Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

8 Maret 2002

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Seri khutbah-khutbah yang tengah berjalan pada sifatعزيز-aziyz, hari ini pun seri sifat عزيز inilah yang akan berlanjut:

 إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ(9)وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ:

Terjemahnya:Ingatlah,ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhan-mu,maka Dia menerima permohonan kamu dengan janji” Saya sesungguhnya pasti akan menolong kamu dengan seribu malaikat yang bersaf-saf/beriringan. Dan, Allah telah menjadikannya hanya sebagai habar suka dan supaya hatimu menjadi tenteram.Namun, tiada pertolongan kecuali dari Allah semata; sesungguhnya Allah Maha perkasa Maha bijaksana.

Aslam Abu Umran Aththai menerangkan bahwa kami berada di sebuah kota orang-orang Romawi. Mereka menghadang kami dengan suatu lasykar besar terdiri dari orang-orang Roma. Dan sebagai perbandingannya dari orang-orang Islam sebesar jumlah itulah atau lebih dari itu lasykar yang tampil. Lasykar Islam dari penduduk Mesir dikomandokan oleh Uqbah bin Amir dan pengomandoan Jemaat orang-orang Islam lainnya dipimpin oleh Hazalah bin Ubaid. Dari kalangan orang-orang Islam seorang menyerang ke barisan tentara Romawi sehingga dia sampai di tengah-tengah mereka. Melihat itu orang-orang berteriak الله سبحان-subhaanallah, dia telah memasukkan dirinya dalam kehancuran. Lalu Abu Ayyub Ansari berdiri sambil bertanya: Hai orang-orang, kalian mengartikan apa ayat:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ? .Padahal ayat ini turun berkenaan dengan Ansor ketika Islam telah meraih kekuatan dan keunggulan dan banyak tampil penolong-penolong. Maka tampa sepengetahuan Rasulullah saw dari kami sebagian mulai mengatakan pada yang lain bahwa harta benda kami telah menjadi sia-sia.Kini Allah telah menganugerahkan kemenangan kepada Islam dan banyak sekali tampil penolong-penolong. Oleh karena itu, jika kita berupaya/sibuk menjaga harta benda kita,maka kita bisa menyelamatkan yang tercecer dari harta benda kita itu. Maka, sebagai jawaban ucapan kami Allah menurunkan ayat ini pada nabi-Nya: وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ Belanjakanlah di jalan Allah,dan janganlah kamu memasukkan dirimu dalam kehancuran. Jadi, maksud التَّهْلُكَةِ –kehancuran adalah kesibukan kita dalam harta benda kita dan terus sibuk menjaganya dan menghindar dari peperangan. Sesudah itu Hadhrat Abu Ayyub r.a.selalu dalam kondisi jihad sehingga beliau dimakamkan di tanah Roma.

Yang kedua Surah Anfal 85: إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ غَرَّ هَؤُلَاءِ دِينُهُمْ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ-Dan ingatlah ketika berkata orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya mengandung penyakit,’Agama mereka telah memperdaya mereka ini” Padahal barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah,maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa Maha bijaksana.

Abu Usman Annahdi meriwayatkan bahwa saya duduk di samping mimbar Hadhrat Umar sementara beliau tengah melakukan khutbah. Di dalam khutbah beliau bersabda:Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:Berkenaan dengan ummat ini yang paling saya takuti adalah setiap munafik yang sangat mahir dalam menggunakan lidah.”

Hadhrat Abdullah bin Umar r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: Misal orang munafik adalah seperti seekor kambing yang pulang pergi di diantara dua sekawanan kambing-kambing. Kadangkala pergi ke kawanan kambing-kambing yang lain dan kadang-kadang pergi ke sekawanan yang lain dan kamu tidak mengetahui dengan sekawanan yang mana dia ada ikatan..

Hadhrat Amar bin Dinar r.a. meriwayatkan bahwa dia telah mendengar Jabir bin Abdullah r.a. bahwa pada satu kali kami ikut serta dalam suatu perperangan. Sufyan berkata bahwa ini kurang lebih merupakan perang Bani Mustalaq. Pada waktu itu dari seorang dari kalangan muhajir memukul pinggang seorang Ansor. Orang muhajir memanggil,hai para muhajir, datanglah untuk memberikan pertolongan ! Dan orang ansor itu memanggil, hai para Ansor, datanglah untuk memberikan pertolongan ! Mendengar itu nabi karim saw bersabda; Sifat jahiliah apa lagi ini yang tengah berjalan ? Para sahabah r.a.berkata bahwa seorang muhajir memukul punggung seorang ansor. Rasulullah saw bersabda: Tinggalkanlah hal ini, ini merupakan hal yang tidak disukai dalam syareat. Ketika Abdullah bin Sulul mendengar hal itu maka dia berkata, apakah benar orang-orang itu telah melakukan serupa itu ? Demi Allah, apabila kita akan kembali ke Madinah, maka orang yang paling mulia pasti akan mengeluarkan orang yang paling hina dari Madinah .Maka Hadhrat Umar berkata ,Ya Rasul Allah, izinkanlah saya memenggal leher orang munafik itu.Hadhrat Rasulullah saw bersabda: Lepaskanlah dia, supaya orang-orang jangan mengatakan, Muhammad membunuh teman-temannya sendiri.

Selain Amar r.a. ada diriwayatkan dari sahabah yang lain bahwa anak Abdullah bin Sulul Abdullah bin Abdullah berkata kepada bapaknya : Demi Allah, tidak akan bisa kembali sehingga tidak mengikrarkan bahwa kamu yang hina dan Rasulullah saw yang memiliki kemuliaan. Sesuai dengan itu dia terpaksa mengikrarkan ini.

Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s. bersabda: Menurut kami kemunafikan merupakan dosa yang paling besar dan riya atau suka pamer merupakan pekerjan yang paling berbahaya dan merupakan sifat-sifat orang-orang zalim dan musyrik.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya menambahkan: Sesungguhnya saya mengetahui bahwa orang yang suka pemer dan suka dipuji adalah munafik dan dengan karunia Allah kami jauh dari sifat kemunafikan.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: camkanlah, orang munafik bukanlah yang hanya melanggar janji atau menyatakan ketulusan dengan lidah ,namun di dalam hatinya tedapat kekufuran,bahkan yang di dalam fitratnya bermuka duapun adalah munafik jika itu bukan dibawah wewenangnya. Para sahabah sangat khawatir akan sifat bermuka dua ini.Satu kali Hadhrat Abu Hurairah r.a. tengah menangis. Maka Hadhrat Abu Bakar bertanya : “Kenapa kamu menangis ? “ “Nampak di dalam hati saya ada tanda-tanda kemunafikan. Apabila saya berada bersama Rasulullah saw, maka hati saya lembut/khusyuk dan nampak terjadi suatu perubahan,tetapi apabila saya berpisah maka kondisi itu tidak tetap ada”,katanya..

Abu Bakar r.a. berkata,” Kondisi inipun saya juga rasakan”. Kemudian keduanya pergi kepada Rasulullah saw dan menerangkan semua peristiwa yang mereka alami. Rasulullah saw bersabda: “Kamu bukan munafik .Di dalam hati manusia kadang ada perhatian kepada Tuhan, kadang tidak. Kondisi yang ada pada kamu, sebagaimana halnya yang ada pada saya, jika itu selalu ada maka malaikat berjabatan tangan dengan kamu. Kini, coba perhatikan betapa takutnya para sahabah pada kemunafikan dan fikiran serupa itu. Apabila dengan penuh keberanian manusia berkata lancang, maka dia pun munafik. Dimana agama dicela lalu dia tidak meninggalkan majlis itu dan tidak pula memberikan jawaban itupun munafik. Jika seorang mu’min tidak memiliki gairat dan keistiqamahan itupun munafik. Selama manusia tidak setiap saat mengingat Tuhan,maka sampai pada waktu itu dia tidak kosong dari kemunafikan. Kondisi ini akan dapat diraih dengan perantaraan doa. Senatiasalah berdoa, semoga Tuhan melindunginya. Barangsiapa yang meskipun telah bergabung dalam Jemaat,namun tetap bermuka dua, dia akan tetap jauh dari Jemaat ini. Oleh karena itu, Tuhan telah menetapkan tempat orang-orang munafik di tempat yang paling rendah, karena di dalam diri mereka terdapat muka dua, sementara orang kafir hanya bermuka satu.

Surah Anfal ayat وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ Dan dia telah menaruh kecintaan di antara hati mereka . Jika engkau menafkahkan segala yang ada di bumi ini seluruhnnya, engkau tidak dapat menaruh kecintaan diantara hati mereka.tetapi Allah menaruh kecintaan diantara hati mereka;sesungguhnya Dia Maha Perkasa Maha bijksana.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Said Khudri r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya orang yang saling mencintai sesama mereka demi karena Tuhan bagi mereka akan ada kamar tinggi/balkon yang nampak seperti bintang yang:berkilauan dari sebelah timur atau mungkin beliau bersabda bahwa itu terbit dari sebelah timur. Akan ditanyakan siapa orang-orang ini ? Jawaban akan diberikan bahwa mereka inilah orang-orang yang saling mencintai karena Allah.

Hadhrat Khalifatul Masih I r.a. menerangkan: Ingatlah, karunia Ilahi memiliki banyak corak dan ragamnya. Karunia pada seorang diri tidak sebanyak yang diperoleh dua orang. Misalnya, di dunia ini berlaku ketentuan bahwa jika peria dan wanita terpisah dan ingin meraih karunia yang ada dalam corak anak,maka itu tidak bisa dia hasilkan selama mereka tidak bercampur dan perlu mengamalkan semua ketentuan-ketentuan yang perlu untuk meraih anak.Begitu juga karunia Ilahi yang ada pada Jemaat yang besar itu tidak bisa ada pada Jemaat yang hanya beberapa orang saja. Kebahagiaan sebuah rumah tangga dan karunia ketenteraman seisi rumah, jika ada yang ingin meraihnya,maka itu baru akan bisa jika ada pelayan-pelayan ,juru-juru masak adanya tempat tidur ,makan minum ,tempat mandi, ada tersedia kamar-kamar terpisah dan mampu menyiapkan sarana-sarana yang terpisah untuk seisi rumah. Dan begitu juga jika terus melangkah maju maka kamu bisa memperkirakan kerajaan dan pemerintahan. Dari itu dapat disimpulkan bahwa dikarenakan diantara kalian terdapat perselisihan tidak akan ada persatuan secara meluas dan setiap orang diantara kalian tidak akan berusaha sibuk menyampaikan faedah-faedah pada yang lain yang sebagai akibatnya kalian bisa menghasilkan karunia besar yang didapatkan pada Jemaat yang banyak.Dan di dalam kata

وَاَللَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِم ke arah inilah isyarah itu. Ruh persatuan yang telah ditiupkan di dalam diri para sahabah, Tuhan dengan karunia-Nya telah menelusurinya/menyempurnakan itu. Untuk sempurnannya persatuan itu hendaknya ada kesabaran dan keteguhan. jika hal tidak ada dan kemudian dengan hal-hal yang kecil menjadi kembali maka sebagai dampaknya akan timbul perpecahan diantara kalian.

Selanjutnya Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda: Perhatikanlah, dua [arah?]…merupakan pekerjaan yang sangat berat. Maka mengumpulkan ribuan orang pada suatu jalan dan kemudian menciptakan kesatuan dan persatuan di dalamnya tampa karunia Tuhan bagaimana mungkin itu bisa terjadi.Lihatlah,. dengan karunia Tuhan kalian telah menjadi bersaudara, hargailah nikmat itu dan kenalilah hakekatnya dan jadikanlah ketulusan dan keteguhan menjadi citra kalian’

Kemuidian Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Ingatlah, menanamkan kecintaan dalam hati merupakan suatu mukjizat. Ingatlah.jika setiap diantara kalian tidak menyenangi apa yang kamu senangi untuik dirimu bukanlah dari Jemaat_Ku.mereka berada dalam musibah dan bencana serta tidak akan baik akibatnya.. Saya ingin membuat sebuah kitab yang di dalamnya aka ditulis terpisah nama-nama orang-orang yang tidak bisa menahan emosinya . Dalam hal-hal kecil terjadi pertengkaran. Misalnya, seorang mengatakan bahwa seorang telah meloncat sekian meter dan yang lain mulai menanggapinya. Dengan cara itu lahir semacam kebencian.Ingatlah terpisahnya kebencian merupakan tanda mahdi. Apakah tanda itu tidak akan sempurna ? ,itu pasti akan sempurna. Lalu kenapa tidak bersabar ? Sebagaimana sistim pengoabatan ilmu ketabiban jika akar dari penyakit tidak dimusnahkan sama sekali penyakit tidak akan hilang. Dengan wujud saya akan lahir sebuah Jemaat yang saleh. Apa sebab lahirnya kedengkian diantara sesama tidak lain adalah kebencian, arogansi,egoisme dan gejolak emosi. Saya tidak lama lagi akan membertahukan bahwa orang-orang semacam itu akan saya pisahkan dari Jemaat yang tidak bisa menahan gejolak emosinya dan tidak bisa tinggal dengn saling mencintai. Orang yang seperti itu ingatlah,mereka merupakan tamu untuk bebrapa hari selama mereka tidak menampilkan contoh yang baik.

Hadhrat Masih Mauud a.s. memang tidak menulis kitab dimana tertulis daftar nama-nama orang-orang yang disebutkan bahwa ini bukan dari jemaatku. Namun, ajaran yang beliau berikan dalam Bahtera Nuh, itu sedemikian kerasnya sehingga setiap orang yang mendengaar menganggap bahwa saya pun bukanlah dari Jemaat [beliau] karena itu merupakan ajaran standar yang tinggi.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Para sahabah Penyuluh jalan sempurna kita apa-apa penngorbanan kesetiaan yang mereka sajikan demi untuk Allah dan Rasul-Nya. Mereka dikeluarkan dari kampung halaman mereka , menghadapi kezaliman, menghadapi berbagai macam musibah-musibah, menyerahkan jiwa mereka,namun mereka pergi sambil memperlihatkan kesetiaan dan ketulusan. Apa gerangan yang menjadikan mereka sedemikian setia. Itu adalah merupakan gejolak semangat cinta ilahi sejati,yang berkas sinarnya telah mengena di dalam hati mereka. Jadi, dengan nabi manapun () diperbandingkan,ajaran beliau saw dan pensucian beliau menyatakan pengikut-pengikutnya membenci dunia mengalirkan darah demi untuk kebenaran seperti itu tidak didapatkan misalnya pun dimana-mana.Ini merupakan martabat para sahabah Rasulullah saw.dan kecintaan diantara mereka itu diterangkan dalam dua kalimah. وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ Yakni kecintaan diantara mereka mereka tidak akan lahir meskipun engkau memberikan gunug emas.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: Apakah ada yang bisa membayangkan bahwa kaum ini akan menjadi bersatu diantara mereka dan mereka akan menciptakan hubungan yang sedemikian rupa kukuhnya dengan Tuhan meskipun mereka sedemikian rupa hinnya dengan Firaun tapi dalam itaat padanya sedmikian rupa fana pada Tuhan yakni orang-orang yang dicintainya dia akan serahkan kepada Tuhan. Ranungkanlah apakah hal ini merupakan hal yang mudah.ini merupakan kemenangan Rasulullah sa yang sangat agung.Menciptakan kecintaan pada Tuhan pada kaum yang sedemikian itu sehingga mereka sampai siap untuk mati itu menzahirkan kekuatan qudsiah beliau saw.Hadhrat Masih Mauud a.s. berasabda:

Kesenangan kita merupakan permainan anak-anak. Kita tidak bisa mengeluarkan karat-karat dari hati orang-orang yang tersebar diseluruh dunia.Dan tidak pula kecitaan kepada Tuhan yang sempurna kita bisa ciptakan didalam hati mereka. Dan tidak bisa kita menciptakan kecintaan yang sempurna.yang karenanya mereaka menjadi satu wujud. Ini merupakan pekerjaan Tuhan sesuai dengan itu berkenaan dengan para sahabah Allah berfirman di dalam Al-quran dan kepada Rasulullah saw hal itu ditujukan Al-Anfal 63-64: هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ(62)وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ.-dialah Tuhan yang telah mengeuatkan engkau dengan pertolongan orang-orang mu’min.Yang mana jika kamu memasukkan kecintaaan di dalam hatimu yang jika kamu menafkahkan segala yanga ada di bumi maka kamu tidak akan bisa menciptakan kecintaan yang seperti itu Yakni tuhan yang telah menciptakan kecintaan ini dialah yang Maha perkasa Maha bijaksana yang telah menciptakan ini dan kini diapun bisa melakukan.Dan untuk yang akan datang pun kepada-Nya-lah manusia bertawakkal.pekerjaan yang akan terjadi didalkam itu ruhnya Tuhan yang ditiupkan. Sebagaimana tukang kebun mengairi kebunnya itu menjadi subur begitu juga Jemaat para muttabiin Dia anugerahi kemajuan dan kesegaran.Jemaat yang terjadi karena upaya mereka diantara mereka hanya beberapa hari akan timbul perpecahan sebagaimana Brahmusmaj bergitu maju pesat akhirnya berhenti dan hari demi hari menjadi hilang musnah kaarena pilarnya hanya upaya-upaya manusia. مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ –Tidak layak bagi seorang nabi mempunyuai tawanan perang sebelum ia sungguh-sungguh berperang.di muka bumi.kamu menginginkan harta benda dunia,padaahal Allah menghendaki akherat dan Allah Maha Perkasa Maha Maha bijaksana.

Diriwayatkan daari Hadhrat Abdullah r.a. bahwa pada hari Badar Rasulullah saw bersabda kepada para sahabah : bagaimana pandangan kalian berkenaan dengan tawanan-tawanan kafir itu. Atas itu Hadhrat Abu Bakar Siddik r.a. berkata; ya Rasulullah saw orang-orang dari kaum Tuan merupakan keuarga terdekat Tuan biarkanlah mereka hidup dan perlakukanlah mereka dengan baik. Mungkin Allah sambil menerima taubah mereka. Ya Rasulullah saw, orang-orang ini telah mengeluarkan Tuan dari peperangan dan mereka mendustakan Tuan maka penggallah leher mereka. Dan Abdullah Ruawahah berkata Ya Rasulullah saw, carilah hal yang banyak di dalamnya. Kemudian di dalam lembah itu di masukkan dan dibakar/dinyalakan.Atas hal itu Abbas r.a. mengatakan: Engkau telah mengambil jalan memutuskan tali kekerabatan .Rasulullah saw setelah mendengar musyawarah itu beliau kembali ke rumah beliau dan beliau tidak memberikan jawaban .Sesudah itu orang-orang menjawab bahwa beliau akan melaksanakan atas pendapat Abu Bakar sebagian berkata atas pandangan Umar. Sebaian orang mengatakan bahwa atas padangan Abdullah bin Ruwahah. Sesudah itu Rasulullah saw ke tempat orang-orang itu.Kemudian beliau bersabda: Allah menjdikan hatai orang-orang sedemikian rupa lembutnya yang lebih lunak dari susu.Sedang kan sebagian hati sedemikian rupa kerasnya yang mana lebih keras dari batu.Hai Abu Bakaar misal kamu adalah seperti Ibrahim yang berkata فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ Ibrahim 35-Misal kamu adalah semisal Isa yang berkata إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ Dan hai Umar misal engkau adalah seperti misal Nuh yang berkata:

رَبِّ لاَتذَرْ مِنَالْكاَفِرِيْنَ دَيَّارًا-Dan misal engkau adalah semisal Musa yang mengatakan

 واشْدُدَْ علَى قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيم

Sesudah itu Rasulullah saw bersabda: Sebab, kamu kini merupakan orang yang memerlukan, maka jangan ada tawanan tertinggal yang ataukah dia bebas dengan membayar fidiyah atau lehernya dipenggal. Abdullah berkata:Saya berkata kecuali Suhail bin Baidha karena saya telah mendengarnya ingin menganut Islam. Maka sejenak beliau terdiam.Pada waktu itu saya sedemikian takut, yang mana saya sepanjang umur tidak pernah setakut itu. Saya khwatir jangan –jangan turun hujan batu pada saya dari langit. Pada saat itulah beliau bersabda: Baiklah, kecuali Suhail bin Baidha. Rawi berkata sesudah itu ayat ini atau ayat sesudahnya Allah turunkan: مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ .

Ayat 71 Surah At-taubah:

 وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ

 وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan itu satu sama lain bersahabat.Mereka menyuruh mengerjakan kebaikan dan melarang kejahatan dan tetap mengerjakan sembahyang dan membayar zakat dan tetap mentaati Allah dan rasul-Nya.Mereka itulah yang niscaya Allah akan mengasihani mereka. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa Maha bijaksana.

Hadhrat Abu Musa r.a. berkata:Rasulullah saw bersabda: Misal orang mukmin adalah semisal bangunan yang sebagian bagiannya menguatkan bagian yang lainnya.

Hadhrat Abdullah bin Mauud r.a. menerangkan bahwa saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Engkau akan mendapat bantuan dan pertolongan Allah; engkau akan meraih sasaranmu dan akan mendapatkan kemenangan, maka siapapun diantara kalian yang mendapatkan zaman itu hendaknya dia bertakwa kepada Tuhan, memerintahkan untuk berbuat kebaikan dan mencegah untuk berbuat keburukan.Dan siapa yang dengan sengaja mengadakan dusta atas nama saya dia telah membuat tempat untuk diri-Nya di dalam api.

Hadhrat ummi Habibah r.a, Istri suci Rasulullah saw meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:Memerintahkan pada kebaikan dan mencegah berbuat keburukan dan selain berzikir kepada Tuhan semua perkataan Ibni Adam akan menentangnya,bukan mendukungnya .

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Ciptakanlah persaudaraan dan kecintaan di antara sesama kalian () . Tinggalkanlah sifat buas dan perselisihan. Tinggalkanlah semua corak ucapan kosong dan caci makian. Ejekan menjadikan hati manusia dari kebenaran dan menyampaikannya sampai begitu jauhnya.Hormatilah diantara sesama . ingatlah jika kalian menyesuaikan diri kalian dengn firman Tuhan maka kalian adakn berusaha di dalam mendukung agama-Nya. Tuhan akan menjauhkan semua hambatan-hambatan dan kamu akan menjadi sukses.Seyogianya kamu termasuk dalam kelompok orang yang dicintainya.Segenap wabah dan musibah/bencana tidak akan berani menyentuhkan tangan-Nya kepada kalian. T idak ada ada yang bisa terjadi tampa izin Tuhan . tinggalkan sgegenap kebencian dan keiri-hatian di antara kalian.Kini adalah waktu bahwa kamu keberatan dengan hal-hal yang kecil kemudian dalam pekerjaan yang besar kamu menjadi sibuk.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ merupakan ciri orang yang beriman.Dengan melakukan amal bi ma’ruf dan mengerjakan nahi ani munkar-mencegah pada keburukan penting bagi manusia membuktikan kondisi amalnya bahwa Dia mempunyai kekuatan di dalam dirinya.Karena sebelum Dia menenamkan pengaruhnya pada orang lain dia tentu harus menjadai kan kondisi yang memberikan pengaruh.Jadi ingatlah bahwa lidah dengan melakukan amal bilma’ruf dan nahi anilmunkar ya harus mengetahui sikon /kondisi. Cara menjelaskan sedemikian rupa hendaknya lemah lembut dan di dalam itu terdapat keindahan.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: Nasihat saya, dua hal hendaknya harus diingat: Takutlah kepada Tuhan. Simpatilah kepada saudara-saudara kalian sebagaimana kalian lakukan pada diri sendiri. Jika ada orang yang melakukan kesalahan, maka hendaknya dimaafkan. Jangan hendaknya berlaku kasar dan mulai membencinya.

Kemudian Huzur bersabda: Barangsiapa melawan keburukan dengan keburukan, dia bukanlah dari kami.Hindarilah diri kalian dari serangan orang jahat, namun janganlah menghadapinya dengan perlawanan yang kejam. Orang yang memberikan obat yang keras/kata-kata yang keras kemudian dia menjadi dia menjadi baik dia melakukan kebaikan padanya .Berkenaan dengan orang yang serupa itu kita tidak mengtakan bahwa dia telah melawan keburukan dengan keburukan. Setiap kebaikan dan keburukan lahir dari niat.Maka seyogianya niat kamu jangan tidak tulus supaya kamu dapat menyamai malaikat.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda;Kewajiban kita untuk bersikap lapang dada dan berniat baik diantara seudara sesama kita dan bersolidaritas dalam kesulitan-kesulitan dunia dan agama.Dan sedemikian rupa bersoloidaritas sehingga satu dengan yang lain menjadi bagaikan sebuah organ tubuh.Dimana tidak ada ajaran solidaritas dalam suatu agama bukanlah itu agama.Dan manusia itu bukanlah manusia dimana tidak ada naluri simpati di dalam dirinya.Di dalamakhlak Tuhan memberikan pelajaran bahwa kitapu memperlakukan ummat manusia dengan sikap lemah lembut dan kasih sayang dan jangan dan jangan kaku dan kikir. Dari sejak dunia lahir semua oranga-oranag suci di dunia memberikan kesaksian bahwa mengikuti akhlak Tuhan merupakan air kehidupan bagi kelanggengan manusia.Dan kehidupan ruhani dan kehidupan jasmani berjalin erat dengan perkara ini.Supaya mereka mengikuti semua akhlak suci Tuhan yang merupakan sumber keselamatan.

Kini surah الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ-Sayala Allah yang Maha melihat. Inilah kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu dengan izin Allah mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya kepada jalan Yang Maha Perkasa maha bijaksana.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Kami telah menurunkan kepada engkau kitab yang agung supaya engkau mengeluarkan orang-orang dari segenap kegelapan dan memasukkan mereka ke dalam nur ini mengisyarahkan bahwa seberapa banyak was-was berlalu dalam diri manusia dan lahir keraguan dan kebimbangan semua itu Al-Quran jauhkan.Dan menjauhkan segala corak khayalan yang buruk dan menganugerahkan makrifat yang sempurna.yakni kembali dan meyakinkan apa yang diperlukan itu semua itu dianugerahkan.

Hadhrat Khalifatul Masih I menerangkan :Disini nabi saw dinyatakan sebagai wujud yang mengeluakan dari kegelapan kepada cahaya.Dari itu dapat diketahui bahwa suatu masa berlalu pada manusia bahwa suara nabi saw merupakan penyebab mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya.namun disatu tempat berfirman; اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ-Albaqarah 258. Yakni Hadhrat Khalifatul Masih I mengetengahkan makrifat yang sangat dalam.Bahwa di satu tempat berkenaan dengan Rasulullah saw bersabda: Dia membawa manusia kepada nur.Dari sisi lain Allah sendiri yang berfirman:Allah adalah wali/pelindung orang yang beriman يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ Seolah-olah perbandingan yang difirmankan berkenaan dengan Rasulullah saw kemudian kemabali pekerjaan ini dinisbahkan pada diri-Nya.ini merupakan hal yang perlu direnungkan.

Hadhrat Jibril datang untuk mengajarkan kepada manusia agama mereka dan soal pertama yang dia tanyakan : Hai Muhammad,terangkalh kepada saya apa (?Isalam itu ! … Pertama adalah manusia tinggal bergaul dengan nabi dan belajar untuk itaat.Orang-orang datang kepada nabi saw maka mereka mendengar kata-kata beliau dan lama kelamaan hal inilah yanga tertanam di dalam hati. Dan dengan nama …dan dia keluar dari berbagai kekotoran masuk ke dalam nur.Kegelapan pertama adalam majlis orang-orang kafir dan dengan meninggalkan itu Huzur saw datang pada kenabian.

Qamaaruddin Syahid