Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

21 November 2003 di Masjid Baiturrasyid, Hambargh, Jerman

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

 

اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عيده ورسوله

اما بعد فاعوذبالله من الشيطان الرجيم . بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.الرَّحْمَنِ الرَّحِيم.مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ, إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ.اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ.صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ(9)فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

( Hai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu dipanggil untuk menunaikan shalat pada hari Jumaah maka bergegaslah untuk mengingat Allah. Dan tinggalkanlah segala urusan jual beli. Hal demikian adalah terbaik bagimu,sekiranya kamu mengetahui.Dan, apabila shalat telah usai ,maka bertebaranlah kamu di bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah sebanyak-banyaknya kepada Allah  ,supaya kamu mendapatkan kebahagiaan/ kesuksesan)

Al-Jumu’ah 10-11

          Hari ini merupakan jumaah terakhir bulan Ramadhan, yangmana sudah berjalan  sebuah istilah menyebutnya  “Jumatulwida.”  Di kalangan luar, memang – telah diciptakan dalam agama sedemikian rupa kerusakan,   sehingga   apa yang mereka inginkan  mereka dapat namakan, apa yang mereka inginkan mereka  amalkan, seberapa    yang hati   mereka inginkan mereka dapat lakukan,  komentarnya terserah apa yang mereka inginkan dan ini merupakan urusan mereka. Bahkan,  menurut mereka, jika pada hari jumaatulwida’ melakukan shalat empat rekaat  maka qadhoe umri akan terpenuhi,yakni shalat-shalat yang tertinggal menjadi terbayar sebagai  ganti  tiga dan empat rekaat  yang mereka lakukan. Dan kini/seterusnya  tidak perlu lagi melakukan shalat. Shalat-shalat yang dahulu tidak dikerjakan  telah cukup.

 Kemudian   pemikiran ini berkembang bahwa   pabila Juma’ahtul-widha’  tiba,maka kita akan  shalat empat rekaat lalu   akan libur  setahun penuh. Maka kalau sudah demikian siapa yang akan engan  pergi ke mesjid  melakukan shalat lima waktu ( pabila  jum’atulwidaa’tiba – yang sesuai pandangan mereka ?). Atas gerakan-gerakan/sikap  mereka seperti itu ,jelas kita tidak merasa heran sedemikian rupa, karena mereka pasti  akan melakukan demikian; sebab, dari orang-orang yang inkar pada Masih Muhammadi tidak dapat  diharapkan sesuatu yang lebih dari itu. Akan tetapi  keheranan itu pasti timbul pabila  kondisi  itu terjadi pada   mereka yang mengimani imam zaman   dan  mendakwakan diri bergabung dalam  baiatnya lalu tidak menjaga agama mereka. Pada kondisi umum/hari –hari biasa tidak begitu   teratur datang ke mesjid, yang dengan teratur sejumlah orang lakukan, dan sejumlah orang inipun menjadi  kian  banyak yang dengan begitu  teratur  datang  pada Jumaah terakhir  ramadhan ini. Padahal, perintah ialah untuk shalat lima waktupun harus datang ke mesjid. Maka,  kita yang mendakwakan diri berbaiat di tangan Hadhrat Masih Mauud a.s.,bukanlah merupakan pekerjaan kita bahwa karena meniru orang-orang lain, kitapun menjadi sedemikian tekun / hanyut dalam pekerjaan-pekerjaan dunia  sehingga jangankan melaksanakan shalat- shalat (lima waktu) pelaksanaan shalat jumaah pun tidak  dapat dilakukan dengan teratur. Dan perkiraan akan perkara itu dapat dilihat  bahwa diantara kita sejumlah orang-orang Ahmadi pun  secara tidak sadar mulai terus mengekor meyakni   akan pentingnnya jum’atulwida. Itu dapat dihitung  dari  jumlah yang hadir di mesjid-mesjid. Jika hari  ini, dari antara kita  yang pada umumnya  datang ke mesjid tidak teratur (belang-belang ),tidak menganggap begitu penting hari Jumaah  (lalu hari ini ) mereka  datang ke mesjid  karena  Ramadhan telah menciptakan perubahan dalam diri mereka ,timbul kesenangan  dalam melaksanakan perintah-perintah Allah dan ibadat pada-Nya dan mereka berjanji bahwa  untuk yang akan datang kami/mereka akan menjaga jumaah-jumaah kami/mereka dan untuk yang  akan datang kami akan menjalankan shalat  jumaah dengan  disiplin;sebab, terdapat perintah Allah yaitu :”Hai orang-orang yang beriman! pabila  pada suatu bagian hari Jumaah kamu diseru pada shalat,  maka bergegaslah berzikir pada Allah dan tinggalkanlah perniagaan. Ini adalah merupakan hal terbaik bagimu jika kamu mengetahui. Dan pabila shalat telah dilaksanakan maka bertebaranlah di bumi dan carilah dari antara karunia Tuhan dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu menjadi orang yang berjaya.”

Inilah terjemah ayat-ayat  yang saya bacakan tadi. Jika memang seperti ini situasinya,  maka orang seperti itu layak untuk mendapat ucapan selamat,bahwa   Allah telah menganugerahkan taufik padanya untuk menciptakan perubahan di dalam dirinya. Semoga Allah menganugerahkan keteguhan padanya bahwa untuk yang akan datangpun seperti itu mereka akan menyambut perintah-perintah Allah,mengamalkannya dan dengan  penuh semangat seperti itu semoga mereka termasuk  orang-orang yang mengambil bagian  dalam semua perintah-perintah itu  dan kitapun menjadi orang-orang yang mengamalkan hadis-hadis itu.

Tertera dalam sebuah hadis  yang bersumber dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Untuk orang yang menghindar  dari dosa-dosa besar adalah (menunaikan) lima shalat, (menunaikan Jumaah) dari satu jumaah sampai ke jumaah berikutnya dan dari satu ramadhan sampai ke  ramadhan berikutnya adalah merupakan kaffarah/tebusan. Sahih Muslim kitabul- thaharah_

 Sesuai dengan hadis ini Allah mengingatkan pada kita terkait dengan  penganugerahan   taufik. Dan dalam bulan Ramadhan ini  perubahan suci yang telah Dia ciptakan dalam diri kita, atas  hal itu maka kita   sambil memohon karunia-Nya kitapun seyogianya berupaya  untuk bekerja. Semoga Allah menegakkan kita pada hal itu dan mesjid-mesjid kita memberikan kesaksian akan hal itu bahwa orang-orang ahmadi juga memberikan perhatian ke arah  datang (untuk beribadah) ke mesjid-mesjid   pada waktu shalat lima waktu dan sebagaimana mereka telah meramaikan mesjid-mesjid   jangan dengan berlalunya Ramadhan mulai nampak mesjid-mesjid itu menjadi kosong,bahkan kinipun seperti itulah ramainya sebagaimana itu ramai dalam bulan ramadhan.

Kemudian sesudah ramadhan setiap jumaah yang akan datang memberikan kesaksian bahwa setelah mengimani  imam zaman, perubahan suci yang telah kita ciptakan dalam diri kita,  dan di dalam ramahdan ini kita tambah lebih menjadikannya lebih cemerlang, kini  penzahiran keelokan /keindahan  itu  sedang nampak pada setiap jumaah. Ini (Orang Ahmadi) bukanlah orang-orang  yang hanya datang untuk shalat qadhae umri (shalat empat rekaat sebagai tebusan shalat yang tertinggal di masa yang lalu)  mereka nampak ke mesjid. Bahkan mereka  adalah orang-orang yang telah menciptakan perubahan-perubahan suci  di dalam diri mereka. Ini adalah orang-orang yang ketakwaannya telah begitu tinggi sehingga  setiap langkahnya lebih maju dari sebelumnya. Kini bukanlah mereka  orang-orang  tak peduli bahwa tak apalah karena  ramadhan telah usai,kini pabila datang ramadhan yang akan datang maka nanti kita akan lihat belakangan , kita akan melaksanakan (shalat) jumaatulwidha. Bahkan mereka ini merupakan  orang-orang yang telah menciptakan perubahan sedemikian rupa, sehingga senantiasa berada dalam posisi  penantian  bahwa untuk menghindarkan diri dari dosa-dosa  besar sesuai dengan sabda Rasulullah saw yang baru ini saya bacakan,bahwa setelah jumaah ini jumaah yang akan datangpun kita harus laksanakan,itupun juga perlu. Ya, kami akan  senantiasa menantikan ramadhan, namun bukanlah dengan tujuan akan mendapatkan bahwa kami akan mendapat peluang untuk melaksanakan qadhae umri, (penebusan meninggalkan shalat dengan empat rekat shalat) bahkan karena di dalamnya dibukakan pintu rahmat Allah dan syaithan diikat /dibelenggu. Akan tersedia  peluang yang lebih   banyak lagi  untuk meraih kedekatan dengan Tuhan.

Bahasan terkait dengan qadhai umri tengah berlalu. Di dalam hal ini tertera sebuah sabda dari Hadhrat Masih Mauud  juga itu saya akan bacakan:

“ Ada sebuah soal, bahwa di saat jumaatulwidha orang-orang melaksanakan shalat empat rekaat dan mereka menamakannya qadhae umri dan maksudnya adalah shalat-shalat yang tidak dapat dikerjakan di masa yang lalu itu dapat disempurnakan,apakah itu ada buktinya atau tidak ?

 Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Ini merupakan hal yang sia-sia ,namun ada seorang yang tengah shalat pada saat  yang bukan pada waktunya,seorang berkata pada Hadhrat Ali bahwa Tuan ini adalah khalifah, kenapa Tuan tidak melarangnya ? Beliau bersabda bahwa jangan jangan saya termasuk dalam katagori ayat yang berbunyi

 أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى(9)عَبْدًا إِذَا صَلَّى (Bagaimana pendapatmu mengenai orang yang melarang seorang hamba tatkala dia melakukan shalat (Al-alaq) Nah, jika ada orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja  bahwa saya akan melaksanakan shalat qadhae umri maka dia telah melakukan hal yang tidak benar dan jika dia karena rasa menyesal dia melakukan shalat untuk menjauhkan apa yang telah hilang  maka biarkanlah dia melaksanakan itu kenapa kamu melarangnnya akhirnya,kan dia itu berdoa juga.Ya, di dalam dirinya pasti terdapat tekad yang lemah. Waspadalah ,jangan sampai  dengan melarangnya kamupun termasuk dalam apa yang disebutkan  ayat itu. Al-Hakam 24 April; 1901 fatwa-fatwa Hadhrat Massih Mauud a.s. hal 65

Beliau bersabda:

“ Barangsiapa yang dengan sengaja sepanjang tahun meningggalkan shalat dengan niat  bahwa dia akan melaksanakannya pada hari  qadhae umri maka dia berdosa,tetapi  barangsiapa karena malu /menyesal  dia bertaubah dan dengan niat bahwa  untuk yang akan datang saya/dia tidak akan meninggalkan shalat maka untuknya tidak apa-apa/boleh. Kami dalam perkara itu hanya akan memberikan jawaban seperti jawaban Hadhrat Ali r.a. “Al-Badar jilis 2 no. 15 tanggal  1 Mei 1903 hal 114

 Maka Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Niat orang yang shalat seperti itu kita tidak mengatahui  bahwa dengan niat apa  dia melakukan  itu. Jika niatnya adalah  ingin menciptakan perubahan suci di dalam dirinya  dan sambil  bertaubah dia melakukan itu bahwa untuk yang akan datang saya tidak akan meninggalkan shalat dan saya akan melakukan itu dengan kesungguhan sepenuhnya dan shalat jumaah juga saya tidak akan tinggalkan, maka biarkanlah dia melakukan itu, tidak apa-apa. Dan jika niatnya melaksanakan untuk  qadhai umri/sekedar penebusan bahwa kali ini kita lakukan baru untuk yang akan datang kita akan lihat bagaimana nanti, maka ini jelas adalah salah dan dia adalah  orang yang berdosa.

Berkenaan dengan wajibnya  jumaah sejumlah  hadis   akan saya sajikan, yang di dalamnya  tertera berkenaan dengan tentang wajibnya shalat jumaah   bahwa betapa pentingnnya jumaah itu ,tetapi tidak tertera seberapa  pentingnnya jumaatulwidha itu.

Hadhrat Abu Hurairah r.a. meriwayatkan Rasulullah saw bersabda:

 Dari antara hari-hari  yang terbaik dimana matahari terbit adalah hari jumah. Pada hari itu Adam diciptakan dan pada hari itulah dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu lah Adam turun dan di dalamnya terdapat saat  dimana apapun seorang muslim minta/panjatkan kepada  Allah maka Allah akan  memberikannya . Jami’ tirmidzi kitabul-jumuaah fissa’ati allati turja fi yaumil jumuati

 Nah, perhatikanlah betapa banyak berkat-berkat jumaah. Satu, itu  dinyatakan sebagai hari yang terbaik. Kini, dari hari terbaik pada pandangan  Allah dan Rasulnya siapa yang tidak ingin  mengambil faedah,dan mengambil berkah-berkahnya. Disini jelas, sama sekali tidak terbukti bahwa hanya jumaatulwidaa merupakan  hari yang terbaik. Dengan mendapatkan hari itu kita harus lebih banyak seyogianya beribadah, seyogianya takut pada Allah,sebab  setelah  mengirim Adam  ke bawah  Dia memberitahukan  bahwa kini pekerjaan kalian adalah beribadah pada Allah  dan menghindar dari serangan-serangan syaitan. Dari antara kalian barangsiapa  yang takut pada Saya,  menjadi orang-orang yang beribadat pada Saya,maka mereka akan disebut hamba-hamba Allah yang Rahman. Dan sebaliknya orang-orang yang berjalan bertentangan dengan ajaran Saya mereka akan menjadi hamba-hamba syaitan. Jadi Allah telah memberitahukan bahwa orang yang berjalan mengikuti  syaitan maka mereka akan saya penuhi dengan neraka. Tetapi rahmat Allah setiap saat  senantiasa bergejolak  untuk makhluknya.  Meskipun Dia berfirman  ini, tetapi Dia senantiasa mengajarkan kepada kita metode pengampunan (doda-dosa) kita. Oleh karena itulah berfirman bahwa barangsiapa yang  mengamalkan perintahh-perintah Saya dan beriman pada   khatamulanbiya maka habar suka /salam sejahtera bagi kalian bahwa untuk kalian saya telah menetapkan suatu hari sedemikian rupa dan pada hari itu ada  suatu saat dimana di dalamnya apa saja yang kamu minta kepada Saya maka Saya akan kabulkan. Maka bagi orang-orang Ahmadi ini merupakan kedudukan yang tambah lebih menyenangkan bahwa mereka sesuai dengan nubuatan Rasulullah saw  mereka  telah mengenal imam zaman,mereka tentu harus lebih menaruh perhatian ke arah ini.Dan bersama doa-doa mereka inipun mereka seyogianya  terus panjatkan doa supaya Allah setiap saat terus memperdalam ketakwaannya/meningkatkannya   dan dengan perantaraan pengabulan doa yang sebelumnya dalam khutbah sebelumnya telah saya katakan kini selain Rasulullah saw tidak ada lagi. Oleh karena itu upayakanlah perantara itu maka doa akan mencapai titik pengabulannya/doa akan diterima . Oleh karena itu pada hari jumaah seyogianya  mengirim selawat pada Rasulullah saw lebih dari  hari-hari  umum.

Di dalam hadis Rasululah saw bersabda:

 Dari antara hari-harimu (satu)   adalah hari jumaah.Pada hari itulah Adam diciptakan, pada hari itulah dia diwafatkan, dan pada hari itulah akan terjadi peniupan sangkakala dan   pada hari itulah akan terjadi pingsan. Maka perbanyaklah olehmu pada hari itu mengirim selawat pada-Ku.”

اللهم صل على محمد و على ال محمد  وبارك وسلم انك حمبد مجيدallahumma shalli ‘ala muhammadin wa aali muhammad wa baarik wa sallim innaka hamidun majiid   Dan selawat kamu akan disampaikan kepada saya. Perawi berkata, maka  sahabah bertanya, Ya Rasulullah ! pabila wujud Tuan telah lapuk maka pada waktu itu selawat kami bagaimana akan disampaikan . Beliau bersabda bahwa Allah  telah mengharamkan wujud pada nabi dimakan  tanah. sunan Abu daud abwaabul-jumaah

Kemudian terkait dengan pentingnya hari jumaah tertera sebuah hadis dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah sw bersabda: Pabila tiba hari jumaah maka di pintu setiap mesjid terdapat malaikat-malaikat. Dia menulis nama-nama orang -orang yang pertama-tama datang di mesjid dan seperti itulah dia terus menuyiapkan daftar orang-orang permulaan datang sehingga imam duduk setelah menyampaikan khutbah,  maka dia menutup buku catatannya. Sahih Muslim kitabul jumuaah

Kemudian tertera sebuah hadis yang bersumber dari Al-Qamah bahwa Hadhrat Abdullah bin Mas’ud bersabda bahwa saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda:” Pada hari Qiamat  orang-orang akan duduk  di hadapan Tuhan sesuai dengan hisab datangnya pada hari jumaah, yakni pertama kedua dan ketiga, kemudian beliau bersabda, yang keempat dan yang keempat pun dari segi duduknya di  hadapan Tuhan/ singgsana Ilahi tidaklah  jauh.” Ibnu majah kitab iqamatishalat bab maajaa- a- fi tajhiizi ilal jumaah.

Bersumber dari Hadhrat Ibni Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:  Hari ini (jumaah) adalah Hari Raya yang Allah telah ciptakan untuk orang-orang Islam. Jadi, barangsiapa yang datang untuk menunaikan shalat Jumaah maka sayogianya (sebelumnya) dia mandi dan barangsiapa yang memiliki  minyak wangi/farfum maka gunakanlah wewanigan itu dan haruskanlah  diri kalian untuk bermiswak.”  Sunan Ibnu majah kitab iqamatishalat wasunnah fiha bab maa fi zzinati yaumal jumuaah.

 Nah, cermatilah dari semua hadis-hadis itu, dimanapun tidak terdapat kesan bahwa jika ingin meraih  sarana pengampunan maka lakukanlah jumuaatulwida. Bahkan setiap jumaah itu adalah penting,lazim dan wajib. Dan dalam pandangan orang-orang bahwa lakukanlah shalat yang sehari maka sudah cukup. Sejumlah orang  dua langkah lebih maju dari  orang-orang  yang melaksanakan jumaatulwida. Mereka pada jumaatulwida pun  tidak datang,mereka hanya datang pada hari hari Raya. Semoga Allah mengasihi mereka.Maka untuk mereka  hadis yang saya telah bacakan di dalam itu Dia memberiktahukan bahwa hari Jumaah pun  merupakan  hari Raya. Pabila hari- hari raya ini akan  menyatu, maka akan mendapatkan taufik pula untuk meraih keberkatan-keberkatan bulan Ramadhan. Dan kemudian dari hari raya yang datang setelah  Ramadhan pun kalian akan mendapatkan karunia  dan kalian akan menciptakan sarana untuk terhindar dari dosa-dosa.

Kemudian berkenaan dengan yang mula pertama datang pada hari Jumaah dan  berkenaan dengan duduk di dekat  imam  tertera  sebuah hadis. Hadhrat Samurah  r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Senantiasa  datanglah untuk menunaikan shalat jumaah  dan selalulah duduk  dekat dengan imam dan seorang yang  terus menerus senantiasa tertinggal dibelakang  maka dia  tertinggal dari surga. Padahal dia adalah   dari antara orang-orang ahli surga. Musnad Ahmad bin Hanbal jilid 5 hal 10 cetakan Bairut

 Maksud dari tertinggal di belakang adalah bahwa jika kamu meninggalkan jumaah maka kamu akan terus meninggalkan jumaah. Di dalam itu pun hal sebenarnya ialah yang memiliki  keinginan keras/rasa gelisah  untuk datang ke mesjid,terdapat keinginan yang kuat untuk mendengarkan wejangan  iman dan terdapat pula keinginan untuk mengamalkannya. Hal yang sebenarnya adalah bahwa  apa niatnya ? Sejumlah orang pergi (dari mesjid) sesudah  melewatkan beberapa waktu (beberapa menit) di mesjid-mesjid . Yakni, sebentar kita akan pergi, kita  akan pergi  dengan tenang. Imam sahib  sangat panjang menyampaikan khutbah. Cukup lama harus duduk disana, harus lama menunggu ,siapa yang tahan  duduk sebegitu lama. Pabila  tersisa lima  tujuh menit kita akan pergi . kita akan mendengarkan khutbah dua  empat menit lalu kita akan shalat dan  kembali ke rumah. Nah, pemikiran ini merupakan pemikiran yang sangat berbahaya. Sebab, perbedaan ganjaran orang –orang yang lebih dahulu pergi ke mesjid   dan terakhir datang ke mesjid  perbedaannya adalah sama antara unta dan  telur ayam atau di sejumlah tempat perbedaannya disebutkan  sama dengan sebiji  beras/ nasi. Tetapi siapapun yang menjadi imam maka mereka pun sesuai kondisi, sesuai musim,sesuai  waktu orang-orang, seyogianya memikirkan waktu khutbah.

 Kini terkait dengan kepentingan jumaah dan tarbiatnya saya ingin menambahkan beberapa hadis-hadis. Tampa uzur jangan hendaknya jumaah ditinggalkan. Rasulullah saw bersabda:  Barangsiapa yang dengan sengaja meninggalkan jumaah selama tiga kali berturut –turut maka Allah akan mencap hatinya.” Tirmidzi Kitabuljumaah bab ma jaa a fii tarkil jumaah min gairi udzrin . Dan kemudian lama kelamaan sama sekali dia menjadi terus tertinggal di belakang. Disini terdapat peringatan yang sangat keras sekali.

Kemudian tertera sebuah riwayat yang bersumber dari Tariq bin Syahab bahwa Nabi saw bersabda:  Sedemikian rupa mutlak harusnya  bagi setiap orang muslim melaksanakan shalat jumaah dengan berjamaah yang merupakan sebuah kewajibnan kecuali empat orang . Yakni, sahaya ,wanita anak-anak dan orang yang sakit. Abu Daud Kitabushashalat babul jumaati lilmuluk

Sejumlah orang menyangka bahwa pabila imam tengah menyampaikan khutbah maka tidak apa-apa berbicara. Sejumlah orang  pada saat khutbah dengan suara  melarang anak-anak mereka  untuk berbicara, khususnya  di kalangan perempuan atau ibu-ibu. Maka mereka seyogianya ingat bahwa pertama anak –anak yang memang masih kecil  susah  diatur  jangan dibawa ke mesjid dan dalam kondisi seperti itu tidak perlu pula  bahwa untuk perempuan seperti itu harus pergi ke mesjid. Nah, hadis yang saya baca ini di dalamnya  bagi anak anak seperti itu terdapat kelonggaran. Kepada anak-anak yang lain seyogianya mereka dibawa setelah memberikan pengertian pada mereka bahwa mesjid itu  ada   tatakeramanya. Jangan bicara ,jangan ribut /teriak dll. Dan jika secara permanenat/  terus menerus dimasukkan dalam benak anak-anak /terus diberikan pengertian maka lambat laun anak-anak akan mengerti. Jika tidak diberikan pengertian maka saya melihat  bahwa anak berumur delapan dan sepuluh tahun pun mereka diantara mereka akan berbicara  satu dengan yang lain saat khutbah disampaikan,satu dengan yang lain akan saling menggangggu,dan berbuat nakal. Nah anak-anak seperti itu seyogianya dengan teratur mereka diingatkan . Jika ingin menyuruh mendiamkan anak –anak yang duduk dan orang-orang lain maka seyogianya dilakukan dengan isyarah,yakni tegurlah  mereka  dengan isyarah.

Tertera dalam sebuah hadis bahwa bersumber dari Hadhrat abu Hurairah r.a. ,” Tatkala imam tengah menyampaikan khutbah pada hari jumaah maka jika kamu menyampaikan sesuatu kepada teman terdekatmu ,diamlah maka perkataan kamu inipun merupakan pebuatan yang sia-sia. Muslim Kitabul Jumaah

Ayat yang ditilawatkan tadi dalam menafsirkannya Hadhrat Muslih Mauud r.a. bersabda:

“  Di dalam Islam untuk hari Jumaah  telah ditetapkan keistimewaan –keistimewaan ini bahwa pada hari itu ditetapkan hari libur ,lebih banyak dilakukan ibadah,  dijadikan sebagai hari pertemuan umum,dilakukan mandi, dilakukan kebersihan,dilakukan pekerjaan menjenguk orang yang sakit,demikian pula dilakukan  tugas-tugas ummat , dilakukan perbaikan sosial kemasyaratan . Ya setelah melaksanakan shalat jumaah orang-orang diizinkan untuk melaksanakan kesibukan-kesibukannya,tetapi inilah   yang dinyatakan lebih tepat  bahwa sesudahnya pun orang-orang  sibuk dalam zikir Ilahi.

Pada suatu saat pada   jumaah akhir Ramadhan Hadhrat khalifatul-masih awal r.a. menyampaikan khutbah dimana Hadhrat Masih Mauud a.s pun hadir di dalamnya  .Dalam khutbah itu yang beliau sampaikan adalah : “ Imam kita senantiasa  bersabda bahwa sangat malang  sekali orang yang mendapatkan ramadhan namun tidak mendapatkan ada perubahan di dalam dirinya. Lima, tujuh puasa lagi yang tersisa ( itu pun merupakan  jumaah terakhir juga dan kinipun  tiga empat hari lagi yang tersisa) Di dalam hari-hari ini perbanyaklah upaya-upaya,  perbanyaklah memohon doa-doa,  perbanyaklah  mendekatkan diri pada Allah ,bacalah istigfar dan lahaulawala sebanyak-bayaknya, dengarlah Alquran dan fahamilah, dan seberapa bisa perbanyaklah sedekah dan derma, dan gerakkanlah  terus menerus  anak-anak kalian untuk melakukan itu , semoga Allah menganugerahkan taufik kepada saya dan juga kepada kalian.( Amin Khutubat Nur cetakan baru hal 265

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Nikmat yang Allah telah sempurnakan ialah   agama ini  yang Dia beri  nama  Islam. Kemudian kemudian hari jumaah juga (termasuk ) dalam nikmat itu,yang  pada hari mana nikmat itu   sempurna.   Ini merupakan isyarah ke arah  bahwa  kemudian penyempurnaan nikmat itu akan terjadi  dalam bentuk لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ  (Dia akan memenangkannya atas semua agama) Itupun akan merupakan jumaah yang sangat agung. Jumaah itu kini telah tiba, sebab Tuhan  telah mengkhususkan jumaah itu dengan Masih Mauud a.s. … Saya katakan dengan sebenarnya bahwa ini merupakan sebuah acara/ hidangan pesta ruhani yang  Allah telah ciptakan untuk orang-orang yang mujur/ bernasib baik . Berbahagialah/  Salam sejahtera bagi mereka yang menggunakan kesempatan emas itu. Kalian yang telah mengikat tali baiat dengan saya sama sekali jangan  menjadi angkuh  karena apa yang tadinya kalian akan peroleh itu kalian telah raih…Sungguh kalian  telah sampai di dekat mata air  yang Tuhan telah ciptakan untuk kehidupan yang abadi itu. Ya, yang tersisa kini adalah tinggal meminum air itu. Maka mohonlah taufik dan karunia dari-Nya supaya Dia mengairi kalian. Sebab, tampa  Tuhan tidak akan ada yang bisa terjadi. Saya  sungguh mengetahui bahwa barangsiapa yang minum dari mata air ini maka dia tidak akan binasa. Sebab, air ini memberikan kehidupan dan menyelamatkan dari kehancuran dan melindungi dari serangan-serangan  syaitan. Untuk terairi dengan  air mata air ini bagaimanakah cara. Caranya ialah kebenaran  yang Allah telah  tegakkan padamu itu tegakkanlah kembali dan jalankanlah itu dengan sepenuh hati. Dari antaranya  ialah hak Allah dan hak makhluk. Malfuzhat jilid 2 hal 144 –145

Jadi kita setiap ahmadi seyogianya memberikan perhatian pada pentingnnya  hal itu bahwa dengan mengimani imam zaman banyak sekali tanggung jawab yang dipikulkan di pundak kita. Seyogianya memberikan perhatian yang khusus pada ibadah. Dan sesuai dengan cara metode ibadah yang Allah telah beritahukan hendaknya  berupaya melaksanakan semua ibadah-ibadah  sebagaimana Hadhrat Masih Mauud a.s. telah terangkan bahwa dengan zaman beliau juga jumaah memiliki ikatan yang khas. Kita secara khusus seyogianya memperhatikan akan pentingnnya hal itu bahwa kita hendaknya banyak memberikan penekanan pada doa.Merupakan nasib baik bahwa hari-hari ini ramadhan  tengah berlalu. Dan sepuluh hari terahir ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Di dalam itu diberikan  habar suka tentang pengabulan doa.Oleh karena pada hari-hari itu harus memberikan perhatian yang serius pada doa.

Tertera dalam sebuah hadis yang bersumber dari Hadhrat Nu’man bin Basyir bahwa Rasulullah saw : Doa adalah ibadat.Kemudian beliau membaca ayat Al-Quran ini ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ                                     

Yakni tuhan kamu berfirman yakni mintalah pada-Ku saya akan kabulkan. Mereka orang yang tidak beibadat pada Saya  maka akibat ketakabburan mereka,mereka  akan masuk neraka dalam keadaan hina.” Sunan Tirmidzi abwabuddakwaat

Betapa  merupakan kedudukan menakutkan  bahwa sementara Allah memfirmankan, Saya senantiasa menunggu, siap mengabulkan harapan-harapan dan doa-doamu, namun kamu tetap tidak memohon. Dan meskipun  Saya mendorong  kalian  bahwa pada hari jumaah ada juga tiba suatu  saat dimana   semua doa-doa akan dikabulkan,namun sebagaimana perhatian kalian seyogianya tercipta , perhatian itu  tidak tengah terjadi. Semoga Allah menganugerahi kepada kita saat pengabulan itu dan menganugerahkan juga  taufik  berdoa.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a.bahwa Rasulullah saw bersabda tidak ada sesuatu yang lebih mulia  di sisi Tuhan lebih dari doa”.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a.bahwa Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa yang tidak memohon pada Tuhan maka Allah akan murka  padanya.”  Tirmidzi Kitabuddakwaat

 Diriwayatkan dari Hadhrat Anas  r.a.bahwa Rasulullah saw bersabda : Setiap diantara kalian seyogianya memohon segala apa yang dia inginkan   dari Tuhannya, sehingga jika tali sepatunya putus sekalipun maka seyogianya dia memohon pada-Nya. Tirmidzi Kitabuddakwaat

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a.bahwa Rasulullah saw bersabda : Saya senantiasa berada di dekat hamba Saya, dimanapun dia mengingat Saya  atau  mulutnya bergerak untuk menyebut Saya. Bukhari kitabuttauhid

Diriwayatkan dari Hadhrat umar  r.a.bahwa Rasulullah saw bersabda : Diantara kalian barangsiapa yang pintu doa dibukakan untuknya maka pintu rahmat dibukakan untuknya. Dan pada pandangan Tuhan doa yang paling dicintai adalah memohon kesehatan  pada-Nya Tirmidzi Kitabuddakwaat

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a.bahwa Rasulullah saw bersabda :Manusia paling dekat pada Tuhan-Nya  ialah pada saat tatkala dia baerada dalam sujud, karena itu perbanyaklah doa dalam sujud.” Muslim kitabushalat ma yaqulu firrukui wassujud.

Hadhrat Abu Saiid meriwayatkan bahwa Rasululah saw bersabda:

Kapan saja seorang muslim berdoa  yang dimana di dalamnya tidak ada unsur dosa atau unsur pemutusan tali kekerabatan maka Allah dari antara yang tiga hal, satu pasti Dia akan anugerahkan padanya. Apakah tiga hal itu ? Atau doanya cepat didengarkan. Atau pada hari akherat untuk faedah baginya akan dikumpulkan  sebagai  sarana pengampunan. Atau Allah sebanyak itu keburukannya akan Dia jauhkan. Dan jika dalam corak itu tidak juga sempurna maka niscaya ada saja keburukannya yang dijauhkan.Maka para sahabah berkata kalau begitu kami akan banyak memanjatkan doa. Rasulullah saw bersabda bahwa Allah juga Mahakuasa  untuk memberikannya lebih banyak dari itu.” Sunan Ahmad bin Hanbval bqi mutaktsyirin

 Nah, perhatikanlah betapa Rasulullah saw berupaya menarik perhatian kita kepada doa. Dari antara kita setiap kita mempunyai kewajiban bahwa dalam bulan Ramadhan yang tersisa ini berdoalah untuk diri sendiri,untuk anak istri kita,untuk keluarga kita, untuk Jemaat. Pabila  manusia berdoa untuk orang lain maka para malaikat terus berddoa untuknya . Hal ini harus  senantisa menjadi bahan perhatian kita. Oleh karena itu Jemaat seyogianya berdoa untuk mereka yang tidak ada penolong /penopang  dan  tidak berdaya yang dalam suatu corak tertentu  tengah menahan penderitaan  dari para penentang. Allah sebagai gantinya berhak mengabulkan ketiga corak doa-doa itu. Bahkan sebagaimana disini diterangkan bahwa lebih dari itu kepada kita dapat Dia anugerahkan. Dia adalah pemilik seggenap kekuasaan. Jangalah memandangnya sebagai wujud yang  terbatas.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:….barangsiapa yang tidak menghadapkan wajahnya kepada Allah swt dengan doa (tidak pernah berdoa) dia senantiasa akan tetap buta  dan mati dalam kebutaan …. Barangsiapa yang berdoa dengan  ruh ketulusan maka tidak mungkin dia tidak berhasil secara hakiki. Bahkan kesejahteraan yang hanya dengan harta tidak  dapat diraih dan tidak dengan pemerintahan dan tidak dengan kesehatan, bahkan berada di tangan Tuhan  yang dengan cara mana Dia ingin berikan Dia dapat menganugerahkan. Ya,  dianugaerhkan dengan doa-doa yang sempurna. Jika Tuhan menghendaki maka seorang mukhlis yang tulus  persis pada saat  musibah melanda , sesudah  doa, dia meraih kelezatan yang tidak dapat diraih oleh seorang raja yang berada diatas tahtanya. Inilah yang dimaksud dengan kesuksesan  yang akhirnya  diraih oleh orang-orang yang berdoa. Ayyamushulah  hal 7-8

Kemudian bersabda:

 Doa memiliki suatu jalinan dengan pengabulan. Apakah itu kami dapat menanamkan atau tidak dapat menanamkan secara selayaknya dalam hati orang lain,tetapi  berjuta-juta pengalaman para pilihan Tuhan dan pengalaman kami sendiri telah menunjukkan kepada kami hakeket yang terselubung itu bahwa doa yang kita panjatkan itu memiliki kekuatan daya tarik mahnit dan dapat menarik karunia dan rahmat Tuhan. Ayyamushulah , Ruhani hazain jilid 14 hal . 240-241

 Beliau menambahkan:

“Perlu diingat bahwa doa yang telah diwajibkan atas orang-orang Islam oleh kitab suci Allah taala memiliki  empat sebab kenapa itu  diwajibkan:

Pertama, adalah supaya pada setiap saat dan dalam setiap kondisi setelah  (perhatian) mereka kembali pada Tuhan, mereka meraih keteguhan pada  tauhid Ilahi,sebab  memohon pada Allah merupakan sebuah pengakuan/pernyataan bahwa hanya Allah-lah yang memberikan hasil semua tujuan /maksud.

Kedua,supaya iman mereka menjadi kokoh pada saat  doa-doa itu terkabul dan maksud-maksud mereka tercapai.

Ketiga,jika dalam corak lain  anugerah Ilahi itu ada, maka ilmu dan hikmah menjadi  bertambah(Yakni tambah lebih banyak perhatian untuk meraih ilmu dan hikmah dan untuk meraih makrifat Ilahi)

 Keempat,jika pengabulan doa itu dijanjikan melalui ilham dan ru’ya lalu seperri itu juga sempurnannya maka makrifat Ilahi itu semakin bertambah,Dari makrifat itu akan tumbuh keyakinan dan dari keyakinan tumbuh kecintaan, dan dari kecintaan  manusia akan meraih karunia pemutusan hubungan dengan segenap  dosa dan dengan segenap selain Allah  yang merupakan buah keselamatan hakiki.  ayyaamushulah hal. 12-13

Beliau bersabda:

Saya menyatakan dengan sebenarnya ,bahwa jika jeritan  kita sedemikian rupa  sendunya/ memelasnya di hadapan Tuhan,maka hal itu akan menimbulkan gejolak dalam  rahmat dan karunia-Nya  yang kemudian akan  menariknya.Dan saya mengatakan atas dasar pengalaman saya, bahwa karunia dan rahmat Tuhan yang datang dalam bentuk  pengabulan doa, saya merasakan itu terseret / terserap ke arah saya,bahkan saya berani mengatakan bahwa saya melihatnya.

Beliau bersabda:

 Setiap orang yang kini mendengar ingatlah bahwa senjata kamu adalah doa, karena itu senantiasa sibuklah dalam doa. Ingatlah bahwa maksiat dan kefasikan  nasehat dan alasan lain tidak dapat menjauhkannya .Untuk itu hanya satu jalan yaitu doa. Inilah yang Tuhan firmankan pada kita. Pada zaman ini terfikir ke arah kebaikan dan meninggalkan keburukan bukanlah merupakan masaalah  kecil. Ini menginginkan sebuah revolusi  dan revolusi ini berada di tangan Tuhan. Dan ini akan  terjadi dengan doa-doa. Jemaat kita seyogianya bangunlah tengah malam  menangislah sambil berdoa janji-Nya adalah . ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ     (serulah Aku Saya akan menjawab seruanmu)

Kemudian beliau bersabda:

 Doa yang timbul  sesudah (mencapai) makrifat dan dengan perantaraan karunia Ilahi, memiliki  nuansa dan kondisi  yang lain. Itu merupakan sebuah  benda   yang  melenyapkan, suatu  api yang membakar,  sebuah mahnit yang menarik rahmat Tuhan,   sebuah kematian yang pada akhirnya akan menghidupkan,  sebuah banjir dahsyat yang pada akhirnya  menjadi sebuah bahtera, segenap  perkara yang tak pernah beres   menjadi terpecahkan karenanya, dan segenap racun  pada akhirnya menjadi obat penawar karenanya.

 Salam sejahtera  bagi  tahanan yang berdoa tampa mengenal  lelah, sebab pada suatu saat  akhirnya dia akan meraih  kebebasan. Salam sejahtera  bagi sang tunanetra  yang tidak malas dalam memanjatkan doa-doa,sebab  pada suatu saat  dia akan dapat melihat. Salam sejahtera  bagi  yang  berada di dalam kubur-kubur  yang memohon dengan doa-doa pertolongan Tuhan, sebab pada  suatu saat mereka akan dikeluarkan dari kuburan-kuburan itu.

Salam sejahtera  padamu  yang tidak pernah lelah  dalam memanjatkan doa dan ruhmu  mencair dalam  doa,dan matamu mencucurkan air mata dan di dalam relung dadamu menciptakan sebuah api dan  untuk meraih rasa kebahagiaan kesendirian, itu (doa) membawa kamu pada kamar yang gelap  dan hutan-hutan yang  sunyi sepi dan menjadikan kamu resah, gila serta tidak sadarkan diri. Sebab, pada akhirnya  akan dibukakan pintu  karunia-Nya padamu. Dia Tuhan yang ke arah-Nya  kami menyeru kalian adalah Yang Maha mulia, Maha penyayang ,Pemalu, jujur,setia dan Maha  pengasih pada orang-orang yang lemah. Maka,  kamupun jadilah orang yang setia dan berdoalah dengan penuh ketulusan supaya Dia akan mengasihanimu. Berpisahlah kamu dari keramaian   dunia/orang-orang dan keributrannya.Janganlah mewarnai agama dengan warna hawa nafsu  Pikullah beban demi untuk Tuhan dan terimalah kekalahan supaya kamu menjadi waris kemenangan-kemenangan yang besar. Tuhan memperlihatkan mukjizah-Nya kepada orang-orang yang berdoa dan kepada orang yang memohon  akan dianugerahi nikmat yang luar biasa. Doa  datang dari Allah dan kembali  kepada Allah. Dengan doa Tuhan sedemikian rupa  menjadi dekat sebagaimana jiwamu menjadi dekat denganmu. Nikmat pertama doa ialah terlahir perubahan suci di dalam diri manusia. Kemudian Tuhan pun dengan perubahan itu   menciptakan perubahan dalam sifat-sifat-Nya. Dan sifat-sifat-Nya  tidaklah  berubah-ubah ,namun untuk yang telah menciptakan perubahan dalam dirinya  Dia memiliki manifestasi/penampakan  yang terpisah yang dunia tidak dapat mengetahuinya seolah-olah Dia merupakan  Tuhan yang lain,padahal tidak ada Tuhan yang lain,tetapi manifestasi yang baru menzahirkan-Nya dalam nuansa yang baru. Baru dalam keagungan menifestasi yang khas  Dia bekerja untuk yang telah berubah itu  yang Dia tidak lakukan untuk orang  lain. Inilah dia mu’jizah- mu’jizah itu.

          Walhasil, doa merupakan sebuah obat penawar yang menciptakan segenggam tanah  menjadi barang tak ternilai  harganya   dan itu merupakan   air yang membersihkan kekotoran-kekotoran yang ada di dalam batin manusia. Dengan doa itu ruh mencair dan mengalir bagaikan air lalu jatuh diatas singgasana Tuhan yang Maha Esa. Ruhani Hazain Pidati Sialkot jilid no. 2 hal 222 –223

 Oleh karena itu, marilah kita semua anak-anak kita, para pemuda kita, para orang tua kita, para wanita kita dan laki-laki kita hari  ini kita memohon dengan khusyuk berdoa di hadapan Tuhan dan di hari-hari yang tersisa dalam bulan Ramadhan apa-apa kekurangan itu  kita dapat sempurnakan.  Kita menghidupkan malam-malam kita dengan beribadah pada-Nya. Kita melewati  hari-hari kita dengan zikir Ilahi. Dan kita meminta  belas kasih sayang-Nya. Semoga Allah memaafkan kekurangan – kekurangan dan kelemahan-kelemahan kita, memutupi aib-aib kita ,melimpahkan kasih sayang dan kemuliaan-Nya pada kita ,semoga Allah mengasihi saudara-saudara kita  yang teraniaya karena  mereka telah mengenal dan mengimani imam yang dijanjikan. Ya, Allah anugerahilah pengertian  kepada para penentang kami sedemikian rupa sehingga  mereka berhenti dari perlawanan itu dan jadikanlah orang yang bersifat syaitan yang menjerumuskan orang-orang yang lugu tidak berdosa (ikut-ikutan dengan mereka) sebagai tanda dan  ibrat. Dan dimana-mana saja orang – orang ahmadi melewati kehidupan sulit dan hanya dengan menurunkan belas kasih sayang –Mu gantikanlah hari-hari sulit mereka  dengan kebebasan   dan jadikanlah  kami  orang yang senantiasa menyembah Engkau. Dan,karunia-karunia yang mengalir pada kami dalam bulan Ramadhan ini  jadikanlah itu berkesinabungan. Ya Allah ! kami  dengan mengedepankan  firman Engkau ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ  -(mohonlah pada-Ku Saya akan mengabulkan permohonanmu ) kami memohon pada-Mu. Semoga Allah mengabulkan semua doa-doa kita.

                                            Qamaruddin Shahid