Islam dan Isu Kontemporer

buku islam dan isu kontemporer

Judul: Islam & Isyu Kontemporer
Penulis: Hadhrat Mirza Tahir Ahmad
Penerjemah: A. Qoyum Khalid
Judul Asli: Islam’s Response to Contemporary Issues
Edisi I: Desember 2018
Isi: xvii + 310 halaman
Ukuran: 14.8 x 21 cm
Penerbit: Neratja Press, 2018
ISBN: 978-602-0884-34-9

Isi Buku Islam dan Isu Kontemporer

Buku ‘Islam dan Isyu Kontemporer’ adalah ceramah yang disampaikan oleh Hazrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifatul Masih IV (rh), Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah Internasional pada 24 Februari 1990, di Queen Elizabeth II Conference Centre, London. Ceramah ini sendiri dihadiri oleh 800 tamu-tamu terhormat, termasuk Direktur Komunikasi Kantor Ekskutif Sekretaris Jenderal PBB Edward Mortimer yang memimpin acara; dan juga para politisi serta sejumlah anggota Parlemen Inggris.

Dalam ceramahnya, pembicara membahas konsep penegakan perdamaian, fokus pada masalah-masalah kekinian yang dihadapi oleh masyarakat Barat modern, dengan tema sentralnya adalah perspektif Islam dalam penegakan perdamaian di masyarakat.

Buku ini dibagi ke dalam enam bab yaitu, 1. Perdamaian dan Kerukunan Antar Agama, 2. Kedamaian Sosial, 3. Kedamaian Sosio-Ekonomi, 4. Kedamaian Ekonomi; 5. kedamaian Politis, dan 6. Kedamaian Individu.

Dengan berlandaskan kepada ajaran Al-Quran, Pembicara mengemukakan pendapatnya bahwa:

  • Pedang dapat memenangkan wilayah, tetapi tidak dapat memenangkan hati; Kekuatan dapat membuat kepala tunduk, tetapi tidak pikiran;
  • Peran kaum perempuan bukan menjadi selir atau menjadi kelompok masyarakat yang terpenjara di empat dinding tembok rumah mereka;
  • Negara-negara kaya memberi bantuan dengan ikatan di baliknya, dan arus kekayaan tetap mengarah kepada orang kaya, sementara orang-orang miskin semakin tenggelam lebih dalam menuju dasar terendah;
  • Agama tidak perlu menjadi otoritas legislatif yang dominan dalam urusan politik suatu negara;
  • Terlepas dari meredanya Perang Dingin, masalah perang dan perdamaian tidak bergantung pada benang perbubungan dengan negara-negara adikuasa;
  • Tanpa Tuhan tidak akan ada kedamaian.

Ceramah yang kemudian dibukukan ini juga berisi diskusi yang komprehensif tentang riba; bantuan keuangan, hubungan internasional, dan peran Israel, Amerika dan Inggris dalam tatatan dunia baru.