Khutbah Jum’ah

Hadhrat Amirul Mu’minin Khalifatul Masih V atba.

Tanggal 28 February 2014 dari Baitul Futuh London, U.K.                           

اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

 اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ o الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ oملِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ o اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُo

 اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَo صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْ عَمْتَ عَلَيْهِمْ, غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَo

Dalam Khutbah Jum’ah yang lalu saya membicarakan nubuatan-nubuatan tentang Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. yang diberikan kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dan menjelaskan tentang ilmu duniawi dan ilmu ruhani Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. dan juga dikemukakan kesan-kesan yang di zahirkan oleh orang-orang Ghair terhadap ketinggian ilmu ma’rifat dan rahasia-rahasia ilmu Tafsir Al Qur’an beliau. Pernyataan orang-orang Ghair dan hasil karya agung beliau demikian luasnya sehingga jika diceritakan seluruhnya akan memerlukan waktu berbulan bahkan bertahun-tahun lamanya. Sebetulnya di dalam Khutbah Jum’ah yang lalu saya ingin mengemukakan suatu aspek namun disebabkan waktunya sangat singkat sekali tidak dapat saya kemukakan. Sekarang akan saya kemukakan. Yang ingin saya sampaikan itu adalah perkara 90 tahun yang lalu yang berkaitan dengan kota London. Diantara saudara-saudara tentu banyak yang sudah tahu bahwa pada bulan September 1924 telah diselenggarakan Kongres Agama-agama sedunia di kota London, Hadhrat Khalifatul Masih II r.a. juga ikut menghadirinya. Zaman sekarang banyak orang-orang sudah mengenal Jema’at Ahmadiyya dan kita juga mempunyai banyak hubungan, dan disebabkan tindakan penganiayaan-penganiayaan terhadap Jema’at Ahmadiyya, banyak sekali organisasi Hak-hak Asasi Manusia yang telah mengetahui Jema’at Ahmadiyya, kemudian karena adanya hubungan dengan cendekiawan, para anggota Parlemen dan para pejabat tinggi Negara ini dan di Negara-negara lainnya di seluruh dunia. Akan tetapi pada zaman itu Jema’at belum ada apa-apa.

Walupun begitu Allah Ta’ala telah menciptakan keadaan yang khas dan setelah anggota pimpinan Kongres mengadakan musyawarah, mereka sendiri mengundang Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. datang ke London untuk menyampaikan pidato tentang Agama Islam di dalam Kongres itu. Hal itu merupakan pertolongan dan dukungan khas Allah Ta’ala. Jika kita melihat keadaan keuangan Jema’at pada waktu itu, Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. berangkat sambil membawa sebelas orang anggota delegasi, bukanlah perkara kecil. Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. atas biaya sendiri berangkat kesana, sedangkan untuk biaya perjalanan anggota delegasi lainnya terpaksa harus mengambil pinjaman. Walhasil, mula-mula diputuskan untuk tidak pergi, namun setelah memanjatkan banyak do’a dan melaksanakan Salat Istikharah, kemudian mengadakan konsultasi dengan Jema’at, akhirnya dengan pertolongan dan dukungan Allah Ta’ala, perjalanan ke London dilaksanakan. Di setiap tempat kita menyaksikan pertolongan dan dukungan Allah Ta’ala. Itulah perjalanan pertama seorang Khalifaul Masih ke Eropah. Beliau sempat mengadakan lawatan ke beberapa Negara lainnya termasuk Syria, Egypt atau Mesir, Palestina dan sebagainya. Hanya Hadhrat Khalifatul Masih II r.a. yang mendapat kesempatan mengadakan lawatan ke Negara-negara Arab. Kemudian situasi di sana dari waktu-kewaktu berubah semakin memburuk dan sekatan-sekatan mulai diberlakukan.

Sekarang saya ingin menjelaskan keadaan selama Kongres secara ringkas dan menyampaikan pandangan dan kesan-kesan orang-orang Inggeris berkenaan dengan Hadhrat Khalifatul Masih II r.a. Dimana kesan-kesan ini murni, berupa pernyataan-pernyataan mengenai ilmu ma’rifat beliau dan pertolongan serta dukungan Khas Allah Ta’ala kepada beliau, banyak juga disinggung mengenai tarikh yang perlu diketahui oleh para pemuda kita. Pada zaman itu perjalanan dilakukan dengan kapal laut yang memakan waktu beberapa hari lamanya. Pada suatu hari Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. sedang memimpin Salat berjema’ah di atas deck kapal antara klas I dan klas 2. Ketika setelah selesai menunaikan Salat beliau sedang duduk-duduk bersama anggota rombongan beliau tiba-tiba seorang doctor kapal berbangsa Italy lewat di situ dan ketika melihat beliau sedang duduk, serentak terkeluar suara dari mulutnya: ‘Jesus Christ and his twelve disciples!’ yakni Yesus Kristus (Nabi Isa) bersama 12 orang hawari. Dr Hashmat Ullah Sahib meriwayatkan katanya, mendengar suara itu saya heran sekali. Doctor itu seorang Italy seorang pengikut Pope (Paus), betapa benar dan bijak perkataannya itu. Diantara sebelas orang peserta yang menyertai Hudhur r.a. adalah Dr Muhammad Sharif Sahib yang ikut bersama rombongan di dalam perjalanan itu atas biaya sendiri.

Kongres yang disebut Wembley Conference, akan saya sampaikan secara ringkas sejarah, latar belakang dan maksud-maksud Kongres itu diselenggarakan. Pada awal tahun 1924 seorang pemimpin Socialist bernama William Loftus Hare telah mengusulkan untuk diadakan sebuah Kongres Agama-agama bersamaan dengan diadakannya sebuah pameran terkenal Wembley Exhibition, dimana perwakilan-perwakilan dari berbagai Agama British Empire diundang menghadiri Kongres itu untuk menjelaskan dasar-dasar ajaran Agama mereka masing-masing.

Para penyelenggara Kongres termasuk beberapa orang Orientalists (para ahli Ketimuran) setuju dengan pendapat itu. Maka disusunlah sebuah panitya dibawah bimbingan seorang pemimpin dari The School of Oriental Studies of the London University untuk mengadakan persiapan sangat luas dan besar sekali untuk mengadakan Kongres itu. Tempat untuk menyelenggarakan Kongres itu telah ditetapkan di gedung Imperial Institute dan waktunya telah ditetapkan pada tanggal 22 September sampai tanggal 3 Oktober 1924. Panitya Kongres telah memilih para wakil dari Agama-agama: Hinduism, Islam, Buddhism, Zoroastrianism, Jain, Sikhism, Sufism, Brahmo Samaj, Arya Samaj, Confucianism dan sebagainya. Pada zaman itu Hadhrat Maulwi Abdul Rahim Nayyar Sahib r.a. telah bertugas di London semenjak permulaan tahun 1923, akan tetapi beliau tidak tahu-menahu adanya proposal untuk menyelenggarakan Kongres Agung Agama-agama itu. Ketika Panitya telah selesai memilih para pembicara untuk Kongres itu, semua persiapan sudah rampung dan sebagian waktu dari tahun 1924 sudah lepas, Hadhrat Maulwi Abdul Rahim Nayyar Sahib r.a. baru mendengar tentang akan diselenggarakannya Kongres itu. Beliau segera pergi menjumpai joint secretary of the committee (sekretaris perhubungan) M. M Sharples, yang setuju bahwa titik pandangan Ahmadiyya tentang Islam harus di-ikut sertakan di dalam Kongres itu. Ketika masalah itu sedang dibahas oleh Panitya, naib Presiden-nya, Dr Sir Thomas W Arnold menyarankan untuk menentukan pembicara di dalam Kongres itu agar berunding dengan Nayyar Sahib, mereka sangat terkesan oleh kharisma dan ilmu pengetahuan Hadhrat Maulwi Sahib. Zaman sekarang kadang-kadang kita hilang harapan dan berkata; Ah, sudah terlambat, sekarang tidak bisa lagi, apa yang akan dibuat. Namun, pada waktu itu sekalipun segala sesuatu untuk menyelenggarakan Kongrs itu sudah rampung semua, Hadhrat Maulwi Nayyar Sahib r.a. dengan berani pergi untuk berjumpa Panitya dan meyakinkan mereka semua, kemudian mereka itu mempertimbangkan kembali program itu bersama beliau. Untuk wakil dari Hinduism, Buddhisme dan Sufism telah dimusyawarahkan dengan Hadhrat Maulwi Nayyar Sahib r.a. Beliau mengusulkan Hazrat Sufi Roshan Ali Sahib untuk wakil dari Sufism. Dan beliau juga memberitahukan bahwa Hazrat Sufi Roshan Ali Sahib bisa hadir jika ada restu dari Hazrat Mirza Bashiruddin Mahmood Ahmad, Khalifatul Masih II r.a. Ketika nama ini diusulkan kepada Panitya, Dr Arnold beserta yang lain-lainnya dengan sangat tulus dan semangat hati penuh kecintaan agar Hazrat Khalifatul Masih II r.a. diundang untuk menghadiri Kongres dengan permohonan agar beliau membawa Hazrat Sufi Roshan Ali Sahib. Jadi undangan telah diterima oleh Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. dari para tokoh terkenal Orientalists Britania itu.

Sebagaimana telah saya katakan bahwa undangan mereka itu telah dikabulkan oleh Hazrat Khalifatul Masih II r.a. setelah dipertimbangkan dengan seksama dan dengan keputusan yang matang. Hazrat Khalifatul Masih II r.a. mulai menyusun karangan yang akan dibacakan di dalam Kongres itu. Pekerjaan terjemah dan revisi karangan beliau telah dipercayakan kepada Chaudhary Zafrulla Khan Sahib, Maulwi Sher Ali Sahib dan Hadhrat Mirza Bashir Ahmad Sahib r.a. Akan tetapi karangan yang telah disusun itu sangat panjang sekali, tidak patut untuk dibacakan seluruhnya sedangkan waktu yang diberikan juga tidak begitu panjang. Dan tidak munasabah juga jika ringkasannya saja dibacakan. Oleh sebab itu telah diputuskan untuk menyusun karangan baru, dan Hazrat Khalifatul Masih II r.a. menyusunnya kemudian diterjemahkan kedalam Bahasa Inggeris. Kemudian Hudhur r.a. berangkat untuk menempuh perjalanan ke London.

Tanggal 23 September 1924 Kongres dimulai. Hari itu, yakni tanggal 23 September 1924 adalah hari keemasan bagi perjalanan Hudhur ke Eropah ketika karangan Hudhur r.a. yang sangat luar biasa dan tidak ada tandingannya itu dibacakan di Wembley Conference (Kongres Wembley). Dengan dibacakannya karangan beliau itu kemasyhuran Islam dan Ahmadiyya mulai bersemi di Negera Eropah. Amanat Islam yang sejati telah disampaikan dalam standar yang tepat kepada mayarakat Eropah. Hadhrat Masih Mau’ud a.s. melihat pemandangan sebuah Kasyaf bahwa beliau sedang menyampaikan pidato di kota London, yang telah diceritakan juga oleh Hadhrat Khalifatul Masih II r.a. di dalam pidato beliau itu, pada hari itu betul-betul telah sempurna.

Dikatakan bahwa waktu untuk membacakan karangan itu dimulai pukul 5 petang. Orang-orang telah duduk terus-menerus selama dua setengah jam mendengarkan berbagai karangan tentang Islam. Ketika sudah tiba waktunya untuk Hudhur r.a. menyampaikan pidato, bukan hanya hadirin tetap duduk ditempat mereka masing-masing, melainkan banyak lagi orang-orang mulai berdatangan masuk kedalam ruangan Kongres itu sehingga menjadi penuh sesak dan padat, padahal para hadirin tidak begitu benyak jumlahnya untuk mendengarkan pidato-pidato sebelumnya. Pimpinan Kongres, Sir Theodore Mersin mula-mula memperkenalkan profile Hudhur r.a. kepada hadirin, kemudian dengan sangat hormat dan adab sekali beliau memohon kepada Hazrat Khalifatul Masih II untuk menyampaikan pidato di depan hadirin Kongres. Beliau yang sudah siap berada di atas panggung bersama para pengiring beliau, berdiri dan menyampaikan pidato singkat di dalam Bahasa Inggris beliau bersabda: “ Mr Presiden, saudara dan saudari-saudari! Sebelumnya saya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang telah menanamkan pikiran di dalam hati para penyelenggara Kongres ini agar manusia merenungkan dan menaruh perhatian terhadap Agama setelah mendengar berbagai pidato tentang ajaran berbagai macam Agama, maka Agama apa yang harus diterima. Sekarang saya minta kepada murid saya Chaudhry Zafrulla Khan Sahib, Bar-at-law untuk membacakan karangan saya. Saya tidak biasa membacakan pidato seperti ini walaupun di dalam Bahasa saya sendiri, sebab pidato saya selalu tanpa persiapan dan tanpa tex sampai enam jam lamanya. Masalah Agama tidak berakhir di sini dalam dunia, melainkan berjalan terus sampai ke dunia berikutnya yakni alam akhirat. Dan kegembiraan serta ketenteraman hati manusia berkaitan erat dengan Agama. Oleh karena itu saudara-saudara semua perhatikan dan pikirkanlah dengan sebaik-baiknya dan saya harap saudara-saudara semua akan mendengarkannya dengan penuh perhatian.

Chaudhry Zafrulla Khan Sahib telah membacakan karangan itu kira-kira satu jam lamanya, dengan gaya dan intonasi yang sangat berwibawa, walaupun pada waktu itu beliau mendapat ganguan sakit tekak (tenggorokan), akan tetapi berkat pertolongan dan dukungan Allah Ta’ala yang khas dan dengan cara yang sangat jitu dan berwibawa sekali karangan itu telah beliau bacakan. Hazrat Khalifatul Masih II r.a. bersabda di satu tempat bahwa sekalipun Chaudhry Zafrullah Khan Sahib yang membacakan karangan itu, namun sebenarnya lidah saya berbicara. Bukan lidah Chaudhry Zafrulla Sahib yang membacakan karangan itu melainkan lidah saya. Walhasil, para hadirin dengan tekun dan penuh perhatian mendengarkan pidato itu, terpesona, seolah-olah mereka mabuk berkat daya tarik pidato itu. Mereka nampak seakan-akan semuanya orang-orang Ahmady. Semua hadirin duduk terpesona mendengarkan pidato sampai akhir. Apabila pidato menyentuh masalah tentang Islam yang dirasakan baru bagi mereka, banyak diantara hadirin duduk diatas kursi terpukau dengan perasaan gembira dan suka-cita. Misalnya tentang perbudakan, riba, polygamy dan sebagainya dipaparkan sangat jelas sekali. Bagian pidato ini disimak oleh para hadirin laki-laki maupun perempuan dengan sangat menarik dan penuh perhatian. Dalam waktu satu jam Pidato selesai disampaikan. Para hadirin bertepuk tangan lama sekali dengan perasaan penuh semangat dan gembira sekali, sehingga pimpinan Kongres Sir Theodore Mersin terpaksa menunggu beberapa menit untuk menyampaikan tanggapan dan kata-kata akhir penutupannya. Karangan beliau itu dapat dibaca di dalam Kitab Anwarul Ulum jilid 8.

Ringkasan pidato Hazrat Muslih Mau’ud r.a. itu adalah pertama, menguraikan dasar-dasar didirikannya Jema’at Ahmadiyya pada tahun 1889 dan penda’waan Hadhrat Masih Mau’ud a.s. sebagai Mahdi yang dinubuatkan oleh Hadhrat Rasulullah saw. Sangat jelas sekali diterangkan penda’waan beliau a.s. sebagai Al Masih yang nubuatan-nya terdapat di dalam Injil dan juga Buku-buku Agama Islam. Dan disebabkan da’wa-da’wa itu beliau harus menghadapi perlawanan keras dari berbagai penjuru. Para Ulama Islam juga melakukan perlawanan yang sangat dahsyat sekali. Akan tetapi sekalipun keras dan dahsyatnya perlawanan-perlawanan itu orang-orang yang bertabi’at baik mulai berdatangan menjadi pengikut beliau dan dengan karunia Allah swt Jema’at telah berdiri dan Jema’at ini lambat-lambat mulai berkemang di berbagai Negara di seluruh dunia. Ringkasan atau titik-titik dasar pidato Hazrat Khalifatul Masih II r.a. yang saya kemukakan ini telah disampaikan selama waktu satu jam. Dan pertama yang ditulis mengenai Jema’at Ahmadiyya Islam sejati, merupakan sebuah judul yang cukup panjang bisa disusun menjadi sebuah buku. Setelah itu Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. menjelaskan bahwa setelah Hadhrat Masih Mau’ud a.s. wafat Nizam Khilafat dibentuk di dalam Jema’at Ahmadiyya. Dan dibawah Khilafatlah ini didirikan Missi-missi Jema’at Ahmadiyya di berbagai Negara di dunia. Orang-orang dari berbagai Mazhab dan Agama mulai menggabungkan diri masuk kedalam Jema’at Ahmadiyya Islam sejati. Kemudian memberitahukan bahwa Hadhrat Masih Mau’ud a.s dengan jelas telah bersabda bahwa dunia sangat memerlukan kedatangan Masih Mau’ud. Sebab sebagaimana telah dinubuatkan bahwa inilah zaman turunnya Masih Mau’ud itu dengan tanda-tandanya telah menunjukkan dengan jelas. Kemudian dijelaskan bahwa Hadhrat Masih Mau’ud a.s. juga telah bersabda bahwa Allah Ta’ala bercakap-cakap dengan hamba-hamba-Nya yang baik dan soleh dan mendengar do’a-do’a mereka. Allah Ta’ala Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dengan mengutus Masih Mau’ud a.s. di zaman ini juga telah memberi fasilitas bagi perbaikan Dunia. Pada zaman ini juga Hadhrat Masih Mau’ud a.s. telah membuktikan existensi Allah Ta’ala dengan meyakinkan manusia beriman kepada-Nya, dengan membuktikan Tauhid-Nya, dan dengan menjalinkan hubungan dengan-Nya. Dan telah memberi tahu dengan jelas bahwa jika sebuah Agama tidak mampu memperkenalkan manusia dengan wujud Allah Ta’ala secara sempurna maka ia tidak patut disebut sebuah agama. Kemudian Hadhrat Muslih Mau’ud r.a di dalam isi pidato beliau telah menjelaskan kedudukan para Anbiya dan hubungan dengan Allah Ta’ala demi kemajuan ruhani manusia. Selanjutnya beliau juga menjelaskan bahwa Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dengan penuh hikmah dan dengan pandangan jauh bahwa Alqur’anul Karim adalah Kitab Syari’at terakhir dan paling sempurna. Akan tetapi hal itu bukan berarti bahwa akal manusia telah sampai kepada puncak akhir kemajuannya. Melainkan keindahan Alqur’an sebagai Kitab terakhir adalah di dalamnya terpendam khazanah ilmu pengatahuan yang sangat dalam yang diberikan kepada orang yang betul-betul serius menela’ah dan mendalaminya. Dan dimana manusia berusaha menela’ahnya dengan sangat serius yang membawa kepada kemajuan ruhaninya, di sana juga memberi fasilitas kepadanya untuk mencari materi duniawi yang tersembunyi di dalam Al Qur’an sesuai dengan kemampuan dan kesenangannya. Selanjutnya Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. bersabda bahwa Al Qur’anul Karim membantah semua tuduhan dan kritikan bahwa Islam disebarkan melalui kekerasan atau dengan pedang, sebagai dalillnya dikemukakan ayat laa ikroha fiddin bahwa di dalam agama tidak ada paksaan sebagai bukti. Perang diizinkan hanya di waktu ada usaha manusia untuk merugikan dan menghancurkan Agama Islam. Di dalam pidato beliau itu telah dijelaskan berbagai macam perkara tentang ajaran Islam, misalnya perbudakan, riba, polygamy, talaq, ajaran akhlaq dan kehidupan sesudah mati, semua dijelaskan sesuai dengan pandangan ajaran Agama Islam. Kemudian menjelaskan bukti-bukti kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dan menjelaskan tanda-tanda Ilahi yang mendukung beliau a.s. Kemudian sehubungan dengan itu Hadhrat Muslih Mau’ud r.a menerangkan sebuah ru’ya Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bahwa beliau a.s. berdiri di atas sebuah panggung di London sedang menyampaikan pidato mengenai kebenaran Agama Islam setelah itu beliau menangkap beberapa ekor burung. Beliau mentawilkan ru’ya itu bahwa ajaran beliau akan ditablighkan di London. Dan melalui beliau a.s. banyak manusia akan masuk Islam. (Tazkirah hal.239 Edisi 2009) Ta’wil pertama dari ru’ya itu telah sempurna di waktu Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. menyampaikan pidato di London. Kemudian Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. dengan mengutip sabda Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda bahwa, jika manusia bersih dari kedengkian berdo’a selama 40 hari untuk memperoleh kebenaran, maka kebenaran itu akan terbuka kepadanya. Akhirnya Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. mengakhiri pidato beliau dengan seruan sebagai berikut : “ Saudara-saudara dan saudari-saudari-ku! Cahaya Tuhan telah memancar dengan sinar cemerlang bagi anda semua. Dan disebabkan bertukarnya zaman timbul anggapan yang aneh bahwa hal itu adalah cerita roman belaka, dan sekarang telah zahir dengan nyata dihadapan mata kepala anda semua. Manifestasi kemuliaan Tuhan telah dizahirkan dihadapan anda semua melalui seorang Nabi. Ya, seorang Nabi yang kebangkitannya semenjak Nabi Nuh sampai kepada Muhammad saw, semua para Nabi sebelumnya juga, Tuhan telah membuktikan sebuah kenyataan bagi anda sekalian bahwa Aku bukan hanya Tuhan mereka yang sudah mati, melainkan Aku Tuhan bagi mereka yang masih hidup. Dan bukan hanya Tuhan bagi mereka yang sudah berlalu sebelumnya, melainkan Tuhan bagi mereka yang akan datang kemudian. Maka, terimalah cahaya ini dan sinarilah kalbu-kalbu anda semua dengan cahaya ini. Saudara-saudara dan saudari-saudari-ku! Kehidupan ini hanya sementara. Akan tetapi betapa salah jika kita menganggap bahwa setelah kehidupan ini diikuti dengan kemusnahan. Kemusnahan bukanlah suatu benda, ruh diciptakan bukan untuk kemusnahan melainkan diciptakan untuk kehidupan yang langgeng, untuk salama-lamanya. Semenjak waktu kelahiran, manusia mulai melangkahkan kaki diatas jalan yang tidak akan mengenal akhir. Tidak lain, kecuali kematian menjadi sumber percepatan langkah-nya. Mengapa saudara-saudara berusaha terus-menerus tanpa berhenti berlomba-lomba satu sama lain demi sesuatu yang kecil dan meninggalkan sepenuhnya perlombaan yang sangat besar dengan generasi yang sudah lampau, yang sekarang dan dengan mereka yang akan datang yang akan terpaksa mengambil bagian di dalamnya? Apakah saudara-saudara tidak tahu, di Timur telah dibangkitkan seorang Utusan dan dengan perantaraannya Tuhan telah menyampaikan kebenaran sampai kedepan pintu rumah saudara-saudara. Syukurilah karunia Tuhan itu dengan hati yang tulus-ikhlas, agar saudara-saudara menerima karunia yang lebih banyak lagi, dan majulah sambil berlari kehadapan untuk meraih rahmat-Nya agar kecintaan-Nya terhadap saudara-saudara semakin bergelora. Mengapa saudara-saudara tidak memandang benci terhadap semua barang-barang memabukkan yang menimbulkan kemalasan terhadap otak, merasa puas dengan ajaran-ajaran yang tidak membawa faedah dan menekan kerinduan ruh? Saudara-saudara tentu menolak sujud dihadapan patung-patung, namun bagaimana saudara-saudara sujud dihadapan patung khayalan wujud tuhan, yang sedikitpun tidak memberi tanda kehidupan. Marilah saudara-saudara, dan minumlah syarbat Ilahi yang membawa kehidupan yang telah Tuhan sediakan bagi saudara-saudara; minuman syarbat ini tidak merusak akal-pikiran, melainkan memperkuatnya. “Bergembiralah, hai pengiring pengiring pengantin perempuan! Dan kumandangkanlah nyanyian yang menggembirakan, sebab pengantin laki-laki sudah datang!” (kata-kata ini dikutip dari Bibel) Yang dulu dicari sekarang sudah datang. Yang dulu ditunggu-tunggu, sampai mata mereka mulai sayup-sayup, sekarang dia sudah datang dan membuat mata kalian bercahaya. Mubaraklah dia yang datang atas nama Tuhan. Sungguh mubarak orang yang datang atas nama Tuhan. Mereka yang mendapatkannya, mendapatkan segala-galanya, dan mereka yang tidak dapat melihatnya, sedikitpun tidak dapat melihatnya. Wa akhirul da’wana anil hamdulillahi Rabbil ’Alamin! Sampai disitu berakhirlah pidato beliau.

Jadi, dengan sangat bijaksana dan sangat berani Hazrat Muslih Mau’ud r.a. telah menjelaskan keindahan dan kemuliaan ajaran Islam dan juga mengundang orang-orang menerima Islam. Sebagaimana telah saya katakan bahwa pidato itu disampaikan selama satu jam lebih, yang sangat ringkas dan titik-titik penting sekali dari pidato beliau telah saya sampaikan dan pidato itu sungguh maqbul dan sangat mengesankan sekali hati para hadirin. Saya ingin menceritakan bagaimana sambutan dan kesan-kesan dari para hadirin, sebagai berikut;

Pimpinan Kongres, Sir Theodore Mersin berkata, yang telah dilaporkan di dalam Al Fazl, dengan dibacakannya karangan Mirza Bashir ud Din Ahmad Sahib Imam Jema’at Ahmadiyya membuktikan bahwa Islam adalah sebuah Agama yang hidup yang mengenai pembaharuannya para cendekiawan tingkat tinggi melakukan penela’ahan secara terus menerus. Mirza Bashiruddin Sahib yang didampingi oleh para pengikut beliau yang memakai sorban berwarna hijau berkata, bahwa Jema’at Ahmadiyya adalah sebuah Jema’at penting untuk menciptakan pembaharuan di dalam Islam seperti Jema’at Isa a.s. di dalam Jema’at Musa a.s. Tujuannya adalah bukan untuk memberlakukan suatu hukum atau syari’at baru, melainkan untuk menyebarkan ajaran Islam yang benar dan sejati.

Kemudian Pimpinan Kongres, Sir Theodore Mersin berkata, bagi saya tidak perlu berkata banyak bahwa kelebihan atau ketinggian isi pidato dan ukuran keindahannya, karangan itu sendiri telah mebuktikannya. Saya dari pihak pribadi dan dari semua hadirin mengucapkan terima kasih banyak kepada Hazrat Muslih Mau’ud yang dengan sangat indah dan istimewa sekali dalam cara-cara mengemukakan dalil dan sangat istimewa sekali dalam mengemukakan dan menguraikan buah pikiran di dalam pidato itu. Dari wajah para hadirin menunjukkan sangat setuju sekali dengan apa yang saya katakan. Dan saya yakin bahwa mereka juga menyatakan bahwa saya sungguh benar dalam menyampaikan rasa terima kasih ini dan saya melakukan tugas menyampaikan pesan-pesan mewakili mereka. Kemudian sambil menghadap kearah Hudhur berkata:” Saya mengucapkan selamat dari dalam lubuk hati saya atas berhasilnya menyampaikan naskah pidato itu dan naskah yang telah disampaikan itu adalah yang paling baik dan paling indah dari antara semua yang telah dibacakan hari ini. Apakah tuan tidak mengira bahwa tuan telah datang kesini untuk kesuksesan yang diperoleh hari ini? Setelah Kongres selesai Sir Theodore Mersin berdiri lama sekali diatas panggung sambil bercakap-cakap dengan Hazrat Muslih Mau’ud r.a. dan berulang kali memuji keindahan dan keistimewaan naskah pidato itu.”

Bagian ini saya beritahukan sebab di dalam naskah pidato itu Islam telah ditablighkan dan pada bagian akhirnya dibacakan karena di dalamnya telah diterangkan dengan jelas bahwa Isa Masih yang akan datang di akhir zaman ini sudah datang. Pimpinan Free Church Dr Walter Wash seorang orator besar yang dikagumi dalam mengemukakan kesan-kesannya berkata: ‘Saya sangat beruntung sekali bahwa hari ini saya telah mendapat kesempatan untuk mendengarkan pidato ini.’ Kemudian seorang professor of law berkata: ‘Ketika saya sedang mendengarkan pidato itu saya merasa bahwa seakan-akan hal itu adalah permulaan dari pada era baru. Jika tuan-tua membelanjakan wang beribu-ribu pound dalam suatu cara lain, tidak akan dapat meraih sukses besar seperti ini. Seorang Pendeta berkata; “Tiga tahun yang lalu saya melihat sebuah mimpi bahwa Hadhrat Masih datang kesini bersama 13 orang hawary beliau. Sekarang saya sudah melihat bukti sempurnanya mimpi itu.” Sebelumnya telah saya jelaskan bahwa di dalam rombongan Hudhur itu semuanya 12 orang. Namun seorang lagi termasuk di dalam rombongan itu adalah Hadhrat Chouhdry Muhammad Zafrullah Sahib jadi lengkap semuanya 13 orang. Miss Sharples, the conference secretary berkata, orang-orang sangat memuji keindahan dan keistimewaan Naskah Pidato iti. Katanya seorang telah berkata bahwa His Holiness (yakni Hudhur) nampaknya adalah Luther untuk zaman ini. Ada juga yang berkata, ‘ada api di dalam diri beliau’ ada lagi yang berkata, Naskah Pidato itu yang paling baik.’

Setelah Kongres berakhir, seorang Proffessor German sambil berjalan di atas jalan tampil kemuka kemudian meghormat Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. dan berkata bahwa very important Englishman duduk dekat dengannya yang selalu berkata sambil memukul lututnya, ini ide sangat agung sekali, tiap hari manusia tidak dapat mendengar ide sangat agung seperti itu. Banyak lagi katanya, yang secara langsung memuji: ‘what a beautiful and true principle.’yakni alangkah indah dan benar dasar-dasar akidah ini! Mr Lane seorang Officer tinggi di dalam Office India mengakui bahwa naskah pidato Hadhrat Muslih mau’ud r.a. sangat istimewa dan paling baik diantara semua.

Bhai Abdul Rahman Qadiani mengatakan, seseorang telah datang kepada Hazrat Muslih Mau’ud r.a. dan berkata, saya bekerja 30 tahun di India. Saya mempelajari keadaan orang-orang Muslim dan dalil-dalil Muslim, sebab saya tinggal sebagai seorang Missionary di India. Akan tetapi naskah pidato yang telah disampaikan Tuan hari ini begitu indah, bersih dan mengesankan sekali, sebelum ini saya tidak pernah mendengarnya dimanapun juga. Setelah mendengar pidato itu, baik dari segi pemikiran, susunannya dan dalil-dalilnya sangat menarik dan mengesankan sekali. Seorang lain lagi yang datang dari Prancis sengaja datang untuk mendengarkan pidato berkata, Sebelum ini saya lebih menyukai Islam dari pada Kristen. Akan tetapi lebih menyukai Budhism dari pada Islam. Setelah mendengar pidato Hazrat Muslih Mau’ud dan tentang Budhism juga sudah saya dengar, maka saya akui sesungguhnya Islam adalah Agama yang paling baik diatas semua Agama. Saya sangat terkesan sekali oleh keindahan Islam yang telah dilukiskan dengan gaya dan cara yang sangat menarik sekali, tidak ada Agama apapun yang dapat menandinginya. Sekarang tertanam kesan-kesan yang sangat dalam sekali di dalam kalbu saya. Banyak sekali perempuan-perempuan juga telah adir di dalam Kongres itu dan beberapa orang telah mengemukakan kesan-kesan mereka. Ada seorang yang berkata katanya, di dalam diri ‘orang ini mengandung api.’ Selanjutnya M. Sarples salah seorang sekretaris di dalam panitya Kongres itu berkata: Ada seorang lelaki Inggeris datang kepada saya dan berkata katanya, sekalipun saya tidak diundang untuk minum teh tapi jika diizinkan saya akan masuk, sesungguhnya saya ingin bertemu dengan orang yang telah datang dari India untuk mengemukakan Agama Islam dan beliau Pemimpin orang-orang Ahmady. Kemudian orang itu bertemu dengan Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. bercakap-cakap dengan beliau, kemudian sambil menghadap kepada Maulvi Mubarak Ali Sahib berkata; “ Saya telah mendengar naskah Budhism juga dan naskah agama lain juga. Akan tetapi naskah pidato beliau jauh lebih baik dari semua naskah.” Seorang bangsa German yang menjadi proffessor di Negeri ini, ketika Hudhur r.a. sedang berjalan di atas jalan orang itu tampil kemuka kemudian mengucapkan mubarak kepada Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. dan berkata, di dekat saya duduk orang-orang besar Inggeris, saya lihat kebanyakan mereka berkata sambil memukul lutut mereka: ”Rare ideas! One cannot hear such ideas every day!” Yakni, ‘Sangat jarang sekali pemahaman seperti ini! Setiap orang tidak bisa mendengar setiap hari pemahaman seperti ini!” Banyak orang tanpa terkendali berkata:”What’s beautiful and true principles! Yakni, Betapa indahnya dan betapa benar akidah ini !! Proffessor German itu sendiri berkata: “Hal ini merupakan kesempatan baik bagi orang-orang Ahmady untuk meningkatkan pemikiran. Dan ini suatu keberhasilan yang luar biasa, jika tuan-tuan membelanjakan wang beribu-ribu pound dalam suatu cara lain, tidak akan dapat meraih sukses besar seperti ini.” Telah diceritakan tentang Mr Lane dari India Office seorang petinggi besar di Office itu, menghadiri Kongres itu dan telah mendengar pidato, namun isteri beliau tidak dapat hadir. Sampai dirumah diceritakannya betapa sukses dan sangat popular pidato di dalam Kongres itu kepada isteri beliau. Maka isteri beliau datang pada hari berikutnya dan berjumpa dengan rekan-rekan sejawatnya, dan berkata bahwa suaminya telah memberi tahu betapa sukses dan popular pidato yang disampaikan itu.’ Seorang perempuan Atheist berkata bahwa dia telah mendengar uraian naskah itu sangat cemerlang dan buah pikirannya sangat luar biasa agung dan sungguh benar. Seorang perempuan Bahai setelah mendengar uraian naskah itu, pikirannya telah berobah. Katanya; Saya ingin mendengar pidato beliau lebih banyak lagi dan jika diberitahu kepada saya bila dan dimana pidato akan dilaksanakan maka saya pasti datang. Seorang perempuan Kristen bersama anak perempuannya telah menghadiri Kongres, berjalan mengikuti Hazrat Muslih Mau’ud r.a. dari belakang dan meminta untuk mengundang Huzur minum teh dirumahnya. Huzur tidak mengabulkan undangan itu dan menyatakan keberatan karena banyak kesibukan, namun perempuan itu dengan penuh hormat dan kecintaan tetap mendesak agar Hudhur berkenan mengabulkannya. Dan berkata, bilapun sempatnya kami sangat mengahrapkan Hudhur datang kerumah kami. Ada seorang lagi berkata, katanya naskah itu sangat indah dan menawan hati sekali sehingga lebih menawan dari pada hubbul watni (cinta kepada Negara).

Surat Kabar Manchester Guardian melaporkan liputan Kongres pada tanggal 24 September 1924 dan berkata:‘ Di dalam Kongres itu telah terjadi peristiwa yang sangat menggugah hati ketika sebuah golongan baru Islam telah diceritakan. Lafaz golongan baru kami gunakan demi kemudahan kami menyebutnya, jika tidak orang-orang ini tidak menganggap istilah ini betul. Menurut keterangan dari para pengikutnya, golongan itu didirikan 34 tahun yang sudah lalu oleh Masih yang telah dinubuatkan di dalam Bible dan buku-buku lainnya. Gerakan ini mengaku bahwa Allah Ta’ala melalui ilham-Nya yang sohih telah meletakkan fondasi Golongan ini dengan tujuan agar Manusia sampai kepada Allah Ta’ala melalui Islam. Seorang penduduk Negara Hindustan yang memakai sorban warna putih, wajahnya bercahaya, sangat ceriah, dan memlihara janggut hitam yang dijuluki His Holiness yakni Yang Mulia Khalifattul Masih, Al Haj Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad atau kata ringkasnya Khalifatul Masih, telah menyampaikan tantangan di dalam naskah pidatonya dengan tajuk ‘Ahmadiyya Movement in Islam’ salah seorang dari pengikut beliau dengan memakai kopiah Turky warna merah telah membacakan uraian naskah itu dengan nada dan jiwa yang sangat istimewa…naskah beliau itu kebanyakan menjelaskan perkara-perkara yang mendukung Islam dan telah diselesaikan dengan penuh semangat sekali. Yang telah mengundang hadirin untuk menerima Isa Masih baru dan ajarannya. Perlu dijelasan dsini bahwa pujian dan sambutan gegap gempita yang diterima oleh uraian naskah ini tidak diterima oleh naskah-naskah yang dibacakan sebelumnya.”

Bhai Abdul Rahman Qadiani melaporkan bahwa setelah penutupan pembacaan naskah itu disampaikan sebuah resolusi yang telah diluluskan dengan serempak dan kompak oleh seluruh hadirin, untuk naskah yang sarat dengan informasi, pemikiran luhur dan nasihat berharga harus dipersembahkan rasa syukur dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada His Holiness (Yang Mulia).

Seorang Proffessor yang penah menjadi Pendeta Utama mula-mula datang kerumah Missi kemudian ikut menghadiri Kongres. Beliau sangat terkesan sekali oleh uraian naskah itu. Dan beliau membeli beberapa buah Buku Jema’at juga. Diwaktu sedang mendengarkan pidato beliau berulang kali bergerak bangkit dari kursi beliau dengan penuh rasa gembira. Akhirnya berikrar: Saya akan menablighkan buah pikiran Islam. Pemikiran-pemikiran yang tercantum di dalam The Teachings Islam akan saya tablighkan kepada orang lain.

Jadi, naskah pidato yang telah dibacakan dan yang telah ditulis sebelumnya juga, kedua-duanya telah diterjemahkan kedalam Bahasa Inggeris. Walaupun kebanyakan jumlah angka Mission House atau karya Jema’at yang dijelaskan secara rinci di dalamnya adalah menurut keadaan pada zaman ketika naskah itu ditulis. Sekarang Jema’at sudah sangat maju sekali, akan tetapi keindahan uraian naskah itu, ilmu dan penjelasannya tetap tidak berobah. Oleh sebab itu orang-orang berbahasa Inggeris dan anak-anak muda kita yang menguasai Bahasa Inggeris harus membacanya. Semoga Allah Ta’ala menurunkan rahmat yang tidak terhingga kepada Hadhrat Muslih Mau’ud r.a. yang telah meninggalkan khazanah setiap subject ma’rifat ilmu pengatahuan yang tidak terhitung banyaknya bagi kita. Telah saya jelaskan di dalam Khutbah Jum’ah yang lalu bahwa beliau telah menyentuh setiap topic ilmu pengetahuan. Fazl e Umer Foundation juga harus berusaha dan mempercepat proses pekerjaan terjemah kedalam berbagai Bahasa di dunia. Mereka sedang berusaha namun kecepatan kerja sangat diperlukan.

Hari ini setelah sembahyang Jum’ah saya akan memimpin Salat Jenazah ghaib untuk Kamal Ahmed Krogh Sahib Denmark. Beliau lahir pada tahun1942. Setelah menamatkan pendidikannya beliau mengajar berbagai macam mata pelajaran sampai tahun 2003. Beliau masuk Islam pada tahun 1960 dan beliau salah seorang siswa Abdus Salam Madsen Sahib. Beliau sangat setia kepada Jema’at, mukhlis dan pencinta Jema’at sampai akhir hayatnya. Beliau memiliki kecintaan sangat dalam kepada Khilafat. Ketika saya berkunjung ke Denmark, sekalipun beliau sedang sakit, selalu datang untuk bertemu dengan saya. Beliau mengkhidmati Jema’at dalam berbagai bidang dalam kurun waktu yang cukup lama. Beliau sangat rajin sekali bertabligh. Isteri beliau berkata bahwa, apabila lambat pulang dari pekerjaan Jema’at, beliau mulai membuat rencana untuk meeting hari berikutnya dan terus duduk sambil menulis laporan sampai larut tengah malam yang akan beliau kirim kepada Amir Sahib dan akhirnya pergi tidur. Amir Sahib melaporkan bahwa beliau selalu membantu pekerjaan Jema’at dengan penuh ta’at dan setia. Ketika sebuah Qur’an terjemah Bahasa Danish dihadiahkan kepada Perdana Menteri Danish beliau juga hadir dan sesunguhnya beliaulah yang telah menguruskan pertemuan itu. Beliau selalu membuat program pendidikan dan training setiap hari Jum’ah petang bagi anak-anak muda. Beliau telah menulis banyak buku dan mengerjakan banyak karya terjemahan dan periksa ulang terjemahan buku The Philosophy of the Teachings of Islam kedalam Bahasa Danish. Beliau telah menyampaikan amanat Islam Ahmadiyyah kepada banyak sekali orang dalam tahun 1970. Di tahun 2004 beliau jatuh sakit karena stroke dan sekalipun dalam keadaan sakit tetap rajin datang untuk salat Jum’ah dan menghadiri pertemuan-pertemuan Jema’at. Beliau selalu bertanya tentang keadaan kesehatan Khalifa e waqt dalam emosi tingi. Pada tanggal 18 Februari 2014 belliau jatuh sakit dan wafat hari berikutnya tanggal 19 February 2014. Beliau meninggalkan seorang janda, seorang anak lelaki dan seorang anak perempuan. Isteri beliau juga banyak berkhidmat kepada Jema’at dan mengerjakan terjemahan juga. Krogh Sahib juga sangat dikenal dikalangan orang-orang non Jema’at dan mereka banyak meninggalkan pesan dan kesan melalui media electronic Bahasa Danish. Salah satu pesan mengatakan bahwa Krogh Sahib adalah seorang berjiwa besar dan selalu diberi pujian besar. Kamal Sahib seorang guru yang tidak akan pernah dilupakan. Seorang lagi memuji katanya, saya sangat terkesan oleh seorang guru seperti Kamal Ahmad Krogh. Beliau sangat baik dan sangat mukhlis. Ada lagi yang berkata, saya mempunyai banyak murid namun murid-murid saya selalu ingat dan memuji Kamal Krogh. Ada yang berkata, saya harap akan ada lagi jiwa di Denmark yang melanjutkan pekerjaan yang telah beliau rintis untuk membangun jembatan antara Danish dan Muslim immigrants. Beliau telah memulai menciptakan sebuah suasana untuk mengadakan dialog. Dikatakan bahwa persepakatan bersama yang telah dirintis bukan dipromosikan di dalam masyarakat kita justru sebaliknya ditaruhkan minyak didalam api. Semoga Allah Ta’ala meninggikan martabah beliau dan memberi keteguhan iman dan semangat serta keberanian kepada isteri dan semua putera-puteri beliau. Semoga Allah swt memelihara mereka dan selalu terikat dengan Jema’at. Amin !

Alihbahasa Hasan Basri