Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

 Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz [1]

Tanggal 9 September 2011 di Masjid Baitul Futuh, UK.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك لـه، وأشهد أن محمّدًا عبده ورسوله. أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرّجيم.

 بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم* الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ،

[آمين. ]

Kebenaran (kejujuran) sejati seyogianya tidak hanya diterapkan oleh orang-orang yang beragama melainkan oleh umat seluruh dunia baik yang beragama ataupun tidak. Tetapi amatlah sulit untuk senantiasa mengungkapkan yang benar. Kepalsuan senantiasa digunakan demi kepentingan pribadi. Jadi dari tingkat individu yang terendah sampai yang tingkat internasional, kebenaran yang didengungkan hanyalah suara lisan belaka. Sebagian besar orang-orang berbohong dalam bisnis mereka. Bahkan dalam hal social maupun politik baik itu nasional maupun internasional kebenaran selalu diinjak injak. Mereka secara terselubung mencoba untuk menghancurkan kebenaran dengan menggunakan agama yang senantiasa menyebarkan kebenaran. Ada pendapat yang mengatakan bahwa seseorang harus berbohong(menggunakan kepalsuan), kebenaran itu akan menjadi suatu kepalsuan dan yang salah itu akan menjadi suatu kebenaran. Keterusterangan untuk menginjak injak kebenaran di segala tingkatan itu terjadi karena semakin berkurangnya kepercayaan kepada Tuhan. Perselisihan di keluarga yang semakin buruk diakibatkan kurangnya para orang tua menerapkan kejujuran sehingga anakpun mengikutinya. Tanpa disadari situasi palsu seperti ini merusak anak anak dalam proses perkembangannya. Kebohongan dalam berbisnis pun sangat umum trjadi di Negara Negara Muslim. Semakin keras mereka meneriakkan “kebenaran” sekers itu pula mereka menginjak njaknya. Allah dan Rasulullah SAW sangat keras memerintahkan untuk berbicara tentang kebenaran atau kejujuran akan tetapi kepalsuan itupun demikian keras dilakukan.

Baru baru ini seorang politisi Pakistan berbicara tentang situasi di Karachi dan Sindh yang sebenarnya. Para pendengar berpendapat bahwa bukanlah seorang politikus kalau dia berbicara benar benar apa adanya sehingga orang tersebut dianngap sudah hilang ingatan. Menurut mereka dia sudah menghancurkan kehidupan berpolitiknya dengan cara berkata yang sebenarnya dimana menurut mereka hanya orang gila yang mau melakukan hal hal seperti itu. Menurut mereka kebenaran(kejujuran) bias menjadi awal dari suatu kemunduran dan bagi mereka politik dan kekuasaan melebihi firman firman ALLAH swt. Namun adalah orang orang Muslim yang benar dan para Ahmadi yang meletakkan bisnis dan kehidupan mereka pada jalan yang benar. Hal ini dikarenakan mereka memuja ALLah yang maha Kuasa yang mengatakan kebohongan sebagai syirik (mempersekutukan Allah) dan mereka percaya bahwa Rasulullah saw juga mengatakan Kebohongan (kepalsuan) merupakan akar dari segala kejahatan.

Dalam politik internasional baik Negara Muslim maupun Non Muslim juga melakukan kebohongan. Di negara Negara Barat ada juga beberapa kebenaran yang sudah disepakati sebelumnya. Namun perubahan sikap yang begitu jauh perlu diperhatikan. Hal ini bias kita lihat di perang IRAQ. IRAQ dihancurkan dan dikalahkan demi untuk menggulingkan SADDAM HUSEN. Ketika sumber daya alam IRAQ sudah dalam kekuasaan mereka, maka mereka mengatakan sudah terjadi suatu kesalahan. Informasi yang diterima tentang WMDs dan penganiayaan warganya itu merupakan hal yang dibesar besarkan. Libya menjadi target dan sekarang sedang dinyatakan bahwa penganiayaan disana tidaklah sekers seperti yang pertama kali dilaporkan. Pertama mereka memakai propaganda palsu dan setelah itu mereka memakai media mereka sendiri untuk menyatakan bahwa mereka keliru. “Kebenaran” seperti ini juga digunakan untuk menyembunyikan kepalsuan. Mereka menguasai sumber alam Negara namun orang orang Muslim jugalah yang mmberikan kesempatan pada mereka untuk melakukannya.

Pendek kata, kebohongan digunakan oleh pemerintah pada tingkat internasional tidak hanya untuk menyembunyikan kebenaran bahkan untuk menghncurkannya. Mereka mungkin tidak akan bertanggung jawab di dunia ini. Tapi ada akhirat dimana akan ada perhitungannya.

Kita bisa lihat para pemuka agama ada yang mengabaikan kebenaran dan mengetengahkan kebohongan.Kekuatan anti Islam serta lawan dari pemuja sejati Nabi saw, juga berbuat hal yang sama. Mereka tau tentang kebenaran dan kejujuran tetapi mereka tetap menggunakn kebohongan demi keuntungan pribadi. Banyak orang yang sudah membaca literature jemaat dan buku buku Imam Mahdi as dan menggunakannya dalam wacana mereka. Pada mas sekarang ini tidak ada sumber sumber lain yang bisa membungkam musuh musuh Islam. Hanya Masih Mau’ud as yang telah menulis eksposisi dalam pembelaan terhadap Islam yang tidak bisa dikesampingkan. Namun orang orang itu menipu masyarakat dengan mengatkan Masih Mau’ud as adalah pembohong. Mereka memiliki copy Tafsir Khabir dan buku buku lain dirumahnya tetapi mereka menyangkal menggunakan sumber sumber tersebut melainkan bersumber dari wacana wacana yang mereka buat. Orang orang seperti ini tidak ada gunanya dalam membuktikan keunggulan Islam dan itulah sebabnya merek tidak mengajarkan tentang kebenaran (kejujuran). Mereka takut kehilangan mimbar mereka. Orang orang yang diutus ALLAH selalu diperlakukan seperti ini oleh masyarakat duniawi. Namun keputusan Allah selalu berlaku sangat dominan. Ketika kepalsuan( kebohongan) serta kesewenangan sudah mencapai puncaknya dan Kebenaran sudah lenyap, ALLAH menurunkan orangNYA untuk mendirikan dan menyebarkan Kebenaran sebagai gantinya. Tidak peduli berapa banyak musuh menghalangi mereka, keputusan ALLAH yang akan membuktikannya dan menolong mereka. Allah sudah menjanjikan bantuan dan kesuksesan bagi Masih Mau’ud as dan dengan keagunganNYA. Kita bisa melihat hal ini sedang digenapi meskipun penganiayaan terjadi pada para pengikutnya.

Suatu konvensi diadakan oleh mereka di Rabwah dengan referensi 7 Sept (hari keputusan majlis Pakistan 1974), dihadiri oleh ulama ulama mereka yang paling terkemuka. Namun tidak lebih dari penghinaan terhadap Masih Mau’ud as dan permusuhan terhadap Jemaat yang ditampilkan disana. Itulah kondisi mereka sementara keputusan ALLAH sedang bekerja dan Jemaat ini semakin kuat dan kuat. Jika keputusan ALLAH tidak terwujud dan janji janjiNya tidak terlaksana dan utusan utusanNYA tidak menang atas yang lainnya, barulah tidak percaya pada ALLAH, janjiNya salah dan kepercayaan terhadap Tuhan akan lenyap dari dunia ini. Pengalaman pengalaman seperti ini terjadi untuk membangun dan meningkatkan keyakinan. Beberapa kejadian yang disebutkan dalam Al Quran berpengaruh pada kepercayaan. Kejadian kejadian baru lainnya juga berpengaruh pada orang orang yang percaya, seperti kebenaran (kejujuran) pendiri agama yang mereka anut. Sebagian orang langsung diinformasikan dan dibimbing oleh ALLAH tentang kejujuran dari orang orang yang diutusNYA. Ini adalah kebenaran yang menjadi sumber untukk mendapatkan perhatian orang dan kemudian ketika mengamati dan mempraktekkan yang dikerjakan oleh orang yang beriman, maka mereka akan terbimbing lebih lanjut.

Rasulullah saw dikenal sebagai Siddiq (benar) dan Al Amin (dipercaya).[2]

Pada suatu kali Rasulullah saw mengumpulkan pengikutnya di kaki gunung dan berkata “Jika Aku katakan bahwa ada musuh besar yang mengintai kita dibalik bukit ini, apakah anda anda akan mempercayainya?” Mereka semua mengatakan “ Ya, karena yang Mulia selalu berkata yang benar.”[3]

Rasulullah saw tetap bertabligh pada semua orang yang belum mempercayainya. Namun kata kata beliau saw belum berdampak pada hati mereka yang keras. Namun sebagian lagi akhirnya menerima Islam juga.

Jadi Rasul rasul Allah menyampaikan ajarannya melalui segala kebenaran dan kejujuran mereka. Al Quran Syarif mengatakan “…Sesungguhnya Aku telah tinggal bersamamu dalam masa yang panjang sebelum ini, tidakkah kamu menggunakan akal?”(10:17). Kebenaran benar-benar merupakan senjata besar bagi utusan utusan Allah. Seluruh aspek kehidupan mereka senantiasa dalam kebenaran & kejujuran. Masih Mau’ud as juga menerima wahyu dari Allah “Sesungguhnya Aku telah tinggal bersamamu dalam masa yang panjang sebelum ini, tidakkah kamu menggunakan akal?” (Tazkirah, hal 303).

Beliau juga menulis ALLAH mengatakan pada beliau dalam wahyu itu bahwa tidak akan ada musuh yang bisa menghancurkan kehidupannya. Beliau mengatakan ini ketika beliau hampir berusia 65 thn. Hudhur bahkan mengatkan bahwa pihak musuh tidak akan bisa seujung jaripun mencontoh karakter beliau ini. Kejujuran itu adalah kwalitas tertinggi dari suatu karakter sehingga mereka para musuh tidak akan bisa mencontohnya, maka dari itu bagaimana mungkin para musuh itu beranggapan beliau as tidak berkata benar & jujur. Para Mullah sekarang ini hanya berbicara mengada ada tetapi tidak bisa membuktikannya.

Hudhur menceritakan bahwa beliau memberi ceramah tentang para mubayiah baru dimana kebenaran dari Masih Mau’ud as dibuktikan oleh orang orang yang tulus dan senantiasa berdoa pada ALLAH swt. Utusan utusan ALLAH membawa kebenaran & kejujuran dalam misinya, makanya sebagai pengikut utusan utusan Allah kita harus menunjukkan pada dunia dan menjadikan kebenaran & kejujuran itu sebagai tuntunan kehidupan.

Islam satu satunya agama yang sampai sekarang mengajarkan ajaran ajaran yang tertera pada Al Quran Suci sebagai dasar dan panutan hidup. Kitab kitab lainnya sudah terinterpolasi (ada penambahan disana sini). Namun banyak orang orang Muslim yang melibatkan diri pada kesalahan ini, Cara seperti inikah yang mereka perlihatkan pada orang lain?

Hudhur juga menceritakan suatu pertemuan dimana ajaran ajaran Masih Mau’ud as dibicarakan disana yang dihadiri oleh orang Muslim dan Kristen. Seorang Kristen mengatakan “ Kamu harus memperbaiki orang orang Muslim terlebih dahulu barulah sesudah itu kita “. Hudhur menjawabnya dengan mengatakan memng benar bahwa orang Muslim perlu perbaikan dan untuk itulah Masih Mau’ud as itu dating, makanya Rasulullah saw menyuruh kita menerima dan baiat pada Masih Mau’ud as walau harus merangkak di gunung es. Hudhur juga mengatakan kita para Ahmadi harus menjadi orang orang yang menjunjung tinggi kebenaran & kejujuran dan bersemangat mengabdi pada Rasulullah saw dan kita harus membawa misi kebenaran & kejujuran pada dunia. Bagaimana cara kita mengerjakannya? Pertama sekali, kita harus menjadikan diri kita senantiasa jujur dan benar seperti halnya Rasul Rasul ALLAH. Kita harus menjadikannya sebagai suatu tugas bagi para pengikut Rasul Rasul Allah. Kita senantiasa diperintahkan untuk mengikuti yang dicontohkan oleh Nabi suci saw. Maka darii itu kita harus mengambil(menerapkan) nilai nilai jujur & benar kemudian ikut serta mensukseskan misi kedatangan Masih Mau’ud as yang sukses mengajarkan ajaran Rasulullah saw pada dunia.

Usaha usaha kita, perkataan kita hanya akan diberkati kalau kita menerapkan kebenaran & kejujuran pada setiap saat di setiap aspek kehidupan kita. Dari kehidupan keluarga sampai social masyarakat kebenaran & kejujuran harus dicontohkan, baru kemudian usaha usaha kita diberkati dan berpengaruh pada yang lain dan membawa mereka ke Ahmadiyah dan Islam. Kita harus berusaha keras untukk itu. Kalau kita melakukan kebohongan dalam keuangan maka seruan seruan kita tidak akan effektif. Sebagaimana Hudhur selalu mengatakan, kalau kita salah informasi untuk pembagian keuntungan dari departemen atu tidak membayar pajak secara benar pada pemerintah, maka kita berarti terjebak pada kehancuran Jemaat.

Bagaimana kita membuktikan pada dunia bahwa Jemaat kita ini taat hokum dan berbeda dari Muslim pada umumnya, karena kita sudah ambil baiat pada seseorang yang diutus untuk menyelamatkan manusia? Kita butuh perbaikan kalau begitu, bagaimana mungkin kita bisa membuktikan bahwa kita adalah orang orang yang berpegang pada ajaran Al Quran dan Sunnah? Sangat dibutuhkan perbaikan pada setiap orang. Kalau kebohongan dikerjakan, bukan hanya menyusahkan diri sendiri tetapi juga membawa buruk nama Islam. Prilaku yang tidak bermoral lainnya seperti perkumpulan pemuda pemuda berandalan, perselisihan dalam perkawinan dimana polisi ikut campur tangan didalamnya, kesemuanya ini membawa dampak yang buruk. Sebaliknya, kalau sudah terbiasa berbohong baik dalam urusan Jemaat maka pasti keberkatan itu berkurang. Akan ada efek yang merugikan pada anak anak. Beberapa anak menulis pada Hudhur bahwa ayah mereka seperti orang yang sangat jujur dan juga mengabdi pada jemaat tetapi beliau berbeda di dalam keluarga, jauh dari kebenaran dan kajujuran. Ketika masalah ini di telusuri, malah masih ada kebohongan yang lebih parah. Orang orang seperti itu tidak akan ada hasil dalam pertablighan mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa memperbaiki dunia luar, kalau pada anak anak mereka pun mereka memberikan dampak yang salah?

Setiap Ahmadi harus memikirkan hal ini. Kita senantiasa meneriakkan slogan bahwa Ahmadiyah adalah Islam sejati dan begitu juga “Love for all hatred for none”. Tempat pertama kita untuk menerapkan rasa saying ini adalah keluarga. Disinilah juga kita menjalankan kejujuran dan menerapkannya dalam tugas tugas Jemaat. Slogan kita tidak akan ada gunanya, kalau kehidupan keluarga kita penuh dengan sesuatu yang mengkhawatirkan tetapi kita masih mengundang orang orang datang untuk melihat kebenaran dan membebaskan kegelisahan.

Bagaimana mungkin kita membicarakan kasih saying dan cinta tetapi kita sendiri tidak berbaikan dengan tetangga, yang Al Quran senantiasa menyuruh kita untuk itu? Masih Mau’ud as mengatakan :” Saudara terdekat kamu adalah tetanggamu”. Makanya kalau kita jujur & benar, hubungan kita akan kokoh dan baik, kalau tidak maka Tabligh kita tidak akan beberkat.

Al Quran mengatakan “Hai orang orang yang beriman, Kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (61:3). Menurut Hudhur hal ini membawa ketidak berkatan,beliau mengatakan keimanan tidak harus bisa didiskriditkan perbedaan antara ucapan dan perbuatan. Kita sudah menjalin hubungan dengan Masih Mau’ud as akan tetapi hubungan ini akan punya arti hanya apabila orang tidak bisa menemukan kebohongan pada kita. Kalau tidak kita justru mencoreng arti kejujuran dari seseorang yang sudah kita nyatakan benar.

Tidak disangkal lagi bahwa Al Quran itu benar , ajaran Islam itu benar dan tidak akan pernah berakhir dan Rasulullah saw merupakan nabi terakhir pembawa syriat dimana beliau saw sudah menghimpun segala kelebihan & kesempurnaan Rasul Rasul ALLAH. Pernyataan akan kebenarannya dan semangat yang kuat juga merupakan suatu kebenaran dan sekarang kemajuan Islam ada ditangannya. Hal ini menuntut tanggung jawab yang besar dari para Ahmadi dimana merka harus senantiasa melakukan hal yang jujur dan benar.

Kalau kita ingin menjadi bahagian dari kemajuan Islam yang sudah dijanjikan pada Hz Masih Mau’ud as maka kita butuh introspeksi dan merenungkan diri setiap saat dan tetap mempertanyakan sejauh mana kejujuran dikeluarga kita maupun yang berhubungan dengan bisnis. Kalau introspeksi ini masih meragukan maka kita harus memberikan perhatian khusus pada hal itu. Kemajuan adalah tujuan dari Islam tetapi orang orang yang tidak senantiasa dalam kejujuran tidak bisa menjadi bahagian dari kemajuan ini. Kita harus membebaskan diri dari kebohongan, karena kebohongan cenderung ke syirik. Orang orang Ahmadi yang melakukan pengorbanan untuk suatu kebenaran sama artiinya dengan bekorban memerangi shirik. Cahaya dari pengorbanan ini, adalah merupakan tanggung jawab kita di Negara Negara Barat untuk meningkatkan standart kejujuran & kebenaran pada ketinggiannya sehingga kebohongan akan sirna.

Pada masa kerajaan Makkah Abu Sofyan mengatakan bahwa jika beliau dan yang lainnya sudah jujur, maka mereka sudah akan ada bersama Rasulullah dan pengikutnya, yang mereka paksa untuk meninggalkan Mekkah sebagai penggenapan usaha usaha untuk memusnahkan Rasul dan pengikutnya. Dia mengatakan hanya Rasulullah saw yang selalu berkata jujur dan benar, pernyataan beliau tentang hanya ada ALLAh yang maha esa juga suatu kebenaran sehingga akhirnya Abu Sofyan menerima Islam. Itulah contoh contoh kebenaran dan kejujuran dimana dunia jadi saksi ketika musuh musuh yang keras sekalipun memuji kejujuran Rasulullah saw.

Hanya Nabi Suci saw membuat dunia yang kacau ini menjadi tempat yang diberkati Allah dan kejujuran beliau menghancurkan kesombongan dan kebohongan orang kafir mekkah, sesuai dengan janji bagi Masih Mau’ud as. Beliau sudah dijanjikan suatu kemajuan Islam akan tetapi untuk mendapatkan janji itu kita diminta menjadi orang orang yang beriman dan benar serta jujur. Kita sudah mengambil baiat dimana kita akan mengembangkan kebenaran dan kejujuran dan membasmi kebohongan serta syirik. Inilah tugas kita sekarang. Kalau kita tidak menampilkan kebenaran & kejujuran maka kita tidak akan bisa mengembangkan KeEsaan ALLAH swt.

Suatu karunia besar dari Allah bahwa Masih Mau’ud as mendirikan jemaat ini untuk menghapus korupsi mulai dari “daratan dan lautan”. Allah memberikan kita harapan untuk mengembangkan kebenaran melalui kekhilafatan dalam konsep konsep kenabian. Sekarang tugas dari setiap Ahmadi yang menyatakan diri bergabung dengan Jemaat untuk meluruskan kekacauan dan kebohongan di keluarga, tetangga, kota dan dunia. Dengan KeAgungan ALLAH kita pengikut Rasulullah saw, harus mengikuti Sunnah dan mengajak satu sama lain untuk menaklukkan dunia dengan bersenjatakan kebenaran.

Saat ini setiap Ahmadi harus menggunakan senjata ini. Semoga kita bisa menggunakannya dalam arti spiritual untuk mendapatkan kebenaran hakiki dan menempatkan kebenaran setinggi tingginya sehingga syaitan tidak bisa membawanya turun kembali. Semoga cahaya kebenaran Rasulullah saw yang merupakan jelmaan cahaya Allah tetap bersinar di dunia ini dan semoga dunia bersatu dibawah bendera Rasulullah saw.

Saat ini ada kabar duka. Saya akan memimpin shalat jenazah Naseem Ahmad Butt sahib yang disyahidkan di Faisalabad, Pakistan.

Beliau lahir 1957. Pada tanggal 4 Sept penyerang masuk ke rumah dan menembak beliau. Beliau mencoba bertahan setelah di tembak dan meminta istri beliau untuk tetap tenang dan sabar. Belakangan ini disana juga ada keluarga yang disyahidkan. Naseem Butt sahib berusia 54 thn dan bekerja di sebuah pabrik. Beliau seorang yang berkarakter keras dan begitu aktif mengerjakan tugas tugas Jemaat dan tetap shalat Jumat walau jaraknya begitu jauh dari mesjid. Beliau sangat bersimpati pada sesama dan suka menolong. Beliau meninggalkan seorang istri, 3 putri yang sudah menikah, seorang putri yang belum menikah dan seorang putra. Beliau juga baru kehilangan seorang anak lelaki tahun lalu karena sakit. Semoga Allah meninggikan derajad beliau di sisiNYA dan menganugrahkan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

(Pada Khotbah yang kedua, Hudhur bersabda)

Salah satu sekretaris UmurAmah di Faisalabad juga dicederai. Beiau kena 4 buah peluru dan masih dirawat di rumah sakit dalam keaadan kritis sampai kemarin, tetapii dengan Karunia ALLAH swt beliau sudah lebih baik hari ini. Hudhur menghimbau untuk mendoakan kesembuhan untuk beliau. Dan juga pada kesempatan terpisah suatu insiden di Lahor kemarin, mobil seorang Ahmadi diberhentikan dan dilakukan usaha mencederai beliau. Animo berperang terhadap orang orang Ahmadi gencar di Pakistan.

Berdoa pada ALLAH semoga ALLAH menjaga seluruh orang orang Ahmadi di Pakistan dan senantiasa dalam lindungaNYA. Amin

[1] Semoga Allah Ta’ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang Perkasa

[2] As-Sirah an-Nabawiyah oleh Ibn Hisyam, hadits bi bayaan al-Ka’bah…,halaman 155, maa daara baina Rasulillah wa baina ru-asaai Quraisy,  halaman 224, Darul Kutubil ‘Ilmiyah, Beirut-Lebanon.

[3] Shahih al-Bukhari, Kitab at-Tafsir, Surah tabbat yadaa Abi Lahabiw wa tabba