SIARAN PERS

112 Tahun Khilafah Spiritual Ahmadiyah, Meneguhkan Kemanusiaan & Perdamaian di Masa Pandemi Covid-19

اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Nabi Muhammad (Shallallahu ‘alaihi wasallam) mengajarkan bahwa setiap Muslim harus memastikan hak-hak semua orang, tidak peduli apakah mereka itu Yahudi, Kristen atau kepercayaan lainnya, hak mereka harus terpenuhi. Jika umat Islam melayani hak semua orang dengan baik, ramah dan pemaaf, maka mereka dapat memenuhi hak hak penyembahan kepada Allah Ta’ala.

Al-Qur’an telah menyatakan bahwa melayani kemanusiaan berjalan seiring dengan tugas kita untuk menyembah Tuhan yang Maha Kuasa. Muslim harus menggunakan masjid untuk mengembangkan perdamaian, cinta dan simpati pada semua mahluk Tuhan, inilah mengapa Muslim Ahmadi di seluruh dunia mengangkat slogan “Cinta untuk Semua Kebencian tidak untuk Siapapun”.

Pandemi Covid-19 berdampak sangat dalam di seluruh sisi kehidupan, bukan saja di level nasional namun global, bukan cuma orang tua namun di seluruh rentang usia, bukan hanya kelompok pinggiran namun juga mereka yang hidup terbiasa dengan kemewahan. Solidaritas kerja bersama adalah solusi terbaik mengatasi pandemi ini, merekatkan kepedulian sosial, membangun kembali makna kemanusiaan untuk hidup damai harmoni bersama.

Khalifah Islam Ahmadiyah ke-V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) mengatakan bahwa melayani kemanusiaan adalah ciri khas Muslim Ahmadiyah, karena itu merespon dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat, Ahmadiyah melalui sayap organisasi sosialnya Humanity first bergerak cepat sejak Maret 2020 melaksanakan program-program kemanusiaan secara global di 66 negara dengan 2,677 relawan, mendonorkan 1,500 kantong darah, memberikan Alat Pelindung Diri (APD) ke 105 Rumah Sakit, membagikan langsung hand sanitizer & masker ke masyarakat sebanyak 168.785 , menyajikan makanan untuk 5.200.000 orang dan memberikan sumbangan uang senilai Rp 45.703.215.00

Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia dalam acara Tasyakur Nasional Khilafat Islam Ahmadiyah ke 112 tahun ini yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Humanity First Indonesia, menegaskan kembali bahwa Khilafat Islam tidak membutuhkan teritorial, namun akan mampu menembus sekat-sekat perbedaan bangsa, ras dan keyakinan untuk meneguhkan kemanusiaan dan perdamaian tanpa diskriminasi, sehingga gema takbir yang akhir-akhir ini terasa menyeramkan pada banyak orang akan kembali menjadi gema takbir yang mendamaikan seluruh Mahluk Tuhan.

LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE

Jakarta, 27 Mei 2020

Yendra Budiana
Sekretaris Pers & Juru Bicara JAI

Kontak: 0812 806 7083
www.ahmadiyah.id
email: info@ahmadiyah.id
Twitter: @AhmadiyahID
Facebook: @AhmadiyahID
Instagram: @AhmadiyahID