Tim Ahmadiyah.id bertanggung jawab penuh atas kesalahan atau miskomunikasi dalam sinopsis Khotbah Jumat ini.

Ringkasan Khotbah Jumat

Jalsah Salanah UK 2016

oleh Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

12 Agustus 2016 di Jalsah Gah Hadeeqatul Mahdi, Alton, Distrik Hampshire, UK

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ *

صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Dengan karunia Allah, hari Jumat ini, Jemaat Ahmadiyah Inggris akan mulai konvensi tahunan (Jalsah Salanah). Peresmian akan diadakan sore ini. Semoga Allah membuat semua peserta untuk memenuhi harapan-harapan yang Hadhrat Masih Mau’ud as harapkan dari para anggota Jemaat. Semoga semua peserta menjadi penerima doa Hadhrat Masih Mau’ud as.

Semua Ahmadi tahu ini dan harus tahu itu dan Hadhrat Masih Mau’ud as secara khusus menyebutkan bahwa menghadiri Jalsah tidak seperti menghadiri pertemuan duniawi. Jadi setiap peserta hari ini harus membuat fokus perhatiannya untuk meraih pengetahuan agama, spiritual, dan akademis. Hadhrat Masih Mau’ud telah menunjukkan kemarahannya pada orang-orang yang tidak menghadiri Jalsah dengan gairah ini. Sebuah komite khusus mempersiapkan program-program Jalsah dengan tujuan tersebut. Pidato dan topik-topiknya dipilih dengan sangat hati-hati dan dengan banyak pertimbangan sehingga tujuan perolehan ilmu agama, spiritual, dan akademis dijaga. Sebuah daftar panjang topik disiapkan dan dikirim ke Khalifah-e-Waqt untuk persetujuan. Khalifah kemudian menyarankan beberapa topik bahasan yang akhirnya disajikan dalam pidato di sini (Jalsah).

Hal ini dilakukan untuk menghasilkan bahan terbaik demi kemajuan ilmu agama, spiritual, dan akademik anggota. Oleh karena itu para peserta Jalsah harus menjadikan itu wajib bagi diri mereka sendiri bahwa mereka akan berpartisipasi dalam program-program dan mendengarkan dengan tenang pidato-pidato tersebut dari dalam tenda saat sedang disampaikan. Kadang-kadang dari pihak pria (kaum bapak) dan biasanya dari pihak kaum perempuan (kaum ibu) melaporkan keluhan bahwa ada orang yang bukannya duduk di dalam tenda dan mendengarkan pidato malahan mereka duduk dalam kelompok kecil di luar tenda dan menikmati waktu mereka sendiri.

Beberapa menyediakan bahan game (permainan) untuk anak-anak mereka, membiarkan mereka bermain dan membuat kebisingan di samping dinding tenda. Dengan melakukan hal itu anak-anak tidak akan belajar kesucian (nilai sacral) pertemuan agama. Jika anak-anak begitu masih kecil sehingga perlu untuk membiarkan mereka bermain dengan mainan maka orang tua mereka harus membawa mereka ke tempat yang ditunjuk untuk anak-anak dan membiarkan mereka bermain di sana – mainan tersedia di sana. Tapi, tidak tepat dengan cara apapun bagi orang tua berada di luar tenda, membiarkan anak-anak mereka bermain dan membuat kebisingan di sekitar tenda utama baik tenda yang untuk laki-laki atau perempuan. Dan ketika mereka dihentikan dari membuat kebisingan oleh para pekerja/panitia yang bertugas, mereka menunjukkan kebencian mereka. Ini kesalahan mereka sendiri, bukan kesalahan panitia.

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya bahwa ada sebuah komite yang merenungkan dan menyarankan topik pidato dan mengirimkannya kepada saya (Hadhrat Khalifah) maka sesuai dengan kebutuhan zaman, saya menyarankan 7 atau 8 topik dari mereka. Kemudian topik yang dipilih dikirim ke penceramah. Mereka menghabiskan beberapa hari sedangkan beberapa orang lain menghabiskan lebih dari satu bulan untuk mempersiapkan pidato mereka. Dalam waktu singkat susah payah mereka mencoba untuk mempersiapkan sebuah pidato yang sangat komprehensif (menyeluruh). Oleh karena itu setiap orang harus peduli bahwa para pembicara dan cendekiawan yang menghabiskan banyak waktu dan mempersiapkan pidato mereka dengan sangat susah payah harus diberikan perhatian penuh dan isi pidato mereka harus dihafal/diingat. Saya merasa jika pendengar, pria dan wanita menghafal 50 persen dari pidato ini, maka itu akan meningkatkan pengetahuan spiritual, religius, dan akademik mereka berkali lipat.

Pada suatu waktu Hadhrat Masih Mau’ud as mengatakan bahwa semua peserta harus mendengarkan pidato dengan penuh perhatian, mendengarkan dengan penuh perhatian dan sepenuhnya memperhatikan karena itu merupakan masalah iman. Kelemahan dan kurangnya perhatian menghasilkan hasil sangat buruk dalam hal ini. Mereka yang lalai, dan ketika pidato disampaikan mereka tidak memperhatikan, bagi mereka, tidak peduli seberapa baik penceramah dan bagaimana berguna dan efektif isi pidatonya, itu tidak akan menguntungkan mereka. Tentang orang-orang seperti itu dikatakan bahwa mereka memiliki telinga tetapi mereka tidak mendengarkan dan mereka memiliki hati tapi tidak memahami. Jadi, ingat apa pun yang dikatakan harus didengarkan dengan hati-hati dan perhatian. Sebab, orang yang tidak mendengarkan dengan penuh perhatian tidak akan mendapatkan keuntungan apa-apa, sekalipun bahkan jika ia hidup dengan jenis orang yang paling baik dan dermawan.

Segi lain keluhan baik pada pihak pria dan pihak perempuan adalah dari orang-orang yang duduk di ujung tenda. Jika keluhan itu benar maka pada Jalsah kali ini mereka harus memastikan panitia bertugas di daerah tersebut seharusnya tidak mengeluhkan apapun. Mereka harus mendengarkan proses Jalsah dengan sangat serius dan tidak harus mendengarkan hanya untuk mengambil keceriaan intelektual secara sementara atau menghargai titik pandangan yang ilmiah saja. Sebaliknya, kita harus mendengarkan itu sehingga memiliki manfaat akademis dan spiritual secara permanen/tetap.

Mengenai orang-orang yang memilih-milih kesukaan pada [memfavoritkan] pembicara yang telah datang ke Jalsah Gah untuk seorang pembicara tertentu, Hadhrat Masih Mau’ud as mengatakan bagi mereka, “Bagi Jemaat saya dan untuk diri dan jiwa saya sendiri, saya ingin dan merasa suka bahwa kata-kata dan gaya yang jelas yang tampak dalam pidato-pidato seharusnya bukan hanya itu yang disuka. Sementara itu, semua maksud dan tujuan seharusnya tidak berpusat pada bagaimana menariknya pembicara dan bagaimana ajaib kata-katanya. Kepuasan saya tidak berputar pada hal itu. Saya tidak hanya suka hal ini dan itu bukan pada susunannya; sebaliknya, dari hati nurani terdalam saya adalah apa pun yang dilakukan harus dilakukan demi meraih ridha Allah. Apa pun yang dikatakan harus dikatakan demi ridha Allah.

Inilah sebab besar penurunan dan resesi/kejatuhan di kalangan Muslim; meski mereka menyelenggarakan begitu banyak konferensi, ada begitu banyak asosiasi, dan mereka melaksanakan begitu banyak pertemuan yang para pembicaranya sangat fasih dan para guru menghasilkan kuliah-kuliah mereka serta membuat pidato yang demikian bagus dan mungkin mereka meratapi dan menyatakan keprihatinan pada kondisi bangsa. Sebab apa itu sehingga hal itu tidak mempengaruhi umat Islam; sebaliknya kemajuan bangsa mundur dari hari ke hari. Bahkan peserta dalam pertemuan ini tidak membawa ketulusan mereka.

Hadhrat Masih Mau’ud telah member petunjukan wajah mereka yang mengadakan pertemuan hanya untuk show off (pamer diri dan kekuatannya) saja bahkan itu diadakan demi agama. Pertemuan mereka hanya untuk mempromosikan nama mereka sendiri. Hadhrat Masih Mau’ud as juga mengatakan di tempat lain bahwa pembicara mereka bukannya berpikir bagaimana agar pidato kuliah mereka harus meningkatkan peserta dalam hal tingkat spiritual dan akademis selama pidato mereka malahan hanya berpikiran bagaimana agar pidato tersebut membuat ilmu pengetahuan mereka/para pembicara ini dinilai tinggi [oleh pendengarnya]. Para pembicara yang seperti ini telah membuat peserta sebagai tuan/majikan mereka dan dengan demikian para peserta tidak tulus juga. Jika mereka datang dengan ketulusan mereka pasti akan mendapatkan manfaat dan akan ada efek positif juga. Bagaimanapun, janganlah sampai para pembicara kita datang dengan niat yang seperti itu; begitu juga para pesertanya. Dan itu hendaknya tidak demikian bahwa alih-alih menangkap makna [pidato] dan membuatnya menjadi sumber untuk mengembangkan diri malahan hanya untuk mengambil kepuasan sementara saja. Tapi, jika ada orang di Jemaat kami yang seperti itu, mereka harus mengubahnya dan memperhatikan koreksi diri mereka.

Ini adalah kebaikan dari Tuhan bahwa kita menerima Hadhrat Masih Mau’ud as. Kita bersyukur kepada-Nya dan untuk memenuhi hak-hak-Nya hanya jika kita melakukan segala sesuatu semata-mata dan murni untuk-Nya dan demi ridha/kesenangan-Nya. Hadhrat Masih Mau’ud as menggerakkan perhatian kita terhadap hal-hal kecil sehingga sebuah kelemahan dari sedikit orang diharapkan tidak menjadi pemikiran yang paling umum (menjadi banyak). Dari mereka beberapa generasi baru tidak boleh berpikiran bahwa itu hal yang biasa saja untuk tidak memperhatikan [program Jalsah/pidato Jalsah] dan berbincang-bincang selama pertemuan Jalsa. Dan jika saya berbicara mengenai hal ini maka itu hanya untuk mengingatkan agar jika ada kelemahan, itu harus dihapus sehingga pendatang baru, anak-anak kita dan para muda-mudi kita tahu pentingnya Jalsah.

Jika Jalsah tidak memiliki dampak positif dan karena kelemahan manusiawi kita lalu sebagian dari kita tidak mendapatkan keuntungan dari pidato Jalsah maka itu adalah situasi mengkhawatirkan. Semoga Allah memberkati dan memperkuat bahasa para penceramah sehingga mereka dapat menyatakan hal-hal yang benar dengan topik bahasan mereka dan dapat secara positif mempengaruhi pikiran dan hati para pendengar dengan cara menyebut-nyebut tentang Allah dan Rasul-Nya, menyebutkan tentang kecintaan dan kesetiaan, menyebutkan tentang perhubungan dengan Tuhan, menyebutkan tentang kecintaan terhadap Nabi Muhammad saw dan menyebutkan tentang pecinta sejati Nabi Muhammad saw serta hubungan yang kuat dan taat kepada Hadhrat Masih Mau’ud as. Semoga Allah memberikan kesuksesan untuk semua pembicara.

Saya ingin pindah perhatian para tamu menuju hal ini bahwa untuk layanan mereka ada pekerja yang ditugaskan di kedua sisi, untuk kaum pria dan kaum wanita. Atau saya harus mengatakan bahwa untuk layanan para tamu Hadhrat Masih Mau’ud as, orang-orang yang secara sukarela berkhidmat diantara mereka ada para siswa/mahasiswa dari sekolah-sekolah dan perguruan tinggi serta ada sejumlah besar orang yang memiliki bisnis mereka sendiri, beberapa di bagian layanan dan beberapa pejabat sangat tinggi dan menempati posisi senior juga.

Tapi semangat untuk pelayanan tamu Hadhrat Masih Mau’ud as telah menempatkan mahasiswa, tenaga kerja, pebisnis, dan pejabat tinggi semuanya pada tingkat yang sama. Saya mengingatkan ini untuk para tamu hanya karena beberapa tamu yang kadang-kadang marah pada panitia; mereka harus mengendalikan emosi mereka dan menghormati kehormatan para panitia. Meskipun panitia selalu diingatkan bahwa dalam semua kondisi, mereka harus menjaga kesabaran dan daya tahannya. Namun karena kelemahan manusiawi beberapa waktu dalam kondisi tertentu beberapa pantia membalas dengan kasar [terhadap kemarahan beberapa tamu]. Demikianlah, tugas para tamu untuk menghormati para panitia dan tidak menunjukkan sikap seperti itu karena situasi yang buruk mungkin bisa timbul.

Dan kemudian, anak-anak dan para muda-mudi yang datang untuk bekerja dengan penuh gairah tapi kadang-kadang karena sikap buruk para tamu membuat patah hati mereka dan semangat mereka mati. Jika orang luar Ahmadi menunjukkan ketidakpuasan yang biasanya tidak mungkin dapat mereka terima, kita harus melakukan yang terbaik untuk memuaskan mereka. Tapi, para Ahmadi yang datang ke sini sebagai tamu, meski mereka sesungguhnya itu tamu namun seharusnya tidak punya keinginan untuk diperlakukan seperti tamu. Mereka datang ke sini untuk mengambil berkah dari Jalsah. Dan seperti yang saya katakan sebelumnya, mereka harus datang dengan pemikiran ini. Jika mereka menemukan kesulitan mereka harus menerimanya dengan hati yang terbuka.

Seperti yang telah saya katakan di Jumat lalu juga bahwa [Jalsah ini berada] di tempat mana semua pengaturan bersifat sementara dan kita mendirikan kota ini hanya selama beberapa hari. Relawan melakukan semua pekerjaan yang mereka lakukan ini dan kemudian mereka membongkar itu dalam beberapa hari. Bagaimanapun, di tempat mana ada pengaturan bersifat sementara maka di sana Anda mungkin harus menghadapi beberapa kesulitan. Tidak peduli berapa banyak yang Anda atur, di tempat sementara akan selalu ada beberapa hal yang tidak dapat disediakan sebagaimana yang dapat disediakan di tempat permanen/tetap.

Ada yang melaporkan kepada saya bahwa peserta wanita tahun lalu mengeluhkan bahwa AC (air conditioners, kipas angin) harus disediakan di tenda. Cuaca panas dan kami tahu itu, dan pengurus tahu juga tapi untuk mengatur/menyediakan AC sangat sulit. Jika ada situasi cuaca panas maka pintu harus dibuka untuk membiarkan udara masuk meelewatinya. Orang-orang berpikiran itu hal yang mudah tetapi bahkan untuk menyediakan kipas angin ternyata tidak mudah. Beberapa kesulitan teknis dan masalah timbul sampai-sampai bahkan fan (kipas angin) tidak bisa teratur/tersedia dengan baik. Dan kemudian kita harus mempertimbangkan ruangan yang luas juga. Di Rabwah dan Qadian, Jalsah diatur di udara terbuka dalam cuaca dingin. Dan kadang-kadang hujan juga turun sementara orang-orang terus duduk di Jalsah Gah. Jika seseorang harus menanggung kesulitan kecil untuk tujuan baik maka itu harus dilakukan.

Hadhrat Masih Mau’ud pernah berkata tentang orang-orang seperti itu yang menuntut berbagai banyak hal. Jika seorang tamu datang ke sini hanya untuk menemukan kenyamanan di sini, akan mendapatkan minuman dingin, atau akan menemukan makanan mewah maka ia datang hanya untuk hal-hal ini. Sementara itu, tugas dari tuan rumah untuk memberikan keramahan/pelayanan tamu terbaik dan memudahkan untuk tamu dan dia melakukan itu. Tetapi jika tamu berpikir seperti itu maka itu akan menjadi kehilangan bagi dia. Maka dari itu, para tamu seharusnya bersyukur kepada Allah atas penyediaan apa pun yang mereka terima dan harus berterima kasih kepada para panitia yang telah bekerja siang dan malam mengatur berbagai departemen dan layanan yang berbeda bagi mereka/para tamu itu.

Para tamu dalam tiga hari Jalsah ini harus menghabiskan waktu mereka dengan berpikiran bagaimana cara untuk meraih ridha Allah. Mereka harus menghabiskan waktu mereka dalam mencari rahmat-Nya, pengampunan-Nya, pertolongan-Nya dan naungan perlindungan-Nya dari semua bencana dan kejahatan. Nabi Muhammad saw bersabda, مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ ‘Man nazala manzilan tsumma qala..’ – “Siapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia membaca: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ A’udzu Bikalimaatillaahit Taammaati min Syarri Maa Khalaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya), لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ ‘lam yadhurruhu syai-an hatta yartahila min manzilihi dzaalika’ maka tak ada sesuatupun yang membahayakannya sehingga ia beranjak dari tempatnya tersebut.”[1] Maka dari itu, pada hari-hari ini, berdoalah dengan doa ini supaya apa saja yang tengah terjadi di dunia ini dan tidak ada yang tahu kapan waktunya seseorang manusia setan akan berbuat kerusakan. Apa yang orang fasik rencanakan? Semoga Allah menyelamatkan kita dari semua itu.

Lalu tentang penyakit, orang-orang yang telah datang dengan anak-anak kecil dan datang dengan semangat; hari ini ada anak-anak mereka yang sakit tetapi beberapa orang tua tidak banyak peduli. Anak-anak begitu rentan/rapuh mereka bisa saja sakit. Untuk itu, apabila semua doa ini dimintakan semoga Allah Ta’ala menyelamatkan semua peserta dari penyakit dan kejahatan. Jadi kita harus selalu meminta doa. Dan kita semua tahu bahwa untuk mendapatkan doa yang diterima/dikabulkan, ibadah menjadi suatu keharusan dan mengikuti jalan Allah. Tidak hanya hari ini, sekali kita beradaptasi dalam situasi ini maka selanjutnya harus menjadi sifat/fitrat kedua kita.

Saya berbicara tentang orang-orang yang membawa anak-anak. Saya diberitahu bahwa tadi malam beberapa orang datang dengan anak-anak dan mereka tidak menemukan tempat tidur dan kasur. Beberapa keluarga dengan anak-anak kecil telah menderita. Mereka membungkus anak-anak mereka dalam selimut yang mereka bawa tetapi mereka sendiri menderita. Orang-orang membawa anak-anak kecil yang beberapa berusia 9 atau 10 bulan dan jika kita meminta mereka untuk pindah ke tempat lain karena terlalu dingin di sini tapi mereka menolak. Mereka ingin menjaga anak-anak mereka tetap di lingkungan Jalsah ini. Jika ada orang-orang seperti itu yang meminta kemudahan tapi di sisi lain ada juga beberapa yang sangat kuat dan ingin membuat anak-anak mereka juga kuat. Seperti yang saya katakan tadi malam beberapa orang menghadapi waktu yang buruk. Saya berharap pengurus mengurus kekurangan kasur.

Mereka yang datang ke Jalsah harus memperhatikan untuk selalu shalat berjamaah. Ketika waktunya untuk shalat mereka harus datang dan duduk tenang sehingga mereka yang datang terlambat tidak mengganggu orang lain. Jika orang terlambat karena pelayanan makanan maka departemen yang mengatur shalat berjamaah waktu harus berkoordinasi dengan panitia yang melayani makanan. Dan jika karena sesuatu alasan orang terlambat karena pelayanan makanan maka mereka harus memberi tahu saya juga.

Karena jadwal sibuk dan pertemuan yang terjanji, saya juga bisa terlambat terutama ketika saya memiliki di tamu luar dan pertemuan tengah terjadi. Saya telah mengamati bahwa orang-orang terus datang hingga sampai sangat terlambat saya memimpin shalat. Para tamu dan departemen Tarbiyyat harus memperhatikan ke arah ini. Karena ketika orang datang terlambat dan mereka berjalan di lantai kayu itu membuat banyak suara. Jika Anda telah tiba lebih awal untuk shalat kemudian duduk di dalam dan menjaga diri sibuk dalam mengingat Allah ini juga berpahala. Allah memberikan penghargaan untuk hal-hal yang sangat kecil juga, duduk di Masjid (tempat shalat berjamaah) juga berpahala. Dengan demikian, waktu tidak boleh disia-siakan dan ini penggunaan terbaik waktu dalam tiga hari ini. Daripada menunggu saya dengan berdiri di luar lebih baik duduk di dalam [Jalsah Gah] yang dengan itu akan mengurangi kebisingan berjalan Anda juga.

Hal lain untuk menjaga ponsel Anda agar tetap mati (tidak aktif) tetapi jika ponsel Anda penting untuk tetap hidup maka ia bisa pada nada vibrator (getar, bukan berbunyi). Tahun ini pengurus mengklaim bahwa mereka telah meningkatkan layanan ponsel di sini. Ini akan tersedia di sini seperti yang tersedia di kota. Jadi karena mungkin orang telah membeli SIMS (kartu ponsel) mereka juga. Namun peningkatan layanan ponsel tidak boleh mengganggu proses Jalsa.

Demikian pula, orang-orang yang datang dengan mobil mereka harus bekerja sama dengan pengurus. Pengurus saat ini telah mencoba membuat pengaturan yang lebih baik untuk parkir. Tetapi sistem hanya bisa menjadi lebih baik ketika orang bekerja sama. Oleh karena itu, keberhasilan sistem apapun tergantung pada kerja sama dari para tamu. Bekerja sama dengan departemen scanning juga itu semua dilakukan untuk kemudahan dan keamanan. Ini adalah keindahan Jemaat Ahmadiyah bahwa semua Ahmadi merupakan bagian dari system/Nizham; baik mereka adalah tamu atau pekerja/panitia. Terutama bagian parkir, scanning, makanan, dan Jalsah Gah di semua wilayah setiap saat harus waspada.

Jika Anda melihat hal yang tidak normal (mencurigakan) harap segera menginformasikan ke pengurus dan waspadalah juga. Tetapi dalam hal apapun seharusnya tidak ada kepanikan. Mereka yang berada di tenda-tenda pribadi atau di tenda-tenda pertemuan harus menyimpan uang mereka dan benda-benda mahal oleh diri mereka sendiri. Khususnya perempuan harus ingat bahwa jika mereka memiliki perhiasan apa saja, mereka tetap memakainya. Hal pertama, dalam Jalsa, perhiasan dan barang-barang mahal tidak boleh dibawa. Mereka datang untuk menghabiskan waktu di lingkungan agama dan bukan untuk urusan duniawi. Mereka yang telah telanjur membawa perhiasan harus mengurusnya sendiri. Mereka yang secara rutin datang ke Jalsah, bukannya menunjukkan perhiasan dan kain pakaian mereka, melainkan mereka juga harus memperhatikan proses Jalsa.

Ada beberapa departemen yang mengatur pameran. Departemen sejarah dan arsip telah mengatur pameran. Demikian pula, bagian Review Of Religion (Ulasan Agama-Agama) juga menunjukkan salinan lama The Holy Quran dan kopi Kain Kafan dari Turin. Mereka melakukan pameran seperti itu di tahun lalu juga tahun ini mungkin telah melakukan yang lebih baik. Kedua pameran sangat penting. Ada waktu terpisah dialokasikan untuk pria dan wanita semua harus mengunjungi dan manfaat dari pameran ini.

Sekali lagi saya akan mengingatkan semua untuk menjaga diri agar secara khusus sibuk dalam berdoa, shalat berjamaah, mengingat Allah, Durood Sharif (bershalawat kepada Nabi Muhammad saw), dan doa-doa lainnya. Semoga Jalsah ini diberkati dan Allah menerima semua doa kita dan menyelamatkan kita dari segala kejahatan. Aamiin

Penerjemahan: Dildaar Ahmad Dartono

[1] Muwatha Imam Malilk, Kitab al-isti’dzan, no. 1800; Shahih Muslim, Kitab Dzikr, Doa, Taubat dan Istighfar, no. 2708 riwayat Khaula bint Hakim.

(Visited 48 times, 1 visits today)