Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

3 Januari 2003 di Dgadugu,Burkinapasu Afrika Barat

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ   سورة التغابن :18

Seri topik sifat-sifat Tuhan yang tengah berjalan-insya-Allah- di dalam khutbah ini akan sedikit dikurangi. Sebab, akan ada juga  pemgumuman Tahrik Jadid dan Waqfi Jadid yang  di dalam inipun akan cukup banyak waktu yang akan tersita. Pada saat ini,  ayat pertama yang saya tilawatkan di hadapan kalian terjemahannya ialah: Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (balasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.Surat At-taghabun ayat 18

          Pertama-tama saya ingin menyampaikan terkait  dengan pinjaman yang baik/hutang yang baik. Merupakan kebiasan  Rasulullah saw bahwa apabila beliau mengambil pinjaman dari seseorang maka beliau senantiasa  mengembalikannya  lebih pada si pemberi hutang . Di sejumlah peperangan ,misalnya Rasulullah saw meminjam  kuda dari seseorang dan pada sat kembali  beliau memberikan si pemberi pinjaman  dua ekor kuda. Jadi, sesuai  sunnah Rasulullah saw mengembalikan  pinjaman berlipat ganda  sangat penting. Di dalamnya memang tidak terdapat syarat ,tetapi saat pengembalian kembalikanlah  yang  lebih atau lebihkanlah pengembaliannya. Nah, jika orang-orang  melebihkan pengembalian pinjaman maka bagaimana mungkin Allah tidak akan memberikan lebih. Allah  Mahamemberi yang lebih. Dikatakan bahwa ‘dunia sepuluh  dan akherat tujuh puluh ’,tetapi di akherat  يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ-  yudhaa’ifu limanyasyaa(Dia melipatgandakan pada siapa yang Dia kehendaki) tampa hisab juga. Pada hari akherat Allah akan sangat banyak menambahkan   tampa hisab juga.

          Sebelum pengumuman, kini saya menyajikan hadis-hadis di hadapan kalian.

          Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda: Wahai Bani Adam,belanjakanlah di jalan Tuhan  sebagai dampaknya /sebagai ganjaarannya saya akan membelanjakan padamu. (Bukhari Kitab-ul-nafaqaat)

          Hadhrat Sa’ad Bin Abi Waqas meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Apa saja yang kamu akan  belanjakan demi untuk Tuhan kamu akan mendapatkan  ganjarannya.(Bukhari Kitab-ul-iman)

          Hadhrat Ibni Abbas meriwayatkan bahwa Hadhrat Abu Al-Dahdah  r.a. hadir di hadapan Rasulullah saw.dan berkata bahwa saya memiliki  dua bidang kebun. Jika saya memberikan sebidang   kebun di jalan Allah, apakah saya akan mendapatkan kebun serupa  itu di surga ? Bersabda: Ya. Maka pada  saat itu juga sebidang  kebun dia serahkan  di jalan Allah. Dan tatkala dia sampai di rumah memberitahukan kepada istrinya,maka istri yang salehah itu benar-benar menzahirkan kegembiraannya. Atas hal itu Huzur saw bersabda: Betapa banyaknya untuk Abu Dahdah  kebun-kebun yang subur (menantinya) di surga. Tafsir Kabir Razi jilid 6  dibawah Tafsir surah Al-Baqarah 246

          Hadhrat Abu Mas’ud r.a. berkata bahwa apabila Huzur saw menganjurkan kepada kami untuk membelanjakan harta di jalan Allah maka diantara kami ada sejumlah orang  yang pergi ke pasar, setelah  berburuh dan bekerja keras mereka mendapatkan sedikit  biji-bijian dan harta dan itu mereka bawa lalu persembahkan di hadapan Rasulullah saw.

Pada saat itu inilah kondisi kemiskinan, namun hari ini mereka menjadi pemilik ratusan ribu dirham.Bukhari Kitab-uz-zakat

          Ini merupakan sebuah kenyataan bahwa dampak dari membelanjakan harta di jalan Allah banyak orang-orang dalam jumlah yang sangat banyak menjadi kayaraya. Dan sayapun melihat dengan pengalaman saya sendiri bahwa orang-orang yang mendapat taufik untuk melakukan perngkhidmatan, memberikan sesuatu   di jalan Allah,hartanya bertambah menjadi sangat banyak. Sedemikian rupa sehingga  seorang pemuda mengirimkan uang  sepuluh juta (pounsterling ?) kepada saya supaya saya membelanjakannya  dimana saya inginkan. Namun, tentu ini juga merupakan urusan amanah kepercayaan . Jika kepercayaan tertanam  bahwa tidak akan ada orang yang akan menipu, maka pasti akan diberikan uang yang lebih banyak. Maka saya memasukkannya ke dalam   Dana mesjid. Jadi, saya  sampaikan pada kalian bahwa membelanjaklan harta di jalan Allah merupakan perkara   sangat besar,yang sebagai dampaknya Allah menganugerahkan tampa hisab.

          Kini lihatlah,orang-orang miskin setelah pergi ke pasar mereka berburuh, bekerja keras  lalu   membelanjakan harta yang telah diperoleh  di jalan Allah. Ini pula tafsir ayat وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ-bahwa apa yang Allah telah anugerahkan kepada mereka,yakni kekuatan jasmaniah, kemampuan  berburuh/mencari nafkah  itu juga mereka belanjakan di jalan Tuhan. Kini, mereka berkata  bahwa kondisinya orang-orang itu telah menjadi pemilik ratusan ribu dirham.

          Hadhrat Khalifat-ul-Masih I r.a. bersabda:

“Jadi camkanlah dengan baik, bahwa para nabi yang meminta candah itu bukanlah untuk diri mereka,bahkan untuk menjadikan  orang-orang yang memberikan candah itu menjadi orang-orang yang memiliki kemampuan  memberi. Banyak sekali jalan-jalan untuk mendekatkan orang-orang  pada Tuhan. Dari itu ini juga  merupakan sebuah jalan yang telah Dia sebutkan dari (Al-Baqarah 4)  وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ. Kemudian Al-Baqarah ayat 178وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ-membelanjakan harta karena cintanya. Di dalam ayat  وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّه ِ                   -ini (memberikan harta karena cintanya.) Terdapat dua topik. Pertama, maksud dari وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ bahwa dia membelanjakan harta di jalan Allah karena cintanya kepada Allah, dan kedua artinya ialah disebabkan karena  kemiskinan kecintaan terhadap harta menjadi sangat dalam,tetapi walaupun demikian dia membelanjakan hartanya di jalan Allah. Kemudian di dalam rukuk itu pula Dia berfirman

أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ   (Baqarah ayat 255.)Belanjakanlah dari apa yang telah Kami berikan kepada kamu. Nah, anugerah pun Allah pula Pemilik-Nya, tidak ada sesuatu yang dibawa dari rumah oleh kita , murni milik Tuhan. Ini merupakan sebuah kenyataan   bahwa apapun corak anugerah  merupakan  milik  Allah. Bagaimana  bisa menyembunyikannya dari Tuhan bahwa apa yang telah Dia  berikan kepada kita ? Apapun yang telah Dia anugerahkan hendaknya dibelanjakan  dengan lapang dada di jalan Allah. “Di dalam Injil ada sebuah kalimat”  Hadhrat Khalifat-ul-Masih 1 r.a.  ”bersabda”   di dalam Injil ada sebuah kalimat bahwa barangsiapa  yang minta maka berilah dia. Namun,  lihatlah Al-Quran telah menghabiskan uraian itu di dalam lima rukuk. Pertanyaan pertama ialah, kenapa  menafkahkan apa saja  ? Maka Al-Qur’an  menerangkannya “itu untuk meninggikan kalimat Allah”. Sebuah tamsil orang yang menafkahkan di jalan Allah  seperti  semisal seorang penabur  benih padi-padian di bumi/ ladang  kemudian dari itu tumbuh banyak bulir/tangkai-tangkai (. وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ –Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki (Al-Bqarah 261) Di sejumlah tempat disebutkan  satu diganjar sepuluh dan di sejumlah tempat  satu diganjar tujuh ratus lipat. Ini merupakan perbedaan  dari segi keperluan,perkiraan ,waktu dan peluang. Haqaaiqu-l-furqan  jilid 1 hal. 420.

          Kini Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Sadaqah-sadakah merupakan barang-barang yang  dengan itu  tahapan-tahapan duniawi menjadi terlewati;(Maksud-maksud tercapai) lahir akhlak-akhlak  mulia  dan dapat dianugerahi  taufik  melakukan kebaikan-kebaikan besar.Al-Hakam 24 Februari 1901

          Hadhrat Masih Mauud a.s.selanjutnya bersabda: “Dengan memberikan candah pengorbanan dalam iman timbul   kemajuan dan ini merupakn pekerjaan yang harus dilakukan dengan cinta dan keikhlasan”.Malfuzhaat jilid 9 hal 43 Cetakan London.

          Satu faedah besar  candah  ialah  menjadikan iman menjadi lebih maju dari  sebelumnyau. Seberapa banyak kamu akan memberikan candah sebanyak itu pulalah dengan karunia Tuhan iman akan bertambah.

Huzur a.s.  pada suatu ketika dalam majlis beliau sebelum shalat Isya bersabda: Dan hendaknya kaum/orang-orang dengan segenap corak  terus melakukan pengkhidmatan pada Jemaat ini,baik melalui hartapun hendaknya jangan terdapat kekurangan.Lihatlah, di dunia ini tidak ada sekte/organisasi yang bisa berjalan tampa candah. Di zaman Rasulullah saw,Hadhrat Musa dan Hadhrat Isa, di zaman segenap para rasul  dikumpulakan candah. Jadi, orang-orang dalam Jemaat kita juga penting menaruh perhatian pada hal ini”.

 Hadhrat Masih Mauud a.s. pada tanggal 5 Juli 1903 di hadapan majlis  para sahabah beliau selanjutnya bersabda:

          Banyak orang-orang yang tidak mengetahui  bahwa   pengumpulan candah itu penting. Orang-orang serupa itu hendaknya diberikan pengertian bahwa jika kamu memiliki ikatan sejati dengan Allah  maka berjanji setialah  pada  Tuhan bahwa sejumlah sekian candah secara dawam saya akan senantiasa berikan dan  orang yang tidak mengetahuipun hendaknya diberikan pengertian bahwa mereka akan mengitaati sepenuhnya. Jika mereka tidak bisa berjanji seperti itu maka apa perlunya keikutsertan/bargabungnya mereka  dalam Jemaat  ?  Seorang yang sangat kelewat  bakhil  jika mereka  menyisihkan  satu sen sekalipun  setiap hari dari harta mereka untuk candah maka diapun banyak dapat memberikan sesuatu. Dari setetes demi setetes air akan membentuk aliran sungai. Jika ada seorang yang makan empat keping roti maka hendaknya dia menyisihkan sebanyak  sekeping roti juga untuk Jemaat ini dan tanamkanlah kebiasaan dalam diri sendiri senantiasa menyisihkan dengan cara itu  untuk pekerjaan-pekerjaan  seperti itu…..Al-Badar Jilid 2 nomer 26 ha. 201 tanggal 17 Julai 1903

Hadhrat Masih Mauud a.s.selanjutnya bersabda: “Di zaman para nabi  pada saat  harta diperlukan   candah-candah  juga dikumpulkan. Pernah tiba suatu zaman yang jika  ada isyarah terhadap    candah, maka semua harta benda yang ada di rumah dia serahkan di hadapan Rasulullah saw.  Rasulullah bersabda: Sesuai dengan kemampuan hendaknya memberikan sesuatu. Keinginan beliau tidak lain bahwa ingin melihat   siapa, dan berapa banyak   yang diserahkan di jalan Allah ”. (Ternyata)  Hadhrat Abu Bakar r.a. membawa segenap  harta benda di rumah  lalu   menyerahkannya di hadapan Rasulullah  saw. Hadhrat umar r.a. membawa setengah harta dipersembahkan di hadapn Rasulullah saw. Atas hal itu  Rasulullah saw bersabda bahwa inilah perbedaan diantara kedudukan keduanya. Martabat Abu Bakar dibandingkan  martabat Umar sebagaimana martabat pengorbanan harta yang keduanya berikan.

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Sebaliknya, dewasa ini merupakan sebuah zaman dimana sama sekali tidak ada yang mengetahui bahwa memberikan pertolongan (pada Agama) juga perlu. Padahal, mereka hidup berkelayakan. Sebaliknya,lihatlah orang-orang Hindu dan lain-lainnya, mereka mengumpulkan candah berjuta-juta untuk  menjalankan pabrik-pabrik dan usaha-usaha, membangun prasarana-prasarana pribadatan, membelanjakan untuk peluang-peluang lainnya,padahal disini candah sanagat ringan sekali……Kepada para sahabah r.a (Rasulullah saw) dari awal sekali  diajarkan لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ –Kamu tidak akan mencapai kebaikan selama kamu tidak membelanjakan apa yang kamu cintai. Di dalam ini terdapat penegasan dan isyarah untuk memberikan candah dan membelanjakan harta di jalan Allah. Perjanjian ini merupakan  perjanjian dengan Allah maka   hendaknya memnuhinya. Melakukan yang bertentangan dengan itu merupakan pengkhianatan.”  Malfuzat Jilid 3 hal.358-361

Nah, seolah-olah di dalam firman   مِمَّا تُحِبُّونَ –apa yang kamu cintai termasuk juga hal ini,yaitu orang  miskin. Orang  miskin  terpaksa menjadi  cinta pada  harta, maka  dia membelanjakan harta di jalan Allah. Pada suatu ketika saya mendapat pengalaman tatkala saya pergi ke suatu tempat di suatu kampung, maka sampai disana diperoleh informasi  bahwa seorang yang kaya raya disana menyiapkan undangan untuk saya. Sebaliknya, ada pula seorang  miskin disana mengundang makan pula. Setelah ditanyakan didapat informasi  bahwa orang yang kaya itu tidak membayar candah,sangat kikir dalam urusan candah,sementara orang miskin tadi bekerja keras dan memberikan candah dari hasil kerja kerasnya. Maka saya mengatakan padanya bahwa saya akan makan makanan orang  miskin, tidak akan makan roti orang yang kaya dan seperi itulah yang saya lakukan. Jadi, Allah dengan karunia-Nya telah menganugerahkan banyak sekali pengalaman akan hal itu.

Orang-orang miskin yang bekerja keras mencari rezeki,  dalam bisnis mereka banyak  terdapat  berkah di dalamnya. Nah., kini dalam rangkaian   ini hendaknya diingat bahwa Rasulullah saw juga bersabda bahwa sadakah, candah dan lainnya diberikan dari penghasilan  yang bersih. Jika, penghasilan  itu s kotor maka di hadapan Tuhan tidak akan diterima. Oleh karena itu, para warga  Jemaat hendaknya senantiasa  menjaga supaya  tetap bersih  harta benda   yang merupakan hasil usaha mereka. Jangan biarkan tercemari kekotoran zaman. Dengan cara serupa itu  pengorbanan kita akan diterima di hadirat Ilahi Rabbi. Jika bukan ini yang  tejadi maka seberapa harta ingin dibelanjakan  itu tidak bisa diterima.

Kini saya akan mengumumkan tahun baru Waqfi Jadid. Pergerakan Waqfi Jadid  dibuka pada tanggal 27 desember 1957, 45 tahun sebelumnya oleh Hadhrat khalifa-tul-Masih II r.a.. Tujuannya untuk menciptakan kecintaan di dalam hati anak-anak Ahmadi mulai sejak anak-anak terhadap  gerakan ini. Pada tanggal 1966 Hadhrat Khalifat-ul-Masih II membuka kelopok  daftar Athfal. Pada awalnya, gerakan ini hanya terbatas untuk Hindustan dan Pakistan. Kemudian, dengan memperhatikan lahirnya perkembangan yang luar biasa  dalam Jemaat maka pada tanggal 25 Desember 1985 saya telah memperluas gerakan ini ke seluruh dunia dan kini dengan karunia Allah swt 111 negera telah berpartisipasi  dalam gerakan ini.

Tahun  ke 45 Waqfi Jadid akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2002  dan kita dari tanggal 1 Januari 2003 tengah memasuki tahun ke 46 Waqfi Jadid. Sesuai dengan laporan yang diterima sampai tanggal 31 Desember 2002 dengan karunia Tuhan penerimaan Waqfi Jadid seluruhnya berjumlah satu setengah juta dua ribu pounsterling. Penerimaan ini dibandingkan dengan penerimaan tahun  lalu lebih seratus dua puluh empat ribu poundsterling.

Jumlah orang-orang yang ikut dalam Waqfi Jadid telah mencapai tiga ratus delapan puluh ribu orang. Kini,  dari segi jumlah pun dengan karunia Tuhan penambahan nampak menonjol dan sebagai dampak dari jumlah itu  banyak berkah yang akan diraih  orang-orang itu. Dibandingkan tahun lalu  dalam jumlah sukarelawan itu terdapat penambahan sebanyak 45 ribu. Dalam penutupan tahun ,  di medan  pengorbanan   Waqfi Jadid,  Pakistan meraih kedudukan pertama dalam daftar Jemaat-Jemaat  seluruh dunia, Alhamdulillah. Dan dengan demikian Pakistan yang pertama dan Amerika yang kedua.  Sementara dari tahun-tahun sebelumnya  Amerika yang pertama dan Pakistan pada  kedudukan kedua. Pada tahun yang lalu Jemaat Inggris telah meraih kehormatan menduduki nomer ketiga dan kinipun Inggris masih mempertahankan kehormatan ini dan Jerman berasda di posisi keempat.

Dari segi penerimaan secara keseluruhan dibawah ini ialah daftar urutan Jemaat-Jemaat  yang sepuluh besar: 1.Pakistan,2.Amerika,3.Inggris,4.Jerman,5.Kanada,6.India,7.Indonesia,8. Switszerland,9.Belgia,10.Mauritius. Demikian pula Holand,Norwegia,Prancis dan Saudi Arabia juga  mendapat taufik memberikan pengorbanan melebihi sebelumnya.

Di Jemaat-Jemaat Pakistan dari segi keseluruhan penerimaan Waqfi Jadid daftar urutan sepuluh besar Jemaat tingkat kabupaten ialah :1.Lahor,ini pun merupakan hal besar bahwa Lahor menduduki nomer pertama Karaci dan Rabwah mereka tinggalkan di belakang, semoga Allah memberkati kehormatan ini. 2.Karaci,dan ke 3.Rabwah.

Di Pakistan dalam candah Waqfi Jadid untuk dewasa dari segi penerimaan secara keseluruhan urutan sepuluh besar tingkat Kabupaten ialah:Islamabad,Rawalpindi,Sialkot,faesalabad,gujranwala,Syekhapura,

Mirpurkhas,Sargoda, Gujrat dan Bahawalnagar.

Di Pakistan dalam kelompok Atfal dari segi penerimaan secara keseluruhan urutan sepuluh besaar tingkat kabupaaten  ialah: Sialkot,sangat heran sekali ini juga. Sialkot dalam pengorbanan Waqfi Jadid kelompok Atfal yang menduduki peringkat pertama ialah: .Islamabad,,Sanggar,Rawalpindi,Gujranwala,Mirpurkhas,Syekhapura,Fa-esalabad,Sargoda dan Haiderabad.

Kini saya juga akan meneyebutkan sedikit secara ringkas tahun baru Tahrik Jadid. Untuk Tahrik Jadid permulaan tahun telah mulai pada tanggal 1 Nopember. Dan dengan karunia Tuhan sesuai dengan petunjuk saya Jemaat-Jemaat telah mulai  menuliskan   perjanjian-perjanjian juga. Tetapi  karena ini merupakan tradisi bahwa pada mulainya  awal tahun baru, hasil pengecekan tahun yang lalupun termasuk yang disajikan  karena itu sambil mengumumkan tahun baru Waqfi Jadid hari ini secara singkat juga menyebut pritungan jumlah tahun yang lalu Tahrik Jadid.

Dengan karunia Tuhan 126 negara mendapat taufik untuk ikut serta dalam Tahrik Jadid ini. Sesuai  laporan yang diterima sampai tanggal 31 oktober 2002 jumlah penerimaan keseluruhan seluruh Jemaat di dunia berjumlah  dua juta empat ratus lima puluh dua ribu tiga ratus pounsterling. Penerimaan ini lebih tiga ratus ribu dibandingkan dengan penerimaan tahun lalu. Dengan  karunia Allah  jumlah orang yang ikut dalam Nizam Tahrik Jadid berjumlah lebih dari 354 ribu orang.

Dengan karunia Allah  Jemaat Pakistan pada tahun ini juga dengan berhasilnya menonjol mempersembahkan pengorbanan,  mereka tetap mempertahankan kedudukan pertama mereka di Jemaat-jemaat seluruh dinia; dan dari segi Jemaat setempat disana urutannya ialah: 1.Lahor, 2.Rabwah, 3. Karaci.Kemudian secara berurutan Rawalpindi, Islamabad, Haiderabad,Mirpukhas,Okarah,Sargoda,dan cabang-cabag Jemaat-Jemaat Jehlem.

Jemaat Amerika juga tahun ini dengan karunia Allah  meraih karunia untuk menyerahkan pengorbanan yang menonjol. Dan di negara-negara luar Pakistan di seluruh Jemaat di dunia posisi pertama mereka tetap pertahankan. Secara keseluruhan  urutan Jemaat-Jemaat yang sepuluh besar ialah:Pakistan, Amerika, Jerman, Inggris,Kanada ,Indonesia, Hindustan, Maritius,Australia dan Saudi Arabia.

Kini saya ingin menyampaikan bahwa amir Jemaat Jerman pada waktu mulaqat telah menjelaskan keinginan beliau supaya  terkait   dengan candah-candah Jemaat Jerman juga saya menyampaikan sesuatu. Secara khusus  terkaiat dengan seseorang beliau berkata bahwa dia memberikan candah dengan lapang dada,tetapi terdapat kelemahan bahwa dia sendiri yang membayar  candah juga dari pihak istri dan anak-anaknya. Sebagai dampaknya istri dan anak-anaknya tidak terbiasa    membayar candah pengorbanan. Semua candah bapak itu yang membayarkan yang  karenannya untuk anak-anakpun itu  juga dan (jika) suami  memberi (candah) maka untuk istri pun, itu pula  candah. Nah, inilah  hal yang beliau katakan dan itu benar bahwa pada saat pembayaran candah hendaknya mengambil candah dari istri dan anak-anak juga. Seyogianya dari uang belanja  yang diberikan padanya   candah diterima. Baru dari sejak kecil sekali mereka akan menjadi terbiasa untuk membelanjakan harta di jalan Allah. Saya masih ingat bahwa di masa kecil kami, ibu kami, inilah yang senantiaa  beliau lakukan. Dari segi zaman itu uang saku dalam seminggu empat sen yang kami biasa dapatkan yang  dalam sebulan kami memperoleh enam belas sen,maka beliau biasa mengambil empat sen .uang saku  seminggu dari kami bahwa  ini  akan dimasukkan dalam candah pengorbanan ini. Semoga Allah menganugerahi ganjaran yang baik pada beliau. Oleh sebab itu saya dari sejak kanak-kanak telah terbiasa  memberikan candah iuran. Ini merupakan ihsan/kebaikan besar Allah. Kalianpun terhadap  anak-anak kalian tanamkanlah pada mereka untuk terbiasa membayar candah dari sejak masa anak-anak. Berikanlah sejumlah uang pada mereka, kemudian ambillah kembali dari mereka dan beritahulkalah bahwa di bulan ini kami akan belanjakan dari pihak kamu/atas namamu.

Sebagai dampak positif Hijrah juga Allah telah menganugerahkan keberkatan pada  harta-harta orang-orang  Ahmadi. Tidak ada lagi perbandingan kondisi sebelumnya dan kondisi hari ini. Mereka tadinya jauh di bawah standar hidup sederhana   dan kini kondisi kehidupan mereka bagaimana dan sampai dimana. Tidak terhitung anugerah Ilahi pada segenap keluarga Ahmadi. Kini, ini merupakan hal yang layak diingat,lihatlah masa lampau masing-masing,dan- masyallah-kini dari mana dan telah sampai kemana. Amereka,Jerman dan Inggris,   semua orang-orang ini lihatlah  masa lalu kalian maka pada kebanyakan mereka akan nampak kemiskinan masa lampau. Jadi, di dalam hijrah Allah telah meletakkan berkah yang sangat banyak dan hasilnya kami  sendiri telah melihat dengan mata kepala sendiri. Janganlah sama sekali pernah lalai dalam corak apapun terhadap karunia-karunia Allah sebagai dampaknya imanpun akan bertambah dan  dalam harta benda juga akan terdapat  kemajuan. Oleh karena itu terhadap keluarga-keluarga seperti itu saya menasehatkan bahwa introspeksilah diri sendiri, jika dimanapun ada sedikit terjadi kelemahan dan kelalaian maka mereka sendiri harus menaruh perhatian untuk  menjauhkannya. Sesuai  kondisi orang-orang seperti itu kita mendapatkan  juga sejumlah hadis-hadis dan beberapa sabda-sabda  Hadhrat Masih Mauud a.s. Sebagian dari itu saya akan sajikan di hadapan kalian.

Hadhrat Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:Pada setiap pagi ada dua malaikat yang turun. Diantara mereka yang satu berkata: Wahai Allah tambahkanlah anugerah kepada dermawan yang membelanjakan hartanya. Dan yang lain berkata: Wahai Allah hancurkanlah harta orang kikir yang menahan harta mereka.Bukhari Kitab-uz-zakat.

Hadhrat Mutharrif meriwayatkan dari bapaknya bahwa saya hadir di hadapan Rasulullah saw saat  beliau tengah bersabda: أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ-(Berlomba-lomba dalam hal harta telah melalaikan kamu) Anak Adam berkata: Ini  hartaku,ini  hartaku. Wahai anak Adam ! Hartamu hanyalah   yang kamu telah sedekahkan di jalan Allah, itu di alam yang akan datang akan berguna bagimu atau sebaliknya apa yang kamu telah makan atau engkau telah habiskan dan yang kamu telah kenakan itu hanya akan menjadi sia-sia di dunia ini, itu tidak ada kaitannya dengan alam yang akan datang dan harta yang kamu ingin kirimkan lebih dahulu/belanjakan (akan  kamu peroleh kelak) itu ialah yang dibelanjakan di jalan Allah.Jamik Tirmidzi  kitab-u-zuhud fizzihaadati fi-d-dunya.                                

Tatkala membuat budget atau anggaran belanja dalam masaalah –masaalah  zakat dan candah-candah hendaknya dikerjakan dengan hati-hati. Pembayaran dengan ukuran  penuh sesuai dengan penghasilan    penting dilakukan, kalau tidak, sambil menipu   menzahirkan penghasilan yang sedikit baru memberikan candah atas jumlah itu sedikitpun  tidak ada faedahnya,sepenuhnya merupakan hal yang sia-sia.

Rasulullah saw bersabda: Tampa suci bersih dan wudhu shalat tidak akan diterima dan tidak pula harta yang dihasilkan lewat  tipuan diterima sebagai  sedekah. Tirmidzi Abwabu-t-taharah.

Mengumpulkan harta  dan tidak membelanjakan di jalan Allah dan dengan sengaja berusaha menghindar dari pembayaran  zakat dan candah-candah lazim  menjadikan ibadat-ibnadat yang lain pun menjadi kosong dan mengambang. Oleh karena itu Rasulullah saw bersabda: Allah tidak akan menerima shalat seorang hamba yang tidak membayar zakat sehingga dia mengamalkan kedua perintah itu karena Allah mengumpulkan keduanya. Maka kamu janganlah memisahkan keduanya.Kanzul-ummal Kitab-ul-zakat

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Kewajiban ini merata dalam segenap bangsa dan  lazim  bagi semua bahwa dalam zaman yang penuh  bahaya dan penuh dengan fitnah ini, yang mana jalinan iman yang sangat sensitif/halus   yang hendaknya terdapat diantara Tuhan dan hamba-hambanya tengah menggoyangkan dengan sentakan yang dahsyat. Timbulkanlah  perhatian pada kesudahan /akhir baik kalian masing-masing dan raihlah amal-amal  saleh yang di dalamnya bergantung nijat dan keselamatan dengan mengorbarkan harta-harta di jalan Allah dan  mengkhidmatkan waktu-waktu kalian yang berharga di jalan Allah. Kemenangan Islam Ruhani Hazain  Jilid nomer 3 hal. 38

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda:

“ Jika ada diantara kalian yang karena mencintai Tuhan akan mengorbankan harta di jalan-Nya maka saya yakin bahwa  hartanya pun akan lebih diberkati dibandingkan dengan yang lainnya karena harta tidak datang dengan sendirinya,bahkan datang dengan kehendak Ilahi. Jadi,  orang yang melepaskan sebagian  hartanya demi untuk Tuhan maka dia pasti akan mendapatkannya;tetapi, barangsiapa yang hanya karena mencintai harta dia tidak melakukan pengkhidmatan sebagaimana mestinya , maka pasti dia akan kehilangan harta itu. Janganlah kalian menganggap bahwa harta itu datang dengan upaya kalian,bahkan itu datangnya dari Tuhan.  Dan janganlah berfikir bahwa  dengan memberikan sejumlah  harta atau dengan melakukan pengkhidmatan dalam corak apa saja  kalian tengah melakukan kebaikan pada Allah dan Pilihan-Nya,bahkan ini merupakan kebaikan-Nya bahwa Dia memanggil kalian untuk pengkhidmatan ini dan saya mengatakan  dengan sungguh-sunguh bahwa jika kalian kesemuanya meninggalkan saya dan  berusaha menghindar dari pengkhidmatan dan memberikan bantuan maka Allah akan menciptakan suatu kaum lain yang akan melakukan pengkhidmatan_Nya. Ketahuilah dengan seyakin-yakinnya  bahwa pekerjaan ini  datangnya dari langit dan pengkhidmatan kalian hanya untuk kebaikanmu sendiri. Maka janganlah  terjadi   ketakabburan di dalam diri kalian atau terfikir oleh kalian  bahwa kami tengah melakukan pengkhidmatan harta atau melakukan pengkhidmatan dalam  corak apapun. Saya berkalI-kali telah katakan pada kalian bahwa Tuhan sedikitpun tidak perlu pengkhidmatan kamu.Ya,Ini merupakan karunia-Nya pada kalian bahwa Dia menganugerahi peluang pada kalian untuk sebuah  pengdmatan.Majmuah Isytiharaat jilid 3 hal. 497-498

Kini, pada akhirnya  saya menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru kepada seluruh warga  Jemaat. Meja kerja saya penuh dengan surat-surat ucapan selamat Tahun baru dan bagi saya menulis  ucapan selamat kembali kepada semua tidaklah mungkin . Oleh karena itu, pada akhir khutbah ini  saya umumkan bahwa kepada orang-orang yang menyampaikan ucapan مبارك –Mubaarak-(dsemoga diberi keberkata)selamat tahun baru saya sampaikan  ucapan خير مبارك- khaer Mubaarak (kebaikan yang diberkati) selamat kembali  semoga tahun baru datang lebih baik dari segala segi. dari tahun yang lalu. Segenap keedihan lama  yang pada tahun yang lalu  telah menimpa kita  pada tahun  berikutnya itu  berubah menjadi kebahagiaan  dan semoga Allah menganugerahi taufik pada kita untuk lebih maju  dalam kebaikan  lebih dari tahun sebelumnya. Kepada Jemaat juga  Allah pada saat ini  telah memberikan berkat dan insyaallah, diharapkan Jemaat ini akan terus berkembang.

Qamaruddin Shahid