Khutbah tanggal 11-5-2001 Khu-11

          Bahasan induk sifat-sifat, Rahman dan Rahim masih berjalan.Dalam rangkaian ini, satu faedah lebih yang didapat adalah, banyak kesempatan untuk membahas berbagai masaalah lewat refrensi-refrensi itu. Dan banyak orang-orang yang tidak mengetahui perincian  masaalah-masaalah ini.Mereka dengan adanya  bahasan inipun akan  menjadi mengerti rincian  masaalah.

          Kini saya akan mengambil ayat-ayat  surah Al-Maidah. Ayat pertama dari itu  berkaitan dengan halal dan haram. Barang-barang apa yang halal dan barang-barang apa yang haram,semua itu dibahas dengan terinci. Ayat selengkapnya adalah,”Hurrimat ‘alaikumul maitatu waddamu wa lahmulkhinziyri wamaa uhilla ligairillaa                                                                                       hi bihi wal munkhaniqatu walmauquw dzatu walmutaraddiyatu wannathiyhatu wamaa akalassabu’u illa ma dzakkaitum wamaa dzubiha ‘alannushubi wa antastaqsimuw bil azlaam dzaalikum fisqun alyauma yaisalladziyna kafaruw min diynikum falaa takhsyauhum wakhsyauni alyauma akmaltu lakum diynakum waatmamtu ‘alaikum nikmatii waradhiytu lakumul Islama diynan famanidhthurra fimakhmashatin gaira mutajaanifin lil itsmi fainnallaha gafuwrurrahiym. Dari ayat ini  dimaklumi bahwa berkenaan dengan hukum/peraturan agama, ini adalah ayat terakhir yang turun pada Rasulullah saw.Sebelum ini terus turun berbagai  ayat. Sampai pada waktu itu semua bagian  setiap  masaalah tidak diterangkan dengan begitu terinci, sebagaimana begitu terinci ditrangkan dalam ayat suci ini. Dan dari ini Hazrat Masih Mauud a.s.mengambil kesimpulan  bahwa Rasulullah saw betapa pun   bahaya situasi  yang beliau hadapi, di perang Uhud,di perang Badar,di perang Hunein, sepannjang masa/waktu itu  secara khususTuhan telah menjaga beliau. Selama belum turun ayat, “Hari ini Saya telah menyempurnakan bagimu agama kamu”sampai waktu itu Allah tidak memanggil kembali Rasulullah saw . Jadi ,mukjizah agung ini adalah dukungan terhadap kebenaran Al-Quran dan   Rasulullah saw .

          Terjemah lengkapnya saya akan bacakan dihadapan saudara-saudara.”Diharamkan padamu bangkai,darah dan daging babi,dan yang disebelih atas nama lain selain nama Allah dan binatang yang mati karena dicekik, dan yang mati  karena dipukul, dan yang mati karena  jatuh , dan yang mati karena ditanduk,atau yang mati karena dimakan oleh binatang.buas,kecuali sebelum mati kamu menyembelihnya,dan haram juga yang disembelih untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak panah, semua ini adalah fasiq .Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk ikut campur dalam agamamu,maka kamu janganlah takut pada mereka bahkan takutlah pada-Ku.Hari ini untuk kamu agama kamu  telah Saya sempurnakan dan telah saya sempurnakan nikmat-Ku untukmu dan Saya telah menyukai Islam untukmu sebagai agama. Maka barangsiapa yang terpaksa karena lapar bukan dalam posisi dia condong terhadap dosa,maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.”

          Coba kini perhatikanlah,dengan begitu keras dan terinci barang-barang yang haram  diumumkan tentng haramnya. Dan di dalam ini juga termasuk yang disembelih bukan atas nama Allah. Nampak bahwa dalam corak apapun tidak ada izin untuk memakannya.Tapi, Tuhan lebih memberikan kepetingan pada  kehidupan manusia dan demi untuk menyelamatkan kehidupan manusia,pada  akhir topik ini yang diterangkan bahwa apa yang telah berlalu, itu telah berlalu. Namun, jika jiwa  dalam kondisi bahaya dan ada gambaran  hilangnya hidup manusia, maka saya tidak memaksa kamu.Yakni, jika lapar memaksa kamu yang karenanya bisa terjadi kematian,maka pada waktu itu diizinkan padamu untuk memakan dari barang-barang yang haram itu, hanya sekedar yang perlu untuk menyelamatkan hidupmu,lebih dari itu jangan.Dan inilah gafuwrurrahiym.Yakni,sedemikian rupa Maha Pengampun dan Maha Penyayang-Nya,sehingga dari barang-barang  yang begitu   haram pun ketika hidup manusia dalam kondisi bahaya Dia mengizinkan untuk memakannya.

          Kemudian ayat kedua “Qul laa ajidu fiima uwhiya muharraman ‘ala thaaimin yath’amuhu illa anyakuwna maitatan au daman masfuwhan au lahma khinziyrin fainnahu rijsun au fisqun uhilla ligairilla bihi famanidh thurra gaira baagin walaa ‘aadin fainnaka rabbaka gafurwrurrahiym-(Surah An’aam ayat 146) -Katakanlah olehmu bahwa saya tidak mendapatkan dalam wahyu yang diwahyukan kepada ku  makanan yang haram bagi yang memakannya, namun makanan yang akan diterangkan,kecuali  bangkai atau darah yang dialirkan atau daging.babi –sebutan yang singkat ini,perincian inilah  dalam  ayat pertamai telah berlalu sebelumnya.Pertama dengan terinci mengenai semua binatang disebutkan bagaimana dibunuh ,bagaiman terbunuh,kini dengan singkat semua keterangan disebutkan .Jadi ,darah yang dialirkan dan daging babi dalam kondisi apapun itu kotor/tidak bersih.Ini adalah merupakan barang kotor yang bukannya atas nama Allah tapi selain nama-Nya itu disembelih. Maka lebih dari ini haram yang berbahaya barang apa lagi yang bisa lebih dari itu. Namun  yang karena lapar dijadikan tidak berdaya, sedangkan dia tidak menghendakinya dan tidak pula orang yang melampaui batas,maka   sesungguhnya Tuhan engkau Maha Pengampun Maha Penyayang”.

          Dengan dilekatkannya syarat kata“Orang yang tidak melampaui batas”juga merupakan syarat  yang dari itu manusia dimasukkan dalam satu kondisi yang sangat sulit,yang mana supaya dia dapat memutuskan sampai dimana dengan memakan itu saya masih bisa hidup dan sampai dimana saya harus berhenti. Jadi, disana topik takwa secara otomatis  masuk di dalamnya. Dan yang lebih bertakwa,maka pasti  akan menarik tangannya dari makanan persis  ketika dia menganggap bahwa kini jiwa saya bisa  selamat dan yang tidak bertakwa dia akan terus makan. Maka ini semua  dari Tuhan merupakan cobaan-cobaan. Namun bersama itu bersabda,”’iklamu annallaha gafuwrurrahiym-Namun ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.

Kini masaalah pencurian.Dia berfirman,”wassariqu wassariqatu faqthauw aidiahuma jazaa an bima kasabaa nakaalan minallahi.Pencuri laki dan pencuri perempuan potonglah  tangan mereka berdua,sebagai hukuman atas apa yang mereka lakukan,dari Tuhan merupakan tanda kemarahan wallaahu ‘aliymun hakiym dan Allah Maha Perkasa Maha Bijaksana.Faman taaba min ba’di zhulmihi wa aslaha fainnallah yatuwbu ‘alaihi Jika seorang dalam kondisi menganiaya diri mereka sendiri dia mencuri dan pada akhirnya dia bertaubah sebelum kamu menanggkapnya  innallaha gafuwrurrahim maka ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang. Menganggap bahwa  pencuri kapan saja ketahuan tangannya dipotong, ini adalah penganiayaan. Al-Quran tidak mengijinkan itu.Apabila berkenaan dengan pencuri ada imformasi dan ia   sebelumnya telah melakukan pencurian, dan ketika  kamu menangkapnya, dia telah bertaubah,maka tidak ada izin untuk memotong tangannya.Itu karena Allah Maha Pengasih Maha Penyayang.

Kemudian  perhatikanlah,  betapa besarnya  dosa trinitas.Tapi di dalam itu pun disiapkan sarana  pengampunan untuk manusia. laqad kafaralladziyna qaaluw innallah tsaalitsu tsalaatsah –Sesungguhnya orang-orang itu telah  ingkar yang mengatakan bahwa Allah  adalah satu dari  yang tiga  Wamaa min ilahin illa ilaahung waahid -dan tidak ada Tuhan kecuali  Allah dan Dia adalah Esa Wa in lam yantahuw amma yaquwluwna –Jika mereka berhenti dari apa yang mereka katakan, sesungguhnya  dengan sebab kekafiran yang mereka lakukan azab yang menyakitkan akan menimpa mereka .Afala yatuwbuwna ilallahi wa yastagfiruwnahu -apakah mereka sambil bertaubah tidak tunduk  kepada Allah dan tidak memohon  ampunan pada-Nya wallahu gafuwrurrahim-sedangkan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang .

Dosa trinitas juga bisa  dimaafkan. Kini begitu banyak orang-orang Kristen sedang  masuk Islam, semua dosa trinitas mereka semuanya dimaafkan, karena Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.

Dalam kaitan ini saya memberitahukan pada saudara-saudara bahwa dengan karunia Tuhan, di beberapa daerah di Afrika banyak sekali dari orang-orang Kristen masuk  Islam Dan mereka secara jelas  tadinya merupakan  pelaku-pelaku dosa trinitas. Dan setelah masuk Islam sedemikian rupa mantapnya iman mereka sehingga ketika orang-orang Islam bukan Ahmadi menyuruh mereka kembali menjadi pengikut trinitas, .bahwa kamu lebih baik dari sebelumnya daripada menjadi Ahmadi. Kamu percayailah dengan senang hati Tuhan selain Allah. Maka mereka menolaknya dengan mentah- mentah. Mereka berkata,”Waspadalah,agama apa yang hendaknya kami harus peroleh  kami  telah peroleh dan  dengan meninggalkan agama ini kami tidak bisa pergi kemana mana.

Jumlah mereka terus bertambah dengan pesatnya,yang perinciannya -insyaallah ,dalam Jalsah yang  akan datang  perinciannya saya akan sampaikan di hadapan  saudara-saudara. Namun bersama itu pula ada satu ayat lagi saya akan bacakan di hadapan saudara-saudara. “Ja’alallahul ka’batal baitalharaama qiyaaman linnaasi wasysyahralharam walhadya walqalaaid dzaalika lita’lamuw annallaha ya’lamu ma fissamawaatiwamaa fil  ardh wa annallah bikulli syaiin ‘aliym ‘iklamuw annallaaha syadiydul ‘iqaab wa annallah gafuwrurrahiym-Allah telah menjadikan Ka’bah,Rumah suci sebagai perantara tegaknya agama dan ekonomi. Dan bulan yang mulia, binatang kurban, dan  binatang yang telah dikalungkan tanda ikatan,itu dijadikan tanda peringatan ini supaya kamu mengetahui bahwa Allah Maha Mengetahui apa saja yang  ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha mengetaui segala sesuatu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat dahsyat  cengkeraman-Nya dan juga ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun Maha Penyayang .Yakni binatang yang di sembelih demi untuk Tuhan dan jika kamu bersikap berlebih -lebihan terhadap binatang-binatang itu dan tidak mengimani perintah-perintah Allah,maka  Allah sangat dahsyat dalam cengkeraman. Namun bersama itu pula ingatlah, bahwa Dia adalah Yang Maha Penyayang”

Kini saya akan membacakan surah Al-an’am ayat 55 di hadapan saudara-saudara “Wa idza jaa akalladziyna yu’minuwna biaayaatiana wa qul salaamun ‘alaikum kataba rabbukkum ‘ala nafsihirrahmah annahu man ‘amila minkum.suw’an bi jahaalatin tsumma taaba mim ba’di zhulmihi wa aslaha wa annahu gafuwrurrahiym-Ketika datang kepadamu orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami, maka katakanlah  pada mereka “selamat atas kamu”. Untuk kamu Tuhan kamu telah menetapkan rahmat atas Diri-Nya. Disini jelas, dimaksudnya adalah orang yang beriman. Karena mereka yang beriman kepada ayat kami ketika mereka datang kepada kamu hai Rasulullah,maka katakanlah kepada mereka “selamat atas kamu” dan beritahukan pulalah pada mereka bahwa Tuhan kamu telah menetapkan rahmat atas Diri-Nya(untuk memberikan rahmat pada kamu.Yakni,jika ada diantara kalian melakukan kejahatan karena kejahilan, kemudian sesudah itu mereka bertaubah dan melakukan perbaikan, maka ingatlah yakni Allah sesungguhnya Maha Pengampun Maha Penyayang .

Kemudian surah An’am ayat 166 “wa huwalladzi ja’alakum khalaaifal ardhi wa rafa’a ba’dhakum fauqa ba’dhin darajaatin liyab luakum fiimaa aataakum inna rabbaka sariy’ul ‘iqaab wa innahu lagafuwrurrahim –Dialah yang menjadikan kamu waris /penguasa di bumi dan diantara kalian ada yang ditinggikan  darajatnya supaya  Dia mencoba kamu dengan  benda-benda yang  telah Dia anugerahkan padamu, sesungguhnya Tuhan Engkau sangat cepat siksaan-Nya,dan sesungguh-Nya Dia Maha Pengampun Maha Penyayang “

Di dalam ini hendaknya diingat bahwa ketika orang-orang Islam dijadikan waris/penguasa maka dari antara mereka derajatnya tidak sama, sebagian mereka diberikan kelebihan di atas yang lain,dianugerahi ketinggian.Adapun mengenai ketinggian derajat ini supaya kamu dicoba. Nah, yang derajatnya tinggi,ujiannya pun juga  keras, yang derajatnya  kurang, maka ujiannya pun agak ringan Jadi,jika ujian…maka ketahuilah bahwa Allah sangat keras dalam azab-Nya. Namun, dengan syarat   bahwa Dia Maha Pengampun juga dan Maha Penyayang. Siksaan–Nya apabila datang ketika manusia tenggelam dalam dosa dan kejahatan-kejahatannya telah mengepungnya, sebagaimana diketahui dari ayat Al-Quran yang lain,maka perkara ampunan  tidak lagi  tersisa  baginya Kemudian dia melihat contoh siksaan  yang  keras. Namun,jika sebelum kondisi itu telah  bertaubah dan Tuhan juga belum  mencengkeramnya, maka dia hendaknya yakin bahwa Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.

Nah, lihatlah dari kejahatan-kejahatan bagaimana Allah menerangkan pada mereka  topik bertaubah. Sebagaimana bersabda,”Sesungguhnya orang-orang yang menyembah anak sapi pasti kemarahan  Tuhan  akan sampai padanya. Mereka telah menjadikan anak sapi sebagai sembahan,pasti akan sampai pada mereka kemarahan dari Allah dan dalam kehidupan dunia juga kehinaan dan seperti itulah kami mengazab orangorang yang mengada-ngadakan. Kini, disini jelas yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi. Dan kehinaan yang didapatkan oleh kaum Yahudi di dunia merupakan mata rantai yang tidak berakhir  sampai kini. Berkali-kali bangsa ini terus maju dan secara paksa mereka berkuasa atas manusia. Namun Allah berkali-kali Allah memberikan hukumn atas amal-amal mereka Dan kondisi orang-orang Yahudi yang pernah terjadi di Jerman merupakan satu misal dari ini. Sebelum itu di Eropa perlakuan aniaya yang dilakukan terhadap Yahudi  itupun tidak diperoleh contohnya. Kini mereka menuduh kepada orang-orang Islam ,tapi di dunia Kristen dari awal sampai akhir sedemikian banyak  kezaliman yang ditimpakan terhadap orang-orang Yahudi,namun kezaliman itu adalah akibat dari keaniyaan orang-orang Yahudi. Sebelumnya adalah giliran orang-orang Yahudi, ketika mereka sangat banyak melakukan kezaliman  sebagai dampaknya timbul reaksi keras dan kemudian sesuai dengan janji Allah itu juga bahwa mereka telah  dilaknat dan sebagai balasan/ganti keaniayaan terhadap manusia, mereka terus dimusnahkan .Jika mata rantai tidak ada, maka kini  orang-orang Yahudi akan menjadi  mayoritas di dunia..Saudara-saudara juga tidak bisa mengerti  rahmat  Tuhan bahwa jika mereka menjadi golongan mayoritas maka betapa besar kiamat yanga akan terjadi di dunia.Dengan berkali-kalinya mereka dimusnahkan,oleh karena itu kini pun mereka tetap kelompok minoritas. Jadi ini  merupakan ihsan/kebaikan Tuhan yang istimewa dan untuk orang-orang yang menyembah anak sapi pun merupakan habar suka. Dan orang-orang melakukan keburukan dan kemudian mereka bertaubah dan mereka beriman, sesunguhnya Tuhan Engkau Maha Pengampun Maha Penyayang.

Kemudian dalam surah Al-‘akraf 168 “wa idzta’azzana rabbuka layab’atsanna ‘alaihim ilaa yaumil qiayamati man yasuwmuwnakum suw al ‘azab inna rabbaka lasariy ul’iqab wa innahu lagafuwrurrahim-Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengumumkan secara terbuka bahwa pasti sampai hari Kiamat akan terus menjadikan orang-orang berkuasa  atas mereka yang akan terus memberikan azab dahsyat pada mereka. Dan contoh-contohnya sedikit telah saya terangkan dan itu tidak terhitung jumlahnya  bahwa di atas orang-orang Yahudi akan terus berkuasa  orang-orang  yang akan terus memberikan azab yang keras  sebagai ganti  dosa-dosa mereka. Sesungguhnya Tuhan engkau sangat cepat dalam mengazab. Meskipun  Dia adalah Maha Pengasih Maha Penyayang. Disini, terjemah “wau”  diterjemahkan dengan “meskipun”.dan Dia sangat keras dalam azab meskipun Dia Maha Pengampun Maha Penyayang. Maksudnya adalah ketika orang–orang Yahudi tidak bertaubah, dan  tadinya berkali-kali mereka bisa dikasihani(diampuni),namun mereka tidak layak untuk dinyatakan dapat dikasihani,maka kemudian mereka akan mendapatkan Tuhan dalam kondisi Dia sangat keras dalam hukuman. Dan meskipun Dia  akan berlaku keras terhadap mereka,namun Dia pada zat-Nya Maha Pengampun Maha penyayang

Surah Al-anfal ayat 59-70 ”Laula kitaabun minallahi sabaqa lamassakum fi maa akhadztum ‘adzaabun azhiym wa quluw mimma ganimtum halaalan tayyiba wattaqullah innallaha gafuw rurrahim-Jika dari Allah tidak ada  ketetapan perlakuan ampunan, maka pasti sebagai hukuman  yang kamu telah  peroleh, akan menimpa kamu azab yang besar. Dan perkara bahwa “Kalau tidak ada ketetapan perlakuan.”. Ketetapan ini sangat tua dan pengampunan Tuhan bukan hanya zahir hari ini, itu selalu (abadi). Oleh kaarena itu Tuhan telah menetapkan pada diri-Nya bahwa yang berhak untuk dikasihani, Saya pasti akan mengasihinya. Inilah yang disebut takdir/ketetapan bahwa rahmat-Ku  akan terus menang dan kemarahan-Ku akan selalu dikalahkan oleh rahmat-Ku. Jadi, kalau ketetapan ini tidak memihakmu, yaitu ketetapan perlakuan poengampunan, maka kemudian kamu akan dicengkeram karena melakuakan setiap dosa dan manusia sangat banyak berdosa .Jika manusia dicengkeram karena akibat setiap dosa maka kebanggaan(?) kemanusiaan (sebagai manusia)akan lenyap. Maka ini adalah karena ketetapan, yang Tuhan dari sejak semula  telah Dia tetapkan untuk diri-Nya Jadi, dalam hal pengampunan Saya lebih duluan. Oleh karena itu manusia di dunia ini nampak berjalan-jalan kesana kemari.

 Selanjutnya berfirman,”Maka dari harta rampasan perang /ganimah yang ada padamu makanlah yang  halal dan yang bersih. Dan bertakwalah kepada Allah.” Disini apa relevansi/keterikatan dengan harta rampasan perang. Masalahnya adalah bahwa orang-orang yang memusuhi Rasulullah saw dan para sahabah, mereka dalam kesalahan itu, dengan tangan mereka (para sahabah)  juga mereka dihukum.Oleh karena itu ketika mereka dihukum maka pasti mereka (sahabah)meraih kemenangan dan tidak ada satu kesempatanpun ketika ini  dikalahkan. Pada waktu itu harta rampasn perang yang diperoleh  janganlah memakan itu dengan ketamakan, bahkan makanlah yang halal dan yang suci. Dan dengan siapa dilakukan peperangan hartanya tetap haram. Dengan beranggapan bahwa harta  telah berada di tangan kita,itu juga dimakan, ini tidak lah hal yang benar.Kemudian diantara mereka ada yang memakan daging babi juga dan ada lagi yang lain  yang memakan kekotoran. Berfirman,”Tinggalkanlah bagian itu dan dari harta rampasan yang bersih dan yng suci makanlah itu dan bertakwalah kepada Allah.Karena pada kesempatan ini takwa kamu yang sedang diuji dan sesungguhnya ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

Ada satu ayat lain dari surah Al-Anfal ayat 71. Berfirman,”Ya ayyuhannabiyyu qul liman fi aidiykum minal asra in ya’lamillahu fi qulubikum khaeran yu’tikum khaeran mimmaa ikhiza minkum wa yagfir lakum wallaohu gafuwrurrahiym-Hai nabi, katakanlah kepada tawanan yang ada di tanganmu  bahwa jika Allah melihat ada kebaikan di dalam hatimu maka Dia akan memberikan lebih baik dari apa yang telah diambil dari kamu.” Nah,berbagai macam tawanan manapun yang  datang, sebelumnya berlalu bahasan harta rampasan, harta mereka juga menjadi dikuasai sebagaimana dewasa ini juga kaum yang menang menguasai  harta tawanan-tawanan perang, ini bukanlah hal yang  mengherankan.Untuk merampas mereka,mereka  menyerang dan sebagai reaksi ketika  menang bangsa yang diserang untuk dirampas, maka  merupakan hak  akhlakdia sepenuhnya menguasai harta-hartanya. Tapi berkenaan dengan itu  Islam mempunyai satu syarat. Dan itu adalah Allahlah yang lebih  Tahu bahwa kamu yang  telah ditangkap di dalam hatimu apakah ada perbaikan atau tidak, apakah kamu telah condong kepada taubah atau tidak. Adapun bangsa- bangsa dunia mereka tidak mengerti,tidak ada cara yang dimiliki  yang dengan itu dapat mengetahui keadaan keduanya. Semua tawanan diperlakukan tampa perbedaan. Namun disini urusan berada di tangan Tuhan.Dan berfirman,”Bagi tawanan yang  di dalam hatinya ada perasaan  ingin bertaubah dan sepenuhnya mereka malu atas perbuatan mereka,maka  hendaknya ingat bahwa Tuhan mengetahui keadaan hati dan diantara kamu yang Dia dapatkan lebih baik maka pasti Dia akan memaafkannya.dan Dia Maha Pengampun Maha Penyayang.”

Kemudian ada dalam surah Attaubah,”Faidzin thalaqal asyhurul hurumu faqtulul musyrikin haitsu wajadtumuwhum fakhudzuwhum wahdzuruwhum wa q’uduw lahum kulla marshad faintaabuw wa aqaamussalaata wa aata uzzakaata fakhalluw sabiylahum fainnallah gafuwrurrahim-Maka apabila bulan-bulan haram/suci telah lewat, maka dimanapun kamu memperoleh orang-orang musyrik yang melanggar janji perangilah  mereka dan tangkaplah mereka dan kepunglah mereka.” Disini empat  bulan  haram, di dalam itu ada pelarangan untuk berperang. Oleh karena itu jika dari sebelumnya pun peperangan berjalan, maka itu hendaknya dicegah dan hendaknya mereka(musuh) memperoleh kesempatan untuk memperoleh ketenangan dan ketenteraman.Coba, ini pun merupakan ajaran yang sangat menakjubkan. Di dunia ini kapan ada sebegitu panjang tempo diberikan Dan kepada yang diberikan tempopun dengan berbagai alasan itu di jauhkan. Maka peperangan antara Pakistan dan di Hindustan  yang sedang terjadi  di Kasymir, kadang-kadang disana pun ada pengumuman tempo masa damai  bahwa kami memberikan tempo sekian lama..Namun sebelum tempo habis, pasti ada saja alasan untuk menghabiskan/melanggar itu. Jadi betapa ajaran Al-Quran ini  berasaskan rahmat dan  keadilan.

Berfirman,”Kemudian orang-orang  musyrik ini apabila sampai pada bulan  yang di dalamnya diharamkan berkelahi  maka  tinggalkanlah mereka. Dan apabila waktu ini telah berlalu maka kembalilah  berperang dengan mereka dan intailah mereka dari tempat-tempat pengintaian. Maka jika mereka bertaubah, meskipun kamu telah menguasai mereka  dan mereka melakukan salat dan membayar zakat maka,  tinggalkanlah jalan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.

Disinipun ada satu hikmat/kebijaksaan yang sangat agung yang merupakan dalil kebenaran Al-Quran.Yakni, kapan saja manusia memperoleh kemenangan atas suatu kaum dan di dalam hatinya tidak ada iman, maka dengan mudah bisa mengatakan bahwa kami bertaubah dan kami akan melakukan salat dan zakatpun akan kami berikan maka tinggallah kami. Pada kesempatan itu hendaknya tinggalkanlah mereka Beranggapan bahwa karena  kalah untuk menyelamatkan jiwanya mereka  menjadi muslim ini bukanlah hal yang diperbolehkan. Pada zaman Rasulullah saw berkali-kali terjadi misal serupa itu. Pernah seorang menguasai  seorang musuh yang sangat jagoan dan pemberani. Dan ketika dia duduk di atas dadanya dan dia siap  membunuhnya,maka  dia mengumumkan,”Saya masuk Islam.” Dia berkata,”Kini kamu baru masuk Islam? Kamu kini masuk Islam untuk menyelamatkan jiwamu,Islam kamu ini saya tidak akanterima.” Dan dia membunuhnya.Dan dengan dengan bangga dia menyampaikan perkaranya di hadapan Rasulullah saw.Dia berkata bahwa Rasulullah saw begitu marah atas hal itu, sedemikian rupa  beliau marah, sehingga saya menginginkan hai kiranya saya belum lahir sebelum hari ini. Dan di dalam satu riwayat,”Hai kiranya sebelum ini saya belum masuk  Islam.Dan saya tidak melihat kemarahan Rasulullah saw “.Dan berkali-kali beliau bersabda,”Hal laa syaqaqta qalbahu, hal laa syaqaqta qalbahu –apakah kamu telah membelah dadanya, apa yang ada di dalamnya ?Apakah imannya itu benar atau dusta? Maksudnya adalah bahwa kamu tidak mempunyai wewenang untuk mengetahui keadaan hati .Kamu tentu tidak bisa membelah dan melihat hati itu. Nah cobalah lihatlah di Pakistan sebagai hasil dari tidak mengamalkan satu nasehat Rasululah saw ini betapa besar kiamat/kehancuran yang terjadi. Orang-orang ahmadi karena kesalahan/dosa ini mereka dibunuh, karena mereka mengatakan,” la ilaaha illallah Muhammadurrasuwlullaah” .Dan ketika mereka ditanya kenapa kamu membunuh,mereka berkata,”Di dalam hatinya lain bukan ini” .Jadi di zaman Rasulullah saw juga ada peristiwa serupa ini, maka beliau dengan sangat keras/marah bersabda,”Apakah kamu mempunyai kekuatan untuk mengetahui kondisi hatinya ? Apa yang dikatakan dengan mulutnya kamu harus mengakuinya. Jadi mereka ini sedemikian rupa dosa mengerikan yang sedang mereka lakukan, yang karenanya  mereka sedang siap-siap untuk hukuman yang sedemikian banyak. Dari hari ke hari di Pakistan  kehancuran demi kehancuran yang melanda. Satu dengan yang saling bunuh-membunuh secara masal,keaniyaan terhadap anak-anak, terjadi penculikan terhadap perempuan-perempuan dan anak -anak  dan ketika sedang  diculik, mereka juga dibunuh.juga. Sedemikian rupa kerusuhan/kekacauan terjadi diantara mereka,sehingga orang-orang bukan ahmadi pun angkat bicara dan para mulla juga pada teriak, namun masuk pada  perinciannya disini bukan waktunya.Disini saya lewat refrensi ayat ini hanya  ingin menyebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila mereka membayar zakat dan betaubah, maka tinggalkanlah jalan mereka dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun maha Penyayang “.

Kini saya akan membacakan kutipan-kutipan Hazrat masih Mauud a.s.yang sebelumnya karena kurangnya waktu di hadapan saudara-saudara saya tidak bisa baca, di akhir khutbah ini saya bacakan.Beliau bersabda,”Di dalam rahimiat  satu keistimewaan adalah, menutupi kelemahan (oranglain) juga.-Dan bagian ini  orang-orang umum tidak bisa mengetahui.Di dalam rahimiat memang terfikirkan akan Maha Pengasih-Nya Tuhan / berkali-kali berbelas kasih,namun “menutupi kelemahan”  tidak akan terfikirkan selama seseorang belum menjadi arifbillah.Oleh karena itu “menutupi kelemahan”karana jika berkali-kali mengasihi(Maha Pengasih),maka kamu harus  menutupi dosa-dosa sebelumnya baru memperoleh kesempatan untuk meraih belas kasih untuk kedua kali.Jika kamu tidak menutupi dari sebelumnya, maka dia akan ditangkap dan karena akibat dosa-dosanya dia akan dihukum .Maka ini merupakan kebesaran Tuhan bahwa bersama berkali-kali berbelas kasih,(Maha Pengasih) berkali-kali juga Dia menutupi kelemahan. Jadi ini merupakan point yang sangat aneh yang Hazrat Masih mauud jelaskan.Bahwa,”Di dalam rahimiat ada satu keistimwaan juga yaitu menutupi kesalahan.Namun sebelum menutupi itupun juga perlu  amal dan jika ada berkenaan dengan amal itu ada kekurangan yang tersisa maka Allah dengan rahinmiat-Nya akan menutupinya

Di dalam rahmaniat dan rahimiat ada satu perbedaan .Dan perbedaan itu adalah di dalam rahmaniat itu tidak andil amal.Yakni,dimana .Rahmaniat Tuhan  itu zahir itu bukanlah karena akibat dari satu perbuatannya.Kepada binatang juga umum kepada ummat manusia juga umum kepada yang belum lahir juga kepada nya juga perlakuan rahmaniat itu umum. Hujan turun, maka diantara yang baik dan yang buruk tidak dibedakan,itupun tidak di lihat bahwa ini baik maka disini hendaknya hujan dan ini buruk maka disini jangan hendaknya hujan. Ini merupakan perwujudan/penampakan yang umum Di dalam ini kepada semua kebaikan itu sampai.

Jadi bersabda,”Diantara rahmaniat dan rahimiat itu perbedaannya adalah bahwa di dalam rahmaniat itu usaha dan kerja tidak ada andil di dalamnya,namun di dalam rahimiat usaha dan amal ada andil di dalamnya. Namun bersama itu pula kelemahan menyertainya.Ada kelemahan, oleh karena itu kasih sayang Tuhan menghendaki untuk menutupi kelemahannya dan memberikan kesempatan padanya supaya lebih menjadi lebih baik dari yang biasa dia kerjakan ,yakni keadaanya menjadi baik dan kemudian Allah akan memanggilnya ketika telah diampuni.

Kemudian bersabda mengenai definisi Rahim,”Arrahiym,yakni yang menyiapkan ganjaran  kerja keras,usaha-usaha dan amal dan menganugerahi buah –buah yang baik.Ini hanya menolak kelompok yang menganggap amal itu adalah sia-sia.dan berkata apa yang kamu lakukan dengan sembahyang ,apabila Yang maha Pengampun menganugerahi karunia-Nya,maka akan masukdalam surga kalau tidak maka neraka jahannam.Dan kadang-kadang orang –orang itu juga mengatakan perkataan semacam ini yaitu,Tuan dengan banyak beribadat memangnya kita akan menjadi wali? Dan Hazrat Masih Mauud a.s. kadang-kadang memasukkan pribahasa  bahasa Punjabi dan pada umumnya orang-orang Punjab yang kadang –kadang bertemu dengan orang seperti itu.”Mia, apakah dengan beribadah begitu banyak  kita akan menjadi wali?” Jadi seperti itulah mereka melakukan seadanya,untuk sekedar gugur kewajiban. Punjabi,“Kalau sudah mengerjakan ya syukur, kalau tidak, ya tidak apa-apa.” Dengan mengatakan seperti itu Tuhan menolak orang yang seperti itu dan Dia memberitahukan bahwa yang bekerja keras dan sibuk dalam cinta dan fana pada-Nya maka Dia akan lebih dari orang lain dan dia menjadi diterima di hadapan Tuhan dan orang yang seperti itu Tuhan sendiri yang akan memeliharanya.Sebagaimana berfirman, “walladziyna jaahaduw fiyna lanahdiannahum subulana –Yakni orang-orang yang berjuang demi untuk kami pada akhirnya  kami memperlihatkan kan jalan kami kepada mereka .

Seberapa banyak nabi-nabi dan orang-orang suci berlalu ketika mereka melakukan perjuangan-perjuangan besar di hadapan Tuhan maka pada akhinya Tuhan memperlihatkan pada merekapintu-pintu-Nya,namun mereka yang tidak mengimani kebenaran Tuhan pada umumnya inilah ucapan mereka ,apa hasil dari usaha kami,apa yang telah tertulis dalam takdir itu pasti akan terjadi.Kerja keras kita tidak ada artinya.

Dari ini masaalah juga menjadi terselesaikan bahwa bahasan taqdir yang di dalamnya masaalah taqdir disebutkan.disitu bukanlah maksudnya bahwa apa saja yang kamu kerjakan pasti Saya akan maafkan.Yang layak untuk ampunan mereka itulah yang akan dimaafkan. Mereka berkata,”Bahwa apa yang telah tertulis dalam suratan itu tetapyang akan terjadi, tidak ada perlunya kerja keras kita.Apa yang akan terjadi itu akan terjadi dengan sendirinya. Dan mungkin inilah dari dalam hati agama/pandangan pencuri-pencuri,perampok –perampok dan  penjahat lainnya. Pendeknya hal ini hendaknya diingat bahwa pekerjaan Tuhan ada dua macam  satu adalah, yang di dalamnya amal tidak ikut campur.Seperti,matahari, bulan,angin dlsb. yang Tuhan tampa suatu usaha kita,sebelum kelahiran kita,telah Dia siapkan dengan kekuasaan-Nya yang sempurna.Dan kedua,adalah yang di dalamnya ada andil amal dan orang-orang ‘abid/tekun beribadah ,zahid/orang zahid/yang memutuskan hubungan dengan dunia dan orang-orang yang selalu waspada dari hal-hal yang buruk dengan beribadah merek meraih ganjarannya.

Sekarang sesudah khutbah ini topik ini secara sepintas saya selesaikan untuk ke depan –insyallah,topik rahmaniat dan rahimiat ini akan terus berjalan dan selain rahimiat sebagian ayat-ayat rahimaniat yang sebelumnya belum dibahas  saya akan berusaha untuk mengambilnya kembali,tidak semuanya. Dan apabila sifat ini akan selesai,maka sifat-sifat Tuhan yang 99 masih tersisa itu yang bahasannya akan dimulai.Dan ini jelas,bahwa sesudah kehidupan saya pun bahasan ini akan tetap berjalan dan khalifah yang akan datang jika mereka memperoleh taufik maka mereka juga bahasan ini akan mereka terus kembangkan.

Qamaruddin Syahid

(Visited 16 times, 1 visits today)