Masjid Pertama di Philadelphia diresmikan oleh Pemimpin Ahmadiyah

24 Oktober 2018 Ι Siaran Pers

masjid pertama philadelphia ahmadiyah

Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan Khotbah Jumat dari Masjid Baitul Aafiyat

Jamaah Muslim Ahmadiyah dengan senang hati mengumumkan bahwa pada 19 Oktober 2018, Pemimpin Dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad meresmikan Masjid Baitul Aafiyat di Philadelphia, AS.

Beliau menyampaikan khotbah Jumat di Masjid ini dan disiarkan langsung ke seluruh dunia melalui MTA International.

Dalam khotbahnya, Huzur mengingatkan para jamaah bahwa tidaklah cukup hanya merayakan pembukaan Masjid baru, melainkan kewajiban Muslim Ahmadi adalah memenuhi tujuan hakiki dari Masjid yaitu beribadah kepada Allah secara berjamaah dan menyampaikan ajaran hakiki Islam yang damai.

Huzur meminta para jamaah supaya memikirkan dan menilai apakah mereka telah memenuhi tuntutan dari Masjid. Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Sekarang Masjid ini telah diresmikan, maka orang-orang di sini memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk memenuhi hak-hak Allah dan hak-hak sesama manusia. Dengan memenuhi dua tanggung jawab itu, maka itulah yang akan menjadikan Anda sebagai penerima ridha Allah taala.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Ketika kita telah berupaya dengan gigih untuk memenuhi tujuan hakiki dari pembangunan sebuah Masjid, maka kita akan menyaksikan berkat dan manfaat dari Masjid dalam kehidupan ini. Anak-anak kita dan generasi yang akan datang senantiasa akan terjaga keimanannya dan kita akan menjadi orang-orang yang mencerahkan penduduk setempat dengan pesan damai Islam yang sejati. Kita akan menjadi para penegak Tauhid dan menyebarkan dakwah Rasulullah (shallallahu alaihi wa sallam) di seluruh dunia. ”

Huzur menekankan pentingnya menyebarkan ajaran Islam yang damai dan beliau menyampaikan bahwa Pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah menyatakan bahwa di mana pun seseorang ingin menyebarkan Islam, mereka harus membangun sebuah Masjid di daerah itu.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengamati bahwa meskipun sudah banyak pusat-pusat ibadah yang didirikan oleh aliran-aliran Islam yang lain, Masjid Baitul Aafiyat merupakan Masjid pertama yang dibangun di Philadelphia.

Berkaca pada fakta ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Bangunan Masjid ini telah dinyatakan sebagai Masjid pertama yang dibangun di Philadelphia. Tetapi masjid ini seharusnya tidak hanya menunjukkan atribut fisik sebuah masjid kepada penduduk setempat, melainkan harus mewujudkan sifat yang benar-benar indah dan damai dari ajaran Islam yang dapat disaksikan dan didalami oleh seluruh dunia.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Kita, Muslim Ahmadi, adalah orang-orang yang menyebarkan ajaran Islam yang damai di seluruh dunia dengan ibadah dan doa, dan saat ini kita harus berusaha keras lebih dari sebelumnya dengan memperlihatkan contoh akhlak yang terbaik.”

Setelah itu, Huzur menyebutkan bahwa ketika Mubaligh Ahmadiyah pertama di Amerika Serikat, Mufti Muhammad Shadiq datang ke Amerika pada tahun 1920, beliau mendarat di pelabuhan Philadelphia. Beliau ditolak masuk ke Amerika selama dua bulan dan dipenjara secara tidak adil. Selama di tahanan, beliau menunjukkan akhlak dan ketakwaan yang tinggi sehingga lima belas orang menerima Islam melalui beliau. Kemudian setelahnya melalui beliau pula sekitar 5000 orang menerima Islam Ahmadiyah.

Huzur juga menyampaikan bahwa di masa Hazrat Masih Mau’ud dakwah beliau telah sampai ke Amerika Serikat melalui majalah Review of Religions dan seseorang yang bernama Dr. A. George Baker masuk Islam disebabkan membaca ajaran Masih Mau’ud. Huzur menyebutkan Dr. Baker dimakamkan di sebuah pemakaman dekat Masjid baru ini.

Dari sejarah yang kaya dari Jamaah Muslim Ahmadiyah di Philadelphia dan Amerika, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Jamaah Muslim Ahmadiyah telah didirikan di daerah ini selama lebih dari satu abad. Sekarang Allah taala telah mengaruniai sebuah Masjid yang indah di daerah ini, maka Muslim Ahmadi dan Imam di sini memiliki tanggung jawab untuk menjangkau penduduk setempat dengan semangat dan tekad yang baru untuk menyebarkan pesan indah Islam lebih jauh dan luas lagi.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Wilayah sekitar Masjid harus menjadi tempat tinggal yang damai sehingga orang-orang mau datang dan mencari tempat tinggal di sini. Dalam hal jumlah penduduk, kota ini merupakan yang terbesar keenam di Amerika. Jika pesan damai Islam tersebar di daerah ini, maka kita akan menyaksikan dari penduduk kota ini, akan lahir mereka yang takut kepada Allah, yang terbimbing dengan benar dan akan datang ke masjid secara teratur serta menjadi penyembah sejati Allah taala.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad lebih lanjut menjelaskan tugas penting yang ada di hadapan Muslim Ahmadi, beliau mengatakan:

“Setiap Masjid yang kita bangun memberikan tantangan besar bagi kita dan tantangan itu adalah mereformasi diri dan meningkatkan hubungan kita kepada Allah dan akhlak yang baik. Kita juga harus meningkatkan upaya untuk menjangkau penduduk setempat dengan pesan Islam hakiki.”

Huzur menyampaikan sabda Rasulullah saw yang berbunyi:

“Barangsiapa yang memasuki masjid kami, untuk mempelajari kebaikan, maka ia seperti mujahid fi sabilillah.” (HR Ibnu Hibban)

Mengomentari hadits itu, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Saat ini agama Islam difitnah dengan tuduhan yang keliru bahwa Islam memerintahkan umatnya untuk melakukan jihad dengan kekerasan dan umat Islam tertentu juga bertanggung jawab karena telah menciptakan kesan ini melalui tindakan kebencian mereka. Namun, seorang mukmin sejati adalah orang-orang yang mempelajari kebaikan, bertindak atas dasar itu dan menyebarkannya ke masyarakat. Orang mukmin seperti telah ikut dalam Jihad damai, cinta dan kebaikan. Ini adalah Jihad sejati yang harus dilakukan oleh Muslim Ahmadi di zaman sekarang ini.”

Huzur mengakhiri Khotbah Jumatnya dengan berdoa bagi para hadirin dan mengatakan:

“Semoga Allah memberikan karunia kepada Muslim Ahmadi untuk memenuhi cita-citanya dan semoga Masjid ini dapat menjadi tonggak penting dalam menyebarkan pesan damai Islam di daerah ini.”

Tanah untuk pembangunan Masjid ini dibeli pada tahun 2007 di atas lahan seluas empat hektar. Kompleks ini memiliki sebuah Masjid dengan ruang ibadah untuk pria dan wanita yang mampu menampung sekitar 700 orang, gedung serbaguna, tempat tinggal mubaligh, beberapa kantor, dapur dan fasilitas parkir yang luas dengan ruang untuk pengembangan selanjutnya.

Sumber: Press Ahmadiyya