Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

21 Februari 2003 di Masjid Fadhl, London, UK.

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

          Pada khutbah hari ini akan diterangkan sifat-sifat شكورsyukuwr-Maha  menghargai(Maha berterimakasih) dan شاكرsyaakir– (Yang Bersyukur) Yang Berterimah kasih .. Insya-Allah,dalam kaitan ini pertama-tama saya akan memaparkan arti-arti   شكورsyukuwr dan شاكر-syaakir dari segi lughat.

          Hadhrat Imam Ragib bersabda:

 Memperhatikan/menjaga  nikmat dan menzahirkannya disebut شكرsyakara(syukur) .Lawannya ialah كفرkufrun, yang maksudnya ialah:lupa  terhadap nikmat dan menyembunyikan nikmat.

          دابة شكورdaabbatun syukuwr –disebut untuk   hewan yang “ sehat”nya   mengisyarahkan pada pemeliharaan   dengan perhatian sang pemiliknya. Dikatakan bahwa ini diambil dari عين شكرى-‘ainun syakra-Yakni, mata yang  penuh(indah)  sedemikian rupa yang dipenuhi linangan air mata karena teringat /terkenang akan orang yang memberikan hadiah..

          ناقة شكرةnaaqatun syakiratun-dikatakan  untuk unta yang teteknya penuh dengan air susu.

          Syukur mungkin diungkapkan dengan tiga cara: Pertama,syukur kalbu  –dengan  teringat akan nikmat-nikmat lantas  menjaga dan memperhatikannya; kedua, syukur tutur kata-memuji orang yang memberikan hadiah; ketiga, mensyukuri segenap organ tubuh,yakni sedemikian rupa menyempurnakan  imbalan,  yang  memang selayaknya memberikan imbalan  padanya. Sebagaimana  berfirmanاعْمَلُوا ءَالَ دَاوُدَ شُكْرًا Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur /sebagai rasa ungkapan syukur/terimakasih Saba’13

          Apabila Allah dinyatakan memiliki  sifat syukur/ tahu berterimakasih, maka maksudnya ialah Allah menganugerahkan pada hamba-hambanya hadiah (Mufradat) Nah, Allah pun juga شكورsyukuwr,Maha  berterimakasih, namun  tiada seorang hamba yang berbuat baik pada Tuhan, karena itu syukuwr disini dalam arti bahwa Dia secara luar biasa menerima pengurbanan-pengurbanan sederhana hamba-hamba-Nya dan  memberikan jauh lebih banyak dari sebelumnya.

          Imam Ibnu Manzur dalam Lisanul-Arab menulis :الشكور-Al-Syukuwr merupakan  sifat Tuhan yang  maksudnya ialah bahwa amal seorang hamba yang sedikit sekalipun  disisi-Nya terus bertambah  dan Dia memberikan ganti yang berlipat ganda dan syukur-Nya pada hambanya ialah, Dia memaafkannya. (لسان العرب )

          Sejumlah hadist terkait dengan syukur: Hadhrat Nu’man Bin Basyir r.a meriwayatkan bahwa Huzur saw sambil berdiri di mimbar bersabda: Barangsiapa yang tidak bersyukur/berterimakasih  pada (ni’mat) yang sedikit dia tidak bersyukur pada  ni’mat yang banyak ; dan barangsiapa yang tidak bersyukur/berterimahkasih  pada hamba-hamba maka diapun  tidak berterimakasih pada Tuhan. Senantiasa mengingat akan ni’mat-ni’mat Allah  merupakan tanda terima kasih dan tidak menyebutnya merupakan kekufuran,yakni pembangkangan/tidak menghargai. Jemaat merupakan sebuah rahmat dan perpecahan /berceraiberai merupakan azab.مسند احمد بن حنبل,jilid 4 hal 275

          Terdapat  sebuah riwayat dari Hadhrat Asy’ats bin Qais r.a.bahwa Rasulullah saw bersabda; Seorang hamba yang paling banyak berterimakasih pada Allah diantara orang-orang ialah seorang hamba diantara mereka yang paling banyak  berterima kasih pada orang-orang.المعجم الكبير للطبرنى  hal 648

          Hadhrat Ummulmu’minin Hadhrat Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw di malam hari sedmikian  panjangnya melakukan shalat sehingga kaki beliau senantiasa menjadi bengkak. Melihat itu saya bertanya,ya Rasulullah saw ! apakah berkenaan dengan Tuan Tuhan tidak berfirman bahwa semua dosa-dosa Tuan telah  dimaafkan ,sebelumnya juga dan sesudahnya juga,maka kenapa Tuan melakukan shalat pada malam hari sedemikian panjang ?  Apakah saya tidak harus menjadi seorang hamba yang bersyukur ? Dia wujud Yang sedemikian rupa berbuat baik kepada saya,lalu apakah sebagai ungkapan rasa terima kasih pada-Nya saya  tidak senantiasa  melakuakan shalat ?  بخارى كتاب التفسير سوره الفتح  لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ  )

          Tertera dalam sebuah hadis bahwa jika Tuhan ingin memberikan kebaikan dan berkat  pada suatu kaum maka Dia menambahkan umurnya dan mengajarkan padanya bagaimana cara  melakukan terima kasih.

كنز العمال  jilid 2 hal. 53 Jadi seni bagaimana berterima kasih pada Tuhan –pun dari Tuhanlah itu dianugerahkan. Jika Dia mengajarkan maka manusia baru bisa berterima kasih, kalau tidak manusia tidak akan mengetahui bagaimana cara supaya bisa berterima kasih.

          Diriwayatkan dari Hadhrat Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah saw datang  ke Madinah .Beliau melihat bahwa  orang –orang Yahudi melaksanakan  puasa di hari Asyurah. Maka beliau bertanya,kenapa kalian melakukan puasa di hari itu ? “ Ini merupakan hari yang sangat agung “ jawab mereka . Sebab, Allah telah menyelamatkan nabi Musa dan kaum beliau; karena itu,sebagai rasa sykur  Hadhrat Musa a.s.  melakukan puasa pada  hari itu, maka  kamipun melakukan puasa pada hari itu. Lalu Rasulullah saw bersabda: Musa lebih dekat dengan kami ketimbang kalian. Oleh karena itu kami pun akan senantiasa berpuasa pada hari itu. Jadi, karena itu sesudahnya Rasulullah saw  melakukan puasa pada bulan Asyurah.مسلم كتاب الصيام-Muslim Kitab-ul-Shiyam

          Tertera dalam sebuah hadis bahwa pada hari kiamat akan dipanggil حمادونhammaaduwn berdirilah.orang-orang akan  bertanya,siapakah حمادونhammaduwn.   Sebuah bendera akan ditancapkan dan حمادونhammaduwn akan dimasukkan ke dalam surga. Orang-orang bertanya ,ya Rasulullah saw !  حمادون   hammaduwn  ini siapa mereka  ?  Beliau bersabda,bahwa mereka itu adalah orang-orang  yang  dalam kondisi apapun mereka bersyukur/berterima kasih pada Tuhan.

          Hadhrat Umar bin Syuaib dari bapaknya dan dia meriwayatkan dari kakeknya bahwa Rasulullah saw bersabda: Allah sangat senang melihat  karunia dan tanda nikmat-Nya pada hamba-hamba-Nya.ترمذى كتاب الادب باب ان الله يحب ان برى اثر نعمته على عبدهtirmidzy kitab-ul adab bab innallaha yuhibba-an yara atsara nikmatahu ‘ala ‘abdihi     

          Kini lihatlah, ada sebuah golongan menamakan diri mereka sufi yang dengan sengaja menggunakan pakaian  buruk dan kotor  supaya orang –orang jangan ada yang mengetahui bahwa mereka  itu siapa ? Ini merupakan gerakan /prilaku yang sangat tidak layak. Allah sangat senang   apabila Dia menganugerahkan nikmatnya maka  nikmatnya  dizahirkan oleh hamba-Nya. Inilah cara Rasulullah saw,terkadang  beliau diberikan pakaian yang bagus kemudian  beliau menggunakan pakaian itu . Merupakan hal  terpisah jika apabila sejumlah sahabah meminta pakaian itu supaya bersama mereka  menjadi kain kapan mereka.Tetapi,dalam setiap kondisi  Rasulullah saw tidak menghindarkan  diri dari itu,bahkan beliau bersabda: Yang terbaik dari semua yang merupakan ganjaran ialah  doa  جزاكمالله احسن الجزاjazakumullahu ahsanaljazaa-Semoga Allah menganugerahimu ganjaran yang terbaik/baik  atau جزاكم الله خيراjazaakumullahu khaira-Barangsiapa yang mengatakan itu dia telah memaksimalkan syukur.ترمذى كتاب البر والصله

          Kini banyak hadiah-hadiah yang orang-orang bawa kepada saya

Perempuan-perempuan   memasak makanan lalu mengirimkannya kepada saya.Saya ingin memberikan gantinya  dengan yang lebih baik, tetapi untuk saya hal itu tidak mungkin sebab jumlahnya sangat banyak. Maka sayapun sesuai dengn hadis inilah saya mendoakan doa  احسن الجزا-ahsan-al- jaza ganjaran/imbalan terbaik

          Hadhrat Ummu-l-mu’miniyn Hadhrat Aisyah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda: Barangsiapa yang berbuat baik padanya maka sebagai gantinya seyogianya  dia memperlakukannya  serupa itu. Dan barangsiapa yang tidak mampu melakukan  seperti itu, maka sebutlah dia dengan ungkapan  yang baik. Barangsiapa yang menyebutnya dengan ucapan yang baik maka seakan-akan  dia telah berterima kasih padanya . Barangsiapa yang ingin memenuhi perutnya dengan nikmat   yang dia tidak bisa capai maka perumpamaannya seperti seorang  yang menggunakan kain yang sudah disiapkan dari kedustaan.مسند احمد بن حنبل   jilid 6 Cetakan Bairut

          Hadhrat Khalifaat-ul-Masih awwal  bersabda:

Senantiasa ingatlah  pada hadiah-hadiah/pemberian-pemberian seseorang maka akan terlahir kecintaan di dalam hatinya. Hadhrat Masih Mauud a.s. pernah pada suatu ketika memanjatkan doa dengan  penuh keresahan  sbb:

ا      مير     محسن   ا ور    مر    خدا  مين  تيرا   نا كاره بنده بر معصيت اوربر غفلت هون .

تو   مجه    ظلم بر ظلم  ديكها اور انعام بر انعام كيا  كناه بر كناه ديكها  اور  احسان بر احسان كيا  تو     هميشه ميرى برده يوسى كى اور ابنى ب   شمار نعمتون     مجه متمتع كيا .سو اب مجه  نا لائق اور بر كناه بر رحم كر اور اور ميرى ب   باكى اور نا سباسى كو معاف برما  ازر مجهكو ميرى ا س غم  س   نجات بخش بجز  تير   جاره  كوئى نهين . آمين ثم آمين

ee …mere muhsin aur  mere khudaa mae tera naa kaarah bandah

pur makshiat aur pur gaflat huu. tuu nee mujh see zhulum par zhulum deekhaa aur in’aam par in’aam kiya  aur gunaah par gunaah dekhaa   aur ihsaan par ihsaan kiya. tuu nee hamiysyah meri pardah pusyii ki aur apni bee syumaar nikmatuwng see mujhee mutamattu’ kiya.  soo ab mujh naa laaiq aur pur gunaah par rehem kar  aur meeri bee baaki aur naa sipaasi ko muaaf farmaa  aur mujhko meree is gem se nijaat bakhsy keh bujuz teeree caarah  kuui nahii. amiin tsumma amin.

          Wahai wujud  yang  senantiasa berlaku  baik pada hamba, wahai Tuhanku, saya hamba-Mu yang tiada daya, penuh maksiat dan penuh kelalaian. Engkau telah menyaksikan keaniayaan demi keaniyaan dari  diri hamba, namun  sebaliknya hadiah demi hadiah yang telah Engkau anugerahkan ; dan dosa demi dosa yang Engkau telah saksiskan,sebaliknya  kebaikan demi kebaikan yang telah Engkau perbuat terhadap diri hamba. Engkau senantiasa menutupi kelemahan  hamba  serta menganugerahkan nikmat-nikmat Engkau yang tiada hingga nya. Maka, kini pun curahkanlah kasih sayang-Mu terhadap yang tiada layak  dan penuh dosa ini; dan maafkanlah diri hamba  atas dosa karena tiadanya rasa takut dan tiadanya rasa tahu bererima kasih terhadap  diri-Mu ; dan jauhkanlah hamba  dari kesedihan hamba  ini, karena   selain Engkau tiada  cara dan daya. Amin tsumma amin.حقائق الفرقان   jilid 4 hal.277

    Dari kitab كنزل العمال  terkait dengan sifat syakuwr dan syaakir beberapa ungkapan sejumlah  sesepuh disajikan:

          Hadhrat Ali r.a. meriwayatkan bahwa ni’mat terkait dengan syukur  dan sebagai dampak dari syukur  anugerah bertambah. Keduanya ini hanya tersusun dalam sebuah untaian. Dan rangkaian anugerah yang tidak henti-hentinya dari Tuhan ini akan tetap berjalan  selama seorang hamba tidak  melepaskan  bersyukur pada Tuhan.Kanzul Ummal Jilid 2 hal.151

          Qatadah berkata seorang hamba شكورsyukuwr– yang paling banyak bersyukuwr ialah apabila  diberikan sesuatu padanya maka dia mengucapkan terima kasih,  dan apabila dia diuji maka dia bersabar. Dan diterangkan  bahwa Rasulullah saw bersabda, iman itu ada dua bagian: Pertama, sebagian  adalah sabar dan kedua,  adalah syukur. Kemudian baru menilawatkan ayat iniإِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُور–  Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.

تفسير القرطبى زير آبات هذاTafsir Al-Qurthubi di bawah tafsir ayat ini

          Tertulis dalam حلية الاولياءhulyat-ul-auliya  Imam Sufyan bin ‘Uyainah bersabda bahwa شاكرsyaakir seorang yang  bersyukur mengetahui bahwa kemudahan dan nikmat ini adalah dari Allah SWT  dan Dia menganugerahkan padanya supaya Dia melihat apa yang  dia perbuat dan bagaimana dia mensyukurinya. حلية الاولياءhulyat-ul-auliya jilid 7 hal 287

          شاكرSyaakir ialah yang  bersyukur dalam kondisi senang dan suka, dan شكور  – syukuwr ialah orang yang dalam saat musibah pun bersyukur, demikian pula شاكرsyaakir ialah orang yang bersykur pada saat adanya anugerah, sementara شكور  – syukuwr (orang yang banyak berssukur)ialah orang yang dalam saat mahrum (tidak dapat) pun dia bersyukur. التعريف – At-takriyf  jilid awwal 437

          Allamah Ullusi dalam  روح المعانىRuhu-ul-Ma’ani menerangkan  bahwa syukur ialah menyebut sedemikian banyak pada orang yang memberikan hadiah  sehingga itu penuh dengan dzikir dan itu coraknya ada tiga: Menyatakan syukur dengan kalbu ,  menyatakan syukur dengan lidah dan mengucapkan syukur dengan organ jasmani/lahiriah  dan  روح المعانى – Ruhu-ul-Ma’ani jilid 13 hal 189

Menyatakan pujian juga merupakan suatu  cara untuk mengungkapkan rasa  syukur karena itu dalam setiap pekerjaan dinasehatkan untuk memuji Tuhan. Segenap pujian hakiki  hanya berkhak bagi  Zat Allah. Oleh karena itu, jika حمدhamd-pujian  ingin dilakukan pada siapapun  maka hanya terhadap Allah itu hendaknya dilakukan. حمدhamd  sama sekali tidak bisa kecuali untuk Zat Tuhan… akan tetapi hamd –pujian hendaknya hanya untuk Allah sebab Zatnya ialah kumpulan  segenap sifat-sifat yang baik.

          Imam Ibnu Manzhur dalam Lisanul-Arab menulis bahwa pujian dan syukur keduanya  memiliki mafhum yang  mirip,tetapi kata hamd memiliki mafhum yang lebih luas sebagaimana dalam pujian, manusia memuji sifat-sifat  pribadi dan kebaikan seseorang,sementara syukur tidak dilakukan pada sifat- sifat seseorang, bahkan hanya dilakukan atas kebaikannnya.  Dalam arti-arti itulah ada sebuah hadist الحمد رأس الشكر  –Alhamdulillah ra’s-us-syukri hamd-pujian merupakan puncak syukur. Pujian selain untuk Tuhan tidak bisa untuk siapapun,sementara syukur/berterima kasih kepada siapapun di dunia ini bisa, namun حمدhamd-pujian hanya untuk Allah.

          Tsaklab berkata, syukur hanya ada atas suatu kebaikan, sementara hamd-pujian bisa juga atas adanya suatu  kebaikan dan juga tampa adanya suatu kebaikan  dan inilah perbedaan arti-arti diantara keduanya.

          Hadhrat Abu Hurairah r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Allah membukakan kepada saya (makrifat-makrifat) puji-pujian dan puji-sanjung yang terbaik sedemikian rupa yang tidak dibukakan seperti itu pada  semua nabi sebelum saya بخارى كتاب التفسيرBukhari Kitabu-ul-tafasir

          Ini merupakan riwayat ke dua dari Abu Hurairah bahwa setiap pekerjaan yang dimulai tampa memuji Tuhan maka pekerjaan itu tidak akan beberkah dan tidak ada pengaruh atau hasil nya.  كتاب الادب

 سنن ابن ماجه ابواب النكاح سنن ابو دا ؤد

          Hadhrat Abi Bakrah meriwayatkan bahwa apabila Rasulullah saw mendapat kegembiraan maka beliau bersujud  sebagai  tanda rasa syukur pada Tuhan.

          Dalam riwayat Abu Daud bahwa apabila datang berita gembira pada beliau atau beliau mendapatkan habar suka maka sebagai  ucapan rasa terima kasih pada Tuhan beliau bersujud pada  Tuhan.

سنن ابن ماجه كتا ب اقامة الصلوة باب ماجاء فى الصلوة والسجدة     –  Sunan ibnu Majah kitab iqaamatishalat bab maa jaa’fi shalaati wa-s-sajdati.

          Pada suatu ketika di Inggris saya mendapat sebuah pengalaman,yakni tatkala kami duduk untuk makan maka perempuan yang menamu kami  diam sejenak lalu berkata kepada saya, Tuan makanlah, kenapa Tuan diam.Bagi kani diperintahkan   setiap sebelum makan harus membaca Grace/ pujian; saya katakan, Tuan ini hanya setiap sebelum makan diperintahkan  untuk membaca pujian. Rasulullah saw memerintahkan kepada kami   untuk memuji  Tuhan sebelum melakukan segala sesuatu dan segenap perkara yang  tampa perintah dan izin Tuhan, tampa menyebut Tuhan  itu merupakan hal yang tidak beberkat.

          Sudah merupakan kebiasaan Rasulullah saw bahwa kapan saja beliau memperoleh  kegembiraan  maka  beliau bersabda;الحمد الذى بنعمته تتم الصالحات   – alhamdu-lillah il-ladziy binikmatihi tatimmus-shaalihaat-Segala pujian untuk Tuhan yang dengan nikmat-Nya kebaikan-kebaikan sampai pada kesempurnaan dan apabila sampai pada beliau sesuatu yang beliau tidak sukai maka beliau membaca doa اَاْلحمد لله على كل حالalhamdulillah ‘la kulli haalin.-Saya memuji Tuhan dalam setiap keadaan .كنز العمال jilid 4 hal 27

          Hadhrat Sufyan bersabda bahwa pada suatu ketika  saya pergi kepada Hadhrat Rabiah Bashri. Beliau berdiri untuk melakukan shalat, dan sampai pagi beliau sibuk melakukan shalat dan pada pagi harinya beliau bersabda; Kini saya akan melaksanakan puasa syukur, sebab, Allah telah memberikan tafik pada saya untuk melakukan shalat sepanjang malam.

.تذكرة الاولياءtadzkiratul-auliya hal.63 zikir Hadhrat Rabiah Bashri

          Ada sebuah kisah  Hadhrat Mirza Mazhar Jani Janan dari New Delhi yang sangat menarik. Beliau merupakan sosok  sufi yang menyukai leddu (kue dari bahan susu) dan itupun Leddu dari New Delhi yang terbuat dari  sari pati susu /keju    yang  sangat lezat. Pada suatu ketika beliau membawa leddu/kue  itu lalu memberikan kepada seorang murid beliau yang masih muda bernama Gulam Ali. Leddu yang beliau bawa itu merupakan leddu  kecil-kecil yang  sekali  makan sudah habis. Hadhrat Mirza Jan Janan bersabda bahwa lihatlah, bukanlah ini caranya memakan leddu. Maka dia berkata, ajarkan juga  saya baagaimana cara memakan itu. Beliau bersabda, saya akan mengajarkan kepadamu. Jika kamu tunggu, kapan –kapan nanti ada hadiah  datang, maka saya akan mengajarkan kepada kamu. Leddu datang, Hadhrat Mirza Jan janan melihat kepadanya lalu bersabda: Kamu tidak tahu bagaimana memakan Leddu /kue,kini saya mengajarkan kepada kamu.سبحان الله سبحان الله  – subhanallah,subhanallah.Kue yang mulai saya makan ini apakah kamu tahu  ini terbuat dari  bahan-bahan apa-apa saja ? Beliau  mulai menghitung nama  bahan-bahan dari mana itu dibuat. Kue susu disini terdapat sari pati susu/mentega, gula,bahan trigu,mendengar ini beliau bersabda: سبحان الله     سبحان الله            َ              

Hai Mia Gulam Ali, apakah kamu mengetahui  manis  yang terdapat  dalam kue ini bagaimana ini terbuat ? Dia memaparkan bahwa pertama petani menanam tebu, kemudian untuk mengeluarkan air tebu digunakan alat penggilingan   lalu  keluar air tebu yang dari mana  terbuat gula. Hadhrat Mazhar Jan Janan bersabda, lihatlah petani tebu   bagaimana dia   meninggalkan anak istrinya, bangun di malam hari lalu pergi ke sawah,membajak sawah, mengairi sawah, dan sampai waktu yang panjang  terus bersabar dalam kerja kerasnya hanya  supaya Mazhar jan Janan dapat makan leddu. Setelah mengucapkan ini dia mulai sibuk menyanjung dan memuji Tuhan. Setelah beberapa lama,beliau  berkata,enam bulan petani terus mengairi sawahnya. Kemudian betapa dengan kerja keras mereka  memeras tebu dan mengeluarkan air tebu dari itu dan kemudian dengan menyalakan api berapa banyak kalinya tebu itu masuk di neraka dunia ini hanya dengan maksud supaya Mazhar Jan Janan memakan leddu. Sesudah itu baru dia mulai menerangkan dengan  terinci berkenaan dengan  mentega dan berkenaan dengan itu Dia menerangkan dengan terinci  bahwa segala sesuatu yang terdapat  di dalamnya untuk  itu orang-orang bekerja keras mengenai itu seolah –olah perintah Tuhan bahwa siapkanlah barang-barang ini karena hamba Saya Mazhar Jan Janan mengangkat Leddu itu untuk menikmatinya.tafsir Kabira jilid 7 hal 18-19

          Manusia wajib juga bersyukur pada ibu Bapaknya. Manusia menganggap bahwa dia telah membayar hak berterima kasihnya kepada ibu bapaknya, padahal ibu Bapaknya khususnya ibunya di waktu kecil sebagaimana Dia memeliharanya merawatnya ,mengajarkan ilmu padanya, dan mengajarkan adab padanya,demi untuknya dia rela menghadapi segenap cobaan,namun walaupun  demikian setelah besar dia tidak lagi mengingatnya.

          Hadhrat Hisyam bin Urwah meriwayatkan bahwa tatkala Hadhrat Umar tengah melakukan tawaf  maka disana seorang sambil menggendong  ibunya terus mengatakan bahwa saya menggendong  ibu saya .  Jadi apakah dengan melakukan seperti itu  seorang anak dapat membalas jasa  ibunya  yang memeliharanya selama sembilan bulan di perutnya dan menyusuinya ? Hadhrat Umar bersabda: Sama sekali tidak ,bahkan satu teguk hutang air susu pun tidak bisa dia membayarnya.مكارم الاخلاق لعبدالله بن ابو بكر القريشى   wafat tahun 281 H. hal. 77

          Allah telah memberi taufik kepada Abdul-Aziz Dogar menyeberangkan ibunya sambil menggendongnya di seluruh  perbatasan sepanjang malam   sesudah pembagian anak benua ,semoga Allah memberikan ganjaran terbaik padanya. Inipun merupakan sebuah pengkhidmatan yang sangat besar,tetapi  pengkhidmatan yang ibu lakukan untuk anaknya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan itu.

          Terdapat sebuah riwayat dari Hadhrat Jabir Bin Abdullah r.a. bahwa seorang datang mengadu  di hadapan Rasulullah saw sambil berkata: Ya Rasulullah saw ! bapak saya telah mengambil harta saya. Mendengar itu  Rasulullah saw bersabda: Pergilah kemudian  bawalah bapak kamu kemari. Maka,pada  waktu itu Hadhrat Jibril turun kepada nabi saw seraya berkata : Allah mengatakan السلام عليكم  – assalamu’alaikum bahwa apabila datang kepadamu orang tua maka tanyakanlah padanya berkenaan dengan sesuatu yang dikatakan kata hatinya dan telingannya pun tidak mendengar suara itu.

          Kemudian tatkala orang tua itu datang maka nabi saw bersabda,apa yang terjadi dengan anakmu dia tengah mengadukan mengenai dirimu.Apakah kamu ingin mengambil hartanya ? Maka orang itu berkata padanya, ya Rasulullah saw, tanyakanlah padanya apakah saya membelajakan hartanya itu untuk saudara perempuan saya/  bibinya atau untuk bibi dari pihak ibunya  atau saya membelanjakannya untuk  diri saya ? Maka Rasulullah saw bersabda, tinggalkanlah  itu. Kini,katakanlah pada saya perkara yang kamu katakan dalam hati/jeritan hatimu,yang  telingamupun tidak mendengarnya. Maka orang tua itu berkata, Ya Rasulullah saw! Demi Allah Yang membesarkan kami. Saya mengatakan dalam hati saya suatu  yang telinga saya sendiripun tidak mendengarnya/yakni kata hati kata.

          Maka Rasulullah saw berkata, katakanlah saya mendengarnya. Maka orang itu berkata pada anaknya, dengarlah oleh mu wahai anakku: Mulai dari sejak  engkau  lahir saya terus memelihara kamu dan sampai engkau dewsa saya terus berbuat baik pada engkau. Dari apa saja yang kurbankan dari itu  pula kamu makan dan dari itu pula kamu  minum.

          Kini kamu melupakan terhadap kasih sayang yang  terus saya lakukan dan pemeliharan yang saya lakukan terhadap dirimu .

          Tatkala kamu pada malam hari sakit, maka saya tidak bisa tidur sepanjang malam karena sakitmu dan dalam kondisi duka saya tetap bangun melewati malam sampai pagi. Seolah-olah tatkala kamu dalam kondisi tiada berdaya, engkau sedemikian lemah dan tidak berdaya  sehingga mata saya setiap saat menitikkan air mata.Jiwa saya senantiasa  khawatir akan kematianmu ,padahal jiwa ini mengetahui bahwa masa kematian itu telah ditetapkan. Jadi tatakala kamu telah sampai pada umur  yang  mana  dapat digantungkan harapan dengannya. Apa yang senantiasa  saya harapkan dari kamu ternyata  engkau menggantinya dengan keras hati dan ucapan yang kasar seolah-olah engkaulah seorang  pemberi  hadiah dan  seorang yang memuliakan saya.

          Jadi wahai kiranya ! Apabila engkau tidak bisa membayar hak bapak mu sebagai bapak (hak kebapakan) maka sekurang-kurangnya engkau perlakukan bapakmu  sebagaimana seorang  memperlakukan seorang tetangganya. Mendengar ini Rasulullah saw memegang kerah baju anak itu sambil bersabda pergilah, kamu dan apa yang kamu miliki, itu adalah milik bapakmu. مجمع الزواند ومنبع الفوائد لحافظ نورالدين ابى بكر الهيشمى باب فى مال الولد    jilid ke 4 hal.155 Darulkutub Arabi  Beirut

          Manusia jika ingin merenungkan kondisi orang-orang maka seharusnya mereka merenungkan kondisi orang yang lebih rendah daripadanya. Ini merupakan nasehat Rasulullah saw yang sangat indah,yang pada hakekatnya jika manusia melihat maka lebih rendah dari dia banyak orang-orang yang  mahrum dari sekian banyak barang-barang, yang  terkadang banyak orang yang kakipun tidak punya sejumlah orang lain memiliki  sejumlah kekurangan –kekurangan.Ada sejumlah orang-orang yang tunanetra  sebagian orang tuna rungu  Jadi, jika direnungkan maka terhadap sesuatu di dalam hati orang akan timbul rasa syukur. Bersabda: Dengan memberikan perhatian pada orang-orang yang lemah maka akan timbul rasa syukur pada Tuhan. Coba cermatilah oleh orang-orang akan kondisi orang  pincang, tunanetra ,tuna wicara ,tuna rungu dllnya dan cermatilah akan kondisi ketidak berdayaan dan ketidak mampuan mereka  maka tabeatnya akan dengan sangat banyak cenderung pada banyak-banyak berterima kasih pada Tuhan.

          Hadhrat Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Lihatlah pada orang yang diantaraa kalian yang rendah derajatnya dan kurang sarana-saranannya  dan janganlah memperhatikan pada orang-orang yang lebih tinggi dari kamu dan kondisinya baik,inipun merupakan satu cara untuk bersyukur. Jika manusia bukannya memperhatikan pada yang lebih rendah, bahkan mulai melihat pada yang lebih tinggi  dari dia maka akan timbul kedengkian dalam dirinya dan jika dia melihat yang rendah maka akan timbul syukur karenannya. Jika  kamu menggunakan cara ini maka akan  menjadikamn kamu  menjadi orang-orang yang menghargai nikmat –nikmat Allah pada dirimu. مسلم كتاب الزهد

          Tertera juga dalam hadis Bukhari kalimat  bahwa jika dari antara kalian ada yang melihat   pada orang dianugerahi kelebihan dalam harta dan kecantikan  maka hendaknya dia melihat pada yang tidak dianugerahkan  kelebihan itu.بخارى كتاب الرقائق  .

          Hadhrat Umar bin Syueb r.a. dari kakeknya Hadhrat Abdullah bin Umar r.a. meriwayatkan bahwa saya mendengar Rasulullah saw bersabda ada dua prilaku /akhlak yang jika itu ada pada seseorang maka Allah akan mencatatnya dalam kelompok orang-orang yang penyabar dan yang bersyukur dan dua sifat mulia itu ialah:

          Barangsiapa melihat orang yang dalam hal agamanya  memiliki kedudukan lebih tinggi dan dia berupaya mengikutinya /mengikuti jejaknya dan  dalam hal dunia dia melihat orang-orang lebih rendah daripadanya lalu  dia memuji Tuhan dalam hal itu bahwa Allah telah memberikan kelebihan padanya maka Allah mencatat orang seperti itu dalam kelompok orang yang berterima kasih.

صل الله عليه وسلم ترمذى كتاب صفة القيامة والرقائق والورع عن رسول الله                                              َ    Tertera dalam sebuah riwayat dari Hadhrat Suhaib r.a. orang mu’min memiliki urusan/kasus yang sangat aneh. Setiap pekerjaannya merupakan  kebaikan dan tidak untuk siapapun  kecuali untuk orang mu’min. Jika ada kemudahan/kegembiraan yang diperolehnya maka dia bersyukur maka ini akan menjadi kebaikan baginya dan jika ada musibah yang menimpanya maka dia bersabar dan inipun terhitung merupakan kebaikan baginya مسلم كتاب الزهد باب المؤمن امره كله خير           

          Hadhrat Abu Musa Asy’ri meriwayatkan bahwa barangsiapa yang anaknya meninggal   maka Allah bertanya pada malaikat-Nya. Apakah kamu telah mencabut nyawa anak hambaku ? Mereka akan menjawab : Ya hai Tuhan-ku ! Maka Allah bertanya pada para malaikat-Nya apakah kamu telah merampas jantung hati mereka. Malaikat akan mejawab: Benar, ya Tuhan-ku ! (Bukanlah maksudnya bahwa Allah tidak mengetahui  segala sesuatu yang telah terjadi . Ini hanya penzahiran suatu ungkapan) Maka Tuhan bertanya ,bertahukanlah pada-Ku, lalu apa yang hamba-Ku perbuat  ? Malaikat membertahukan bahwa dia telah memuji Engkau dan mereka membaca إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ  “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”  Maka Allah bearfirman:Buatlah rumah untuk hamba-hamba-Ku dan namakanlah itu بيت الحمدBaitulhamd.بخارى كتاب الجنائزBukhari Kitabujanaaiz.

          Hadhrat Khalifatu-l-Masih awwal bersabda:

          Senantiasa memperhatikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban untuk orang-orang mu’min merupakan pekerjaan yang dicintai. Dan dalam musibah-musibah seyogianya manusia senantiasa berserah diri pada Allah  seraya  menganggap bahwa musibah-musihbah itu  tidak ada apa-apanya ,untuk sampai pada hikmah-hikmah  dan karunia yang terkandung didalamnya itu dapat  sampai dengan perantaraan اناالله –innalillahi wainna ilahi raajiuwn Pernah pada suatu ketika di masa muda saya membaca الحمدal-hamdu. Maka   tiba-tiba terfikir oleh saya bahwa saya tertimpa suatu kesulitan dan untuk sementara lidah saya terhenti dan saya tidak bisa membaca الحمد dan orang yang sembahyangpun dengan heran terus melihat bahwa apa yang tearjadi dengan Hadhrat khalifatul-Masih awwal ini kenapa berhenti dalam shalat dengan tiba-tiba. Hadhrat khalifatul-Masih awwal meneruskan shalat dan setelah beberapa lama terhenti maka kembali terfikir bahwa anak saya yang telah pergi ini adalah milik Allah,dari anugerah Dialah semua ini. Maka dari mulut saya dengan sedemikian dahsyatnya keluar suara

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ daan seiring dengan itu pula dengan sedemikian dahsyat suara pujian mengalir dan saya mulai membaca الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ       .

 حقائق القران jilid 4 hal 129

          kini sesudah  khutbah yang pendek ini sebagai rasa syukur nikmat saya ingin menyebut ibu saya al-Marhumah. Beliau sangat dalam solidaritas/simpati pada orang-orang miskin dan merupakan wujud yang penuh dengan kasih sayang. Beliau juga senantiasa mengajarkan kepada saya memberikan pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan dan orang-orang miskin. Demi untuk melestarikan kebaikannya itu  hari ini saya akan mengumukan sebuah pengumuman.

          Sebelumnya saya ingin memberitahukan bahwa beliau sangat senang memelihara kerbau betina. Beliau memelihara kerbau  dan beliau sendiri yang memerah susunya. Dari itu beliau membuat keju /mentega dan banyak orang-orang miskin datang dari luar dan mereka pun mengharapkan supaya mereka pun dapat yogut/susu asam dan bersama susu asam itupun beliau selalu meletakkan keju berikut  tempatnya. Dan dengan cara itu beliau memberikan pengertian kepada saya bahwa dengan cara itulah hendaknya mengungkapkan rasa simpati  kita terhadap orang-orang miskin. Beliau senantiasa menyiapkan jahiz/ harta bawaan untuk anak-anak perempuan yang miskin. Dan banyak anak-anak perempuan atau orang-orang miskin  lain yang jahiznya beliau yang menyiapkannya. Dan banyak sekali anak-anak perempuan yang atau orang-orang miskin yang senantiasa  jehiznya beliau yang menyiapkannya. Semoga Allah menganugerahi ganjaran yang terbaik pada beliau.

          Kini dalam kenangan terhadap  beliau dan untuk membalas kebaikan /jasa beliau-yang mana jelas kebaikan tidak bisa balas –tetapi untuk menyampaikan ganjaran pada ruh beliau  saya ingin mengumumkan bahwa siapa pun  anak-anak perempuan yang akan menikah dan karena miskin pada mereka tidak bisa diberikan  sedikitpun  barang-barang perhiasan dll karena ini  merupakan hal penting, kalau tidak sampai di mertuanya dia akan sangat malu. Ada beberpa anak-anak perempuan yang tidak berdaya itu mengadu menceritakan penderitaan mereka dalam suratnya bahwa kami tidak banyak membawa kebutuhan rumah tangga hanya kain/pakaian sederhana maka apa akibatnya,tatkala  mertua datang  maka dia mulai mencemohkan dan banyak sekali celaan yang mereka lontarkan. Ini merupakan kezaliman dimana   mereka sampai hati mencela. Sebab, sunnah Rasulullah saw ialah bahwa beliau melepaskan putri beliau dengan hanya dua lembar pakaian dan tidak ada jehiz yang beliau berikan pada waktu itu. Kini jehiz telah menjadi tradisi karenanya dengan mempertimbangkan itu terpaksa harus melakukan sesuatu. Oleh karena itu kini saya mengumumkan bahwa bagi yang anaknya akan menikah dan mereka memerlukan bantuan maka sesuai dengan taufik saya dari  pripadi saya sendiri   inginm memberikan sumbangan  pada mereka. Mereka tulislah surat pada saya tampa segan-segan, maka untuk mereka akan disiapkan secukup/selayaknya Dan teradisi jehiz itu akan dapat terpenuhi  sekemampuan yang ada. Jika saya tidak memiliki taufik  maka dengan karunia Allah Jemaat Tuhan tidaklah miskin, banyak uang pada Jemaat. Maka .insyaallah -dari fund Jemaat yang mana saja  mereka akan dibantu. Dengan demikian  mereka akan mendapatkan taufik untuk melepaskan  (rukhstanah) anak-anak perempuan mereka ke rumah-rumah mereka dengan baik dan sejahtera. Semoga Allah menganugerahkan taufik  pada saya dan seberapa saya mendapatkan taufik  –insya-Allah –saya pasti akan menolong mereka dan  semoga Allah memudahkan kepergian mereka (ke rumah suaminya.)

Qamaruddin Shahid