akan berkunjung dan menjelaskan kepadanya tentang Islam. Anak tersebut menyarankan untuk menerima apapun yang dikatakan pengunjung tersebut kepadanya dan amalkanlah. Nazir Sahib menulis bahwa ketika mereka tiba di rumah Lal Din dan menyampaikan pesan Ahmadiyah kepadanya, Lal Din mengatakan bahwa ia telah diberitahu tentang kunjungan mereka melalui mimpi dan ia mengatakan bahwa ia sedang menunggu kedatangan mereka. Berikutnya Lal Din Sahib, putranya dan seluruh keluarganya menyatakan Baiat.

Seorang Mubayyin Baru dari Jemaat Kirgistan, Tn. Bahadur menulis bahwa satu kali ketika Shalat Ashar ia mengalami sebuah ru’ya dimana ia mendengar di telinga kanannya ayat dari surah Yunus: وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ  ‘Dan Allah menyeru ke tempat keselamatan dan memberi petunjuk kepada siapa yag Dia kehendaki ke jalan yang lurus,’ (Surah Yunus, 10:26). Ia kemudian diberitahukan dalam ru’ya tersebut bahwa seorang guru dari India akan menjelaskan tafsir dari ayat tersebut kepadanya. Hal ini terjadi saat kondisinya sedang lenyap dan ia merasa takjub dengan apa yang ia alami. Ia mengatakan bahwa ia bahkan tidak tahu apa-apa tentang India pada saat itu. Kemudian, ketika ia pergi ke Rusia untuk tujuan pekerjaan ia bertemu dengan orang-orang dari India namun tidak ada diskusi agama dengan mereka. Lambat laun ia dengan sendirinya mulai menyadari persoalan keimanannya, lalu diperkenalkan kepada Ahmadiyah dan bergabung pada 2012. Ia memahami pentingnya ayat al-Quran tersebut; orang-orang dari India pun menjadi sumber petunjuk baginya!

Mubaligh kita dari wilayah Maharashtra India menulis bahwa di sebuah desa ada seorang wanita yang bernama Sultana Begum yang merupakan penentang keras Ahmadiyah. Suaminya telah menerima Ahmadiyah dan ada pergolakan besar di dalam keluarganya dan ditakutkan mereka akan bercerai. Suaminya tetap teguh dengan keyakinannya dan meminta Jemaat untuk menasehati istrinya. Jemaat menjelaskan kepada wanita tersebut bahwa suaminya ada dalam kebenaran dan ia pun perlu berdoa kepada Tuhan agar menunjukan sebuah mukjizat. Namun, ia merasa Ahmadiyah akan merusak keimanannya dan walaupun mereka memiliki MTA di rumah, ia lebih suka menonton saluran yang lainnya. Kekuasaan Allah diwujudkan ke dalam mimpi wanita tersebut. Ia melihat sosok suci menilawatkan kalamullah dan mengatakan bahwa al-Quran merupakan Syariat terakhir dan harus dikuti. Ia menganggap sosok suci ini adalah Rasulullah [saw]. Mimpi tersebut tidak membuatnya yakin meskipun ia langsung diam setelah melihatnya. Ia mengalami mimpi lainnya dimana ia melihat bahwa Ahmadiyah telah menyebar ke seluruh daerah di sekitar mereka dan siapapun yang ia ajak bicara adalah seorang Ahmadi. Ia melihat kalimah “لا إله إلا الله محمد رسول الله” tertulis pada kuning telur dan bersama tulisan itu juga tertulis bahwa Imam Mahdi sudah datang! Di dalam mimpi itu ia berkata kepada saudara laki-lakinya yang juga penentang Ahmadiyah bahwa orang-orang ini (Ahmadiyah) adalah orang-orang yang benar! Esok paginya wanita itu pun baiat.

Muallim kita dari wilayah Koulikoro Mali menulis bahwa seorang pria tua dari desa menceritakan kepadanya bahwa ia telah melihat sebuah mimpi yang sudah lama sekali bahwa ia menaiki dinding yang sangat tinggi. Begitu ia mencapai dinding tersebut ia melihat bunga-bunga dan di sebelah kanan bunga tersebut ada beberapa orang. Ia diberitahukan lewat mimpi tersebut bahwa jika ingin mempelajari tentang Islam dan meyakini Rasulullah [saw], maka ia harus mengikuti orang-orang itu. Ia tidak paham apa maksudnya. Kini setelah ia mulai mendengarkan radio Ahmadiyah, ia pun melihat mimpi lainnya yang memberitahukannya agar bergabung dengan orang-orang yang berada di radio Ahmadiyah itu, dan ia akan mencapai Tuhan. Pria tua itu pun menerima Ahmadiyah setelah itu.

Adalah Tanggungjawab kita yang merupakan Ahmadi keturunan dan Ahmadi lama agar meningkatkan keimanan kita setelah kita mendengarkan kisah-kisah dari orang-orang yang diberikan petunjuk oleh Tuhan. Kita harus mengawasi kondisi diri kita sendiri dan menciptakan hubungan dengan Tuhan serta mengoreksi amalan kita. Kita harus selalu ingat jangan sampai kemalasan menghalangi kita. Ini adalah keputusan Tuhan bahwa Ahmadiyah akan bergerak dan terus bergerak keatas, apa yang kita perlu lakukan adalah memberikan perhatian bahwa kita pun bagian dari kemajuan yang terus bergerak tersebut.

Ada juga kisah dimana orang-orang yang mengeluarkan fatwa terhadap kita, namun Tuhan telah menyebabkan mereka yang mencari fatwa itu sendiri yang mejadi target fatwa tersebut!

Seorang wanita Ahmadi dari Mesir, Ny. Jihad menulis bahwa ayahnya masuk ke sebuah organisasi Islam “الإخوان المسلمين” ‘al-Ikhwanul Muslimin’ dan mengikutinya secara membabi buta. Organisasi ayahnya bersama organisasi Mesir lainnya, Darul Ifta mengeluarkan Fatwa terhadap Ahmadiyah dan mendeklarasikan bahwa Ahmadiyah di luar Islam. Satu kali, ayahnya membuat tuduhan palsu terhadap Ahmadiyah saat karib kerabat mereka ada di sekitar mereka. Wanita tersebut merasa sangat tak berdaya dan mengangkat tangannya berdoa, “Wahai Tuhanku, nampakkanlah tanda kepada kami, jika memang Imam Mahdi itu benar.” Ketika itu ia sedang puasa Syawal menyalakan televisi dan begitu tercengang mendengar berita bahwa Al-Azhar asy-Syarif telah mengeluarkan fatwa menyatakan bahwasanya organisasi ‘al-Ikhwanul Muslimin’ berada di luar Islam dan memandang mereka sebagai orang-orang Murtad. Di Mesir, fatwa dari Al-Azhar asy-Syarif lebih didengar dan dipandang dibanding fatwa dari Darul Ifta. Wanita itu berteriak, “Allahu Akbar, Imam Mahdi benar!” Ia juga memberitahukan ayahnya bahwa ini adalah jawaban untuk beliau dalam bentuk Fatwa yang lebih besar dan kuat!

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda, “Ada satu masa ketika kita sama sekali tidak mempunyai lagi selain hanya satu dua orang bersama kita dan sekarang kita melihat orang-orang datang berbondong-bondong. “يأتون من كل فجٍّ عميق” ‘orang-orang akan datang kepadamu dari setiap tempat yang jauh.’ Tidak hanya itu; sesuatu tambahan telah terjadi. Para penentang telah berusaha sekuat tenaga mereka supaya orang-orang berhenti datang kesini. Namun, akhirnya ungkapan [kata-kata ilham] tersebut telah menjadi kenyataan dan sekarang setiap orang baru [mubayin baru] yang datang ke kita merupakan sebuah tanda dari wahyu tersebut.”[3]

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda, “Allah Ta’ala tidak menghendaki keimanan Jemaat kita masih tetap dalam keadaan lemah. Dengan rahmat-Nya, Allah Ta’ala akan mewujudkan tanda-tanda-Nya demi meningkatkan keimanan Jemaat kita.”[4]

Hudhur bersabda bahwa proses ini terus berlanjut hingga hari ini, namun beberapa orang yang malang bukan hanya tidak mengakui kebenaran, mereka juga menentangnya.

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda, “Tuhan telah menunjukku, Tuhan telah mengirimku. Mereka mengamati apakah orang ini, yang mengatakan bahwa ia telah datang atas perintah Tuhan, memiliki bantuan dan pertolongan Tuhan besertanya atau tidak. Akan tetapi, meskipun mereka melihat tanda diatas tanda tersebut, namun mereka mengatakan tanda-tanda tersebut palsu. Mereka melihat pertolongan Ilahi demi pertolongan Ilahi tersebut, mereka melihat dukungan Ilahi demi dukungan Ilahi, namun mereka mengatakan bahwa itu adalah sihir. Harapan apa yang bisa aku miliki untuk orang-orang yang menyepelekan firman Allah Ta’ala tersebut! Penghargaan akan firman Allah menuntut supaya sesegera mungkin setelah mendengar nama-Nya mereka berserah diri, namun kejahatan mereka malah memuncak. Mereka akan melihat sendiri di tangan Siapakah akhir tersebut!”[5]

Setelah Shalat Jumat beliau mengimami shalat Jenazah gaib untuk beberapa Ahmadi.

Tn. Jamil Ahmad Gul telah tinggal di Jerman dalam kurun waktu yang lama. Ia datang ke Jalsah Salanah UK dengan keluarganya. Mereka datang dengan dua mobil untuk dua keluarga. Saat mereka pulang pada 3 September salah satu dari mobil mereka yang dikendarai oleh putrinya mengalami kecelakaan di dekat Limburg pada malam hari. Dalam sebuah upaya untuk menyalip mereka sebuah mobil dari belakang menabrak mobil mereka akibatnya mobil mereka hilang keseimbangan dan terdorong ke Jalur yang lain. Tabrakan pun terjadi dengan lalu lintas yang datang dari arah berlawanan.

Istri dari Tn. Jamil Ahmad, Amatul Hamid Sahiba dan dua cucu perempuannya (Salinah Jamilah Ahmad dan Fatihah Rana) yang berusia 11 dan 10 tahun meninggal di tempat kejadian. إنا لله وإنا إليه راجعون Inna lillahi wa inna illahi raji’oon.

Putri Tn. Jamil, Ny. Humda yang mengemudikan mobil dan menjadi korban kecelakaan tersebut beserta dengan anak laki-lakinya terluka parah dan mengalami koma. Dengan kasih sayang Tuhan mereka sekarang sudah lebih baikan. Semoga Allah menganugerahi kesembuhan yang sempurna. Amin.

Ny. Amatul Hameed pernah menjabat sebagai Sadr Lajnah selama lima belas tahun di Jemaat Lokal Ofenbach. Beliau mendapat taufik meletakkan salah satu batu pondasi masjid Baitul Jami’ah di Ofenbach. Almarhumah adalah putri dari Tn. Rana Rahmatullah Khan, mantan Amir Wilayah Mansahrah, yang sekarang mendapat kebahagiaan sedang ditahan di jalan Allah. Beliau diajukan ke pengadilan untuk dipenjara hanya karena mengucap salam ‘As-salaamu ‘alaikum’.

Semoga Allah mengangkat kedudukan mereka yang wafat dan menganugerahi ketabahan bagi yang berduka. (Yusuf Awwab)

[1] Semoga Allah Ta’ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang Perkasa

[2] Guinea (Dibaca Ginea atau Gini) secara resmi disebut Republik Guinea atau Guinea-Conakry adalah sebuah negara di Afrika Barat. Ibukota, pusat pemerintahan, dan kota terbesarnya adalah Conakry. Bentuknya seperti bulan sabit. Batas barat dan selatannya adalah Samudera Atlantik. Negara ini bertetanggaan dengan Sierra Leone, Liberia, dan Pantai Gading. Agama mayoritas adalah Islam, namun Kristen menjadi agama terbesar kedua dengan populasi yang kian meningkat. [penerj.]

[3] Malfuuzhaat, jilid ceharam (IV), halaman 370, edisi 1985, terbitan Inglistan.

[4] Malfuuzhaat, jilid ceharam (IV), halaman 356, edisi 1985, terbitan Inglistan.

[5] Malfuuzhaat, jilid ceharam (IV), halaman 437, edisi 1985, terbitan Inglistan.