Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

11 Juni 2004 di Mesjid Baitulfutuh, Morden, London

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan jadilah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang saleh/benar. At-Taubah 119

Kapan saja Allah membangkitkan para nabi, maka orang-orang yang mengimaninya, orang-orang yang beriman padanya/pengikutnya adalah merupakan para penegak standar ketakwaan yang tinggi. Dan standar tinggi ketakwaan mereka senantiasa tegak, senantiasa menonjolnya ke depan ketakwaan mereka, nampaknya pada dunia ketakwan mereka ( tidak dari diri mereka itu menjadi nampak pada dunia) dan dalam diri mereka purubahan ini nampak akibat upaya menciptakan perubahan suci di dalam diri mereka dan akibat kedekatan yang mereka raih dari nabi dengan bantuan Allah dan karunia-Nya. Dan tidak hanya ini, tetapi dia sendiri juga hasil/akibat mengitaati (rasul itu) atau mengikuti secara utuh, akibat/hasil iman yang sejati , akibat tegaknya ketakwaan dalam diri mereka dan akibat menciptakan perubahan suci di dalam dirinya, mereka termasuk menjadi orang-orang yang saleh. Kemudian untuk selanjutnya mereka menjadi faktor bimbingan bagi banyak orang, dan itu tengah terjadi, sebagaimana Hadhrat Masih Mauud a.s di suatu tempat bersabda, bahwa berkah ini tidak akan terhenti/statis, bahkan ini merupakan sebuah amal yang aktif terus menerus. Kalau tidak, maka ketentuan /izin yang terdapat dalam ayat وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (jadilah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang saleh ) maksudnya menjadi hilang /berakhir. Jika amal ini menjadi statis /terhenti maka hukum/perintah ini akan menjadi sebuah kisah sejarah belka. Kemudian,tentu orang-orang bertanya, siapakah mereka yang saadiq/benar, dimana mereka yang akan bersama kami lalu kami akan meraih karunia-karunia Allah.

Jadi kata-kata ma’rifat ini kita ketahui lewat perantaraan pecinta sejati Rasulullah saw(Hadhrat Masih Mauud a.s). Kekuatan daya pensucian beliau telah menyiapkan sebuah lasykar orang-orang yang saleh, yang dalam keruhanian sedemikian majunya sehingga mereka meraih martabat para sahabah. Kini kalian setelah tinggal berada dalam Jemaat pecinta sejati Rasulullah saw ini, setelah meraih berkah ilmu-ilmu dan ma’rifat Al-Quran kalian dapat terhitung dalam kelompok orang-orang yang saleh /jujur. Jadi dimana dalam ayat ini kepada orang-orang yang beriman, kepada orang-orang yang berjalan pada jalan takwa terdapat perintah bahwa tinggallah kamu dengan orang-orang yang saleh, disana kepada kita terdapat juga perintah yang karenanya timbul rasa khawatir dalam diri kita dan seyogianya memang demikian hendaknya bahwa kita sendiri harus menjadi orang yang saleh /jujur. Saudara-saudara telah bergabung dalam jemaat imam pada zaman ini, untuk itu ciptakanlah perubahan suci dalam diri saudara-saudara, jadilah saudara-saudara sendiri menjadi faktor/penyebab penyuluh jalan bagi orang-orang lain, kalau tidak, sesuai dengan janji Allah orang-orang yang jujur/saleh akan terus lahir, tapi jangan sampai terjadi kita jauh dari ajaran lalu terus jatuh dalam lubang kesesatan dan kemudian datang lagi sebuah Jemaat orang saleh/benar yang memberikan penyuluh jalan pada orang-orang. Allah jelas akan terus mengirim hamba-hamba-Nya yang saleh untuk menegakkan dunia di atas petunjuk. Kita seyogiannya senantiasa tunduk pada-Nya, senantiasa tunduk itaat,senantiasa memohon pada-Nya supaya kita terhitung pada orang-orang yang termasuk dalam orang-orang yang saleh, senantiasa terus terikat dengan orang-orang yang saleh. Senantiasa terus menyatu terikat dengan imam zaman,menjadi orang-orang yang meraih karunia dari ajaran-ajaran beliau dan menjadi orang-orang yang menciptakan perubahan ruhani di dalam dirinya dan menjadi faktor petunjuk bagi orang-orang. Jangan terjadi bahwa kita terus saja cenderung tunduk pada dunia dan lama kelamaan kita sedemikian jauh dari agama sehingga syaithan melakukan penyerangan pada kita. Dan syaitan mula-mula mengiming-imingi/mengobral janji tatkala melakukan penyerangan lalu sesudahnya baru meninggalkan. Oleh karena itu dengan penuh kehati-hatian seyogiannya melangkah dalam hidup ini; senantiasa hendaknya tunduk pada Allah dan senantiasa memohon doa pada-Nya.

Di dalam Al-Quran Allah berfirman

يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا.لَقَد

ْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari berdzikir pada Allah setelah datang kepadaku dan syaitan memang meninggalkan manusia tampa penolong. Al-Furqan 29-30

Jadi untuk menghindar dari syaitan- sebagaimana sebelumnya juga saya telah katakan- kita seyogiannya terus senantiasa memberikan perhatian pada perbaikan diri kita sendiri; senantiasa terus memberikan perhatian pada peningkatan ketinggian keruhanian kita dan pada zaman ini cara/jalan yang benar yang telah diberitahukan pada kita untuk memahami agama, Hadhrat Masih Mauud a.s lah yang telah memberitahukan pada kita. Oleh karena itu, seyogiannya kita senantiasa membaca buku-buku beliau. Hal inipun termasuk dalam katagori pergaulan dengan orang-orang yang saleh,yakni diambil faedah dari ilmu kalam beliau.

Hadhrat Muslih Mauud r.a dalam kaitan ini bersabda :

“Sesudah itu Allah menyebut faktor-faktor dan sebab-sebab kehancuran bahwa manusia itu terus jatuh dalam lubang kesesatan akibat pergaulan bebas/kotor. Pertama, dia akan bangga tentang pergaulan dengan kawan-kawannya,tetapi apabila dia terperosok dalam malapetaka maka dengan sendirinya mereka mengucapkan يا ليتنى لم اتخذ فلانا خليلا -yaa laitani lam attakhidh fulaanan khaliila –hai kirannya saya tidak menjadikan si fulan sebagai teman. Dia telah menyesatkan saya. Oleh karena itulah secara khusus Al-Quran telah menasehatkan secara khusus pada orang-orang yang beriman: وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ -dan hai orang-orang yang beriman ! kamu senantiasalah berupaya bersama orang-orang yang benar.At-taubah 119 .Pada hakekatnya manusia tidak mungkin tidak terpengaruh dengan orang-orang yang berada di sekitarnya /lingkunganya, tetapi jika untuk persaudaraan dan untuk tinggal bersama dia akan memilih orang-orang yang berakhlak luhur dan bertujuan luhur ,maka pasti dia akan berupaya untuk menjauhkan segenap kekurangan-kekurangan dan lama kelamaan upayanya ini akan terbukti membawa langkahnya ke arah keluhuran – keluhuran akhlak. Akan tetapi jika dia memilih kawan-kawannya yang jahat, maka mereka sama sekali tidak akan pernah membawanya pada jalan yang banar, bahkan mereka akan terbukti mendorong mereka pada akhlak yang rendah.

Kemudian Hadhrat Muslih Mauud r.a. memberikan sebuah permisalan bahwa ada seorang pelajar Sikh yang sangat fanatik kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. maka beliau menulis padanya bahwa pada mulanya saya sangat yakin akan keberadaan wujud Tuhan, tetapi kini sedikit timbul keragu-raguan pada diri saya. Maka Hadhrat Masih Mauud a.s memberikan jawaban padanya bahwa dari antara rekan kamu pasti ada yang memiliki keyakinan atheis yang kini pengaruhnya mulai menulari dirimu, karena itu gantilah tempat dudukmu. Maka dia mengganti tempat duduknya dan dengan sendirinya perbaikan terjadi dalam dirinya. Bersabda, bahwa dari itu dapat dibayangkan bahwa betapa buruk pengaruhnya. Yakni inilah hikmah yang sehingga apabila Rasulullah saw pergi ke suatu majlis maka sedemikian banyak beliau mengucapkan istigfar supaya jangan ada gerakan buruk yang dapat berpengaruh pada kalbu beliau yang suci. Tafsir Kabir jilid 6 hal. 481-482

Jadi, lihatlah bahwa Rasulullah saw pun sedemikian banyak mengucapkan istigfar.

Kemudian tercantum sebuah riwayat dalam sebuah hadis yang merupakan hal sangat penting yang kedua orang tuapun sepatutnya memberikan perhatian ke arah itu dan para pemuda yang tengah melalui masa remaja mereka.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, manusia berada pada agama kawannya”. Yakni, pengaruh akhlak kawannya berpengaruh pada manusia. Oleh sebab itu dia seyogianya berfikir dengan siapa dia berkawan. Sunan Abi Daud kitabul adab bab man yu’maraan majaalis maka kedua orang tua pun senantiasa memberikan pengawasan pada hal itu dan pengawasan ini jangan hendaknya dilakukan dengan kekerasan. Bahkan dengan anak-anak harus dilakukan tampa formalitas /tampa dibuat-buat, jauh sebelumnya juga saya telah menyampaikan beberapa kali berkaitan dengan itu. Kebanyakan saya telah sampaikan bahwa pada lingkungan masyarakat Eropa ini, bahkan dewasa ini yang terdapat adalah pengaruh barat, pengaruh kekuatan-kekuatan dajjal, pengaruh serangan-serangan syaitan; itu telah terjadi dimana-mana akibat tersedianya sarana –sarana kemudahan atau adanya kemudahan dalam kemunikasi, maka saya tengah katakan bahwa untuk menghadapi serangan-serangan syaitan itu kedua orang tua harus menciptakan lingkungan yang bersahabat/persahabatan dengan anak-anak mereka, khususnya, di negara-negara dimana ada orang-orang ahmadi yang baru datang. Mereka mula-mula menunjukkan kelembutan, sesudahnya menjadi lebih keras. Tidak ada paradigma/gambaran bahwa dengan anak-anak pun dapat diciptakan persahabatan.Oleh karena itu sepatutnya kepada mereka ditanamkan kesadaran dengan menciptakan lingkungan (persahabatan) ini sehingga dapat ditanamkan mana yang buruk dan mana baik. Dengan demikian anak-anak dari masa kanak-kanak sudah mengetahui dan kemudian pada saat remajapun mereka mengetahui. Setelah sampai di suatu umur tertentu kedua orang tua sendiri enggan untuk berbicara dengan anak-anak mereka, ini pun juga merupakan sebuah kekeliruan. Untuk membawa mereka kepada agama,untuk menciptakan dalam diri mereka akan pentingnya agama harus menciptakan dalam diri mereka sebuah ikatan dengan Tuhan.Untuk itu kedua orang tua disamping dengan iringan doa-doa harus melakukan upaya-upaya keras juga. Dan sampai pada waktu itu pekerjaan ini tidak akan berhasil selama kedua orang tua sendiri tidak terhitung dalam kelompok orang-orang yang soleh.

Kemudian seyogianya juga memberikan perhatian bahwa dengan siapa anak-anak berkawan, seharusnya diketahui juga kawan anak-anak. Misal yang baru saja disebutkan tentu saudara-saudara telah mendengar bahwa hanya akibat duduk di tempat duduk itu seorang siswa terpengaruh dengan keyakinan atheis. Tetapi misal-misal ini kendatipun berkali-kali telah dikemukakan, kendatipun berkali-kali diberikan pengertian, kinipun dari pihak kedua orang tua terus saja mengalir pengaduan-pengaduan diterima, bahwa setelah mereka mengambil tindakan keras /bersikap keras atau kemudian sama sekali ke arah lain lalu memberikan dukungan yang salah mereka telah menghancurkan anak-anak mereka. Seorang anak yang sampai pada umur lima belas atau enam belas tahun tadinya sangat baik, dengan Jemaat pun terdapat ikatan,dengan nizam Jemaat Juga mereka memiliki ikatan, di Athfalul ahmadiyah mereka juga mengambil bagian. Tetapi tatkala sampai pada umur lima belas enam belas tahun maka kemudian dengan serta merta dia mundur ke belakang, dan terus mundur /menarik diri hingga didapatkan juga keluhan-keluhan bahwa anak-anak seperti itu dengan kedua orang tuapun mereka berpisah. Dan kemudian sejumlah anak-anak perempuan pun menjadi sia-sia seperti itu. Yang bagaimanapun juga hal seperti itu sangat disesakkan. Jadi jika kedua orang tua dari sejak awal mewaspadai hal itu maka kasus-kasus ini tidak akan terjadi.

Kemudian kepada anak-anak juga saya katakan/nasehatkan bahwa berkawanlah setelah berfikir matang-matang. Janganlah menyangka bahwa ibu bapak adalah musuh kalian atau dari seseorang ada yang menghalang-menghalangi kalian,bahkan umur lima belas dan enam belas tahun merupakan umur yang sepatutnya kalian sendiri yang harus menyadari bahwa kawan-kawan kami, apakah bukan merupakan kawan yang merusak, apakah bukan merupakan kawan yang membawa jauh dari Tuhan; sebab mereka yang membawa jauh dari Allah bukanlah merupakan kawan yang memiliki simpati dan solidaritas /sependeritaan terhadap kalian dan tentu tidak akan bisa menjadi kawan kalian yang sejati. Dan sebagai seorang anak Ahmadi tentu harus memetik faedah dari pergaulan orang-orang saleh, karena itu waspadalah, ini adalah kelompok syaitan, bukan kelompok orang-orang yang saleh. Oleh karena itu janganlah dengan duduk bersama mereka menjadi faktor nama buruk kalian,dengan bersahabat dengan anak-anak seperti itu atau dengan remaja-remaja seperti itu jangan menjadi penyebab tercemarnya nama baik keluarga kalian dan senantiasa pertahankanlah hubungan dengan nizam. Apapun yang nizam berikan pengertian pada kalian itu, Jemaat berikan pengertian pada kalian adalah untuk kebaikan dan keuntungan /kemaslahatan kalian. Berilah perhatian pada shalat. Berilah perhatian pada tilawat Al-Quran.Semoga Allah melindungi segenap anak-anak kita dari serangan syaitan.

Bersumber dari Abu Musa Asy’ari bahwa beliau meriwayatkan :

“Rasulullah saw bersabda bahwa misal kawan yang baik dan kawan yang buruk adalah seperti misal dua orang, yang seorang membawa kasturi dan yang seorang membawa tungku api. Orang yang membawa kasturi akan memberikan aroma harum yang gratis pada anda atau engkau akan membeli darinya. Kalau tidak sekurang-kurangnya kamu akan dapat mencium bau semerbak harumnya. Sementara orang yang membawa tungku api yang bernyala ataukah akan membakar kainmu atau asapnya yang busuk akan menggangu hidungmu. Muslim kitabulbirri washilah bab istijabatul majalisisshaalihiin

Jadi semoga Allah menjadikan kita menjadi orang-orang yang senantiasa membagi-bagi harumnya kasturi dan semoga terlahir perubahan suci itu didalam diri kita, yang tidak hanya memberikan faedah pada diri kita bahkan orang-orang pun dapat memetik faedah. Jadi untuk itu perlu banyak kerja keras; untuk melindungi generasi kitapun perlu banyak menaruh perhatian. Semoga Allah menganugerahkan taufik pada kita semua.

Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s bersabda: Dalam pergaulan terdapat kemuliaan yang sangat besar. Pengaruhnya sedikit banyak akan mendatangkan faedah. Jika pada seseorang terdapat wangi-wangian maka secara otomatis orang yang duduk disebelahnya menikmati harumnya. Demikian pula pergaulan dengan orang-orang saleh akan meniupkan suatu ruh siddiqiat/kejujuran “. Yakni, pergaulan dengan orang-orang saleh pun meniupkan ruh kebenaran . Itu akan menciptakan ruh/semangat untuk motivasi. Bersabda, “ Saya katakan dengan sejujurnya bahwa pergaulan akrab seorang nabi dan nabi (adalah) menyatukan ”. Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:”Jika ikatan benar/betul, maka martabat keruhanian yang diraih oleh seorang nabi, seperti itu pulalah martabat yang diraih oleh para pengikut yang sejati. Maka karena itulah terdapat firman Allah dalam Al-Quran

 وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ –(dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.) Dari antara keindahan-keindahan Islam yang tidak tertandingi, inilah merupakan sebuah keindahan Islam bahwa pada setiap zaman senantiasa terdapat orang-orang saleh seperti itu. Al-hakam jilid 10 nomer 2 tanggal 14 januari 1906 hal 5 Malfuzhat jilid 4 hal. 608 Cetakan baru

Hadhrat Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda(ini adalah hadis panjang yang sebagian akan saya bacakan) bahwa sejumlah malaikat suci Allah mondar mandir kesana kemari, mereka senantiasa mencari tempat/majlis-majlis dzikir. Apabila mereka menemukan majlis yang dimana tengah dilakukan dzikir Ilahi maka mereka duduk disana dan mereka menyelimuti/menaungi orang-orang yang duduk disana dengan sayap-sayapnya. Seluruh kawasan/ufuk penuh dengan naungan sayap mereka. Dan apabila orang-orang bangun meninggalkan majlis itu maka merekapun naik ke langit. Maka kemudian inilah tanya jawab Allah yang panjang bahwa, apa yang mereka minta ? mereka memohon surga, memohon perlindungan dan menginginkan/memohon ampunan. Maka Allah berfirman bahwa jika mereka mengetahui perlindungan Saya bagaimana dan ini semuanya, maka bagaimana kondisi mereka ? Dan kemudian Dia berfirman, baiklah jika mereka menginginkan ampunan-Ku dan mereka memohon ampunan, maka saya telah memaafkannya dan Saya telah memberikan segala-galanya yang telah dia mohon pada Saya. Maka atas hal itu malaikat berkata/menjawab bahwa hai Tuhan kami ! Hai Tuhan kami, di dalamnya terdapat juga orang yang berdosa. Dia lewat disana dan karena melihat mereka berdzikir maka diapun ikut juga berdzikir. Maka Allah berfirman bahwa Saya juga memaafkan dia. Sebab mereka ini adalah merupakan orang-orang yang orang-orang yang duduk bersamannya pun tidak menjadi mahrum atau bernasib malang.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Apabila seorang duduk di dekat para pilihan Tuhan dan di dekat orang yang saleh, maka disana kebenaran/kejujuran mulai bekerja. Tetapi mereka yang meninggalkan pergaulan orang-orang pilihan Tuhan lalu memilih pergaulan dengan orang-orang jahat dan orang-orang nakal, maka di dalam dirinya kejahatan /keburukan akan terus menerus menanamkan pengaruhnya. Oleh karena itu di dalam Al-Quran dan hadis-hadis terdapat penekanan dan ancaman. Dan tertulis bahwa dimana terdapat penghinaan terhadap Allah dan Rasul-Nya, maka kamu segeralah angkat kaki pergi dari majlis itu. Kalau tidak barangsiapa yang mendengar penghinaan lalu tidak bangun dari situ maka hitungannya pun akan termasuk di dalam itu juga. Orang yang tinggal bersama orang-orang saleh dan para pilihan Tuhan di dalam itulah mereka ikut serta. Oleh karena itu betapa pentingnya manusia mengamalkan anjuran/perintah وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ –(dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.) Tertera dalam hadis suci bahwa Allah mengirim malaikat ke dunia, mereka datang pada majlis orang-orang suci dan tatkala mereka kembali maka Allah berfirman/bertanya padanya bahwa apa yang kamu telah lihat ? Mereka menjawab bahwa kami telah melihat sebuah majlis, yang dimana mereka tengah berdzikir /menyebut nama Engkau , tetapi ada seorang yang bukan dari antara mereka. Maka Allah berfirman, tidak, dia pun dari antara mereka juga,sebab

انهم قوم لايشقى جليسهم -innahum qaumun laa yasyqaa jaliisuhum. (sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak sial kawan yang duduk bersamanya) dari itu dapat diketahui bahwa betapa besar faedahnya pergaulan dengan orang-orang yang saleh. Betapa malangnya orang-orang yang jauh dari pergaulan itu .”

Bersabda: Singkat kata, satu dari antara pengaruh-pengaruh /dampak-dampak nafsu muthmainnah juga bahwa mereka meraih ketenteraman dalam pergaulan orang-orang yang telah mencapai tingkatan nafsu muthmainnah. Di kalangan orang-orang yang bermartabat nafsu ammarah( berkarakter lekas terperosok dalam keburukan) terdapat pengaruh-pengaruh nafsu ammarah. Dan di di kalangan orang-orang yang bermartabat nafsu lawwamah (menyesali diri jika melakukan keburukan) terdapat pula pengaruh-pengaruh nafsu lawwamah dan siapa yang duduk dalam pergaulan orang-orang berperingkat telah mencapai nafsu muthmainnah, maka di dalam diri merekapun akan terdapat nampak pertanda-pertanda ketenteraman dan kerukunan dan secara interen /dari dalam diri mereka, mereka secara diam-diam meraih kepuasan/ketenteraman ”.Al-Hakam jilid 8 no. 2 tgl 17 Januari 1904 hal.1

Kemudian beliau bersabda: “ Allah telah memberitahukan satu jalan untuk perbaikan jiwa, yaitu وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.) yakni orang yang tegak pada kebenaran baik dari segi ucapan, prilaku,amalan/praktik dan keadaan “. Yakni ucapan-ucapan pun, gerak-geriknya pun dan amalnya pun seperti itu dan kondisi yang ada pun menzahirkan bahwa dia tetap teguh dalam kebenaran” tinggallah bersama mereka. Sebelumnya Dia berfirman يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ -Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah; Ali Imran 101. Maksudnya ialah bahwa pertama-tama harus ada iman, kemudian secara sunnah meninggalkan tempat –tempat/ sarang-sarang keburukan lalu tinggal dalam pergaulan orang-orang yang saleh. Pergaulan memiliki pengaruh yang sangat besar yang dengan diam-diam terus bekerja dari dalam. Jika seorang setiap hari pergi ke rumah tunasusila lalu mengatakan, apakah saya melakukan zina ? Seharusnya katakanlah padanya bahwa ya, engkau akan melakukannya dan pada suatu saat atau pada suatu hari, mau tak mau dia pasti akan terperosok dalam hal itu,sebab di dalam pergaulan terdapat pengaruh. Demikian pula orang yang pergi ke rumah/tempat minuman keras. Betapapun dia menghindari sambil mengatakan bahwa saya tidak akan minum; tetapi, pada suatu sat akan tiba saatnya dia pasti akan minum. Jadi jangan sampai tidak ada pengetahuan bahwa dalam pergaulan terdapat pengaruh yang sangat besar. Oleh karena itu lah untuk perbaikan jiwa Allah memerintahkan وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ – (Jadilah/tinggal bergaullah dengan orang-orang saleh). Barangsiapa yang pergi pada pergaulan yang baik, baik dia dalam corak menentang sekalipun, tetapi pergaulan itu tidak akan tinggal diam tampa menanamkan pengaruhnya dan pada suatu hari dia akan berhenti dengan sikap penentangannya. Al-Hakam jilid 8 no.1 tgl 10 Januari 1904 hal.4

Jadi, sebagaimana Hadhrat Masih Mauud a.s sabdakan : Jika setelah pergi pada tempat-tempat yang kotor lalu kemudian ada seorang mengatakan ,siapa saya ini yang akan melakukan pekerjaan ini. Jika setelah pergi ke tempat minuman keras lalu dia mengatakan, minuman keras yang mana yang saya minum, maka beliau bersabda bahwa , pada suatu hari dia akan terpengaruh oleh lingkungan itu;dan bisa jadi dia mulai minum. Oleh karena itu, tertera dalam hadis bahwa terdapat larangan untuk meminum segala jenis minuman keras,terdapat pelarangan untuk orang yang memberi minum dan juga untuk yang membuatnya juga dan untuk yang memeras jusnya, semuanya.

Beberapa tahun sebelumnya Hadhrat Khalifatul Masih IV r.h karena itulah bersabda bahwa mereka yang datang kemari, lalu mereka bekerja di lestoran seperti itu, dimana dijual minuman keras, maka akhirilah pekerjaan seperti itu dan tinggalkanlah perkerjaan itu dan dari pihak Jemaat sangat baik sekali tanggapan /responnya. Dan kurang lebih semua telah meninggalkan pekerjaan seperti itu atau telah meninggalkan bisnis seperti itu. Tetapi, untuk memakan daging babi pun di dalam Al-Quran terdapat pelarangan. Kinipun ada orang-orang yang bekerja di lestoran yang seperti itu dimana dibuat hamburger atau mereka menghidangkan hamburger. Jadi, ini yang mengatakan, yang mana yang kami gunakan? Tetapi, sebagaimana Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda bahwa terkadang tiba suatu saat dimana bagaimanapun juga mengelak manusia akan terpengaruh oleh barang-barang itu. Dan jangan sampai terjadi pada suatu hari hamburger pun mereka akan gunakan/tau itu dimakan. Oleh karena itu sebelumnya mulailah melakukan penghematan. Dan seyogiannya meninggalkan pekerjaan-pekerjaan seperti itu. Ada banyak tempat-tempat dimana pekerjaan itu bersih, disana didapatkan pekerjaan-pekerjaan, didapatkan lapangan-lapangan kerja /job-job, sepatutnya seperti itu seharusnya yang dicari. Jika ditinggalkan demi karena Allah maka -insyallah- akan terdapat keberkahan . Dan ini merupakan langkah yang sangat pasti untuk perbaikan jiwa.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda : Ada dua hal: Satu adalah seyogianya berdoa, dan kedua adalah وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ ( dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.) tinggallah dalam pergaulan orang-orang pilihan supaya dengan tinggal dalam pergaulannya kamu dapat mengetahui bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha kuasa, Dia Maha melihat dan Dia Maha mendengar, Dia mengabulkan doa-doa dan dengan rahmat-Nya Dia menganugerahkan ribuan nikmat-nikmat-Nya pada hamba-hamba-Nya. Al-Badar jilid no.2 no.28 tanggal 31 Juli th 1903 hal.1

Di zaman ini sebagaimana saya telah katakan bahwa sejalan dengan doa-doa seyogianya memetik faedah dari tafsir-tafsir dan dari ilmu kalam Hadhrat Masih Mauud a.s . Jika ingin mengerti Al-Quran dan ingin memahami hadis-hadis maka seyogianya menaruh perhatian pada buku-buku Hadhrat Masih Mauud a.s. Ini tentu merupakan nikmat besar bagi orang-orang yang memahami bahasa urdu karena segenap kitab-kitab itu tertulis dalam bahasa urdu. Kebanyakan dalam bahasa Urdu , ada beberapa yang tertulis dalam bahasa Arab. Kemudian bagi mereka yang tidak terpelajar untuk mereka dilakukan dares-dares di mesjid-mesjid,hendaknya duduk di dalamnya dan mendengarkan dares-dares itu. Kemudian dengan perantaraan MTA seyogiannya memetik faedah dari itu. Dan kru/petugas MTA pun di berbagai negara seharusnya memasukkan perogram-perogram seperti ini dalam perogram mereka , yang dimana di dalamnya juga disajikan terjemah-terjemah kutipan-kutipan buku-buku Hadhrat Masih Mauud a.s dalam bahasa mereka sendiri. Dimana-mana itu telah dilakukan dan terjemah-terjemah dapat memberikan kepuasan, itu –singkatnya – dapat disajikan juga. Demikian pula kalangan pakar Urdu, negara-negara yang memahami bahasa urdu, seyogianya perogram-perogram dalam bahasa Urdu yang sudah jadiharus datang dari sana. Yang di dalamnya sebanyak-banyaknya nampak pada dunia butir-butir/point-point makrifat kalam Hadhrat Masih Mauud a.s dan untuk kita juga dan untuk orang yang lain pun dapat menjadi faktor /penyebab turunnya petunjuk.

Dengan karunia Allah, yang mana tidak terhingga orang-orang tengah mendapat taufik untuk menerima Ahmadiyah, dalam jumlah berpuluh-puluh juta orang-orang telah menjadi Ahmadi. Untuk tarbiat mereka pun penting bahwa sampai kepada merekapun diupayakan menyampaikan sabda-sabda Hadhrat Masih Mauud a.s dan langkah ini sangat bermamfaat dari segi tarbiat. Untuk bidang-bidang tarbiat juga akan sangat bermamfaat. Jadi sejalan dengan doa-doa sepatutnya memberikan perhatian ke arah itu. Dan jemaat di setiap negara dimana dimana terdapat departemen/bidang tarbiat mereka seyogianya memberikan perhatian ke arah itu dan mengambil faedah dari itu.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda:Lihatlah, pada suatu saat Rasulullah saw hanya sendirian, tetapi orang-orang terseret-seret datang pada ketakwaan yang hakiki, padahal kini terdapat ratusan ribu para mulla/ulama dan para muballigh , tetapi karena di dalamnya tidak ada kejujuran, tidak ada keruhanian itu, oleh karena itu daya pengaruhpun tidak terdapat di dalamnya. Zat beracun mematikan yang ada dalam diri manusia itu tidak dapat jauh/hilang hanya dengan sekedar ucapan kata-kata belaka, untuk itu perlu pergaulan orang yang saleh dan perlu perhatian mereka juga. Oleh karena itu untuk menjadi orang yang meraih karunia, menjadi sewarna dengan mereka dan akidah-akidah benar yang Tuhan telah berikan pemahaman pada mereka, sangat penting memahami itu. Malfuzhat jilid 3 hal 446 Cetakan Baru

Oleh karena itu lihatlah, dewasa ini surat-surat Kabar penuh dengan hal-hal itu. Banyak sekali para kolumnis menulis bahwa kita memiliki mesjid-mesjid. Orang-orang begitu mendengar azan mereka pergi ke mesjid-mesjid dengan berkelompok-kelompok dalam barisan-barisan mereka; saudara-saudara tengah menyaksikan itu; mereka pergi menunaikan haji dan memberikan sedekah dan infak pun banyak yang orang-orang lakukan. Tetapi apa sebabnya tidak nampak pada kita hasil baik dari semua kebaikan- kebaikan itu, itu tidak nampak pada kita /kami,dan ummat Islam terus menerus terkepung dalam bahaya-bahaya dari segenap penjuru. Jadi mereka jelas tahu apa sebabnya. Tetapi terhdap sosok wujud yang bangkit di dunia ini untuk menciptakan perbaikan pada zaman ini- yang tidak lain adalah merupakan pecinta sejati /murid sejati Rasulullah saw – terhadapnya mereka justru melakukan perlawanan. Secara zahir mereka tengah menjalankan penunaian hak-hak hukum-hukum Allah, tetapi secara batin dengan mengamalkan segenap rukun Islam hanya untuk sekedar pernyataan pamer.Mereka meraih faedah-faedah dunia dari itu. Ibadat-ibadat hanya untuk sekedar ungkapan formalitas belaka;haji adalah untuk pernyataan sikap belaka;sedekah dan infak hanya untuk pernyataan sikap belaka. Walhasil, di setiap perkara nampak aroma berbau campuran dunia. Jadi apabila telah terjadi campur aduk dunia dan perlawanan terhadap imam zaman pun telah sampai pada puncaknya, bahkan menimpakan kerugian kepada para pengikutnya mereka anggap merupakan pekerjaan yang mendatangkan pahala, maka kalau begitu inilah tentu perlakuan Allah untuk orang-orang seperti itu dan inilah yang akan terjadi. Semoga Allah menganugerahkan akal dan pengertian pada orang-orang seperti itu, yang berjalan mengikuti ulama-ulama mereka yang seperti itu, yang tidak ada tindakan amal nyatanya. Di benak mereka pun tercetus terkait dengan hal petunjuk bahwa kini jika ingin meraih sesuatu dan ingin mengembalikan /membangun kembali kemuliaan/pamor yang telah hilang, maka semua itu adalah dapat terjadi dengan pergaulan orang-orang saleh dan hanya dengan bergabung dalam Jemaat imam zaman dan pecinta sejati/murid sejati Muhammad saw. Kalau tidak, maka kemudian peperangan/perkelahian, percekcokan /perselisihan, pukul memukul saling bunuh membunuh dan semua bentuk kehinaan dan kemerosotan semuanya sudah merupakan ketentuan untuk mereka. Dan pada akhirnya inilah yang akan kalian katakan bahwa, hai kiranya kami jangan terpedaya dalam tipu daya syaitan.

Jadi, kita orang-orang ahmadi dalam arti hakiki inilah jadinya kewajiban kita bahwa kita dapat berdiri pada kebenaran yang hakiki dan hal ini juga menarik perhatian kita untuk mendoakan ummat Islam lainnya supaya Allah menganugerahkan akal/kebijakan dan pengertian/pemahaman pada mereka.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: Tertera dalam Al-Quran قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا -sesungguhnya telah meraih keselamatan orang yang mensucikan jiwanya, As-syam 10 . Untuk pensucian jiwa menciptakan pergaulan dan ikatan dengan orang-orang yang saleh merupakan hal yang sangat bermamfaat , dusta dan akhlak keji /buruk dll sepatutnya menjadi hilang jauh. Dan barangsiapa yang tengah berjalan di atas jalan kepadanyalah harus menanyakan jalan. Seyogianya sejalan dengan itu terus menerus memperbaiki kesalahan-kesalahannya sendiri, sebagaimana tampa mengeluarkan kesalahan-kesalahan latihan imla’/ dekte menulis tidak akan benar , demikian pula tampa mengeluarkan kesalahan-kesalahan, akhlak juga tidak akan lurus. Manusia merupakan hewan yang apabila secara bersama-sama dilakukan pensucian jiwa maka dia akan berjalan pada jalan yang lurus, kalau tidak dia akan tersesat. Malfuzhat jilid Ihal 309 Cetakan Baru

Semoga Allah senantiasa menarik perhatian kita untuk perbaikan terhadap diri kita dan jangan pernah syaitan dapat berhasil melakukan penyerangan pada kita.

Kemudian beliau bersabda ,” Orang-orang mencari supaya mereka dapat menemukan hakikat, tetapi hal ini tidak akan begitu saja dapat diraih dengan tergesa-gesa,selama belum ruh manusia larut lalu jatuh di hadapan singgasana Ilahi dan selama belum yakin bahwa itu merupakan maksudnya yang hakiki. Baru akan dibukakan pintu hakikat (sesuatu)untuknya, tetapi semua ini bergantung pada karunia Tuhan dan dengan pergaulan orang-orang saleh lah semua perkara ini dapat diraih. Malfuzhat jilid 5 hal 346-347 Cetakan Baru

Semoga Allah menganugerahkan taufik kepada kita bahwa sambil tunduk dihadapan Tuhan kita harus memohon pada-Nya, kita hargailah hadiah yang mana Allah telah anugerahkan pada kita karena bergabung dalam Jemaat Hadhrat Masih Mauud a.s. Semoga kita menjadi orang-orang yang beriman terhadap sepenuhnya pendakwaan-pendakwaan beliau dan menjadi orang-orang yang terus memperteguh iman kita dan dengan terikat bersama orang yang saleh kita juga menjadikan diri kita layak menjadi orang yang saleh dan kepada generasi-generasi kita juga kita berupaya dengan segenap pemikiran untuk tetap memiliki ikatan dengannya. Semoga Allah menganugarahi taufik kepada kita semua.

Qamaruddin Shahid