Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

21 Mei 2004 di Mesjid Baitulfutuh, London

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh di antara kamu bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang tetap ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.An-nur 56

Tertera dalam sebuah hadis yang bersumber dari Hadhrat Huzaifah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda: Kenabian akan tegak atau berada diantara kamu selama Allah menghendaki. Kemudian Dia akan mengangkatnya dan khilafat akan berdiri sesuai على منهاج النبوة-‘alaa minhaajinnubuwwah- sesuai metode kenabian. Kemudian manakala Allah menghendaki nikmat itu Dia akan angkat. Kemudian sesuai dengan takdir-ketentuan-Nya akan berdiri kerajaan yang akan menimbulkan penderitaan yang karenanya hati orang –orang akan menjadi kusut dan akan merasakan kesempitan. Kemudian manakala zaman itu akan berakhir maka sesuai dengan takdirnya yang kedua lebih dari itu akan berdiri kerajaan yang zalim. Sehingga gejolak kasih sayang Tuhan akan bangkit dan akan menghabiskan zaman yang sarat dengan kezaliman itu. Kemudian sesudahnya akan berdiri khilafat sesuai metode kenabian dan beliau saw diam sesudah mengucapkan ini. Musnad ahmad bin hanbal baabulindzaar wattahdziir

Penjelasan akhir zaman ini juga Rasulullah saw sendiri yang telah menerangkannya bahwa apa itu. Hadhrat Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa kami duduk di majlis Rasulullah saw manakala pada saat itu turun surah Jumaah. Beliau membacakan ayatnya yang artinya adalah:” Akan ada orang-orang yang akan datang kemudian pun yang akan bergabung dengan para sahabah, yang kini belum berjumpa dengan mereka. Maka seorang bertanya, Ya Rasulullah ! Siapakah mereka ini yang martabat sama dengan para sahabah tetapi kini belum bergabung. Maka Rasulullah saw tidak menjawab pertanyaan itu. Orang itu tiga kali mengulangi pertanyaan ini. Perawi berkata bahwa Hadhrat Salman dari keturunan Persia duduk diantara kami. Rasulullah saw meletakkan tangan beliau diatas pundak beliau dan bersabda jika seandainya iman sampai ke bintang Surayya, yakni telah terbang dari bumi maka dari antara orang-orang itu akan ada sejumlah orang yang akan membawanya kembali….

Kini dalam sabda-sabda Hadhrat Masih Mauud a.s saya ingin menerangkan ayat ini. Beliau bersabda:

Allah memperlihatkan dua macam kudrat: Pertama dengan tangan para nabi diperlihatkan-Nya tangan kudrat-Nya. Kedua,pada saat sesudah kewafatan nabi timbul kesukaran-kesukaran yang harus dilalui, sementara musuh meningkatkan perlawanannya dan menyangka bahwa kini pekerjaan atau usaha ini gagal; mereka yakin bahwa kini Jemaat ini akan hancur. Dan orang-orang /warga Jemaat sendiri pun mengalami keragu-raguan dan diselimuti rasa keputus-asaan. Dan sejumlah orang yang bernasib malang memilih jalan murtad,baru Allah untuk kedua kali menampakkan kekuasaan /kudrat-Nya yang amat dahsyat dan menopang kembali Jemaat yang tengah hampir-hampir roboh itu. Jadi mereka orang-orang yang bersabar sampai akhir, mereka menyaksikan mu’jizat Allah sebagaimana yang telah terjadi di waktu Hadhrat Abu Bakar r.a manakala terjadi kewafatan Rasulullsh saw yang disangka merupakan sebuah kewafatan yang bukan pada waktunya, dan banyak diantara orang-orang dusun yang bodoh balik murtad dan karena terlampau sedihnya para sahabah hampir-hampir seperti gila layaknya; baru pada waktu itulah Allah menegakkan Hadhrat Abu Bakar siddik r.a untuk memperlihatkan contoh kudratnya yang kedua kali , dan Islam yang tengah hampir-hampir akan tumbang itu ditopangnya kembali dan Dia menyempurnakan janji sebagaimana yang dipirmankannya وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا Maksudnya akan kami kuatkan kaki-kaki mereka sesudah kecemasan dan ketakutan. Begitu pulalalah yang terjadi pada zaman Hadhrat Musa a.s tatkala wafat di perjalanan antara Mesir dan Kanaan sebelum beliau dapat membawa Banis Israil ke tempat yang dituju menurut perjanjian.Wafat beliau menyebabkan suatu kesedihan yang luar biasa di kalangan Baniisrail. Seperti tertulis dalam Taurat bahwa akibat rasa terkejutnya atas kewafatan beliau yang bukan pada waktunya dan akibat perpisahan yang tidak disangka-sangka dengan Hadhrat Musa a.s Bani israil menangis terus menerus selama 40 hari lamanya. Begitu pula telah terjadi pada Hadhrat Isa a.s ketika beliau disalib semua para hawari menjadi bercerai berai dan malah salah satu dari antara mereka telah menjadi murtad.

Sebab itu wahai seudara-saudara ! Sejak dahulu seperti itulah sunnatullah /adat kebiasaan-kebiasan Allah,bahwa Allah menunjukkan dua kudratnya,supaya dia menunjukkan hina dua kegirangn palsu para penetang, karena itu tidak mungkin Allah meninggalkan sunnahnya yang dari sejak azali itu. Maka janganlah kamu bersedih hati karena uraianku yang aku terangkan di mukamu. Jangan hendaknya hatimu jadi kusut, karena melihat kudrat yang kedua bagimu merupakan hal yang perlu pula. Dan kedatangannya untukmu merupakan hal baik, karena itu abadi yang tidak terputus sampai hari kiamat. Dan kudrat kedua itu tidak akan dapat datang sebelum aku pergi,akan tetapi bila aku pergi maka Tuhan akan mengirimkan kudrat kedua itu untukmu, yang akan senantiasa tinggal bersamamu selama-lamanya : sebagaimana janji Allah dalam Barahin Ahmadiyah”. Dan Janji ini oleh sebab merupakan janji Tuhan ,maka ini akan tetap berlaku selama orang-orang menjalankan amal baik,mereka terus berpegang teguh dengan Khilafat. Dan janji itu bukanlah bekenaan denganku, melainkan janji itu berkenaan dengan kalian. Sebagaimana Dia berfirman:

“Aku akan memberi kepada Jemaat ini yaitu kepada pengikut-pengkut engkau kemenangan diatas golongan-golongan yang lain sampai hari kiamat”.

Oleh karena itu mestilah datang hari perpisahanku denganmu, supaya sesudah itu, tiba hari yang merupakan hari perjanjian kekal. Tuhan kita itu merupakan Tuhan yang Maha menepati janji-janji dan adalah Tuhan Yang setia dan benar dan Dia akan memperlihatkan segala-galanya padamu yang telah Dia janjikan,kendati hari ini merupakan masa akhir dunia serta banyak malapetaka-malapetaka yang saat ini merupakan saat turunnya, tetapi mestilah dunia ini senantiasa berdiri tegak selama segala hal yang Tuhan telah habarkan itu belum menjadi sempurna semuanya. Aku lahir sebagai satu kudrat dari Tuhan dan aku merupakan penjelmaan kudrat Tuhan yang berjasad. Kemudian sesudah aku akan ada lagi sejumlah wujud yang merupakan bayangan kudrat kedua.

Sebab itu senantiasalah kamu berhimpuin sambil berdoa menanti kudrat yang kedua itu. Dan hendaklah setiap orang saleh berhimpun di setiap negara terus menerus mendoa supaya kudrat kedua itu turun dari langit dan kepada kamu diperlihatkan bahwa Tuhan kamu Maha kuasa melakukan seperti itu. Anggaplah ajalmu telah dekat. Kamu tidak tahu entah kapan saat itu akan tiba”.

Dan beliau bersabda,” Hendaklah orang tua/sepuh Jemaat yang berjiwa suci, sesudahku mengambil baiat dari orang-orang atas namaku”. Bukanlah maksudnya bahwa akan bangkit beberapa orang untuk mengambil baiat (dibaiat oleh orang-orang) ,tetapi akan datang seperti itu dalam waktu-waktu yang berbeda. Allah menghendaki agar semua ruh-ruh yang berdiam diseluruh permukaan bumi,baik itu di Eropa ataupun di Asia, semua mereka yang berfitrah baik akan dirtarik kepada tauhid dan hamba-hamab-Nya dihimpun pada agama yang satu, Inilah kehendak Allah,yang karenannya aku diutus ke dunia ikutilah kehendak ini tapi dengan lemah lembut,dengan akhlak dan dengan banyak mendoa. Dan selama belum ada yang bediri/terpilih dengan beroleh ruhulkudus dari Tuhan semuanya bekerjalah bersama-sama sepeninggal aku” Risalah Al-Wasiat Ruhani Hazain jilid 20:304-307

Oleh karena itu perhatikanlah, sesudah wafat Hadhrat Masih Mauud a.s beliau telah memberikan habar suka pada kita sesuai dengan janji Allah bahwa sesudah wafat beliau – insyallah -khilafat ini akan berdiri kekal untuk selama-lamanya dan musuh tidak akan pernah dapat melihat dua kegembiraan/kegirangan bahwa satu adalah mereka menerima berita kematian (nabi) lalu mereka gembira.Pada saat kewafatan Hadhrat Masih Mauud a.s tedapat ada pula orang-orang yang meluapkan atau merayakan kegembiraan mereka lalu kemudian merka menunggu akan dapat melihat perpecahan di tubuh jemaat,ini tidak akan pernah terjadi. Musuh berteriak geringan ,tetapi janji Allah itu telah diperlihatkan pemandangan kesempurnaannya kepada kita. Dan sejumlah kalangan berpendapat bahwa Hadhrat Khalifatul Masih Awal usia beliau sudah cukup lanjut, kesehatan fisik beliau telah melemah dan mungkin dalam kondisi seperti itu pengontrolan khilafat tidak dapat dilakukan dan mungkin tidak dapat memikul tangung jawab khilafat dan sejumlah pemuka anjuman memandang bahwa kita akan dapa memaksakan kehendak kita. Sebab akibat umur (lanjut) banyak urusan-urusan yang jika kita tidak ajukan di hadapan Hadhrat Khalifatulmasih I maka tidak akan ada pengruhnya apa-apa dan beliau tidak akan mengetahui. Tetapi Allah tidak membiarkan sukses upaya-upaya makar lawan-lawan manapun, baik yang dari luar maupun dari dalam dan menekan fitnah yang muncul dari intren/dalam dan dunia menyaksikan bahwa bagaimana setiap peluang Hadhrat Khalifatul Masih I telah menekan fitnah itu dan betapa dengan begitu keras dan dahsyatnya menekan fitnah itu dan betapa beliau telah membungkam mulut lawan.

Beliau bersabda:

“Oleh karena pemilihan khilafat bukan merupakan pekerjaan akal manusia,akal tidak dapat menjangkau bahwa kemampuan akal siapa yang potensial dan di dalam diri siapa potensi manusia itu diletakkan secara sempurna. Oleh karena itu Allah telah memutuskan sendiri  َعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ- Menjadikan khalifah hanya merupakan pekerjaan atau wewenang Allah. Haqaaiqulfurqaan jilid 3 : 255

Khalifatul Masih I bersabda: Manusia manapun dan Anjuman manapun tidak menjadikan saya sebagai khlaifah dan tidak pula saya menganggap lembaga manapun layak untuk menjadikan khalifah. Jadi saya tidak dipilih oleh Anjuman manapun dan saya tidak menghargai pembentukan atau pemilihan mereka dan jika mereka meninggalkannya saya tidak menghiraukannya dan tidak ada kekuatan siapapun untuk merampas jubah khilafat ini dari saya.Al-Furqan Khilafat Number.Mei 1967 :28

Kemudian beliau bersabda: Dikatakan (oleh orang-orang) bahwa tugas khalifah hanya mengimami salat dan atau kemudian mengambil baiat. Tugas ini seorang mullapun dapat lakukan karena itu tidak perlu khalifah manapun dan baiat seperti ini melihatnyapun saya tidak mau. Baiat adalah yang dilalukan di dalamnya keitaatan yang sempurna dan satupun dari perintah-perintah khalifah tidak ada yang diindahkan”. Al-Furqan Khilafat number .Mei 1967 :28

Kemudian dunia menyaksikan bahwa dari ceramah-ceramah beliau yang sedemikian tegas itu beliau juga secara langsung mengambil tindakan kepada anjuman,dan seberapa banyak orang-orang yang banyak bicara itu semua mereka menjadi kucing basah /diam seribu bahasa, duduk seperti (jhaakh) wadah air minum (diatas meja) alias diam tidak ada komentar apa-apa. Dan kadang secara bersifat sementara timbul gejolak yang memanas juga dan dalam bebagai bentuk mereka terus senantiasa merusaha menciptakan fitnah. Tetapi pada akhirnya kecuali kegagalan tidak ada lagi yang didapat. Kemudian terjadi kewafatan Hadhrat Kahalifatul Masih I. Kemudian sesudah itu orang-orang ini kembali bergolak lagi muncul ke permukaan dan berupakan menciptakan sebuah fitnah, berupaya menciptakan perpecahan di dalam Jemaat dan banyak orang-orang yang terpelajar mereka tarik ikut bergabung dengan mereka,sebab menurut mereka, jika terjadi pemilihan khalifah maka hanya Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad r.a yang akan dipilih. Dan untuk menghancurkan fitnah Hadhrat Khalifatul Masih II r.a mengatakan kepada orang-orang yang banyak bicara,kepada para pemuka Anjuman bahwa saya/beliau tidak tertarik untuk menjadi khalifah, di tangan siapa yang kamu katakan saya siap untuk berbaiat di tangannya. Siapa yang Jemaat pilih saya siap untuk mentaatinya. Tetapi sebagaimana saya telah katakan bahwa orang-orang itu telah mengetahui betul bahwa jika terjadi pemilihan khalifah maka Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad-lah yang akan terpilih. Oleh karena itu mereka tidak siap untuk itu dan mereka terus mengatakan bahwa kini kondisinya khalifah jangan dulu dipilih. Bukan perkara satu,dua dan empat hari, bahkan untuk beberapa bulan pemilihan itu ditunda dulu wakktunya, diulur waktunya dan perkara ini bagaimanapun tidak dapat diterima oleh Jemaat. Jemaat ingin bersatu di bawah satu tangan atau pada satu tangan. Dan pada akhirnya Jemaat memilih Hadhrat Khalifatul-Masih II, Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad r.a sebagai khalifah dan orang-orang baiat di tangan beliau. Dan pada saat itupun fikiran para penentang adalah bahwa oleh karena orang-orang jemaat yang terpelajar barsama kita dan hazanah/ keuangan Jemaat berada di tangan kita karena itu sesudah bebarapa hari Jemaat ini akan habis. Tetapi kemudian Allah mengulurkan tangan rahmat-Nya dan menggantikan kondisi cemas itu dengan keamanan dan menyia-nyiakan semua kerja keras para musuh itu dan segenap upaya-upaya merela menjadi gagal.

Kemudian pada zaman Khalifah yang kedua muncul fitnah tahun 1934, itupun dengan karunia-Nya Allah telah menekan fitnah itu dan para penentang sedikitpun tidak dapat mendatangkan kerugian pada Jemaat. Padahal pendakwaan mereka adalah bahwa upaya makar mereka tidak akan dapat dibendung. Kemudian pada tahun 1953 muncul demontrasi-demontrasi. Tatkala Pakistan tebentuk,pada saat itu musuh menyangka bahwa kini adalah merupakan pemerintahan milik kita tidak lagi pemerintahan Inggris, kini keadilan, kitalah yang dapat menentukan, sementara orang-orang itu sendiri sama sekali tidak mengetahui sedikitpun apa keadilan itu, karena itu kini Jemaat telah habis kah atau masih tetap ada. Akan tetapi kemudian Allah dengan karunia-Nya telah mengeluarkan jemaat sedemikian rupa dari kondisi yang sangat berbahaya dan sangat mencemaskan itu sehingga dunia menyaksikan bahwa musuh-musuh telah menjadi hancur dan semuanya menjadi hina, tetapi dengan karunia Allah Jemaat Ahmadiyah dengan keagungannya yang baru terus menerus melaju mengayunkan langkah-langkahnya ke muka.

Singkatnya,zaman kekhalifahan Hadhrat Khalifatul Masih II berjalan selama 52 tahun dan setiap hari yang datang itu tiba dengan membawa satu kemajuan. Di dalam beberapa bahasa di zaman beliau dilakukan penerjemahan Al-Quran. Di luar-luar negeri didirikan misi-misi Jemaat. Di Afrika, di Eropa misi-misi didirikan dan dengan antusiasnya beliau sendiri secara pribadi dan dengan petunjuk-petunjuk dan bimbingan-bimbingan beliau sendiri semua itu didirikan. Pada zaman itu sistim kantor-kantor tidak sedemikian berkembang luas.Beliau r.a sendiri dengan memberikan istrtuksi-instruksi atau petunjuk-petunjuk secara langsung beliau mengembangkan dan memajukan sistim atau lembaga-lembaga Jemaat dan kemudian tidak hanya di Hindustan dan Pakistan, bahkan di negara-negara lainnya di dunia dan khususnya di Afrika dalam jumlah ratusan ribu orang –orang yang bernasib mujur telah Allah anugerahi taufik untuk menerima Ahmadiyah;dan mereka semua berkumpul di bawah bendera Rasulullah saw. Dan kemudian cermatilah bagaimana beliau menyusun konsep bagan atau membentuk manajement organisasi. Pendirian Sadr Anjuman Ahmadiyah ada dari sejak sebelumnya , beliau mengadakan perubahan-perubahan dan penggantian-penggantian di dalamnya. Beliau sedemikian rupa mengaturnya sehingga Anjuman hanya menganggap dirinya sebagai Anjuman dan tidak pernah lagi dapat menjadi bahaya untuk khilafat. Kemudian pendirian badan-badan,seperti Majlis Ansorullah , Majlis Khudamul Ahmdiyah, Majlis Lajna Imaillah dan firasat tajam beliau telah menangkap bahwa jika saya mendidik Jemaat seperti itu bahwa setiap orang dalam beragam umur saya yakinkan mereka akan tanggung jawab mereka dan mereka mulai memahami bahwa kini kitalah yang akan mengurus jemaat dan melindungi dari segenap fitnah;kita harus menciptakan perubahan baik dan suci di dalam diri kita. Jika kesadaran ini timbul di dalam diri bangsa/ suatu Jemaat maka tidak akan ada yang dapat menimpakan kerugian pada bangsa itu. Kini perhatikanlah, dengan karunia Allah kini di setiap negara di dunia badan-badan Jemaat ini berdiri tegak dan dengan karunia Allah sangat pro aktif dalam kegiantan mereka dan kini khuddamul-ahmadiyah Jerman juga dalam rangka ini tengah menggelar ijtimah mereka. Jadi inipun juga merupakan pengorganisasian/pengaturan dan penataan yang sangat luar biasa yang Hadhrat Muslih Mauud a.s telah dirikan dalam Jemaat. Kemudian pendirian Tahrik jadid . Pada saat musuh mengatakan bahwa kami akan membumi hanguskan Qadian,maka pada saat itu beliau mendiriikan gerakan Tahrik Jadid dan kemudian berdiri missi-misi di luar negeri. Kemudian pendirian Waqfi Jadid yang merupakan sarana memberikan tarbiat untuk Jemaat –jemaat yang tinggal di dusun-dusun di Pakistan dan Hindustan dan kini dengan karunia Allah telah tersebar di dunia. Singkat kata pekerjaan sedemikian banyak yang telah dilakukan dan orang itulah yang menurut pandangan mereka yang berpendidikan lagi bijak dan orang yang sedang mengendalikan jemaat menganggap bahwa ini adalah anak kecil (Muslih Mauud) di tangannya berada kendali Jemaat dan ini ( muslih Mauud in) tidak akan ada yang bisa dia kerjakan; nah, anak kecil inilah yang telah menjadikan dunia menjadi gegap gempita. Dan beliau juga yang menjadi orang yang menjadikan sempurna ilham Hadhrat Masih Mauud a.s bahwa saya akan mennyampaikan tabligh engkau ke seluruh penjuru dunia.

Hadhrat Khalifatul –Masih II bersabda:

Khalifah yang ditetapkan (Allah) di dalam dirinya dilihat bahwa dia dapat menyatukan semua pandangan-pandangan. Kapasitasnya dan kemapuannya secara keseluruhan yang dilihat. Bisa saja dalam satu segi orang lain lebih unggul dari dia. Untuk menjadi seorang kepala sebuah SD tidak hanya yang dilihat adalah dia mengajarnya baik atau tidak baik atau dia telah lulus pendidikan tinggi atau tidak. Mungkin saja di bawahnya ada orang yang telah meraih gelar yang lebih tinggi. Dia (sebagai kepalsa sekolah) akan melakukan penataan, akan berurusan dengan kepala-kepala instansi-instansi lain , dia dituntut untuk berurusan dengan bawahannya. Semua hal-hal ini akan dilihat di dalam dirinya. Demikian juga orang yang akan menjadi khalifah dari Tuhan kapasitasnya secara keseluruhan yang akan dilihat. Siapakah yang dapat memainkan pedang seperti Khalid bin Walid ? Tetapi yang menjadi khalifah adalah Hadhrat Abu Bakar r.a. Jika hari ini ada yang mengatakan bahwa karya tulis saya terkanal di Eropa. Maka orang yang tidak begitu terkenal tidak dapat menjadi khalifah. Khalifah adalah yang Tuhan sendiri jadikan khalifah. Tuhan yang telah memilih telah memilihnya. Hadhrat Khalid bin Walid dengan 60 orang telah meraih kemenangan pada 60 ribu orang. (Hadhrat Umar r.a tidak melakukan seperti itu) Tetapi malah Hadhrat Umar r.a yang menjadi khalifah. Pada zaman Hadhrat Khalifah Usman r.a banyak terdapat panglima –panglima perang yang handal, mereka satu dengan yang lain saling mengungguli dalam keahlian berperang. Mereka telah menaklukkan seluruh dunia,tetapi yang menjadi khalifah adalah Hadhrat Usman r.a. Kemudian ada orang yang bertemperamen keras, ada yang lemah lembut, ada yang rendah hati dan ada yang low profil , khalifah dengan setiap orang harus menentukan sikap dengan setiap orang dan yang memahami urusan-urusan itu adalah hanya orang yang berhadapan dengan urusan-urusan itu. Khutbah Mahmud jilid 4: 72-73

Kemudian beliau bersabda:

“Terkait dengan orang yang Allah akan jadikan sebagai khalifah yang ketiga dari sekarang saya memberikan habar suka bahwa apabila dia beriman pada Tuhan lalu terpilih menjadi khalifah maka jika pemerintahan-pemerintahan dunia sekalipun yang kontra dengannya maka pemerintahan-pemerintahan itu akan luluh lantak berkeping-keping”. Khilafat haqqah Islamiah :18

Oleh karena itu kita telah menyaksikan bahwa pemerintahan manapun yang kontra dengan jemaat, itu telah berkeping-keping. Dan kemudian pada zaman khalifah yang ke empat juga inilah pemandangan yang nampak pada kita.

Di satu tempat lain Hadhrat Khalifatul-Masih II r.a sampai khilafat ke enam ke tujuh pun beliau telah sebutkan. Rinciannya selanjutnya saya akan sampaikan. Hadhrat Khalifatul Masih II bersabda bahwa apa yang semua orang telah putuskan secara bersama- sama itu yang akan ditemima oleh semua Jemaat. Yakni berkenaan dengan kemite pemilihan khalifah. Dan barangsiapa dari kalangan jemaat yang menentangnya maka dia adalah seorang pembangkang. Dan kapan saja tiba saat waktu pemilihan khalifah lalu sesuai dengan cara yang telah ditetapkan siapapun yang dipilih sebagai khalifah, saya dari sejak kini memberikan habar suka bahwa jika sesuai dengan peraturan ini dia dipilih maka Allah akan bersama dia, dan siapapun yang berdiri untuk melawannya ,baik dia seorang besar ataupun orang kecil maka dia akan dihinakan dan dimusnahkan”.

Kemudian beliau bersabda: Sebenarnya arti “khilafat” adalah bahwa pada saat dari mulut seorang khalifah ada kata yang keluar, maka pada saat itu semua rencana-rencana, semua usul-usul dan semua upaya-upaya harus dilemparkan dan dianggap bahwa kini itulah rencana, itulah usul dan itulah upaya atau rancangan berfaedah yang didapatkan dari khalifah yang ada. Selama ruh ini tidak lahir atau tidak tertanam dalam diri Jemaat maka pada saat itu semua ceramah-ceramah atau khutbah-khutbah akan sia-sia, semua rencana-rencana akan menjadi batil dan semua gagasan-gagasan menjadi gagal.” Khutbah Jumaah 24 Januari 1936 Catatan Al-Fazal 31 Januari 1936

Kemudian datang masa khalifah yang ke III . Sesudah kewafatan khalifatul- Masih II r.a perlawanan musuh dari luar maupun dari dalam kembali gencar. Tetapi apa yang terjadi ? Apakah ada kekurangan di dalam Jemaat ? Tidak, tetapi Tuhan sesuai dengan janji-janjinya telah membuka pintu-pintu kemajuan-kemajuan itu lebih dari sebelumnya. Missi-missi Jemaat tambah diperluas. Di Afrika dan di Eropa juga dan pada saat lawatan ke Afrika Hadhrat Khalifatul-Masih III telah mendirikan Rencana Yayasan Nusrat Jahan sesuai dengan izin Allah dan sesusi dengan sebuah ru’ya. Rumah-rumah sakit dibuka, sekolah-sekolah dibuka. Di rumah-rumah sakit Jemaat kini dengan karunia Allah telah sembuh ratusan ribu pasin. Orang-orang meninggalkan rumah-rumah sakit pemerintah dan pergi berobat ke rumah-rumah sakit jemaat yang berada jauh di pelosok –pelosok kampung. Bahkan para pemuka pemerintahan pun datang berobat kesana. Kenapa ? Karena di rumah-rumah sakit kita yang di dalamnya orang-orang yang mewakafkan diri yang bertugas mereka bekerja dengan suatu tekad dan semangat yang tinggi. Dan di belakang mereka terdapat andil doa-doa khaifah. Dan Allah untuk memelihara kehormatan khalifah-Nya Dia mendengar doa-doa itu. Dan kapan saja ada karyawan yang bekerja dengan semangat dan tekad seperti itu bahwa saya tengah melakukan pengkhidmatan terhadap agama dan di belakang saya ada doa-doa khalifah maka Allah akan menaruh keberkatan yang tidak terhitung di dalamnya. Kemudian di sekolah-sekolah sampai kini telah ribuan pelajar bahkan ratusan ribu pelajar yang telah belajar disana dan mereka menduduki pos-pos atau kedudukan –kedudukan penting di pemerintahan. Menteri Enerji Ghana di masa awal dia telah memperoleh pendidikan di sekolah Ahmadiyah. Kemudian beliau keluar dari satu sekolah ke sekolah (Ahmadiyah) lain dan itupun adalah sekolah ahmadiyah juga. Dan kini Allah telah memberikan posisi begitu tinggi pada beliau. Demikian juga banyak lagi semua orang-orang. Pabila pergi ke negara-negara Afrika maka sampai disana akan dapat diketahui. Semua karunia-karunia itu adalah karena khilafat, baik dia sebagai dokter atau guru mereka bekerja dengan semangat yang karena di belakang mereka terdapat pemikiran bahwa kami apapun yang kami kerjakan, satu kami akan berdoa, akan memohon sendiri karunia dari Allah dan kemudian akan terus menulis permohonan doa-doa kepada Hadhrat Khalifatul Masih supaya kami mendapat berkat dari doa-doa beliau. Dan sekolah-sekolah dan (SMA -SMA) kita di Afrika dengan karunia Allah menjadi sarana-sarana tabligh juga. Kemarin seorang warga negara Sirelon dan anak-anaknya datang mulaqat dengan saya. Dia mengatakan bahwa di dalam keluarga kami ,katanya,tidak ada yang mengenal Ahmadiyah. Saya mendapat pendidikan di sekolah Ahmadiyah dan dari itulah saya mengetahui Ahmadiyah dan beliau menyatakan keikhlasan dan kesetiaannya. Dia seorang perempuan Ahmadi yang sangat mukhlis. Seperti itu banyak sekali ribuan, bahkan ratusan ribu orang –orang yang mendapat pendidikan di sekolah-sekolah kita dengan karunia Allah mereka masuk ke dalam Jemaat dan mereka mengambil faedah dari itu. Kemudian pada masa khalifah yang ketiga lihatlah, terjadi kerusuhan tahun 74 yang mana pada saat itu mereka menganggap bahwa kini Ahmadiyah telah habis, satu undang-undang disetujui bahwa kami akan menon muslimkan mereka maka tidak diketahui apa yang akan terjadi. Banyak yang disyahidkan,seiring dengan kerugian jiwa kerugian segi materi pun ditimpakan. Bisnis dijarah,rumah-rumah dibakar,toko-toko dibakar ,pabrik-pabrik dibakar. Tetapi apa yang telah terjadi ? Apakah Ahmadiyah telah habis ? Lebih dari sebelumnya langkah /tindakan mereka menjadi tambah lebih brutal lagi, bapak dibunuh didepan anaknya,anak dibunuh di depan bapaknya, apakah individu keluarga lainnya ada yang telah meninggalkan Ahmadiyah ? Di dalam diri mereka tambah lagi timbul keteguhan yang lebih dari sebelumnya, di dalam diri mereka tambah terjadi lagi keikhlasan lebih dari sebelumnya, di dalam diri mereka tambah lebih erat lagi ikatannya dengan Jemaat . Tidak ada satupun upaya lawan yang dapat mengenai sasarannya, dan siapapun tidak ada yang goyah imannya. Dan kini lihatlah akibat tetap tegak dalam kebaikan-kebaikan itu, kepada mereka yang mengalami kerugian jiwa atau keluarga-keluarga yang harus bersabar dalam mengalami kehilangan anggota keluarganya yang tercinta di akherat kelak Allah jelas akan menganugerahkan pahala pada mereka,tetapi tidak hanya di akherat kelak bahkan di dunia ini juga Allah telah memberikan yang tidak terbilang kepada mereka, baik dari segi harta maupun dari segi iman. Mereka yang tinggal berada di Pakistan kepada mereka juga Allah telah menganugerahkan keberkatan dalam bisnis mereka. Banyak orang yang berjumpa mereka tadinya bisnis mereka mencapai ribuan rupis maka kini telah mencapai ratusan ribu rupis. Mereka yang bisnis mereka dihancurkan ratusan ribu kini telah menjadi berpuluh –puluh juta rupis (bermiliar-miliar rupiah) Dan kalianpun yang datang kemari, oleh karena itulah Allah pun telah menganugerahkan peluang kepada kalian untuk datang kesini , sebab di Pakistan terjadi penindasan dan kesulitan-kesulitan pada jemaat. Dan begitu sampai disini jika kalian memperhatikan kondisi yang lalu dan kondisi saat ini maka akan dapat telihat bahwa betapa besar karunia Allah yang turun pada kalian. Dari segi harta betapa Dia telah memperkuat kalian. Kini sudah merupakan tuntutan bahwa kalian harus lebih tunduk setia pada-Nya lebih dari sebelumnya dan terus menjadi orang yang terus setia beribadah pada-Nya. Ciptakanlah ini juga di dalam diri anak-anak kalian bahwa semua karunia-karunia yang kalian dapatkan adalah merupakan berkat karunia dari penindasan dan penderitaan yang ditimpakan kepada Jemaat Ahmadiyah Pakistan dan karena itulah kini kita hidup dalam kelapangan-kelapangan atau kemudahan-kemudahan. Oleh karena itu senantiasa ingatlah bahwa syarat harus tegak dan dawam dalam melakukan amal-amal baik dan setiap saat harus tegak masih terus berlaku (sampai kaapanpun).

Kemudian datang zaman khalifah keempat. Lawan-lawan berupaya bahwa bagaimana pun harus menciptakan kekacauan, tetapi Jemaat telah teguh bersatu di bawah satu tangan. Kemudian Allah menggantikan rasa takut itu dengan rasa aman. Sesudah kondisi paska pemilihan khilafat yang merupakan hari-hari yang sangat keras /kritis atau satu dua hari manakala musuh melihat bahwa rencana tipu daya mereka itu gagal maka dua tahun kemudian pada masa khilafat yang ke empat, pada tahun 1984, mereka membuat planing atau rencana yang sangat dahsyat bahwa Hadhrat Khalifatul-Masih IV mereka ingin jadikan seperti organ tubuh yang sama sekali sia-sia dan tidak berguna hingga tidak dapat mengerjakan sesuatu. Dan jika khalifah tidak dapat melakukan aktifitas-aktifitasnya , maka akan timbul kegelisahan dalam Jemaat dan manakala timbul keresahan dalam tubuh Jemaat maka jelas Jemaat ini terus akan menjadi berkaping-keping, kesatuannya akan terus menerus bercerai berai. Tetapi di atas rencana makar mereka betapa Allah telah mengepung mereka dengan rencana –Nya. Bagaimana semua rencana jahat mereka Allah timpakan kembali pada mereka lalu Dia menyediakan sarana dan fasilitas untuk berhijrah pada Hadhrat Khalifatul-Masih IV sehingga tidak ada yang dapat mengatakan bahwa beliau keluar dengan diam-diam. Beliau keluar /hijrah dari Pakistan dengan terang-terangan dan keluar/hijrah di hadapan semua dan dari Karachi (lapangan udara internasional di Pakistan) pada waktu hari sudah terang atau dengan penerbangan pesawat pada saat subuh dini hari. Bahkan disana diupayakan juga supaya beliau ditahan, tetapi disana Allah menutup mata mereka dan mereka tidak dapat mengenal. Di dalam jemaat apakah ada dalil lain lebh dari kebenaran yang besar itu?

Itulah perlakuan atau perlindungan Allah pada saat ( hijrah Hudhur r.h ) sekilas kecemerlangan dan kegemerlapan perlakuan itu pun kita lihat dalam hijrah ini yang mana iman kita menjadi bertambah lebih kuat lagi karenanya, iman kita menjadi bertambah lebih kukuh. Kemudian setelah sampai disini dilakukan upaya-upaya yang lebih luas dan lebih intensif lagi dalam pekerjaan untuk menertibkan misi-misi Jemaat di berbagai negara di luar negeri. Dan demikian pula pekerjaan dakwati-ilallah pun telah menjadi berkembang sangat luas. Lalu dalam jumlah ratus-ratusan ribu dan puluh-puluhan juta orang-orang mulai bergabung masuk dalam Jemaat,kemudian MTA didirikan. Dulu di satu negeri dibuat rencana supaya suara khalifah ditahan, tetapi MTA telah menyampaikan suara itu ke seluruh dunia. Kemudian upaya-upaya musuh kembali gagal lalu ditimpakan pada mereka. Dulu di mesjid Aqsha Rabwah orang-orng mendengar khutbah Hadhrat Khalifatul-Masih, kini di setiap kota dan setiap kampung, di setiap rumah suara ini tengah sampai. Kemudian di Afrika pada saat itu sangat diperluas pengkhidmatan terhadap kemanusiaan. Singkatnya merupakan zaman kemajuan yang sangat luar biasa dan setiap hari hari yang tiba, itu tiba dengan membawa satu kemajuan baru. Musuh menganggap atau manusia dengan pemikirannya kadang-kadang menganggap bahwa ini sudah sampai puncaknya dan kini apa kemajuan yang akan didapat lebih dari itu.Tetapi Allah memperlihatkan pemadangan seperti itu yang mana pemikiran manusiapun tidak dapat sampai kesana.

Kemudian setelah kewafatan beliau timbul pemikiran para lawan bahwa kini Jemaat ini telah berlalu atau punah, pada saat itu kendati secara lahiriah tidak nampak yang akan memelihara Jemaat ini. Tetapi semua telah melihat pemandangan kekuasaan Allah. Anak-anak, para remaja, laki-laki dan perempuan-perempuan juga telah memperkuat iman mereka sehingga orang-orang dari luar Jemaat juga melihat ….. semua telah melihat pemandangan ini, sebab dengan perantaraan MTA ini telah sampai di setiap tempat. Di London, seorang memberitahukan kepada saya bahwa seorang Sikh berkata bahwa kami sangat heran setelah melihat semua sistim/ organisasi Tuan-tuan dan kemudian heran dengan melihat semua pemandangan pemilihan khilafat. Di Pakistan seorang pir/rohaniawan terkemuka dan alim terkenal datang kepada DR Nuri kita ( biasa datang berubat pabila sakit ) lalu terus menanyakan semuanya apa yang terjadi,bagaimana jadinya dan dia memberitahukan bahwa saya juga melihat di MTA. Musuh pun- sebagaimana yang dia katakan, tidak secara terang –terangan melihat, tetapi mereka dengan diam-diam melihat MTA. Semua pemandangan ini mereka lihat dan dia berkata kepada DR Sahib bahwa ini merupakan pemandangan yang luar biasa. Dan dalam bincang-bincang itu DrSahib berkata, baiklah, tuan seyogianya harus mengakui bahwa Jemaat Ahmadiyah adalah benar . Dia menjawab bahwa ini saya tidak katakan, kini sayapun masih yakin bahwa Ahmadiyah tidak benar, tetapi saya yakin bahwa kesaksian Tuhan secara amal/praktik bersama kalian. Jadi, manakala kesaksian amal Tuhan bersama kami maka apa lagi yang tersisa. Ini hanya akibat penutup yang menutup mata dan hanya merupakan masaalah tabir yang menutup hati.

Kini Allah telah menganugerahkan kedudukan khilafat pada seorang (beliau sendiri Hudhur kelima) yang sedemikian rupa yang jika dilihat dari segi lahiriah maka mungkin orang-orang duniawi memandangnya pun tidak akan siap. Menengokpun padanya tidak akan sudi, tetapi Allah tidak memerlukan dunia, sebagaimana Hadhrat Muslih Mauud r.a bersabda:

Ingatlah dengan sebaik-baiknya bahwa Allah-lah yang membuat khalifah dan pembohonglah orang yang mengatakan bahwa khalifah adalah orang yang telah ditetapkan oleh manusia. Hadhrat Khalifatul-Masih, Mlv Nuruddin pada saat masa jabatan khilafat beliau, selama enam tahun beliau menekankan pada masaalah bahwa khalifah Tuhan yang menetapkan/menjadikan, bukan manusia. Dan pada hakekatnya dengan merenungkan Al-Quran dapat diketahui bahwa di satu tempatpun di dalam Al-Quran terkait dengan khilafat tidak dinisbahkan bahwa khilafat itu dari manusia, tetapi terkait dengan segala macam khilafat, di dalam Al-Quran Dia berfirman bahwa Kami yang menjadikan mereka (khalifah-khalifah) .Anwaarul-ulum jilid 2:11

Kemudian beliau bersabda:

“Barangsiapa yang Allah dirikan /tegakkan menduduki kedudukan khilafat maka Dia menganugerahinya ilmu-ilmu sesuai (tuntutan) zaman. Kendati dia seorang yang dungu,jahil dan bodoh sekalipun. Kemudian bersabda bahwa: Artinya itu adalah bahwa Allah sendiri yang menciptakan khalifah. Artinya juga adalah bahwa apabila siapapun Allah jadikan sebagai khalifah maka Dia menganugerahi sifat-Nya kepadanya. Dan jika Dia tidak menganugerahi sifat-Nya kepadanya maka apa artinya Tuhan sendiri yang menjadikan khalifah”. Al-Fuqan Mai Juni 1967 :37

Saya, apabila melihat diri saya sendiri(Hudhur ke V sendiri), melihat ketidak ahlian saya dan tidak adanya kapasitas diri saya dan lebih dari saya, Tuhan saya yang Maha mengetahui, maka pada saat itu setiap saat hati menjadi teringat akan kekuasaan Tuhan.

Yang mulia Mir Mahmud Ahmad sahib mengatakan sebuah syair:

“Mujko bas he mera maula, mera maula mujko bas –keya khuda kafii nahi he, ki syahadat dekli-Bagi saya cukup Tuhan saya, Tuhan saya cukup bagi saya- (Kini) kesaksian “Apakah Allah tidak cukup” telah saya saksikan””

(Hudhur atba mengomentari syair ini) Latar belakangnya yang saya anggap/atau saya fahami adalah bahwa kesaksian ‘apakah Tuhan tidak cukup’ adalah cincin اليس الله –alaisallah yang didapatkan oleh khalifatul-Masih (khalifah Masih Mauud). Selain itu Hadhrat Masih Mauud memiliki tiga cincin yang didapatkan oleh ketiga putra baliau. Dan cincin yang tertulis ‘Maula bas’ (artinya Allah cukup. urdu) ( satu cincin yang tercetak wahyu yang berbunyi Maula bas). Itu masuk dalam bagian Hadhrat Mirza Sayarif Ahmad r.a (kakek hudhur) dan inilah (cincin) itu yang saya pakai. Sesudah itu bapak saya Hadhrat Mirza Mansur Ahmad mewarisi /dapat dan setelah wafat beliau ibu saya memberikan kepada saya. Saya memelihara itu dengan baik dan tidak mengenakan itu. Tetapi setelah pemilihan khilafat saya mulai menggunakan ini. Jadi pemandangan ‘Maula bas-cukup Allah’ dan pemandangan ‘keya khuda kafi nahii-Apakah Tuhan tidak cukup ’ nampak setiap saat di hadapan saya,sebab jika saya melihat seperti itu, maka tidak ada kapasitas/keahlian di dalam diri saya.

Allah yang menanamkan kecintaan di hati orang-orang. Tidak ada manusia yang dapat menciptakan kecintaan. Sebagaimana Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s bersabda supaya Dia menampakkan hina dua kegembiraan para lawan. Jadi bagaimana Allah menginjak-injak /menghinakan dua kegirangan para lawan. Kinipun sejumlah penentang berteriak-teriak, sejumlah orang-orang munafik pun angkat bicara. Mereka silahkan berteriak seberapa mereka bisa berteriak, seberapa mereka mengerahkan tenaga silahkan kerahkan tenaga, khilafat merupakan anugerah Tuhan, selama Allah menghendaki ini akan tetap ada dan kapan Dia kehendaki Dia akan mengangkat saya dan akan datang khalifah yang baru. Tetapi dalam kata-kata Hadhrat Khalifatul -Masih I saya katakan, tidak- lah merupakan kemampuan manusia untuk menggesernya dan dapat mampu menciptakan fitnah. Jemaat dengan karunia Allah sangat kuat/teguh dan seperti tembok yang dicor dengan cairan timah. Di Afrika juga saya pergi untuk melakukan lawatan, orang-orang yang tidak pernah sama sekali melihat sedemikian rupa mereka maju meloncat /berhamburan ke depan menyatakan cinta mereka sebagaimana seorang yang berjumpa setelah berpisah bartahun-tahun lamanya. Apa semua ini ? Orang-orang ini datang dengan menahan segenap penderitaan-penderitaan dan kesusahan kesusahan , semua ini apa ini ? Apakah hanya untuk pamer pada dunia ? Ini semua adalah kecintan kepada Khilafat yang Allah telah tanamkan di hati orang-orang yang tinggal di tempat-tempat yang jauh-jauh juga. Jadi sesuatu yang Allah tengah ciptakan,itu dengan upaya-upaya manusia bagaimana dapat keluar (dari kalbu mereka). Siapa yang ingin mengerahkan seberapa kuat tenaga(melakukan perlawanan), silahkanlah kerahkan. Perempuan- perempuan, anak-anak dan orang-orang dewasa saya melihat sendiri secara terus menerus mereka menitikkan air mata. Jadi semua ini adalah cinta kepada khilafat yang menancap di dalam diri mereka. Anak-anak terkadang dengan menerobos penjagaan yang ketat dari kanan kiri mereka datang menempel memeluk saya. Kecintaan itu Allah yang telah menciptakan di hati anak-anak dan mereka tidak dapat datang atas perkataan seseorang. Kemudian ibu bapak mereka dan orang-orang di sekeliling mereka yang berkumpul, kecintaan mereka pun layak diperhatikan. Kemudian mereka mengasihi /mengelus elus anak itu karena kamu baru datang setelah berpelukan dengan khalifah dan mencintainya. Semua hal-hal ini adalah merupakan bukti kebenaran Ahmadiyah. Jika seseorang memiliki pandangan /mata untuk melihat maka baru dia bisa melihat. Beberapa orang jika ….(melakukan kritikan). Atau kata-kata yang menandakan kemunafikan yang mereka bicarakan maka kita tidak akan menghiraukannya. Jika ada seorang yang berprilaku buruk yang keluar dari Jemaat maka silahkan keluar, baik, jika orang yang tidak pantas itu yang pergi. Dia sedang melangkah menuju kepada akibatnya yang buruk. Ke arah itulah akibat buruknya sudah ditentukan ke arah mana dia sedang pergi melangkah. Tetapi sebaliknya apabila ada satu yang keluar, maka Allah akan memasukkan ratusan orang yang berfitrah baik kepada Ahmadiyah.

Ingatlah, Dia adalah Tuhan yang benar dalam janji-janji-Nya. Dia hari inipun meletakkan tangan-Nya pada Jemaat Masih yang dicintainya. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, tidak akan pernah meninggalkan kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Dia hari inipun memenuhi janji-janjinya seperti yang telah Dia janjikan dengan Masih-Nya sebagaimana dalam khilafat-khilafat sebelumnya Dia terus sempurnakan. Dia hari inipun Dia terus menganugerahkan rahmat-rahmat dan karunia-karunia -Nya sebagaimana Dia sebelumnya terus anugerahkan dan –insyaallah- Dia akan terus menganugerahkan. Jadi yang penting adalah bahwa jangan ada orang yang tidak mengamalkan hukum-hukum Alah jangan dia sendiri yang menjadi tersandung. Jangan menghacurkan kesudahannya sendiri. Maka seiring dengan berdoa,seiring dengan tunduk kepada-Nya dan sejalan dengan memohon karunia-Nya sujudlah senantiasa di hadapan singgasana-Nya. Dan senantiasa pegang teguhlah pegangan lingkaran besi yang kuat itu maka siapapun sama sekali tidak akan ada yang dapat menjatuhkan selembarpun rambut kalian. Semoga Allah menganugerahi taufik pada semuanya. Amin.

Qamaruddin Syahid

Catatan Yang Mulia Maulana Gulam Bari Saif terkait dengan cincin.

Cetakan cincin Rasulullah saw dan cincin-cincin para sahabah r.a.

Pada saat Rasulullah saw berkehendak menulis surat-surat tabligh kepada raja-raja, maka disampaikan pada beliau bahwa Hudhur! surat yang mereka (raja-raja) hargai adalah surat yang diatasnya ada cap atau setempel. Maka untuk tujuan itu Rasulullah saw membuat sebuah cincin yang cetakan/ukiran mata cincinnya adalah sbb: محمد الرسول الله –muhammadurrasulullah

( mata cincin bulat) kata “ محمد – Muhammad” berada di satu baris , kata” رسول Rasul” berada pada baris kedua, dan kata” الله – Allah “berada di baris/garis ke tiga. Di bawah kata محمد diatasnya kata رسول dan yang paling atas adalah kata الله . (seperti yang tertulis diatas)

Di dalam bahasa arab arti kata خاتم – khaatam digunakan untuk kata stempel dan kata cincin kedua-duanya. Cincin ini (cincin Rasulullah saw ) terbuat dari perak , yang mata cincinnya juga terbuat dari perak. Di dalam satu riwayat kata-katanya adalah bahwa mata cincin adalah “ habsyi”. Para komentator memberikan penjelasan bahwa seorang Habsyi yang telah membuatnya atau modelnya yang model habsyi. Hadhrat Anas meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa kami telah menyuruh membuat sebuah cincin yang cetakan matanya seperti ini maka jangan ada yang membuat seperti ini, karena itu merupakan stempel yang beliau gunakan untuk setempel. Oleh karena itu yang lain siapapun beliau larang untuk menyuruh membuat stempel atau cincin yang sepeti itu. Rasulullah saw menggunakan itu di tangan beliau. Tertera juga dalam sebuah riwayat bahwa beliau menyuruh membuat cincin emas,beliau mengenakannya di tangan beliau, para sahabah pun dalam mengikuti beliau menyuruh membuat cincin emas lalu mereka menggunakannya. Pada suatu hari Hadhrat saw naik ke mimbar menyampaikan ceramah. Bahwa saya telah menyuruh membuat cincin dan kini saya membukanya. Orang-orang pun membuka cincin mereka masing-masing dari tangan mereka. Dan beliau melarang laki-laki untuk menggunakan cincin emas . Ya ,untuk perempuan itu diizinkan. Para ahli hadis juga meriwayatkan bahwa kendati dizinkan juga untuk mengenakan cincin di tangan kiri. Hadhrat Hasan dan Hadhrat Husen mengenakan di tangan kiri beliau, tetapi mengenakan di tangan kanan adalah yang terafdhal/terbaik. Sebab nabi saw mengenakan di jari tangan kanan beliau.

Oleh karena itu beliau suruh buat untuk stempel , maka setelah kewafatan Rasulullah saw ini berada pada tangan Hadhrat Abu Bakar. Sesudah itu cicin ini berada pada Hadhrat Umar r.a. Sesudah Hadhrat Umar lalu diserahkan kepada Hadhrat Usman r.a. Pada suatu saat Hadhrat Usman duduk di dekat sumur benama” Uwes” yang beada di dekat mesjid di Madinah. Cincin ini jatus ke sumur dari tangan beliau. Beliau berupaya mencari itu dengan segala macam cara. Beliau memeriksa semua air dan tanah sumur itu ,namun beliau tidak mendapatkan cincin itu. Peristiwa ini terjadi pada masa kekhalifahan beliau pada tahun ke enam. Maka oleh sebab diperlukan setempel untuk surat-surat dan stempel hukum-hukum/surat perintah pemerintahan beliau menyuruh membuat cincin.yang persis seperti itu cetakannya dan tulisannuya. Tertera juga sebuah riwayat bahwa Hudhur saw menggunakan itu sebagai stempel, beliau tidak mengenakan /memakai itu. Termaktub juga sebuah riwayat bahwa stempel ini terbuat dari besi yang dibungkus/lapisi dengan perak.

Beliau tidak menyukai cincin yang terbuat dari besi dan kuningan atau tembaga. Beliau bersabda bahwa tercium oleh saya bau patung –patung atau bau berhala jika memakai itu .Assiiratunnabawiyyah liibni katsiir jilid 4:705

Nampak bahwa para penyembah berhala membuat berhala dari bahan tambang itu. Berkenaan dengan Ibnu Abbas juga tertera sebuah riwayat bahwa beliau pun memakai cincin yang cetakan hurufnya beliau letakkan /cetak di samping telapak tangan.

Hadhrat Anas Khadim Rasulullah saw bersabda: Bahwa Rasulullah saw apabila pergi ke kamar kecil, maka beliau mencopot cincin beliau. Sebab, di dalamnya ada cetakan/ ukiran kata Allah dan kata Rasul

Di dalam buku-buku sejarah terdapt juga bahasan mengenai cincin-cincin para Khalifah Rasululullah saw. Tulisan cincin Hadhrat Abu Bakar adalah القادر الله نعم ni’mal qaadiru Allah Tarikh al-khulafa’ 77 –betapa bagusnya Allah sebagai wujud yang Maha kuasa,yakni Pemilik segenap kekuasaan.

Tulisan cincin Hadhrat Umar adalah كفى بالموت واعظا -kafaa bilmauti wa a’zhaa” ( Tarikh al-khulafa’ 97) Maut cukup sebagai penasehat. Yakni ingatlah bahwa ini merupakan sarana peringatan.

Tulisan/cetakan cincin Hadhrat Usman adalah امنت بالذى خلق فسوى aamantu billadzi khalaqa fasawwa. Saya beriman pada zat yang menciptakan dan menciptakan sangat bagus/indah.

Tulisan yang tertulis di cincin Hadhrat Ali adalah الله الملك- allaahulmulk Hanya Allah-lah sebagai Raja (Thabaqaat kabir juz 3 :20 ) dan cincin beliau yang kedua tertulis adalah القادر الله نعم ni’mal qaadiru Allah ( Tarikh al-khulafa’ 126 ) Bisa jadi inilah cincin yang Hadhrat Abu bakar pakai.

Saya telah melihat beragam banyak tulisan cincin- cincin. Di Bairut saya melihat cincin yang mana ada tanda puing-puing Baklabak. Sejumlah orang menyurh mengukir namanya dan hamba-hamba Allah yang saleh untuk nasehat dan peringatan mereka menyurh mengukir /menulis kalimah-kalmah yang baik.Sebagaimana para khulafa Rasyidiin dan dengan keberadaannya di tangan para sahabah yang lain setiap saat selalu ingat pada mereka, mereka senantiasa ada di depan. Ya, pada cincin-cincin mana nama Allah dan Rasul-Nya ditulis atau disebut, dalam mengikuti Rasulullah saw pada saat pergi ke kamar kecil /kamar mandi seyogianya itu dibuka. Al-Fazal 23 April 1991

Qamaruddin Syahid