Ringkasan Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

 Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

Tanggal 05 November 2010 di Masjid Baitul Futuh, Morden, UK.

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙ لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ()

 ‘Allaadziina yunfiquuna amwaalahum fii sabiilillaahi tsumma laa yutbi’uuna maa anfaquu mannaw wa laa adzal lahum ajruhum ‘inda rabbihim wa laa khaufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun’ – ‘Orang-orang yang membelanjakan harta mereka di jalan Allah, lalu mereka tidak mengiringi apa yang yang mereka belanjakan itu dengan menyebut-nyebut kebaikan dan tidak pula menyakiti, bagi mereka ada ganjaran mereka di sisi Tuhan mereka, dan tak ada ketakutan pada mereka dan tidak pula mereka akan bersedih.’ (Surah al-Baqarah, 2:263)

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ()  ‘Alladziina yunfiquuna amwaalahum bil laili wan nahaari sirraw wa ‘alaaniyatan fa lahum ajruhum inda rabbihim wa laa khaufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun’ – ‘Orang-orang yang membelanjakan harta mereka pada malam dan siang hari dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, bagi mereka ada ganjaran di sisi Tuhan mereka; dan tak ada ketakutan pada mereka dan tidak pula mereka akan bersedih.’ (2:275)

Kitab Suci Alqur-aan berulang-kali meminta perhatian orang-orang Mu-min untuk membelanjakan atau menafkahkan di jalan Tuhan dengan syarat bahwa hal itu adalah semata-mata untuk meraih ridha Tuhan, sebagaimana yang dinyatakan: وَمَا تُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ ‘….. wa maa tunfiquuna illa tighaa-a wajhillaahi …..’ – ……’ Dan tidaklah kamu belanjakan melainkan untuk mencari ridha Allah…’ (2:273). Ketika membelanjakan di jalan Allah, seorang Mu-min sejati selalu terutamanya menyadari untuk mencari ridha Tuhan. Jika hal ini dimengerti, hal ini akan membawa pada kemajuan dan perkembangan komunal (bersama-sama) dan juga pengembangan rohani; selain dari itu juga akan menghilangkan masalah-masalah dalam rumah tangga, menghilangkan keluhan sehari-hari baik dari pihak suami dan juga pihak istri. Suami-suami mengeluh istri-istri mereka meminta yang bukan-bukan sehingga mereka harus berhutang kemana-mana, sedangkan para istri mengeluhkan suami-suami mereka itu tidak memenuhi keinginan mereka.

Pertengkaran setiap hari di rumah merusak kedamaian rumah tangga dan memberikan efek yang buruk kepada anak-anak. Keluhan ini bukan hanya dari pihak kaum laki-laki. Para perempuan juga mengeluhkan suami mereka karena bagian besar pemasukan mereka, mereka (para suami) gunakan dengan teman-teman mereka untuk kegiatan laghaw (sia-sia) atau menghabiskannya untuk dirinya sendiri saja. Ini menyebabkan kegelisahan dan ketidak-nyamanan.

Jika uang itu dibelanjakan demi mencari ridha Allah, maka kedamaian dalam rumah tangga akan bisa ditegakkan dan membesarkan serta mendidik anak-anak pun ada di garis yang benar, rezeki yang diperoleh itu mendapat berkat saat orang ditarik pada semangat memberikan pengorbanan. Tidak diragukan lagi bahwa keluarga berhak akan harta mereka. Namun, jika sikap i’tidaal (tidak berlebih-lebihan) diamalkan oleh pihak suami, dia meraih ridha Allah dan menunaikan hak-hak rumah tangga itu, semua kewajiban-kewajiban akan terbayar dan ia juga akan tertarik untuk membelanjakan di jalan-Nya.

Segolongan besar keluarga-keluarga berpenghasilan menengah mengikuti cara hidup ini, tetapi di antara mereka yang besar-besar penghasilannya tidak mau menyesuaikan pada taraf (tingkat) pengorbanan ini walaupun mereka dapat memelihara keadaan keluarga mereka sendiri. Memang, tidak semua Ahmadi kaya yang seperti ini. saya (Hudhur aba) tahu banyak Ahmadi yang kaya-raya, dan seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, mereka yang menggunakan kurang bagi keperluannya sendiri dan memberikan ribuan dollar atau pound sterling pada Tahrik (gerakan pengorbanan) Jemaat. Satu kali mereka telah memenuhi kewajibannya dalam berbagai Tahrik, mereka masih ingin memberikan dan atas desakan mereka itu, saya (Hudhur aba) harus memikirkannya dan mengatakannya kepada mereka ke mana donasi-donasi mereka selanjutnya harus diberikan. Orang-orang ini mencari ridha Allah dan masih juga mereka merasa konsern apakah mereka sudah membayar kewajibannya atau tidak.

Betapa pun mereka sudah memberikan sudah memberikan sumbangan uang dalam jumlah yang besar, mereka menulis kepada saya (Hudhur aba) menyampaikan, “Kami bersyukur dan berterima kasih karena sudah menerima pengorbanan kami yang tak ada artinya ini.” Demikianlah praktek tetap mereka. Sumbangan-sumbangan ini digunakan di mana keperluan timbul; untuk pembangunan masjid-masjid dan rumah-rumah misi dan sebagainya. Praktek-praktek ini bukan saja lazim dilakukan orang-orang Ahmadi dari Subcontinent India dan Pakistan, yang para orang tua mereka telah berikan contoh dan membuat amalan ini menjadi tradisi. Tetapi, juga banyak orang Ahmadi Afrika yang sangat bermurah hati membelanjakan di jalan Allah Ta’ala dengan membangun masjid-masjid. Kesenangan, kerelaan dan kerendahan hati yang dengan itu mereka berikan pengorbanannya adalah dengan keinginan supaya dapat terlihat jelas demi menyenangkan Allah Ta’ala.

Pengorbanan-pengorbanan mereka ini sama persis dengan paparan yang disebut dalam ayat-ayat Alqur-aan yang sudah disebutkan tadi. Mereka itu tidak menyebut-nyebut pemberian mereka itu, tetapi mereka bersyukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberi taufik kepada mereka untuk melakukan ini. Adalah perlu untuk menyebutkan bahwa mayoritas orang-orang Jemaat kita adalah orang-orang yang berpenghasilan rendah sampai menengah. Mereka pun memiliki rasa pikiran yang luar biasa dalam pengorbanan.

Mereka itu tidak pernah mengatakan bahwa Jemaat ini sudah mengeluarkan begitu banyak permintaan untuk Tahrik-tahrik, tetapi penghasilan mereka sedikit, lalu bagaimana mereka bisa mengaturnya? Mereka itu memberikan sumbangan donasinya dengan perasaan antusias sepenuh hati, dan tidak pernah mengatakan bahwa mereka memberikannya dengan mendahulukan keperluannya sendiri dan keperluan keluarganya sendiri. Memang, bila mereka membutuhkan untuknya sendiri, mereka itu tidak pernah meminta kepada Jemaat, seolah-olah semua itu adalah dalam bentuk pinjaman. Beberapa orang yang berpenghasilan rendah tidak adapat memberikannya sekaligus, maka mereka mengorganisir sebuah tabungan collecting box di rumah, yang mereka secara regular memasukkan seberapa saja baik untuk donasi Tahrik Jadid atau Waqfi Jadid.

Ada yang menulis surat kepada saya (Hudhur atba) bahwa mereka mengumpulkan uang dalam kotak tabungan untuk Tahrik Jadid dan ingin agar bisa menyamai pembayaran sejumlah tahun yang lalu. Ketika kotaknya dibuka ternyata uangnya tidak cukup. Sekretaris Tahrik Jadid mendatanginya dan mengatakan masih ada kekurangan sejumlah tertentu untuk memenuhi apa yang sudah dijanjikannya. Ia pun kebingungan, penghasilannya kecil lalu bagaimana untuk bisa memenuhinya. Maka ia berikanlah apa yang sudah ia simpan dan kumpulkan untuk tahun depan. Segera sesudah itu, ia menerima sebuah cek dari kenalannya yang pernah meminjam uang kepadanya, dan itu sudah lama sekali, yang telah mereka lupakan. Selanjutnya, ia menerima sejumlah uang dari sumber lain. Jadi, Allah Ta’ala menyediakan bagi orang yang mau memberikan pengorbanan, jadi dengan itu memenuhi arti signifikan dari وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ ‘…..dan tak ada ketakutan pada mereka itu …’, sebagaimana ditunjukkan di sini, bagaimana ia dapat membayarnya untuk tahun depan. Kondisinya adalah untuk memberikannya itu dengan penuh ikhlas dan satu kali setelah diberikan, tidak boleh ada perasaan bahwa ia itu sudah melakukan kebaikan.

Tahrik Jadid pertama kali dimulai oleh Hadhrat Khalifatul Masih II r.a., beliau menasihati orang-orang Ahmadi untuk menjalani kehidupan dengan hemat. Keadaan di hari-hari itu tidaklah seperti saat ini, sekarang, dengan karunia rahmat Tuhan, keadaan keuangan orang-orang sudah sangat baik, kaum laki, kaum wanita dan anak-anak memberikan pengorbanan dengan perasaan bahagia. Seorang mu-min memberikannya secara pribadi dengan tidak menunjukkan secara pamer, tujuannya hanyalah ridha kesenangan Allah Ta’ala dan ini sering kali terlihat di dalam Jemaat kita.

Orang luar punya pikiran Jemaat punya Miliaran (US$ atau Pound S), karena bisa melaksanakan semua proyeknya. Hanya satu, bahwa kita yang kita miliki itu diberkati dengan luar biasa besarnya oleh Tuhan, sedemikian rupa sehingga hal itu di luar pemahaman seorang duniawi. Jemaat tidak memiliki Miliaran uang, tetapi, ada khazanah yang tidak pernah ada ujungnya dalam mencari ridha Tuhan, yang menyembur dengan derasnya dari hati orang-orang yang tulus. Ada terdapat ribu-ribuan contoh seperti ini di semua bangsa-bangsa.

Walaupun orang-orang Jemaat ini memberikan donasinya secara pribadi, Jemaat ada mengumumkan beberapa pemberian itu dan dalam beberapa hal daftar yang memberikan sumbangan ini dibuat dan disampaikan kepada Khalifah untuk minta didoakan. Tujuannya di sini adalah bagus tidak terlibat adanya sikap pamer. Khalifah-e-Waqt mendapatkan informasi perihal sumbangan-sumbangan ini agar beliau bisa mendoakannya semoga Allah Ta’ala memberkati mereka yang memberikan pengorbanan dan memberkati harta miliknya. Selain itu, Allah Ta’ala juga memerintahkan: فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ fastabiqul khairaat – maka, berlomba-lombalah dalam kebaikan .…’ (2:149).

Hari ini saya hendak mengumumkan dimulainya tahun Tahrik Jadid baru dan akan menyajikan semua rincian tentang bagaimana Jemaat kita telah berusaha keras untuk meningkatkan dan berlomba-lomba satu sama lain dalam pengorbanan dan berbuat amal kebaikan. Dewasa ini hanyalah Jemaat Ahmadiyyah di dunia yang memenuhi firman Tuhan: الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ  ‘…yang membelanjakan harta mereka pada malam dan siang hari ….’ (2:275).

Pengorbanan ini dilakukan dalam kenyataan pada siang dan malam hari juga di waktu yang sama, karena Jemaat tersebar di seluruh dunia yang di satu bagian dunia sedang siang hari dan di bagian lainnya malam hari. Sebagaimana yang baru saja saya katakan, Khotbah Jumat yang disiarkan langsung melalui MTA, maka perbedaan waktu di sekeliling dunia juga berbeda-beda. Segera sesudahnya Tahun baru Tahrik Jadid diumumkan, perjanjian-perjanjian dan pembayarannya mulai berdatangan dari pribadi-pribadi Jemaat maupun dari Jemaat-Jemaat siang-malam di waktu yang sama.

Kata-kata dalam ayat ‘membelanjakan pada malam dan siang hari’ juga menunjukkan aspek global (mendunia) ummatan wahidah (umat nan satu) yang Al-Masih Muhammadi tegakkan setelah kedatangannya. Penyebaran bimbingan petunjuk yang dipercayakan kepada Al-Masih-nya Muhammad saw ini bukanlah satu tugas yang sepele begitu saja. Sungguh, ajaran sempurna Nabi Muhammad s.a.w. adalah yang harus disebar-luaskan dan tugas ini sudah ditakdirkan untuk dikerjakan dan diselesaikan pada zamannya Al-Masih Muhammadi.

Sumber Daya Manusia dan sarana kita tak ada artinya dibandingkan dengan yang dimiliki oleh orang-orang duniawi. Namun, Allah Ta’ala telah memberikan tanggung-jawab untuk menyelesaikan tugas ini kepada kita. Jika kita mengerjakannya siang-malam, maka selanjutnya kita serahkan kepada Allah Ta’ala untuk memberkatinya. Sungguh! Allah Ta’ala memang akan memberkatinya. Dunia memiliki sumber daya dan sarana yang besar serta kekuatan yang besar sekali; orang-orang luar Jemaat jumlahnya sangat besar, sementara kita hanyalah satu Jemaat yang sangat kecil jumlahnya. Namun demikian, Tuhan menyatakan bahwa upaya dan usaha yang dikerjakan siang-malam, yang terbebas dari kepura-puraan dan rasa bangga diri itu, insya Allah, akan diterima dan dikabulkan oleh-Nya. Sebagaimana Dia berfirman: وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ‘… tak ada ketakutan pada mereka dan tidak pula mereka bersedih…’ (2:275).

Mereka yang membelanjakan harta mereka sebagai ‘ibaadur Rahman (hamba-hamba Tuhan Maha Pemurah), dikatakan, “Pengorbanan apa pun yang kalian berikan, Aku (Tuhan) akan lipatgandakan kekayaan kalian pada waktunya, tidak usah bergesa-gesa, serahkanlah saja kepada-Ku. Bergabunglah kalian kedalam golongan yang menolong Al-Masih Muhammadi dan harus terus ikut serta dalam penyebaran dari bimbingan-petunjuk. Maka, kalian dapat mengalami menyaksikan buah dan hasilnya itu di masa hidup kalian.” Pengorbanan jiwa dan harta Jemaat kita itu akan mengubah Jemaat kita yang sekarang masih kecil ini menjadi sebuah Jemaat yang besar, pada satu hari, insya Allah.

Dengan karunia kemurahan Tuhan, tahun Tahrik Jadid ke-76 telah diberkati dengan keberkahan yang sangat besar. Kita mengucapkan selamat tinggal atas keberkahan-keberkahan tahun ke-76 ini. Hari ini, saya (Hudhur aba) mengumumkan dimulainya tahun Tahrik Jadid ke-77 dan berdoa semoga Allah memberkatinya dengan lebih besar lagi. Sumbangan kontribusi Jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia untuk tahun lalu mencapai £ 5. 468.500. Laporan kontribusi dari banyak Jemaat-Jemaat yang kecil masih belum diterima, tetapi angka jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar £ 522,000 dari total tahun sebelumnya.

Sangat menggembirakan bahwa Pakistan tetap bisa mempertahankan posisinya yang pertama. Aspek yang paling menggembirakan bagi Jemaah yang hadir di sini (masjid Baitul Futuh, Inggris, Britania) saat ini ialah, bukannya dikatakan sebagai tidak terduga, tetapi ini adalah satu penampakan khusus keberkahan Tuhan bahwa sumbangan kontribusi Jemaat UK (Britania) mendapatkan kehormatan di posisi kedua. Mereka meninggalkan Jemaat USA dan Jerman jauh di belakang. Ada kenaikan yang luar biasa. Sedemikian besarnya sehingga Pengurus Jemaatnya tidak menyadarinya bagaimana hal itu dilalui. Dua tahun lalu, perbedaan kontribusi antara Jemaat Jerman dan UK sangat kecil; ada yang memperhatikannya dan menyampaikan kepada saya (Hudhur), “Andai kami menyadari atau tahu lebih awal perbedaannya yang kecil itu maka kami berkeinginan untuk menutupinya dari kantong kami secara pribadi sehingga UK jauh diatas.” Tetapi, tahun ini kerja keras mereka membuat USA ditinggalkan. Masya Allah, ini adalah kemajuan yang besar.

Sebagai pengingat, saya (Hudhur aba) telah memeriksa semua catatan dan melihat bahwa pada tahun 1988 perjanjian dan pembayaran Tahrik Jadid dari UK menempati posisi kedua di dunia. Kemudian perlahan-lahan mereka tertinggal di belakang. Sekarang kehormatan ini harus dijunjung tinggi dan jangan sampai hilang lagi.

Di sini, di UK juga, kebencian terhadap Jemaat meningkat, wanita-wanita kita mendapatkan gangguan secara fisik dari pihak non Ahmadi, dan mungkin saja kaum laki-laki kita mendapatkan gangguan juga. Tuhan telah menempatkan keberkahan-keberkahan di dalam pengorbanan fisik dan yang meningkatkan pengorbanan harta. Banyak orang Ahmadi di UK yang bisnisnya terpengaruh dikarenakan kebencian tersebut. Ada yang bekerja pada orang Muslim non-Ahmadi yang diberhentikan dari pekerjaannya. Kebencian senantiasa bekerja sebagai alat bantu bagi kita untuk tumbuh pesat. Kontribusi Tahrik Jadid UK yang sangat baik adalah dari Lajnah, dengan karunia kemurahan Tuhan sumbangan mereka naik £35,000 dan bagian mereka adalah sepertiganya dari total UK.

USA menduduki posisi ketiga, kemudian Jerman. Hudhur aba mengatakan Jerman tertinggal jauh di belakang sehingga jika UK bisa mempertahankan posisinya barangkali mereka itu tidak akan bisa mengejarnya. Namun, jika rasa kehormatan mereka itu distimulir (diusik), bisa saja akan dapat mengejarnya. Posisi berikutnya Kanada, India, Indonesia, Australia, sebuah negara Arab, yang saya (Hudhur aba) memilih untuk tidak menyebutkan namanya, Swiss dan Belgia.

Situasi kesulitan di Pakistan sudah diketahui secara umum; ini termasuk keadaan keuangan dan juga penganiayaan yang dihadapi oleh orang-orang Ahmadi. Tahun ini banjir besar membuat keadaan keuangan mereka menjadi lebih buruk lagi terutama di beberapa daerah tertentu di mana banyak pemilik tanah sangat menderita kerugian. Namun, yang menakjubkan ialah, Jemaat-Jemaat dari daerah-daerah yang terkena banjir itu dapat memenuhi target mereka. Di tempat-tempat yang seluruh desanya hancur sama sekali, mereka kehilangan harta-benda, namun, keimanan mereka tidak hilang.

Ukuran kontribusi yang lebih besar dari tahun lalu dalam ukuran uang lolal, posisi pertama adalah sebuah Negara Arab yang saya (Hudhur) memilih untuk tidak menyebutkan namanya, kemudian India, di India juga, orang-orang Ahmadi menghadapi banyak kesulitan karena kebencian yang menggunung, diikuti oleh Australia, UK, Pakistan, Switzerland, USA dan Belgia. Dalam ukuran kontribusi per kapita, USA yang pertama, diikuti Swiss, Dubai dan Kababir. Selama tahun-tahun terakhir ini ditekankan agar jumlah peserta Tahrik Jadid ditingkatkan. Mubayi’in baru dan anak-anak supaya dimasukkan dalam scheme ini, tidak jadi soal berapa jumlah sumbangannya. Jumlah peserta Tahrik Jadid saat ini melebihi 622,000 orang, jadi ada kenaikan 30,000 orang dibanding tahun sebelumnya. Jumlah ini harus terus ditingkatkan lagi. Ahmadi-ahmadi dari Negara-negara Afrika harus ikut di dalam skim ini walaupun mereka hanya membayar beberapa rupiah saja tiap orangnya. Inilah salah satu tanggung-jawab para Muballigh untuk menarik perhatian mereka terhadap aspek ini.

Saya (Hudhur aba) mengingatkan kembali bahwa anak-anak yang baru lahir dan mereka yang mulai memberikan sumbangan Tahrik Jadidnya setelah tahun 2005 harus dimasukkan ke dalam Daftar V. Pengkategorisasian ini dijalankan di Pakistan dan hal ini harus dikerjakan di tempat-tempat lainnya juga. Diantara Negara-negara Afrika, Nigeria menduduki tempat pertama dalam sebagian besar kontribusinya. Gambia dan Ghana juga sudah memperbaiki jumlah sumbangannya. Ghana dapat bekerja dengan lebih baik untuk bisa mengambil posisi pertama di Afrika.

Jumlah Daftar Awwal (daftar orang-orang pertama) yang ikut dalam program ini 76 tahun yang lalu ada 5.927 orang. Diantara orang-orang dalam jumlah ini, dengan karunia Tuhan masih ada 381 orang yang masih hidup dan membayar sumbangan Tahrik Jadidnya sendiri. Selebihnya, 3.322 dibayarkan oleh ahli warisnya sedangkan 2.224 dibayarkan oleh mukhlisin Jemaat bukan ahli waris mereka.

Tiga Jemaat yang pertama di Pakistan adalah Jemaat Lahore, Rabwah dan Karachi. Jemaat Lahore telah memberikan pengorbanan jiwa dalam rangking tertinggi dan telah mempertahankan kemenonjolannya dalam pengorbanan finansial. Kesedihan terhadap para Syuhada Lahore telah memperkuat rasa pengorbanan mereka. Mereka memenuhi janji mereka untuk memberikan pengorbanan jiwa, harta dan waktu dalam cara yang sangat istimewa. Sama dengan Jemaat-Jemaat lainnya di Pakistan, tetapi dengan adanya tragedi besar yang terjadi di Lahore, Jemaat Lahore telah disebutkan secara khusus.

Sejak Mei 2010, para pemuda dan Anshar yang memiliki kesehatan bagus diberikan tugas berjaga di tempat-tempat yang dianggap sangat berbahaya.[1] Bagaimana pun juga, jiwa setiap orang Pakistan berada dalam bahaya pada setiap saat [di sana sering terjadi tindak terorisme dan bom yang memakan korban orang Muslim lainnya juga], tetapi bagi seorang Ahmadi Pakistan, bahaya ini dua kali lebih besar bahayanya. Semoga Tuhan Maha Kuasa secepatnya menghindarkan dan mengalihkan bahaya-bahaya ini dan memberikan pembalasan kepada para musuh atas kejahatan yang telah dilakukannya.

Dari pandangan Vakalat-e-Maal ada beberapa Negara yang tidak berusaha dengan sebaik-baiknya terhadap sumbangan Tahrik Jadid ini, terutama mereka yang sedang mengerjakan proyek pembangunan masjid dan sebagainya. Mereka khawatir kalau-kalau proyek mereka itu menjadi terganggu. Pengurus Jemaat yang demikian itu bukan saja berpikiran buruk terhadap para anggotanya, tetapi lebih buruk lagi dari ini; mereka nampaknya memiliki pikiran yang buruk terhadap Tuhan.

Hendaknya diingat, sebagian besar scheme (program) ini dialirkan pada proyek-proyek di Afrika, India dan Negara-negara lainnya yang belum berkembang. Jadi, jika kalian membuka hati kalian bagi orang-orang lainnya, Tuhan juga akan memberkati proyek-proyek dan rencana kalian. Jika sumbangan-sumbangan ini menolong negara-negara yang belum maju tempat mereka itu harus membangun masjid-masjid yang memang sangat penting, maka saudara-saudara pun akan menjadi penerima doa orang-orang yang ada di sana. Dengan karunia kemurahan Tuhan, seorang Ahmadi pemberi pengorbanan semata-mata demi Tuhan, jika terdapat kekurangan, maka hal itu adalah disebabkan para pengurusnya. Jika mereka itu (para pengurus) tidak punya pikiran buruk terhadap anggota-anggota mereka, mereka itu pasti –under estimate– meremehkan  kemampuan anggotanya.

Sepuluh penyumbang besar dari Jemaat-Jemaat besar di UK ialah Masjid London, New Malden, Worcester Park, Surbiton, West Hill, Mosque West Hill, Cheam, Manchester South, Raynes Park dan Gillingham. Di antara Jemaat-Jemaat kecil posisinya adalah sebagai berikut: Scunthorpe, Cambridge, Bournemouth, Wolverhampton, Lewisham, Leamington Spa, Hartlepool, Bristol dan North Wales. Di USA, Cabang-cabang berikut adalah penyumbang-penyumbang yang terbesar: Silicon Valley, Inland Empire, Chicago, Detroit dan Los Angeles. Di Kanada, Jemaat-Jemaat berikut adalah yang paling menonjol dalam sumbangannya, yaitu Peace Village East, Edmonton, Peace Village Centre, Peace Village West, Calgary North West dan Peace Village South.

Semoga Allah Ta’ala memberkati yang sebesar-besarnya semua orang yang telah memberikan sumbangan pada Tahrik Jadid ini dan berpartisipasi di dalam pelaksanaan penyebaran dari bimbingan petunjuk.

Hudhur aba membacakan beberapa kutipan tulisan Hadhrat Masih Mau’ud a.s. tentang pengorbanan harta.

[1] Pada Mei 2010 telah terjadi penembakan terhadap dua Masjid Ahmadiyah di Lahore, Pakistan. Korban mencapai 87 orang dan yang luka ratusan.