Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

5 Apil 2002

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

 َيُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ(1)هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ(2)وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Senantiasa menyanjung Allah seluruh apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia raja,Maha suci,Mahaperkasa dan Mahabijaksana. Dia-lah yang telah membangkitkan dari antara orang-orang yang buta huruf seorang rasul membacakan pada mereka ayat-ayat-Nya,dan mensucikan mereka,dan mengajarkan pada mereka kitab dan hikmah ,walaupun mereka sebelumnya dalam kesesatan yang nyata.Dan dari antara mereka juga kepada yang lain juga Dia telah membangkitkannya yang kini belum bertemu dengan mereka dan Dia Mahaperkasa Mahabijaksana.

Hadhrat Abu Hurairah r.a. menerangkan bahwa kami duduk di dekat Rasulullah saw,maka pada waktu itu ayat surat Jumaah:

وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيم turun pada beliau. Saya bertanya:Ya Rasulullah saw ,siapa mereka ? Namun, beliau tidak memberikan jawaban apa-apa hingga tiga kali saya mengulangi. Diantara kami ada Salman Farsi. Rasulullah saw meletakkan tangan beliau pada Salman Farsi sambil bersabda: Jika iman terbang ke bintang Surayya, maka dari mereka ada beberapa orang atau seorang yang akan mengambilnya

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda: Karena Rasulullah saw telah bersabda: خَيْرُالقُرُوْن قرْنِيْ -khairulquruwni qarni-Sebaik-baik abad, abadku,kemudian abad ke dua dan ketiga dikatakan ِِخيرالقرون -khairulqurun [sebaik-baik abad]. Sesudah itu bersabda:ثم يفش الكذب-tsumma yafsyulkadzib –Kemudian akan tersebar kebohongan. Nah,seorang yang dungu dan tidak mengenal sunnah, dapat saja mengatakan bahwa kuat qudsiah-daya pensucian beliau-na’uszubillah- lemah sedemikian rupa yang mana lebih dari tiga abad tidak lagi ampuh/berpengaruh. Oleh karena itu, untuk menjawab pandangan batil serupa itu Dia berfirman وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ: Kekuatan qudsiah beliau sedemikian rupa kuat pengaruh dan ampuhnya yang mana setelah tiga belas abad pun mampu mensucikan seperti dimasa awal. Sesuai dengan itu Dia menjanjikan وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ yakni, pada zaman akhir akan datang kaum lain yang akan mendapat berkat langsung dari Rasulullah saw dan untuk kali pertama [pertama kali] Kami akan membangkitkan nabi itu secara buruz (bayangan),dan kebangkitan itupun dengan coraknya yang sama sebagaimana pada waktu [dibangkitkan] dikalangan orang-orang buta huruf.

Dan terbukti dari hadis-hadis sahih, bahwa amal-amal ummat beliau akan disampaikan pada Rasulullah saw. Maka, renungkanlah betapa gerangan rasa resah dan gelisah yang lahir dalam diri beliau saw manakala beliau diberitahukan bahwa akan diadakan bidaah-bidaah besar seperti ini yang kurang lebih menjadi tidak mungkin untuk mengenal kebenaran. Dan banyak perkara-perkara yang dimasukkan ke dalam Islam yang dengan Islam sama sekali tidak ada jalinan dan ikatan sebelumnya. Oleh karena itu, Allah berfirman bahwa muallim/guru itu akan Kami kirim untuk kedua kalinya. Kami akan membangkitkan فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا -fil ummiyyiyna rasulan dan Kami akan memasukkan perhatiannya [kecenderungan dan potensi yang ada pada Muhammad saw] padanya dan ini merupakan penyempurnaan dari لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ –yakni, kini belum datang,dia itu akan datang.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Dia adalah Tuhan Yang Mahamulia dan Mahapenyayang yang telah mengirimkan di kalangan orang-orang ummi rasul dari mereka sendiri yang sempurna sedemikian rupa sehingga walaupun buta huruf dia membacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kitab dan hikmah walaupun sebelum kezahiran nabi itu mereka benar-benar terjerumus dalam kesesatan yang nyata. Dan dari kelompok mereka juga ada orang-orang dari negari-negari lain juga yang masuknya mereka ke dalam Islam telah ditetapkan,namun kini mereka itu belum berjumpa dengan orang-orang Islam[sahabah]. Tuhan Maha perkasa dan Maha bijaksana, perbuatan-Nya tidak pernah kosong dari kebijaksanaan,yakni tatkala waktu itu akan tiba, yang mana Tuhan dari segi hikmah-Nya yang sempurna telah menetapkan penduduk negeri-negeri lain menjadi Islam, maka baru orang-orang akan masuk dalam agama Islam.

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Dia adalah Tuhan yang Maha Penyayang. Dia –lah Tuhan yang telah membangkitkan dari orang-orang buta huruf yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, mensucikan mereka, mengajarkan pada mereka kitab dan hikmah meskipun sebelumnya mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata. Dan begitu juga Rasul yang tengah mendidik mereka, dia pun juga akan mendidik kelompok lain juga,yang akan menjadi termasuk kelompok mereka dan akan menciptakan kesempurnaan-kesempurnaan mereka,tetapi kini mereka belum berjumpa dengannya. Dan Tuhan Mahaperkasa Maha bijaksana. Disini point ini pun hendaknya diingat.bahwa didalam ayat/kataوَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ kata ءَاخَرِينَ adalah sebagai mafuul/objek,seolah-olah semua ayat-ayat dalam kata-katanya yang telah ditetapkan adalah berbunyiهُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِهِ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةوَيُعَلِّمُ الَاخَرِين َمِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِم

Huwalladziy ba’asta fil ummiyyiin rasuwlan minhum yatluw ‘alaihim aayaatihi wa yu’allimuhum-ulkitaaba wal hikmata wa yu’allimul-aakhariyna minhum lamma yalhaquw bihim

Yakni,hamba-hamba kami yang tulus lagi sempurna, selain para sahabah r.a. ada pula yang lain yang kelompok besarnya akan lahir pada zaman akhir. Dan sebagaimana Rasul Yang mulia saw telah mendidik para sahabah r.a., serupa itulah Rasulullah saw akan mendidik kelompok itu secara batin/ruhani,yakni orang-orang itu akan datang pada masa dimana rangkaian menyampaikan berkah dan meraih berkah secara zahir akan terputus dan agama Islam akan diliputi banyak kesalahan-kesalahan .dan sinar batin/ruhani akan sirna dari dalam hati para penyembah Tuhan. Baru Allah akan menyampaikan seorang yang berjiwa mulia,bernasib mujur,berfitrat suci pada kesempurnaan ruhani tampa perantara zahir Jemaat-jemaat dan mazhab-mazhab atau tarekat-tarekat yang ada hanya dengan pendidikan keruhanian Rasulullah telah disampaikan pada keruhanian yang sempurna dan akan menjadikannya kelompok yang besar dan kelompok itu akan menciptakan kemiripan/keselarasan yang sangat luar biasa dengan kelompok para sahabah r.a. karena semua kesempurnaan itu akan dengan perantaraan Rasulullah saw dan berkah-berkah Rasulullah saw akan mengalir dan berlaku di dalam diri mereka dan mereka akan berjumpa dengan para sahabah r.a.,yakni, dari segi kesempurnaan-kesempurnaannya akan menjadi menyerupai mereka dan merekapun akan mendapat kesempatan meraih karunia dan kemuliaan seperti yang telah diraih oleh para sahabah r.a. Dan mereka akan dinilai tulus dan disisi /pada pandangan Tuhan karena keterasingan , ketidak berdayaan dan keteguhan langkah mereka sebagaimana para sahabah dianggap sadiq/tulus sebab zaman ini merupakan zaman banyak tersebarnya bencana-bencana,fitnah-fitnah dan ketidak adanya iman dan kesulitan-kesulitan semacam itulah yang akan dihadapi oleh orang-orang suci yang telah pernah dihadapi oleh para sahabah r.a. Oleh karena itu, setelah menampilkan keteguhan langkah, martabat mereka akan terhitung pada martabah para sahabah r.a. Namun, zaman pertengahan merupakan zaman فيج اعواج-faiji a’waj [manusia edan] yang mana karena timbulnya kemegahan dan kemewahan pada penguasa-penguasa Islam dan melimpah ruahnya sarana-sarana kemudahan, orang-orang yang melangkah di jalan para sahabah dan yang dapat meraih martabah-martabah mereka i secara zhil/bayangan akan sangat langka. Namun, zaman akhir merupakan zaman yang menyerupai zaman awwal,karena pada orang-orang di zaman itu kemiskinan melada dan kecuali kekuatan iman mereka tidak ada memiliki pegangan atau pijakan apa-apa untuk menghadapi musibah atau bencana-bencana itu. Maka iman mereka menurut kacamata/pandangan Ilahi akan sedemikian rupa teguh dan kukuhnya sehingga jika iman terbang ke langit maka mereka akan membawanya kembali ke bumi,yakni gempa-gempa bumi akan mengguncang mereka, mereka akan diuji,badai fitnah akan mengepung mereka, tetapi mereka akan tampil dengan langkah yang sedemikian teguhnya sehingga jika iman ada di langit sekalipun maka tetap mereka tidak akan melepaskannya. Jadi, definisi bahwa iman itu akan mereka bawa kembali dari langit ke bumi, mengisyarahkan bahwa mereka akan datang pada zaman dimana kemungkaran ber-simaharajalela;kecintaan hakiki pada Tuhan akan lenyap dari hati,tapi sebaliknya iman mereka akan sangat teguh dan demi untuk Tuhan kekuatanm menanggulangi musibah-musibah akan sangat kuat dan ketulusan dan keteguhan mereka tidak akan ada batasnya,tidak akan ada ketakutan yang akan menjadi penghalang dan tidak akan ada harapan-harapan dunia yang akan memperlemah mereka dan kekuatan iman akan diuji dengan hal-hal itu bahwa dalam cobaan serupa itu, dalam kondisi tidak adanya iman,mereka tampil dengan langkah yang teguh.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Adam zaman akhir pada hakekatnya adalah

Nabi kita yang mulia Muhammad saw dan pertalian saya dengan dia adalah pertalian/ikatan antara guru dan murid dan firman Tuhan وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ adalah mengisyarahkan ke arah ini. Jadi, perhatikanlah dengan cermat pada kata َءَاخَرِينَ -akhariyn bahwa Tuhan telah menurunkan kepada saya berkah Rasul yang mulia saw dan telah menjadikannya sempurna dan telah menarik kelembutan dan sifat lapang dada nabi yang mulia saw kepada saya sehingga wujud saya menjadi wujudnya. Jadi, mereka yang masuk ke dalam Jemaat saya pada hakekatnya mereka masuk ke dalam Jemaat para sahabah majikan saya sebaik-baik rasul. Inilah arti kata وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ yang tidak terselubung bagi orang yang berfikir.Dan orang yang meletakkan perbedaan antara saya dan Mustafa saw, dia tidak melihat saya dan tidak mengenal saya.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersada: Dan di tempat ini ada sebuah point,yaitu sebagaimana Allah swt dengan kata-kata yang jelas dalam ayat menggunakan kata وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ mengisyarahkan bahwa orang-orang yang akan zahir dalam corak/warna kesempurnaan-kesempurnaan para sahabah, itu akan datang pada zaman akhir. Dan begitu juga ke arah ayat وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ dari jumlah nilai semua huruf yang menjadi 1275, mengisyarahkan bahwa penyempurnaan kata وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ adalah keturunan Farsi akan menyempurnakan masa kebangkitannya pada tahun ini, yang akan menciptakan pertalian dengan para sahabah. Tahun 1275 Hijriah yang zahir dari jumlah nilai huruf ayat وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ adalah merupakan batas masa kedatangan, kelahiran kedua dan tanggal masa pertablighan ruhani yang lemah ini.

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam Khutbah Ilhamiayh bersabda: Allah telah mewahyukan kepada saya كل بركة من محمدصل الله عليه وسلم فتبارك من علم وتعلم-kullu baarakatin min muhammadin sallallaahu ‘alaihi wasallam fatabaaraka man ‘allama wa ,ta’allam-Yakni, Nabi yang mulia saw telah mengajarkan kepada engkau dengan perantaraan pengaruh ruhaninya dan telah menuangkan berkah rahmatnya di dalam wadah hati engkau supaya dia memasukkan engkau di dalam sahabahnya r.a.dan memasukkan engkau di dalam berkah-berkah-Nya supaya habar Tuhan yang ada di وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ itu menjadi sempurna dengan karunia dan kebesaran-Nya.

Kemudian selanjutnya Hadhrat Masih Mauud a.s.bersabda: Orang-orang ini menangis[memperotes] karena masaalah menjamak dua shalat, padahal di dalam corak-corak Masih banyak terjadi penyatuan. Terjadi penyatuan dua gerhana,yaitu gerhana mata hari dan bulan. Inipun merupakan tanda untuk saya. وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ [ketika jiwa dipersatukan] juga adalah tanda untuk saya. Dan وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ juga merupakan sebuah jamak/penyatuan juga,karena yang awwal dan yang akhir dipersatukan.Dan ini merupakan jamak/penyatuan yang sangat agung,yang merupakan dalil dan saksi pada keberkatan dan karunia kehidupan Rasulullah saw. Dan inipun merupakan jamak/penyaatuan bahwa Allah telah mengumpulkan semua sarana tabligh Dan sesuai dengan itu tersedianya alat-alat percetakan ,kertas ,kantor pos,mobil ,kereta api dan dengan perantaran pesawat terbang seluruh dunia berfunfsi menjadi sebuah kota dan kemudian adanya penemuan-penemuan baru lebih lagi menambah jamak/penyatuan ini, karena sarana-sarana pertablighan tengah terkumpul. Dengan tivrecorder/fonografi juga bisa digunakan untuk tabligh dan dari ini muncul pekerjaan yang aneh. Penerbitan surat-surat kabar dan majalah-majalah. Singkatnya, sedemikian rupa banyaknya sarana tabligh terkumpul yang contohnya di zaman manapun kita tidak dapatkan. Bahkan, dari tujuan-tujuan kebangkitan Rasulullah saw, ini merupakan satu penyempurnaan agama yang untuk itu bersabda: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا [Hari ini telah Ku sempurnakan bagimu agamamu dan telah ku sempurnakan atasmu ni’maat-Ku dan Aku redha untukmu Islam sebagai agama} Kini, dalam penyempurnaan ini ada dua keindahan. Satu, penyempurnaan petujuk, dan kedua, penyempurnaan penyebaran.

Penyempunaan penyebaran petunjuk: Zaman penyempurnaan petunjuk, adalah zaman pertama Rasulullah saw. Dan zaman penyempurnaan penyebaran petunjuk adalah zaman ke dua beliau saw manakala akan tiba saat datangnya waktuوَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ dan waktu itu kini ada, yakni zaman saya, yakni zaman Masih yang dijanjikan. Oleh karena itu, dengan cara inilah Allah telah mempersatukan zaman penyempurnaan petunjuk dengan zaman penyempurnaan penyebaran petunjuk, dan ini merupakan penyatuan [jamak] yang agung.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: Allah swt di dalam kalam suci-Nya telah menyangkal/menafikan Rasulullah saw sebagai bapak seseorang,tetapi Dia memberikan habar buruz/bayangan. Jika buruz tidak benar,maka lalu di dalam kata وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ kenapa dinyatakan sebagai sahabah Rasulullah saw sahabah yang dijanjikan [akab datang]seperti itu.Dan menafikan/meniadakan buruz/bayangan artinya jelas mendustakan ayat ini. Orang-orang yang berfikir secara jasmani kadangkala mauud-yang dijanjikan itu dinyatakan dari keturunan Hasan, dari keturunan Husen dan kadang dari keturunan Abbas. Namun, maksud Rasulullah saw hanya bahwa warisnya akan seperti anak-anak /keturunan,yakni,pewaris namanya , akhlaknya, ilmunya dan pewaris ruhaninya dan dari segala sisi akan memperlihatkan/menampilkan gambarannya. Itu bukanlah dari dirinya sendiri, bahkan segala sesuatu akan dia ambil darinya,dan dia akan larut/fana dalam mencintainya dan dia akan menampilkan wajah [majikan] nya. Jadi, sebagaimana secara dzhilli/bayangan akan mengambil namanya , akhlaknya dan akan mengambil ilmunya, begitu juga panggilan/laqab nabinya pun akan diambilnya karena gambaran buruz/bayangan tidak akan bisa sempurna selama gambar ini tidak memiliki kesempurnaan aslinya dari segala segi.Jadi,oleh sebab kenabian dalam nabi merupakan sebuah kesempurnaan, karena itu penting di dalam gambar buruz/ gambar bayangan kesempurnaan itu juga zahir. Semua nabi secara berkesinabungan terus mengimani bahwa wujud buruz merupakan sepenuhnya gambar aslinya sehingga namapun menjadi satu. Jadi, dalam corak ini menjadi jelas bahwa sebagaiman secara buruz/bayangan memberikan nama Muhammad saw dan menamakan Ahmad, Muhammad tidak menjadi dua dan Ahmad tidak menjadi dua, begitu juga secara buruz mengatakan nabi dan rasul tidak mutlak hasilnya harus stempel khatamannabiyyin menjdi pecah karena wujud buruz bukanlah merupakan wujud yang terpisah. Maka dengan demikian , kenabian nama Muhammad saw hanya terbatas pada Muhammad saw. Semua nabi-nabi dalam hal ini sepakat bahwa [di dalam] buruz tidak dua, karena martabat buruz adalah merupakan penyempurnaan dari ungkapan dalam bahasa.Farsi..mantuwsyudam tuwman syudi man tan syudam tuw jan syudi takasy nagoyad ba’daze mandiygeram tuwdiygeri. Akan tetapi, jika Hadhrat Isa a.s.kembali datang untuk kedua kali ke dunia, maka tampa memecahkan stempel atau cap khatamannabiyyin bagaimana mungkin bisa datang ke dunia ?.

عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ العَزِيْزُ الحَكِيْمُ -Maha mengetahui yang gaib dan yang hadir dan Dia Maha perkasa dan Maha bijaksana. Kemudian berfirman : الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ-Dialah yang telah menciptakan maut dan kehidupan supaya Dia menguji kamu siapa diantara kalian terbaik amalnya dan Dia Mahaperkasa dan Mahapengampun.

Hadhrat Khalifatul Masih I r.a. bersabda: Allah telah menciptakan kematian dan kehidupan. Manusia meninggalkan dunia ini lalu hidup untuk selama-lamanya. Apa tuntutan dan keinginan yang ada pada manusia sarananya pun pasti ada. Tidak fana/kekal merupakan keinginan fitrah alami manusia,maka Allah pun telah menciptakan sarananya. Setelah wafat ruh akan tetap ada. Allah telah menciptakan kematian yang merupakan anugerah belas kasih-Nya. Karena bersama kematian berakhir semua kesulitan-kesulitan dunia dan masa kemajuan mulai setelah kewafatan. .

Hadhrat Masih Mauud a.s. selalu bersabda: Maut bagi manusia sedemikian pentingnya sebagaimana bagi setiap anak gadis yang lahir di sebuah rumah penting bagi ibu bapaknya setelah memeliharanya dengan penuh kasih sayang dan memperhatikan pendidikannya dari segala segi, pada akhirnya tiba saat melepaskan dari rumahnya lalu mengantarkannya ke tempat tinggalnya karena di dalam diri sang anak Tuhan telah meletakkan potensi/keahlian yang tidak bisa tumbuh subur tampa melepaskan rumah itu dan pergi ke rumahnya. Meskipun, ibu bapaknya dan kaum kerabatnya menangis sedih menitikkan air mata karena perpisahan itu dan merupakan keharusan baginya [ibu bapak] dengan rela hati melepaskannya. Dan sebagaimana perpisahan itu sangat pelik,demikian juga bersama kematianpun sangat pelik.. Namun, sesudahnya mulai era ketenteraman dan kebahagiaan baru. Berbicara mengenai masaalah hidup dan mati, pada zaman Rasulullah saw seiring adanya berita kebangkitan Rasulullah saw, kematian ruhani telah merasuki ke segenap bangsa-bangsa di dunia serta daratan dan lautan telah musnah. Ke arah inilah Al-Quran mengisyarahkan Al-Anfal 23: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ-Hai orang-orang yang beriman,imanilah kata-kata Allah dan Rasul tatkala dia memanggil kamu supaya dia menghidupkan kamu .

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda: Arti ujian adalah mengambil upaya gigih dari seseorang dan mempekerjakannya. Di dalam Al-Quran Allah berfirman Al-hujurat 3: أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ-Allah telah menguji hati mereka untuk ketakwaan yang karennya dia menjadi sukses dan mereka memperoleh ganjaran yang besar.

عزيز-aziyz,wujud yang menyayangi hal-hal yang baik.غالب-gaalib yang Maha mulia/terhormat dan jika hamba-hamba melakukan kesalahan hendaknya beristigfar, karena Dia Maha memaafkan.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda:Kesuksesan dunia tidak luput dari cobaan.Tertera di dalam Al-Quran Hud 6 خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ Yakni, Dia telah menciptakan maut dan kehidupan supaya Dia menguji kamu. Kesuksesan dan kegagalan juga merupakan penyebab kematian dan kehidupan. Kesuksesan merupakan suatu corak kehidupan.Apabila seseorang memperoleh berita menganai kesuksesannya maka akan timbul gairah seolah-olah meraih kehidupan baru. Namun, jika datang berita kegagalan maka yang hiduppun menjadi mati dan kadangkala banyak orang yang lemah jantung pun menjadi binasa.

Kemudian hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Kini dengan memberikan perhatian pada agama ini beritahukanlah dengan hati yang tulus bahwa selain Islam apakah ada jalan yang lain yang dengan itu hatimu menjadi tenteram . Lihatlah, dan dengarlah dengan baik,hanya Islamlah yang mengandung berkat-berkat di dalamnya dan tidak membiarakan manusia putus asa dan tidak berhasil.Dan sebagai buktinya saya bangkit menjadi contoh berkah, kehidupan dan kebenarannya. Satupun tidak akan ada seorang Kristen yang dapat menunjukkan bahwa dia mempunyai hubungan dengan langit. Dan saya telah melihat dengan tanda saya yang dahsyat dan telah melihat dengan jelas bahwa berkah-berkah yang hidup dan tanda –tanda yang hidup hanya untuk Islam. Yakni tidak terhitung selebaran-selebaran yang telah diterbitkan dan satu kali enam belas ribu selebaran yang telah disebarkan. Nah, kini di tangan orang-orang itu tidak ada lagi kecuali melakukan tuntutan dusta di pengadilan dan melontarkan tuduhan/fitnah pembunuhan dan dari pihak mereka, mereka membuat rencana jahat untuk menghinakan kami. Namun hai sobat yang mulia, bagaimana hamba Tuhan dapat menjadi hina.? Di dalam mana orang-orang itu menginginkan kehinaan kami,dari kehinaan itulah Allah memuliakan kami ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ [Itulah karunia Allah yang Dia anugerahkan pada hamba-Nya yang Dia kehendaki] Coba perhatikanlah, jika tidak ada sidang pengadilan Klarek maka bagaimana bisa sempurna ilham kebabasan yang sebelum sidang telah disebarkan pada ratusan orang-orang .Islam-lah yang memiliki banyak mu’jizat dan tanda-tanda. Islam tidak memerlukan lampu lain,bahkan Islam sendiri merupakan lampu. Dan buktinya sedemikian terang dan jelas yang contohnya tidak terdapat dalam mazhab manapun. Singkatnya, tidak ada ajaran Islam yang tidak ada contohnya.

Ilham-ilham Hadrat Masih Mauud a.s. :

Mia Muhammad Din r.a. yang disebut dan Mia Munsyi Muhammad Din Sahib Baqi Nawis menerangkan bahwa Hadhrat Masih Mauud a.s. menerima ilham:

اني اعززت واكرمت ويسرني قولك اني علمت-inni a’zaztu wa akramtu wa yasurruni qauluka inni a’llamtu-Saya telah memuliakan dan saya menyukai perkatan beliau[membahagiakan saya perkataan engkau] saya telah mengajarkannya [saya telah mengajarkan] .[Hal 778.]

Kemudian ilham tahun 1900:

اني حاشركل قوم ياءتونك جنبا واني انرت مكانك تنزيلا من الله العزيز الرحيم بلجت اياتي ولن يجعل الله للكافرين علي المؤمنين سبيلا

Inni haasyiru kulli qaumin ya’tunaka junuban wa inni anartu makaanaka tanzilan minallaahil ‘aziyzi rrahiym balajat aayaatiy walan yaj’alallaahu lilkaafiriyna sabiyla-Saya akan mengirim dari setiap kaum kelompok demi kelompok kepada engkau. Sayalah yang telah menyinari rumahmu Ini adalah kalam Tuhan yang Maha perkasa Mahapenyayang .Dan jika ada yang mengatakan bagaimana kami bisa mengetahui bahwa ini merupakan kalam Tuhan,maka untuk mereka ada tanda bahwa kalam ini turun dengan tanda-tanda. Dan Allah sama sekali tidak akan memberikan kesempatan kepada orang-orang kafir untuk keberatan kepada orang-orang mu’min.

Kermudian ilham 1900: قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَعَلَيَّ إِجْرَامِي وَأَنَا بَرِيءٌوَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِباَ تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ(5)لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ ءَابَاؤُهُمْ وَلِتَدْعُوَقَوْمًااَخَرِيْنَ

Qul iniftaraituhu fa ‘alayya ijraami wa ana bariyun waman azhlamu minmaniftara ‘alallahi kadziban tanzilal ‘aziyzirrahiym litundzira qauman ma undzira aabaauhum fahum gaafilun wa litad’uw qauman aakhaariyn Katakanlah kepada mereka,jika saya telah mengada-ngada,maka dosanya atas diri saya,yakni saya akan binasa.Dan siapalah yang paling aniaya dari yang menagada-adakan dusta atas nama Allah.Kalam ini adalah dari Tuhan Yang Maha unggul dan Maha penyayang.Apakah engkau memperingatkan kepada kaum yang ibu bapak mereka tidak diperingatkan supaya kaum-kaum yang lain diseru

Kemudian ilham 1901

لَا تَعْجَبَنَّ مِنْ اَمْرِي اِنَّا نُرِيْدُ اَنْ نُعِزَّكَ وَ نَحْفَظكَ

La ta’jabanna min amri inna nuriydu.an nu’izzuka wa nah fazhaka-Janganlah engkau heran akan urusan saya. Kami ingin memberikan kehormatan kepada engkau dan ingin memelihara/menjaga engkau

Kemudian ilham 14- Afgustus 9003 Terjemah Mirza basyir Ahmad r.a.

يس(1)وَالْقُرْءَانِ الْحَكِيمِ(2)إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ(3

)عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ(4)تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

Hai majikan,Al-Quran yang penuh hikmah menjadi saksi bahwa engkau adalah Rasul Allah.Dan berada pada jalan yang lurus. Dan turunnya dari Tuhan Yang Maha Perkasa Maha penyayang

Kemudian ilham 1903 tanggal 8 Januari:كمل الله اعزازك -kammalahu ‘izaazaka-Allah telah menyempurnakan kehormatan/ kemuliaan engkau atau Allah akan menyempurnakan kehormatan engkau.

Kemudian ilham 1905:اطال الله بقائك وكمل الله اعزازك وطول الله عمرك

Athaalallahu baqaa aka wa kammallahu i’zaazaka wa thawwalallaahu umuwraka

Allah membiarkan engkau tinggal lama dan menyempurnakan kehormatan engkau dan memanjangkan umur engkau

Kemudian ilham 1905:

قل ان الله عزيز ذوالاقتدار افلا تؤ منون

Qul innallaah aziyzun dzul iqtidaar afala tu’minuwn

Katakanlah, sesungguhnya Allah itu adalah Maha unggul Maha Kuasa apakah kamu tidak beriman ?

Kemudian ilham 1906

يس .انكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ.عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ تنزيل لْعَزِيزِ الرَّحِيم .ارَدتُ انْ استخلف فخلقت ادم يحي الدين ويقيم الشريعة

Yasiyn innaka laminal mursaliyn ‘ala shiraatim mustaqiym tanzilal ‘aziyzirrahim aradtu an astakhlifa fa khlaqtu aadama yuhyiddiyna wa yuqiymusysyariah

Hai majikan,.engkau adalah rasul Allah.Dan berada pada jalan yang lurus. Dan datang dari Tuhan.yang Maha unggul dan Maha penyayang.Saya telah menghendaki untuk menetapkan Khalifah,maka saya telah menciptakan Adam. Dia akan menghidupkan agama dan akan menegakkan syareat.

Kemudian ilham14-Agustus 1907:

Hari ini di rumah kami datang Rasulullah saw dengan hormat dan keselamatan.

Ilham-ilham 30 September:1907:

احببت ان اعرف

Saya telah menghendaki supaya saya dikenal

Nomer dua

اناربك الرحمن ذوالعز والسلطان

ِAna rabbuka rrahmaanu dzul izzi wa ssulthaan . Saya adalah Tuhan engkau yang Maha Rahman Yang memiliki kemuliaan dan memiliki keunggulan.

Qamaruddin Syahid