Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

11 Januari 2002

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

 وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Hari ini topik sifat raaziq dan razzaq Tuhan yang akan terus dilanjutkan. Dan mungkin topik ini akan terus dibahas dalam dua khutbah berikutnya .

Pertama-tama surah Al-Baqarah 213 dimana ini disebutkan:zuyyin…hisab-Ditampakkan indah bagi orang-orang yang ingkar dan mereka yang mencemohkan orang yang beriman. Dan mereka yang bertakwa pada hari kiamat akan berada diatas mereka ;dan Allah menganugerahi rezeki kepada siapa yang dikehendaki tampa hisab.

Dalam kaitan ini Hadhrat Anas Bin Malik r.a.meriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: Seorang yang kafir apabila melakukan perkerjaan yang baik, maka sebagai ganjarannya di dunia dia diberikan sesuatu. Akan tetapi, pekerjaan baik orang mu’min Dia kumpulkan untuknya pada hari kiamat. dan sebagai ganjaran keitaantannya kepadanya di dunia ini juga dianugerahkan rezeki.

Hadhrat ‘Aiyd bin Amr r.a. meriwayatkan bahwa yang mulia Rasulullah saw. bersabda: Seorang yang memperoleh suatu rezeki tampa dia pernah meminta atau [tampa] di dalam hatinya ada tamak maka hendaknya dia memperluas rezekinya dengan perantaraan itu dan jika dia tidak menghendaki barang itu, maka kirimkanlah kepada yang lebih membutuhkan barang itu ketimbang orang itu/dia.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Tuhan adalah Maha Penyayang,namun Dia Maha Kaya dan Maha berdiri sendiri. Apabila manusia tidak menolong imannya dengan keteguhan maka pertolongan Tuhan pun akan menjadi terputus. Sebagian orang hanya dengan hal yang sedemikian kecil[spele] dia menjadi atheis, yakni anaknya meninggal, atau istrinya meninggal atau kesulitan rezeki,padahal ini merupakan cobaan. Di dalam ini, jika dia melaluinya dengan penuh kesabaran yang sempurna, maka dia akan dianugerahi lebih dari itu. Dan hati menjadi kacau balau karena [kurangnya] rezeki bukanlah pekerjaan orang beriman dan ciri khas orang yang bertakwa. Maksudnya bahwa orang yang hatinya kacau balau/sedih, hatinya akan terus menderita .Pertama dengan menelaah biografi orang-orang benar/ saleh, mereka sendirilah yang selalu menjadikan kondisi rezeki demikian,yakni dia sendiri yang mengupayakan itu. Lihatlah Hadhrat Abu Bakar adalah tadinya seorang pedagang yang sangat terhormat. Setelah beriman kepada Rasulullah saw. semua beliau jadikan menjadi musuh.. Perniagaannya/ekonominyapun menjadi menurun, sehingga dari kampung halamannyapun dia keluar. Hal ini perlu benar-benar diingat bahwa ketakwaan sejati merupakan hal yang dengannya dapat terpecahkan semua kesukaran-kesukaran dan mendapat kebebasan dari semua fikiran yang kacau balau.

Surah Al-Maidah 115:qala…raziqin-Diriwayatkan dari Hadhrat Saad bin Malik bahwa zikir terbaik adalah yang sembunyi dan rezeki terbaik adalah yang mencukupi. Nah, ini apa maksudnya ? Sedangkan di dalam Al-Quran tertulis wa amma bini’matika rabika fahaddist [Adapun ni’mat Tuhan engkau itu maka ceriterakanlah]. Jadi pada dasarnya adalah bahwa zikir [rezeki] tersembunyi, dengan perantaran yang dia telah medapatkannya dan dengan kerja keras yang dia telah memperolehnya, itu dia tidak zahirkan. Dan bersama itu pula beliau bersabda,” Yang cukup”. Jadi, rezeki yang baik adalah yang seorang usahakan dengan kerja kerasnya dan itu secara pamer dia tidak zahirkan dan kemudian dengan itu dia merasa cukup.

Dalam riwayat Musnad Ahmad bin Hanbal, diriwayatkan dari Hadhrat ‘Asha bin Yasir bahwa Rasulullah saw. mengirimkan sesuatu kepada Hadhrat Umar sebagai hadiah. Hadhrat Umar mengembalikannya Maka Rasulullah saw. bersabda: Kenapa engkau mengembalikannya ? Hadhrat umar berkata, “Ya Rasulullah saw., apakah Tuan tidak memberitahukan kepada kami bahwa lebih baik bagimu jika tidak mengambil sesuatu dari siapapun ? Atas itu Rasulullah saw. bersabda: Perintah ini kan,berkenaan dengan meminta sesuatu dari seseorang. Akan tetapi, sesuatu yang diperoleh seseorang tampa diminta, maka itu merupakan suatu rezeki yang Allah anugerahkan padanya.Hadhrat umar r.a. mengatakan: Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya saya tidak akan pernah meminta sesuatu dari siapapun dan jika tampa diminta ada sesuatu yang datang pada saya maka saya pasti akan menerimanya.

Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a. bersabda:li awwalina wa aakhirina-Dari ini jelas bahwa pengaruh doa ini bukanlah untuk para khawari dan maidah [hidangan] bukanlah sesuatu yang hanya hawari[sahabah Nabi Isa] yang mememetik faedah dari itu,bahkan maksudnya rezeki umum. Sebagaimana selanjutnya dijelaskan warzuqna wa anta khairurraziqin. Inni munazziluha ‘alaikum disini ada bahasan para ulama. Sebagian mengatakan bahwa mendengar inni u’adzdzibuhu adzaban mereka menjadi takut. Namun menurut saya disini dipanjatkan doa dan sesungguhnya telah dikabulkan. Apakah tidak melihat betapa banyaknya rezeki pada para pengikut Isa,betapa banyaknya kekayaan, sehingga berapa kali mereka mengganti pakaian dalam sehari. Dan akibat makanan-makanan yang selalu segar/ baru seolah setiap mereka melaksanakan Id. Ini merupakan dampak dari ‘iidan liawwalina waakhirina[Id untuk orang-orrang terdahulu dan kemudian]. Kini merupakan hal yang layak direnungkan bahwa sama sekali tidak bisa terlintas dalam angan-angan dunia Kristen dewasa ini bahwa kenapa sedemikian melimpah ruahnya rezeki pada mereka. Padahal akibat doa Hadhrat Isa a.s. yang tersebut dalam surat Al-Maidah yang karenanya kepada orang-orang akhirin mereka banyak dianugerahkan rezeki .

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Contoh para sahabah r.a. merupakan contoh para nabi-nabi Allah. Tuhan hanya menyukai amal/praktek,yakni di dalam diri para sahabah didapatkan tanda-tanda kebesaran para nabi-nabi Allah yang terdahulu. Pasti ada sahabah yang berada atau beramal sesuai setiap macam contoh para nabi. Mereka telah menyerahkan jiwa seperi domba-domba sembelihan dan contohnya sedemikian rupa seolah bagaikan corak nubuat yang berjalan mulai dari Adam. Itu tidak dimengerti,namun para sahabah r.a.memperjelas itu dan memberitahukan bahwa inilah yang dimaksud dengan tulus dan setia. Terbukti dari Al-Quran bahwa para hawari itu ragu akan kebenaran Hadhrat Masih. Oleh karena itu, mereka meminta hidangan dan berkata, wana’lam an qad shadaqtana- supaya terbukti pada kami akan kebenaran dan kedustaan engkau.Dari itu dapat diketahui bahwa sebelum turunnya hidangan kondisi mereka bukannya na’lamu[kami mengetahui]. Kemudian sebagaimana mereka melewatkan hidup tampa ketenangan permisalannya tidak didapatkan dimana-mana. Kelompok para sahabah merupakan kelompok ajaib yang layak dihargai dan layak dipanuti. Hati mereka penuh dengan keyakinan. Apabila seseorang yakin maka pelan-pelan pertama hati ingin memberikan harta dan lain-lainnya, kemudian apabila menjadi penuh maka orang yang memiliki keyakinan akan siap mengorbankan jiwanya.

Kini surah Al-Anfal 27: wadzkuruw…tasykuruwn-Dan ingatlah ketika kamu masih sedikit dan dipandang lemah di muka bumi, kamu merasa takut kalau orang melenyapkan kamu, namun Dia memberikan tempat perlindungan kepada kamu dan memperkuat kamu dengan pertolongan-Nya dan Dia memberikan rezeki barang-barang yang baik/bersih supaya kamu bersyukur.

Di dalam Tirmidziy diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a.bahwa Rasulullah saw. bersabda: Dia telah meraih kesuksesan yang telah itaat dalam kondisi ketika rezekinya hanya sebanyak [sedikit yang dengan itu ] dia sangat sulit menjalani hidup dan Allah menganugerahinya reda dengan apa yang ada. Dan ini merupakan pengalaman kita bahwa banyak orang ahmadi yang menjalani hidup sangat miskin,namun dia tetap membayar candah, karena mereka orang yang selalu puas dengan apa yang ada. Dan meskipun, mereka berpenghasilan sedikit, dari itulah mereka sisakan. Saya juga satu kali punya pengalaman.Dalam perjalanan, kami turun dalam sebuah setasiun kereta api, maka ada seorang yang nampak miskin mengumpulkan uang lalu memberikan untuk candah. Dan di rumah seorang yang sangat kaya ada suatu undangan yang tidak ada candahnya Maka saya berkata kepadanya bahwa saya tidak akan makan roti di rumah kamu, saya akan makan di rumah orang yang miskin ini,karena dia dari uangnya telah menafkahkan demi untuk Tuhan. Maka,apapun makanan yang serba sederhana, itu untuk saya lebih baik Jadi, ini saya beritahukan karena pada hakekatnya orang yang rajin mencari rezeki dan mensisakan lalu memberikan candah,candah-candah mereka banyak sampai batas yang tidak layak diyakini.Disebut beberapa sen,namun sangat banyak adanya. Hadhrat Masih Mauud a.s. juga di dalam buku-bukunya menyebut orang-orang yang memberikan beberapa sen. Nah, kini sedemikian banyak, ratusan ribu, bahkan berpuluh-puluh juta yang diperoleh,ini merupakan berkah dari rupiah/uang itu. Oleh karena itu, janganlah timbul ketakabburan di dalam hati bahwa di zaman kami sekian banyak uang,sekian harta benda yang dikurbankan. Ini semua merupakan berkah dari uang yang pada zaman Hadhrat Masih Mauud a.s orang-orang miskin berikan sebagai pengorbanan.

Surah Hud 7: wama …mubin- Dan tidak ada seekor binatang merayap pun di bumi,melainkan Allah-lah yang menanggung rezekinya Dan Dia mengetahui tempat tinggalnya yang yang sementara dan tempat tinggalnya yang tetap juga semua ini tercatat dalam kitab yang nyata.

Kemudian surah Al-Ankabut 61:wa kaayyin…’aliym-Dan alangkah banyaknya hewan-hewan yang tidak membawa rezekinya ! Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan juga kamu Dan Dia-lah Maha mendengar Maha mengetahui.

Hadhrat Khalifatul Masih r.a.1 bersabda: Seorang petani benar-benar mengerti point bahwa untuk memperoleh biji-bijan gandum perlu pengolahan tanah, kemudian penanaman dan mengairi. Dan dia meskipun mengenal Allah sebagai khairurraziqiyn[Sebai-baik pemberi rezeki] dan beriman pada wamaa min daabbatin illa ‘alallahi rizquha[Tidak ada seekor hewan,melainkan Allah yang menanggung rezekinya Hud 7] dia bekerja keras dan memetik mamfaat dari sarana-sarana itu. Seorang yang sejahil-jahilnya sekalipun mengimani/ mengakui bahwa jika mata ditutup maka dengan mata tidak bisa melihat. Dan jika mulut kantong air dibuka, maka itu akan kosong dari air. Walhasil semua mengetahui bahwa rangkaian penyebab-penyebab/sarana-sarana terjalin erat dengan yang pembuat-pembuat sarana-sarana/penyebab-penyebab dan setiap amal mempunyai satu hasil/akibat dan undang –undang dan peraturan-peraturan Tuhan mutlak adanya. Namun, merupakan hal yang aneh bahwa meskipun kita mengimani/mengakui itu, kita lalai pada akibat-akibat amal-amal baik dan buruk dalam agama dan inmgin meraih surga tampa amal saleh dan iman yang saleh. Berkenaan dengan agama dengan berani kita dalam membaca innallaha gafuwrurrahim[Sesungguhnya Maha Pengampun ] dan innallah ‘ala kulli syain qadiyr –[Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu].Yakni,mereka mengerti bahwa Allah kuasa atas segala sesuatu. Jika Dia ingin mengampuni,ya. maka Dia akan mengampuni.

Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a. menambahkan: wakaayyin min daabatin. Dalam sementara berhijrah terrfikirkan bagaimana pengeluaran [makan minum]. Dalam jawabannya Dia [telah]berfirman, namun bukanlah maksudnya bahwa seorang duduk- duduk berpangku tangan. Pada waktu hijrah timbul kekhawatiran bagaimana biaya hidup/ pengeluaran. Di dalam ini para muhajir yang ada pada zaman kita ini,diantara mereka para muhajir ada yang baik yang bertawakkal bahwa Allah sendiri yang akan mengurus biaya/pengeluaran. Namun, bukanlah maksudnya bahwa seorang duduk berpangku tangan./tidak kerja apa-apa Coba lihatlah hewan yang tidak memiliki apa-apa di sarangnnya, itupun akhirnya menanggung derita perjalanan. Mereka bekerja keras, dan dengan kerja keras mereka mencari karunia Tuhan.

Kemudian di tempat lain Hadhrat Khalifatul Masih 1 bersabda: allahu yarzuquha wa iyyaakum, Rezeki orang yang berhijrah pun Allah yang menjaminnya. Hewan tidak membawa bersamanya sesuatu keluar dari rumah, namun dia pasti bekerja keras. Maka tidaklah benar seorang muhajir berusaha duduk-duduk berpangku tangan.

Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s bersabda: Dan jika ada yang memohon roti apakah Dia tidak akan memberikan ? Janji-Nya adalah wama min daabatin illa ‘alallaha rizquha -Anjing, kucing juga yang kebanyakan mengurusi isi perut mereka, ulat-ulat juga mendapatkan rezekinya. Beliau selanjutnya bersabda, satupun tidak ada yang berjalan di bumi yang rezekinya tidak dijamin oleh Allah

Surah Hud 89: qaalaa…uniyb-Berkata ia, Hai kaumku,bagaimana pandanganmu jika aku berdiri di atas suatu dalil yang nyata dari Tuhan-ku dan Dia telah berikan padaku dari hadirat-Nya rezeki yang baik. Apakah saya melakukan apa yang kamu inginkan ? Dan saya tidak bermaksud berbuat terhadap kamu apa ku larang kamu mengerjakannya. Aku menghendaki perbaikan sesuai kemampuan dan selain bantuan Allah saya tidak mendapatkan pertolongan apa-apa. Kepada Dialah saya bertawakkal dan kepada-Dialah aku tunduk.

Abu Tamim Jaisyani meriwayatkan bahwa saya mendengar Hadhrat Umar r.a. bersabda: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, bahwa jika kamu bertakwa kepada Allah sebagaimana hendaknya harus bertawakkal, maka pasti Dia akan memberikan rezeki padamu sebagaimana burung-burung Dia anugerahi rezeki. Burung-burung keluar dengan perung kosong pada dini hari dan pada sore hari kembali dengan perut kenyang.

Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a.berkenaan dengan diri beliau bersabda: Sebagaimana Allah telah menjanjikan razaqani minhu [Dia telah menganugerahi saya rezeki dari hadirat-Nya], kepada saya pun Allah menganugerahkan rezeki dari sisi-Nya. Saya tidak memperlakukan dengan cara yang buruk, yakni saya tidak menipu dalam agama. Akan tetapi Allah tetap menganugerahkan rezeki yang sangat baik dari sisi-Nya. Kenapa kamu tidak mengamalkan wala tanqusulmikyaala walmizaan [Janganlah mengurangi takaran dan timbangan] Dari misal saya ini jelas bahwa kurang-nya rezeki tidak tergantung pada ukuran panjang dan pendek/kurang dan lebihnya takaran…

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Dengan takut kepada Allah,orang yang terhindar dari setiap keburukan untuk menjadikan-Nya redha itu yang disebut orang bertakwa. Allah teleh menjanjikan kepada orang yanga bertakwa:wa man yattaqillah yaj’allahu makhraja yakni orang yang bertakwa kepada Allah, maka Allah memberikan kebebasan paanya dari setiap kesulitan. Orang-orang telah membuat berbagai macam alasan untuk meninggalkan ketakwaan. Sebagian mengatakan bahwa tampa berdusta bisnis kita tidak akan jalan dan yang kedua, mereka menuduh kepada orang-orang bahwa jika dikatakan yang benar maka orang-orang tidak akan mempercayai kita. Kemudian sebagain orang-orang ada yang mengatakan bahwa tampa mengambil uang riba [bisnis] kita tidak akan jalan/berhasil. Orang yang semacam itu bagaimana mereka bisa dikatakan muttaki.Allah jelasnya telah menjanjikan bahwa saya akan mengeluarkan orang yang muttaki dari setiap kesulitan dan saya akan memberikan rezeki dengan cara yang tidak bisa diangan-angankan atau dibayangkan. Allah berfirman, orang yang mengamalkan kitab kami, maka Saya akan memberikan rezeki padanya dari bawah dan dari atas. Kemudian berfirman,wa fissamaa i rizqukum maksudnya adalah bahwa rezeki kamu itu tidak berkaitan dengan usaha-usaha, kerja keras dan rancangan-rancangan kamu Dia lebih tinggi dari itu.. Orang-orang ini tidak memetik faedah dari janji-janji itu dan tidak bertakwa. Orang yang tidak bertakwa maka dia selalu berada ekonomi yang membakar dan banyak hambatan-hambatan yang menghadang di jalannya.

Surah Ibrahim33: allahu…anhar-Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air dari awan lalu Dia mengeluarkan dengan air itu buah-buahan . sebagai rezeki bagimu dan Dia telah menundukkan bahtera untukmu.supaya berlayar di lautan atas perintah-Nya dan untuk kamu Dia telah menundukan sungai-sungai agar mengabdi kepadamu.

Hadhrat Jabir r.a. meriwayatkan bahwa satu hari ketika wajah beliau mengarah ke negeri Syam maka saya mendengar beliau bersabda: Hai Allah, putarlah hati mereka ke arah kami. Kemudian beliau memalingkan muka ke arah Irak dan berdoa seperi ini. Kemudian beliau memandang ke arah setiap kaki langit.dan berdoa doa ini allahummarzuqna min tsamaraatil ardhi wabaarik lana fi muddina wa shaa ‘ina- yakni Hai Allah, anugerahilah kami dari buah-buahan di bumi dan berkatilah mud-takaran dan sha’/timbangan kami[6 ons].

Allamah Fakhruddin Razi dalam mentafsirkan fa akhraja minatstsamarati rizqan lakum menulis. Allah mengeluarkan buah-buahan dengan maksud supaya itu sebagai rezeki untuk.kita dan maksud dari itu supaya Allah untuk menyampaikan kebaikan dan keuntungan pada makhluk yang penuh penderitaan Dia telah menciptakan buah-buahan itu Karena manusia baru pada waktu itu akan mengakui suatu kebaikan apabila orang yang yang berbuat baik melakukan sesuatu dengan maksud menyampaikan keuntungan pada orang yang kepadanya dilakukan suatu kebaikan ..

Kini, setiap hari setiap orang ahmadi, apakah dia kaya atau miskin ada saja ddia makan buah-buahan dari Tuhan. Dan ketika makan buah-buahan tidak juga berfikir bahwa buah-buahan ini bagaimana diciptakan, bagaimana Tuhan menanam itu dari tanah dan dengan satu jenis air pepohonan itu diairi dan kemudian berbagai jenis buah-buahan yang tumbuh dari itu. Jadi, ini merupakan ajsam/substansi yang sangat mena’jubkan dan jika direnungkan maka akal akan mejadi heran bahwa betapa agungnya Tuhan. Betapa dengan keagungan Dia menganugerahkan rezeki kepada kita. Setiap buah-buahan yang manusia gunakan, di dalam itu terdapat tanda yang sangat agung akan Maha pemberi rezekinya Tuhan.

An-Nahl 72:Wallahu fadhdha…yajhaduwn-Dan Allah telah melebihkan sebagian diantara kamu atas sebagian yang lain dalam rezeki. Jadi orang-orang yang dianugerahi kelebihan mereka tidak mau mengembalikan rezekinya kepada yang dimiliki tangan kanannya agar mereka sama-sama bagian di dalamnya. Apakah dia meskipun mengenai akan hakekat ini mereka mengingkari nikmat Allah ?

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:Diantara kalian apabila melihat seseorang yang dibandingkan dia dilebihkan dari segi pertumbuhan/kelebihan jasmani dan kehormatan maka hendaknya dia melihat juga kepada yang kurang setatus /martabatnya dari dia. Bersikap/melakukan seperti ini lebih memungkinkan untuk jangan sampai tidak menghargai nikmat-nikmat dari Allah yang ada padanya/yang akan turun padanya.

Ini merupakan batasan-batasan yang sangat indah yang Rasulullah saw.ajarkan. Dari setiap orang yang miskin dan lemah pasti akan ada orang yang lebih miskin dan lemah. Sebagai ganti melihat yang di atas, siapa yang lebih baik dari saya, yang sebagai dampaknya timbul kebencian di dalam dirinya,dia jika melihat kepada yang lebih rendah maka akan lahir rasa syukur.Bahwa, alhamdulillah,saya dari segala segi lebih baik dari dia.

Sunan Ibnu Majah Kitabuttijaaraat . Diriwayatkan dari Hadhrat Umar r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: Diberikan rezeki pada orang yang membawa barang dagangan (?) ke pasar dan terkutuk bagi orang yang menumpuk/menyimpan bahan makanan..

Dan perlu hendaknya diingat,bahwa menumpuk bahan makanan dengan maksud menaikkan harga merupakan suatu dosa besar. Dan banyak orang yang tamak – di daerah Tarparkar,Sind saya mempunyai pengalaman –orang-orang menguburkan gandum dan biji-bijian di tanah dan ketika sudah sangat mahal, maka kami akan memberikan hutang secara riba. Dan sedemikian mereka miskin sehingga yang mereka usahakan sepanjang tahun itu semua dipakai membayar benih lama itu dan itu berjalan dengan cara renten. Jadi, Rasulullah saw. melarang dari menimbun bahan makanan. Seberapa banyak rezeki itu bawalah ke pasar dan berapapun harga terimalah dengan harga itu. Dan apabila terjadi kenaikan harga dan rezeki kurang, maka otomatis akan menjalani perjalanan yang sama. Oleh karena itu, merupakan tuntutan keadilan bahwa menahan barang-barang dagangan lalu meninggikan harganya tidaklah benar.

Hadhrat Amr r.a. bin Usman bin Affan meriwayatkan meriwayatkan dari bapaknya bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Tidur di pagi hari menjauhkan dari rezeki.” Inipun merupakan hikmah yang sangat besar bahwa pada waktu pagi orang yang tidur sampai lama, itu menjadi mahrum dari rezeki . oleh karena itu dengan kebiasaan cepat bangun di waktu subuh sangat berkah dalam rezeki.Kini, kita jalan pagi-pagi maka kita melihat orang-orang yang memikul sampah-sampahpun bangun pagi-pagi untuk bekerja keras. Jika orang-orang ini tidak ada maka rumah kita akan penuh dengan sampah. Yakni, sedemikian rupa kebaikan Tuhan itu turun kepada kita dalam setiap keadaan dan kita tidak merenungkannya. Jadi, biasakanlah berfikir, berapa banyak sarana dan prasarana hidup yang Dia jalankan yang karenanya dengan karunia Tuhan kita memperoleh kebebasan dari segenap macam kesulitan. Dan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. sedemikian rupa Dia menganugerahkan rezeki yang beberapa misalnya akan saya sampaikan di hadapan kalian. Dan sedemikian rupa rezekiyang Dia anugerahkan yang mana secara ilham juga sebelumnya diberitahukan.

Pada tanggal 9 Mei 1884 atas nama Nawwab Ali Khan Jhejar Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam sebuah surat menulis : Ini merupakan sebuah tanda pengabulan Tuhan Yang Maha Mulia bahwa kadang-kadang perhatian-perhatian/keinginan-keinginan Tuan itu Dia terus beritahukan kapada saya. Dan sehari sebelumnya juga ada satu hal yang aneh bahwa belum sampai pos wesel dan surat dari yang mulia,tiba-tiba sebuah wesel pos berwarna kuning dari Tuan diperlihatkan kepada saya dalam kasyaf. Dan kemudian dengan perantaraan ilham diberitahukan akan surat yang mulia kepada yang lemah ini dan dihabarkan apa fikiran-fikiran Tuan serta topik surat. Dan di dalam itu ada juga satu kalimah ilham sebagai informasi dari pihak yang mulia :

Menurut saya ini merupakan dampak perhatian Tuan. Sesuai dengan topik /isi surat dan kehendak isi hati [yang mulia] diberitahukan kepada tiga orang-orang Hindu dan banyak orang-orang Islam.. Sesudah itu wesel pos yang mulia dan surat juga datang.

Rezeki yang diberikan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. sebelumnya telah dibertitahukan. Ini merupakan pekerjaan sehari-hari. Dan terbukti dengan jelas bahwa setiap rezeki didapatkan dari Allah .Akan tetapi, penganugerahan rezeki kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. dari Allah ada pengaturan yang khas.

Pada hari Kamis tanggal 6 September 1883, persis ketika tengah memerlukan, Tuhan Yang Maha Mulia, dengan wahyu-Nya yang diberkati, untuk menghibur yang lemah ini memberikan habar suka:

“Uang dua puluh dan satu rupiah segera akan datang/dua puluh satu rupiah”.

Coba betapa dengan jelas dan agungnya ini sempurna. Karena di dalam habar suka itu ada suatu hal yang aneh bahwa jumlah uang yang akan datang telah diberitahukan dan membertahukan akan suatu jumlah yang khas merupakan keistimewaan Tuhan Yang Maha mengetahui yang Gaib,bukanlah pekerjaan siapapun. Dan kedua, hal yang sungguh sangat aneh dan ajaib adalah jumlah ini bukan dengan cara yang lazim, karena harga yang ditetapkan tidak ada kaitannya dengan buku.-Yakni, harga buku Hadhrat Masih Mauud a.s. tidak ada kaitannya dengan itu, merupakan perkara lain.-Jadi, karena keajaiban-keajaiban inilah, ilham ini, sebelum kejadian kepada sebagian orang-orang Aria diberitahukan.

Kemudian pada tanggal 10 September 1883 secara tegas untuk ketiga kali turun ilham

“Duapuluh dan satu rupiah [dua puluh satu rupiah] datang”. Dari ilham ini diberi- kan pengertian bahwa nubuatan akan zahir hari ini. Sesuai dengan itu mungkin 3 menit belum berlalu, seorang bernama Wazir Sink, jururawat datang dan begitu sampai, dia menyerahkan satu rupiah. Mengobati setiap orang bukanlah pencaharian yang lemah ini. Namun, secara kebetulan jika datang orang sakit, lalu obatnya saya ingat, maka saya memberikan obat hanya semata-mata karena Allah dan untuk mendapatkan redha-Nya.. Akan tetapi kini,uang itu dari dia saya diambil , karena terfikirkan secara tiba-tiba bahwa ini merupakan satu bagian nubuatan itu, yakni satu, dari yang duapuluh satu. Kemudian sesudah itu, seorang yang dipercaya dikirim ke kantor pos dengan anggapan mungkin bagian kedua ini dengan perantaraan kantor pos akan menjadi sempurna. Dari kantor pos, seorang Hindu,juru tulis dalam jawabannya berkata bahwa pada saya hanya ada sebuah wesel pos bernilai lima rupiah yang telampiri sebuah kartu pos datang dari Dirah Gazi Khan Namun, sampai kini uang belum ada pada saya. Apabila itu datang maka saya akan berikan. Dengan mendengar berita ini, timbul keheranan dan kegelisahan yang sulit diterangkan. Sesuai dengan itu, hari ini ketika tengah dalam fikiran bimbang dan dalam pemikiran: lima tambah satu menjadi enam, kini dua puluh satu bagaimana akan bisa. Ya Ilahi, apa gerangan yang terjadi ? Maka tatkala tengah dalam renungan ini, turun ilham:

Dua puluh dan satu datang,tidak ada keraguan di dalamnya .

Mungkin belum lewat siang hari setelah ilham itu,tiba-tiba pada hari itu seorang Ariya yang telah mendengar berita keterangan pertama juru tulis pos,pergi ke kantor pos dan juru tulis/pegawai pos memberitahukan padanya akan suatu maksud/kebenaran berita bahwa pada dasarnya [wesel pos] berjumlah dua puluh rupiah telah datang. Dan sebelumnya kata yang keluar dari mulut lima rupiah merupakan ucapan yang begitu saja keluar/terlanjur.Sesuai dengan itu Aria itulah datang membawa uang dua puluh rupiah bersama satu kartu pos dari Munsyi Ilahi bakhsy,akuntan. Dan ternyata diketahui pula bahwa kartu juga tidak terlampir dengan wesel pos itu. Dan diketahui pula bahwa uang telah datang dan dari dari catatan Munsyi Ilahi Bakhsy yang dengan perantaraan tanda terima kantor pos.Dan kemudian diketahui pula bahwa wesel pos tanggal 6 September 1883 pada hari ketika turun ilham, itu telah sampai ke Qadian. Jadi, jelas bahwa semua catatan juru tulis kantor pos terbukti salah. Dan semua keterangan Yang Maha Gaib yang terbukti benar. Jadi untuk kenangan hari yang beberkah itu, manisnya satu rupiah diambil lalu diberikan kepada sebagian orang-orang Aria juga . falhamdulillahi ‘alaa aalaaihi wa nu’amaaihi zhaahiriha wabaathiniha.[Maka alhamdulillah atas karunia-karunia dan ni’mat-ni’mat lahir dan batin]

Pada tanggal 4 November 1898 kepada Dr khalifah Rasyiduddin Hadhrat Khalifatul Masih a.s. dalam suratnya menulis: Hari ini tangggal 4 November 1898di dalam mimpi diperlihatkan kepada saya seorang mengirim uang. Saya sangat gembira dan yakin bahwa hari ini akan datang uang lima puluh rupis . Sesuai dengan itu hari inilah tanggal 4 November 1898 datang uang beliau lima puluh rupis. Nampak pengiriman uang ini bisa di terima di hadapan singgasana Ilahi Falhamdulillah jazaakumulah ahsanal jaza.

Ru’ya 27 Juli 1903: Di dalam mimpi saya melihat seorang seolah seperti lampu atau faja-tiba-tiba datang dari Gudaspur yang memiliki/membawa uang rupis dan beberapa uang recehan dan berkata bahwa sisa candah ini saya bawa dari Gudaspur. Saya menyuruh mengumpulkan uang di sebuah periuk,maka ternyata uang sangat banyak. Saya menginginkan menghitung uang canda/iuran itu. Ketika saya mulai menghitungnya maka semua uang itu menjadi kismis/anggur kering’

‘uthitum kullaanna’iym turzaquwna min fauqikum wa min tahti arjulikum Ini merupakan ilham Hadhrat Masih Mauud a.s.30 April 1904 Terjemahan Hadhrat Mirza Basyir sbb: Engkau dianugerahi segala macam ni’mat. Engkau akan mendaptkan rezeki dari atas dan dari bawah telapak kaki engkau juga.

Dan pada khutbah yang singkat ini inilah topik dan topik raaziq dan razzaq dan ini untuk yang akan datang pun akan berjalan. Allah yang lebih mengetahui di dalam khutbah yang datang atau di khutbah yang kedua pasti akan selesai. Dan marilah kita berdoa semoga kepada semua orang-orang Ahmadi sesuai dengan kondisi banyak Dia anugerahkan rezeki dan sedemikian rupa Dia menganugerahi rezeki yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan,karena banyak surat-surat yang bekaitan dengan kesulitn dalam rezeki. Dan saya tidak mempunyai cara kecuali berdoa dengan penuh rendah hati. Timbul kesusahan akan kemiskinan orang-orang. Sejauh mendapat taufik diusahakan juga menjauhkan kemiskinan mereka. Namun, kemiskinan tersebar dengan sangat luasnya dan tidak mungkin bahwa meskipun menginginkan bisa menjauhklan semua kemiskinan itu. Maka dari itu marilah berdoa semoga semua orang-orang ahmadi dan kemiskinan orang-orang luar ahmadi juga Allah jauhkan dan menganugerahi kepada Jemaat taufik supaya berjihad secara internasional untuk berjihad melawan kemelaratan atau kemiskinan.

Qamaruddin Syahid