Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

23 April 2004 di Mesjid Baitulfutuh, London

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

 

Al-Baqarah 223 إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Islam merupakan sebuah Agama lengkap lagi sempurna sedemikian rupa , yang di dalamnya terdapat juga hukum-hukum/perintah-perintah yang pada lahirnya berkaitan dengan hal-hal kecil. Tapi perkara-perkara kecil ini menjadi faktor membentuk kepribadian manusia dan merupakan faktor untuk mempercantik karakteristik manusia. Dari itu secara lahiriah dapat diketahui watak kepribadian manusia. Dan bila dia seorang yang beriman maka dapat diketahui akan hubungannya dengan Allah; dari hal-hal itulah salah satu dari antaranya adalah kebersihan atau kesucian atau bebas dari kotoran. Dan didapatkannya sifat mulia itu dalam diri seorang mu’min merupakan sesuatu hal yang sangat penting, Sebab, Allah menyukai kesucian dan kebersihan, dan Allah mencintai orang-orang yang senantiasa bersih, sebagaimana Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ . Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Al-Baqarah 223 ) Tapi seyogiannya hal ini menjadi jelas sebagaimana Dia berfirman dalam ayat ini bahwa manusia baru menjadi kekasih Allah yang sejati apabila dengan taubah dan istigfar memberikan perhatian pada kebersihan batinnya juga maka bersama itu pula memperhatikan kebersihan lahiriahnya . Dari itu dalam kalangan kita setiap Ahmadi tentu menjadi kewajiban kita bahwa setelah menyatakan diri beriman maka seyogianya memberikan perhatian pada kebersihan lahiriah dan batiniah supaya ruh kita dan tubuh kita secara bersama-sama dapat menarik kecintaan Allah.

Sayyidina Hadhrat Aqdas Masih mauud a.s. bersabda;

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubah dan mencintai orang –orang yang menginginkan kesucian. Dari ayat ini tidak hanya didapatkan bahwa Allah menjadikan orang –orang yang bertaubah pada-Nya sebagai kekasih-Nya,bahkan dari itu diketahui pula bahwa seiring dengan taubah sejati (taubah nasuha) kebersihan hakiki dan kebersihan sejati merupakan sebuah syarat. Penting terbebas/terpisah jauh dari segenap hal yang najis dan yang kotor dan kalau hanya sekedar ungkapan taubah dan pengulangan kata-kata tidak ada faedahnya. Al-Hakam 17 September 1904 jilid no.8 no.31 dengan refrensi Hadhrat Masih mauud .a.s. jilid I hal. 705

Kemudian bersabda:

“Saya menjadikan orang-orang yang mencintai kesucian lahir dan kebersihan.batin sebagai kawan, kebersihan batin merupakan pendukung dan penolong kebersihan lahir. Jika manusia meninggalkan itu lalu setelah membuang hajat tidak membersihakn dirinya maka kesucian internal pun tidak akan mendekat. Oleh sebab itu , ingatlah kesucian lahiriah merupakan hal yang tidak terpisahkan dengan kesucian batin. Karena itulah merupakan keharusan untuk sekurang-kurangnnya mandilah pada hari Jumaah;lakukanlah wudhu dalam setiap shalat; jika hendak melakukan shalat Jumaah maka gunakanlah wewangian, perintah menggunakan wewangian pada saat dua hari raya dan pada hari jumaah atas dasar inilah itu tetap tegak/ada,sebab utamanya ialah pada saat pertemuan dikhawatirkan akan timbulnya bau busuk. Jadi dengan mandi dan menggunakan pakaian yang bersih dan menggunakan wangi-wangian akan merupakan penghalang untuk datangnnya bau busuk dan bau yang tidak baik.Sebagaimana Allah telah menetapkan ini dalam kehidupan ini, demikian pula Dia telah meletakkan peraturan setelah wafat. Tafsir Hadhrat Masih Mauud a.s. jilid I hal.704-705

Berkenaan dengan kebersihan saya akan menyampaikan beberapa hadis Hadhrat Abu Musa Asy’ari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

الطهور شطرا لايمان aththuuru syathruliimaan- kebersihan dan senantiasa bersih merupakan bagian dari iman.Muslim kitabuththarah bab fadhlulwudhui

Abu Malik Asy’ari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda Berupaya melakukan kebersihan merupakan bagian dari iman” mu’jam Al-kabir jilid 3hal 284

Kini perhatikanlah, untuk orang mu’min menaruh perhatian pada kebersihan betapa pentingnnya, dan hadis-hadis ini kebanyakan orang-orang Islam pada umunya hafal, kapan saja terjadi bahasan mengenai hal itu maka kepada kalian rujukannyapun akan segera diberikan. Tapi persoalan utamanya adalah sampai dimana pengamalannya ? Ini merupakan pemandangan umum bahwa jika di satu tempat orang-orang membersihkan maka di tempat lain mereka melemparkan kotoran /sampah dan sangat malang sekali di kalangan ummat Islam seberapa seharusnya dengan sangat ketat perasaan/kesadaran akan kebesihan mendapat perhatian itu tidak demikian dan demikian pula di lingkungan masing-masing di kalangan orang-orang ahmadi juga standar kebersihan tinggi yang seyogianya ada itu secara umum tidak terdapat. Daripada dapat memberikan pengaruh pada lingkungan malah mereka sendiri yang terpengaruh dengan lingkungan. Di Pakistan dan di negara-negara dunia ketiga kebanyakan dimana tidak ada penanggulangan untuk mengangkat sampah-sampah rumah dengan teratur ,orang –orang melemparkan sampah di luar rumah, padahal membiarkan bersih lingkungan sedemikian rupa pentingnnya sebagaimana membiarkan tetap bersih rumah sendiri. Kalau tidak maka kemudian dengan melemparkan sampah di luar rumah mereka tengah menjadikan lingkungan menjadi kotor dan tengah menjadi faktor menyebarnya penyakit-penyakit dalam lingkungan masyarakat. Oleh karena itu orang-orang Ahmadi seyogianya memberikan perhatian pada masaalah itu. Seyogianya harus mengambil langkah-langkah sehingga jangan terlihat kekotoran di luar rumah-rumah. Di Rabwah, dimana kurang lebih 98 persen penduduknya adalah Ahmadi seyogianya nampak sebuah lingkungan yang bersih. Kini –masyaallah –dari pihak “panitia/Komite Rabwah Berhias “ telah ditempuh cukup upaya-upaya untuk dilakukan pinghijauan di rabwah dan kini mereka tengah melakukan. Banyak pohon-pohon, rumput dll yang ditanam di pinggir-pinggir jalan dan itu kini nampak marak. Kebanyakan orang-orang yang datang ke Rabwah menyebut hal itu dan mereka memberikan pujian. Kini di Rabwah cukup banyak penghijauan yang nampak. Tapi apabila pada penduduk kota tidak timbul kesadaran bahwa kita tidak hanya merawat tanaman-tanaman itu bahkan lingkungan sekitarnyapun harus dibiarkan tetap bersih maka dari satu sisi akan nampak terlihat hijau sementara dari arah lain akan muncul bau busuk dari tumpukan-tumpukan sampah-sampah . Oleh karena itu penduduk Rabwah seiring memberikan perhatian khusus seyogianya memberikan perhatian pada kebersihan-kebersihan parit-parit di depan rumah masing-masing dan juga mengupayakan langkah-langkah untuk membersihkan tempat –tempat dari sampah-sampah. Supaya para pengguna jalan jangan berjalan dengan cara yang sangat hati-hati untuk menghindar dari kekotoran sampah semantara untuk menghindari bau busuk sapu tangan berada di tangan mereka. Kini jika Jalsah tidak dilaksanakan maka bukanlah berarti bahwa Rabwah jangan bersih. Bahkan sebagaimana Hadhrat Khalifatul Masih III bersabda: Hiasilah seperti layaknya penganten. Kini upaya berbenah diri seyogianya menjadi langkah yang permanent. Pada hari-hari majlis musyawarah digelar dilakukan upaya-upaya mendandani sejumlah jalan-jalan di Rabwah. Anggota panitia dekorasi Rabwah juga telah mengirimkan gambar-gambarnya juga,dihias dengan sangat indah sekali . Tapi kini segenap perepatan di Rabwah seyogianya dihias seperti itu supaya terasakan bahwa di Rabwah kini diberikan perhatian ke arah kebersihan. Dan di setiap halaman muka rumah seyogiannya nampak standar kebersihan yang tinggi. Dan ini tidak hanya dapat dilakukan orang Panitia Komite Rabwah Berhias semata.Bahkan setiap warga Rabwah seyogianya memberikan perhatian ke arah itu

Demikian pula, di Qadian di dalam rumah-rumah orang-orang Ahmadidan juga di luar seyogianya diberikan perhatian yang khusus pada kebersihan. Seyogianya terlihat perbedaan yang istimewa. Supaya para pengguna jalan mengetahui bahwa kini mereka tengah lewat di depan RT/RW dan rumah-rumah orang-orang Ahmadi. Saat ini saya tidak mengetahui betul berapa standar itu; pada tahun’ 91 ketika saya pergi kesana, pada saat itu mungkin karena sangat ramai, sangat banyak sekali tamu-tamu yang hadir, penting sekali diberikan perhatian ke arah itu dan menurut hemat saya kinipun akan sangat penting. Berilah perhatian ke arah itu dan berilah perhatian pada kebersihan dan dimanapun bangunan- bangunan baru tengah sedang dibangun. Dan diamanpun orang-orang Ahmadi keluar dari perumahan-perumahan yang sempit lalu membuat rumahnya di tempat yang agak luas maka disana berilah perhatian pada kebersihan, berilah perhatian pada penghijauan. Seyogianya menanam pohon, tanaman-tanaman.rumput dll dan ini tidak hanya untuk Qadian.bahkan banyak lagi bangunan-bangunan Jemaat. Di dalam hal ini anggota majlis khuddamul-Ahmaddiyah seyogianya memberikan perhatian secara khusus dsan dengan melakukan kerja bakti seyogianya memperhatikan kebersihan lingkungan bangunan- bangunan Jemaat tsb dan seyogianya mereka membuat perogram untuk penanaman pohon-pohon dan tidak hanya di Qadian semata bahkan di seluruh dunia dimanapun bangunan Jemaat berada disekelilingnya seyogianya secara khusus nampak kebersihan dan penghijauan sedemikian rupa sehingga nampak memiliki citra yang istimewa.

Sebelumnya saya telah memberikan misal-misal contoh dunia ketiga. Kondisi ini tidak hanya disana bahkan di Eropa juga saya telah melihat kondisi itu , di rumah manapun saya pergi sebelumnya atau kini bahwa apa saja halaman, baik di belakang ataupun di depan, di petak-petak taman mereka terdapat rumput atau ada tumpukan sampah. Di kebanyakan rumah-rumah disini juga tidak ada perhatian. Terdapat halaman-halaman kecil ,petak-petak kecil taman, di dalamnya terdapat petak-petak rumput kecil ,yang jika sedikit saja kerja keras, dalam seminggu diberikan sehari maka mereka dapat menjadikan indah lingkungan rumah tangga mereka. Yang dari mana di lingkungan tetangga kalian akan timbul pengaruh/kean yang baik . Kemudian orang-orang akan mengatakan pada kalian bahwa, ya, orang-orang ini memiliki tabeat yang istimewa, yang pada umumnya terdapat kesan buruk terkait dengan orang-orang Asia maka dengan cara pandangan kesan kotor itu akan segera dapat dijauhkan. Di kalangan orang-orang setempat pun kemudian akan timbul rasa gemar/hobi memberikan perhatian pada tanaman-tanaman mereka.sementara lingkungan rumah kita lebih bersih hendaknya dari lingkungan rumah orang-orang itu dan lebih menawan. Dan musim disini pun sedemikian rupa kondisinya yang mana jika sedikit saja bekerja keras maka cukup menciptakan keindahan yang menawan.

Tertera dalam hadis bahwa Rasulullah saw secara khusus berkenaan dengan kebersihan jalan bersabda:

Andaikata di jalan terdapat sema-semak ,batu atau barang-barang yang kotor bahkan merupakan pekerjaan beliau bahwa jika ada barang yang kotor maka beliau sendiri yang mengangkat lalu menyingkirkannya sambil bresabda bahwa barangsiapa yang memberikan perhatian pada kebersihan jalan maka Allah gembira padanya dan Allah akan memberikan ganjaran padanya. Muslim kitabulbirri washshilah

Singkat kata, disini rumahpun sedemikian kecil-kecilnya sehingga nampak itu berada di jalan, karena itu seberapa saudara-saudara membersihkan halaman saudara-saudara, maka kebersihan jalanpun akan nampak di dalamnya. Demikian pula beliau bersabda bahwa jalan jangan seyogianya ditutup, duduk di jalan – jalan atau melemparkan sesuatu di jalan sedemikian rupa sehingga para musafir menjadi kesulitan atau melakukan buang hajat di jalan dll ini merupakan sesuatu yang tidak disukai Allah. Miskat kitabuttahara

Demikian pula sejumlah kebiasaan orang-orang meludah di sembarangn tempat yang mana itu merupakan pemandangan yang sangat tidak disukai. Oleh karena itu, jika ada seorang yang berkepentingan akan hal itu maka orang yang yang bersangkutan seperti itu seyogianya lari ke pinggir jalan lalu meludah di pinggir dimana tidak terlihat oleh pandangan siapapun.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ(4)وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

(dan pakaianmu bersihkanlah,dan perbuatan dosa/kotor tinggalkanlah,Al-mudatstsir ayat 5-6) bersihkanlah pakaian kalian, badan, rumah dan lorong-lorong kalian dan setiap tempat dimana terdapat tempat dudukmu hindarilah itu dari barang -barang najis dan barang kotor dan dari bau-bau busuk, yakni selalulah mandi dan biasakanlah merawat untuk senantiasa bersih rumah tangga kalian. Filsafat Ajaran Islam hal.23 dengan refrensi jilid no. 4 hal.492

Sebagaimana Hadhrat Masih Mauud a.s.bersabda bahwa senantiasa bersihkan pulalah fisikmu dan pakaianmu, seyogianya hal itu mendapat perhatian. Sejumlah orang-orang beranggapan bahwa seberapa wajah itu rusak /kusut setinggi itu pula keruhanian padahal itu sama sekali bertentangan dengan ajaran Islam. Tertera sebuah riwayat yang bersumber dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Allah pabila menyukai untuk memberikan anugerah pada hamba-Nya maka Dia ingin melihat tanda-tanda nikmat itu nampak dalam diri hamba-Nya”. Musnad Ahmad bin Hanbal

Kemudian tertera sebuah riwayat bahwa Abul-Ahwas meriwayatkan dari bapaknya bahwa bapaknya berkata bahwa saya hadir di hadapan Rasulullah saw pada saat itu pakaian saya sangat sederhana dan kumal. Beliau bertanya apakah kamu mempunyai harta ? Saya berkata: Ya. Bagaimana harta itu.Saya katakan bahwa segala macam harta Allah telah anugerahkan pada saya. Untra-unta, sapi-sapi , domba –domba dan juga kuda-kuda dan sahaya juga dianugerahkan. Maka beliau bersabda: Apabila Allah telah menganugerahkan harta maka tanda dari harta dan kerunia-Nya seyogianya zahir pada penampilan fisik kamu juga. Misykatulmashabih

Sejumlah orang-orang terkadang secara alami penampilannya seperti itu, tidak memberikan perhatian untuk menggunakan pakaian dengan cara yang baik, dan terkadang sejumlah orang karena kekikirannya mereka menjadikan semraut muka mereka. Oleh karena itu bagaimanapun bentuknya di dalam hadis ini Rasulullah saw dengan jelas bersabda bahwa apa yang Allah telah keruniakan dan anugerahkan, maka penzahirannya seyogianya ada pada penampilan kamu dan dari kain kamu dan dari pakaian kamu dari rumah-rumah kamu, oleh karena itu perbaikilah wajah atau penampilan kamu dan gunakanlah pakaian yang bagus , ini merupakan nasehat untuk mereka.

Di suatu riwayat Hadhrat Jabir meriwayatkan bahwa Rasululah saw datang kepada kami lalu beliau melihat diantara kami yang rambutnya kusut semraut . Maka beliau bersabda, apakah tidak ada sesuatu untuk menjadikan rambutnya lurus. Dan setelah melihat seorang yang kotor pakaiannya bersabda”apakah tidak tersedia air baginya untuk mencuci pakaiannya” Sunan Abu Daud kitabullibas bab fi gaslitsaub

Maksudnya adalah bahwa orang ini kenapa kondisinya begini . Kini sejumlah orang di negara-negara kita, di Pakistan dll, mereka menggunakan pakaian kotor dan mantel yang panjang, menggunakan gelang dan ikat tangan, dengan melihat orang-orang seperti itu mereka menyangka bahwa dia sosok yang tidak egois, sosok rohaniawan yang telah sampai bertemu Tuhan, padahal ini sama sekali berlawanan dengan ajaran Islam. Besyukur kepada Tuhan bahwa Jemaat bersih dari orang-orang seperti itu.

Tertera dalam sebuah riwayat bahwa Hadhrat Atha bin Yasar meriwayatkan bahwa Rasulullah saw hadir di mesjid. Maka datang seorng yang kusut rmbut dan janggutnya semraut datang. Hudhur saw dengan isyarah memberikan pengertian padanya sambil menasehatkan padanya bahwa luruskanlah rambut dan janggumu. Tatkala dia datang setelah membereskan rambutnya maka Rasulullah saw bersabda apakah wajah yang tampan ini lebih baik ataukah rambut seorang manusia sedemikian rupa aut-autan sehingga dia nampak seperti syaitan dan patung ? Mautha Imam malik bab ma jaa fitha’am wasyaraab wa ishlaahisya’r

Jadi, Rasulullah saw mengumpamakan orang yang wajahnya semraut kusut seperti itu sebagai syaitan. Dan di Pakistan dan Hindustan dll dengan melihat orang-orang yang wajahnya seperti itu dikatakan tidak egois dan seorang yang suci. Oleh karena itu,perhatikanlah kontradiksi ini dan ini karena orang-orang itu tidak mengenal imam zaman dan tidak mengimaninya.

Tertera dalam sebuah riwayat bahwa bersumber dari Abdullah bin Mas’ud r.a bahwa Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa yang sedikit saja takabbur di dalam hatinya maka dia tidak akan masuk syurga. Seorang bertanya bahwa setiap orang menghendaki supaya pakaiannya dan sepatunya bagus . Maka Rasulullah saw bersabda bahwa Allah itu indah /cantik dan menyukai keindahan. Muslim kitabulimaan bab tahriimu kibr wal bayaanah

Kini dari hadis ini seyogianya menjadi jelas bahwa senantiasa dalam keadaan bersih atau dengan senantiasa menggunakan pakaian yang bersih sama sekali bukanlah maksudnya dan pandangan ini seyogianya jangan sampai terfikir dalam hati bahwa saya tidak duduk dengan seseorang yang lebih rendah dari saya dari segi harta . Jika kondisi ini terjadi maka ini merupakan sikap takabbur. Kalau tidak, menggunakan pakaian yang bersih, senantiasa bersih, menggunakan sepatu yang bagus ini merupakan penzahiran dari karunia Tuhan. Dan jika merupakan sikap takabbur, maka baru berfirman bahwa untuk orang seperti itu maka pintu surga tertutup baginya. Oleh karena itu inilah perbedaan diantara orang mu’min dan orang-orang dunia bahwa dia senantiasa selalu bersih, menggunakan pakaian yang bagus, menggunakan sepatu yang bagus, senantiasa menghias rumahnya , karena Allah mencintai keindahan, yakni penzahirannya secara lahiriah pun demi untuk Tuhan, untuk meraih ridha-Nya dan karena penzahiran orang mu’min ini merupakan penzahiran keredhaan Tuhan. Oleh karena itu duduk dengan saudara sesamanya yang lebih rendah dari segi harga,memberikan perhatian pada keperluannya inipun demikian pula sama seperti bergaulannya dengan orang-orang kaya dan memberikan perhatian padanya.

Inilah merupakan ajaran Islam bahwa kalian zahirkanlah juga karunia-karunia-Nya dan kebaikan-kebaikan-Nya dengan sikap dan perlakuan kalian dan berilah perhatian juga pada orang-orang miskin sesuai dengan ajaran yang telah Dia berikan supaya haknya sebagai saudara (sesama muslim) sepenuhnya terbayar. Hadhrat Sahibzadh Mirza Muzaffar Ahmad sahib tatkala lulus ujian ICS maka beliau pergi melaksanakan tugas sebagai pamong praja /pegawai negeri sipil, sebab di India pada umumnya para kepala kantor menganggap dirinya lebih tinggi dari orang-orang umum dan kinipun kebanyakan di Pakistan dll yang bersifat birokratis mereka menganggap bahwa mereka merupakan pribadi yang lebih tinggi dari orang lain dan sama sekali tidak memperhatikan waktu dan kehormatan orang-orang miskin . Hadhrat Mia sahaib tatkala beliau menjadi kepala kantor di daerahnya, maka Hadhrat Khalifatulmasih II selain beliau menasehatkan hal-hal lain beliau juga mengatakan bahwa janganlah kamu mencegah orang –orang miskin menginjakkan kakinya di permadani rumahmu dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumahmu atau kamu menjadi penghalang baginya. Merupakan nasehat yang penuh dengan hikmah. Satu adalah bahwa orang yang miskin pun jangan enggan datang ke rumahmu. Hormatilah dia juga sebagaimana kamu memberikan kehormatan pada seorang yang kaya. Oleh karena itu Mia sahib senantiasa memperhatikan orang miskin dan beliau mengamalkan nasehat itu. Para kepala kantor kita dewasa ini juga seyogianya harus memberikan perhatian pada nasehat ini. Jangan sampai terjadi bahwa akibat perjalanan apabila ada pakaian seorang miskin yang pakaiannya kotor maka kamu enggan/atau sempit hatimu untuk duduk dekat dengan tempat duduknya . Kemudian seiring dengan membersihkan pun Hudhur sangat menyukai wewangian.dan beliau juga sangat menyukai hadiah itu.

Tertera dalam sebuah riwayat bahwa Hadhrat Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa jika ada seoarang yang menghadiahkan minyak wangi kepadamu , maka terima dan gunakanlah itu.Musnad Imam A’zham kitabuladab hal 211

Tertera dalam sebuah riwayat bahwa dari badan beliau aroma semerbak minyak wangi senantiasa tercium. Sebagaimana Hadhrat Jabir bin Samurah meriwayatkan bahwa pada suatu saat beliau mengusap tangan beliau di pipi saya maka dari tangan beliau saya mencium wangi yang sedemikian tinggi kwalitas harumnya seakan –akan itu baru saja dikeluarkan dari botolnya.Muslim kitabul fadhail bab thayyib raaihatunnabiYakni, harumnya seperti tangan seorang yang membuat minyak wangi kemudian memasukkan tangan ke botol lalu mengeluarkan tangan dari botol itu.

Hadhrat Jabir menerangkan bahwa apabila Rasulullah saw di jalan lewat, maka jika ada yang berjalan di belakang beliau maka akibat harum wangian khusus yang ada dalam diri Hudhur maka orang itu /dia dapat mengetahui bahwa Hudhur lewat dari sini.Tarkhulikabir lilbukhari no. 4397

Bersumber dari Hadhrat Salman Farsi bahwa Rasulullah saw bersabda barangsiapa yang mandi pada hari Jumaah dan sampai dimana dia dapat membersihkan dia membersihkan,lalu mengoleskan /mengurutdengan minyak dan menggunakan sebagian wewangian yang di rumahnya kemudian keluar untuk shalat, maka mulai daru Jumaah itu sampai Jumaah yang akan datang semua dosa-dosanya akan dimaafkan.Bukhari Kitabushashalaat bab addhuhnu liljumaah

Oleh karena itu, disini dari ini maksudnya ialah seyogianya terdapat niat bahwa ini merupakan perintah Allah bahwa pergi ke mesjid dengan menggunakan minyak wangi supaya hamba-hamba-Nya yang duduk bersamanya jangan menemui kesulitan/mencium bau busuk. Allah juga menyukai barang yang harum dan kebersihan. Bukanlah lalu sesuai dengan perintah itu, setelah shalat Jumaah dilakukan lalu sepanjang minggu terus memberikan kesusahan (karena tidak mandi) pada hamba-hamba-Nya lalu dosanya dimaafkan. Hadis- amal itu begantung pada niat- pun harus menjadi pedoman kita. Apabila niat itu baik maka ganjaran pun akan kita dapatkan.

Tertera dalam sebuah riwayat berkaiatan dengan menggosok gigi/membersihkan gigi bahwa bersumber dari Hadhrat Aisyah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda; Dengan melakukan bermiswak maka mulut akan menjadi bersih, Akan diraih keredhaan Allah dan di dalam sebuah riwayat bahwa penglihatan matapun akan menjadi bertambah terang.Bukhari kitabusyaum bab siwakurathbi wal yaabisi lisyaaim

Kemudian berkenaan dengan inilah terdsapat sebuah riwayat lain bahwa Hadhratt Abu Hurairah r.a. bersabda bahwa jika saya tidak khawatir akan ummatku maka aku/saya akan memerintahkan pada mereka untuk melakukan miswak/bersugi pada setiap shalat.

Bukhari kitabushalat bis siwaak yaumal jumaah

Kini dari sejumlah orang-orang timbul bau busuk dari mulutnmya. Mereka seyogianya memperhatikan akan hal itu dan seyogianya merasakan akan kesulitan orang lain. Hadharat Huzaifah meriwayatkan bahwa Rasululah saw bersabda bahwa apabila beliau tidur di malam hari maka beliau membersihkan mulut beliau dengan miswak. Dewasa ini, dokter sesuai dengan penelitian mereka mengatakan bahwa siang malam harus menyikat gigi. Pada malam hari sebelum tidur dan pada pagi hari pada saat bangun tidur. Kalau tidak akan dikhawatirkan akan timbulnya penyakit-penyakit. Bahkan dalam sebuah penelitian membuktikan bahwa apabila pada pagi hari seorang bangun maka di gigi-giginya melekat sebanyak 600 buah bakteri-bakteri berbagai jenis yang tidak terhitung. Jenisnya itu sebanyak 600 dan jumlahnya berapa, ini tidak diketahui. Tapi perhatikanlah bahwa Rasulullah saw 15 ratus tahun sebelumnya telah memberitahukan pada kita bahwa begitu bangun dari tidur maka pertama sekali bersihkanlah gigi. Kini dengan melihat hal-hal itu seyogianya para dokter dan para ilmuan seyogianya hendaknya yakin bahwa hal –hal yang terbukti dengan penelitian pada zaman ini dan kini tengah diketahui, hal-hal itu dari hari ini Rasulullah saw 15 abad yang lalu telah memberitahukan kepada kita.

Sebelum makan pun terdapat perintah untuk mencuci tangan. Beliau mencuci tangan sebelum makan dan setelah makan lalu beliau berkemumur, bahkan setelah makan setiap barang yang masak beliau berkemumur dan setelah memakan makanan yang dimasak beliau tidak menyukai melaksanakan shalat tampa berkemumur.Bukhari kitabul ath’imah

Setelah makan seyogianya melakukan kemumur dan tangan juga seyogianya dibasuh. Dan sebelumnya juga supaya tangan menjadi bersih. Dan sesudahnya juga supaya aroma lauk pauk itu hilang dari tangan dan mulut. Dewasa ini bumbu juga sedemikian rupa dimasukkan bahwa pada saat makan mungkin akan terasa bagus, tapi apabila tidak dengan baik mulut dicuci maka itu akan mendatangkan kesulitan bagi orang lain. Kemudian beliau juga bersabda bahwa setelah membasuh tangan seharusnya makan dengan tangan kanan.Bukhari kitabu-‘lath’imah bab tasmiatu ‘ala-ththa’am wal akli bilyamiin

Di tempat lain bersabda bahwa untuk membersihkan yang kotor gunakanlah tangan kiri. Tapi kini di Eropa oleh sebab orang –orang tidak merasakan kanan dan kiri, kebanyakan orang-orang Inggris / orang-orang berkulit putih , orang-orang Kristen di Inggris makan dengan tangan kiri. Terkadang saat lewat di jalan pandangan menerpa mereka maka di tangan mereka ada hambarger yang dipegang dan selalu akan saudara-saudara akan lihat mereka makan dengan tangan kiri. Sementara ( kantong) kripik/ ciki pasti ada di tangan kanan dan mereka tengah makan dengan menggunakan tangan kiri. Sejumlah orang meniru mereka. Seyogianya menghindari hal itu. Walhasil makan seharusnya dilakukan dengan tangan kanan.

Kemudian tertera sebuah riwayat yang diriwayatkan dari Hadhrat Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa ada sepuluh perkara yang termasuk dalam fitrah manusia. Membersihkan kumis dan memelihara janggut ( Khusus untuk laki-laki), membersihkan gigi dengan miswak ,membersihkan hidung dengan air, memotong kuku, membersihkan jari-jari tangan, membersihkan bulu ketiak, membersihkan bulu kemaluan , melakukan istinja’ dan membersihkan. Rawi berkata bahwa saya lupa hal yang kesepuluh dan mungkin itu adalah berkemumur setelah makan.Muslim kitabuththaharat hishaaalulfitrah

Semua perkara-perkara ini sejalan dengan kebersihan penting untuk cara-cara pemeliharaan kesehatan. Kini,adapun perintah untuk membersihkan hidung, ini pada saat wudhu dilakukan lima kali dalam sehari dan jika air di naikkan di hidung lalu dibersihkan maka cukup untuk menjadikan terhindar dari penyakit flu dll. Seseorang memberitahukan pada saya bahwa di Jerman ada seseorang yang terserang flu dan dia pergi ke dokter, maka dia/dokter berkata bahwa kalian orang-orang muslim lima kali berwudhu, kalian memasukkan air di hidung, jika kalian melakukan itu maka cukup untuk menghindari flu. Ini merupakan pandangan dokter itu atau merupakan penelitiannya atau ada orang lain yang tengah melakukan penelitian atas hal itu atau pernah dilakukan penelitian,tetapi tatkala Rasulullah saw bersabda maka di dalamnya terdapat kenyataan. Di dalamnya terdapat mamfaat. Untuk setiap orang mungkin akan sulit mamasukkan air dalam hidung, sebab di dalam hidung air harus dimasukkan dengan keras. Terkadang sedikit akan teerasa sakit, tetapi saja telah mencoba bahwa jika dengan baik air dinaikkan/dimasukkan dalam hidung dan dibersihkan maka sedikit akan terasa enak pada saat menderita flu. Kemudian memotong kuku, di dalam itu ribuan macam kotoran tersangkut di dalamnya, tetapi dewasa ini di sejumlah pria terdapat kebiasaan ini , namun di kalangan perempuan mode ini lebih banyak didapatkan yakni mereka memelihara kuku panjang dan mereka tidak sama sekali merasa kotor. Walhasil, kepada semua hal ini seyogianya jelas bahwa Rasulullah saw juga memerintahkan untuk memotong kuku. Dan memelihara kuku panjang mendatangkan kerugian, tidak ada faedahnya.

Dalam kaitan dengan kebersihan ada suatu hal yang benar-benar sangat penting yaitu senantiasa membiarkan lingkungan bangunan –bangunan Jemaat. Sebelumnya mengenai hal itu saya telah uraikan. Itu seyogiannya diberikan penanganan secara khusus . Dan khuddamul Ahmadiyah seyogianya melakukan kerja bakti untuk itu.Adapun terkait dengan bagian dalam bangunan maka untuk itu lajnah juga harus berpartisipasi dalam hal itu. Dan dalam itu bangunan yang paling penting adalah mesjid-mesjid. Lingkungan mesjid seyogianya diperindah /dihias dengan bunga-bunga, petak-petak bunga /petak-petak sawah kecil dan dengan tanaman yang serba hijau. Beberapa tahun sebelumnya Hadhrat Khalifatulmasih IV telah menyampaikan khutbah berkenaan dengan ini dengan sangat terinci dan beliau mengingatkan. Sampai beberapa lama hal itu diamalkan, tetapi lama kelamaan mulai surutnya perhatian terhadap hal itu. Khususnya di Pakistan dan Hidustan, di dalam mesjid kebersihan ruangan gedung juga syogianya dilakukan penanganan khusus. Di sana digelar tikar-tikar yang terbuat dari semacam bahan rumput kering/ semacam daun pandan. Tikar-tikar di angkat lalu dibersihkan, disasna di tembok-tembok dengan sangat cepatnya melekat kekotoran sarang laba-laba, dilakukan pembersihan sarang laba-laba,di atas kipas terlihat tanah yang menempel itu harus bersih. Singkat kata apabila ada orang yang masuk ke dalam mesjid maka seyogianya terasakan kebersihan yang sangat luar biasa bahwa dia sampai di tempat /lokasi yang berbeda dengan lokasi-lokasi lainnya dan juga lebih istimewa. Dan di mesjid mana di gelar permadani dll, disana kebersihan seyogianya mendapat perhatian. Jika tidak dalam waktu yang lama tidak dibersihkan, maka akan timbul bau tidak baik di karpet /permadani, tanah akan meresap ke dalam. Khususnya pada hari jumaah seyogianya dilakukan kebersihan. Kemudian tertera dalam sebuah hadis bahwa dengan membakar sesuatu yang harum dll (membakar stenggi) udara seharusnya terus dijaga kebersihannya. Tapi sejumlah orang di mesjid mereka menyalakan stenggi,yang mengakibatkan kerugian pula. Di Pakistan seseorang menyalakan stenggi di mesjid dan lama kelamaan lemari terbakar sehingga terjadi kerugian. Pertama , adalah seyogianya harus berhati-hati bahwa apabila berada di sana, maka baru itu dinyalakan. Kedua terdapat sejumlah stenggi yang sedemikian rupa keadaannya yang mana sedemikian rupa keras aromanya sehingga bukannya mendatangkan ketentraman malah mendatangkan kesusahan sehingga kebanyakan menjadi faktor menjadikan orang-orang menjadi sakit kepala karenanya . oleh karena itu harus dinyalakan sesuatu atau dinyalakan stenggi yang tidak begitu keras.

Tertera dalam sebuah hadis bahwa Rasululah saw senantiasa menganjurklan pada orang-orng Islam bahwa khusunya pada hari-hari pertemuan tatkala orang-orang tengah berkumpul seyogianya memberikan perhatian pada kebersihan mesjid dan nyalakanlah stanggi /nyalakan sesuatu yang aromanya harum di dalamnya supaya udara menjadi bersih Misykat kitabushshalat

Tetera sebuah riwayat bahwa beliau menasehatkan kepada para sahabah bahwa janganlah datang ke mesjid setelah makan makanan yang bau. Tatkala datang ke mesjid –mesjid untuk melaksanakan shalat maka janganlah datang setelah makan bawang putih dan bawang merah.bukhari kitabul a’imah

Dan sejalan dengan itu terkadang kaus kaki juga sudah beberapa hari kotor , dari itu pun timbul bau busuk; nah, janganlah datang ke mesjid dengan menggunakan itu.

Hadhrat Masih Mauud a.s.bersabda: وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ – dan perbuatan kotor /sesuatu yang kotor tinggalkanlah. Perintah-perintah dengan maksud supaya orang-orang dengan memperhatikan fasilitas-fasilitas /sarana untuk penjagaan kesehatan manusia dapat melindungi dirinya dari bahaya lahiriah .( Yakni mereka dapat melindungi diri mereka dari malapetaka lahiriah ) Orang-orang Kristen melontarkan kritikan bahwa ini merupakan perintah-perintah yang kami tidak dapat memahaminya. Bahwa Al-Quran mengatakan, dengan mandi pertahankanlah kebersihan tubuhmu, gunakanlah miswak, bersihkanlah cela-celah gigimu, dan lindungilah dirimu dari segenap kekotoran jasmani dan lindungilah rumahmu dari segenap kekotoran jamani/lahiriah dan jauhkanlah dirimu dari bau-bau busuk dan jangalah memakan bangkai dan makanan yang kotor; jawabnya ialah bahwa Al-Quran mendapatkan orang-orang itu dalam kondisi seperti itu. Orang –orang itu bukan saja dari segi ruhani dalam keadaan sangat berbahaya bahkan dari segi jasmani pun kesehatan lahiriah dalam kondisi yang sangat berbahaya. (Kebersihan lahiriah jelasnya di Eropa ini sangat kurang sekali ) Jadi ini merupakan karunia pada mereka dan atas seluruh dunia bahwa Dia telah menetapkan metode untuk melindungi kesehatan وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا – Yakni, makanlah dan minumlah tapi dalam makan dan minuman itu jangan berlebih-lebihan ( Yakni lihatlah dalam jumlah makanan yang dimakan dan jangalah berlebih-lebihan) Sangat malang sekali bahwa pendeta sama sekali tidak mengetahui hal itu bahwa orang yang sama sekali tidak memperhatikan pemeliharaan kebersihan jasmani, maka lama kelamaan mereka jatuh dalam kondisi buas lalu akan kehilangan kesucian ruhani mereka.Misalnya untuk beberapa hari saja apabila tidak membersihkan gigi yang merupakan suatu derajat terendah dalam hal kebersihan maka potongan-potongan makanan yang terjepit di gigi itu akan mendatangkan bau bangkai. Dan akhirnya gigi akan menjadi rusak dan pengaruhnya yang beracun jatuh di pencernaan lalu pencernaanpun akan menjadi rusak. Fikirkanlah sendiri, apabila di gigi urat daging atau ada bagian yang tertahan lalu tidak dikeluarkan pada waktu itu dengan membersihkannya /dengan sikat gigi maka jika satu malam saja tertinggal maka akan timbul bau busuk yang menyengat di dalamnya. Dan sedemikian bau busuk yang ditimbulkan seakan-akan tikus yang mati. Oleh karena itu betapa dungu menyatakan keberatan pada kebersihan ruhani dan jasmani lalu memberikan pelajaran bahwa kamu sama sekali jangan menaruh perhatian pada kebersihan ruhani dan jasmani, janganlah membersihakn celah-celah gigi/jangan menyikat gigi dan jangan pernah mandi untuk membersihkan kekotoran dari tubuh, dan janganlah berinja’ setelah buang air besar dan untuk kamu cukup kesucian ruhani semata. Pengalaman kita memberitahukan pada kita bahwa sebagaimana untuk kesucian ruhani penting adanya kesehatan ruhani, demikian pula untuk kesehatan jasmani penting adanya kesucian jasmani. Bahkan yang sebenarnya adalah bahwa kesucian jasmani kita memiliki peran yang besar dalam kesehatan jasmani kita. Sebab, jika kita dengan meninggalkan kesucian jasmani kita terpaksa harus menanggung resiko sakit yang berbahaya, maka pada saat itu akan sangat menimbulkan bahaya dalam kewajiban-kewajiban agama kita dan kita sakit lalu sedemikian rupa kita menjadi tidak ada artinya apa-apa sehingga kita tidak dapat melaksanakan pengkhidmatan agama dan setelah mengalami kedukaan kita pergi dari dunia yang fana ini. Bahkan bukannya kita dapat mengkhidmati ummat manusia , bahkan setelah sakit dan dengan meninggalkan peraturan kesehatan kita akan menjadi malapetaka bagi orang lain. Dan akhirnya akumulatif/kumpulan ketidaksucian yang kita kumpulkan dengan tangan kita sendiri akan menyatu dalam bentuk (penyakit) yang mewabah lalu memakan seluruh negeri. Dan faktor semua malapetaka itu adalah kita sendiri. Sebab kita tidak memberikan perhatian pada kesucian lahiriah. Maka dengan meninggalkan peraturan-peraturan kesehatan dan dengan meninggalkan nasehat-nasehat Al-Quran betapa sejumlah malapetaka jatuh menimpa manusia. Dan orang-orang yang sedemikian rupa tidak berhati-hati, yang tidak menghindar dari kenajisan dan tidak menjauhkan bau kotor/busuk, tidak menjauhkan dari tumah-rumah, dari lorong-lorong, dari pakaian,dari mulutnya dan akibat ketidak adanya keseimbangannya betapa bahayanya akibat yang telah diciptakan dan betapa dengan serta merta musibah /penyakit itu menjadi merebak dan menimbulkan banyak kematian-kematian yang menimbulkan pemandangan kiamat. Sehingga orang-orang akibat dari dahsyatnya penyakit orang-orang pergi ke negeri lain dengan meninggalkan rumah-rumah dan segenap harta bendanya yang dengan susah payah mereka mengumpulkannya dan ibu-ibu dipisahkan dari anak-anaknya dan anak-anak dipisahkan dari ibu-ibunya. Apakah musibah ini sedikit kurang dari azab neraka jahannam. Tanyakanlah kepada dokter dan pada para tabib bahwa apakah ketidak adanya pedulian seperti itu yang ditampilkan berkait dengan kebersihan lahiriah sangat tepat untuk (merebaknya) wabah dan merupakan pendukung atau tidak ? Jadi apa keburukan yang Al-Quran Majid telah lakukan bahwa pertama , dengan menitikberatkan pada kebersihan fisik/badan, rumah-rumah , pakaian Dia ingin menyelamatkan manusia dari jahannam di dunia ini yang jatuh secara serempak seperti penyakit lumpuh dan hingga menyampaikan pada yang tidak ada/memusnahkan sama sekali. Ayyamushulah hal 95-96 dengan refrensi Tafsir Hadhrat Muslih mauud jilid 4 hal. 496-497

Semoga Allah menganugerahi kita taufik untuk memberikan perhatian pada kebersihan jasmani dan mengamalkan hukum-hukum-Nya atau perintah-perintah-Nya.

Qamaruddin Syahid