Khutbah tanggal 21-12-2001Khu-32 10

Seri Khutbah-khutbah yang tengah berjalan berkaitan dengan sifat سلام-salaam, kini merupakan bagian yang terakhir dan pada khutbah yang singkat ini aspek sifat salaam yang masih tersisa  yang akan  saya berusaha paparkan.

Pertama ayat surah yasiyn 56-59:

 إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ.هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ.لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ.سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ.

Sesungguhnya orang-orang ahli surga pada hari ini[itu] akan menikmati berbagai macam hiburan yang menarik.Dan dia dan teman-temannya  duduk sambil bersandar di dipan-dipan yang ditinggikan.dan bagi mereka akan tersedia buah-buahan di dalamnya.dan mereka akan diberi apapun yang mereka minta.Mereka akan disambut dengan ucapan salaam sejahtera dari Tuhan yang Maha Penyayang.

Hadhrat Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:Kamu tidak akan bisa masuk surga selama kamu tidak menjadi mu’min dan kamu tidak akan bisa menjadi mu’min selama  kamu  tidak saling mencintai diantara sesama. Apakah kamu tidak  ingin saya beritahukan akan amal yang jika kamu lakukan, maka kamu satu dengan yang lain akan saling mencintai ? Amal itu adalah:افشو السلامifsyussalaam Sebarkanlah  salam (Muslim Kitabul Iman)

Hadhrat Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah saw  bersabda kepada saya:Wahai anakku, apabila kamu pergi/masuk ke rumah keluargamu, maka senatiasa ucapkanlah salam.Ini akan merupakan berkah dan kebaikan untukmu dan untuk keluargamu.(Turmudzy Kitabul-isti’dzaan wal- adab).

Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Orang yang menunggang [kuda/ unta] hendaknya mengucapkan salam pada  yang berjalan kaki dan orang yang berjalan kaki hendaknya menyampaikan salam pada yang duduk dan orang yang sedikit hendaknya mengucapkan salam pada orang yang banyak.(Bukhari Kitabul-isti’dzaan).Rasulullah saw menerangkan semua aspek  salam,siapa pertama yang akan memberi salam,dan siapa sesudahnya yang akan menjawab salam.

Hadhrat Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Apabila  diantara kalian  ada yang berjumpa dengan saudaranya,maka ucapkanlah salam dan jika diantara keduanya ada pohon,tembok  atau batu cadas/bukit kecil yang menjadi penghalang kemudian dia kembali bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam untuk kedua kali.Yakni, salam tidak cukup sekali.Apabila  kemudian bertemu lagi ucapkanlah lagi salam.

Di dalam  Bukhari ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid bahwa Rasulullah saw lewat dari dekat sebuah  majlis/pertemuan- ini merupakan hal yang perlu difikirkan bahwa beliau lewat dari suatu  majlis.yang dimana tengah duduk-duduk  para penyembah berhala, orang Islam, orang musyrik dan yahudi …….Rasulullah saw menyampaikan salam pada semuanya.( Bukhari Kitabul-isti’dzan) Kini, kondisi dewasa ini,  orang-orang Ahmadi dipenjarakan dan disakiti karena mengucapkan salam .Pada suatu saat  seorang Ahmadi yang   mengucapkan  السلام عليكمassalaamu ‘alaikum pada seorang mulla/kiyai dibawa ke polsek. Dan mereka bersikeras    supaya hukuman dijatuhkan pada  dia/orang Ahmadi itu,dia   telah mengucapkan salam pada saya ,kata sang mulla. Kepala polisinya  seorang yang sangat bijak. Dia berkata: Hari ini, walhasil saya tidak akan tuntut/catat. Akan tetapi,sambil melihat mukanya dia berkata padanya :Bahwa lihatlah,jiika kamu[orang Ahmadi] di masa yang akan datang kamu ketangkap lagi, maka saya pasti akan tuntut kamu /kamu akan disidang. Kalau kamu ingin  bisa terhindar itu hanya  dengan satu syarat,yaitu  jika kamu melihatnya[mulla itu]  maka kirimlah /ucapkanlah laknat untuknya,janganlah untuk ke dua kalinya mengucapkan kata salam/selamat padanya Dia berkata .yaa Tuan/polisi,jangan khawatir, saya akan mengucapkan laknat sebanyak-banyaknya pada orang-orang itu kapan  saya berjumpa dengan mereka. Jadi, ini merupakan hal yang sangat aneh bahwa Rasulullah saw mengatakan/menyuruh kita untuk افشوالسلا م ifsyussalaam -sebarkanlah salam.Diantara orang-orang musyrik  dan juga orang-orang Yahudi  yang tengah duduk-duduk   beliau mengucapkan salam. Namun, sebaliknya kondisi     orang-orang itu malah  justru memberikan hukuman  karena   mengucapkan  salam.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Kondisi para pemuka Islam pada zaman ini adalah yang paling buruk. Mereka seolah-olah menganggap bahwa mereka  diciptakan hanya untuk makan dan minum serta  untuk bergelimang dalam kefasikan dan  dosa. Mereka sama sekali  tidak ada pemahaman  terhadap agama, kosong dari takwa., penuh dengan kecongkakan dan ketakabburan. Jika seorang  miskin mengucapkan السلام عليكم-assalaamu ‘alaikum  pada mereka,maka  mengucapkan وعليكم السلام wa ‘alaikum ussalam sebagai jawaban itu mereka anggap merupakan suatu kehinaan bagi mereka,bahkan   kalimah seperti itu dari mulut seorang yang miskin mereka anggap merupakan kalimah suatu tanda kelancangan dan  hal yang tidak tahu malu. Padahal,pada zaman raja-raja besar Islam di zaman awwal di dalam [mengucapkan]  السلام عليكم.-assalaamu ‘alaikum,tidak mereka anggap ada yang dapat mengurangi kebesaran mereka. Akan tetapi, orang-orang ini, jadi rajapun juga tidak,namun  ketakabburan mereka sedemikian rupa  merejalela sehingga pada pandangan mereka kalimah yang sedemikian rupa  mulia,yaitu:السلام عليكم-assalaamu ‘alaikum yang merupakan sebuah doa untuk keselamatan,mereka tampilkan sebagai hal yang menghinakan. Jadi, hendaknya dilihat, betapa zaman  telah berubah,yaitu  setiap tradisi  Islam dipandang  dengan pandangan hina.

Ruhani hazain jilid 23 Casymai Ma’rifat hal. 327

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

“Salam/selamat itu  ialah  yang  dari Tuhan. Ucapan salam  Tuhan-lah  yang telah melindungi  Ibrahim dari api. Barangsiapa  yang tidak ada  salaam/selamat dari Tuhan,ribuan kali orang-orang  mengucapkan salam/selamat  padanya tidak ada gunannya untuknya.Di dalam Al-Quran ayat 56 tertera سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ Ucapan salam sejahtera dari Tuhan yang Maha Penyayang.

Kemudian bersabda: Keselamatan atasmu. Ini  Tuhan Yang Maha Penyayang berfirman” Ini tertulis di dalam Hakikatulmahdi.

Kemudian berfirman:”Salam sejahtera Tuhan Yang Maha Penyayang atas kalian semua  “

Hakikatulmahdi bab 4hal 91

Kini, dalam kaitan ini, ada sebuah peristiwa yang ingin saya beritahukan pada kalian bahwa Hadhrat Mir Muhammad Ishak r.a. pada waktu kanak-kanak dalam keadaan sakit keras dan tidak ada harapan untuk bisa  selamat. Tatkala  Hadhrat Masih Mauud a.s. berdoa, maka turun ilham سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍsalaamun qaulam mir rabbirrahim Keselamatan atasnya dari  Tuhan yang Maha Penyayang. Ketika [ umur sudah tua] dan Hadhrat Mir Sahib wafat, maka pada waktu itu Dokter.bekerja keras supaya  dengan cara apapun beliau harus diselamatkan. Hadhrat Mir Muhammad Ismail dalam keadaan risau tengah berjalan-jalan   bahwa kenapa penderitaan beliau  panjang yang beliau derita. Pada akhirnya dokter-dokter berlepas tangan .dan mulai dibacakan surah Yasin.Persis tatkala  sampai pada ayat سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍKeselamatan  dari Tuhan Yang Maha Penyayang,maka terputuslah  nafas Hadhrat Mir Sahib.Jadi, tanda Tuhan ini pada masa   kecil saya telah saksikan dengan mata kepala sendiri. Habar suka yang Tuhan telah berikan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s.  betapa itu menjadi sempurna dengan penuh keagungan setelah  besarnya [Mir Muhammad Ishak].

قِيلَ يَانُوحُ اهْبِطْ بِسَلَامٍ مِنَّا وَبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَمٍ مِمَّنْ مَعَكَ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ Hud 49 Dikatakan ,”Hai Nuh turunlah dengan keselamatan dan keberkatan dari Kami dan dengan berkat-berkat yang ada atas engkau dan atas ummat yang ada [naik perahu] beserta engkau Dan ada ummat lain juga yang niscaya akan Kami berikan faedah/ pembekalan untuk sementara waktu kemudian akan sampai  pada  mereka siksaan sangat pedih dari kami.Untuk ini tidak perlu tafsir dan note. Sangat jelas sekali.Apabila kepada Hadhrat Nuh Allah mengatakan سلاما-salaaman-salam sejahtera maka bersama itu pula ada lagi kaum lain yang Dia janjikan akan dilindungi. Maka petunjuk yang tersebar kembali dengan perantaraan  Hadhrat Nuh a.s.,dengan perntaraan beliau, dengan karunia Tuhan di berbagai bangsa kemudian lahir nabi-nabi dan wali-wali besar dari pengikut Hadhrat Nuh a.s. Jadi, salam/ucapan selamat  yang ada dari Tuhan kepada Hadhrat Nuh a.s. itulah yang kini hasilnya [kita saksikan].

Hadhrat Ibrahim juga merupakan pengikut  Hadhrat Nuh a.s. Sampai umur 60 tahun وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ Surah Assaffat ayat 84: Sesungguhnya Ibrahim adalah dari kelompoknya.Apa yang tertera dalam Al-Quran bahwa Hadhrat Ibrahim adalah  pengikut Hadhrat Nuh a.s. ini peristiwa terjadi sampai umur 60 tahun. Umur ini jadinya dari segi umur Hadhrat Nuh yang 550 tahun. Dan di dalam Al-Quran hanya umur Hadhrat Nuh yang disebutkan, tidak ada nabi lain yang disebutkan. Jadi, setiap kata Al-Quran penuh dengan hikmah dan merupakan kalam yang luar biasa. Sesuai dengan itu  setelah 60 tahun baru Hadhrat Ibrahim diberikan syareatnya.

Surah MaryamAyata 13-16:

 يَايَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَءَاتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا.وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً وَكَانَ تَقِيًّا.وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا.وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا

Hai Yahya, peganglah kitab itu dengan kuat. Dan kami telah berikan padanya kebijaksanaan sewaktu masih kanak-kanak. Dan kelembutan hati dari Hadhrat Kami dan kesucian. Dan adalah ia seorang muttaki.Dan seorang yang berbakti kepada ibu bapaknya. Dan ia tidak sombong dan durhaka. Dan keselamatan atasnya pada hari dia dilahirkan. Dan pada hari ia wafat. Dan keselamatan atas dia pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.

Kini hal yang perlu mendapat perhatian ialah ketika dikatakan kepada Hadhrat Yahya خذِالكتاب بقوة– khudzil kitaaba biquwwati-peganglah kitab dengan kuat,maka bersama itu pula berfirman:واتيناه الحكم صبياwa aatainaahul hukma shabiyya-Dan kami telah menganugerahinya hikmah/kebijaksanaan di masa kecilnya. وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً-Perlakuan yang lembut dan rahmat dari sisi Kami dan Kami juga telah menekankan padanya untuk membayar zakat  وَكَانَ تَقِيًّاDia adalah manusia yang sangat bertakwa. Selanjutnya –وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا-Dan dia sangat lembut terhadap kedua ibu bapaknya dan dia adalah   بَرًّbar-tidak sombong dan durhaka وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا-Selamat atasnya يَوْمَ وُلِدَ pada hari ia dilahirkan dan pada hari wafatnya yakni  maut akan menjemputnya dan وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا dan pada hari secara  hidup dia akan dibangkitkan .

Kini disini perbedaan berkenaan dengan Hadhrat Maryam dan Hadhrat Isa  a.s. ialah di dalam ucapan keduanya ada sebutan/kata  والدتهwaalidatihii dan disini ada sebutan والدتيwaalidatiy. Maka dari itu mereka yang menciptakan keraguan bahwa Hadhrat Isa juga mempunyai bapak dan tidak ada yang dapat mengetahui,  ini adalah salah. Beliau bukanlah anak Hadhrat Yusuf. Beliau lahir tampa bapak.dan oleh karena itu dari ayat ini terbukti secara mutlak bahwa Hadhrat Isa hanya berdoa untuk ibu beliau,beliau tidak berdoa untuk kedua orang tuanya.

Surah Maryam 31:. وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ ‎وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّاDan Dia telah membuatku beberkat dimanapun aku berada dan telah memerintahkan kepadaku untuk sembahyang dan membayar zakat selama aku hidup.Dan Dia telah menjadikanku berbakti kepada bundaku,dan Dia tidak membuatku menjadi seorang yang sombong lagi sial.Dan selamat sejahtera atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku wafat ,dan salam sejahtera atasku pada hari aku dibangakitkan .Demikianlah Isa anak Maryam inilah suatu pernyataan  yang mengandung kebenaran mengenai apa yang mereka ragukan.

Kini, dalam kaitan ini,   hendaknya hilang suatu kesalah fahaman  bahwa Hadhrat Isa a.s.biasa  ketika masih kecil beliau  berkata-kata: Saya diperintahkan untuk membayar zakat, diperintahkan untuk melakukan shalat selama saya masih hidup”. Orang-orang menganggap bahwa ini kata-kata beliau ketika kecil. Pada waktu  masih kecil  tidak diwajibkan Hadhrat Masih a.s. untuk membayar zakat. Pasti beliau melihat  ru’ya yang  dimana Allah menyebut bahwa setelah besar beliau akan menjadi nabi, akan meraih kedudukan dan martabat  tinggi dan baru pada waktu itu ada perintah untuk zakat,sebelum itu tidak ada perintah. Kini sebagian orang berkata bahwa Hadhrat Isa a.s. benar-benar  seorang yang miskin dan fakir dan beliau tidak mempunyai apa-apa.Apabila tidak ada apa-apa maka bagaimana zakat wajib pada beliau .Jadi inipun juga salah. Sesungguhnya Hadhrat Isa a.s pasti memiliki sesuatu yang karenanya layak untuk membayar zakat.Kalau tidak, disini terpaksa harus mengambil arti umum bahwa berilah sesuatu di jalan Tuhan. Satu maksud zakat ialah yang dalam istilah Islam 40 % zakatnya diwajibkan. Dan satu arti zakat ialah  memberikan sesuatu demi untuk Tuhan. Jadi perintah zakat yang berkenaan dengan Hadhrat Masih  a.s. kurang lebih dalam arti ini bahwa demi untuk Tuhan belanjakanlah sesuatu di jalan Tuhan dan ini merupakan kebiasaan Hadhrat Isa a.s. Beliau senanatiasa banyak memberikan zakat. Akan tetapi, hendaknya diingat bahwa ini merupakan ru’ya dimasa kecil.Pada waktu kecil beliau tengah berbicara. Pada waktu itu tidak ada perintah untuk membayar zakat.

Kemudian surah As-saffaat ayat 105-111:

 وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَاإِبْرَاهِيمُ.قَدْ صَدَّقْت

َ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ.إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ.وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ.وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ.سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ.كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Ketika kami memanggilnya:  Hai Ibrahim, sesungguhnya engkau telah menyempurnakan ru’ya engkau. Sesunggauhnya seperti itulah kami memberikan ganjaran kepada orang yang telah berbuat baik. Sesungguhnya ini merupakan cobaan yang sangat besar.Dan  sebagai ganti pengorbanan yang besar Kami telah melindunginya dan Kami telah meninggalkan nama baiknya untuk generasi yang akan datang.salam sejahtera bagi Ibrahim. Seperti itulah kami memberikan ganjaran kepada orang yang berbuat baik.

Di dalam ayat ini, hal yang perlu direnungkan ialah bahwa para ulama menerangkan bahwa ketika Hadhrat Ibrahim a.s. mulai menyembelihوَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ watallahu liljabiyn- dan mulai menelungkupkan anaknya, maka Allah berfirman:Engkau telah menyempurnakan mimpi engkau dan Allah telah melindungi/menyelamatkannya  sebagai ganti  pengorbanan yang besar. Mereka menganggap bahwa pengorbanan  besar itu adalah seekor domba. Itu jelas merupakan hinaan/cemohan   sangat besar terhadap Hadhrat Ismail bahwa sebagai ganti  menyembelih Hadhrat Ismail beliau menyembelih seekor kambing  karena itu merupakan penyembelihan yang besar,merupakan sesuatu perkara yang sangat besar,itu mutlak dusta. Hadhrat Masih Mauud a.s.menafsirkan itu  sbb: Maksud  pengorbanan besar ialah banyaknya pengorbanan-pengorbanan para sahabah pada zaman Rasulullah saw dan itulah pengorbanan besar yang karenannya mereka  dihidupkan. Dan satu arti dari قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا qad sddaqtarru’ya ialah  Hadhrat Ismail dilepaskan di lembah yang gersang tidak ada air. Jadi ru’ya itu telah sempurna.Yakni inilah maksud ru’ya itu. Akan tetapi, Hadhrat ibrahim sangat hati-hati sekali. Beliau selalu resah  bahwa mungkin artinya  ialah secara zahir. Baru Allah swt berfirman kepada beliau bahwa apa arti secara zahir itu ? engkau,kan sebelumnya telah menyempurnakan ru’ya engkau.Dan maksud ارى-araa-saya melihat. [Atau]. Kebanyakan kali saya melihat bahwa saya tengah menyembelih. Allah berfirman: Hai Ibrahim,Engkau seolah-olah telah menyempurnakan ru’ya  itu,kini kenapa engkau mau meyembelih. Akan tetapi,walhasil, beliau yang diselamatkan tidaklah ada  dalam  hadis manapun bahwa ada sesekor domba yang ditangkap sebagai ganti beliau. Bahkan di tempat manapun Rasulullah saw secara isyarah sekalipun  tidak ada menyebutkan hal itu.  Jadi maksud ذبح عظيم-dzibhi azhiym[pengorbanan besar]adalah para sahabah Rasulullah saw yang secara luar biasa telah mengorbankan jiwa  mereka.

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda:

Ibrahim dan keluaraganya telah memberitahukan pada kita resep yang sangat mujarrab ini bahwa hendaknya kematian kamu [terjadi] dalam kondisi kamu dalam keadaan muslim.Siapa yang tahu kapan wafat itu tiba.Manusia mati  dalam setiap usia. Perubahan yang timbul di masa  kanak-kanak ,tua, usia lanjut dan  musim yang silih berganti  merupakan peringatan dari Tuhan. Di awal-awal tahun terdengar dari para petani bahwa hasil panen sedemikian rupa banyaknya  sehingga tidak bisa di tampung.Namun, kini petani itulah yang  berkata  bahwa  musim dingin telah menghancurkan panen, untuk yang akan datang tengah timbul bahaya-bahaya besar.Oleh karena itu, kini masih ada waktunya  bagi kalian  untuk berdamai dengan Tuhan dan senantiasa memperhatikan resep yang satu ituYaitu.,Albaqarah 133: فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ-“Janganlah mati kecuali dalam keadaan kamu menjadi Muslim”. Maut siapapun tidak ada yang  tahu. Oleh karena itu, setiap saat selalulah menjadi muslim. Jangnlah menganggap bahwa apa perlunya amal-amal kecil dan itu kapan akan berguna. Tidak, Allah sama sekali tidak menyia-nyiakan amal siapapun . فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ     Jika ada yang melakukan amal sebesar  zarrah sekalipun maka itupun Allah melihatnya.Ada seorang yang bertanya kepada nabi saw bahwa tatkala saya menjadi seorang yang  kafir, maka saya selalu memberikan derma di jalan Allah,maka apakah derma-derma itu akan  ada keuntungannya untuk saya? Beliau bersabda:اسلمت على ما اسلفتَ-aslamta ‘ala ma aslafta.(Muslim Kitabul-iman) Kebaikan kamu itulah yang menjadi penyebab kamu masuk Islam.Itulah yang  kemudian membawa keuntungan untukmu.

(Khutbah-khutbah Nur  hal.193).

Di dalam sebuah hadis juga tertera bahwa ada seorang perempuan tua  musyrik yang biasa  memberi makan pada elang-elang dan burung-burung lainnya. Rasulullah saw melihatnya maka beliau mendoakannya dan sesudahnya sebagai ganti dari kebaikan itu dia sendiri menjadi muslim.Dan kasih sayang  pada hewan  juga disisi Tuhan merupakan hal yang terpuji  dan Tuhan sangat  mengharagainya.

Kini ayat surah As-Saaffaat 115-123:

 وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ.وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ.وَنَصَرْنَاهُمْ فَكَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ.وَءَاتَيْنَاهُمَا الْكِتَابَ الْمُسْتَبِينَ.وَهَدَيْنَاهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ.وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِي الْآخِرِينَ.سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ.إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ.إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ  -Dan sesungguhnya kami telah memberikan anugerah kepada Musa dan Harun.Dan, Kami menyelamatkan mereka berdua dan kaumnya dari kesengsaraan yang besar.Dan, kami telah menolong mereka dan mereka itulah yang menang.Dan kami telah memberikan mereka berdua Kitab yang menjadikan segala sesuatu menjadi jelas;Dan Kami memberi mereka petunjuk kepada jalan lurus.Dan Kami meninggalkan nama baik bagi mereka berdua diantara ummat-ummat yang akan datang  kemudian.Salam sejahtera atas Musa dan Harun.Sesungguhnya demikianlah kami mengganjar orang-orang  yang berbuat kebajikan.Sesungguhnya mereka berdua adalah dari hamba-hamba kami yang beriman.

Kini lihatlah berkah Rasulullah saw tidak hanya sampai pada orang-orang yang akan datang, bahkan pada orang-orang yang telah berlalu juga. Di dalam Al-Quran inilah surah  yang di dalamnya berkali-kali dikirim salam pada para nabi yang  lalu dan pada orang yang beriman pada mereka.Dan coba perlihatkanlah kitab yang manapun,tidak ada kitab yang dikatakan kitab wahyu yang didalamnya dikirim salam pada nabi yang lalu. Jadi, Al-Quran dari arti itu merupakan kitab yang paling afdhal sementara yang lain mendustakan nabi-nabi yang lain. Dan Al-Quran tidak hanya membenarkan, bahkan sampai hari kiamat terus saja mengirim salam pada mereka.

Kini ayat surah As-saffaat 124-133: وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ.إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَلَا تَتَّقُونَ.أَتَدْعُونَ بَعْلًا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ.اللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ ءَابَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ.فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ.إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ.وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ.سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ.إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ.إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ  – Dan sesungguhnya Ilyas adalah seorang dari para Rasul.Ketika dia berkata kepada kaumnya:Tidakkah kamu akan bertakwa ? Berserukah kamu kepada Ba’aldan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta.Yakni, Allah Tuhanmu dan tuhan nenek moyanagmu zaman dahulu.Tetapi mereka mendustakan dia,dan sesungguhnya mereka itu akan dihadapkan dihadapan Tuhan untuk menyampaikan pertangagung jawaban atas amal-amal mereka.Kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlis. Dan Kami meninggalkan baginya nama baik  dalam ummat yang akan datang kemudian.Salam sejahteralah atas Ilyas dan kaumnya. Sesungguhnya ,demikianlah kami mengganjar orang-orang yang berbuat kebajikan.. Sesungguhnya dia seorang dari antara hamba-hamba Kami yang beriman.

Nah, disini kenapa difirmankan إِلْ يَاسِينَilyaasiyn. Hadhrat ilyas jelasnya hanya seorang. Para mufassiriyn menulis bahwa ada tiga nabi bernama “Ilyas”.Oleh karena itu, [nama ]mereka ditulis  jamak.  إِلْ يَاسِينَ ilyaasiyn  seberapa banyak yang  namanya Ilyas   kepada semua mereka salam sejahtera Tuhan atas mereka. Satu Ilyas ialah  yang tadinya akan turun sebelum nabi Isa a.s.Tatkala Hadhrat Isa a.s. datang maka orang-orang Yahudi mengingkari beliau karena   Ilyas-nya  kemana dia ? ,yang mau akan turun sebelum kedatangan beliau[Isa].Maka Hadhrat Isa .a.s sambil mengisyarahkan kepada  Hadhrat Yahya a.s. bersabda: Yakni,di depan,  bukan dia yang   duduk itu ?. Akan tetapi, sambil menyebutnya beliau bersabda: Dialah Ilyas, kamu percaya atau tidak percaya,terserah. Jadi, sebelum Hadhrat Isa [dulunya] ada Ilyas. Kini orang Islam hendaknya berfikir bahwa jika sebelum Hadhrat Isa Ilyas tidak turun secara jasmani ,maka tentu kalau begitu  Hadhrat Isa a.s. jadinya  terbukti dusta.Kalau begitu  kenapa mempercayai /meyakini Hadhrat Isa akan turun secara jasmani ? Jadi, dengan argumentasinya sendirilah mereka dipatahkan. Mereka atau  perlihatkanlah Ilyas tengah turun secara jasmani atau sebagai ganti ilyas yakinilah  seorang yang lain dianggap  Ilyas yang telah datang sebagai ganti Ilyas. Jadi, inilah tamtsil  yang sempurna  pada diri Hadhrat Masih Mauud bahwa Hadhrat Isa a.s. tidak akan turun sendiri untuk kedua kali.. Bahkan Hadhrat Masih Mauud a.s. yang bernama lain ,beliau akan turun sebagai Masih.

Kemudian Al-Quran mengirim salam kepada semua rasul:As-saffaat 181-182وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ.وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَِ-Dan selamat sejahtera atas semua nabi.Dan segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Hai Tuhan-ku Yang Maha Kuasa,hai pembimbing  yangku cintai, tunjukkanlah olehmu jalan  yang dengan melewati itu orang-orang yang tulus dan suci  mendapatkan Engkau. Dan hindarkanlah kami dari jalan-jalan yang maksud dan tujuannya hanya hawa nafsu,keirianhatian , kemarahan dan ketamakan pada dunia.

امابعد-ammaa ba’du,hai para pendengar,kita semua baik  sebagai  orang Islam,baik sebagai  orang Hindu,meskipun diantara kita terdapat  beratus –ratus macam perselisihan,namun kita  sama-sama beriman pada Tuhan yang  Pencipta dan pemilik dunia ini. Demikian pula kita  dalam hal nama, sama-sama  mempunyai hak  yang sama,yakni, kita semua disebut manusia.Dan demikian pula disebabkan  sebagai penduduk sebuah negeri  kita merupakan tetangga satu dengan yang lain.Oleh karena itu, merupakan kewajiban kita  supaya dengan lapang dada dan niat yang tulus kita bersahabat  diantara satu dengan yang lain..Dan hendaknya kita mempunyai rasa  solidaritas satu dengan yang lain  dalam kesulitan-kesulitan dunia. Dan sedemikian rupa hendaknya kita mempunyai rasa solidaritas sehingga  seolah-olah kita satu dengan yang lain bagaikan bagian  sebuah   organ tubuh   yang lain.

Wahai penduduk  setanah air ! Agama  bukanlah agama yang di dalamnya tidak terdapat   ajaran rasa solidaritas secara merata /umum.Dan  manusia itu,bukanlah manusia yang di dalam dirinya tidak ada  rasa sifat solidaritas rasa sependeritaan.Tuhan kita tidak ada meletakkan perbedaan diantara kaum  manapun.

Ruhani Hazain Jilid 23 Faigam Sulh hal, 431

Ini adalah Faigam Sulh[Amanat Perdamaian] yang merupakan tulisan terakhir Hadhrat Masih Mauud a.s. yang diterbitkan  setelah kewafatan beliau a.s.dan di dalam itu terdapat solusi semua permasalahan untuk orang-orang Hindustan[penduduk India]. Jika orang-orang Hindu, Islam ,Kristen dan orang-orang musyrik semuanya belajar tinggal bersama-sama dalam  martabat sebagai manusia maka dengan karunia Tuhan sama sekali tidak akan timbul problem-problem  Hindustan . Disana terdapat semua rasa anti panti ras atau antipati agama. Hadhrat Masih Mauud a.s. dengan sebuah tulisan telah membuktikan  semua corak anti pati serupa itu dapat hilang sebagaimana beliau  bersabda: Tanamkanlah rasa solidaritas. Bahkan, jika ada orang lain  mati karena penyakit pes sekalipun, maka   pergilah ke rumahnya, dan tolonglah mereka dalam mengkain kafani dan memakamkannya. Memang ada   penekanan  juga  untuk bisa terhindar dari taun secara luar biasa. Akan tetapi,kondisi rasa solodaritas [beliau]sedemikian rupa sehingga  jika  ada orang lain sekalipun yang meninggal karena taun/pes maka datanglah   dan jadilah kalian wujud yang bermamfaat dalam menyembahyangkan jenazahnya, memakamkannya dan memandikannya..

Kini  Lailatul qadar ayat 5-6: تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ(4)سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ:-Banyak malaikat-malaikat yang turun di dalamnya dan ruhulquds dengan izin Tuhannya dan salam dalam setiap urusan dan  rangkaian ini akan terus berjalan sampai terbit fajar.

Kini, maksud dari itu  bukanlah bahwa pada hari ketika tiba fajar malam Lailatulqadar sampai hari itu rangkaian ini tetap berjalan. Maksudnya ialah sampai wafat manusia rangkaian ini tetap berjalan. Yakni, tatkala  pada suatu saat   dalam malam Lailatulqadar Allah telah menyelamatkannya dan memperlihatkannya Lailatulqadar-Nya.Maka maksud subuh/pagi ialah     subuh kewafatannya tatkala dia akan pergi ke alam  seterusnya. Sampai pada waktu itu rangkaian keselamatan ini akan terus berlaku /berjalan padanya.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

 “Allah dalam surah Al-Qadar menerangkan, bahkan memberikan habar suka pada orang-orang mu’min bahwa kalam-Nya dan nabi-Nya diturunkan dari langit  pada malam Lailatul-Qadar Dan segenap Mushlih  dan mujaddid yang datang dari Tuhan, itu turun pada malam Lailatulqadar”. Maksud Lailatul-Qadar  ialah malam yang di dalamnya  seorang hamba dihargai Yakni, meskipun manusia tenggelam dalam dosa-dosa  dari mereka itu kemudian akan terbit sebuah fajar [baru].  “ Segenap Mushlih dan Mujaddid yang datang dari Tuhan itu hanya turun pada malam Lailatul-Qadar”…….Pada malam Lailatul-Qadar itu dari langit turun malaikat-malaikat Tuhan dan Ruhul-Qudus bersama dengan mushlih/pembaharu itu dengan izin Tuhan Rabbuljalil-Rabb Yang Maha Mulia,  bukan  maksud sia-sia. Bahkan dengan tujuan  supaya turun pada kalbu  orang-orang yang mujur dan membukakan jalan-jalan  keselamatan. Maka   mereka  senantiasa  sibuk dalam membuka jalan-jalan dan menyibak semua tirai-tirai sehingga hilang  kegelapan kelalaian lalu  mulai terbit fajar petunjuk.(Fatah islam 54-55).

Kini sebagian dari tulisan Hadhrat Masih Mauud a.s. saya akan menerangkan berkenaan dengan damai diantara sesama:

Ciptakanlah kerukunan  diantara kalian, karena didalamnya terdapat kebaikan. Apabila mereka cenderung untuk rukun/damai,.maka kamupun ciptakanlah kecenderungan untuk rukun. Hamba-hamba Allah  yang saleh  berjalan dimuka bumi dengan damai. Dan jika mereka mendengar ucapan sia-sia dari seseorang yang    merupakan sebuah pendahuluan  dan  suatu awal  dari  perang dan  perkelahian,maka  mereka berlalu dengan penuh kemuliaan “. Yakni dengan penuh hormat  mereka berpisah sembari  mengucapkan salam. ” Dan mereka tidak memulai  pertengkaan karena perkara-perkara kecil. Yakni, selama  tidak menimbulkan penderitaan  besar,maka sampai pada  batas  itu mereka menganggap tidak baik memulai  keributan. Dan inilah dasar penerapan kerukunan yang tepat sesuai kondisi, yaitu  memberikan maaf dan mengabaikan  hal-hal kecil serupa  itu …..Ini merupakan indikasi cara hidup  damai yaitu mengabaikan  pesakitan sia-sia  serupa itu”.

Filsafat Ajaran Islam  ruhani Hazain jilid 10 hal. 349

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

“Kini,jihad mensucikan jiwa/ego peribadi yang tersisa. Dan ini  saya tidak katakan dari diri saya  ,bahkan inilah kehendak Ilahi…..Maka saya memerintahkan  mereka yang masuk dalam tentaraku untuk jauh dari pemikiran-pemikiran  serupa itu.. Sucikanlah hati kalian dan tumbuh kembangkanlah   rasa kasih sayang  manusiawi kalian.”

Ini  merupakan kesempatannya manakala   Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

“Kini tinggalkanlah hai teman-teman  pandangan  jihad” yakni, teman-teman, tinggalkanlah kini pandangan jihad. “Kini, perang dan pembunuhan haram untuk agama”.Dari itu orang-orang gair mulla mengambil arti yang salah dan mereka menerangkan bahwa Hadhrat Masih Mauud a.s. telah memansukhkan jihad yang merupakan perintah Islam.Sama sekali tidak ada hal serupa  itu. Hadhrat Masih Mauud a.s. jelasnya  memnggil orang-orang pada jihad akbar/jihad yang paling besar. Karena jihad yang paling besar ialah jihad dengan  hawa  nafsu kita. Pada suatu saat Rasulullah saw tengah kembali dari jihad perang. Maka beliau bersabda:Kita kini tengah kembali dari jihad yang paling kecil menuju kepada jihad yang paling besar.Jadi jihad dengan jiwa /hawa nafsu merupakan  jihad yang paling besar.

Kemudian bersabda:”Maka saya memerintahkan  mereka yang masuk dalam tentaraku supaya mereka hendaknya menjauh dari pandangan serupa itu.Bersihkanlah hati kalian dan tumbuh kembangkanlah kasih sayang / rasa simpati kemanusiaan kalian dan tanamkanlah  rasa sependeritaan pada orang yang ditimpa kesusahan . Kembangkanlah kerukunan  di  bumi supaya  dari itu agama-Nya  akan berkembang  dan kalian janganlah  heran. bagaimana itu akan terjadi. Karena  sebagaimana  tampa perantaraan sarana –sarana  sederahana di dalam penemua-penemuan baru dewasa ini Tuhan telah menggunakan  unsur-unsur bumi dan segenap benda-benda bumi untuk kepentingan lahiriah  manusia. Dan  telah memperlihatkan kereta-kereta api jauh lebih cepat ketimbang  kuda-kuda,maka begitu juga untuk kepentingan –kepentingan ruhani tampa perantaraan tangan-tangan  manusia Dia akan menggunakan  para malaikat-malaikat langit.Akan lahir tanda-tanda samawi besar dan  akan lahir era kemajuan dan kecemerlangan  yang karenanya orang-orang akan mulai bangkit Dan  pada akhirnya baru orang-orang akan mulai menyadari  bahwa manusia-manusia dan benda-benda lainnya yang dijadikan sebagai Tuhan, semua ini merupakan kekeliruan. Maka kamu perhatikanlah dengan sabar karena Tuhan memiliki gairat yang lebih besar   dari kamu demi untuk ketauhidan-Nya dan teruslah sibuk dalam doa, supaya kamu jangan dicatat  dalam kelompok  orang yang tidak setia. Hai orang- orang yang lapar  dan haus akan kebenaran,dengarlah,bahwa inilah hari yang telah dijanjikan dari sejak semula. Tuhan tidak akan membesar-besarkan hal-hal itu. Dan sebagaimana kamu melihat bahwa apabila lampu penerang  diletakkan di tempat  yang tinggi maka cahayanya akan memancar sampai ke tempat-tempat yang jauh atau apabila dari satu sudut langit  kilat  memancar/menyambar, maka bersama itu pula semua arah menjadi bersinar. Serupa inilah pula   akan terjadi pada hari-hari itu.(Ruhani Hazain jilid 17 hal 15-16)

Kini tengah datang hari-hari kesempurnaan ilham-ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. Dan  Ahmadiyah, yakni Islam hakiki yang tengah berkembang  bagaikan cepatnya sinar kilat di dalam itu tidak ada andil kita. Kita hanya  merupakan khadim yang rendah dan hina.Pada hakekatnya  kita pada kesempatan ini hendaknya banyak beristigfar dan memang inilah perintah Tuhan bahwa kapan saja dari sisi Tuhan turun kemenangan agung,maka beristigfarlah.Istigfar  hendaknya kita lakukan sesuai kemampuan  kita sendiri sambil merenungkan  bahwa ini bukanlah dengan  upaya-upaya kita sendiri,ini semua dengan karunia Tuhan semata.Dan Istigfar kita lakukan untuk orang lain bahwa ketika mereka masuk di dalam kita/Jemaat ,maka mereka jangan tersandung karena contoh buruk kita. Atau ketika [mereka]masuk dalam Jemaat, maka kita jangan tergelicir karena contoh buruk mereka.

Nah,  tatkala dalam jumlah yang banyak bangsa-bangsa  Kristen dan Yahudi masuk dalam kalangan orang-orang Islam ,maka akidah-akidah salah mulai masuk ke dalam orang-orang Islam dari pihak orang –orang  Yahudi dan Krisdten yang mana sesudahnya  menjadi penyebab timbulnya musibah. Jadi, perintah istigfar pada waktu itulah Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw . Dan inilah maksud, bertaubahlah dan beristigfarlah untuk diri sendiri juga dan untuk mereka  yang datang kepadamu,jangan dengan contoh buruk kalian mereka menjadi taersandung dan jangan karena  contoh-contoh  buruk  mereka kalian  menjadi  tersandung.

Kini sebagian ilham-ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. Ini  ilham tahun 1883:

سلام عليك ياابراهيم انك اليوم لدينا مكين امين-salaamun ‘alaika yaa ibrahiym innakal yauma ladaina makiynun amiyn- Salam sejahtera untukmu wahai Ibrahim. Engkau kini disisi Kami memiliki martabat, jujur  dan  cerdas akal. (Tadzkirah hal 105 cetakan 1969)

 Kemudian:سلام على ابراهيم صا فيناه ونجيناه من الغم-salaamun ‘alaa ibrahiym shaafainaahu wanajjainaahu minalgammi-Hai Ibrahim salam sejahtera atasmu. Kami telah memurnikannya dan telah melindunginya dari kesedihan.

Tadzkirah hal. 108-109 cetakan 1969)

Hadhrat Masih Mauud a.s. pada tanggal 18 September tahun 1893 menulis:

Saya telah melihat dalam mimpi bahwa pertama-tama seolah-olah ada seorang yang berkata kepada  saya bahwa nama saya adalah Fatah dan Zafar. Kemudian dari lidah mengalir kata-kata: اصلح الله امري كلهashlahallahu amriy kullahu-yakni Allah dengan karunia-Nya telah memperbaiki semua pekerjaan saya. Kemudian saya melihat saya berada di rumah yang serupa mesjid”, Yakni  rumah berbentuk  mesjid” dan saya berdiri di dekat sebuah lemari dan Hamid Ali juga berdiri. Dalam kondisi demikian pandangan saya tertuju pada satu arah  dan saya melihat Mia Abdullah Gaznawi yang tengah duduk dan saudara saya Gulam Kadir juga duduk. Baru setelah mendekat saya mengucapkan السلام عليكم-assalaamu ‘alaikum,  maka mereka pun mengucapkan وعليكم السلام-wa ‘alaikumussalam. Dan banyak kalimat-kalimat doa juga  dia ikutkan baca yang hanya kata ini yang masih teringat “اخرك اللهakhkharakallaahu-Bahwa semoga Allah menjadikan baik semua pekerjaan kamu. Hasil akhirnya menjadi baik Namun, artinya  yang masih teringat ialah yang  kalimatnya hampir berbunyi : Semoga Tuhan engkau menjadi penolong, semoga kemenangan berserta engkau. Kemudian saya duduk di majlis itu dan berkata bahwa sayapun melihat mimpi juga bahwa saya mengatakan pada  seseorang  السلام عليكم –assalaamu ‘alaikum . Dia menjawab ,والظفر وعليكم السلام-wa ‘alaikumussalam wazh-zhafar.- salam sejahtera untukmu dan kemenangan.

(Tadzkirah hal 249 cetakan 1969

Di dalam mimpilah beliau tengah menyebut mimpi. Pada kenyataannya beliau tidak pergi kepada orang-orang  itu . Di dalam mimpi beliau berkata:Bahwa kemudian saya berkata padanya bahwa saya juga melihat dalam mimpi bahwa seperti inilah kejadiannya/peristiwanya.

Ada sebuah  ilham lain tahun 1900:

السلام عليك انا انزلناك برهانا وكانالله قديرا.عليك بركات وسلام.سلام قولا من رب رحيم-assalaamu ‘alaika innaa anzalnaa ka burhanana wakaanaallaahu qadiyra ‘laiaka barkaatun wa salaamun salamun qaulam mirrabbirrahiym-Keselamatan atasmu Sesungguhnya Kami telah menurunkan engkau sebagai hujjat/pembela yang sangat besar dan Tuhan kamu adalah Maha kuasa . Padamu salam sejahtera Tuhan yang Maha Pengasih.

Tadzkirah hal.273cetakan 1969

Kemudian bersabda: Pada malam yang lalu turun ilham :سلام عليك يا ابراهيم-salaamun ‘alaika yaa ibrahiym Kemudian turun ilham سلام على امرك صرت فا ئزا –saalaamun ‘alaa amrika shirta faa izan-Hai Ibrahim salam sejahtera atasmu selamat atas urusan/bisnismu ,engkau telah berhasil.

 (Alhakam jilid 6 no. 44 Tanggal 10 September 1902 Tadzkirah hal. 445 cetakan 1969 )

Pada akhirnya Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam Pidato di Lahor menasehatkan pada Jemaat beliau:

“Maka bangunlah ! dan bertaubahlah,dan buatlah Pemilik  kalian redha dengan amal-amal  yang baik.Dan ingatlah bahwa  hukuman kesalahan-kesalahan  i’tikad itu adalah [didapatkan] setelah mati. Keputusan sebagai orang Hindu, Kristen, dan sebagai orang Islam itu adalah pada hari Kiamat. Akan tetapi, orang yang dalam hal keaniayaan, ketidak adilan ,fasik dan dosa telah  melanggar batas  di tempat inilah juga dia akan dihukum. Baru dia tidak akan bisa dalam corak apapun  terhindar dari hukuman Tuhan.Maka segeralah  jadikan Tuhan kalian menjadi redha Dan sebelum datang hari yang sangat mengerikan itu ……Kamu berdamailah dengan Tuhan Dia adalah Tuhan Yang Maha mulia. Dengan satu kali taubah yang  penuh khusyuk Dia bisa  memafkan dosa yang tujuh puluh tahun.Dan janganlah katakan bahwa taubah tidak diterima.” Maksud dosa tujuh puluh tahun adalah lailatul qadaar .”Ingatlah, bahwa kalian tidak akan bisa selamat dengan amal-amal  kalian.  Senantiasa karunia Ilahi- lah yang menyelamatkan,bukannya amal-amal. Wahai Tuhan Yang Mulia dan Maha Penyayang, turunkanlah karunia-Mu kepada kami semua.Kami semua adalah hamba-Mu dan tengah jatuh di hadapan singgasana-Mu. Amin.

Pidato Lahor hal 39

Qamaruddin Syahid

.

   .