Pidato Bersejarah Khalifah Ahmadiyah di Parlemen Nasional Kanada

Kamis, 20 Oktober 2016

khalifah islam damai

  • Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan pidato menyerukan kesetaraan dan keadilan.
  • Pimpinan Jemaat Muslim Ahmadiyah disambut oleh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau
  • Hadhrat Mirza Masroor Ahmad secara resmi diperkenalkan pada sesi Question Period di House of Commons
  • Puluhan Menteri, Senator, anggota parlemen dan pembuat kebijakan menerima kedatangan Hadhrat Mirza Masroor Ahmad in Parlemen
  • Hudhur memberikan penghargaan Zafrullah Khan Award kepada Louise Arbour atas pengabdiannya yang luar biasa bagi masyarakat

 

Pidato Khalifah Ahmadiyah

Pada 17 Oktober 2016, Pimpinan Jemaat Muslim Ahmadiyah seluruh dunia, Khalifah ke-5, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad disambut di Gedung Parlemen Kanada oleh Perdana Menteri Rt Hon. Justin Trudeau, para Menteri Kabinet dan lebih dari 50 orang anggota parlemen dan Senator.

parlemen-kanada-2

Pada hari yang sama, Hudhur menyampaikan pidato bersejarah di hadapan lebih dari 225 pendengar pada sebuah resepsi khusus di Gedung Sir John A. Macdonald di Parlemen Kanada di Ottawa, yang berjudul:

Human values – the foundation for a peaceful world”

(Nilai-nilai kemanusiaan- Pondasi bagi perdamaian dunia)

Khalifah Ahmadiyah Parlemen Kanada

Lebih dari 110 orang mengadiri acara tersebut, termasuk 50 orang lebih Anggota Parlemen. Juga turut hadir Menteri Ilmu Pengetahuan sekaligus sebagai perwakilan resmi Perdana Menteri, Hon. Kristy Ducan dan Menteri Kewarganegaraan dan Imigrasi, Hon. John McCallum.

Para senator, anggota korps diplomat termasuk 11 duta besar negara, perwakilan media, akademisi, pimpinan LSM, pemimpin agama dan tokoh-tokoh terkenal publik dari berbagai sektor sosial juga ikut menghadiri acara ini.

parlemen-kanada-4

Dalam pidatonya, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad membahas berbagai isu kepentingan global termasuk resiko perang dunia, kebebasan beragama, meningkatnya radikalisasi dan ektremisme serta hubungan internasional.

Hudhur menyeru kepada pemerintah dunia untuk mewujudkan keadilan hakiki dan kesetaraan dalam segala hal. Hudhur juga memperkenalkan ajaran Islam dan menawarkan solusi terhadap persoalan-persoalan dunia berdasarkan ajaran Al-Quran.

Tentang perlunya persatuan di dalam masyarakat Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Terlepas dari perbedaan latar belakang, saya yakin kita semua diikat bersama atas dasar kemanusiaan dan oleh karena itu, kita seharusnya bersatu. Semua orang dan organisasi harus bersama-sama berusaha menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dan berjuang mewujudkan dunia yang kita huni ini menjadi tempat yang lebih baik dan jauh lebih harmonis.”

shalat ahmadiyah

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

Jika nilai-nilai dan hak-hak kemanusiaan tidak dapat ditegakkan di sebuah negara atau wilayah maka akibatnya akan berimbas terhadap bagian dunia yang lain dan pelanggaran-pelanggaran demikian dapat menyimpang lebih jauh lagi. Sebaliknya bila ada kebaikan, kemanusiaan dan kesejahteraan di satu bagian dunia maka akan tercipta pengaruh positif bagi masyarakat dan pihak-pihak lainnya.

Mengupas tentang konflik yang terus meningkat di dunia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan:

“Sebagai buah dari berbagai bentuk komunikasi dan transportasi masa kini, sekarang kita semua semakin dekat dan tidak lagi terbatas ataupun terikat oleh batas geografis. Namun menjadi sebuah paradoks yang aneh dan tragis ketika kita sebenarnya semakin menjauh dari hari ke hari meskipun memiliki hubungan yang lebih dekat daripada sebelumnya. Sungguh disayangkan bahwa bukannya bersatu dan saling menyebarkan cinta kasih kepada umat manusia, dunia lebih condong terhadap penyebaran kebencian, kezaliman dan ketidakadilan.

parlemen-kanada-6

Hudhur mengakui kekhawatiran dunia terhadap Islam semakin meningkat. Namun beliau menyampaikan bahwa ketakutan terhadap agama itu sendiri sama sekali tidak ada gunanya. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Saya meyakinkan Anda semua bahwa Islam bukanlah apa yang biasa Anda saksikan atau dengar melalui media. Sepengetahuan saya, Islam merupakan agama yang ajarannya berlandaskan pada namanya. Islam secara harfiah berarti kedamaian, kecintaan, dan kerukunan dan semua ajarannya berdasarkan nilai-nilai luhur ini.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Sayangnya, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa kelompok Muslim yang keyakinan dan tindakannya bertentangan dengan ajaran-ajaran Al-Quran. Mereka melakukan kezaliman dan aksi terosime atas nama Islam yang jelas-jelas melanggar ajaran pokok agama ini.

parlemen-kanada-8

Hudhur mengatakan bahwa kebebasan beragama universal adalah prasyarat terciptanya masyarakat yang berbahagia dan toleran.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menjelaskan:

“Al Quran dengan gamblang menyatakan dalam surah Al-Baqarah: 257, ‘Tidak ada paksaan dalam agama’. Betapa jelas dan tegasnya pernyataan ini yang menghidupkan kebebasan berpikir, beragama dan berkeyakinan. Dengan demikian, menurut keyakinan dan ajaran saya, setiap orang di setiap dusun, desa, kota ataupun negara memiliki hak yang tidak dapat dicampuri, untuk mengikuti agamanya serta menjalankannya.”

Hudhur mengatakan, patut disesalkan bahwa pemerintahan-pemerintahan di dunia Muslim dan di dunia Barat telah berupaya membatasi hak-hak beragama beberapa kalangan masyarakat di negara mereka.

Hudhur menjelaskan bahwa upaya apapun yang mengekang kebebasan beragama merupakan tindakan berbahaya.

parlemen-kanada-9

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

Setiap individu memiliki hak untuk menyampaikan dan menyebarkan ajaran agamanya kepada orang lain. Kebebasan ini harus dijamin sebagai hak mendasar manusia. Oleh karena itu badan legislatif atau pemerintah seharusnya tidak terlalu ikut campur di dalam permasalahan demikian.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad selanjutnya menyatakan:

Tidaklah bijak jika pemerintah atau parlemen membatasi praktek ibadah atau keyakinan dasar masyarakatnya. Contoh, pemerintah seharusnya tidak menyoalkan jenis pakaian apa yang seharusnya dipakai seorang wanita. Pemerintah seharusnya tidak mengeluarkan surat keputusan berkenaan dengan bagaimana bentuk rumah ibadah itu. Jika pemerintah terlalu ikut campur, hal ini akan menjadi pemicu timbulnya keresahan dan kekhawatiran di dalam masyarakat. Keluhan semacam ini terus berlanjut jika mereka tidak dicegah. Pada akhirnya, hal ini akan mengancam kedamaian masyarakat.”

pidato islam di parlemen kanada

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menjelaskan tentang peranan pemerintah berdasarkan ajaran Islam:

“Sebagai pelindung negaranya, merupakan tugas sebuah pemerintahan dan anggota parlemennya untuk membuat undang-undang yang memberikan hak warganya, bukan mengambil hak mereka sendiri.”

parlemen-kanada-11

Hudhur menjelaskan walaupun kebebasan beragama merupakan sebuah prinsip yang penting, namun tatkala ada resiko timbulnya aksi ekstrimisme atau hasutan kebencian, maka menjadi tugas pemerintah untuk ikut campur dan mengambil alih untuk melindungi masyarakatnya.

parlemen-kanada-12

Hudhur juga menyerukan pentingnya penegakkan keadilan, baik dalam urusan dalam negeri maupun dan hubungan internasional. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Mempercayakan kunci-kunci tersebut kepada pemerintah adalah amanat yang agung. Oleh karena itu, kita melihat para pemimpin Negara mengangkat sumpah untuk melayani bangsanya dengan tulus dan dengan keadilan yang sesungguhnya. Sayangnya, dalam banyak kasus, janji ini terbukti hanyalah bualan belaka.”

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Di beberapa negara, ada pemerintahan diktator atau yang berlaku tidak adil, namun negara-negara adidaya tutup mata terhadap kezaliman pemerintahan tersebut karena pemerintahan itu mendukung negara-negara adidaya itu serta memberikan fasilitas untuk memperoleh keinginan mereka. Akan tetapi, di negara-negara yang pemimpinnya tidak tunduk terhadap keinginan negara-negara adidaya, mereka juga cukup senang untuk mendukung para pemberontak atau menginginkan adanya pergantian rezim. Dan kenyataannya, tidak ada perbedaan cara masing-masing pemerintahan tersebut dalam memperlakukan rakyat mereka sendiri. Perbedaan pokoknya adalah dalam beberapa kasus, beberapa pemerintahan tersebut bekerjasama dengan negara-negara adidaya, sementara yang lain tidak.”

parlemen-kanada-13

Hudhur mengkritisi Pemerintahan tertentu karena menjual senjata kepada negara-negara Muslim “Tanpa mempertimbangkan konsekuensi potensialnya.”

Beliau mengatakan bahwa senjata tersebut kerap berakhir di tangan yang salah atau digunakan untuk membunuh para penduduk sipil yang tak berdosa.

Seraya menyebutkkan perang Arab Saudi di Yaman sebagai contoh besar ketidakadilan dan menggambarkan konsekuensi potensialnya, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menjelaskan:

“Sangatlah terkenal bahwa Arab Saudi menggunakan senjata-senjata yang dibeli dari negara-negara Barat dalam perang di Yaman, dimana ribuan rakyat sipil tak berdosa, termasuk wanita dan anak-anak, terbunuh dan mengakibatkan kerusakan yang begitu besar. Apa hasil akhir dari penjualan senjata ini? Rakyat Yaman, yang kehidupan dan masa depannya tengah dihancurkan, tidak hanya akan menanggung kebencian dan dendam terhadap Arab Saudi, namun juga terhadap penyedia senjata Arab Saudi dan negara-negara Barat pada umumnya.”

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Dengan tidak adanya harapan dan masa depan yang tersisa dan dengan menyaksikan kezaliman yang paling mengerikan ini, anak-anak muda akan cenderung ke arah radikal dan dengan demikian, lingkaran hitam terorisme dan ekstrimisme yang baru akan terlahir. Apakah konsequensi yang merusak dan menghancurkan ini sebanding dengan beberapa miliar dolar?

Hudhur juga menjelaskan bahwa badan-badan Internasional seperti PBB perlu memastikan keadilan dan kesetaraan di antara negara-negara anggota PBB.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Jika saja kekuatan-kekuatan adidaya dan badan-badan internasional seperti PBB benar-benar bertindak berdasarkan prinsip-prinsip awal didirikannya maka dalam situasi apapun kita tidak akan melihat wabah racun terorisme menyebar di banyak belahan dunia. Kita tidak akan melihat perdamaian dan keamanan dunia berulang kali digerogoti dan dirusak. Dan sungguh kita tidak akan menyaksikan krisis pengungsi yang begitu besar yang saat ini menimbulkan masalah dan membuat takut orang-orang Eropa dan negara-negara maju lainnya.”

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“PBB juga harus memainkan perannya dalam menegakkan perdamaian dunia tanpa dibebani politik, ketidakadilan dan pilih kasih.”

Menutup pidato beliau, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan:

“Saya berharap dan berdoa semoga Allah Ta’ala menjadikan PBB dan pemerintah dunia bertindak dengan benar sehingga perdamaian hakiki dan abadi bisa diwujudkan. Jangan pikirkan jalan lain karena jika kita tetap dalam kondisi yang sama, maka dunia ini akan menuju jurang malapetaka yang amat besar dalam bentuk perang dunia yang lain.”

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kebijaksanaan kepada para pemimpin dan pembuat kebijakan dunia sehingga kita bisa mewariskan sebuah dunia yang damai dan sejahtera bagi anak-anak dan generasi kita.”

Dalam acara tersebut Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menyerahkan penghargaan Sir Zafrullah Khan Award for Public Service kepada Hon. Louise Arbour, mantan Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia di PBB (High Commissioner for Human Rights at the United Nations) yang juga mantan Hakim Tertinggi Kanada. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas pengabdian yang luar biasa yang ia lakukan sepanjang karirnya.

Atas penghargaan yang ia terima, Hon. Louise Arbour mengatakan:

“Saya merasa sangat terhormat menerima penghargaan yang sangat bergengsi ini yang ditujukan bagi ahli hukum, pengacara, hakim dan dilopmat terkemuka. Saya merasa begitu terhormat dikaitkan dengan Sir Zafrullah Khan, karena beliau pernah menjadi Hakim Kepala dan Presiden Pengadilan Hukum Internasional. Saya juga selalu mendapatkan kesan mendalam atas perdamaian yang Jemaat Muslim Ahmadiyah telah tegakan dan akan senantiasa tegak.”

 Sejumlah tamu-tamu pembicara juga ambil bagian di panggung.

Hon. Kirsty Duncan, Menteri Ilmu Pengetahuan dan perwakilan resmi Perdana Menteri Justin Trudeau berkata:

“Sebuah kehormatan dan kemuliaan berada di sini pada malam ini untuk menyambut Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifah ke-5 Jemaat Muslim Ahmadiyah di Parliament Hill. Seluruh bagian Parlemen Hill telah berkumpul pada hari ini, bersama Yang Mulia menyelenggarakan acara ini dengan Jemaat Muslim Ahmadiyah serta menunjukkan dukungan kuat kami… Jemaat Muslim Ahmadiyah telah membuat perbedaan yang sangat besar di sini, di Kanada dan memperlihatkan Love for All, Hatred for None.”

Dr. James J. Zogby, Wakil Ketua USCIRF (United States Commission on International Religious Freedom) Komisi Internasional PBB untuk Kebebasan Beragama berkata:

“Yang Mulia Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, atas nama USCIRF saya mendapatkan kehormatan bersama Yang Mulia pada malam ini. Apa yang selalu berkesan bagi kami tentang Jemaat muslim Ahmadiyah adalah meskipun juga menjadi korban penzaliman,  Anda tetap terdepan dalam membela hak-hak orang lain yang sedang dizalimi. Dalam situsi dunia saat ini dimana intoleransi semakin meningkat, Jemaat Muslim Ahmadiyah justru tetap menjadi penyokong kuat toleransi dan perbuatan baik.”

Sebelumnya di hari yang sama, Hudhur mengadakan beragam pertemuan dengan para menteri Federal Pemerintah Kanada, para senators dan para anggota parlemen. Hudhur juga mengadakan pertemuan khusus dengan Perdana Menteri Rt. Hon. Justin Trudeau.

parlemen-kanada-14

Pemimpin Jemaat Muslim Ahmadiyah secara resmi diperkenalkan oleh Juru Bicara Parlemen selama sesi “Question Period”, dimana semua Anggota Parlemen House of Commons, termasuk Perdana Menteri berdiri dan memberikan penghormatan dengan tepuk tangan.

Kemudian Hon. Judy Sgro MP, membacakan Members Statement di dalam Gedung Parlemen (House of Commons) yang menyatakan:

“Tuan Pembicara, pagi ini pemimpin rohani Jemaat Muslim Ahmadiyah seluruh dunia tiba dalam kunjungan resmi beliau ke Parliament Hill.

Dalam kunjungannya, beliau akan bertemu dengan para menteri kabinet, Senator, anggota Parlemen, dan Perdana Menteri dalam rangka untuk lebih lanjut mempertegas pesan damai ‘Love for All and Hatred for None – Cinta untuk semua dan tidak ada kebencian untuk siapapun’.

Tugas ini merupakan bagian dari upaya yang dilakukan oleh Yang Mulia untuk menampilkan kedamaian serta keindahan agama Islam serta menyeru kekuatan dunia untuk memajukan kedamaian, kebebasan beragama dan hak azazi manusia di Kanada dan di seluruh dunia.

Saya menghargai Yang Mulia serta anggota Ahmadiyah di seluruh dunia atas kerja mereka, dan saya mengulurkan tangan persahabatan atas nama konstituen saya serta rakyat Kanada.

Resepsi khusus ini ditutup dengan doa khusyu dipimpin oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Setelah itu para anggota parlemen dan tamu juga dapat mengadakan mulakat bersama beliau.

22 Deer Park Road, London, SW19 3TL UK
Tel/Fax: (44) 020 8544 7678 Email: media@pressahmadiyya.com


Ahmadiyya Muslim Community
Press & Media Office

URL sumberpressahmadiyya.com

(Visited 33 times, 1 visits today)