SIARAN PERS

Amir Nasional Ahmadiyah Serukan Relawan Siaga Donor Darah Nasional & Gerakan Kemanusiaan Menyambut Ramadhan di Masa Pandemi Covid-19

اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ribuan Muslim Ahmadiyah sambut Ramadhan dengan menjadi relawan siaga Donor Darah Nasional.

Merespon krisis stok donor darah, Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia, H. Abdul Basit dalam rilisnya tertanggal 28 April 2020 menyerukan seluruh anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah yang memenuhi kriteria untuk menjadi “Relawan Siaga Donor Darah Nasional” dalam usaha membantu masyarakat yang membutuhkan, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan PSBB yang ditetapkan pemerintah.

Jamaah Muslim Ahmadiyah yang selama ini menjadi partner yang diandalkan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam program donor darah nasional rutin, melalui sayap organisasi sosialnya Humanity First Indonesia dalam bulan Ramadan ini menargetkan 1.000 kantong darah bisa di donorkan melalui PMI.

Ahmadiyah sendiri selama ini memiliki sekitar 15.000 ribu pendonor darah rutin yang tergabung dalam Komunitas GiveBlood tersebar di 50 kota di Indonesia.

Sebelumnya, sebagaimana dilansir beberapa media nasional PMI menyatakan krisis stok darah nasional di berbagai daerah.

“Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada stok darah PMI di berbagai kota, apalagi memasuki bulan Ramadhan stok darah berkurang lebih dari 50 %, karena masyarakat takut terkena virus, sementara kebutuhan rata rata kantong darah di Jakarta misalnya per hari mencapai 700 kantong.” Ujar unit kepala Transfusi Donor Darah PMI DKI Jakarta Salimar Salim seperti di kutip Media Indonesia.

Sementara daerah lain seperti Surabaya, Bandung, Tangerang juga mengalami hal yang sama dengan yang dialami PMI DKI Jakarta.

Ketua bidang unit Donor Darah Pengurus PMI Pusat Linda Lukitasari Waseso mengaku krisis stok darah terjadi di daerah pandemi Covid-19 seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Sementara itu Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Yendra Budiana menambahkan selain Program Donor Darah Ramadhan, untuk membantu masyarakat yang sangat terdampak Covid-19, Satgas Covid-19 Pengurus Besar Jamaah Muslim Ahmadiyah telah merilis beragam program, mulai dari bantuan sembako, pemberian ribuan masker gratis dan bantuan ekonomi langsung pada 1.885 kepala keluarga serta terus mendorong para pengikut Jamaah Muslim Ahmadiyah untuk menjadi teladan sosial yang terbaik bagi sesama, sebagai salah satu cara memaknai ibadah Ramadhan.

Terpisah, ketua FKUB Jawa Tengah, KH Drs Taslim Syahlan Msi mengatakan Ramadhan ini harus menjadi momentum untuk menguatkan solidaritas sesama umat Islam. Kita harus segera mengakhiri friksi antar kelompok umat Islam. Ramadhan adalah sarana mengasah kesalehan individual dan kesalehan sosial. Kegiatan donor darah yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah sesungguhnya merupakan bukti bahwa layanan kemanusiaan merupakan tugas mulia dalam beragama. Ini juga yang boleh saya sebut sebagi bukti kesalehan sosial. Dalam konteks berdakwah hal demikian sangat strategis. Karena tidak sebatas dakwah bil-lisaan. Tetapi lebih berdakwah bil-hal sekaligus implementasi “khairunnas anfa’uhum linnas“. Sungguh ekpresi keberagaman yang konkrit dan luar biasa.

LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE

Jakarta, 16 Maret 2020
Yendra Budiana

Sekretaris Pers & Juru Bicara PB JAI
Kontak Media :
Agil Cahyo : 08118308303 ( Ketua Program HF Indonesia )
Kandali Ahmad Lubis : ( Chairman HF Indonesia )
Yendra Budiana : 08128067083 ( Sekretaris Pers )

www.ahmadiyah.id
email : [email protected]
Twitter : @AhmadiyahID
Facebook : @AhmadiyahID
Instagram : @AhmadiyahID